Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.

    Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.

    Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.

    Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.

    Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya

    Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.

    Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Mojokerto.Sorbansantri. Com – Memasuki bulan suci Ramadhan banyak warga melakukan sedekah desa maupun dusun terutama di bulan ruwah ini banyak tradisi atau budaya daerah yang menyelenggarakan kegiatan sedekah bumi atau sejenisnya.

    Seperti pada Jum’at (18/03/2022) di Dusun Sukorejo, Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto yang bertempat di halaman rumah kepala Dusun H. Buadi mengadakan sedekah Desa bertujuan kirim doa kepada leluhur mereka yang dulu telah berjuang untuk babat alas Dusun tersebut.

    Menurut Gus Nurul Huda tokoh agama setempat mengatakan acara ini rutin dilakukan setahun sekali ketika memasuki bulan ruwah atau sya’ban dengan tujuan kirim doa kepada nenek moyang atau leluhur yang sudah wafat supaya di alam kubur selalu mendapat maghfiroh dari Allah SWT.

    Hal serupa dikatakan kepala Dusun Sukorejo H. Buadi atau yang akrap di sapa dengan Pak Polo Buadi ini mengatakan “kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya yang dulu sudah di wariskan oleh nenek moyang kita ketika memasuki bulan ruwah selalu melaksanakan tradisi sedekah Dusun atau kirim doa bersama”

    “Kegiatan ini kita laksanakan 2 hari yang mana tadi malam kita buka dengan gebyar sholawat al banjari lalu pagi ini kita laksanakan dengan acara khotmil qur’an dengan mendatangkan para hufad dan kirap tumpeng keliling Dusun Sukorejo yang nanti malamnya akan ada acara wayang kulit bersama Ki Dalang Hadi. S dengan lakon bagong nagih janji yang rencananya akan di laksanakan semalam suntuk,” ujarnya.

    “Semoga dengan acara ruwah Dusun ini masyarakat semakin guyup dan semoga selalu di beri kesehatan dan keberkahan dalam mencari rizki untuk bekal hidup sehari hari,” harapnya.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Sorbansantri. Com – Kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Ranting desa Ngoro pada hari sabtu (12-03) bersamaan dengan harlah atau ruwah desa Ngoro yang bertempat di halaman kantor kepala desa Ngoro.

    Dalam acara ini yang sengaja di selenggarakan oleh para pejabat perangkat desa bekerja sama dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa setempat dengan tujuan memperingati harlah desa Ngoro yang di kemas dalam acara pengajian akbar dengan mendatangkan muballigh KH. IMAM MUHAJIR pengasuh PP. Al Muhajirin Pungging.

    Menurut ketua panitia mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara kegiatan saat ini dengan lancar dan sukses tanpa suatu halangan apapun, dan beliau juga meminta maaf kepada hadirin semua apabila di dalam kegiatan ini ada suatu hal yang kurang berkenan di hati para hadirin semua. Ucapnya

    Menurut kepala desa Ngoro Suryo Prihartono mengatakan dalam sambutannya bahwasanya kegiatan ruwah desa ini adalah agenda rutin tahunan yang sudah berjalan ke sekian kalinya dan ini sudah merupakan budaya desa Ngoro akan tetapi pada kali ini kita kemas dalam acara pengajian umum dan santunan anak yatim dan dhuafa’,
    “Budaya rumah desa ini jangan sampai dihilangkan selagi budaya tersebut bertujuan untuk menjalin tali silaturrahmi, dan dalam nuansa yang positif,dengan semua kalangan” ungkap kepada desa

    Kegiatan rutinan Rijalul Ansor ini selalu disertai dengan pengajian kitab lubabul hadist yang di sampaikan oleh romo Kyai Mahfud Muhsin, dalam kajian ini beliau menerangkan tentang kisah taubatnya Nabi Adam.

    Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 wib diawali dengan pembacaan sholawat rotibul haddad, istighosah dan kirim doa yang di pimpin oleh para anggota GP Ansor ranting desa Ngoro.

    Semoga dengan acara ruwah desa ini akan semakin mempererat tali persaudaraan dan keguyuban warga desa Ngoro.

    (Hasan sorban -Ngoro)

  • DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Kamis, 03 Maret 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam UIN Surakarta ( PUSKOHIS ) gelar Diskusi Publik Nasional dan  berjudul “Sosialisasi SE Menag No. 5 Tahun 2022 dan Kajian Fiqih Masjid Perspektif Fiqih Perbandingan Madzhab”. Acara kali ini berbeda dengan acara sebelumnya, karena acara ini menghadirkan 2 Pakar disiplin ilmu berbeda dari 2 keahlian berbeda yang pertama Advokat Tata Negara dan yang kedua Ulama Ahli Fiqih Perbandingan Mazhab. Acara ini juga mengundang para ahli hukum, advokat, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dosen, politisi, mahasiswa , praktisi dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia.

    Diskusi Publik Nasional yang dihadiri 453 peserta ini dipandu oleh Advokat dan Pengacara Moch. Tommi, S.H. dimulai pukul 19.00 WIB. Diskusi Publik Nasional ini diawali dengan Pemaparan argumentasi Ilmiah dari Keynote Speaker yaitu R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H, MA. Yang merupakan Direkur PUSKOHIS UIN Surakarta dan Pengurus Bidang Dakwah dan Pengkajian Masjid Dewan Masjid Indonesia Surakarta. Dosen Ilmu Hukum UIN R.M. Said Surakarta yang aktif dalam kajian dibidang Hukum Tata Negara dan Fiqih Perbandingan Madzhab ini  mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, konsekuensi sebagai negara hukum adalah setiap perkara haruslah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

    Adanya SE Menteri Agama No. 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala ini menjadi batu loncatan berfikir cerdas dari Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas, bahwa dari Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala hendaknya diatur agar menghadirkan kesejukan dan sajian maksimal didalam dakwah islam, SE Menteri Agama ini mengatur bukan melarang sebagaimana berita hoax yang beredar dibeberapa media sosial. Dengan keluarnya SE Menteri Agama, ini menjadi bukti adanya kepekaan Menteri Agama Indonesia dalam setiap masalah keagamaan dari mulai hal terkecil sampai hal terbesar dalam agama.

  • TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    Sorbansantri. Com – Hari minggu (6-2-2022) TNI AL Liting 57.2 bersama rumah sakit Bhayangkara Pusdik (Pusat pendidikan) BRIMOB (Brigade Mobil) Watukosek Gempol Pasuruan melakukan safari amal bhakti nya kepada warga dusun Kauman desa Jrambe kecamatan Dlanggu dengan melaksnakan giat hitanan massal yang di selenggarakan oleh TPQ Nur Al Fitroh yang bertempat di halaman masjid AL FATTAH Kauman Dlanggu.
    acara hitanan massal ini diselenggrakan setiap satu tahun sekali oleh para panitia setempat, dan di barengkan dengan acara wisuda TPQ NUR AL FITROH ke XII tahun 2022.
    Dalam acara hitanan massal ini ada sejumlah 46 anak.

    Pada pelaksanaan kegiatan ini acara yang di hadiri oleh jajaran pengurus PC Nanhdlatul Ulama’, jajaran pengurus MWC NU kecamatan Dlanggu, purnawirawan TNI AL, muspika kecamatan Dlanggu, ta’mir masjid, dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut Akp. H. Suhadi , S.Pd, S,Kep, Ns, M,Kes selaku kordinator dari tim kedokteran dan beliau juga merupakan anggota dari Lembaga da’wah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) MWCNU kecamatan Ngoro ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada para panitia yang masih mempercayai kami selaku tim kedokteran baik dari TNI AL Liting 57.2 maupun dari rumah sakit Bhayangkara BRIMOB Pasuruan untuk di libatkan dalam kegiatan hitanan massal, karena ini sudah merupakan sumpah setia kami untuk selalu mengabdi dan melayani masyarakat terutama dalam hal kesehatan, ucapnya

    H. Suhadi juga mengatakan bahwasanya ini merupakan baksos kami yang kesekian kalinya di wilayah kabupaten Mojokerto, setelah sebelumnya kami mendapat amanah di daerah Kunjorowesi Ngoro, di desa Carat Gempol, MWC NU Kemlagi dan kali ini Alhamdulillah kami di mintai bantuan di wilayah Dlanggu dengan total peserta 46 anak, beliau juga berharap kepada semua warga di manapun berada terutama di wilayah kabupaten Mojokerto mari kita bersama sama untuk saling peduli dan gotong royong demi kebaikan terutama saling membantu kepada warga yang kurang mampu,.

    “Dalam program baksos kami ini murni 100% gratis tidak di pungut biaya sepeserpun, sengaja kami gratiskan ini semua demi rasa pengabdian diri kita sebagai abdi Negara untuk sealu melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, monggo kepada warga siapapun dan dimanpun berada kususnya warga Nahdliyyin yang ada di wilayah kabupaten Mojokerto bila ingin memanggil kami tidak usah malu dan takut kami akan berusaha dan berupaya hadir secara tulus untuk melayaninya” terang H.Suhadi
    (Hasan ngoro – sorban)

  • Muhasabah & Nasionalisme Memperingati Hari Lahir NU

     

    wp.sorbansantri.com – NU (Nahdlatul Ulama) didirikan oleh sejumlah ulama pada 31 Januari 1926. Yang digagas oleh 3 Ulama Besar yaitu KH. Hasyim Asyari (Kakek Gus Dur), KH. Bisri Sansuri dan KH. Wahab Chasbullah. Ketiga ulama tersebut merupakan yang berperan besar demi terbentuknya organisasi NU kita semua yang tersayang.

    NU berdiri juga karena diprakasai oleh KH. Hasyim Asyari, yang adalah Kakek dari Gus Dur kita semua. Pertemuan dari sejumlah ulama ini yang juga digagas oleh KH. Hasyim Asyari saat itu juga membahas tentang bagaimana membentuk wadah Islam tradisional untuk dapat terus dijaga.

    NU yang merupakan organisasi Islam yang besar memiliki visi sebagai organisasi sosiologis kemasyarakatan, keagamaan/religius Islam yang moderat dan juga dalam bidang ekonomi.

    SEJAK AWAL-AWAL DEKLARASI KEMERDEKAAN (Pada Periode Pemerintahan Ir. Soekarno)

    Sejak deklarasi kemerdekaan NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama, yaitu membela juga melindungi Ulama DAN membela NKRI.

    Ketahuilah, slogan “NKRI Harga Mati” itu adalah yang pertama menyebarkan dan menggelorakan adalah Kaum Pesantren dari NU (Nahdlatul Ulama).

    Saat itu NU juga bergerak dalam bidang politik. Bertujuan untuk konfrontasi dengan komunis saat itu. Dengan adanya NU akhirnya NKRI dapat dipertahankan dengan ideologi Pancasila yang sejak awal-awal deklarasi of NKRI kita semua.

    SEJAK AWAL-AWAL ORDE BARU (Pada Periode Pemerintahan Bapak Soeharto)

    Dengan berpindahnya kekuasaan ke Bapak Soeharto, dengan kekuasaan yang kuat itu, lalu NU bersama dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan). NU saat periode itu merupakan sama atau dengan kalimat lain adalah salah satu kelompok dalam PPP. PPP (Partai Persatuan Pembangunan) bersama NU kembali menjadi organisasi sosiologis religius.

    Lalu, menjadi organisasi kembali menjadi NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama. Yaitu untuk Melindungi Ulama DAN mensupport NKRI sebagai Organisasi Muslim/at yang Moderat dengan Pancasila sebagai ideologi dasar NKRI, Pandangan Hidup NKRI dan Falsafah Hidup of NKRI kita semua. Dan berlanjut ke Era Reformasi hingga sekarang ini…

    SEJAK ERA REFORMASI hingga SEKARANG

    Pada masa reformasi hingga sekarang, pola politik NU mulai berubah. NU sepakat kembali ke Khittah. Nahdlatul Ulama kembali menjadi organisasi yang murni sosilogis dan religius, menjaga jarak dengan partai politik yang ada. Karena itu, NU bukan milik siapapun, melainkan milik potensi NKRI kita semua.

    NU (Nahdlatul Ulama) MERUPAKAN CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI KITA SEMUA

    Dengan sejarah yang  lama ini,NU, tidak heran NU (Nahdlatul Ulama) merupakan
    CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI kita semua.
    Dengan peran yang besar semenjak sebelum deklarasi NKRI kita semua hingga jaman sekarang ini. NU adalah KERAMAT dari NKRI kita semua. Patutlah setiap kita dapat menghormati NU dan melindungi NU sebisa kita semua. (abi sorban)
  • Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Brimob (Brigade Mobil) adalah pasukan garda terdepan untuk keamanan NKRI, namun tak hanya itu saja peran Brimob untuk masyarakat ada program sosial keagamaan yang harus di jalankan dan dilakukan salah satunya yakni bakti sosial, kali ini di hari peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, Brimob melakukan kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan di MWCNU kecamatan Kemlagi pada hari senin (28-2-2022) bekerja sama dengan LDNU (Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’) MWCNU kecamatan Ngoro.

    Dalam kegiatan pembukaan khitanan massal tampak hadir ketua Tanfidziyah MWCNU Kemlagi beserta jajarannya, muspika kecamatan Kemlagi, ketua PPNI kabupaten Mojokerto beserta anggotanya, tim kedokteran dari rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Gempol Pasuruan dan tim kedokteran dari TNI AL, dengan jumlah peserta khitan sebanyak 36 anak.

    Menurut ketua tanfidiyah MWCNU Kemlagi H. Syamsul Arif mengatakatan dalam sambutannya atas nama pengurus MWCNU mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini terutama ucapan terima kasih yang sebesarnya kami ucapkan kepada gus Nafi’ selaku ketua LDNU MWCNU kecamatan Ngoro dan juga kepada H. Suhadi selaku kordinator tim kedokteran, sebagai perwakilan dari para panitia beliau juga meminta maaf apabila di dalam penghormatan dan penyambutannya ada yang kurang berkenan di hati para hadirin semuanya., ucapnya

    Akp. H, Suhadi, s,kep,Ns selaku perwakilan dari tim kedokteran rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan dan juga merupakan anggota dari Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’ kecamatan Ngoro menyampaikan,bahwa kedatangannya kami beserta tim kedokteran baik dari Brimob maupun dati TNI AL ini merupakan kegiatan amal bakti pengabdian kepada masyarakat sesuai selogan “ JIWAKU DEMI KEMANUSIAAN” terangnya

    Lebih lanjut menurut abah Suhadi panggilan akrabnya mengatakan “kegiatan sosial khitanan massal ini kami berikan pelayanannya kepada siapa saja yang membutuhkannya khususnya bagi warga Nahdliyin yang ada di seluruh jawa timur kami siap melayani dengan senang hati apabila di butuhkan dan tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis”

    Harapannya dengan kegiatan seperti ini kita bisa tercipta jalinan silaturrahmi antara Brimob dan masyarakat umum untuk sama-sama bahu membahu dan bergotong royong demi menuju kebaikan.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Harlah IPNU ke 68 tahun, IPNU IPPNU Kutorejo Gelar Ziarah Muasis

    Harlah IPNU ke 68 tahun, IPNU IPPNU Kutorejo Gelar Ziarah Muasis

    SORBANSANTRI.COM

    Kutorejo, SORBANSANTRI.COM – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nadhotul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nadhotul Ulama (IPPNU) Kecamata Kutorejo Kabupaten Mojokerto hari Kamis (24/2/2022) terlihat difoto tengah melakukan Ziarah ke Makam Muasis lokal yang ada di Kecamatan Kutorejo.

    Kegiatan ziarah ini dilakukan untuk memperingati hari lahir yang ke 68 Tahun sudah berdiri sebagai suatu wadah organisasi terpelajar di Organisasi Nahdatul Ulama yang dikirimkan oleh Kyai Haji Tolha Mansyur pada 24 Februari tahun 1954.

    Kegiatan ziarah ini melibatkan kurang lebih 30 anggota dari pengurus dan ranting IPNU IPPNU se Kecamatan Kutorejo, kegiatan ini juga dihadiri oleh rekan Amir selaku ketua IPNU , koamandan Veri sebagai Komandan CBP, Rico Maulida sebagai Wakil ketua Kaderisasi, dan jajaran pengurus lainnya juga ikut andil dalam kegiatan ziarah ini.

    Rangkaian kegiatan ini dimulai pada pukul jam 20.00 berangkat dari Tri kemudian berangkat menuju ke makam pertama almarhum KH. Mas’ud (pendiri Pondok pesantren Darul Muwahidin) , selesai dari makam pertama kemudian lanjut ke makam kedua yakni ke makam Almarhum Nyai Chotijah (mantan ketua Muslimat PC. Kabupaten Mojokerto), kemudian yang terakhir ke makam almarhum KH. Amir , Yai Muchdor, Yai Faiz, Fai Afif (Mantan Muasis MWC NU Kutorejo).
    Tepat pada pukul 21.45 kegiatan Ziarah selesai dilakukan dan kemudian dilanjut dengan ramah tamah di warung kopi desa Pesanggrahan.

  • Brimob ngaji bareng dengan LDNU  Ranting Kunjorowesi Ngoro

    Brimob ngaji bareng dengan LDNU Ranting Kunjorowesi Ngoro

    SORBANSANTRI.COM

    Ngoro, wp.sorbansantri.com – Diera milinial seperti saat ini banyak pengaruh luar yang menyebabkan kita jauh dari peradaban apalagi mendekatkan diri kepada tuhan sang pencipta, kita yang awam apabila tanpa di dasari ilmu agama yang kuat pasti kita akan terbawa arus jaman bahkan tertindas oleh keadaan yang bisa menjerumuskan.

    Maka untuk menyikapi problematika lingkungan warga sekitar biar tidak terpengaruh oleh budaya dunia luar pimpinan ranting Nahdlatul Ulama’ ranting kunjorowesi kususnya lembaga da’wah nahdlatul ulama’ (LDNU) mengadakan ngaji rutinan setiap hari selasa wage malam setelah mahrib sampai setelah isya’ yang bertempat di aula kantor sekretariat nu ranting kunjorowesi atau rumah abah suhadi.

    (lebih…)

  • MWC NU Mojosari Sampaikan Program PCNU Kab. Mojokerto ke Ranting

    MWC NU Mojosari Sampaikan Program PCNU Kab. Mojokerto ke Ranting

    SORBANSANTRI.COM

    Mojosari, wp.sorbansantri.com – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nadhatul Ulama (NU) Kecamatan Mojosari (21/2/22) yang bertempat di Kantor MWC NU di Desa Losari Kecamatan Mojosari, tengah mengadakan penyampaian Program Kerja Pengurus Cabang (PC) NU kabupaten Mojokerto pada Hari Senin Malam tanggal 21 Februari 2022.

    Dalam sosialisasi program kerja tersebut dihadiri kurang lebih 50 Orang Anggota yang terbagi dari Ketua Ranting beserta sekertarisnya se Kecamatan Mojosari , Lembaga-lembaga MWC NU se Kecamatan Mojosari , dan pengurus MWC NU se Kecamatan Mojosari.

    Rangkaian acara dimulai pada pukul 9 malam jam yang dipimpin pengertian moderator pertama membacakan tahlil Istighosah kemudian sholawat nabi kemudian dilanjut dengan sambutan dan langsung disusul dengan penyampaian sosialisasi program kerja oleh Kyai Haji Nawawi ketua Kecamatan Mojosari.

    Dalam dalam penyampaiannya Kyai Haji Nawawi Terangkan bahwa ada 7 program kerja pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Mojokerto yang mana harus dijalankan di masing-masing mwc Kabupaten Mojokerto begitupun di Mojosari Kita juga harus ikut mensukseskan program kerja tersebut.