Penulis: Sorban Santri

  • Pesan Gus Muwafiq agar menjaga Jargon

    Pesan Gus Muwafiq agar menjaga Jargon

    Kiyai Haji Muwaffiq beliau pernah mondok di Langitan, Ploso, Lirboyo dll.
    Pemikiran beliau sangat moderat, beliau berpesan agar Ahlus Sunnah waljamaah tetap kita jadikan Jargon agar tdk dipakai oleh Orang lain, karena kelompok intoleran kini gemar memakai istilah tsb.
    Beliau dg Fasih menyampaikan Nadzom2 yg terkadang kita sudah lupa utk menghafalnya, beliau dg fasih menyampaikan:

    لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا *
    وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ

    مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ *
    ذُبَابَةٌ أَبَـدًا فِى جِسْمِـهِ الْحَسَنِ

    بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ *
    وَلَا يُرٰى أَثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِ

    وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ *
    وَلَايَرٰى ظِـلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَـطِنِ

    كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا *
    عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ

    هَذِه الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا*
    مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ

    beliau fasih mengutip nadzom Alfiyah bab mubtada’ khobar :

    ورفعـوا مـبتدأ بالابتـدا #
    كذاك رفع خـبـر بالمـبتـدا

    والخبر الجزء المتم الفائـده #
    كـالله بـر الأيادي شـاهـده

    Jadi orang2 yg selalu nyinyir dan membuat narasi jahat pada Ulama2 NU , mereka punya Narasi Jahat terhadap NU.
    NU adalah benteng Indonesia, Siapapun yg ingin mennghancurkan Indonesia maka mereka terlebih dahulu berhadapan dg NU.

    Salam NKRI

  • Hukum Tangan Mayit Disedekapkan Atau Dibiarkan Lurus

    Hukum Tangan Mayit Disedekapkan Atau Dibiarkan Lurus

    cyberaswaja.online- Tangan Mayit Disedekapkan Atau Dibiarkan Lurus?

    Dalam madzhab Syafi’i keduanya sama-sama diperbolehkan. Syekh Khotib Asy-Syirbini berkata:

    ﻭَﻫَﻞْ ﺗُﺠْﻌَﻞُ ﻳَﺪَاﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺻَﺪْﺭِﻩِ اﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﺃَﻭْ ﻳُﺮْﺳَﻼَﻥِ ﻓِﻲ ﺟَﻨْﺒِﻪِ؟ ﻻَ ﻧَﻘْﻞَ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ، ﻓَﻜُﻞٌّ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺣَﺴَﻦٌ ﻣﺤﺼﻞ ﻟِﻠْﻐَﺮَﺽِ

    Apakah kedua tangannya mayit diletakkan di atas dadanya -tangan kanan di atas tangan kirinya- atau dilepaskan keduanya di sisi tubuhnya? Tidak ada dalil khusus dalam masalah ini. Dua-duanya bagus, sudah sesuai tujuan (Mughni Al-Muhtaj 2/18)

    Perhatikan penjelasan yang obyektif dari ulama terdahulu kita, tidak ada yang disalahkan. Bandingkan dengan gambar di bawah ini (dari Salafi) yang mengatakan bahwa tangan mayit sedekap tidak ada dalilnya. Padahal kedua tangan mayit dilepas pun juga tidak ada dalil secara khusus

    Dalam hal ini kita tetap mengikuti ulama dan kyai kita sejak dulu, yakni tangan jenazah disedekapkan di dadanya. Dalam madzhab Hambali dijelaskan:

    ﻗَﺎﻝَ اﺑْﻦُ ﻋَﻘِﻴﻞٍ: ﻻَ ﻳﻨﺒﻐﻲ اﻟْﺨُﺮُﻭﺝُ ﻣِﻦْ ﻋَﺎﺩَاﺕِ اﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣُﺮَاﻋَﺎﺓً ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﺗَﺄْﻟِﻴﻔًﺎ ﻟِﻘُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ، ﺇﻻَّ ﻓِﻲ اﻟْﺤَﺮَاﻡِ

    Ibnu Aqil berkata: “Tidak dianjurkan meninggalkan kebiasaan masyarakat -untuk menjaga hubungan baik dengan mereka dan menentramkan hati mereka- kecuali dalam perbuatan yang haram” (Mathalib Uli an-Nuha 1/351)

    Belum kita jumpai dalil yang mengharamkan meletakkan tangan dengan cara sedekap di atas dada jenazah. Jadi tetap boleh diamalkan.

    (Direktur Aswaja Center NU Jatim)

  • PELANTIKAN PR GP ANSOR Mulyoharjo Masa Khidmat 2019 – 2021

    PELANTIKAN PR GP ANSOR Mulyoharjo Masa Khidmat 2019 – 2021

    Mulyoharjo cyberaswaja.online- Selamat dan Sukses GP Ansor Ranting Mulyoharjo
    Semoga selalu bisa mengemban amanah dengan baik, bermanfaat, dan bisa memberi konstribusi positif pada Masyarakat lingkungan sekitar, Amiin.

    Melihat potensi Rijalul Ansor di Mulyoharjo, harapannya Semoga kedepan setiap ranting punya rutinan ngaji bersama warga dan yg memberi tausiyah kader Ansor sendiri, Insyaallah Jepara akan aman dr paham kelompok lain, kita tidak kekurangan dai-dai NU sendiri… Kader-kader kita akan maju dan bermanfaat, ujar Ketua PC GP Ansor Jepara H. Syamsul Anwar, (red.abdul hakim)

  • Puisi Riyanto Sosok Pemuda Banser NU yang Jadi Pahlawan Orang-Orang Kristen

    Puisi Riyanto Sosok Pemuda Banser NU yang Jadi Pahlawan Orang-Orang Kristen

    cyberaswaja.online– Sedih. ..

    Kamu terbunuh bukan di masjid kawan..
    Tapi di gereja..
    Bukan untuk muslim..
    Tapi untuk kristian..
    Bukan dg panji teriakan takbir
    Tapi menjaga penggema lagu lagu gereja

    Sedih..
    Karna jarang yg sepertimu..
    Kenapa kamu memilih jalan itu?
    Bagaimana kamu ini..

    Kamu di caci..
    Tapi tak peduli..
    Kamu di benci.. kematianmu jadi ledekan..
    Bagaimana kamu ini..

    Tapi..kawan..

    😓
    Jalan mu yg berbedalah yg membuat perubahan
    Tanpa teriakan, tanpa picingan mata, tanpa rasa takut
    Kamu merdeka untuk menjadikan islammu sbg agama kemanusiaan
    Tanpa belenggu..

    Andai kamu tahu kawan..
    Banyak yg lebih berani darimu, tapi bukan di jalanmu
    Keberanianmu beda, tanpa rantai belenggu pembodohan..

    Darimu aku belajar..
    Agama diciptakan untuk manusia..
    Tak mungkin manusia diciptakan untuk agama..
    Agar sepertimu
    Menjadikan agamamu, sarana untuk memanusiakan saudaramu

    Ahk.. kawan..
    Aku tak melihatmu dari sisi dunia
    Semoga tenang kau disana..
    Selamanya..

    Allahumma..firlahu.. warhamhu..wa afihi..wafu’anhu.
    Amin…  

    (red.rijalul aswaja NU)

    #HubbuWatonMinal_iman
    #RiyantoBanser
    #NahdlatulUlama

  • 12 GOLONGAN MANUSIA YANG DI DOAKAN MALAIKAT

    12 GOLONGAN MANUSIA YANG DI DOAKAN MALAIKAT

    1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
    “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.” (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

    2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
    “Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’.” (HR. Imam Muslim dariAbu Hurairah, Shahih Muslim 469).

    3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan.” (Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra’ bin ‘Azib)

    4. Orang yang menyambung shaf shalat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).
    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

    5. Para malaikat mengucapkan ‘aamiin‘ ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
    “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhoollinn, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.” (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

    6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
    “Para malaikat akan selalu berselawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya,(para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.’” (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

    7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan Ashar secara berjamaah.
    ” Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian merekaberkumpul lagi pada waktu shalat ‘asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.’” (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

    8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
    “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikatyang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’” (HR. Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim 2733)

    9. Orang-orang yang berinfak.
    “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil).’” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari1442 dan Shahih Muslim 1010)

    10. Orang yang sedang makan sahur.
    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah”. (HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

    11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
    “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.” (HR. Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad no. 754)

    12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
    “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahily)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (Q.S. Al-Anbiya: ayat 26-28)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: ayat 43)

    Masya Allah, alangkah bahagianya menjadi orang-orang yang dicintai para malaikat.
    Sebab mendapatkan syafa’at, pertolongan, dan do’anya.

    Wallahu A’lam Bishawab

  • NU Banyak Difitnah Setelah Gus Dur

    NU Banyak Difitnah Setelah Gus Dur

    cyberaswaja.online- Menurut Gus Miek, Gus Dur itu adalah paku buminya NU. Saat Gus Dur masih hidup, tidak ada yang berani ngotak-ngatik NU, kalaupun ada paling cuma satu, yakni penguasa Orde Baru. Bila Gus Dur menunjuk batang hidung seseorang dengan sebutan pengacau, maka orang itu nggak bakal berani melanjutkan aksinya,
    .
    Di masa kepemimpinan Gus Dur, NU berhasil menempatkan dakwah Islam Yang Murni Rahmatan Lil’Alamin, tanpa tindakan destruktif apalagi anarkis. Tahun 1992, ketika Gus Dur melakukan show of power NU menghadapi tekanan rezim orba saat itu, semua wajah dunia tertuju pada Gus Dur. 1 juta lebih manusia berkumpul menggetarkan Jakarta dan dunia.
    .
    Jutaan manusia yang menggetarkan Jakarta itu, dalam barisan ulama terlihat ada KH Kolil Bisri, KH Ilyas Ruhiyat, KH Muslim Rifai Imam Puro, KH Abdullah Faqih Langitan, KH Abdullah Abbas Buntet dan lainnya. Bahkan dari Pesantren Buntet Cirebon konon ikut mengirim ribuan jin ke acara itu, makanya di tengah-tengah lapangan itu terlihat dikosongkan. Di situlah jama’ah jin dari Buntet itu bersimpuh.
    .
    Setelah Gus Dur wafat, para pembenci NU makin mendapat angin segar untuk menghantam NU. Banyak ormas dan aliran yang tidak sejalan dengan khittah NU, menghembuskan fitnah kalau PBNU itu sudah melenceng dari khittah NU. Mereka menghembuskan isu dan fitnah yang memecah-belah.
    .
    Menghadapi ini semua, kita jadi kembali teringat pertemuan antara Gus Dur dan Gus Miek.
    .
    “Gus, sampean itu paku buminya NU. Kelak sepeninggal sampean NU bakal kena fitnah,” kata Gus Miek yang sedang di beranda Langgar makam wali Tambak.
    .
    “Kenapa bisa begitu Gus. Apakah sudah tidak ada lagi para masyayikh yang menjaga NU?” tanya Gus Dur.
    .
    “Bukan karena itu Gus, tapi itu disebabkan dunia sudah di atas kepala warga NU dan banyak orang bodoh yang mencabik NU,” jawab Gus Miek.
    .
    Kemudian kedua tokoh besar NU itu berdo’a dengan khusyu sambil sesekali sesegukan menahan tangis.
    .
    Selesai berdo’a wajah Gus Miek sumeringah sambil mengatakan, “Fitnah yang ditujukan pada NU hanyalah seumur jagung.” Mendengar itu Gus Dur tertawa lepas.

    Gus miek dan Gus Dur
    Al fatehah… (infokom ansor banser nu)

  • KADO BANSER LALU LINTAS AKHIR TAHUN 2019

    KADO BANSER LALU LINTAS AKHIR TAHUN 2019

    Mojokerto, Cyberaswaja.online – Kebangaan DTD Banser di PAC GP Ansor Jatirejo ini, mempunyai arti sendiri, Pada Sesi Materi Lalu Lintas, di isi sendiri Biro Balantas Kabupaten Mojokerto. Hal ini menjadi moment yang membanggakan.

    Kaderisasi dengan pembentukan di masing masing Biro sudah mulai terbentuk, salah satunya Biro BALANTAS. Berkaitan dengan Lalu Lintas mereka di didik untuk memahami dan mematuhi Rambu-Rambu lalu lintas. 21/12/19

    Sebagai Garda terdepan, Banser dalam memberikan Keamanan ketika ada agenda-agenda dari NU, untuk senantiasa mengatur lalu lintas agar acara berjalan dengan aman dan tertib. Hal ini yang mejadikan di Biro BALANTAS, selalu berproses belajar untuk memberikan yang terbaik, Bagi Organisasi, bangsa dan Negara. (WakGenk/Infokom).

    Doc.Biro Balantas Memberikan Materi Lalu lintas
  • LATIHAN DASAR CYBER MEDIA OLEH ANSOR CABANG BANYUMAS

    LATIHAN DASAR CYBER MEDIA OLEH ANSOR CABANG BANYUMAS

    BANSER BANYUMAS | Sekitar 55 peserta dari anggota Ansor, Banser dan Denwatser Kabupaten Banyumas, sore mengikuti pembukaan pelatihan cyber dan media atau Cyber Basic Training.

    media, kegiatan CBT yang di helat di Kompleks MI Maarif NU Batuanten Cilongok kali ini merupakan pelatihan putaran yang ke tiga di zona Cikal Purba (Kecamatan Cilongok, Karanglewas, Purwojati dan Kedungbanteng).

    Dalam sambutannya Ketua Cabang Ansor Banyumas, Zaenudin Masdar, mengatakan “Ber NU hari ini, berbeda dwngan ber NU di tahun 65, perang kita saat ini merupakan perang kekinian di dunia maya yang efeknya bisa berakibat sangat buruk apabila kita tidak paham medan peperangan kita” pungkasnya.

    “PBNU sendiri sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj bahwa sudah saatnya kita berjihad di dunia maya terkenalnya disebut Jihad Online, kita sami’na wa ato’na, kita siap menyambut fatwa jihad online ini khususnya di wilayah Banyumas sebagai bentuk pengamalan wal akhdu bil jadidil aslah” Tegas Mohammad Luqman Direktur ACM.

    Saat ditemui ditengah acara persiapan, Mufid salah seorang koordinato ACM menyatakan bahwa kegiatan CBT merupakan kegiatan yang di takling oleh ACM, bagian dari Ansor Banyumas yang khusus mengurusi pengkaderan dan pemberdayaan sumberdaya anggota di bidang media, “Kami punya target pada awal 2020 semua PAC dan Ranting Ansor di Banyumas memiliki akun media sosial yang aktif dan siap menjadi corong media serta garda jihad online grassroot, yang kedepan akan merambah ke badan otonom NU lainnya” pungkas Mufid.

    Kegiatan yang dibuka sore ini akan diselenggarakan hingga Ahad siang, secara patas hingga penutupan yang dibarengkan dengan pembaiatan peserta Diklatsar Banser dan PKD Ansor yang diselenggarakan di lokasi yang sama. (red. infokom ansor banser nu )

  • Perusak NU yang selalu Mengaku NU

    Perusak NU yang selalu Mengaku NU

    wp.sorbansantri.com – NU zaman KH. Said Aqil Siradj :
    Pimpinannya dituduh Syiah, Liberal, Sesat, Kafir dll.

    NU zaman KH. Hasyim Muzadi:
    Kyai yang secara khusus mendampingi Jokowi saat umroh beberapa hari menjelang pencoblosan capres 2014 ini juga dituduh Syiah karena pembelaannya terhadap nuklir Iran, masa kepemimpinannya banyak mengirimkan mahasiswa ke Iran.

    NU zaman KH. Abdurrahman Wahid :
    Lebih dulu dituduh Liberal, antek Zionis, agen Syiah, Kafir, dll.

    NU zaman KH. Achmad Sidiq :
    Dituduh keislamannya goyah karena menerima Pancasila sebagai asas tunggal.

    NU zaman KH. Bisri Syansuri :
    Dituduh takut pada pemimpin yg dzolim karena justru memberhentikan Kyai Subhan ZE pengurus PBNU yang paling vokal mengritik orde baru.

    NU zaman KH. Wahab Hasbullah:
    Dituduh PKI karena menerima nasakom

    NU zaman Hadratussyeikh KH. Hasyim Asyari :
    Dituduh pro penjajah Jepang. Memerintah rakyat menanam padi yang pada akhirnya padi digunakan oleh Jepang.

    Dari zamannya Mbah Hasyim sampai kepada seluruh pewaris ilmu dan amanahnya selalu dicari celah untuk diserang dan coba dihancurkan Jadi, dari zaman dulu hingga sekarang, orang-orang yang ngomongin NU sekalipun ngaku NU dibagi menjadi dua.

    Pertama, yang ta’dzim dan ikut merawat NU, insyaallah dapat barokahnya NU.

    Kedua, yang membenci NU dengan membenci pimpinan NU, menggerogoti martabat NU dengan tidak ada ta’dzim dan sering menghina pimpinan NU, insyaallah akan dapat kuwalatnya NU, sekalipun ngakunya NU.

    يا جبار يا قهار

    Inilah Perusak NU yang Selalu Mengaku NU-nya Mbah Hasyim Asy’ari.

    Suka ada yg bilang NU sekarang beda dengan NU dulu, Sebenernya NU jaman siapa yg dianggap baik dan terbebas dari tuduhan2 ²?!

    Sebenarnya siapa mereka yg suka ngaku² NU! tp selalu mencari² celah untuk menuduh menyudutkan bahkan memfitnah NU !

    (red. infokom ansor banser nu)

  • KETUA ANSOR SERUKAN KADER JANGAN PILIH BUPATI YANG DI USUNG DARI PARTAI PKS

    KETUA ANSOR SERUKAN KADER JANGAN PILIH BUPATI YANG DI USUNG DARI PARTAI PKS

    Mojokerto.Cyberaswaja.online – Pertarungan pilihan Bupati dan wakil bupati serentak di Indonesia sebentar lagi berlangsung. Memasuki Memasuki tahun politik 2020, memberikan sikap dan arahan tegas Ketua Ansor Cabang kepada Kadernya yang tersebar di wilayah kabupaten Mojokerto. Bertepatan pelaksanaan DTD (Diklat Terpadu Dasar) Banser (Barisan Ansor Serbaguna), dihadiri Tokoh Undangan, KH. Adzim Alwy (Ketua PC NU Kab.Mojokerto), KH.Manshur (Ketua MWC NU Jatirejo), Muspika Jatirejo, Bapak Kepala Desa Sumberagung, serta Banom NU Se Kec.Jatirejo. Dengan seksama mengikuti Pembukaan Acara terebut. 20/12/19.
    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Ketua PC GP Ansor Pimpin Apel
    Pada sambutan sekaligus Pembukaan DTD Banser Di Kecamatan Jatirejo, Panglima Tertinggi Banser Kab.Mojokerto tersebut, menyampaikan dihadapan Puluhan Kader Kader Militan GP Ansor, BANSER, Tamu Undangan VIP serta tokoh tokoh NU, Toko Masyatakat beserta Banom Banom NU yang respon dengan tepuk tangan begitu meriah. “Salam Satu Komando Sahabatku, Pengkaderan di Ansor Banser terus menerus dilakukan, Hal ini adalah salah satunya membentengi NKRI, khususnya berkaitan menjelang tahun Politik 2020, Kader Ansor Jangan Pilih Pasangan Yang di Usung dari Partai PKS. Mereka secara ideologi berbeda dan berlawanan dengan Kita Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU), oleh karena itu sikap harus tegas, membentengi NKRI dan NU, manut Kyai ne NU, bila perlu tahun politik 2020 kita Tengelamkan PKS. Apakah Sahabat2 siap…!! (Siap!!!/jawab PesertaApel) Salam Satu Komando”. Tegas Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto, Gus Moh. Ali Nasikh.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: tiga dari kiri jas hijau ketua PC NU
    SORBANSANTRI.COM
    Doc. Tamu Undangan VIP
    SORBANSANTRI.COM
    Doc. DTD Banser Kec.Jatirejo
    SORBANSANTRI.COM