Kategori: Lingkungan

Berita tentang isu lingkungan, perubahan iklim, keberlanjutan, dan upaya pelestarian alam.

  • PKB Mojokerto Laksanakan Penghijauan Ekologi di Jatirejo dan Jabung

    PKB Mojokerto Laksanakan Penghijauan Ekologi di Jatirejo dan Jabung

    Mojokerto – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto bersama Fraksi PKB dan Badan Otonom (Banom) PKB melaksanakan kegiatan penghijauan berwawasan ekologi dengan menanam bibit pohon di sejumlah wilayah, Minggu (21/12/2025).

    Kegiatan penghijauan tersebut dipusatkan di wilayah Kecamatan Jatirejo, tepatnya di Desa Gebangsari, serta kawasan Jabung. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak PKB se-Jawa Timur dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.

    Mengusung tema “Green Party Penanaman Bibit Pohon untuk Pelestarian Lingkungan Hidup”, kegiatan ini menjadi wujud komitmen PKB sebagai partai yang peduli terhadap keberlanjutan alam dan ekosistem.

    Perwakilan DPC PKB Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa penghijauan ekologi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta mengurangi risiko bencana akibat degradasi lingkungan.

    “Penanaman pohon ini merupakan bagian dari ikhtiar PKB untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperbaiki kondisi ekologi, khususnya di wilayah Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, para kader PKB, anggota fraksi, serta Banom PKB secara bersama-sama melakukan penanaman bibit pohon di area yang dinilai membutuhkan penghijauan. Jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kondisi lahan agar dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang.

    Aksi penghijauan ini juga menegaskan identitas PKB sebagai Green Party, yang secara konsisten mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui gerakan nyata di tengah masyarakat.

    DPC PKB Kabupaten Mojokerto berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam demi generasi mendatang.

  • Viral! Nelayan Kholid Berani Bongkar Dalang Pagar Laut Tangerang: ‘Ini Perjuangan Masyarakat yang Terinjak

    Viral! Nelayan Kholid Berani Bongkar Dalang Pagar Laut Tangerang: ‘Ini Perjuangan Masyarakat yang Terinjak

    Sorbansantri.com – Nama Kholid, seorang nelayan asal Serang, menjadi perbincangan hangat usai aksinya dengan lantang menolak keberadaan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang. Kholid tak hanya menuai pujian atas keberaniannya, tetapi juga atas prinsip dan alasan yang mendasari sikap tegasnya.

    Dalam sebuah unggahan di akun TikTok miliknya, @kholid.miqdar, Minggu (26/1/2025), Kholid menyampaikan alasan di balik keberaniannya berbicara blak-blakan terkait proyek yang ia nilai merugikan masyarakat kecil, khususnya nelayan.

    “Kita sebagai masyarakat sudah terlalu diinjak-injak. Bahkan diinjak di dataran paling bawah, sehingga sudah tidak ada lagi tempat bagi kami. Maka, ini loncatan tertinggi, meledak, viral,” ujar Kholid.

    Dia juga menegaskan bahwa keberaniannya bukanlah semata karena kemampuan dirinya sendiri, melainkan sebuah bentuk kehendak Tuhan untuk membantu masyarakat yang merasa terzalimi.

    “Ini kehendak Allah, mungkin ini cara Allah mendengar jeritan masyarakat yang terzalimi,” lanjutnya.

    Keteguhan Prinsip dan Keberanian Melawan Keserakahan

    Ketika ditanya alasan mengapa ia tak gentar memprotes pagar laut Tangerang, Kholid dengan santai menjawab, “Pertanyaan ringan,” sambil tersenyum.

    Menurutnya, segala sesuatu yang ada di muka bumi adalah milik Sang Pencipta. Baginya, tak ada alasan untuk takut menghadapi manusia lain, termasuk mereka yang ia anggap serakah dan rakus.

    “Selain Tuhan Yang Maha Esa (Allah), semua kekuasaan di muka bumi ini lenyap. Harta, ketenaran, kehebatan, semuanya punah. Yang saya hadapi adalah keserakahan dan kerakusan,” tegasnya.

    Lebih jauh, Kholid mengaku tak takut kehilangan nyawa akibat perjuangannya ini. Baginya, kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara.

    “Takut sama siapa? Hidup ini tidak selesai di dunia. Mati itu seperti telur menetas, kita pindah ke alam yang lebih luas,” ungkapnya penuh keyakinan.

    Penderitaan yang Telah Lama Dialami

    Kholid juga membagikan kisah perjuangannya melawan ketidakadilan yang dialami para nelayan sejak 2005. Ia mengungkapkan bagaimana proyek reklamasi di Teluk Jakarta, termasuk pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK 1), telah menimbulkan penderitaan bagi masyarakat pesisir Banten.

    Kala itu, ia bersama nelayan lainnya menggugat aktivitas penambangan pasir laut yang digunakan untuk reklamasi. Perjuangan mereka membuahkan hasil pada 2016, ketika gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dikabulkan, tepat di masa peralihan gubernur dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Anies Baswedan.

    “Waktu itu, alhamdulillah menang gugatan. Saya bisa nangkap ikan lagi,” kenangnya.

    Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Kholid kembali merasa ruang geraknya terbatas akibat adanya pagar laut di perairan Tangerang, yang ia klaim dibangun oleh korporasi besar.

    “Kalau lihat bangunan pagar itu, tidak mungkin dilakukan oleh orang tidak punya duit. Kalau ada yang percaya, ya perlu dibawa ke psikiater,” tegas Kholid.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pekerja yang memasang pagar tersebut mengaku diperintah oleh sebuah korporasi ternama di Jakarta.

    Simbol Perjuangan Nelayan

    Keberanian Kholid bukan hanya menjadi suara bagi dirinya sendiri, tetapi juga simbol perjuangan bagi para nelayan lain yang terdampak oleh proyek-proyek besar yang dianggap menyingkirkan hak masyarakat kecil.

    Dengan keyakinan yang kuat, Kholid berharap bahwa perjuangannya bisa membuka mata banyak pihak, sekaligus membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir. “Dunia ini hanya persinggahan, tapi keadilan harus ditegakkan di sini,” pungkasnya. (AI SorBan)

    @beritasorban Seorang nelayan asal Serang bernama Kholid mendadak viral karena aksinya yang berani menolak pagar laut di perairan Tangerang. Pagar sepanjang 30,16 kilometer itu dianggap merugikan para nelayan kecil. Kholid menyebut proyek ini didalangi korporasi besar dan merasa masyarakat kecil telah diinjak-injak haknya. Dalam sebuah video, Kholid mengaku tak takut melawan keserakahan, bahkan mempertaruhkan nyawanya. "Hidup di dunia ini cuma persinggahan," tegasnya. Sebelumnya, Kholid juga pernah memenangkan gugatan terkait reklamasi Pantai Indah Kapuk di tahun 2016. Namun kini, ia kembali menghadapi batasan ruang gerak akibat proyek pagar laut tersebut. Keberanian Kholid menjadi simbol perjuangan para nelayan yang mencari keadilan. "Ini cara Tuhan mendengar jeritan masyarakat kecil yang terzalimi," ujarnya. Apa pendapatmu soal perjuangan Kholid? #NelayanBerani #KeadilanUntukRakyat #FYP ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Laporan Terkini: Pohon Tumbang Akibat Hujan di Mojokerto

    Laporan Terkini: Pohon Tumbang Akibat Hujan di Mojokerto

    Sorbansantri.com, Sabtu, 21 Desember 2024 – Hujan deras yang mengguyur Mojokerto sejak pukul 15.30 WIB mengakibatkan tiga pohon tumbang di lokasi berbeda. Redaksi Sorban Santri menerima laporan dari tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) mengenai situasi tersebut. Hingga saat ini, belum ada personil BTB yang tiba di lokasi untuk penanganan langsung.

    Lokasi Pohon Tumbang:

    1. Pos Taman Mojosari
    2. Karang Diyeng, Kutorejo
    3. Stadion Gajah Mada

    Peristiwa ini menyebabkan gangguan akses jalan dan berpotensi menimbulkan bahaya, terutama bagi pengguna jalan. Tim BTB terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.

    Kondisi Cuaca Terkini: Hingga pukul 17.00 WIB, kawasan Pacet dilaporkan masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini diperkirakan dapat memicu kejadian serupa, termasuk banjir dan longsor di daerah rawan.

    Himbauan untuk Warga Mojokerto:

    • Hindari berlalu lintas di area rawan pohon tumbang saat hujan lebat.
    • Tetap berada di tempat yang aman dan jauhi area yang berpotensi berbahaya.
    • Laporkan segera kejadian darurat ke pihak berwenang atau tim tanggap bencana setempat.

    Tetap waspada dan prioritaskan keselamatan! SorbanSantri.com akan terus memberikan informasi terbaru terkait situasi ini. Mari bersama menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kita. (AI Sorban)

    @beritasorban Hari ini, Sabtu, 21 Desember 2024, hujan deras yang mengguyur Mojokerto sejak pukul 15.30 WIB menyebabkan tiga pohon tumbang di lokasi berbeda, yaitu Pos Taman Mojosari, Karang Diyeng Kutorejo, dan Stadion Gajah Mada. Kejadian ini menimbulkan gangguan akses jalan dan risiko bahaya bagi pengguna jalan. Hingga pukul 17.00 WIB, kawasan Pacet dilaporkan masih diguyur hujan lebat. Redaksi SorbanSantri.com mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari area rawan pohon tumbang, dan segera melaporkan kondisi darurat ke pihak berwenang. Mari bersama menjaga keselamatan dan terus pantau informasi terbaru hanya di SorbanSantri.com. #HujanDerasMojokerto #PohonTumbang #KewaspadaanBencana #CuacaEkstrem #sorbansantri #foryoupage❤️❤️ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • BANJIR PARAH DI MOJOKERTO: TIM BAZNAS TANGGAP BENCANA GERAK CEPAT DIRIKAN DAPUR UMUM

    BANJIR PARAH DI MOJOKERTO: TIM BAZNAS TANGGAP BENCANA GERAK CEPAT DIRIKAN DAPUR UMUM

    BERITA VIDEO

    Mojokerto, Rabu, 11 Desember 2024

    Sorbansantri.com – Banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter melanda tiga dusun di Kabupaten Mojokerto, yakni Dusun Bekucuk, Tempuran, dan satu dusun lainnya. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total. Kondisi ini mendorong tim BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto, bersama sejumlah lembaga dan komunitas relawan, bergerak cepat mendirikan dapur umum di Desa Salen, Kecamatan Bangsal.

    Dapur Umum Bersama: Titik Harapan Warga Terdampak
    Dapur umum ini menjadi tumpuan utama bagi ratusan warga terdampak. Dengan kebutuhan mendesak berupa sayur mayur dan lauk pauk untuk pelengkap 800 nasi bungkus, para relawan terus berjuang memenuhi kebutuhan pangan.

    “Kami fokus memastikan kebutuhan makanan warga terpenuhi. Saat ini, kebutuhan sayur dan lauk pauk untuk melengkapi nasi bungkus masih sangat diperlukan,” ujar Cak Goosey, salah satu personil BAZNAS Tanggap Bencana yang memimpin aksi ini.

    Sinergi Lembaga dan Relawan
    Aksi kemanusiaan ini tidak berjalan sendiri. BAZNAS Tanggap Bencana bersinergi dengan TAGANA, Welirang Community, LPBI NU Mojokerto, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan potensi relawan lainnya. Dengan armada yang terbatas, mereka bahu-membahu memastikan dapur umum berjalan optimal.

    Selain itu, cuaca cerah memberikan sedikit kemudahan bagi relawan dalam proses distribusi bantuan.

    Ajakan Peduli
    Cak Goosey juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi. “Bantuan sekecil apa pun sangat berarti. Warga di sini benar-benar butuh dukungan kita semua,” tambahnya.

    Bagi yang ingin membantu, dapat langsung menghubungi kontak BAZNAS Tanggap Bencana atau memantau pembaruan informasi melalui akun media sosial Sorban Santri di Instagram, Facebook, dan TikTok.

    Peran Media Sosial dalam Aksi Cepat Tanggap
    Media sosial menjadi jembatan utama untuk menyebarkan informasi dan menggalang bantuan. Akun Sorban Santri terus memberikan pembaruan terkini mengenai situasi lapangan dan kebutuhan mendesak.

    Mari bersama kita ulurkan tangan untuk meringankan beban warga terdampak banjir di Mojokerto. Setiap bantuan yang kita berikan, sekecil apa pun, akan menjadi harapan besar bagi mereka.

    @beritasorban Assalamualaikum, Sahabat Kemanusiaan. Mojokerto sedang dilanda banjir besar yang merendam tiga dusun, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Aktivitas warga lumpuh total. Saat ini, tim Baznas Tanggap Bencana bersama relawan lainnya telah mendirikan dapur umum di Desa Salen, Kecamatan Bangsal. Kami sangat membutuhkan dukungan Anda berupa sayur mayur dan lauk pauk untuk melengkapi 800 nasi bungkus setiap harinya. Cuaca cerah hari ini memberi semangat, tetapi kebutuhan mendesak harus segera dipenuhi. Mari bergandeng tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Salurkan bantuan atau ikuti informasi lebih lanjut melalui akun media sosial Sorban Santri. Karena bersama, kita bisa meringankan beban mereka. Terima kasih. Wassalamualaikum. #BanjirMojokerto #BaznasTanggapBencana #RelawanBersatu #DapurUmumBersama #PeduliSesama #nature #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • MWC NU Pacet Pimpin Gerakan Penyelamatan Lingkungan: Langkah Konkret Hadapi Ancaman Ekosistem

    MWC NU Pacet Pimpin Gerakan Penyelamatan Lingkungan: Langkah Konkret Hadapi Ancaman Ekosistem

    Berita Video

    Pacet, Mojokerto – Aktivitas manusia yang tidak terkendali mengancam keseimbangan lingkungan di Kecamatan Pacet. Pembuangan sampah sembarangan, perburuan satwa liar, dan perubahan fungsi lahan menjadi ancaman nyata yang merusak ekosistem di wilayah ini. Kondisi ini membuat banyak satwa yang dulunya mudah ditemui, kini tinggal cerita.

    Dalam kurun waktu 10-20 tahun terakhir, berbagai jenis satwa seperti serangga, burung, ikan, dan mamalia kecil semakin sulit ditemukan. Aktivitas memancing yang dulunya bisa dilakukan di sungai-sungai kini hanya bisa dilakukan di kolam komersial, karena sungai-sungai miskin satwa. Anak-anak yang mencoba bermain di sungai pun hanya menemukan onggokan sampah, membuat mereka lebih memilih bermain dengan perangkat android mereka.

    Polusi udara, tanah, dan air semakin menjadi pemandangan sehari-hari akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga daya dukung lingkungan. Perburuan liar dengan jaring, senapan, perangkap kimia, fisik, serta alat listrik untuk perburuan ikan semakin memperparah keadaan. Metode ini tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga membunuh satwa air secara massal.

    Ketidakseimbangan lingkungan ini berbahaya dan mengancam kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Udara yang tercemar dan air yang kotor merupakan ancaman langsung bagi kesehatan masyarakat. Sementara itu, hilangnya rantai makanan alami menyebabkan ledakan populasi serangga yang dapat merusak tanaman. Hilangnya predator alami seperti burung dan ular mengakibatkan penurunan kualitas produk pertanian dan meningkatkan risiko gagal panen.

    Langkah Konkret MWC NU Pacet

    Menyikapi situasi ini, MWC NU Pacet mengeluarkan rekomendasi konkret untuk mengatasi ancaman tersebut. Mereka mendorong desa-desa di Kecamatan Pacet untuk mengambil langkah-langkah berikut:

    1. Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik: Mengadakan program sosialisasi dan pelatihan kepada warga mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta mendaur ulang sampah.
    2. Pengawasan Ketat Terhadap Perburuan Liar: Melibatkan masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan aktivitas perburuan liar serta bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menindak pelaku.
    3. Pelestarian Fungsi Lahan: Menghentikan alih fungsi lahan di kawasan konservasi serta melakukan reboisasi dan penghijauan kembali pada lahan-lahan yang rusak.
    4. Pendidikan Lingkungan: Mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program sekolah dan kegiatan komunitas.

    MWC NU Pacet berharap rekomendasi ini tidak hanya diimplementasikan di Kecamatan Pacet, tetapi juga diadopsi oleh desa-desa lain di Kabupaten Mojokerto untuk menjaga keseimbangan lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

    Penulis: Imron Rosyadi

    @beritasorban MWC NU Pacet mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan lingkungan di Kecamatan Pacet dari ancaman kerusakan. Dengan polusi, perburuan liar, dan perubahan fungsi lahan yang merusak ekosistem, MWC NU Pacet mengeluarkan rekomendasi konkret untuk desa-desa di wilayah ini. Mereka menggalakkan pengelolaan sampah yang lebih baik, pengawasan ketat terhadap perburuan liar, pelestarian fungsi lahan, dan pendidikan lingkungan bagi masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem, menjaga kualitas hidup, dan melindungi kesehatan masyarakat. Bergabunglah dengan gerakan ini untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. #MWCNUPacet #LingkunganHidup #PelestarianAlam #PacetHijau #EkosistemSeimbang #GerakanHijau #StopPerburuanLiar #SelamatkanPacet #fyp #foryoupageofficiall #fypdongggggggg ♬ suara asli Sorban Santri
  • Ulil Abshar Abdalla: PBNU Siap Hadapi Perundungan Akibat Izin Tambang

    Ulil Abshar Abdalla: PBNU Siap Hadapi Perundungan Akibat Izin Tambang

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla mengakui bahwa NU saat ini menjadi sasaran perundungan karena menerima izin usaha pengelolaan tambang. Menurut Ulil, hal ini adalah risiko yang harus diterima, mengingat keputusan yang diambil untuk mengelola sumber daya alam. “Enggak apa-apa, itu bagian dari risiko, jer basuki mawa bea,” ujarnya dalam diskusi Fraksi PAN DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

    Ulil menyadari resistensi muncul karena aspek lingkungan yang menjadi isu penting saat ini. Meski perubahan iklim adalah isu besar, Ulil menolak pandangan yang menganggap pengelolaan batubara sebagai sesuatu yang najis. “Tambang itu anugerah Allah SWT untuk bangsa ini. Harus dikelola dengan baik, bukan dinajiskan,” tegasnya.

    PBNU juga telah membentuk perusahaan baru untuk mengelola tambang yang diberikan oleh pemerintah. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa ini adalah langkah kesiapan organisasi menerima konsesi pemerintah. Namun, nama badan usaha yang dibentuk belum diumumkan secara resmi. (AI Sorban)

    @beritasorban Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, mengakui bahwa Nahdlatul Ulama saat ini menghadapi perundungan dari berbagai kalangan akibat menerima izin usaha pengelolaan tambang. Menurut Ulil, ini adalah risiko yang harus diterima atas keputusan tersebut, karena tidak ada kenikmatan tanpa usaha keras. Ulil juga menolak pandangan yang menganggap batubara sebagai sesuatu yang najis, menyatakan bahwa tambang adalah anugerah Allah SWT untuk bangsa ini dan harus dikelola dengan baik. PBNU telah membentuk perusahaan baru untuk mengelola tambang yang diberikan oleh pemerintah, sebagai bagian dari kesiapan menerima konsesi. #IzinTambangPBNU #PBNU #UlilAbsharAbdalla #TambangBatubara #KrisisLingkungan #PerundunganPBNU #JerBasukiMawaBea #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • SMPN 216 Jakarta Klarifikasi Video Siswi Parodikan Makan Daging Anak Palestina

    SMPN 216 Jakarta Klarifikasi Video Siswi Parodikan Makan Daging Anak Palestina

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Video kontroversial yang memperlihatkan beberapa remaja wanita memparodikan makan daging, darah, dan tulang anak-anak Palestina telah memicu kemarahan di media sosial. Video tersebut, yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @chirenggs dan kemudian dibagikan ulang oleh akun @ratu.nyinyir.official pada Senin, 10 Juni 2024, memperlihatkan lima remaja wanita sedang makan di sebuah restoran cepat saji. Mereka menyebut hidangan mereka sebagai daging, darah, dan tulang anak-anak Palestina sembari tertawa.

    Klarifikasi dari SMPN 216 Jakarta

    Menindaklanjuti viralnya video tersebut, pihak SMPN 216 Jakarta merilis pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram sekolah pada Senin, 10 Juni 2024. Berikut adalah pernyataan lengkap dari SMPN 216 Jakarta:

    1. Kejadian Terjadi di Luar Jam Sekolah
      Kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah pada hari Minggu siang, 9 Juni 2024, setelah para remaja itu pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji.
    2. Bukan Peserta Didik SMPN 216 Jakarta
      Empat orang yang berada dalam video tersebut bukanlah peserta didik SMPN 216 Jakarta.
    3. Peran Peserta Didik SMPN 216 Jakarta
      Yang memvideokan, memposting, serta pemilik akun Instagram story tersebut merupakan salah satu peserta didik kelas 9 SMPN 216 Jakarta, yang juga teman dari para remaja dalam video.
    4. Sikap Sekolah
      Pihak sekolah sangat menyayangkan dan mengecam perilaku dalam video tersebut.
    5. Tindakan Sekolah
      Pihak sekolah sudah memanggil siswa yang bersangkutan beserta orang tuanya dan mendesak siswa tersebut untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan.
    6. Nilai Toleransi
      Pihak sekolah selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi.

    Demikian klarifikasi ini kami sampaikan.

    Reaksi Masyarakat

    Video tersebut memicu kemarahan luas di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan para remaja dalam video yang dinilai tidak memiliki empati dan menghina tragedi yang dialami anak-anak Palestina. Komentar-komentar pedas dan kritik tajam membanjiri berbagai platform media sosial, mengutuk perilaku tidak sensitif tersebut.

    Tindakan Lanjutan

    SMPN 216 Jakarta telah mengambil langkah-langkah untuk menangani situasi ini dengan memanggil siswa yang terlibat dan keluarganya untuk membahas masalah ini secara mendalam. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengedukasi siswanya mengenai pentingnya sikap toleransi dan menghormati sesama, terutama dalam konteks isu-isu sensitif seperti konflik Palestina.

    Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. (AI Sorban)

    @beritasorban Viral di media sosial, video memperlihatkan beberapa remaja wanita yang memparodikan makan daging, darah, dan tulang anak-anak Palestina di sebuah restoran cepat saji. Kejadian ini memicu kemarahan warganet. SMPN 216 Jakarta akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi. Mereka menyatakan bahwa empat remaja dalam video bukanlah siswa SMPN 216, tetapi pengunggah video adalah salah satu siswi mereka. Pihak sekolah mengecam keras tindakan ini dan telah memanggil siswi bersangkutan beserta orang tuanya. Mereka juga menekankan pentingnya sikap toleransi dan penggunaan media sosial yang bijak. Pihak sekolah meminta semua pihak untuk menjaga empati dan menghormati isu-isu sensitif seperti ini. #SMPN216Jakarta #ViralVideo #Klarifikasi #Toleransi #Empati #MediaSosial #foryou #fypシ゚ #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Nahdlatul Wathan Ditolak Izin Tambang: Keberpihakan Lingkungan Lebih Utama

    Nahdlatul Wathan Ditolak Izin Tambang: Keberpihakan Lingkungan Lebih Utama

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah (NWDI) memutuskan untuk tidak mendaftar Izin Usaha Pertambangan (IUP) meskipun pemerintah memperbolehkan ormas keagamaan mengelola usaha tambang. Ketua Umum Pengurus Besar NWDI, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, menegaskan bahwa organisasi ini sangat peduli terhadap dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan.

    Alasan Penolakan

    TGB Zainul Majdi menyatakan bahwa meskipun tujuan pemberian IUP kepada ormas keagamaan adalah baik, NWDI tidak memiliki rencana untuk mendaftar. “Kami tidak memiliki kemampuan dan manajemen untuk mengurus usaha pertambangan di Indonesia,” ujarnya dalam pesan suara kepada Tempo, Minggu (9/6/2024). Selain itu, TGB menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari maqashid syariah, yang merupakan tujuan utama syariat Islam.

    Kekhawatiran Lingkungan

    TGB menyoroti banyaknya masalah dalam industri pertambangan Indonesia, termasuk degradasi lingkungan dan gangguan ekosistem. “Yang kami lihat justru pascapertambangan itu daerah-daerah yang kaya dengan tambang tersebut menjadi bermasalah dengan lingkungan. Degradasi lingkungannya luar biasa dan ekosistem kehidupan sangat terganggu,” jelasnya.

    Kebijakan Pemerintah

    Presiden Jokowi telah mengizinkan ormas keagamaan untuk mengelola wilayah izin pertambangan khusus (WIUPK) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024. Namun, beberapa ormas keagamaan, termasuk NWDI, menolak kesempatan ini karena pertimbangan lingkungan dan kapasitas organisasi.

    Reaksi dari Ormas Lain

    Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) juga menolak mengajukan izin usaha pertambangan. Mereka menilai bahwa pengelolaan tambang tidak sesuai dengan misi keagamaan mereka dan khawatir tentang dampak lingkungan yang merusak.

    Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, mendukung keterlibatan rakyat dalam mengelola kekayaan alam tetapi memperingatkan bahwa mengelola tambang sangat kompleks dan dapat mengalihkan fokus ormas dari tugas utamanya dalam membina umat.

    Muhammadiyah belum menentukan sikap resmi terkait IUP, namun mengkritik pemberian izin tanpa proses lelang sebagai pelanggaran aturan. Mereka akan membahas lebih lanjut sebelum memutuskan.

    Langkah PBNU

    Sebaliknya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima tawaran IUP dan menjadi ormas keagamaan pertama yang mengajukan izin. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyatakan bahwa izin tambang adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan baik untuk mencapai tujuan mulia kebijakan tersebut.

    “Kami melihat sebagai peluang, ya segera kami tangkap. Wong butuh, mau bagaimana lagi,” kata Gus Yahya.

    Penutup

    Keputusan NWDI untuk menolak izin usaha pertambangan mencerminkan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial. Hal ini juga menjadi refleksi bagi ormas lain untuk menimbang dampak jangka panjang dari pengelolaan tambang terhadap lingkungan dan komunitas lokal. (AI Sorban)

    @beritasorban Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah (NWDI) menolak untuk mendaftar Izin Usaha Pertambangan (IUP) meskipun pemerintah telah memperbolehkan ormas keagamaan mengelola usaha tambang. Ketua Umum NWDI, TGB Zainul Majdi, menekankan bahwa organisasi mereka sangat peduli terhadap dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari maqashid syariah atau tujuan utama syariat Islam. NWDI menilai bahwa pengelolaan tambang sering kali menyebabkan degradasi lingkungan yang parah dan gangguan ekosistem, sehingga mereka memilih untuk tidak terlibat. Langkah ini mencerminkan komitmen NWDI terhadap pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial, menimbang dampak jangka panjang dari pengelolaan tambang. #NWDI #TGBZainulMajdi #IzinTambang #LingkunganHidup #OrmasKeagamaan #PertambanganIndonesia #DampakLingkungan #MaqashidSyariah #foryoupage❤️❤️ #fypシ゚viral #fypage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    wp.sorbansantri.com – Sebuah kejadian unik dan mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu, 18 Mei 2024. Empat bule wanita dengan mengenakan rok mini secara tidak sengaja masuk ke pondok pesantren tersebut, mengira bahwa tempat itu adalah sebuah hotel. Insiden ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan segera menjadi viral di media sosial setelah santri yang berjaga merekam video kedatangan mereka.

    Kyai Nasih Aschal, pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terkejut dengan kedatangan para turis tersebut. “Saya meminta semua orang, dimulai dengan pemerintah Israel, tetapi juga pemerintah Eropa tertentu, untuk tidak mengintimidasi para hakim, tidak mengancam mereka,” katanya.

    Dalam video yang beredar, salah satu wanita bule terlihat mengenakan rok mini dan topi, mengira bangunan pondok pesantren sebagai hotel. Kyai Nasih menjelaskan bahwa para turis tersebut tampak kebingungan dan keliru dengan tujuan mereka. Setelah komunikasi yang cukup panjang dan sulit karena perbedaan bahasa, akhirnya para bule tersebut memahami bahwa mereka salah tempat.

    “Benne (bukan) hotel, bukan hotel, mau ke mana? Biar saya antar,” tanya seorang santri.

    “The hotel is there (hotelnya di sana)?” tanya seorang bule perempuan sambil menunjuk ke arah utara.

    Kyai Nasih menyambut kehadiran para turis dengan sikap yang bijak dan menganggapnya sebagai pengalaman baru. Dia juga menjelaskan bahwa di kawasan Bangkalan memang jarang sekali ada turis yang berkunjung, apalagi mengetahui keberadaan ponpes tersebut. Menurutnya, para bule tersebut sedang mencari hotel namun karena melihat bangunan tinggi di area itu, mereka langsung menganggap bangunan tersebut adalah hotel.

    Kejadian ini menjadi fenomena menarik dan jarang terjadi, mengingatkan pentingnya menjaga dan menjelaskan identitas pondok pesantren kepada pengunjung dari luar. Pondok pesantren adalah tempat yang didedikasikan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam, bukan penginapan atau hotel.

    Kyai Nasih berpendapat bahwa kejadian ini juga membuka peluang untuk menjadikan pondok pesantren sebagai destinasi religi bagi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar negeri. Hal ini akan membantu memperkenalkan pondok pesantren dan tradisi lokal kepada lebih banyak orang.

    Kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi masyarakat umum agar lebih memahami perbedaan antara pondok pesantren dan hotel. Keberadaan bule wanita yang nyasar ke pondok pesantren ini mengundang perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Ini juga menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk saling menghormati dan memahami perbedaan budaya serta tradisi masyarakat setempat, guna mencegah kesalahpahaman dan insiden yang tidak diinginkan. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman. (AI Sorban)

    @beritasorban Empat bule wanita dengan rok mini tanpa sengaja memasuki Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, mengira tempat tersebut adalah hotel. Kejadian ini terjadi Sabtu malam dan menjadi viral di media sosial. Kyai Nasih Aschal, pengasuh ponpes, menyambut mereka dengan bijak meski ada kesalahpahaman. Para santri berhasil menjelaskan bahwa pondok tersebut bukan hotel. Insiden ini menarik perhatian publik dan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pemahaman budaya dan identitas tempat. #BuleNyasar #PonpesBangkalan #KyaiNasihAschal #ViralMadura #BudayaIndonesia #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Razia Miras di Kranggan: 15 Remaja Beratribut Gangster Diringkus Polisi!

    Razia Miras di Kranggan: 15 Remaja Beratribut Gangster Diringkus Polisi!

    Sorbansantri.com | Mojokerto

    Sebanyak 15 remaja dengan atribut gangster berhasil diringkus oleh petugas Satsamapta Polres Mojokerto Kota dalam sebuah operasi di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Mereka tertangkap tengah menggelar pesta miras yang digelar di sebuah warung pada Rabu (8/5).

    AKP Anang Leo Afera, Kasatsamapta Polres Mojokerto Kota, mengungkapkan bahwa petugas berhasil mengamankan tidak hanya botol-botel miras tetapi juga sejumlah atribut yang mirip dengan atribut gangster dari kantong belasan remaja tersebut. Diantaranya, selembar kain yang bertuliskan Team Guk Guk (TGG) Mjk.

    “Kami berhasil mengamankan remaja dengan atribut gangster yang tengah mabuk-mabukan di sebuah warung kopi,” ujar Anang Leo Afera.

    Setelah diperiksa, kelompok remaja ini ternyata masih berusia belia, dengan rata-rata merupakan pelajar SMP. Mereka berasal dari gabungan remaja Kota Mojokerto dan Sidoarjo. Dikarenakan usia mereka yang masih di bawah umur, petugas kemudian menyerahkan mereka ke Dinas Sosial Kota Mojokerto untuk proses asesmen dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

    Anang Leo menambahkan, “Kita telah membuat berita acara pemeriksaan tipiring dan kemudian menyerahkan mereka ke Dinsos untuk pembinaan lebih lanjut.”

    Dengan kejadian ini, diharapkan remaja dapat memperoleh pembinaan yang tepat untuk menghindari perbuatan yang melanggar hukum di masa depan.(AI Sorban)