Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • Buya Yahya Menerangkan Hukum Membuka Aib Suami di Pengadilan

    Buya Yahya Menerangkan Hukum Membuka Aib Suami di Pengadilan

    wp.sorbansantri.com – Dalam konteks hukum Islam, membuka aib suami kepada orang lain dianggap sebagai tindakan yang tidak diperbolehkan. Namun, bagaimana jika hal tersebut terkait dengan proses perceraian? Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal ini, yang diambil dari laman resmi YouTube Al-Bahjah TV.

    Menurut Buya Yahya, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sebab dari perceraian tersebut. Jika perceraian berkaitan dengan syariat yang mengharuskan pembukaan aib, sebaiknya hal tersebut ditangani dengan bijak.

    “Memang kalau kaum wanita susah, karena pria bisa saja langsung menjatuhkan cerai, sementara wanita harus membicarakannya. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa apa yang diungkapkan harus benar adanya dan hanya sebatas yang diperlukan untuk mencapai tujuan perceraian,” papar Buya Yahya.

    Buya Yahya menegaskan bahwa jika ada hal yang memang perlu disampaikan, maka hal tersebut harus disampaikan. Namun, ia juga mengingatkan untuk menghindari tuduhan perzinahan terhadap suami atau istri.

    “Tapi perlu diingat, mengatakan suami atau istri berzina sebaiknya dihindari. Gunakan kata-kata lain seperti ‘suami saya jarang menemui saya’ atau ‘saya jarang diajak berbicara’, dan lain sebagainya,” tambahnya.

    Buya Yahya juga memberikan contoh jika suami memang pezinah, istri tidak harus secara terang-terangan menyebutkan hal tersebut di pengadilan. “Gunakan alasan lain seperti ‘suami saya tidak berhubungan baik dengan saya dan sering menyakiti saya’,” jelas Buya Yahya.

    Ia menekankan bahwa tidak semua hal harus diungkapkan secara detail, terutama terkait dengan tuduhan perzinahan. “Sebaiknya panggil suami atau istri ke pengadilan terlebih dahulu sebelum mengungkapkan hal-hal yang sensitif seperti itu,” lanjutnya.

    Buya Yahya menyimpulkan bahwa membongkar aib terutama terkait dengan perzinahan adalah tindakan yang tidak baik dan sebaiknya dihindari dalam proses perceraian. (AI Sorban)

  • Perubahan Dukungan Gus Muhdlor ke Prabowo-Gibran Pasca OTT KPK

    Perubahan Dukungan Gus Muhdlor ke Prabowo-Gibran Pasca OTT KPK

    wp.sorbansantri.com – Ahmad Muhdlor Ali, yang lebih dikenal sebagai Gus Muhdlor dan menjabat sebagai Bupati Sidoarjo, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pemotongan intensif ASN. Sebelum terjerat kasus korupsi, Gus Muhdlor, yang sebelumnya adalah Sekretaris GP Ansor, awalnya mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pemilihan Presiden 2024.

    Namun, pada awal Februari, terjadi perubahan mendadak saat Gus Muhdlor mengumumkan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Alasannya adalah pasangan calon dari Koalisi Indonesia Maju tersebut dianggap layak untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan.

    Deklarasi dukungan tersebut dilakukan pada 1 Februari 2024 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Acara itu dipimpin langsung oleh ayah Gus Muhdlor, Gus Ali, yang juga merupakan pendiri dan pengasuh pondok pesantren tersebut.

    Gus Ali menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah berhasil dalam pembangunan negara dan bahwa kebijakannya penting untuk dilanjutkan. Ia secara terbuka menyatakan bahwa menurutnya hanya Prabowo Subianto yang mampu melanjutkan kepemimpinan Jokowi.

    Keputusan Gus Muhdlor dan ayahnya ini mengejutkan banyak pihak mengingat sebelumnya mereka terkait dengan PKB dan NU serta mendukung pasangan Anies-Muhaimin. Perubahan sikap ini diduga terjadi setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK di Sidoarjo pada Januari 2024. Hal ini juga terkait dengan pencarian KPK di rumah dinas Bupati Sidoarjo sehari sebelum deklarasi Prabowo-Gibran.

    Gus Muhdlor, sebagai pengurus Gerakan Pemuda Ansor, secara terang-terangan mengajak para pendukungnya untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran. Perubahan ini diinterpretasikan sebagai strategi untuk menghindari masalah terkait kasus korupsi yang sedang diselidiki oleh KPK, terutama karena keterkaitannya dengan PKB dalam Pilkada Sidoarjo 2020. (AI Sorban)

  • Aksi Demo Gaji 3 Juta, Bayar UKT 8 Juta

    Aksi Demo Gaji 3 Juta, Bayar UKT 8 Juta

    wp.sorbansantri.com – Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi demo di Gedung Rektorat pada Rabu (8/5). Mereka menuntut transparansi pihak kampus dalam menggolongkan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.

    Selain itu, mahasiswa menilai kenaikan UKT USU tidak wajar. Kenaikannya nyaris 40 persen.

    “Kenaikan UKT ini bisa dibilang sangat melejit di luar perkiraan,” kata Ketua BEM FISIP USU Mahogra Yuda Muyassar saat dikonfirmasi.

    “Kami mewajarkan ada kenaikan UKT tapi dengan angka yang hampir 40 persen naiknya ini enggak masuk akallah menurut kami,” kata dia.

    Selain itu, mahasiswa mengaku heran lantaran penggolongan UKT dinilai amburadul. Tak sesuai dengan data-data pribadi yang didaftarkan calon mahasiswa baru (maba).
    “Jadi banyak keluhan hampir 80 persen maba ragu untuk daftar ulang karena mereka merasa setelah mereka isi kok dapat UKT enggak sesuai dengan isian,” kata dia.

    “Karena ada keluhan. Contoh kemarin mereka sampaikan ke kami ortu yang laki-laki gaji Rp 2 juta dan ibunya gaji sejuta. Mereka lampirkan datanya. Tapi mereka dapat golongan UKT Rp 6 hingga 8 juta,” sambungnya.

    Ogra dan mahasiswa lainnya menilai penggolongan ini tidak sesuai dan asal-asalan.

    “Dari situ secara logis, enggak masuk akal,” jelaskan.

    Dalam aksi ini, ada sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dari seluruh fakultas.

    Murka ke rektor

    Dalam aksi ini, mahasiswa juga mengaku kesal terhadap rektor USU Muryanto Amin. Pasalnya, mereka mendapat informasi bahwa rektor pergi ke luar negeri jelang aksi demo.
    “Jadi isu ini awalnya kami fokus sama tuntutan UKT (enggak tuntutan soal turunkan rektor). Nah tapi di saat kami menggaungkan ada seruan aksi, kami dapat info mendadak bahwasanya rektor mendadak ke luar negeri,” katanya.

    “Tidak di sini. Dan bener bener h-1 itu. Kemarin tuh dia pergi kabarnya berangkat jam 4 sore, itu yang kami sesalkan. Kami jadi merasa beliau menghindar,” jelasnya.

    Kata USU

    Kepala Humas USU Amalia Meutia mengatakan keberangkatan Muryanto sudah dijadwalkan sejak pertengahan April 2024 lalu.

    “Kepergian rektor (untuk) dinas keluar negeri sudah dijadwalkan di pertengahan April 2024. Surat permohonan izin perjalanan dinas luar negeri dari USU ke Kementerian ditandatangani di tanggal 22 April 2024,” kata Meutia saat dikonfirmasi terpisah.

    Untuk itu, kata Meutia, kepergian Muryanto tidak mendadak seperti apa yang disampaikan oleh mahasiswa.

    “Jadi tidak benar jika dikatakan kepergian rektor melakukan perjalanan dinas keluar negeri mendadak, apalagi dengan alasan menghindari aspirasi mahasiswa,” jelasnya. (AI Sorban)

  • Haul ke-131, Syekh Nawawi Berkontribusi pada Peradaban Islam

    Haul ke-131, Syekh Nawawi Berkontribusi pada Peradaban Islam

    wp.sorbansantri.com – Jumat, 3 Mei 2024 Perayaan Haul ke-131 Syekh Nawawi Al Bantani menghadirkan momen bersejarah bagi umat Islam, khususnya di Indonesia. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pemerintahan ini menjadi panggung penghormatan terhadap sosok yang memainkan peran penting dalam sejarah keilmuan Islam Nusantara.

    Dalam sambutannya, Wakil Presiden KH. Maruf Amin menekankan betapa pentingnya kontribusi Syekh Nawawi Al Bantani sebagai transmitter atau penyambung pesan dari ulama terdahulu kepada generasi ulama berikutnya. “Beliau bukan hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diakui oleh negara-negara lain,” ujar KH. Maruf Amin.

    Menurut KH. Maruf Amin, peran Syekh Nawawi Al Bantani dalam menyambungkan sanad keilmuan adalah kunci penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pemahaman agama. Kontribusi beliau sebagai maestro keilmuan Ulama Nusantara diakui secara luas dan dihargai oleh para ulama dan kyai di Indonesia.

    Gus Kautsar, salah satu tokoh agama yang turut hadir dalam acara tersebut, melanjutkan perbincangan mengenai sanad keilmuan di pesantren. Menurutnya, Syekh Nawawi Al Bantani adalah figur yang sangat dihormati dalam jaringan keilmuan di Indonesia. “Setiap kyai dan ulama di Indonesia memiliki sanad keilmuan yang tersambung kepada beliau,” jelas Gus Kautsar.

    Acara Haul ke-131 Syekh Nawawi Al Bantani tidak hanya menjadi ajang peringatan atas jasa-jasa beliau dalam mengembangkan ilmu agama, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang dan memperkuat warisan keilmuan yang telah diwariskan oleh beliau kepada generasi-generasi selanjutnya. Wallahu a’lam. (AI Sorban)

  • MUI Desak ICC Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

    MUI Desak ICC Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

    wp.sorbansantri.com – Jakarta, 3 Mei 2024 Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk tidak ragu dalam mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kejahatan kemanusiaan yang dinilai luar biasa biadab yang dilakukan oleh Netanyahu terhadap rakyat Palestina.

    Menurut Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, ICC harus menunjukkan keberanian dan integritasnya sebagai lembaga hukum internasional dengan mengeluarkan surat penangkapan tersebut. “Mari kita tunggu apakah ICC masih punya nyali atau tidak. Jika tidak, maka ICC tidak lagi berhak untuk dipercaya sebagai Mahkamah Pidana Internasional, dan kita meminta kepada masyarakat dunia supaya mahkamah tersebut dibubarkan saja,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

    Anwar juga menegaskan bahwa proses penangkapan Netanyahu tidak perlu dilakukan melalui proses panjang. Israel, menurutnya, telah melakukan tindakan genosida yang mengerikan terhadap rakyat Palestina dengan jumlah korban mencapai ribuan jiwa. “Ini jelas-jelas merupakan tindakan genosida yang ditujukan oleh Benjamin Netanyahu untuk menghancurkan seluruh atau sebagian dari rakyat Palestina,” tegas Anwar.

    Dia juga menyoroti kekhawatiran bahwa ICC mungkin tidak berani mengeluarkan surat penangkapan tersebut karena tekanan dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Anwar menilai hal ini akan menggadaikan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh ICC.

    Sementara itu, Israel disebut semakin resah dengan kemungkinan dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh ICC terhadap Netanyahu dan pejabat penting lainnya. Hal ini tercermin dari upaya diplomatik yang dilakukan Netanyahu, termasuk meminta bantuan dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar dapat menghindari penangkapan tersebut.

    Meskipun AS telah menegaskan bahwa mereka tidak mendukung penyelidikan ICC terhadap Israel, MUI bersama dengan banyak pihak di dunia internasional terus mendorong agar keadilan dan kemanusiaan tidak terkompromi dalam kasus ini. Wallahu a’lam. (AI Sorban)

  • KHR. As’ad Syamsul Arifin, Wali Qutub dari Situbondo

    KHR. As’ad Syamsul Arifin, Wali Qutub dari Situbondo

    wp.sorbansantri.com – Tidak ada yang menyangka, ternyata Mursyid 13 thariqah dan ulama besar NU ini adalah seorang Wali Qutub (pimpinannya para wali). Berikut adalah kesaksian dari Kyai Mujib, putera KH. Ridwan Abdullah pencipta lambang NU.

    Kyai As’ad laksana samudera tak bertepi. Beliau semakin didekati kian bertambah tidak kelihatan. Saya sangat berpengalaman. Bahkan saya pernah mencium seluruh tubuhnya, kecuali yang memang tidak boleh.

    Setelah saya pijat selama hampir 3 jam, beliau tertidur sangat pulas. Saya ciumi sekujur tubuhnya, dari ujung kepala sampai telapak kaki. Saya tidak mendapatkan bau apa-apa. Sampai hati saya berkata, “beliau ini ada atau tidak ada? Apakah ini orang yang dikatakan sudah berada di maqam fana?”

    Hampir 20 tahun saya hidup bersama beliau. Tambah dekat dan tambah lama, semakin tidak kelihatan, sulit ditebak. Saya baru diberi tahu dan mengerti, baru yakin siapa beliau ini, setelah saya sampai di Madinah tahun 1987 saat ditunjuk sebagai petugas haji oleh pemerintah. Sebelum berangkat haji, saya pun minta izin ke beliau.

    “Pak Mujib, pergi haji Sampean ini sunnah tapi sampai (datang) ke Haramain tahun ini wajib (fardhu kifayah). Kalau Sampean tahun ini tidak datang ke tanah Haram, dosa Sampean besar,” kata Kyai As’ad.

    “Kenapa?” tanyaku.

    “Jawabnya nanti di sana, bukan di sini,” kata Kyai As’ad.

    “Namun Sampean jangan berkecil hati. Sampean saya pinjami ijazah. Setelah pulang, ijazah tersebut harus dikembalikan. Tidak boleh dipakai terus,”

    “Kalau saya sudah hafal bagaimana, Kyai?” tanyaku.

    “Ya terserah, kalau Sampean jadi bajingan,”

    Sampai larut malam, saya tidak diperbolehkan pulang. Saya disuruh pulang besok pagi. Tapi ijazah itu, tidak ‘dipinjamkan’ sampai saya tertidur. Ternyata, dalam tidurku itu saya ditalqin ijazah. Lalu saya ditanya apakah masih punya wudhu. Saya jawab, masih punya. Baru kemudian saya ditalqin.

    Menjelang Shubuh saya pun terbangun. Ternyata di bawah bantal ada secarik kertas yang ditulis oleh Kyai As’ad. Bunyinya persis seperti ijazah dalam tidur tadi. Mungkin beliau takut saya lupa.

    Setelah saya pulang dari haji, beliau sudah ada di rumah saya ingin mengambil ijazah itu.

    “Saya tidak minta oleh-olehnya, Pak Mujib. Hanya saja ijazah itu harus dikembalikan,” kata Kyai As’ad. Mungkin, ijazah itu takut disalahgunakan.

    Alhamdulillah saya berhasil menunaikan ibadah haji. Ada beberapa peristiwa yang saya alami, yang hanya bisa saya ceritakan kepada Kyai As’ad. Semuanya saya ceritakan. Lalu saya bertanya:

    “Ada satu Kyai, yang menyangkut Panjenengan,”

    “Lho, sampean ke sana mau ngurus saya juga ya?” tanya Kyai As’ad dengan nada marah.

    Saya pun dimarahi oleh beliau. “Sampean ke sana dengan saya pinjami ijazah segala, jadi ngobyek saya juga ya? Kurang ajar Sampean ini!” katanya agak marah.

    “Ya tidak begitu, Kyai. Masa saya sudah ikut Panjenengan hampir 20 tahun, kok tidak tahu siapa sebenarnya Panjenengan?” jawabku.

    “Lha iya, Sampean ngobyek, ingin tahu saya. Apa hasilnya?”

    “Saya disuruh membacakan ayat di hadapan Panjenengan!”

    “Ayat apa?” tanya Kyai As’ad.

    “Ayat al-Quran. Dengan syarat, kalau Panjenengan mau. Kalau tidak mau ya tidak usah!” jawabku.

    “Mana ada kyai yang tidak mau dibacakan al-Quran? Gila Sampean ini!” kata Kyai As’ad.

    “Lha wong ‘Bos’ di sana bilang begitu, Kyai,” kata saya melucu.

    Ceritanya, sewaktu di tanah Haramain saya bertemu ‘Bos’. Kata Bos: “Kalau Kyai As’ad tidak mengaku siapa sebenarnya beliau, bacakan ayat ini. Dengan catatan beliau harus mau.”

    “Kalau tidak mau, ya saya tidak akan pernah tahu siapa Kyai As’ad,” jawabku. Karena itu saya pun mendesak ‘Bos’ itu.

    Lalu ‘Bos’ berkata: “Ya… tidak maunya itu ngakunya!”

    Saya lalu membacakan ayat yang dimaksud di hadapan Kyai As’ad:

    ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪًﺍ

    “Maka bagaimana jika Kami mendatangkan saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka?” (QS. an-Nisa ayat 41).

    Belum selesai saya membaca ayat tersebut, beliau menangis sejadi-jadinya, menjerit sampai bercucuran air mata. Inilah pengakuan yang tidak bisa dihindari. Saya tembak di tempat dengan resep ‘Bos’ tadi. Ya, jangan tanya siapa ‘Bos’ tersebut.

    Saya tunggu. Beliau nangis hampir satu jam, itu pun masih terisak-isak seperti anak kecil. Lalu saya diajak salaman. Ketika saya mau mencium tangan beliau, tidak diperbolehkan.

    “Kali ini Sampean tidak saya izinkan mencium tangan saya,” kata Kyai As’ad masih dalam keadaan terisak.

    Saya pucat. “Wah, haji saya kali ini mardud (tertolak),” begitu dalam benak saya. Mengapa? Sebab saya telah membuka rahasia besar, yang di dunia ini orangnya hanya satu. Wali Quthub ini, di dunia hanya satu. Itu rahasianya saya buka, walaupun saya disuruh ‘Bos’.

    “Pak Mujib, apa Sampean tidak keberatan belas kasihan sama saya. Saya minta belas kasihan Sampean. Saya minta belas kasihan Sampean agar jangan sampai ngomong kepada orang lain selama saya masih hidup, siapa diri saya ini!” Pinta Kyai As’ad kepadaku.

    Kagem Panjenengan”ipun, LahumAlFatihah

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {١} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٢} الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {٣} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {٤} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {٥} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {٦} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {٧}

    اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ

    وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ في كل لمحة ونفس بعَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

  • Pria China 4.600 Ponsel, Bisnis Penonton Palsu Live Streaming, Dihukum Penjara

    Pria China 4.600 Ponsel, Bisnis Penonton Palsu Live Streaming, Dihukum Penjara

    wp.sorbansantri.com – Seorang pria di China telah menciptakan sensasi dalam dunia live streaming dengan tindakan yang sangat tidak masuk akal. Dengan mengoperasikan tidak kurang dari 4.600 ponsel, pria ini berhasil meningkatkan jumlah penonton dalam video live streaming secara drastis. Kehebohan ini tidak hanya mencuat karena angka yang fantastis dari jumlah ponsel yang digunakan, tetapi juga karena dampak ekonomi yang signifikan yang dihasilkannya.

    Pada Selasa, 7 Mei 2024, media detikFinance dari SCMP melaporkan bahwa pria tersebut berhasil menghasilkan uang sebesar US$ 415.000 atau sekitar Rp 6,6 miliar hanya dalam waktu kurang dari 4 bulan. Namun, bisnis yang dilakukannya ternyata tidak legal. Hasil investigasi mengungkap bahwa pria ini menggunakan ponsel-ponsel tersebut untuk menambah jumlah penonton secara tidak wajar, dengan mengirimkan sinyal palsu ke server live streaming yang membuatnya terlihat seolah-olah ada ribuan penonton yang aktif.

    Laman: 1 2

  • Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    wp.sorbansantri.com – Ketegangan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis telah memunculkan sorotan baru dalam ranah hiburan Indonesia, menyoroti isu sensitif tentang penggunaan anak dalam konten media sosial. Konflik ini, yang awalnya terjadi karena perbedaan pandangan tentang batasan penggunaan anak dalam konten, akhirnya mengakibatkan retaknya rumah tangga mereka. Namun, di balik drama perceraian ini, terselip hikmah yang mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan anak di era digital.

    Perdebatan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis mencerminkan dilema yang lebih besar dalam industri konten digital, di mana penggunaan anak dalam konten media sosial seringkali menjadi kontroversi. Ryan, yang dikenal sebagai advokat anak, menegaskan pentingnya menghormati hak anak untuk privasi dan perlindungan dari eksploitasi. Sementara itu, Ricis cenderung melihat anak sebagai alat untuk popularitas dan pendapatan.

    Laman: 1 2

  • Tutupnya Pabrik Sepatu Bata Memunculkan Gelombang Nostalgia di Media Sosial

    Tutupnya Pabrik Sepatu Bata Memunculkan Gelombang Nostalgia di Media Sosial

    wp.sorbansantri.com – Pabrik Sepatu Bata yang telah menjadi bagian dari pemandangan Purwakarta selama 30 tahun terakhir akhirnya ditutup. Keputusan ini, diumumkan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEK), telah mengundang sorotan luas. Namun, yang paling mencolok adalah gelombang nostalgia yang muncul di kalangan netizen, khususnya mereka yang merasa terhubung dengan merek ini sejak masa SD.

    Berita penutupan ini menyentuh hati banyak orang, karena Sepatu Bata bukan hanya sekadar sepatu biasa. Merek ini adalah bagian tak terpisahkan dari kenangan masa kecil bagi banyak orang. Setiap pasang sepatu Bata mewakili lebih dari sekadar alas kaki; ia mengingatkan pada petualangan, persahabatan, dan belajar di masa sekolah dasar.

    Desain yang sederhana namun elegan, serta kualitas yang teruji, menjadikan sepatu Bata pilihan favorit di kalangan pelajar. Terlebih lagi, setiap awal tahun ajaran baru, sepatu Bata menjadi simbol kebanggaan bagi banyak anak-anak. Mereka tidak hanya merasa siap untuk belajar, tetapi juga merasa bangga dengan langkah mereka yang diawali dengan sepatu Bata.

    Laman: 1 2

  • Kecanduan Game Online: Kakak Beradik di Jember Terjebak dalam Labirin Gangguan Jiwa

    Kecanduan Game Online: Kakak Beradik di Jember Terjebak dalam Labirin Gangguan Jiwa

    wp.sorbansantri.com – Dua kakak beradik dari Jember, Erna (17) dan Syahrul (15), mengalami nasib tragis setelah terjerat dalam lingkaran kecanduan game online yang menghantui. Kedua remaja tersebut, yang dulunya penuh semangat dan keceriaan, kini terjerat dalam kondisi yang memprihatinkan, terkena gangguan jiwa yang mengubah hidup mereka secara drastis.

    Kecanduan game online telah menyebabkan Erna dan Syahrul terperangkap dalam pola perilaku yang merugikan, di mana mereka menghabiskan waktu berjam-jam tanpa henti di depan layar hape, mengabaikan segala hal yang seharusnya lebih penting dalam kehidupan mereka. Bahkan, kecanduan ini telah mengakibatkan mereka kehilangan identitas diri, tidak lagi mengenali keluarga dan lingkungan sekitarnya.

    Kondisi kesehatan mental keduanya semakin memburuk, dengan gejala depresi berat yang menghantui setiap langkah mereka. Sang ibu, Komariah, merasakan kepedihan yang mendalam melihat anak-anaknya mengalami penderitaan ini. “Sudah gak kenal saya. Dia bilang siapa kamu? Saya Ibu mu, dia bilang gak punya Ibu. Ke bapaknya juga gitu, dia udah tidak kenal,” ujarnya dengan kesedihan yang mendalam.

    Laman: 1 2 3