Penulis: Sorban Santri

  • Baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI

    Baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI

    wp.sorbansantri.com –  Kegiatan baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI yg diadakan setiap selasa ini bertujuan untuk menyehatkan warga sekitar, agar masyarakat bisa ibadah dgn istighomah dlm baksos ada beberapa pengobatan dan antusias masyarakat sangat tinggi

    “Alhamdulillah, melihat antusiasme peserta dan kebahagiaan para kiai muda dan sepuh tadi. Inii bisa dikatakan sukses besar,” ungkap Ketua kader Gus mad seusai acara. Dan malamnya dilanjut rutinan ngaji

    Kegiatan baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI yg diadakan setiap selasa ini bertujuan untuk menyehatkan warga sekitar, agar masyarakat bisa ibadah dgn istighomah dlm baksos ada beberapa pengobatan dan antusias masyarakat sangat tinggi

    Yang menarik di balik kesuksesan agenda tersebut, ada satu eksponen yang biasanya jarang terkespos, yaitu Barisan Ansor Serbaguna Husada atau Banser Husada (BASADA).

    “Alhamdulillah, melihat antusiasme peserta dan kebahagiaan para kiai muda dan sepuh tadi. Inii bisa dikatakan sukses besar,” ungkap Ketua kader Gus mad seusai acara. Dan malamnya dilanjut rutinan ngaji

    “Basada adalah Satuan Khusus dalam Banser yang membidangi tentang kesehatan dan pengobatan alternatif,” ujar Sahabat Taufiqurohman abg ketua PAC MOJOSARI

    Sahabat Taufiqurohman menuturkan, Basada akan selalu hadir di setiap kegiatan-kegiatan NU. Termasuk di kegiatan ngaji bareng kader NU yang diselenggarakan Oleh kader2 NU Mojosari

    “Kami anggota Basada berkomitmen memegang amanah dari pimpinan agar selalu siap sedia untuk hadir berbakti sosial di setiap kegiatan-kegiatan warga nahdliyyindan masyarakat secara umum,” imbuhnya.

    Keberadaan Basada sangat bisa dirasakan kebermanfaatannya di tengah kegiatan tersebut Ansor Mojosari . Sebagaimana pengakuan bunda Linda dan bunda erma basada dr gresik yg jauh2 datang padahal baksosnya cima 2 jam. Dan dr pengakuan pasien pak slamet jotangan Mojosari yang sempat merasakan terapi di Pos Basada.

    “Saya kurang enak badan hari ini kemudian saya periksakan ke pos Basada. Selain diberi masker, saya juga diterapi, dan alhamdulilah badan sehat kembali,” tutur pak Slamet

    Sahabat Qarib Muchsan, Waka Satsus Basada Satkorcab Banser Trenggalek, saat memeriksa salah seorang Banser yang bertugas mengamankan pelaksanaan PKL GP Ansor Trenggalek.Selain Sahabat Samsudin, juga terlihat banyak sahabat baik dari GP Ansor maupun Banser yang mendatangi Pos Basada PKL GP Ansor Trenggalek kemarin untuk mendapatkan layanan kesehatan atau terapi.

    “Awalnya saya mengeluh pusing dan meminta pijat di kepala kepada seorang Basada, tapi malah dipijat terapi seluruh tubuh. Pijatannya sangat enak. Dan dlm baksos juga ada becam yg sangat diminati masyarakat

    BASADA adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor, dan masyarakat. BASADA dibentuk di tingkat pusat hingga Anak Cabang. Di setiap kegiatan GP Ansor dan Banser, juga kegiatan ke-NU-an, BASADA hadir sebagai tim kesehatan. (paryanto sorban)

  • Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama, Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto Kasih Ucapan Selamat

    Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama, Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto Kasih Ucapan Selamat

    wp.sorbansantri.com- Ada kejutan baru pada pemberitaan politik nasional. Pada hari selasa 22 Februari 2020, Presiden Jokowi tiba tiba mengumumkan reshufle kabinet barunya. Ada 6 menteri baru yang diumumkan menggantikan posisi menteri yang lama. Salah satu Menteri yang diangkat itu adalah Yaqut Chalil Qoumas atau yang lebih akrab dipanggil Gus Yaqut.

    Untuk diketahui saat ini Gus Yaqut itu lahir di Rembang, 04 Januari 1975. Lulus dari SDN Kutoharjo (1981 – 1987), Gus Yaqut lantas melanjutkan pendidikannya ke SMPN II Rembang (1987 – 1990) lalu meneruskan pendidikannya ke SMAN II Rembang (1990 – 1993) dan Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Selama di Universitas Indonesia, Gus Yaqut pernah menjadi Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Depok tahun 1997-1999. Karir politiknya, ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC PKB Rembang (2001-2015) dan menjadi anggota DPRD Rembang (2004-2005) hingga ia terpilih sebagai Wakil Bupati Rembang (2005-2010).

    Pada Kongres GP. Ansor  XV yang digelar di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Gus Yaqut terpilih secara aklamasi menjadi ketum GP. Ansor periode 2015-2020 menggantikan Nusron Wahid. Ia juga pada 27 Januari 2015, dilantik menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari PKB.

    Ditunjuknya ia menjadi Manteri Agama menggantikan Fakhur Rozi membuat semua orang menaruh harapan di pundaknya. Gus Ali Nasih Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto menaruh harapan kepada Ketua Umum Ansor itu,

    “Menurut saya sebuah kehormatan bagi kami PC.GP.Ansor kab.mojokerto mempunyai pimpinan yang diberi amanah oleh Presiden menjadi Menteri Agama. Dan hal ini sangat penting dalam kejelian melaksanakan tugas urusan agama yang kita semua tahu bahwa tugas berat ini dalam menyamakan persepsi antar agama bersanding dengan agama yg berbeda beda. Tapi saya yakin Ketua kami, Gus Yaqut bisa lebih dalam menjawab amanah presiden” tutur Gus Ali Nasih, Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto

    Gus Ali Nasih juga memberikan ucapan selamat atas capaian Ketua Umum GP. Ansor tersebut,

    “Selamat dan Sukses buat Gus Yaqut. GP.Ansor Hari Ini Adalah NU masa depan” imbuhnya. (Is)

  • PERAN PENTING INSTRUKTUR BANSER MOJOKERTO

    PERAN PENTING INSTRUKTUR BANSER MOJOKERTO

    Mojokerto, cyberaswaja.online – Menjadi BANSER harus lulus mengikuti Diklatsar (Pendidikan Latihan Dasar) Banser, Pentingnya Peran Instruktur Banser di Jajaran SATKORCAB (SATUAN KORDINATOR CABANG) BANSER Kab.Mojokerto untuk pelaksanaa Kaderisasi Banser Di wilayahnya. Kordinasi dan Konsolidasi INSTRUKTUR dalam pelaksanaan pelatihan untuk Kaderisasi ini memerlukan waktu ekstra yang luar biasa, penyusunan konsep kordinasi dengan pihak terkait dan lain sebagainya. Kunci sukses pelatihan Banser ini, salah satunya tergantung Tim Instruktur, meluangkan waktu sampai meninggalkan rumah, merupakan konsekuensi mereka yang diberikan tugas dan tanggung jawab menjalankan roda organisasi. Kaderisasi di wilayah kabupaten Mojokerto terus dilakukan terus menerus oleh GP Ansor, mencetak kader kader yang militan, serta menjaga Marwah nama baik organisasi merupakan ketegasan dalam bingkai “Satu Komando” Semoga kita semua yang berkhidmah kepada NU melalui BANOMnya nantinya diakui serta diakhirat bersama sama KH. Hasyim Asy’ari memasuki Surga. Amin
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Kordinasi tim instruktur dan bayangan caraka malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto:Konsolidasi TIM Instruktur Caraka Malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: intruktur penetuan rute caraka malam

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Penelusuran Rute caraka malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: kordinasi Intruktur pada Peta Caraka Malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: evaluasi oleh Pemateri tiap Pos caraka malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Peran Penting Provost di DTD Banser Jatirejo
  • Cara Kadrun Bikin HOAX Muslim Uighur untuk Cari Donasi

    Cara Kadrun Bikin HOAX Muslim Uighur untuk Cari Donasi

    InfokomBanserNU- Netizen pemilik akun twitter @LuwitaEmilly878 kembali membongkar hoax yang dibikin dan disebar gerombolan kadal gurun (kadrun) tentang isu muslim Uighur yang digambarkan sedang di zalimi oleh pemerintah Cina.

    Dalam gambar hoax tersebut tampak gambar truk dengan narasi Cina membunuh muslim Uighur, padahal gambar aslinya itu adalah minuman yang tumpah dari botol yang pecah.

    “Kiriman bang @Dennysiregar7 Di facebook liat gmn kadrun bikin hoax ttg isu muslim uighur 😂 😂 pdhl yg bner tumpahan minuman dsar pekok bikin gorengan bwt cari donasi,” ujar @LuwitaEmilly878.

    Cuitan @LuwitaEmilly878 kemudian mendapat komentar dari pengguna twitter lainnya.

    @Dewata_01: Hahahaha dasar vangke, ntar ayam di potong di edit juga, dasar kadrun

    @Feryans14432158: Kadrun ini,selalu memanfaatkan situasi yang menguntungkan mereka,ada saja gerakannya untuk mempengaruhi dan menghasut rakyat Indonesia,Padahal banyak lagi hal hal baik yang bisa di buat,selain membuat Demo dan akhirnya membuat kerusuhan. (redaksi infokom ansor banser mojokerto)

  • BANYAK MEMPERBINCANGKAN REPRESI  CHINA KE SUKU UYGHUR

    BANYAK MEMPERBINCANGKAN REPRESI CHINA KE SUKU UYGHUR

    Pac Ansor Jawilan BantenSebagaimana contoh, akhir-akhir ini banyak yang memperbincangkan soal represi pemerintah China kepada suku Uyghur.
    Mereka lebih mengedepankan prasangka, labelisasi dan amarah, tanpa mau melihat situasi politik kekinian di Xiangjiang.
    Ibarat represi yang dilakukan militer Indonesia kepada Gerakan Aceh Merdeka, atau Organisasi Papua Merdeka.
    Begitu juga di Xianjiang, represi pemerintah China diakibatkan oleh keinginan kelompok Uyghur untuk memerdekakan diri. (red infokom ansor banser nu )

    #Mabok_Agama

     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
  • PEMBEKALAN MATERI PPGD PADA CALON ANGGOTA BANSER.

    PEMBEKALAN MATERI PPGD PADA CALON ANGGOTA BANSER.

    SORBANSANTRI.COM

    Sahabat Kasiyanto selaku Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto memberikan Materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada peserta Diklat Terpadu Dasar Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatirejo.

    Pentingnya materi PPGD karena kejadian gawat darurat biasanya berlangsung cepat dan tiba-tiba sehingga sulit memprediksi kapan terjadinya. Langkah terbaik untuk situasi ini adalah waspada dan melakukan upaya kongkrit untuk mengantisipasinya. Harus dipikirkan satu bentuk mekanisme bantuan kepada korban dari awal tempat kejadian, selama perjalanan menuju sarana kesehatan, atau rumah sakit. Tercapainya kualitas hidup penderita pada akhir bantuan harus tetap menjadi tujuan dari seluruh rangkai pertolongan yang diberikan.

    SORBANSANTRI.COM

    Tujuan dari PPGD adalah :

    • Mencegah bahaya kematian atau mempertahankan hidup
    • Mencegah cacat
    • Mencegah penurunan kondisi fisik
    • Mencegah infeksi
    • Mengurangi rasa sakit

    SORBANSANTRI.COMLangkah-langkah dasar apabila timbul keadaan gawat darurat :

    • Jangan panik, kuasai keadaan, bertindak cekatan dan jangan lambat
    • Lindungi penderita dari keadaan yang membahayakan / memperberat luka
    • Memberikan pertolongan pertama sedini mungkin. Jika lokasi korban atau kecelakaan sangat berbahaya dan sulit untuk melakukan pertolongan, pindahkan korban dengan hati-hati, perhatikan pernafasan dengan denyut jantung
    • Tenangkan penderita. Dalam melakukan perawatan gunakan peralatan korban terlebih dahulu
    • Setelah keadaan darurat teratasi, periksa kemungkinan luka-luka lain/penderita
    • Setelah pertolongan pertama dilakukan dan korban telah tenang dan aman, seluruh luka diketahui, atau ditandu, jangan pindahkan korban secara buru-buru
    • Buat catatan lengkap mengenai penderita, lokasi kecelakaan dan pengobatan atau yang telah dilakukan.

    SORBANSANTRI.COMBeberapa pertimbangan yang lain bagi si penolong adalah

    • Memperhatikan tempat dan keadaan disekitar kejadian
    • Memperhatikan keadaan korban
    • Merencanakan pertolongan yang tidak gegabah, cepat, tepat, dan aman.
    • Jika korban dalam kondisi kritis, memikirkan tindakan bila korban meninggal.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

  • SEJARAH BERDIRINYA BANSER DAN ANSOR

    SEJARAH BERDIRINYA BANSER DAN ANSOR

    Pac Ansor Jawilan BantenSebelum Indonesia Merdeka, TNI dan BANSER selalu bersinergi atau saling bahu membahu mengatasi permasalahan di Negeri ini
    Ansor berdiri tahun 1934
    Banser berdiri 1937
    Periode pembentukan TNI (1945-1947)
    data Arsip kolonial Belanda menyatakan “antara tahun 1800 – 1900 dalam kurun waktu 100 tahun (1 abad) terjadi 112 kali pemberontakan kepada Penjajah Belanda, dan Semua Pemberontakan adalah Orang Islam Ahlu sunah wal jama’ah atau para santri yang di pimpin oleh Kyai dan Guru – guru thoriqoh (benih Nu, Ansor dan Banser)” hal ini memperjelas bahwa NU adalah unsur penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.

    Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

    <>Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.
    Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

    Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

    Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

    Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

    Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Hamid Rusydi, sebelum TNI berdiri dan sebelum beliau memiliki gelar Mayor TNI Hamid Rusydi yaitu tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

    Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.
    Pada masa pendudukan Jepang organisasi-orga
    nisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

    GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa.

    Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.
    Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (red. infokom ansor banser NU )

  • JANGAN NGAKU NGAKU NAHDLIYYIN NAHDLATUL ULAMA KALAU MASIH INGIN MENGHANCURKAN NKRI

    JANGAN NGAKU NGAKU NAHDLIYYIN NAHDLATUL ULAMA KALAU MASIH INGIN MENGHANCURKAN NKRI

    Infokom Banser NU – 

    KH. Hasyim Asyari Tidak Pernah Melawan Negara atas Nama Agama
    .
    “Hadrotus Syekh KH. Hasyim Asy’ari membela Negara dengan menggunakan Agama, tapi tidak melawan Negara dengan menggunakan Agama.”
    .
    Berbeda dengan kondisi saat ini, agama dijadikan alat untuk menyerang dan membusukkan pemerintah yang sah. Golangan tersebut menggunakan simbol-simbol Islami untuk membikin gaduh negeri.
    .
    Mereka kencang sekali meneriakkan takbir, memakai bendera tauhid, mengatasnamakan agama dan Tuhan untuk melampiaskan nafsunya, rakus dengan kekuasaan.
    .
    Seharusnya, agama menjadi penguat negara bukan agama sebagai penghancur negara. Kalau agama hanya bertugas mempentungi negara, maka jangan salahkan pula jika negara menggebug para penganut agama itu.
    .
    Dari sini terlihat jelas bahwa sekarang ini banyak penganut agama yang gagal paham, tak mampu memahami agama dengan baik dan benar. Bukan salah agamanya, akan tetapi salah manusianya yang memaknai agama dengan nafsu dan semaunya sendiri.
    .
    Bahkan Pendapat dan Pedoman Beliau sangat Terkenal dengan Ucapan beliau.”HUBBUL-WATHON MINAL-IIMAAN”,mencintai tanah air sebagian dari iman.

  • Diklat Terpadu Dasar DTD ANSOR BANSER Di JATIREJO MOJOKERTO

    Diklat Terpadu Dasar DTD ANSOR BANSER Di JATIREJO MOJOKERTO

    Mojokerto. Cyberaswaja.online – Kaderisasi kembali dilakukan GP Ansor, kali ini dilaksanakan di Desa Sumber Agung, Kec.Jatirejo Kab. Mojokerto oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor dengan DTD Banser. (20/12)

    Pada hari ini Jum’at 20 Desember 2019 diadakannya acara DTD ( Diklat Terpadu Dasar) yang diadakan oleh PAC Jatirejo Kab. Mojokerto.
    Dengan peserta dari berbagai wilayah Gondang Pacet Mojosari Ngoro Dawar Trawas dan Lain-lain.

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=36gigj18gQQ[/embedyt]

    SORBANSANTRI.COM

    Berada dihalaman balai Desa Sumberagung pembukaan DTD Banser dilaksanakan.

    Dari beberapa desa dan utusan mendaftar peserta, dengan seleksi dari kepanitiaan yang standby di Kesekretariatan.

    “Kaderisasi Banser Melalui DTD (Diklat Terpadu Dasar) ini, merupakan program kerja yang dijadwalkan Ansor”, tegas Sahabat Farid Selaku Ketua PAC GP Ansor Jatirejo.

    SORBANSANTRI.COM

  • DTD BANSER Di JATIREJO

    DTD BANSER Di JATIREJO

    Mojokerto. Cyberaswaja.online – Kaderisasi kembali dilakukan GP Ansor, kali ini dilaksanakan di Desa Sumber Agung, Kec.Jatirejo Kab. Mojokerto oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor dengan DTD Banser. (20/12)

    SORBANSANTRI.COM

    Berada dihalaman balai Desa Sumberagung pembukaan DTD Banser dilaksanakan.

    Dari beberapa desa dan utusan mendaftar peserta, dengan seleksi dari kepanitiaan yang standby di Kesekretariatan.

    “Kaderisasi Banser Melalui DTD (Diklat Terpadu Dasar) ini, merupakan program kerja yang dijadwalkan Ansor”, tegas Sahabat Farid Selaku Ketua PAC GP Ansor Jatirejo.

    SORBANSANTRI.COM