Kategori: Internasional

liputan tentang peristiwa dan isu yang terjadi di seluruh dunia. Ini termasuk berita politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan berbagai topik lainnya yang mempengaruhi masyarakat global

  • Kekerasan Meningkat: Pemukim Israel Serang Desa-Desa Palestina di Tepi Barat

    Kekerasan Meningkat: Pemukim Israel Serang Desa-Desa Palestina di Tepi Barat

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Pemukim ilegal Israel kembali menyerang desa-desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki, seperti dilaporkan oleh kantor berita Wafa Palestina. Insiden kekerasan terbaru ini menambah panjang daftar serangan terhadap warga Palestina yang kian memperburuk situasi di wilayah tersebut.

    Di kota Deir Dibwan, sebelah timur Ramallah, pemukim Israel menyerang warga Palestina dengan melemparkan batu, melukai tiga orang. Serangan serupa juga terjadi di kota Huwara, selatan Nablus, di mana pemukim menyerang kendaraan-kendaraan Palestina, menyebabkan kerusakan dan menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk setempat. Selain itu, di bagian selatan, pemukim Israel mendirikan pos ilegal di tanah milik pribadi Palestina di timur Hebron, semakin memperparah ketegangan di kawasan tersebut.

    Sejak 7 Oktober, kekerasan di Tepi Barat yang diduduki terus meningkat dengan 548 warga Palestina tewas dan lebih dari 5.200 lainnya terluka akibat serangan oleh pasukan Israel dan pemukim. Insiden ini menyoroti kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk dan urgensi akan solusi damai yang komprehensif di wilayah tersebut. (AI Sorban)

    @beritasorban Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki kembali meningkat. Pemukim ilegal Israel menyerang desa-desa Palestina, melukai warga dan merusak properti. Di Deir Dibwan, sebelah timur Ramallah, tiga warga Palestina terluka akibat lemparan batu oleh pemukim. Insiden serupa terjadi di Huwara, selatan Nablus, di mana kendaraan Palestina diserang. Di timur Hebron, pemukim Israel mendirikan pos ilegal di tanah milik pribadi Palestina. Sejak 7 Oktober, 548 warga Palestina tewas dan lebih dari 5.200 terluka akibat kekerasan oleh pasukan Israel dan pemukim. Situasi ini menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Tepi Barat. #KekerasanTepiBarat #PemukimIsrael #Palestina #DeirDibwan #Huwara #Hebron #KonflikIsraelPalestina #WafaNews #KrisisKemanusiaan #fyp #foryoupage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Lima Proyektil Ditembakkan dari Zona Kemanusiaan Gaza, Kata Militer Israel

    Lima Proyektil Ditembakkan dari Zona Kemanusiaan Gaza, Kata Militer Israel

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Militer Israel mengumumkan bahwa lima proyektil ditembakkan dari daerah kemanusiaan di Gaza tengah pada hari Jumat. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui Telegram, tentara Israel menjelaskan bahwa dua dari proyektil tersebut jatuh di daerah terbuka, sementara tiga lainnya mendarat di dalam wilayah Jalur Gaza.

    “Ini adalah contoh lebih lanjut dari eksploitasi sinis infrastruktur kemanusiaan dan penduduk sipil sebagai perisai manusia oleh organisasi teror di Jalur Gaza atas serangan teroris mereka,” ujar militer Israel dalam pernyataan tersebut.

    Ketegangan di Gaza terus meningkat seiring dengan insiden terbaru ini. Militer Israel menyebutkan bahwa tindakan ini menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok teror di Gaza menggunakan zona kemanusiaan untuk melancarkan serangan, sehingga membahayakan nyawa penduduk sipil yang seharusnya dilindungi oleh kawasan tersebut.

    Belum ada laporan tentang korban jiwa atau kerusakan yang diakibatkan oleh serangan ini. Namun, insiden ini menambah panjang daftar serangan yang terjadi di kawasan tersebut, memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan yang sudah memprihatinkan.

    Sampai berita ini diturunkan, belum ada klaim tanggung jawab dari pihak manapun atas serangan proyektil ini. Pihak berwenang Israel dan kelompok-kelompok di Gaza terus saling menyalahkan atas eskalasi kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

    Perkembangan ini mengundang reaksi dari berbagai pihak yang menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan mencari solusi damai untuk menghentikan siklus kekerasan yang berkepanjangan. Sementara itu, komunitas internasional terus memantau situasi dengan penuh perhatian, mengingat dampak kemanusiaan yang sangat besar terhadap penduduk sipil di Gaza. (AI Sorban)

    Sorbansantri.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan update terkini bagi para pembaca.

    @beritasorban Pada hari Jumat, militer Israel melaporkan bahwa lima proyektil ditembakkan dari zona kemanusiaan di Gaza tengah. Dua dari proyektil tersebut jatuh di daerah terbuka, sementara tiga lainnya jatuh di dalam Jalur Gaza. Militer Israel menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan eksploitasi sinis infrastruktur kemanusiaan oleh organisasi teror di Gaza yang menggunakan penduduk sipil sebagai perisai manusia. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa atau klaim tanggung jawab dari pihak manapun. Ketegangan ini memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan di wilayah tersebut. Tetap ikuti perkembangan selanjutnya di SorbanSantri.com. #GazaCrisis #MiddleEastTensions #IsraelUnderAttack #CiviliansAtRisk #israelgazapio #cuteisraelgaza #israelgazalove ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Partai Buruh Inggris Berjanji untuk Mengakui Negara Palestina

    Partai Buruh Inggris Berjanji untuk Mengakui Negara Palestina

    Berita Video

    London, SorbanSantri.com – Partai Buruh oposisi Inggris telah berjanji untuk mengakui negara Palestina sebagai kontribusi untuk proses perdamaian baru. Komitmen ini dinyatakan dalam manifesto pemilihan Partai Buruh yang baru saja dirilis, yang berisi kumpulan kebijakan yang akan diberlakukan jika mereka berhasil membentuk pemerintahan berikutnya.

    “Kenegaraan Palestina adalah hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut,” tegas manifesto tersebut. Dalam dokumen tersebut, Partai Buruh menegaskan komitmennya untuk mengakui negara Palestina sebagai langkah penting menuju proses perdamaian yang baru. Mereka menggarisbawahi bahwa tujuan akhirnya adalah mencapai solusi dua negara, di mana Israel dapat hidup aman dan terjamin berdampingan dengan negara Palestina yang layak dan berdaulat.

    Pemerintah Inggris saat ini, yang dipimpin oleh Partai Konservatif, telah menyatakan sebelumnya bahwa Inggris dapat secara resmi mengakui negara Palestina sebelum akhir proses perdamaian. Mereka juga menekankan bahwa warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza harus diberikan “perspektif politik dari rute yang kredibel ke negara Palestina dan masa depan baru”.

    Langkah Partai Buruh ini dipandang sebagai usaha untuk memperbarui upaya internasional dalam mencapai perdamaian di Timur Tengah. Dengan mengakui kenegaraan Palestina, Partai Buruh berharap dapat mendorong dialog yang konstruktif antara Israel dan Palestina, serta memperkuat posisi Inggris sebagai mediator yang adil dalam konflik yang telah berlangsung lama ini.

    Sebagai salah satu partai politik terbesar di Inggris, langkah Partai Buruh ini kemungkinan akan menjadi salah satu isu utama dalam kampanye pemilihan mendatang. Dukungan mereka terhadap hak-hak Palestina diharapkan dapat menarik perhatian para pemilih yang peduli dengan isu-isu kemanusiaan dan perdamaian global.

    Para pengamat politik mencatat bahwa komitmen ini mencerminkan perubahan sikap yang signifikan dalam kebijakan luar negeri Inggris, dan dapat memiliki dampak besar terhadap dinamika politik di Timur Tengah. Apakah komitmen ini akan diterapkan jika Partai Buruh berkuasa, tentu akan menjadi hal yang menarik untuk ditunggu dan disaksikan. (AI Sorban)

    @beritasorban Berita penting datang dari Inggris. Partai Buruh, sebagai oposisi utama, baru saja berjanji untuk mengakui negara Palestina. Ini mereka sampaikan dalam manifesto pemilihan terbaru mereka. Partai Buruh menyatakan bahwa kenegaraan Palestina adalah hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina. Mereka berkomitmen untuk mengakui Palestina sebagai langkah penting menuju solusi dua negara, di mana Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan secara damai dan aman. Langkah ini berbeda dari kebijakan pemerintah Konservatif saat ini, yang menyatakan pengakuan bisa diberikan sebelum proses perdamaian berakhir. Dukungan Partai Buruh terhadap Palestina diharapkan bisa membawa perubahan signifikan dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. Tetap bersama SorbanSantri untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan ini. #PartaiBuruh #KenegaraanPalestina #PerdamaianTimurTengah #SolusiDuaNegara #HakPalestina #PerubahanLuarNegeri #PemiluInggris #DialogKonstruktif #MasaDepanBaru #SorbanSantri #fyp #foryoupagе ♬ suara asli – Sorban Santri
  • KTT Yordania: Surealisnya Mendengarkan Pidato Blinken tentang Gaza

    KTT Yordania: Surealisnya Mendengarkan Pidato Blinken tentang Gaza

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Ada sesuatu yang tidak realistis saat mendengarkan pidato Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, di KTT Yordania baru-baru ini. Blinken berbicara tentang bencana yang terjadi di Gaza, termasuk penghancuran rumah sakit dan sekolah serta kematian warga sipil dan keluarga-keluarga, seolah-olah semua itu tidak disebabkan oleh amunisi Amerika. Hal ini terjadi seakan-akan Amerika Serikat tidak memblokir setiap upaya gencatan senjata segera dan permanen dalam tiga bulan terakhir.

    Namun, kita semua belajar sekali lagi bahwa ketika berurusan dengan Amerika, mereka yang memegang kendali. Bagi Amerika, kekuatan mereka selalu benar, dan segala sesuatu yang lain salah, sampai Amerika mengeluarkan resolusinya sendiri dengan mempertimbangkan sejumlah poin dari negara-negara lain termasuk Aljazair, serta tampaknya Rusia dan Cina.

    Resolusi tersebut telah disahkan dan disambut oleh Hamas. Namun, Blinken terus menekankan bahwa sekarang hanya terserah Hamas dan semua orang perlu menekan Hamas untuk menerima gencatan senjata. Padahal kenyataannya, Hamas dan penduduk Gaza telah berusaha untuk gencatan senjata selama delapan bulan terakhir. Mereka sangat menginginkan perdamaian, lebih dari siapa pun, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

    Pidato Blinken yang seolah-olah mengabaikan peran Amerika dalam konflik ini, menyoroti ketidakadilan yang terus dirasakan oleh rakyat Gaza. Mereka yang tinggal di Gaza, termasuk Hamas, sangat mengharapkan gencatan senjata dan perdamaian, dan mereka telah menunjukkan kesediaan mereka untuk mencapai hal itu. Namun, tekanan internasional dan dinamika politik terus menjadi penghalang bagi tercapainya perdamaian yang sesungguhnya. (Marwan Bishara)

    @beritasorban Pesannya di KTT Yordania menggetarkan; Antony Blinken, Menteri Luar Negeri AS, menggambarkan konflik di Gaza. Namun, ada sesuatu yang surealis tentang mendengar Amerika bicara tentang keadilan. Mereka menekankan gencatan senjata, tapi apakah itu cukup? Hamas dan Gaza telah mati untuk perdamaian. Seharusnya tekanan tidak hanya kepada mereka. Tetapi, kita belajar lagi, dalam urusan Amerika, mereka yang menentukan arah. Resolusi telah disahkan, tapi pertanyaannya: apakah ini akan membawa perdamaian yang sejati? Keharapan Gaza adalah perdamaian, bukan konflik tak berkesudahan. Mari kita suarakan keadilan untuk semua pihak. #KTTYordania #AntonyBlinken #KonflikGaza #GencatanSenjata #Keadilan #Hamas #AmerikaSerikat #fyp #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Senjata AS Digunakan dalam Serangan Mematikan di Sekolah Gaza

    Senjata AS Digunakan dalam Serangan Mematikan di Sekolah Gaza

    Berita Video

    Gaza, Sorbansantri.com – Serangan mematikan di sebuah sekolah di Gaza yang dikelola oleh PBB kembali menyulut kontroversi global setelah terungkap bahwa senjata buatan Amerika Serikat digunakan dalam serangan tersebut. Bukti eksklusif yang diperoleh Al Jazeera menunjukkan bahwa bagian dari senjata yang digunakan dapat dilacak ke Honeywell, perusahaan profil tinggi berbasis di AS.

    Rincian Serangan

    Sekolah tersebut, yang berfungsi sebagai tempat penampungan bagi warga sipil yang terlantar akibat konflik, menjadi sasaran serangan udara oleh pasukan Israel. Serangan ini mengakibatkan puluhan korban jiwa, termasuk anak-anak dan wanita. Banyaknya korban sipil menambah deretan panjang tragedi kemanusiaan di wilayah tersebut.

    Bukti Eksklusif

    Tim investigasi Al Jazeera menemukan puing-puing senjata di lokasi kejadian dan berhasil melacak komponen senjata tersebut kembali ke Honeywell. Penemuan ini menunjukkan keterlibatan teknologi dan persenjataan AS dalam konflik Gaza, menimbulkan pertanyaan serius tentang peran Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung.

    Reaksi Internasional

    Penemuan ini memicu kecaman internasional, dengan banyak negara dan organisasi hak asasi manusia menyerukan penyelidikan lebih lanjut dan peninjauan kembali kebijakan ekspor senjata AS. “Penggunaan senjata AS dalam serangan yang menargetkan sekolah dan warga sipil tidak dapat diterima. Ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata seorang juru bicara dari Human Rights Watch.

    Tanggapan Honeywell dan Pemerintah AS

    Honeywell, dalam pernyataan resminya, menyatakan keprihatinan mendalam atas penggunaan produk mereka dalam serangan ini. Perusahaan tersebut menegaskan komitmen mereka terhadap kepatuhan hukum internasional dan menekankan bahwa produk mereka dijual melalui saluran resmi yang mematuhi regulasi pemerintah.

    Sementara itu, pemerintah AS belum memberikan komentar resmi terkait temuan ini. Namun, tekanan dari komunitas internasional semakin meningkat agar Washington mengevaluasi kembali kebijakan penjualan senjatanya, khususnya ke wilayah konflik.

    Dampak pada Konflik Gaza

    Serangan ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza. Sekolah-sekolah yang dikelola oleh PBB seringkali menjadi satu-satunya tempat perlindungan bagi warga sipil yang terlantar. Serangan terhadap fasilitas ini tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu akses terhadap pendidikan dan perlindungan dasar bagi anak-anak di wilayah tersebut.

    Penutup

    Penemuan senjata buatan AS dalam serangan mematikan di Gaza menambah kompleksitas konflik yang sudah lama berlangsung. Hal ini menggarisbawahi perlunya penyelesaian damai dan tanggung jawab internasional dalam meminimalkan dampak konflik terhadap warga sipil. Dunia menantikan tanggapan yang tepat dari pihak-pihak terkait untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. (AI Sorban)

    @beritasorban Serangan mematikan di sebuah sekolah Gaza yang dikelola oleh PBB mengungkap penggunaan senjata buatan Amerika Serikat. Bukti eksklusif Al Jazeera menunjukkan bahwa bagian dari senjata tersebut berasal dari Honeywell, perusahaan Amerika Serikat. Serangan ini mengakibatkan puluhan korban jiwa, termasuk anak-anak. Temuan ini memicu kecaman internasional dan menimbulkan pertanyaan serius tentang peran Amerika Serikat dalam konflik Gaza. Honeywell menyatakan keprihatinannya, sementara pemerintah Amerika Serikat belum berkomentar. Dunia kini mendesak penyelidikan lebih lanjut dan peninjauan kebijakan ekspor senjata Amerika Serikat untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. #SeranganGaza #SenjataAmerikaSerikat #Honeywell #TragediGaza #KonflikIsraelPalestina #SekolahPBB #HakAsasiManusia #AlJazeera #BeritaInternasional #fypシ゚viral #fyppppppppppppppppppppppp #breakingnews ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Tragedi di Nuseirat: Anak-Anak Jadi Korban Fatal Serangan Israel

    Tragedi di Nuseirat: Anak-Anak Jadi Korban Fatal Serangan Israel

    Berita Video

    Gaza City, 9 Juni 2024 wp.sorbansantri.com – Duka menyelimuti Gaza setelah serangan mematikan tentara Israel di kamp pengungsi Nuseirat. Menurut kementerian kesehatan Gaza, dari total 274 korban tewas, setidaknya 64 di antaranya adalah anak-anak yang tak bersalah. Selain itu, 57 wanita dan 37 orang tua juga menjadi korban jiwa dalam serangan tersebut. Total 798 warga Palestina dilaporkan terluka akibat serangan yang mengguncang jiwa itu.

    Angka kematian anak-anak yang begitu tinggi dalam serangan ini menjadi sorotan utama, menyebabkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas Gaza. Tragedi ini dianggap sebagai salah satu yang terburuk selama periode 24 jam dalam konflik berbulan-bulan di Gaza.

    Hadeel Radwan, 32 tahun, merangkum ketakutan yang dirasakan oleh banyak keluarga Gaza. Dia menceritakan momen menyedihkan saat melarikan diri dari serangan intens bersama putrinya yang masih berusia tujuh bulan. “Anak saya menangis, takut akan suara pesawat yang menembaki kami,” ujarnya dengan suara penuh duka.

    “Kami semua merasa bahwa kami tidak akan bertahan hidup. Pendudukan brutal ini tidak akan membiarkan kita hidup,” tambahnya dengan penuh kesedihan.

    Sementara dunia mengecam keras serangan Israel ini, warga Gaza terus berjuang untuk bertahan hidup di bawah tekanan dan ancaman yang tak kunjung reda.


    Berita ini menyoroti dampak tragis dari serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat, khususnya pada anak-anak yang menjadi korban tak berdosa. Semoga kedamaian segera menggantikan kekerasan di wilayah Gaza. (AI Sorban)

    @beritasorban Tragedi memilukan dari serangan di Nuseirat, Gaza telah mengguncang dunia. Dari 274 korban tewas, setidaknya 64 di antaranya adalah anak-anak yang tak bersalah. Ini adalah momen yang menyedihkan, ketika keluarga Gaza harus merasakan kehilangan yang begitu besar. Saat kita berkumpul dalam doa, mari bersama-sama mengutuk kekerasan dan menuntut perdamaian yang sejati. Kita harus berdiri bersama dengan Gaza, memberikan dukungan dan harapan dalam masa-masa gelap ini. Hentikan kekerasan, hentikan konflik. Semoga kedamaian segera menggantikan penderitaan di Gaza. Amin. #TragediNuseirat #KorbanAnakGaza #SeranganIsrael #HentikanKekerasan #DoaUntukGaza #fyp #breakingnews#fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Serangan Israel di Nuseirat Kurang Pencegahan, Kata Ahli Hak Asasi Manusia

    Serangan Israel di Nuseirat Kurang Pencegahan, Kata Ahli Hak Asasi Manusia

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Dalam perkembangan terbaru konflik di Gaza, para ahli hak asasi manusia mengecam serangan Israel terhadap wilayah Nuseirat, menyatakan bahwa langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi warga sipil tampaknya tidak diambil.

    Kenneth Roth, mantan direktur eksekutif Human Rights Watch dan profesor tamu di Universitas Princeton, menyampaikan pandangannya kepada Al Jazeera. Dia menyatakan bahwa sementara jumlah korban saat ini mencapai setidaknya 210 meninggal dunia dan lebih dari 400 terluka, belum ada rincian pasti tentang berapa banyak di antaranya adalah pejuang dan berapa banyak adalah warga sipil.

    Menurut Roth, keberadaan baku tembak membuat sulit untuk menarik kesimpulan pasti. Namun, ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil. Militer Israel, kata Roth, menyatakan bahwa mereka sengaja meluncurkan operasi penyelamatan pada siang hari untuk mengejutkan Hamas, yang cenderung beroperasi pada malam hari. Namun, keputusan ini berisiko bagi warga sipil.

    “Satu-satunya masalah dengan beroperasi di siang hari adalah bahwa warga sipil ada di sekitar. Dan beberapa bom jelas jatuh di atau berdekatan dengan pasar di al-Nuseirat yang dipenuhi orang,” jelas Roth.

    Dalam konteks ini, Roth menegaskan bahwa serangan siang hari dapat mengakibatkan jumlah korban sipil yang lebih besar daripada jika operasi dilakukan pada malam hari. Ini, menurutnya, bertentangan dengan tugas untuk mengambil semua tindakan pencegahan yang layak untuk melindungi warga sipil dari bahaya.

    Komentar Roth menyoroti urgensi perlunya melindungi warga sipil dalam konflik bersenjata, sambil menekankan pentingnya memastikan bahwa tindakan militer dilakukan dengan proporsionalitas dan kepatuhan terhadap hukum kemanusiaan internasional. (AI Sorban)

    @beritasorban Pandangan ahli hak asasi manusia tentang serangan Israel di Nuseirat menggugah kesadaran akan perlunya melindungi warga sipil. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Kenneth Roth, mantan direktur Human Rights Watch, menyoroti kekurangan tindakan pencegahan yang menyebabkan lebih banyak korban sipil dalam konflik Israel-Gaza. Saat ini, jumlah korban sudah mencapai setidaknya 210 tewas dan lebih dari 400 terluka. Serangan siang hari yang dimaksud untuk mengejutkan Hamas berisiko tinggi bagi warga sipil. Ini menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan terhadap hukum internasional dan perlunya solusi damai. Mari bersama-sama memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia dan menghentikan kekerasan di Gaza. #IsraelGazaConflict #HumanRightsWatch #NuseiratAttack #CivilianCasualties #ProtectCivilians #HumanitarianCrisis #WarCrimes #InternationalLaw #PeaceForPalestine #SaveGaza #fyp #breakup ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Protes Garis Merah: Ribuan Kecam Biden di Gedung Putih

    Protes Garis Merah: Ribuan Kecam Biden di Gedung Putih

    Berita Video

    wp.sorbansantri.com – Ribuan pengunjuk rasa yang menentang perang Gaza mengadakan rapat umum “garis merah” di dekat Gedung Putih pada akhir pekan ini, menyuarakan kemarahan mereka atas toleransi Presiden AS Joe Biden terhadap perang berdarah Israel di Gaza.

    Meneriakkan slogan “Dari DC ke Palestina, kami adalah garis merah,” para demonstran memegang spanduk panjang bertuliskan nama-nama warga Palestina yang tewas akibat serangan pasukan Israel. Perang yang telah memasuki bulan kesembilan ini terus menuai kontroversi dan kecaman internasional.

    Presiden Biden telah menghadapi kritik tajam karena mendukung tindakan sekutunya, Israel, dalam perang ini. Pada bulan Mei, Gedung Putih menyatakan bahwa serangan mematikan Israel terhadap Rafah tidak melewati “garis merah” yang tampaknya telah ditetapkan oleh Biden dua bulan sebelumnya ketika ia ditanya tentang potensi invasi ke kota Gaza selatan.

    Para pengunjuk rasa, hampir semuanya mengenakan pakaian merah sebagai simbol protes, membawa bendera Palestina dan tanda-tanda bertuliskan “garis merah Biden adalah kebohongan” dan “Membom anak-anak bukanlah pertahanan diri.” Mereka menuntut agar Biden dan pemerintahannya mengambil tindakan lebih tegas untuk menghentikan agresi Israel dan melindungi warga sipil Palestina.

    Dalam menghadapi demonstrasi ini, Gedung Putih meningkatkan keamanan dengan memasang pagar perimeter anti-skala tambahan. Demonstrasi ini menarik perhatian besar dengan banyaknya peserta yang datang dari berbagai negara bagian, seperti Maine dan Florida, menggunakan bus sewaan.

    Aksi protes ini menunjukkan betapa kuatnya solidaritas internasional terhadap Palestina dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan luar negeri AS terkait konflik Israel-Palestina. Para pengunjuk rasa bertekad untuk terus menekan pemerintah AS agar mengambil sikap yang lebih tegas dan adil dalam upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah. (AI Sorban)

    @beritasorban Ribuan pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul di dekat Gedung Putih untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap toleransi Presiden AS Joe Biden terhadap perang berdarah Israel di Gaza. Meneriakkan 'Dari DC ke Palestina, kami adalah garis merah,' mereka memegang spanduk dengan nama-nama warga Palestina yang tewas, mengutuk kebijakan Biden yang mendukung serangan Israel. Para demonstran, yang hampir semuanya mengenakan pakaian merah, membawa bendera Palestina dan tanda-tanda yang mengecam kebijakan Biden. Gedung Putih meningkatkan keamanan, sementara bus-bus sewaan membawa orang-orang dari berbagai negara bagian untuk bergabung dalam aksi ini. Protes ini menyoroti ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan luar negeri AS dan menunjukkan solidaritas global untuk Palestina. Mereka mendesak Biden untuk mengambil tindakan lebih tegas demi keadilan dan perdamaian di Timur Tengah. #ProtesGarisMerah #BidenToleransiPerang #SolidaritasPalestina #HentikanAgresiIsrael #KeadilanUntukPalestina #BomBukanPertahanan #fyp #fouryou ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Menlu RI: Utang Kemerdekaan Palestina Harus Dilunasi

    Menlu RI: Utang Kemerdekaan Palestina Harus Dilunasi

    Berita Video

    Sorbansantri.com -Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menegaskan bahwa ada satu utang yang belum dibayar oleh Indonesia, yaitu kemerdekaan Palestina. Hal ini diungkapkan dalam diskusi bertajuk ‘Road to Platinum Jubilee’ di Jakarta pada Kamis (6/6/2024). Menurut Retno, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina bukan hanya menjadi tanggung jawab politik, tetapi juga merupakan tanggung jawab sejarah bagi Indonesia, mengingat Indonesia adalah pemrakarsa dan tuan rumah pertama Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955, di mana Palestina adalah satu-satunya peserta KAA yang belum mencapai kemerdekaan penuh.

    Retno Marsudi menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina harus dilanjutkan dengan aksi nyata. Indonesia berkomitmen untuk terus membantu rakyat Palestina melalui berbagai jalur internasional seperti Mahkamah Internasional, OKI, dan PBB, serta meningkatkan bantuan kemanusiaan melalui UNRWA. “Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina bukan hanya menjadi tanggung jawab politik, tetapi juga merupakan tanggung jawab sejarah bagi Indonesia,” ujar Retno.

    Indonesia telah berhasil mendapatkan dukungan dari puluhan negara untuk kemerdekaan Palestina melalui upaya penggalangan dukungan di forum internasional seperti KAA. Namun, Retno menekankan bahwa perjalanan untuk melunasi utang tersebut belum selesai. Selain dukungan politik, Menlu Retno juga menyinggung pentingnya inklusivitas dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan global yang dihadapi oleh Palestina. Proses penanganan warga Palestina, termasuk cara mengeluarkan mereka dari Gaza, memerlukan waktu yang lama dan harus melalui persiapan yang matang.

    Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada 23 September 2020, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di KAA Bandung yang belum merdeka hingga saat ini. Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk terus mengupayakan kemerdekaan Palestina. “Indonesia perlu memastikan bahwa dukungan ini diikuti dengan aksi nyata yang dapat membantu mewujudkan kemerdekaan Palestina,” tegas Retno. (AI Sorban)

    @beritasorban Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menegaskan bahwa ada satu utang yang belum dibayar oleh Indonesia, yaitu kemerdekaan Palestina. Dalam diskusi 'Road to Platinum Jubilee', Retno menyatakan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina adalah tanggung jawab sejarah dan politik Indonesia. Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, Palestina belum mencapai kemerdekaan penuh. Indonesia telah mencicil utang ini dengan menggalang dukungan internasional dan memberikan bantuan kemanusiaan. Namun, Retno menekankan bahwa dukungan harus diikuti dengan aksi nyata. Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung kemerdekaan Palestina hingga terwujud sepenuhnya. #KemerdekaanPalestina #UtangSejarah #DiplomasiIndonesia #KAA #RetnoMarsudi #PalestinaMerdeka #BantuanKemanusiaan #Internasional #IndonesiaDukungPalestina #fyp #breakup #foryoupage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Arab Saudi Menghapus Nama Palestina dari Peta dalam Buku Teks Sekolah

    Arab Saudi Menghapus Nama Palestina dari Peta dalam Buku Teks Sekolah

    Berita Video

    Arab Saudi dilaporkan telah menghapus nama Palestina dari peta dalam buku teks sekolah, berdasarkan kurikulum pendidikan baru negara tersebut. Klaim ini dilaporkan oleh lembaga pemikir yang berbasis di Israel dan Inggris, IMPACT-se. Menurut laporan yang dilansir oleh New Arab pada Selasa (4/6/2024), kurikulum Saudi terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada buku teks dari tahun ajaran sebelumnya, termasuk dalam terminologi yang digunakan.

    Salah satu perubahan mencolok adalah dalam buku teks Studi Sosial dan Nasional 2023-2024, yang menggambarkan peta Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya. Namun, wilayah Palestina dibiarkan tanpa nama, berbeda dengan peta dalam buku teks tahun 2022. Selain itu, kata-kata yang dianggap “bermusuhan” dengan Israel telah dihapus dari beberapa teks dalam kurikulum. Istilah seperti “musuh” dan “musuh Zionis,” serta teks yang memperingatkan tentang ambisi Israel di wilayah tersebut dan upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka, juga telah dihapus.

    Menurut IMPACT-se, buku teks tersebut masih merujuk Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan sebagai ibu kota Palestina, bukan seluruh Yerusalem. Zionisme juga tidak lagi disebut sebagai “gerakan Eropa rasis,” dan bahasa lain yang sangat kritis terhadap Israel telah diubah. Secara keseluruhan, 21 kasus sentimen anti-Israel dalam buku teks lama telah dihapus dalam kurikulum baru ini.

    Perubahan ini diduga terkait dengan pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) yang berupaya menormalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv. AS awal bulan ini mengatakan bahwa mereka hampir mencapai pakta pertahanan dengan Arab Saudi, yang dapat membuka jalan bagi normalisasi hubungan dengan Israel. Meskipun demikian, Riyadh telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menjadi perantara hubungan dengan Israel sebelum negara Palestina diberikan, sesuatu yang ditolak oleh pemerintah sayap kanan Israel.

    Perkembangan ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam pendekatan Arab Saudi terhadap isu-isu regional dan hubungannya dengan Israel, yang dapat memiliki dampak signifikan pada dinamika politik di Timur Tengah. (AI Sorban)

    @beritasorban Perubahan ini diduga terkait dengan pembicaraan yang dimediasi AS untuk menormalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv. Meskipun AS hampir mencapai pakta pertahanan dengan Arab Saudi, Riyadh menegaskan tidak akan memediasi hubungan dengan Israel sebelum negara Palestina diberikan. Perubahan ini mencerminkan langkah besar dalam kebijakan Arab Saudi terhadap isu-isu regional. #SaudiPalestina #PetaPalestina #KurikulumBaru #IMPACTse #NormalisasiIsrael #TimurTengah #ArabSaudi #Edukasi #BeritaPendidikan #fyp #breakup #fypシ゚ ♬ suara asli Sorban Santri