Penulis: Sorban Santri

  • MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan  remaja atau pelajar

    MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan remaja atau pelajar

    SORBAN JETIS ~ Kenakalan remaja atau pelajar saat ini sangat mengkwatirkan kita semuanya, tawuran pelajar, siswa menantang guru, anak berani melawan orang tua sudah banyak viral di media sosial, oleh karena itu IPNU & IPPNU salah satu BANOM NAHDLATUL ULAMA berupaya untuk bisa membantu mengatasi permasalahan ini dengan cara memberikan wawasan melalui kegiatan MAKESTA

    Pengurus PAC IPNU IPPNU Jetis Mojokerto di MTS AL HIKMAH dusun sidoduwe Sidorejo mengadakan MAKESTA(31/10/20) yang di ikuti oleh 250 pelajar dari seluruh desa sekecamatan Jetis bahkan ada peserta yang dari luar kecamatan jetis, kegiatan di mulai jam 07:00wib dan selesai pada jam 01:00wib dini hari

    SORBANSANTRI.COM

    Peserta MAKESTA saat menerima materi

    Pada acara pembukaan acara kali ini di hadiri oleh ketua tanfidziyah MWCNU Jetis, ketua ketua BANOM NU seMWCNU jetis, ketua ranting NU Sidorejo bahkan nampak hadir kepala desa Sidorejo, kehadiran beliau beliau membuat suasana acara semakin menambah semangat para peserta, semangat peserta begitu luar biasa dan tak menggoyahkan semangat mereka meskipun pada saat acara di guyur hujan mulai siang hari sampai malam, mereka tetap antusias mengikuti jalannya acara dengan di pandu 4 narasumber, Gus Sofian J. Anom Stafsus Wantimpres RI 2018-2019, Gus Ahmad Saifulloh Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto, Gus Kamal Rifqi, Lc Pengasuh PonPes Darul Falah, Gus Sunarto, S. Pd., M. Si.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat memberikan sambutan

    Ketua PAC IPNU Jetis Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat di konfirmasi team SORBAN menginformasikan MAKESTA yang kedua kalinya di adakan IPNU IPPNU Jetis saat ini luar biasa, karena pesertanya yang mencapai 250 pelajar, beliau meminta pada team SORBAN untuk mencantumkan maksud dan tujuan MAKESTA kali ini yang sudah beliau tulis

    “Dari tema yg saya angkat pada kegiatan makesta ini Green Seed for Humanitarian Islam. Saya sangat ingin setelah ini dalam diri kalian tumbuh rasa empati dan tumbuh niat atau keinginan untuk saling berperan diberbagai lini dan dalam konteks pendidikan, remaja, pelajar dan kepemudaan. Dan ditinjau dari peran ipnu ippnu di masa kini. Saya harap ipnu ippnu bisa benar benar berperan ditengah masyarakat, eksistensinya betul betul diakui.
    Saya benar benar ingin ipnu ippnu ini menjadi tawaran solusi yang masuk akal ditengah masalah kenakalan remaja, yaa paling tidak kita menjadi sebuah representasi bagaimana idealnya pelajar, remaja, atau pemuda pada konteks waktu saat ini. Seperti contoh permasalahan saat ini yang melanda dunia pendidikan di indonesia pada umumnya, murid berani atau tidak sopan kepada guru itu adalah hal yg sering kita lihat, dan lantas apakah kita menganggap hal itu sebagai hal yg lazim? Atau biasa biasa saja? Bagaimana murid dan guru bisa saling menaruh kepercayaan satu sama lain kalau gurunya tidak memberi rasa nyaman kepada murid dan murid masih tidak sopan kepada guru? Ini adalah hal yang serius dan harus kita akui sebagai sebuah masalah agar kita semua bisa saling rembug atau urun untuk solusi. Nah disini peran ipnu ippnu dibutuhkan, kita ini sedang dibutuhkan saat ini, masak kita diam diam saja? Terlalu egois untuk masa bodo akan masalah masalah seperti ini. Dan logikanya sederhana, apakah kita rela anak cucu kita kelak masuk ke dalam dunia pendidikan jika standar pendidikannya seperti itu?
    Tidak ada hambatan untuk bercita cita tinggi, tapi bagaimana kita berupaya meraih cita cita tersebut.”

    By: Sodikin sorban

  • Syekh Sudais: Islam Agama Toleransi dan Kasih Sayang

    Syekh Sudais: Islam Agama Toleransi dan Kasih Sayang

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-  Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Abdurrahman As-Sudais mengatakan Islam bersih dari label tuduhan terorisme.

    “Karena Islam adalah agama toleransi, kasih sayang dan merapatkan antara satu sama lain,” ujar Sheikh Sudais dalam mimbar Jumat (30/10), Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi.

    Tidak ada pada Islam, lanjut dia, tindakan terorisme atau radikalisme atau sabotase atau ejekan atau olokan atau membedakan antara nabi-nabi dan rasul-rasul Allah SWT.

    Syekh Sudais juga menyerukan agar menahan emosi, provokasi, maupun berbagai aksi serta tindakan. Tindakan lalim tersebut tidak akan dapat menyentuh sedikit pun kedudukan para nabi dan risalah. “Allah berfirman dalam surat al-Maidah ayat 67, dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.),” ujar Syekh Sudais.

    Presiden Macron pada 2 Oktober 2020 menyampaikan pidato di hadapan anggota dewan, kepala daerah, dan perwakilan kelompok masyarakat sipil, terkait pentingnya mempertahankan nilai-nilai mendasar di Prancis. Dia turut menyampaikan beberapa pernyataan terkait Islam dan radikalisme.

    Berselang beberapa pekan kemudian dan setelah kematian Samuel Paty, seorang guru di Prancis, Presiden Macron kembali menegaskan pemerintah bersama rakyat Prancis akan terus mempertahankan nilai-nilai kebebasan yang jadi dasar terbentuknya republik.

    Lewat pidatonya yang disampaikan di Les Mureaux, Macron menyebut ancaman masyarakat Prancis adalah “Islam separatis”.

    Istilah itu, menurut Macron, merujuk pada sekelompok penganut Islam ekstremis/fanatik yang “melenceng” dari nilai-nilai republik. (abi sorban)

    sumber

  • SANG PEMBELA RASULULLAH AL MUSTOFA SAW MATI DI TALI GANTUNG

    SANG PEMBELA RASULULLAH AL MUSTOFA SAW MATI DI TALI GANTUNG

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-Lebih kurang 6 Juta Kaum Muslimin Iringi Jenazah ‘Sang Pembela Nabi . Namanya As Syarif Muhammad Mumtaz Husain Al Qodiri Rahimahullah, seorang tentara Pakistan pengawal Hakim.
    Sang mujahid ini telah membunuh Hakim Wilayah Pinjab Negara Pakistan 10 tahun yg lalu bernama Salman Tatsir.
    Karena sang Hakim mencela dan menghina Rosulullah secara terang- terangan didepan publik dan di depan Para Tentara.
    Si hakim mengatakan bahwa undang-undang Pakistan yang menegaskan bahwa hukuman bagi orang yg menghina Rosulullah adalah hukuman mati merupakan undang-undang gelap harus diamandement, lalu dia pun mencaci maki dan menghina Rosulullah. Spontan Muhammad Mumtaz Husin dengan gagah berani berdiri dan membunuh sang Hakim dengan tembakan 40 peluru timah bertubi-tubi, Karena tidak rela Nabinya dihina.
    Setelah pembunuhan itu pemerintah Pakistan memenjarakannya dan memvonis hukum gantung. Eksekusi hukuman mati telah dilaksanakan hari senin yang lalu 20 Jumadal Ula 1437 H atau 29 Februari 2016.
    Sang Pecinta Rosulullah ini dibawa dari tempat gantungannya dalam keadaan tersenyum. Subhanallah…!!!
    Karena sebelumnya sering bermimpi bertemu Rosulullah didalam penjara.
    Diperkirakan sekitar 6 juta kaum Ahlussunnah Wal jam’ah shufiyah al asyairah wal maturidi dari penjuru Pakistan berduyun -duyun telah menyolati jenazahnya beberapa hari kemarin. Selamat bertemu Sang Kekasih di surga Ya Syahidal Isyqi Bi Rosulillah…! Sampaikan salam rinduku pada baginda al mustofa saw ya habibi..! Katakan padanya hadirlah kedalam mimpiku sang pendosa tegar ini walau hanya 10 saat.. Aku terlalu rindukannya..! (ABI SORBAN)
  • Lazisnu MWCNU Bangsal mojokerto dan Himmatun Ayat Menyantuni 74 Yatim/Dhuafa’

    Lazisnu MWCNU Bangsal mojokerto dan Himmatun Ayat Menyantuni 74 Yatim/Dhuafa’

    SORBAN SANTRI ~Setelah satu minggu yang lalu LAZISNU MWC Kecamatan Bangsal & PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto ‘berkoalisi” dalam menyantuni 105 orang terdampak covid 19, hari Kamis kemarin tanggal 29 oktober 2020 atau tanggal 12 Rabiul awal 1442 H bertepatan dengan momen Maulid Nabi Muhammad Saw, LAZISNU MWC kecamatan Bangsal kembali “berkoalisi” dengan HIMMATUN AYAT (Himpunan Muslim Penyantun Anak Yatim) cabang Kabupaten Mojokerto dalam memberikan santunan kepada 74 anak yatim dan dhuafa.

    SORBANSANTRI.COM

    Acara Santunan 74 Yatim & Dhuafa’dalam rangka Hari Santi 2020& Maulid Nabi

    Kali ini acara santunan tersebut dikemas dalam acara memperingati hari santri 2020 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini selain dihadiri 74 anak yatim dan dhuafa juga dihadiri oleh jajaran MUSPIKA Kecamatan Bangsal antara lain Bapak Sugeng Nuryadi, SIP. MM, selaku camat Bangsal, Bapak Kapten Infantri Mujiono selaku Danramil Bangsal yang diwakili oleh bapak Siswanto, bapak karsono selaku kepala Desa sidomulyo, Bapak H Anton selaku kepala Desa Bangsal, Bapak H Lukman Hakim MSI selaku ketua Tanfidziyah dan jajaran pengurus harian MWC NU Kecamatan Bangsal.

    SORBANSANTRI.COM

    Nampak Camat Bangsal, Danramil, Kepala Desa dan Pengurus MWC Bangsal hadir dalam acara

    Selain dihadiri oleh jajaran muspika Kecamatan Bangsal acara santunan 74 anak yatim dan dhuafa ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan pondok pesantren Al hasyimi selaku tuan rumah, Pengurus Himmatun Ayat Kabupaten Mojokerto, pengurus PC Lazisnu Kabupaten Mojokerto dan juga tokoh-tokoh masyarakat aghniya’ yang sudah memberikan sodaqohnya untuk acara santunan 74 anak yatim dan dhuafa’ ini.

    SORBANSANTRI.COM

    Nampak Camat Bangsal didampingi Danramil memberikan santunan secara simbolis

    SORBANSANTRI.COM

    Tidak ketinggalan Pengurus Lazisnu MWC Kec. Bangsal membagikan sembako

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus Himmatun Ayat & Ketua Lazisnu MWC Kec. Bangsal membagikan uang santunan

    Koalisi bersama PC LAZISNU MWC Kec. Bangsal dan HIMMATUN AYAT ini bertujuan untuk lebih memberikan bobot santunan kepada anak yatim dan dhuafa, selain uang juga dibagikan sembako berkat kerjasama kedua organisasi yang sama2 bergerak dalam Santunan Yatim & Dhuafa’ ini. PC LAZISNU MWC Kecamatan Bangsal menggerakkan mesin organisasinya untuk sambang ke para aghniya’ dalam rangka menjemput shodaqoh mereka dan alhamdulillah sambutan para aghniya’ yang sangat antusias itu akhirnya bisa terkumpul shodaqoh lebih dari Rp 5.000.000 untuk diwujudkan beras 3 kg, minyak 1 liter dan gula 1 kg dan santunan berupa uang yang sejumlah Rp60.000 per masing-masing anak dari Yaysan HIMMATUN AYAT (Himpunan Muslim Penyantunan Anak Yatim). Tidak ketinggalan juga sumbangan dari PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto, selain mem back up acara santunan, para pengurus PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto yang turut hadir secara full team juga membagikan sandal untuk anak yatim dan dhuafa sebagai pelengkap dari santunan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus PC Lazisnu Kab. Mojokerto membagikan Santunan

    SORBANSANTRI.COM

    Kegembiraan Anak-anak berfoto bersama setelah acara

    SORBANSANTRI.COM

    Kegembiraan Anak-anak Yatim & Dhuafa’Himmatun Ayat saat acara

    Akhirnya dengan penuh keceriaan 74 buat anak yatim dan dhuafa pulang dengan membawa santunan yang diberikan. Semua kegembiraan mereka ini semoga dibalaskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada para aghniya’ semuanya sehingga rezeki para aghniya’ semakin banyak dan barokah, Amin ya robbal alamin. Barokalloh…

    By: H. Subhan / sodikin sorban

  • IMAM JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG MAULID NABI

    IMAM JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG MAULID NABI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- JAWABAN CERDAS SANG IMAM PENGHAFAL 100 RIBU HADITS, IMAM JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG MAULID NABI
    Pertanyaan :
    Apa hukum amalan maulid Nabi di bulan rabiul awal ? apakah yang demikian itu terpuji atau tercela ? yang mengamalkan dapat pahala atau tidak ?
    Jawaban :
    ﻋﻨﺪﻱ ﺃﻥ ﺃﺻﻞ ﻋﻤﻞ اﻟﻤﻮﻟﺪ اﻟﺬﻱ ﻫﻮ اﺟﺘﻤﺎﻉ اﻟﻨﺎﺱ ﻭﻗﺮاءﺓ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺭﻭاﻳﺔ اﻷﺧﺒﺎﺭ اﻟﻮاﺭﺩﺓ ﻓﻲ ﻣﺒﺪﺃ ﺃﻣﺮ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻣﺎ ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﻣﻮﻟﺪﻩ ﻣﻦ اﻵﻳﺎﺕ، ثم ﻳﻤﺪ ﻟﻬﻢ ﺳﻤﺎﻁ ﻳﺄﻛﻠﻮﻧﻪ ﻭﻳﻨﺼﺮﻓﻮﻥ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ – ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻉ اﻟﺤﺴﻨﺔ اﻟﺘﻲ ﻳﺜﺎﺏ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﻈﻴﻢ ﻗﺪﺭ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﻔﺮﺡ ﻭاﻻﺳﺘﺒﺸﺎﺭ ﺑﻤﻮﻟﺪﻩ اﻟﺸﺮﻳﻒ،
    Menurutku, asal amalan maulid, yang mana yang demikian adalah berkumpulnya orang orang dan membaca surat yang mudah dari Al Qur’an dan riwayat khabar khabar yang warid di dalam permulaan sejarah Nabi Muhammad SAW dan apa apa yang terjadi di dalam hari kelahirannya dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kemudian diberikan untuk mereka hidangan makanan, mereka memakan dan mereka pulang tanpa ada tambahan dari yang demikian adalah sebagian dari bid’ah bid’ah hasanah yang mana diberi pahala atasnya orang yang mengadakannya, karena apa apa yang di dalamnya adalah mengagungkan derajat Nabi Muhammad SAW dan menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan dengan hari kelahiran nya yang mulia.
    Kitab Al Hawiy Lil Fatawiy. Imam Jalaluddin As Suyuthi
    Ustadz Abdurrachman Asy-Syafi’iy
    Majelis Ta’lim At Tahdzib
    (abi sorban)
  • WAHAI RASULULLAH, MENGAPA ENGKAU MENANGIS ?

    WAHAI RASULULLAH, MENGAPA ENGKAU MENANGIS ?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-Pada suatu hari Rasulullah saw ditemui oleh malaikat Jibril. Rasul bertanya “Ada apa wahai Jibril?”.
    Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, sesungguhnya hari ini Allah swt sedang mengobarkan nyala api Neraka dan seluruh malaikat amat ketakutan, mereka tidak tahu harus bagaimana,
    Untung aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah swt kepada alam semesta. Dengan alasan itu aku kesini, bertabaruk dengan cinta Allah kepada dirimu”.
    Rasulullah saw terdiam beberapa saat. Kemudian bertanya lagi, “Wahai Jibril, ceritakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya”.
    Jibril menjawab “Wahai Muhammad, Neraka itu bagaikan lubang-lubang yang terdiri dari 7 tingkat. Jarak antara satu lubang dengan yang lain ialah perjalanan 70 tahun. Lubang yang palingbawah adalah yang paling panas”.
    Nabi saw meneruskan pertanyaannya, “Lalu siapakah penghuni lubang-lubang neraka itu wahai Jibril?”.
    Jibril menjawab, “Lubang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik, lubang berikutnya untuk penyembah berhala, lalu untuk penyembah bintang dan matahari”.
    Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan neraka hingga lubang yang ke 5 tempatnya umat Yahudi dan yang ke 6 dihuni oleh umat Nasrani.Setelah menjelaskan penghuni 6 tingkatan Neraka,Jibril diam cukup lama.
    Rasulullah saw penasaran dan bertanya kembali, “Wahai Jibril, siapakah penghuni neraka yang ke 7?”. Jibril diam saja tidak menjawab.
    Rasulullah saw mengulangi pertanyaannya, tapi Jibril tetap diam.
    Rasulullah saw tambah penasaran dan mendesak jibril agar dijawab pernyaannya.
    Akhirnya Jibril pun berkata, “Umatmu wahai Muhammad, mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan umatmu yang dimana sampai mereka mati belum sempat bertaubat”.
    Mendengar jawaban Jibril, Rasulullah saw langsung jatuh pingsan. Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda di atas pangkuannya.
    Tak berapa lama Rasulullah saw sadar dan langsung menangis bersimbah air mata, dengan terisak-isak Rasulullah saw mempertegas pertanyaannya, “Wahai Jibril, apakah benar ada diantara umatku yg masuk neraka?”.
    Jibril mejawab“Benar wahai Muhammad, pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat”.
    Setelah itu Rasulullah saw langsung menghadap kiblat dan sujud kepada Allah swt dalam isak tangisnya.
    Sesekali dengan suara pelan beliau membisikkan kata-kata “Ummati ya Rabb, ummati, ummati, ummati.
    Beliau saw tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat 3 hari 3 malam kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, barulah beliau bangkit untuk menjadi imam dan setelah itu kembali sujud lagi.
    Pada hari ke 3, Abu Bakar ra menyadari hal ini, beliau mengetuk pintu Rasulullah saw dan mengucapkan salam 3 kali, namun tidak ada jawaban.
    Abu Bakar ra sedih dan berseru di depanpintu Nabi saw, “ Apakah ada jalan untuk masuk kerumah Rasulullah”. Tetap tidak ada jawaban.
    Lalu beliau menangis dan melangkah pulang
    Di jalan beliau bertemu sahabat Umar ra, “Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?”.
    Abu Bakar ra menceritakan keadaan Rasulullah saw. Maka Umar ra pun melangkah menuju rumah Nabi saw dan terjadilah hal yang sama. Umar pun pulang dan menangis.
    Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi ra. Dengan terisak-isak Umar ra bercerita kepada Salman ra hingga membuat dia amat sedih, namun dia tidak berani mengulangi hal yang sama.
    Salman melangkah menuju rumah Fatimah ra dan menceritakan hal itu.
    Setengah berlari Fatimah ra menuju rumah Ayahnya saw dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
    Mendengar suara lembut putri tercinta, sejuklah dada Nabi saw. Rasullah saw bangkit dari sujud dan membuka pintu.
    Alangkah terkejutnya Fatimah ra melihat beliau yang amat kurus dan pucat.
    Fatimah memeluk beliau saw lalu menangis. “Wahai ayahanda, apa yang terjadi? mengapa engkau amat sedih seperti ini?”. Rasulullah saw kembali menangis dan berkata dengan suara lirih, “Wahai Fatimah, belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku tidak sedih sedangkan Jibril mengatakan akan ada kelak diantara umatku yang akan masuk neraka”.
    Wahai sobat. . . .
    Cinta Nabi Muhammad SAW begitu besar kepada kita
    Lalu bagimana dengan cinta kita kepada Rasulullah Saw? 😭
    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
    Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad.
  • GP ANSOR CANGGU JETIS MOJOKERTO menebar virus sholawat

    GP ANSOR CANGGU JETIS MOJOKERTO menebar virus sholawat

    SORBAN JETIS ~Namanya saja gerakan pemuda , pantas jika tidak mengenal lelah dalam bergerak terutama dalam menebarkan virus solawat ke dalam masyarakat . Melalui kegiatan rutin nya yang juga merupakan program andalan GP ANSOR yaitu geliat Majlis Zdikir dan solawat sahabat sahabat GP ANSOR ranting Canggu mengajak masyarakat umumnya dan anak anak generasi muda khususnya untuk bersolawat bersama ..

    SORBANSANTRI.COM

    Grub al banjari saat bersholawat bersama

    Bertempat di musholah Baitul Mukmin dsn Kedungklinter acara tersebut berjalan hikmat dan sukses (24/10/20) dengan di ikuti oleh 5 group sholawat al banjari se desa Canggu dan di hadiri oleh tokoh tokoh agama serta tokoh NU .

    H KODIM selaku wakil tuan rumah sangat bersyukur sekali dan mensupport penuh dengan adanya acara majelis dzikir dan sholawat yang di adakan oleh sahabat sahabat GP ANSOR ranting canggu, beliau mengharapkan kegitan kegiatan seperti MDS ini jangan sampai berhenti dan harus teros di adakan dengan harapan para generasi muda NAHDLATUL ULAMA sebagai generasi penurus bisa menebarkan cinta kasih kepada nabi MUHAMMAD SAW

    Demikian juga ketua NU ranting Canggu H ALIM SODIKIN dalam sambutanya sangat berterima kasih kepada sahabat sahabat GP ANSOR ranting Canggu yang terus bergerak dengan semangat menghidupkan kegiatan NU baik melalui MDS dan santunan yatim piatu, dhuafa yang di lakukan rutin setiap bulan

    SORBANSANTRI.COM

    ketua NU CANGGU saat memberikan sambutan

    Satu satunya ketua NU ranting seMWCNU jetis yang berambut gondrong ini menitip pesan kepada seluruh kader NU di wilayah Canggu untuk menjaga ketertiban dan keamanan menjelang pesta demokrasi tahun ini . Beliau berharap jika ada perbedaan pilihan dalam pilkada nanti jangan sampai menimbulkan perpecahan dan permusuhan di antara Nahdliyin sehingga bisa merusak kebersamaan yang telah di bangun selama ini ..

    Sementara ketua PAC GP ANSOR jetis mojokerto Gus IBNU KOHAR menyampaikan MDS Rijalul Ansor Ranting merupakan ujung tombak dari kegiatan GP Ansor di tingkat Ranting dalam mencari Kader terbaik Ansor.

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO

    Harapan dari PAC GP ANSOR JETIS semoga kesuksesan dalam penyelenggaraan acara MDS RA Ranting bisa diteruskan ke tingkat MDS Rijalul Ansor PAC dalam pengerahan anggota, karena pasukan / Anggota PAC ada di tiap-tiap Ranting, semoga semua Ranting GP ANSOR di Kecamatan Jetis mojokerto bisa selalu Istiqomah dalam kegiatan positif ini (MDS) ila Yaumil qiyamah dan tentunya harapan kita mendapatkan syafaat dari Kanjeng Nabi MUHAMMAD SAW.

    By: s.parman/ alim sorban

  • MAKANAN YANG DIBERKAHI

    MAKANAN YANG DIBERKAHI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Dalam peristiwa Khandaq, atau Perang Aḥzab, Rasulullah Saw. dan semua kaum Muslim bekerja keras menggali parit di sekeliling Madinah. Mereka dibagi kedalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas sepuluh orang. Setiap kelompok ditugasi menggali parit sepanjang 40 hasta. Mereka semua berkerja keras tanpa kenal lelah karena pasukan musyrik Quraisy dan sekutu mereka telah bersiap-siap menyerang Madinah. Rasulullah juga berkerja keras memimpin kaum Muslim hingga lupa makan. Sudah tiga hari beliau tidak mendapatkan makanan yang laik. Jābir ibn ‘Abdullah mengetahui keadaan beliau dan merasa iba melihat kondisinya yang tampak lelah dan lapar.
    Jabir berhasrat besar untuk menjamu Rasulullah sehingga ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku mohon izin untuk pulang sebentar ke rumah.” Beliau memberinya izin. Saat tiba di rumah, Jabir berkata kepada istrinya: “Aku melihat Rasūlullāh sangat lemah dan lapar. Namun beliau tetap bersabar. Apakah kita punya sesuatu untuk dimasak?”
    Istri Jabir menjawab: “Kita punya secangkir gandum dan anak kambing yang kurus.”
    Jabir segera menyembelih kambing itu, lalu istrinya memasaknya, kemudian membuat beberapa potong roti gandum. Setelah makanan siap disajikan, Jabir bergegas pergi menemui Rasulullah Saw.
    “Wahai Rasulullah, aku punya sedikit makanan di rumah. Sudilah kiranya Tuan datang ke rumahku bersama dua atau tiga orang untuk menyantapnya,” ujar Jabir.
    “Apa yang telah kausiapkan?” tanya Rasulullah Saw.
    Jabir menuturkan apa adanya. Lalu, Rasulullah Saw. berkata: “Makanan yang banyak dan baik. Tolong katakan kepada istrimu agar jangan dulu membuka tutup panci dan menghidangkan rotinya hingga aku datang.” Maka, Jabir bergegas pulang ke rumahnya mendahului Rasulullah.
    Sementara itu, Rasulullah Saw. berseru kepada para sahabat: “Berhentilah kalian semua. Mari kita pergi ke rumah Jabir.” Jabir tiba di rumahnya dan meceritakan obrolannya dengan Rasulullah Saw. termasuk pesan beliau. Namun, beberapa saat kemudian Jabir terhenyak kaget dan panik melihat di depan rumahnya, Rasulullah datang bersama semua sahabat Anshar dan Muhajirin. Ia berpaling kepada istrinya dan berkata gugup: “Celaka, beliau datang bersama semua sahabat.”
    “Apakah beliau telah bertanya sebelumnya kepadamu?” tanya istrinya.
    “Ya, sudah.” Jawab Jabir.
    “Maka, kau tidak perlu kaget,” jawab istrinya.
    Jabir menyilahkan Rasulullah dan para sahabat di rumahnya. Kemudian Rasulullah Saw. membuka tutup panci dan mengambil sesendok masakan daging kambing itu dan mengambil sepotong roti. Lalu, para sahabat mengikutinya hingga semua orang yang datang ke rumah Jabir bisa makan dengan kenyang. Setelah semua orang makan, Rasulullāh Saw. menyuruh istri Jabir untuk makan. Ternyata, di panci itu masih tersisa masakan untuk Jabir dan istrinya, begitu pula rotinya. MasyaAllah..
    Dalam kesempatan yang berbeda, Jabir mengunjungi rumah ibunya, dan ternyata ibunya telah membuatkan makanan. Ia berkata: “Hai Jabir, pergilah kepada Rasulullah dan undang beliau makan.”
    Maka, Jabir bergegas pergi menemui Rasulullah Saw. dan berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku telah membuatkan makanan, dan beliau mengundang Tuan untuk menyantapnya bersama kami.”
    Rasulullah Saw. berpaling kepada para sahabat dan berkata: “Mari kita pergi ke sana.” Rasulullah Saw. datang diiringi 50 orang sahabat. Jabir sendiri terkejut dan bergegas pergi ke rumah ibunya untuk menyampaikan kabar kedatangan Rasulullah bersama puluhan sahabatnya.
    Tiba di tutujan, Rasulullah dan para sahabat duduk di depan pintu. Kemudian beliau berkata: “Masuklah kalian sepuluh orang-sepuluh orang!” Kemudian, mereka semua makan sampai kenyang. Ternyata, hidangan yang hanya sedikit itu masih tersisa meski semua orang telah makan. MasyaAllah…
    Suatu hari dalam sebuah ekspedisi bersama pasukan Muslim, Rasulullah Saw. dan kaum Muslim merasa lapar, sedangkan perbekalan sudah sangat menipis. Maka, beliau bertanya kepada Abu Hurairah: “Apakah kita masih punya sesuatu untuk dimakan?”
    “Ya, kita masih punya kurma di kantong perbekalan,” jawab Abu Hurairah.
    Kemudian Rasulullah Saw. mengambil kurma, menggenggamnya, dan berdoa agar diberkahi Allah. Setelah itu, beliau menyuruh semua pasukan makan dari wadah perbekalan itu hingga mereka semua merasa kenyang. Setelah mereka semua makan, Rasulullah Saw. berkata: “Ambillah kurma yang kupegang tadi!”
    Abu Hurairah lalu memasukkan tangannya ke dalam kantong, dan ia menemukan di dalamnya kurma yang sangat banyak.
    Abu Hurairah ra. menuturkan: “Aku masih bisa makan kurma dari kantong itu sampai masa Khalifah ‘Utsman ra. Ketika Khalifah ‘Utsmān terbunuh, kurma itu habis.” MasyaAllah…
    Itulah diantara banyaknya kisah mukjizat kekasih hati Rasulullah Saw, makanan yang diberkahi.
    Mudah mudahan berkat membaca cerita ini. Allah ta’ala menambahkan rasa cinta kita kepada kekasihnya Sayyidina Muhammad Saw, sehingga kita dikumpulkan kelak bersama beliau dan bertemu Allah ta’ala dengan keadaan Allah Ridho kepada kita semua. (abi sorban)
    آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
    ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
  • Gus Baha Jelaskan Kuatnya Ketauhidan Abdul Muthalib

    Gus Baha Jelaskan Kuatnya Ketauhidan Abdul Muthalib

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- “Saya cerita sedikit betapa Abdul Muthalib itu memiliki nalar katauhidan yang amat kuat,” katanya. Cerita ini, kata Gus Baha’, terjadi ketika Raja Abrahah hendak merobohkan Kakbah. Saat itu terjadi dialog antara keduanya dihadapan masing-masing pengikutnya. Seperti diketahui bahwa Abdul Muthaib adalah pembesar kaum Quraisy yang sangat berwibawa, maka Raja Abrahah pun menaruh segan kepadanya.
    “Saya datang ke sini (Kakbah-red) ingin merobohkan tempatmu, karena saya punya tempat ibadah kok kalian kencingi, kalian beraki,” kata Gus Baha menceritakan perkataan Abrahah. Sebelum itu, baik pasukan maupun harta kaum Quraisy telah ditawan oleh Abrahah. Dan ketika itu Abdul Muthalib menjawab dengan pernyataan yang membuat Abrahah kaget. Kakek Rasulullah itu tidak berusaha melawan Abrahah namun hanya meminta supaya hewan ternak dan apapun ditawan oleh Abrahah itu dikembalikan kepadanya.
    “Baik, saya tidak melarang kamu untuk merobohkan Kakbah, yang penting itu 100 onta milik saya kembalikan dulu,” ujar Gus Baha’ menirukan pernyataan Abdul Muthalib. Sontak, Abrahah pun mempertanyaan kewibawaan Abdul Muthalib yang terkenal sebagai pemimpin Quraisy. “Lo, kamu ini pemimpin bagaimana, ini Kakbah kan agamamu, mau tak robohkan kok tidak marah, malah meminta onta,” kata Abrahah seperti diceritakan Gus Baha’.
    “Saya jelas tahu kalau Kakbah ini ada yang punya (yaitu Allah-red), ya biar diurus sama yang punya. Kalau onta itu milik saya, ya harus jadi urusan saya, maka kembalikan ke saya,” jawab Abdul Muthalib. Akhirnya, keduanya pun setuju.
    Abrahah memenuhi permintaan Abdul Muthalib dan mendapatkan keinginannya untuk bisa merobohkan Kakbah.
    Pada saat itu lah, lanjut Gus Baha’, Abdul Muthalib bergumam tentang apa yang akan terjadi jika Baitullah itu akan dirobohkan. “Abdul Muthalib waktu itu hanya bilang, “Saya ingin lihat apa yang akan Engkau (Tuhan) lakukan jika Kakbahmu dirobohkan” lalu Abdul Muthalib mengajak para pengikutnya untuk naik ke gunung untuk menyaksikan balasan Tuhan kepada Abrahah,” jelas Gus Baha’.
    Setelah semuanya sepakat maka terjadilah peristiwa yang disebutkan dalam QS. Al-Fiil ayat 1 – 5 tersebut. Gus Baha’ lalu berpesan supaya jamaah yang hadir itu tidak usah sok-sokan memikirkan atau membela agama, sebab Islam sudah dijaga dengan sendirinya oleh Allah. “Kalau niatnya khidmah boleh, tapi jangan sampai sok memikirkan sendiri agama ini. Saya juga tidak rela kalau agama ini yang mikir sampeyan, ndak bakal terurus,” kelakar Gus Baha’ disambut gelak tawa jamaah.
    Gus Baha juga menyindir kelompok yang merasa sedang membela Islam kemudian bersikap ekstrim. Menurutnya, hal itu tidak tepat karena secara tidak langsung berarti tidak yakin dengan ketetapan Allah. Begitu pula dengan urusan hidayah, pahala dan dosa itu sudah merupakan hak prerogratif Allah untuk menentukan. “Itu sudah wilayah Allah.
    Apakah orang akan diampuni ataukah dilaknat, dan kita tidak bisa ikut campur. Makanya ini perlu saya utarakan, tidak usah sok memikirkan agama, apalagi sok membela. Yang penting perilakumu baik dan mengikuti akhlak Rasul saja itu sudah cukup,” . (JOKO GONDRONG)
  • SILATUROHIM KADER PENGGERAK NU ANGKATAN Ke-46 di PP. AL HASANIYAH KEDAWON

    SILATUROHIM KADER PENGGERAK NU ANGKATAN Ke-46 di PP. AL HASANIYAH KEDAWON

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Tak ada hentinya ihtiyar para kader militan Brebes untuk lebih tajam lagi dalam pergerakan dalam bingkai khidmah kepada Bangsa & jam’iyyah tercinta NU.
    Dengan tema “Penguatan Militansi KADER PENGGERAK NAHDLATUL ULAMA” acara pada hari ahad 25 oktober-pun diselenggarakan.
    Nampak perwakilan dari PWNU Jateng yaitu Gus Hudalloh & Gus Sholah beserta rombongan didampingi oleh KH. M. Aqsho selaku ketua tanfidziyyah PCNU Brebes, KH. Aminuddin Masyhudi selaku Rois Syuriyyah PCNU Brebes besert para pengurus PCNU yang lain.
    Ragam sambutan dari pengurus PWNU & PCNU lebih menitik beratkan pada pentingnya niat dalam berkhidmah kepada para masyayih NU, selalu berbuat kemaslahatan untuk ummat dan menekankan pentingnya ber-kartanu, sensus warga NU dengan sistem SISNU. (PC NU BREBES)