Penulis: Sorban Santri

  • Kitab Nazham “Sejarah Besar Nahdlatul Ulama” Karangan KH. Abdul Halim Leuwimunding

    Kitab Nazham “Sejarah Besar Nahdlatul Ulama” Karangan KH. Abdul Halim Leuwimunding

    Mojokerto, Sorban santri. Com – Ini adalah naskah kitab yang berjudul “Sejarah Perjuangan Kiai Haji Abdul Wahhab” karangan salah satu pendiri organisasi Nahdtalul Ulama (NU) yang berasal dari Pasundan (Jawa Barat), tepatnya dari Leuwimunding, Majalengka, yaitu KH. Abdul Halim (1898-1972 M).

    Kitab ini ditulis dalam bahasa Melayu-Indonesia beraksara Arab (Jawi-Pegon) dalam bentuk nazhaman (puisi). Meski berjudul “Sejarah Perjuangan Kiyahi Haji Abdul Wahhab” (KH. Abdul Wahhab Hasbullah), namun kandungan kitab ini mengungkapkan sejarah besar pendirian dan perjuangan NU dari masa ke masa.

    KH. Abdul Halim Leuwimunding adalah salah satu murid terdekat dari KH. Abdul Wahhab Hasbullah (Tambak Beras Jombang), sekalus kader andalan beliau. Ketika ikut sama-sama membidani kehaliran NU pada tahun 1926 M di Surabaya, KH. Abdul Halim Leuwimunding menjadi salah satu pendiri termuda (selain KH. As’ad Syamsul Arifin, Asembagus Situbondo), sekaligus satu-satunya pendiri yang berasal dari Pasundan. Pada saat itu, KH. Abdul Wahhab Hasbullah menunjuk KH. Abdul Halim Leuwimunding sebagai katib tsani.

    Melalui kitab ini, sejarah organisasi Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah itu didedahkan oleh KH. Abdul Halim Leuwimunding dalam bentuk puisi secara runut, ringkas, dan kaya akan data serta informasi. Karena itu, keberadaan kitab ini menjadi sangat penting sebagai salah satu sumber utama sejarah besar NU yang langsung ditulis oleh salah satu pendirinya.

    Saya mendapatkan salinan naskah ini dari sahabat saya al-Fadhil Agus H. Muhammad al-Barra putra KH. Asep Saefuddin Halim, yang merupakan cucu dari pengarang kitab ini. Rencananya kitab ini akan dijadikan beliau sebagai bahan utama kajian disertasi doktoral beliau pada Departemen Filologi Universitas Padjadjaran Bandung.

    Pada kolofon, disebutkan penulisan kitab ini diselesaikan pada 12 September 1970 M (bertepatan dengan 11 Rajab 1390 Hijri). Kitab ini kemudian dicetak oleh Percetakan “Baru” yang terletak di Jalan Pajagalan 3, Bandung (Jawa Barat), dengan tebal 31 halaman. Tertulis di sana;

    ‎دافت إذن دي جيتاك ايني رواية # ياله تغكال دوابلاس ايتو تفات

    ‎سفتيمبر سمبيلان بلس توجوه فولوه # سيا مغهادف كجومباغ دغن سغكوه

    ‎مودهمودهان توهن ممبري منفعة # فدا رواية ايني يغ سيا سيغكات

    (Dapat izin dicetak ini riwayat # ialah tanggal dua belas itu tepat

    September Sembilan belas tujuh puluh # saya menghadap ke Jombang dengan sungguh

    Mudah-mudahan Tuhan memberi manfaat # pada riwayat ini yang saya singkat)

    Melihat tanggal penulisan kitab ini dalam tahun Hijriah, yaitu 11 Rajab 1390 H), tampaknya kitab ini ditulis untuk menyambut peringatan hari lahir NU yang ke-46. Organisasi NU sendiri diresmikan pada 16 Rajab 1344 Hijri (bertepatan 31 Januari 1926 Masehi).

    Dalam kata pengantarnya, KH. Abdul Halim Leuwimunding mengatakan jika banyak koleganya yang hendak mengetahui sejarah besar NU dari awal mula berdirinya, peran serta kiprahnya dalam perjuangan keagamaan Islam, kebangsaan Indonesia, serta kemanusiaan, hingga sampai pada tahun 1970 ketika karya ini ditulis dan NU sudah menjadi sebuah organisasi keislaman terbesar di Nusantara. Beliau menulis;

    ‎سيا بكين رواية فدا فوكويا # بياق تمان ايغين مغتاهوئييا

    ‎ايغين تاؤ اسال () برديرييا # هيغكا جدي فرتي بسارله ياتيا
    Sumber : https://www.facebook.com/1784976351/posts/10211145309226990/

    ‎ميلوروه سوده دي كنال ناميا # تيدأ اسيغ دونيا مغتاهوئييا

    ‎مكا يغ تيمفو برديري فرتاميا # هيا تيغكال يغ ميسيه امفات اوراغيا

    (Saya bikin riwayat pada poko[k]nya # banyak teman ingin mengetahuinya

    Ingin tau asal NU berdirinya # hingga jadi [se]perti besarlah nyatanya

    Menyeluruh sudah dikenal namanya # tidak asing dunia mengetahuinya

    Maka yang tempo berdiri pertamanya # hanya tinggal yang masih empat orangnya).

    KH. Abdul Halim Leuwimunding kemudian melanjutkan;

    ‎سيا يويون اياله دغن سعيران # بييار اناك2 تاؤ بركمبيرأن

    ‎مغتاهوئي علماء جارا برفيكير # مغتاهوئي تراديسي بهان فميكير

    ‎مورني تيدأ ترجامفور ايدي فنجاجه # سباب غرتي صفة منوسيا حرية

    (Saya susun ialah dengan si’iran # biar anak-anak tau bergembiraan

    Mengetahui ulama cara berpikir # mengetahui tradisi bahan pemikir

    Murni tidak tercampuri ide penjajah # sebab ngerti sifat manusia huriah [merdeka]).

    Dalam menulis kitab nazham sejarah besar NU ini, KH. Abdul Halim terlebih dahulu meminta izin dan restu dari KH. Abdul Wahhab Hasbullah (w. 1971 M) dan KH. Ahmad Syaikhu (w. ?), dan KH. Idham Cholid (yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PBNU). KH. Abdul Halim Leuwimunding menulis;

    ‎سيا مينتا اذن فا كياهي وهاب # سباب ايتو كورو سيا وقتو طلب

    ‎مينتا اذن فا شيخو ياله سبابيا # سباب سورابيا مولائي برديرييا

    ‎جوكا مينتا اذن ككتوا عموم # فا كياهي إدهام فيمفنان هارس معلوم

    (Saya minta izin Pak Kiyai Wahhab # sebab itu guru saya waktu tholab (belajar)

    Minta izin Pak Syaikhu ialah sebabnya # sebab Surabaya mulai berdirinya (NU)

    Juga minta izin ke ketua umum # Pak Kiyai Idham (Cholid) pemimpin harus maklum).

    Dikatakan oleh KH. Abdul Halim Leuwimunding, bahwa dalam menyusun kitab nazham sejarah besar NU ini, dirinya bersandar pada muktamar-muktamar NU yang hingga pada masa itu sudah berlangsung 24 kali. Kesemua (24) muktamar itu selalu dihadiri oleh beliau. Karena itu, sebaga macam perkembangan, perubahan, dan keputusan NU dari masa ke masa dapat diketahui dengan sangat baik oleh beliau.

    KH. Abdul Halim Leuwimunding wafat dan dikebumikan di tempat kelahirannya di Leuwimunding, Majalengka, pada 11 April 1972 M (bertepatan dengan 26 Safar 1392 Hijri). Beliau meninggalkan sebuah pesantren dan institusi pendidikan yang masih lestari hingga kini, yaitu Sabilul Chalim. Salah satu putra beliau, KH. Asep Saeful Halim, tinggal dan berkarir di Surabaya dengan mendirikan pesantren unggulan Amanatul Ummah. KH. Asep Saeful Halim pernah menjabat sebagai ketua PCNU Surabaya dan Ketua PERGUNU PBNU

    Sumber : https://www.facebook.com/1784976351/posts/10211145309226990/

    (Anwar sorban)

  • Ansor Banser Tetap Berpegang Pada PDPRT/PO Organisasi

    Ansor Banser Tetap Berpegang Pada PDPRT/PO Organisasi

    Mojokerto Sorbansantri. Com – Banyak yang bertanya kepada saya, apakah ada perpecahan anggota didalam tubuh Ansor Banser…??
    Saya jawab dengan tegas dan lantang TIDAK

    Tidak pernah ada perpecahan di tubuh NU, Ansor Banser maupun Banom dan Lembaga NU lainya.
    Yang ada hanyalah PERSPEKTIF yang berbeda,sehingga menimbulkan berbagai macam warna warni indah, yang memberikan keindahan bagai Pelangi yang menghiasi langit.

    Dan dengan adanya indikasi tersebut membuktikan bahwa organisasi kita Hidup dan Aktif karena adanya pergerakan.
    Sehingga Tiap Adanya Aksi Akan Ada Reaksi, dan itu sangat KEREN.

    Tapi yang perlu diingat dan jangan sampai terlupakan, Jalanan serta patuhi Peraturan PDPRT/PO Organisasi kita apapun itu organisasi nya.
    Karna PDPRT dan PO merupakan Dasar :serta pedoman sebuah Organisasi.

  • MENJADI INFOKOM BANSER HARUS PUNYA KRITERIA INI

    MENJADI INFOKOM BANSER HARUS PUNYA KRITERIA INI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com  – Infokom sangat diperlukan dalam organisasi kebanseran, karena banser yang telah komitmen dengan 1 komando dan 1 komandannya. Agar tidak salah melangkah dalam instruksi, pimpinan banser membutuhkan informasi baik dari internal ataupun external organisasi.

    Untuk itu personil Infokom harus mempunyai dedikasi yang tinggi serta loyalitas tanpa pamrih pada siapapun, baik organisasi maupun tokoh. Hal ini sangat diperlukan dikarenakan untuk menjaga kemurnian niat dan perjuangan banser.

    Apalagi dizaman yang serba digital ini, perkembangan informasi sangat cepat sehingga peranan infokom dalam kebanseran sangat vital untuk menanggapai permasalahan atau fenomena yang beredar.

    Mengingat peranan infokam yang begitu vital, diharapkan tiap-tiap anggota infokom harus mempunyai sifat Aktif, kreatif, serta responsif. Disamping itu juga harus gampang mengetahui, memahami, mengenali menyampaikan serta merahasiakan. (abi sorban)

  • BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam buku ASRENDIKLATNAS telah menulis tentang PARADIGMA BARU dalam SIKAP KeBanseran untuk Mengembangkan DISIPLIN dan DEDIKASI menuju DAYA JUANG agar mampu menyikapi perkembangan MASA dan WAKTU

    Catatan:
    Awal Niat Semangat terbentuknya SATUAN BANSER adanya Perkembangan situasi Sosial baik di ranah Kesatuan Bangsa dan Negara dan juga yang membahayakan pada keberadaan Jamiyah NU beserta para Ulama dan Kyai pada masa itu.

    Dengan tekad yang kuat GP Ansor membentuk BARISAN ANSOR SERBAGUNA yg berAfiliasi dengan semua komponen para Penjaga Keamanan Perdamaian serta Keadilan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia demi menghadapi akan tercabik- cabiknya Perjuangan Kemerdekaan yang telah di capai oleh perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam kancah keikut sertaanya BANSER menjadi catatan sejarah dalam menjaga Perdamaian dalam mengisi Kemerdekaan.

    Sejarah tersebut tertulis KUAT hingga sekarang. Hingga SATUAN BANSER menetapkan Landasan perjuangannya dalam bentuk kesatuan NIAT yang tertuang pada NAWA PRASETYA BANSER

    Waktu terus berjalan berbagai Situasi dan Kondisi silih berganti dan berkembang, dalam perkembangan tersebut Banser siap mengembangkan Sikapnya dengan peningkatan PARADIGMA-PARADIGMA BARU yang komprehensif agar ADA di setiap TANTANGAN Zaman

    Disinilah bukti kecintaan GP ANSOR pada Negara,Bangsa juga kepada para Tokoh masyarakat, Ulama dan Kyai di lingkungan jamiyah NU. BANSER sebagai GARDA NKRI kan selalu siap Mengabdi. (sorban-infokom)

     

  • Rijalul Ansor Pacet Gelar Dzikir dan Sholawat Bersama Jajaran Ranting

    Rijalul Ansor Pacet Gelar Dzikir dan Sholawat Bersama Jajaran Ranting

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com –  Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) pimpinan anak cabang Gerakan pemuda Ansor Kecamatan Pacet (GP ANSOR PAC PACET) gelar doa bersama bersama ranting jajaran.

    Bertempat di Mushollah Baitul Jannah Dusun Belor Desa KembangBelor, minggu (26/12/21) acara berjalan dengan penuh agenda. Dalam kegiatan ini tidak lupa dengan tawasul serta tahlil yang dipimpin oleh sahabat Dimyati dari ranting Kembangbelor.

    Serta pembacaaan manaqib yang dilakukan oleh seluruh jajaran ranting se Kecamatan Pacet dilanjutkan dengan pembacaan mahallul qiyam.

    Ketua RA Ansor Pacet Handika Rosadi menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antar jajaran ranting dan untuk berkoordinasi antar ranting. “Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi serta ramah tama antar jajaran (PAC GP Ansor Kecamtan pacet)”. Ungkap Handika.

    Khuluqul Muslim selaku tuan rumah dari kegiatan ini juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sahabat yang dapat hadir dalam acara dzikir dan sholawat yang menjadi agenda rutin dari LMDRA GP PAC Pacet.

    “Semoga dengan kehadiran menjadi berkah untuk kita bersama” ungkapnya. (erik LTN NU Pacet)

  • Mencetak Kader Pasukan Yang Elit Satkoryon Banser PAC Ngoro Gelar Latber PBB

    Mencetak Kader Pasukan Yang Elit Satkoryon Banser PAC Ngoro Gelar Latber PBB

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Demi mencetak kader pasukan yang elit di dalam lapangan maka di perlukan sikap sempurna terutama dalam baris berbaris, terutama ketika ada acara apel gelar pasukan, tidak cukup bermodal kerapian dalam tampilan saja melainkan harus di imbangi dengan kesempurnaan dan keserasian dalam berbaris, maka demi membentuk kader pasukan yang sesungguhnya,Satkoryon Banser Ngoro mengadakan latihan PBB (Pelatihan Baris Berbaris) yang di pandu langsung oleh anggota TNI pada setiap hari Minggu pagi di halaman kawasan candi jedong yang berada di desa Wotan mas Jedong.

    Dalam latihan bersama ini melibatkan semua unsur baik Satsus, Perwira maupun anggota Banser biasa.

    Adapun tujuan di adakannya latihan ini di harapkan bagi semua anggota bisa menimpa ilmu dalam hal baris berbaris dan lain sebagainya, walaupun dulu sudah pernah di ajarkan di dalam DIKLATSAR akan tetapi perlu kita asah lagi demi mengevaluasi diri kita pribadi di dalam baris berbaris, terang Kasatkoryon Banser PAC Ngoro sahabat Khoirul Jazil.

    Harapan di adakannya latber PBB ini agar supaya para anggota Banser PAC Ngoro bisa menambah ilmu di dalam hal baris berbaris, karena walaupun di wilayah Ngoro basisnya Banser dan banyak yang sudah tingkat perwira kita yakin kalau tidak kita asah lagi maka akan lupa dan salah ketika bertugas, mari kita manfaatkan latihan bersama ini dengan penuh sungguh sungguh. (Hasan)

  • Membangun Soliditas NU Brebes Pasca Muktamar Lampung

    Membangun Soliditas NU Brebes Pasca Muktamar Lampung

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh : H.M. Muhyidin,MH
    wp.sorbansantri.com – Perhelatan Akbar Muktamar NU ke 34 di Lampung paling dinanti oleh NU Brebes. Hajat besar nasional oleh PBNU bagi warga NU Brebes akan bisa menjawab bagaimana NU Brebes yang sebenarnya ? Tentu ukuran benar dan salah atau aspek legal standing suatu organisasi yang secara normatif harus dibuktikan dg SK. Kendatipun SK sudah diterbitkan oleh PBNU namun banyak anggapan yang muncul di masyarakat bawah (grass roots) ,bahwa SK itu bodong, palsu , tanda tangan scan dll.
    Sebagian besar masyarakat menunggu jawaban yang pasti adalah siapa yang akan menjadi peserta sah dalam Muktamar NU di Lampung. Peserta Muktamar NU di Lampung dari PCNU Brebes adalah H.Samsul Ma’arif selaku Ketua Tanfidziah, KH Labib Shodik selaku Rois Syuriah dan KH Nubkhatul Fikri mewakili Kyai Kultural NU Brebes. Beliau bertiga sebesar resmi sebagai peserta Muktamar delegasi dari PCNU Brebes.
    Karena itu Muktamar sebagai bukti dan fakta realita bahwa kekuatan SK sebagai legalstanding organisasi PCNU BREBES tidak bisa dianulir oleh surat keterangan ( Suket PWNU ) atau sebatas rekomendasi.
    Oleh karena itu, sesuai dengan instruksi dari PBNU yg mengharuskan NU dimanapun tempatnya dibutuhkan soliditas organisasi. NU sebagai ormas sosial keagamaan mengedepankan persatuan ummat dan ukhuwah nahdliyah sebagaimana termaktub dalam Qonun Asasi NU ( Mukodimah AD ART NU ) .
    PCNU BREBES sudah sah dan meyakinkan dengan kekuatan hukum formal serta bukti sebagai peserta Muktamar NU di Lampung Karena itu hembusan issue yang tidak bertanggung jawab yg menyatakan bahwa SK itu palsu dan bodong mestinya tidak diganti dengan isu lain yang kurang sehat.
    Mukhtamar ke 34 di Lampung adalah bukti kongkrit yang tidak bisa terbantahkan oleh alasan apapun sebgai jawaban yang meyakinkan bahwa kepemimpinan NU Brebes adalah sesuai SK PBNU.
    Oleh karena itu, Pasca Muktamar menjadi tanggung jawab organisasi utk mensolidkan seluruh MWC NU di seluruh Brebes dengan proses yg elegan sesuai dengan aturan organisasi. Adapun mekanisme Secara formal, PCNU BREBES bisa berkirim surat kepada seluruh MWC NU untuk mematuhi peraturan PBNU dan kembali membangun NU BREBES dengan remojong bahu mambahu dan apabila masih ada yg mbalelo dan tidak patuh terhadap keputusan PBNU, maka langkah yang dilakukan harus sesuai dengan AD/ART dan PO organisasi dan peraturan organisasi wajib di jalankan dengan sebelumnya melakukan langkah-langkah komunikatif. Tahapan berikutnya dengan surat peringatan sampai dengan pembekuan MWC utk dibentuk carateker dan harus melakukan konferensi MWC utk membentuk kepengurusan yg sah dan sesuai AD/ART.
    Hal ini harus kita lakukan, sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
    NU itu Jam’iyah ( organisasi ) bukan hanya jamaah ( kumpulan ), maka sistem, mekanisme dan prosedur organisasi sesuai dengan aspek yuridis organisasi kita jalankan dengan etika organisasi.
    Mari berkhidmah untuk NU Brebes, hilangkan fitnah untuk menjadikan NU berkah. Mari berorganisasi dengan tulus hati tidak dengan emosi agar mendapatkan ridlo Ilahi. (red)
  • Sejumput Tafsir Kekalahan Kyai Sa’id Agil Siradj

    Sejumput Tafsir Kekalahan Kyai Sa’id Agil Siradj

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ketika seseorang sufi telah mencapai “Maqom Kewalian”, maqom dimana seseorang benar benar mencintai dan dicintai Allah, maka umumnya ia berusaha menyembunyikannya dari pengetahuan manusia, bahkan terkadang ia melakukan hal hal yang secara tafsir agama dilarang hanya untuk menutupi Maqom Kewaliannya itu.
    Salah satu syarat paling penting mencapai Maqom itu adalah tidak ada rasa sombong sedikitpun dan sekecil apapun dalam hatinya, tidak boleh merasa sedikitpun paling baik dari makhluk Allah yang lainnya bahkan dari tumbuhan sekalipun dan tidak memiliki bisikan hati sekecil apapun untuk menyakiti dan merendahkan mahluk Allah.
    Sebagai seorang yang memiliki kedalaman ilmu ilmu agama, khususnya dalam bidang Tasawwuf saya menyakini bahwa Kyai Sa’id Agil Siradj, telah mendekati atau bahkan telah sampai ke Maqom itu.
    Saya menduga, karena nya beliau ingin menutupi maqomnya itu dari khalayak, dan menjaganya dengan cara menghilangkan penyakit hati yang paling membahayakan, yaitu kesombongan, merasa paling benar, dan kehendak menyakiti juga merendahkan siapapun.
    Saya memperkirakan Kyai Sa’id Agil Siradj telah mengetahui bahwa beliau akan kalah dalam pemilihan ketua tanfidhiyah PBNU, namun beliau tetap maju. Mengapa?
    Diantara Alasan paling utama adalah untuk menghilang penyakit hati itu. Sehingga Maqom Kewaliannya tetap bisa terjaga.
    Alasan lainnya, tapi bagi saya tidak penting, adalah untuk memberikan pembelajaran pada warga NU bahwa untuk “berjuang” itu harus “berjuang” dan bahwa perjuangan itu selalu harus dijalankan dengan hati yang bersih dan tulus.
    Terima kasih Abahku Guruku Kyai Sa’id Agil Siradj, saya mencintai panjenengan. Saya juga bangga menyaksikan kebesaran dan kedewasaan ber NU melalui panjenengan dan para kyai lainnya
    Wallahu A’lam. (AufArulminan)
  • Ketua Umum PBNU Terpilih 2021, Gus Yahya: Terima Kasih Guru Saya KH Said Aqil

    Ketua Umum PBNU Terpilih 2021, Gus Yahya: Terima Kasih Guru Saya KH Said Aqil

    SORBANSANTRI.COM
    Ketua Umum PBNU terpilih, Gus Yahya saat cium tangan KH Said Aqil (foto: NU Online)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com  – Selepas perhitungan suara, Gus Yahya menghaturkan ucapan terima kasih pertamanya kepada Kiai Said. Bagi dirinya, Kiai Said merupakan guru yang telah banyak memberikan pengalaman. “Paling awal saya haturkan terima kasih kepada guru saya, yang mendidik saya, menggembleng dan menguji saya tetapi juga membuka jalan untuk saya dan membesarkan saya yaitu prof dr KH Said Aqil Siradj,” tutur Gus Yahya, Jumat (24/12/2021).

    KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya secara resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Dalam penghitungan suara sebagai rangkaian Muktamar ke-34 NU yang digelar di Lampung, Gus Yahya meraih 337 suara, sedangkan, Kiai Said meraih 210 suara.

    Gus Yahya berujar, tak bisa mengganti secara penuh kebaikan yang diberikan oleh Kiai Said selama ini. Keberhasilan yang diperoleh PBNU pun, kata Gus Yahya, tak bisa dilepaskan begitu saja dari peran serta Kiai Said Aqil.

    “Saya tidak tahu apakah akan cukup umur saya untuk membalas jasa-jasa beliau. Kalau ada yang patut dipuji, beliau yang harus dipuji,” katanya. Dia juga mengucap syukur atas terselenggaranya rangkaian acara Muktamar NU ke-34 yang berjalan dengan sukses. Menurutnya, jalannya agenda ini amat dinikmati oleh para peserta.

    “Ini adalah salah satu nikmat NU yang terus dirasakan dari generasi ke generasi, kita berkeyakinan bahwa muktamar itu adalah sumber barokah bagi NU,” pungkasnya.(wal sorban)

  • 9 Ulama/Kiai Sepuh Terpilih sebagai AHWA Muktamar NU

    9 Ulama/Kiai Sepuh Terpilih sebagai AHWA Muktamar NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Pembahasan dan pengesahan Tata Tertib Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama telah selesai, Rabu 22 Desember 2021.
    Sidang pleno yang digelar di GSG UIN Raden Intan Lampung itu juga menyepakati mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan pemungutan suara atau voting.
    Sedangkan pemilihan Rais Aam dilakukan dengan mengusulkan 9 nama calon oleh setiap Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah. Kemudian, dari 9 nama yang diusulkan tersebut akan mencari 9 nama terbesar untuk menjadi AHWA (ahlul halli wal aqdi), dan dari 9 ulama yang terkumpul dalam AHWA akan menunjuk siapa Ulama yang diberi amanah menjadi Rais Aam PBNU.
    Sedangkan penentuan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dilakukan dengan cara pemilihan. Para calon akan memperebutkan dukungan dari pemilik suara, yakni PCNU, PCINU, PWNU, PBNU, dan badan otonom.
    Ketua SC Muktamar ke-34 NU M Nuh mengatakan, pemilihan AHWA dilakukan dengan membagi dalam enam kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 100 orang.
    “Jadi satu kotak besar kita bagi 100 sehingga 3,5 jam itu kita arahkan jam 5 sudah rampung menghitungnya,” kata dia.
    Berikut 9 Ulama yang terpilih sebagai AHWA:
    1. KH. Mustofa Bisri 494 suara;
    2. KH. Ma’ruf Amin 458 suara;
    3. KH. Miftachul Akhyar 395;
    4. KH. Dimyati Rais 503 suara;
    5. KH. TG. Turmudzi 403 suara;
    6. KH. Anwar Mansur 408 suara;
    7. KH. Nurul Huda 384 suara;
    8. KH. Buya Marbun 309 suara;
    9. KH. Zainal Abidin 272 suara.

    Berikut sahabat sorban melaporkan. (abi sorban)