Penulis: Sorban Santri

  • Buya Yahya Menerangkan Hukum Membuka Aib Suami di Pengadilan

    Buya Yahya Menerangkan Hukum Membuka Aib Suami di Pengadilan

    wp.sorbansantri.com – Dalam konteks hukum Islam, membuka aib suami kepada orang lain dianggap sebagai tindakan yang tidak diperbolehkan. Namun, bagaimana jika hal tersebut terkait dengan proses perceraian? Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal ini, yang diambil dari laman resmi YouTube Al-Bahjah TV.

    Menurut Buya Yahya, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sebab dari perceraian tersebut. Jika perceraian berkaitan dengan syariat yang mengharuskan pembukaan aib, sebaiknya hal tersebut ditangani dengan bijak.

    “Memang kalau kaum wanita susah, karena pria bisa saja langsung menjatuhkan cerai, sementara wanita harus membicarakannya. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa apa yang diungkapkan harus benar adanya dan hanya sebatas yang diperlukan untuk mencapai tujuan perceraian,” papar Buya Yahya.

    Buya Yahya menegaskan bahwa jika ada hal yang memang perlu disampaikan, maka hal tersebut harus disampaikan. Namun, ia juga mengingatkan untuk menghindari tuduhan perzinahan terhadap suami atau istri.

    “Tapi perlu diingat, mengatakan suami atau istri berzina sebaiknya dihindari. Gunakan kata-kata lain seperti ‘suami saya jarang menemui saya’ atau ‘saya jarang diajak berbicara’, dan lain sebagainya,” tambahnya.

    Buya Yahya juga memberikan contoh jika suami memang pezinah, istri tidak harus secara terang-terangan menyebutkan hal tersebut di pengadilan. “Gunakan alasan lain seperti ‘suami saya tidak berhubungan baik dengan saya dan sering menyakiti saya’,” jelas Buya Yahya.

    Ia menekankan bahwa tidak semua hal harus diungkapkan secara detail, terutama terkait dengan tuduhan perzinahan. “Sebaiknya panggil suami atau istri ke pengadilan terlebih dahulu sebelum mengungkapkan hal-hal yang sensitif seperti itu,” lanjutnya.

    Buya Yahya menyimpulkan bahwa membongkar aib terutama terkait dengan perzinahan adalah tindakan yang tidak baik dan sebaiknya dihindari dalam proses perceraian. (AI Sorban)

  • Perubahan Dukungan Gus Muhdlor ke Prabowo-Gibran Pasca OTT KPK

    Perubahan Dukungan Gus Muhdlor ke Prabowo-Gibran Pasca OTT KPK

    wp.sorbansantri.com – Ahmad Muhdlor Ali, yang lebih dikenal sebagai Gus Muhdlor dan menjabat sebagai Bupati Sidoarjo, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pemotongan intensif ASN. Sebelum terjerat kasus korupsi, Gus Muhdlor, yang sebelumnya adalah Sekretaris GP Ansor, awalnya mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pemilihan Presiden 2024.

    Namun, pada awal Februari, terjadi perubahan mendadak saat Gus Muhdlor mengumumkan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Alasannya adalah pasangan calon dari Koalisi Indonesia Maju tersebut dianggap layak untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan.

    Deklarasi dukungan tersebut dilakukan pada 1 Februari 2024 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Acara itu dipimpin langsung oleh ayah Gus Muhdlor, Gus Ali, yang juga merupakan pendiri dan pengasuh pondok pesantren tersebut.

    Gus Ali menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah berhasil dalam pembangunan negara dan bahwa kebijakannya penting untuk dilanjutkan. Ia secara terbuka menyatakan bahwa menurutnya hanya Prabowo Subianto yang mampu melanjutkan kepemimpinan Jokowi.

    Keputusan Gus Muhdlor dan ayahnya ini mengejutkan banyak pihak mengingat sebelumnya mereka terkait dengan PKB dan NU serta mendukung pasangan Anies-Muhaimin. Perubahan sikap ini diduga terjadi setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK di Sidoarjo pada Januari 2024. Hal ini juga terkait dengan pencarian KPK di rumah dinas Bupati Sidoarjo sehari sebelum deklarasi Prabowo-Gibran.

    Gus Muhdlor, sebagai pengurus Gerakan Pemuda Ansor, secara terang-terangan mengajak para pendukungnya untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran. Perubahan ini diinterpretasikan sebagai strategi untuk menghindari masalah terkait kasus korupsi yang sedang diselidiki oleh KPK, terutama karena keterkaitannya dengan PKB dalam Pilkada Sidoarjo 2020. (AI Sorban)

  • Aksi Demo Gaji 3 Juta, Bayar UKT 8 Juta

    Aksi Demo Gaji 3 Juta, Bayar UKT 8 Juta

    wp.sorbansantri.com – Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi demo di Gedung Rektorat pada Rabu (8/5). Mereka menuntut transparansi pihak kampus dalam menggolongkan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.

    Selain itu, mahasiswa menilai kenaikan UKT USU tidak wajar. Kenaikannya nyaris 40 persen.

    “Kenaikan UKT ini bisa dibilang sangat melejit di luar perkiraan,” kata Ketua BEM FISIP USU Mahogra Yuda Muyassar saat dikonfirmasi.

    “Kami mewajarkan ada kenaikan UKT tapi dengan angka yang hampir 40 persen naiknya ini enggak masuk akallah menurut kami,” kata dia.

    Selain itu, mahasiswa mengaku heran lantaran penggolongan UKT dinilai amburadul. Tak sesuai dengan data-data pribadi yang didaftarkan calon mahasiswa baru (maba).
    “Jadi banyak keluhan hampir 80 persen maba ragu untuk daftar ulang karena mereka merasa setelah mereka isi kok dapat UKT enggak sesuai dengan isian,” kata dia.

    “Karena ada keluhan. Contoh kemarin mereka sampaikan ke kami ortu yang laki-laki gaji Rp 2 juta dan ibunya gaji sejuta. Mereka lampirkan datanya. Tapi mereka dapat golongan UKT Rp 6 hingga 8 juta,” sambungnya.

    Ogra dan mahasiswa lainnya menilai penggolongan ini tidak sesuai dan asal-asalan.

    “Dari situ secara logis, enggak masuk akal,” jelaskan.

    Dalam aksi ini, ada sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dari seluruh fakultas.

    Murka ke rektor

    Dalam aksi ini, mahasiswa juga mengaku kesal terhadap rektor USU Muryanto Amin. Pasalnya, mereka mendapat informasi bahwa rektor pergi ke luar negeri jelang aksi demo.
    “Jadi isu ini awalnya kami fokus sama tuntutan UKT (enggak tuntutan soal turunkan rektor). Nah tapi di saat kami menggaungkan ada seruan aksi, kami dapat info mendadak bahwasanya rektor mendadak ke luar negeri,” katanya.

    “Tidak di sini. Dan bener bener h-1 itu. Kemarin tuh dia pergi kabarnya berangkat jam 4 sore, itu yang kami sesalkan. Kami jadi merasa beliau menghindar,” jelasnya.

    Kata USU

    Kepala Humas USU Amalia Meutia mengatakan keberangkatan Muryanto sudah dijadwalkan sejak pertengahan April 2024 lalu.

    “Kepergian rektor (untuk) dinas keluar negeri sudah dijadwalkan di pertengahan April 2024. Surat permohonan izin perjalanan dinas luar negeri dari USU ke Kementerian ditandatangani di tanggal 22 April 2024,” kata Meutia saat dikonfirmasi terpisah.

    Untuk itu, kata Meutia, kepergian Muryanto tidak mendadak seperti apa yang disampaikan oleh mahasiswa.

    “Jadi tidak benar jika dikatakan kepergian rektor melakukan perjalanan dinas keluar negeri mendadak, apalagi dengan alasan menghindari aspirasi mahasiswa,” jelasnya. (AI Sorban)

  • Cerminan Pahlawan NU dalam Membangun Peradaban Indonesia

    Cerminan Pahlawan NU dalam Membangun Peradaban Indonesia

    wp.sorbansantri.com – Sebagai bagian dari Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, para anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) memiliki alasan tersendiri untuk merasa bangga dan berbeda dari yang lain. Mereka bukan hanya mengenakan seragam Banser sebagai atribut semata, melainkan melalui proses panjang dan berjenjang untuk mendapatkan pengakuan sebagai anggota Banser yang sesungguhnya.

    Salah satu hal yang membuat Banser begitu istimewa adalah proses pengenalan dan pendidikan yang dikenal dengan Diklatsar/DTD (Diklat Kader Banser/Didik Latihan Dasa Serbaguna). Hanya melalui Diklatsar inilah seseorang dapat meraih gelar Banser. Namun, perjalanan tidak berhenti di situ, karena bagi yang ingin meniti jenjang kepemimpinan di dalam Banser, mereka harus mengikuti Susbalan (Susunan Balai Latihan) dan mencapai pendidikan tertinggi, Susbanpim (Susunan Balai Pimpinan).

    Tidak hanya itu, Banser juga memiliki unit-unit khusus seperti Corps Provost Banser, Balantas, Bagana, Balakar, Protokoler Banser, Basada, Baritim, yang hanya dapat diakses setelah melewati proses seleksi dan Diklatsus (Diklat Khusus). Semua ini dirancang untuk mencetak generasi Banser yang berani, tangguh, dan siap menjaga serta membela NU (Nahdlatul Ulama) dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

    Kekuatan Banser tidak hanya berasal dari pelatihan fisik dan teknis, melainkan juga dari do’a dan barokah yang diberikan oleh para Kyai dan Alim Ulama NU. Kegiatan Banser sendiri mencakup aspek keagamaan, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, pembangunan, serta bela negara, yang selaras dengan program kegiatan Gerakan Pemuda Ansor dan Banser.

    Banser bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah pesantren kedisiplinan, bela negara, dan penjaga Pancasila dalam kerangka Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah. Mereka adalah cerminan terbaik yang bisa diceritakan kepada generasi penerus, sebagai pahlawan Nahdlatul Ulama yang digdaya dalam membangun peradaban Indonesia, memperjuangkan agama, bangsa, dan negara. (AI Sorban)

  • Haul ke-131, Syekh Nawawi Berkontribusi pada Peradaban Islam

    Haul ke-131, Syekh Nawawi Berkontribusi pada Peradaban Islam

    wp.sorbansantri.com – Jumat, 3 Mei 2024 Perayaan Haul ke-131 Syekh Nawawi Al Bantani menghadirkan momen bersejarah bagi umat Islam, khususnya di Indonesia. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pemerintahan ini menjadi panggung penghormatan terhadap sosok yang memainkan peran penting dalam sejarah keilmuan Islam Nusantara.

    Dalam sambutannya, Wakil Presiden KH. Maruf Amin menekankan betapa pentingnya kontribusi Syekh Nawawi Al Bantani sebagai transmitter atau penyambung pesan dari ulama terdahulu kepada generasi ulama berikutnya. “Beliau bukan hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diakui oleh negara-negara lain,” ujar KH. Maruf Amin.

    Menurut KH. Maruf Amin, peran Syekh Nawawi Al Bantani dalam menyambungkan sanad keilmuan adalah kunci penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pemahaman agama. Kontribusi beliau sebagai maestro keilmuan Ulama Nusantara diakui secara luas dan dihargai oleh para ulama dan kyai di Indonesia.

    Gus Kautsar, salah satu tokoh agama yang turut hadir dalam acara tersebut, melanjutkan perbincangan mengenai sanad keilmuan di pesantren. Menurutnya, Syekh Nawawi Al Bantani adalah figur yang sangat dihormati dalam jaringan keilmuan di Indonesia. “Setiap kyai dan ulama di Indonesia memiliki sanad keilmuan yang tersambung kepada beliau,” jelas Gus Kautsar.

    Acara Haul ke-131 Syekh Nawawi Al Bantani tidak hanya menjadi ajang peringatan atas jasa-jasa beliau dalam mengembangkan ilmu agama, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang dan memperkuat warisan keilmuan yang telah diwariskan oleh beliau kepada generasi-generasi selanjutnya. Wallahu a’lam. (AI Sorban)

  • MUI Desak ICC Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

    MUI Desak ICC Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

    wp.sorbansantri.com – Jakarta, 3 Mei 2024 Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk tidak ragu dalam mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kejahatan kemanusiaan yang dinilai luar biasa biadab yang dilakukan oleh Netanyahu terhadap rakyat Palestina.

    Menurut Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, ICC harus menunjukkan keberanian dan integritasnya sebagai lembaga hukum internasional dengan mengeluarkan surat penangkapan tersebut. “Mari kita tunggu apakah ICC masih punya nyali atau tidak. Jika tidak, maka ICC tidak lagi berhak untuk dipercaya sebagai Mahkamah Pidana Internasional, dan kita meminta kepada masyarakat dunia supaya mahkamah tersebut dibubarkan saja,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

    Anwar juga menegaskan bahwa proses penangkapan Netanyahu tidak perlu dilakukan melalui proses panjang. Israel, menurutnya, telah melakukan tindakan genosida yang mengerikan terhadap rakyat Palestina dengan jumlah korban mencapai ribuan jiwa. “Ini jelas-jelas merupakan tindakan genosida yang ditujukan oleh Benjamin Netanyahu untuk menghancurkan seluruh atau sebagian dari rakyat Palestina,” tegas Anwar.

    Dia juga menyoroti kekhawatiran bahwa ICC mungkin tidak berani mengeluarkan surat penangkapan tersebut karena tekanan dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Anwar menilai hal ini akan menggadaikan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh ICC.

    Sementara itu, Israel disebut semakin resah dengan kemungkinan dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh ICC terhadap Netanyahu dan pejabat penting lainnya. Hal ini tercermin dari upaya diplomatik yang dilakukan Netanyahu, termasuk meminta bantuan dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar dapat menghindari penangkapan tersebut.

    Meskipun AS telah menegaskan bahwa mereka tidak mendukung penyelidikan ICC terhadap Israel, MUI bersama dengan banyak pihak di dunia internasional terus mendorong agar keadilan dan kemanusiaan tidak terkompromi dalam kasus ini. Wallahu a’lam. (AI Sorban)

  • Karomah Mbah Dimyati: Hadir Rasulullah SAW dalam Majlis Maulid

    Karomah Mbah Dimyati: Hadir Rasulullah SAW dalam Majlis Maulid

    wp.sorbansantri.com – Kisah Karomah Rokok Mbah Dimyati Kedawung Comal Pemalang yang diungkapkan oleh Habib Lutfi bin Yahya dari Pekalongan mengisahkan tentang hubungan keulamaan antara keluarga Habib Ali bin Hasyim bin Yahya dan ulama-ulama Nusantara, termasuk Mbah Kiai Dimyati Comal Kedawung Pemalang. Saat sebuah acara Maulid Nabi di rumah Habib Ali sedang ramai, Mbah Dimyati tetap santai merokok. Hal ini tidak mengganggu Habib Ali karena dia mengenal karomah Mbah Dimyati yang tersembunyi dalam tindakan tersebut.

    @beritasorban

    Habib Luthfi: Pimpinan Sadati ‘Alawiyyin yang Diakui dalam Mimpi Rasulullah Baca selengkapnya https://wp.sorbansantri.com/habib-luthfi-pimpinan-sadati-alawiyyin-yang-diakui-dalam-mimpi-rasulullah/ @

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

    Ketika Mbah Dim mematikan rokoknya, suasana di majlis tersebut tiba-tiba berubah menjadi sangat khusyu’ dan mengharu-biru. Habib Ali menyatakan bahwa itu adalah tanda kehadiran Rasulullah SAW dalam majlis tersebut. Habib Lutfi menjelaskan bahwa Mbah Dimyati Comal Kedawung Pemalang dikenal sebagai alim allamah dalam hafal Quran. Meskipun ada ulama yang lebih alim di Pekalongan, namun kekeramatan khusus diberikan kepada Mbah Dim.

    Habib Lutfi juga membagikan kisah lain tentang penghormatan ulama terhadap Mbah Dim, seperti yang dilakukan oleh Waliyulloh Habib Sholeh Tanggul Jember yang memberikan penghormatan kepada Mbah Dim saat melewati daerah makamnya.

    Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu mengenang dan meneladani para Wali Allah. Semoga kita bisa memperoleh berkah dari kisah-kisah inspiratif seperti Mbah Dimyati. Wallahu a’lam. (kalam ulama)

  • KHR. As’ad Syamsul Arifin, Wali Qutub dari Situbondo

    KHR. As’ad Syamsul Arifin, Wali Qutub dari Situbondo

    wp.sorbansantri.com – Tidak ada yang menyangka, ternyata Mursyid 13 thariqah dan ulama besar NU ini adalah seorang Wali Qutub (pimpinannya para wali). Berikut adalah kesaksian dari Kyai Mujib, putera KH. Ridwan Abdullah pencipta lambang NU.

    Kyai As’ad laksana samudera tak bertepi. Beliau semakin didekati kian bertambah tidak kelihatan. Saya sangat berpengalaman. Bahkan saya pernah mencium seluruh tubuhnya, kecuali yang memang tidak boleh.

    Setelah saya pijat selama hampir 3 jam, beliau tertidur sangat pulas. Saya ciumi sekujur tubuhnya, dari ujung kepala sampai telapak kaki. Saya tidak mendapatkan bau apa-apa. Sampai hati saya berkata, “beliau ini ada atau tidak ada? Apakah ini orang yang dikatakan sudah berada di maqam fana?”

    Hampir 20 tahun saya hidup bersama beliau. Tambah dekat dan tambah lama, semakin tidak kelihatan, sulit ditebak. Saya baru diberi tahu dan mengerti, baru yakin siapa beliau ini, setelah saya sampai di Madinah tahun 1987 saat ditunjuk sebagai petugas haji oleh pemerintah. Sebelum berangkat haji, saya pun minta izin ke beliau.

    “Pak Mujib, pergi haji Sampean ini sunnah tapi sampai (datang) ke Haramain tahun ini wajib (fardhu kifayah). Kalau Sampean tahun ini tidak datang ke tanah Haram, dosa Sampean besar,” kata Kyai As’ad.

    “Kenapa?” tanyaku.

    “Jawabnya nanti di sana, bukan di sini,” kata Kyai As’ad.

    “Namun Sampean jangan berkecil hati. Sampean saya pinjami ijazah. Setelah pulang, ijazah tersebut harus dikembalikan. Tidak boleh dipakai terus,”

    “Kalau saya sudah hafal bagaimana, Kyai?” tanyaku.

    “Ya terserah, kalau Sampean jadi bajingan,”

    Sampai larut malam, saya tidak diperbolehkan pulang. Saya disuruh pulang besok pagi. Tapi ijazah itu, tidak ‘dipinjamkan’ sampai saya tertidur. Ternyata, dalam tidurku itu saya ditalqin ijazah. Lalu saya ditanya apakah masih punya wudhu. Saya jawab, masih punya. Baru kemudian saya ditalqin.

    Menjelang Shubuh saya pun terbangun. Ternyata di bawah bantal ada secarik kertas yang ditulis oleh Kyai As’ad. Bunyinya persis seperti ijazah dalam tidur tadi. Mungkin beliau takut saya lupa.

    Setelah saya pulang dari haji, beliau sudah ada di rumah saya ingin mengambil ijazah itu.

    “Saya tidak minta oleh-olehnya, Pak Mujib. Hanya saja ijazah itu harus dikembalikan,” kata Kyai As’ad. Mungkin, ijazah itu takut disalahgunakan.

    Alhamdulillah saya berhasil menunaikan ibadah haji. Ada beberapa peristiwa yang saya alami, yang hanya bisa saya ceritakan kepada Kyai As’ad. Semuanya saya ceritakan. Lalu saya bertanya:

    “Ada satu Kyai, yang menyangkut Panjenengan,”

    “Lho, sampean ke sana mau ngurus saya juga ya?” tanya Kyai As’ad dengan nada marah.

    Saya pun dimarahi oleh beliau. “Sampean ke sana dengan saya pinjami ijazah segala, jadi ngobyek saya juga ya? Kurang ajar Sampean ini!” katanya agak marah.

    “Ya tidak begitu, Kyai. Masa saya sudah ikut Panjenengan hampir 20 tahun, kok tidak tahu siapa sebenarnya Panjenengan?” jawabku.

    “Lha iya, Sampean ngobyek, ingin tahu saya. Apa hasilnya?”

    “Saya disuruh membacakan ayat di hadapan Panjenengan!”

    “Ayat apa?” tanya Kyai As’ad.

    “Ayat al-Quran. Dengan syarat, kalau Panjenengan mau. Kalau tidak mau ya tidak usah!” jawabku.

    “Mana ada kyai yang tidak mau dibacakan al-Quran? Gila Sampean ini!” kata Kyai As’ad.

    “Lha wong ‘Bos’ di sana bilang begitu, Kyai,” kata saya melucu.

    Ceritanya, sewaktu di tanah Haramain saya bertemu ‘Bos’. Kata Bos: “Kalau Kyai As’ad tidak mengaku siapa sebenarnya beliau, bacakan ayat ini. Dengan catatan beliau harus mau.”

    “Kalau tidak mau, ya saya tidak akan pernah tahu siapa Kyai As’ad,” jawabku. Karena itu saya pun mendesak ‘Bos’ itu.

    Lalu ‘Bos’ berkata: “Ya… tidak maunya itu ngakunya!”

    Saya lalu membacakan ayat yang dimaksud di hadapan Kyai As’ad:

    ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪًﺍ

    “Maka bagaimana jika Kami mendatangkan saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka?” (QS. an-Nisa ayat 41).

    Belum selesai saya membaca ayat tersebut, beliau menangis sejadi-jadinya, menjerit sampai bercucuran air mata. Inilah pengakuan yang tidak bisa dihindari. Saya tembak di tempat dengan resep ‘Bos’ tadi. Ya, jangan tanya siapa ‘Bos’ tersebut.

    Saya tunggu. Beliau nangis hampir satu jam, itu pun masih terisak-isak seperti anak kecil. Lalu saya diajak salaman. Ketika saya mau mencium tangan beliau, tidak diperbolehkan.

    “Kali ini Sampean tidak saya izinkan mencium tangan saya,” kata Kyai As’ad masih dalam keadaan terisak.

    Saya pucat. “Wah, haji saya kali ini mardud (tertolak),” begitu dalam benak saya. Mengapa? Sebab saya telah membuka rahasia besar, yang di dunia ini orangnya hanya satu. Wali Quthub ini, di dunia hanya satu. Itu rahasianya saya buka, walaupun saya disuruh ‘Bos’.

    “Pak Mujib, apa Sampean tidak keberatan belas kasihan sama saya. Saya minta belas kasihan Sampean. Saya minta belas kasihan Sampean agar jangan sampai ngomong kepada orang lain selama saya masih hidup, siapa diri saya ini!” Pinta Kyai As’ad kepadaku.

    Kagem Panjenengan”ipun, LahumAlFatihah

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {١} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٢} الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {٣} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {٤} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {٥} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {٦} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {٧}

    اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ

    وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ في كل لمحة ونفس بعَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

  • MASJID PAJIMATAN IMOGIRI

    MASJID PAJIMATAN IMOGIRI

    sorbansantri.com – Masjid Kagunan Dalem Pajimatan Imogiri dibangun pada tahun 1632 M pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, Raja Mataram ke III.

    Masjid Pajimatan terletak di kompleks Astana Imogiri tetapi letaknya dibawah bukit dan jarak dengan Kompleks Pemakaman sekitar 500 meter dan dari masjid harus menaiki sekitar 415 anak tangga.

    Awalnya bangunan ini dibangun dari bahan-bahan kayu jati dan tembok yang dibuat atas susunan batu bata dengan spesi atau lepa yang terbuat dari komposisi (adonan) berupa pasir, gamping (kapur), dan batu bata yang dihancurkan (digiling). Sebagai penutup atap bangunan dulunya digunakan genteng sirap. Dalam perkembangannya atap sirap digantikan dengan seng gelombang.

    Bangunan Masjid Pajimatan Imogiri dapat dikatakan tidak begitu luas. Hal ini disebabkan karena Masjid Pajimatan Imogiri berdiri di atas tanah yang hanya memiliki luas + 600 meter2. Adapun ruang utamanya memiliki luas + 10 x 6 meter2, sedangkan serambinya memiliki luas + 6 x 3 meter2. Pada bagian depan masjid terdapat halaman seluas + 80 meter2 dan kolam yang dahulu berfungsi sebagai tempat bersuci di sisi selatan.

    Laman: 1 2

  • PENGAMANAN DAWUHAN BERSHOLAWAT DAN HALAL BI HALAL

    PENGAMANAN DAWUHAN BERSHOLAWAT DAN HALAL BI HALAL

    Banjarnegara, 6 Mei 2024 – Sorbansantri.com

    Sebuah acara yang meriah dan sarat makna keagamaan digelar di Lapangan Sepakbola Dawuhan, Banjarnegara pada tanggal 6 Mei 2024. Acara yang bertajuk “Pengamanan Dawuhan Bersholawat dan Halal Bi Halal” ini berhasil menyatukan puluhan ribu santri dari berbagai pesantren di sekitar wilayah Banjarnegara.

    Dengan dimulainya acara pada pukul 18:30, suasana lapangan seketika dipenuhi dengan semangat dan kekhusyukan dari para peserta. Acara ini tak hanya dihadiri oleh santri, namun juga dijaga ketat oleh 70 personil Banser (Barisan Ansor Serbaguna) untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama berlangsungnya acara.

    “Kami sangat bersyukur atas antusiasme yang luar biasa dari para santri dalam mengikuti acara ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi wahana silaturahim yang mempererat tali persaudaraan di kalangan santri,” ujar Mudzakki Mabrur S.H, pengisi acara dari Ponpes Al Fatah, yang turut hadir dalam acara tersebut.

    Laman: 1 2