Cara Pasang Twibbon Bulan Rajab 1443H Tahun 2022 :
- klik Pasang Twibbon dibawah
- Lalu Upload foto terbaik anda
- Kemudian geser-geser sesuai posisi yang pas
- Kemudian klik selanjutnya lalu anda klik Unduh/Download
- Foto Twibbon tersedia di gadget anda
Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri





asNUter, wp.sorbansantri.com –
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ اْلإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (رواه البخاري، 11)
Dari Abdullah bin Amr , “Ada seorang laki-laki bertanya pada Nabi , “Perbuatan apakah yang paling baik?” Rasulullah menjawab, “Menyuguhkan makanan dan mengucapkan salam, baik kepada orang yang engkau kenal atau tidak.” (HR. al-Bukhari [11]).
عَنْ سُفْيَانَ (الثَّوْرِيّ) قَالَ قَالَ طَاوُوْس إِنَّ الْمَوْتَى يُفْتَنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أْنْ يُطْعَمَ عَنْهُمْ تِلْكَ اْلأَيَّامَ
(المطالب العلية للحافظ ابن حجر 5 / 330 والبداية والنهاية لابن كثير 9 / 270 وشرح صحيح البخارى لابن بطال 3 / 271 وعمدة القاري شرح صحيح البخارى للعيني 12 / 277)
“Imam Ahmad mengutip pernyataan Thawus: Sesungguhnya orang-orang yang mati mendapatkan ujian di kubur mereka selama 7 hari. Maka para sahabat senang untuk memberi sedekah pada 7 hari tersebut” (Ibnu Hajar dalam al-Mathalib al-Aliyah V/330, Abu Nuaim dalam Hilyat al-Auliya’ IV/11, Ibnu al-Jauzi dalam Shifat al-Shafwah I/20, Ibnu Katsir (murid Ibnu Taimiyah, ahli Tafsir) dalam al-Bidayah wa al-Nihayah IX/270, Ibnu Baththal dalam Syarah al-Bukhari III/271 dan al-Aini
فَائِدَة رَوَى أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلَ فِي الزُّهْدِ وَأَبُوْ نُعَيْمٍ فِي الْحِلْيَةِ عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ الْمَوْتَى يُفْتَنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أَنْ يُطْعِمُوْا عَنْهُمْ تِلْكَ اْلأَيَّامِ إِسْنَادُهُ صَحِيْح وَلَهُ حُكْمُ الرَّفْعِ وَذَكَرَ ابْنُ جُرَيْجٍ فِي مُصَنَّفِهِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عَمِيْرٍ أَنَّ الْمُؤْمِنَ يُفْتَنُ سَبْعًا وَالْمُنَافِقَ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا وَسَنَدُهُ صَحِيْح أَيْضًا وَذَكَرَ ابْنُ رَجَبَ فِي اْلقُبُوْرِ عَنْ مُجَاهِدٍ أَنَّ اْلأَرْوَاحَ عَلَى الْقُبُوْرِ سَبْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ يَوْمِ الدَّفْنِ لاَ تُفَارِقُهُ وَلَمْ أَقِفْ عَلَى سَنَدِهِ (الديباج على مسلم بن الحجاج للحافظ جلال الدين السيوطي 2 / 490)
“Ahmad meriwayatkan dalam kitab Zuhud dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah dari Thawus bahwa ‘sesungguhnya orang-orang yang mati mendapatkan ujian di kubur mereka selama 7 hari. Maka para sahabat senang untuk memberi sedekah pada 7 hari tersebut’. Sanad riwayat ini sahih dan berstatus hadis marfu’. Ibnu Juraij menyebutkan dalam kitab al-Mushannaf dari Ubaid bin Amir bahwa ‘orang mukmin mendapatkan ujian (di kubur) selama 7 hari, dan orang munafik selama 40 hari’. Sanadnya juga shahih. Ibnu Rajab menyebutkan dalam kitab al-Kubur dari Mujahid bahwa ‘arwah berada dalam kubur selama 7 hari sejak dimakamkan dan tidak berpisah’. Tetapi saya tidak menemukan sanadnya” (al-Dibaj Syarah sahih
Al-Hafidz As-Suyuthi berkata: “Anjuran memberi makanan 7 hari, telah sampai kepada saya bahwa hal itu berlangsung hingga sekarang di Makkah dan Madinah. Secara Dzahir hal itu tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat hingga sekarang, dan mereka meneruskannya secara turun temurun dari masa Awal” (al-Haawii 3/288)
Syaikh Muhammad Ali bin Husain al-Maliki berkata :
اِعْلَمْ اَنَّ الْجَاوِيِّيْنَ غَالِبًا اِذَا مَاتَ اَحَدُهُمْ جَاؤُوْا اِلَى اَهْلِهِ بِنَحْوِ اْلاَرُزِّ نَيِّئًا ثُمَّ طَبَّخُوْهُ بَعْدَ التَّمْلِيْكِ وَقَدَّمُوْهُ ِلاَهْلِهِ وَلِلْحَاضِرِيْنَ عَمَلاً بِخَبَرِ “اصْنَعُوْا ِلاَلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا” وَطَمَعًا فِي ثَوَابِ مَا فِي السُّؤَالِ بَلْ وَرَجَاءَ ثَوَابِ اْلاِطْعَامِ لِلْمَيِّتِ عَلَى اَنَّ اْلعَلاَّمَةَ الشَّرْقَاوِيَ قَالَ فِي شَرْحِ تَجْرِيْدِ الْبُخَارِي مَا نَصُّهُ وَالصَّحِيْحُ اَنَّ سُؤَالَ الْقَبْرِ مَرَّةٌ وَاحِدَةٌ وَقِيْلَ يُفْتَنُ الْمُؤْمِنُ سَبْعًا وَالْكَافِرُ اَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا وَمِنْ ثَمَّ كَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ اَنْ يُطْعَمَ عَنِ الْمُؤْمِنِ سَبْعَةَ اَيَّامٍ مِنْ دَفْنِهِ اهــ بِحُرُوْفِهِ (بلوغ الامنية بفتاوى النوازل العصرية مع انارة الدجى شرح نظم تنوير الحجا 215-219)
“Ketahuilah, pada umumnya orang-orang Jawa jika diantara mereka ada yang meninggal, maka mereka datang pada keluarganya dengan membawa beras mentah, kemudian memasaknya setelah proses serah terima, dan dihidangkan untuk keluarga dan para pelayat, untuk mengamalkan hadis: ‘Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far’ dan untuk mengharap pahala sebagaimana dalam pertanyaan (pahala tahlil untuk mayit), bahkan pahala sedekah untuk mayit. Hal ini berdasarkan pendapat Syaikh al-Syarqawi dalam syarah kitab Tajrid al-Bukhari yang berbunyi: Pendapat yang shahih bahwa pertanyaan dalam kubur hanya satu kali. Ada pendapat lain bahwa orang mukmin mendapat ujian di kuburnya selama 7 hari dan orang kafir selama 40 hari tiap pagi. Oleh karenanya para ulama terdahulu menganjurkan memberi makan untuk orang mukmin selama 7 hari setelah pemakaman” (Bulugh al-Amniyah dalam kitab Inarat al-Duja 215-219). (abi sorban)


Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Semua Jajaran Pimpinan Ranting GP Ansor Kecamatan Pacet antusias mengikuti gebrakan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) PAC GP Ansor Pacet diawal tahun 2022 dalam penggunaan Aplikasi SorBan. Kurang lebih 50 pengurus ranting yang hadir dalam acara tersebut yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris ranting.
Dalam hal ini PAC GP Ansor Kec. Pacet bekerjasama dengan Sorban Santri, untuk kegiatan sosialisasi Aplikasi SorBan dilakukan oleh Gus Fahmi Syahruddin selaku jubir Sorban Santri sekaligus perwakilan Lembaga Kursus dan Pelatihan PAC GP Ansor Pacet. Dan didampingi oleh Sahabat Nuril Huda dan Sahabat Abbas selaku Ketua dan Sekretaris PAC GP Ansor.

Gedung Graha MWC NU Pacet dijadikan tempat pilihan sosialisasi Aplikasi SorBan, ” mengingat tempat tersebut adalah Rumahnya warga NU kecamatan Pacet yang seyogyanya wajib diramaikan oleh Banom dan Lembaga dibawah naungan NU “. kata sahabat Nuril Huda. Dalam kegiatan sosialisasi ini dinilai sukses mengingat antusias ranting yang hadir pada waktu itu. (24 Januari 2022).

Rekatkan Ideologi dan samakan langkah adalah tujuan dari adanya aplikasi tersebut. Dan pengurus PAC GP Ansor sangat optimis Ansor Pacet akan menjadi patron Ansor untuk Ansor lainnya. ” Dengan pasukan yang kokoh dengan barisan yang rapi serta dibawah komando yang berwibawa, tinggal mimilih sasaran mana yang akan dipilih”. Kata sahabat Abas sekaligus kata-kata penutup dalam sosialisasi Aplikasi SorBan. (abi sorban)

Mojokerto.Sorbansantri.com – Kali ini saya akan mengungkap sejarah siapa sebenarnya buyut Sanur itu yang konon makamnya ada di kawasan desa Wonosari kecamatan Ngoro Mojokerto, saya mencoba menggali informasi dari dzuriyah beliau yang masih ada, dan alhamdulillah saya bertemu dengan gus Abdun Nafi’ lebih dikenal dengan gus Nafi’ putra dari almaghfurlah Kyai Khusairi juga masih ada keturunan dari ki Sawunggaling yang makamnya ada di Wotanmas Jedong.
Menurut sumber cerita dari gus Nafi’ buyut sanur itu adalah orang yang babat alas desa Wonosari cucu dari ki ageng penanggungan atau Sayyid Yahya kejapanan, ayahnya bernama KH. Basyariyah yang makamnya ada di Tuban, ini di perkuat keterangan dari gus Maskub Pacet dan juga gus Iwan keluarga dari sidoresmo Surabaya, beliau berkata mbah buyut Sanur ini masih ada hubungan family dengan maulana habib Lutfi bin Yahya jawa tengah dan mempunyai istri bernama buyut Sarbiyah.


asnuter, wp.sorbansantri.com – Diantara perkara yang sudah menjadi tradisi atau kebiasan dikalangan masyarakat kita adalah memberikan hidangan ketika ada keluarga yang meninggal dunia.
Apakah hal semacam ini bias dibenarkan menurut tinjauan syariat agama ?
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا كَانَتْ إِذَا مَاتَ الْمَيِّتُ مِنْ أَهْلِهَا فَاجْتَمَعَ لِذَلِكَ النِّسَاءُ ثمَّ تَفَرَّقْنَ إِلاَّ أَهْلَهَا وَخَاصَّتَهَا أَمَرَتْ بِبُرْمَةٍ مِنْ تَلْبِيْنَةٍ فَطُبِخَتْ ثُمَّ صُنِعَ ثَرِيْد فَصُبَّتِ التَّلْبِيْنَةُ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَتْ كُلْنَ مِنْهَا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ التَّلْبِيْنَةُ مَجَمَّة لِفُؤَادِ الْمَرِيْضِ تَذْهَبُ بِبَعْضِ الْحُزْنِ (رواه البخاري رقم 5417 ورقم 5689 ومسلم رقم 2216)
“Diriwayatkan bahwa ketika keluarga Aisyah ada yang wafat maka wanita-wanita berkumpul, kemudian mereka pulang kecuali keluarga dan orang-orang tertentu saja. Aisyah memerintahkan untuk memasak semacam makanan adonan yang disebut Talbinah. Aisyah berkata: Makanlah! Karena saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Talbinah dapat memperteguh hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian kesusahannya” (HR al-Bukhari No 5417, No 5689 dan Muslim No 2216)
فَهَذَا يَدُلُّ عَلَى إِبَاحَةِ صُنْعِ أَهْلِ الْمَيِّتِ الطَّعَامَ وَالدَّعْوَةِ إِلَيْهِ بَلْ ذُكِرَ فِي الْبَزَّازِيَّةِ أَيْضًا مِنْ كِتَابِ اْلاِسْتِحْسَانِ وَإِنِ اتَّخَذَ طَعَامًا لِلْفُقَرَاءِ كَانَ حَسَنًا ا هـ
(حاشية الطحطاوي على مراقي الفلاح شرح نور الإيضاح 1 / 410)
“Hadis ini (riwayat ‘Ashim bin Kulaib) menunjukkan diperbolehkannya bagi keluarga yang meninggal untuk membuat makanan dan mengundang orang lain. Bahkan disebutkan dalam kitab al-Bazzaziyah juga secara metode Istihsan, yaitu bila membuatkan makanan untuk orang-orang fakir maka hukumnya bagus” (Hasyiyah al-Thahthawi I/410)
وَعَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: حِيْنَ طُعِنَ عُمَرُ أَمَرَ صُهَيْبًا أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثَلَاثًا, وَأَمَرَ بِأَنْ يَجْعَلَ لِلنَاسِ طَعَامًا,
(ذكر الحافظ ابن حجر في كتابه “المطالب العالية في زوائد المسانيد الثمانية” (1/199), وقال إسناده حسن )
“ Dari al-Ahnaf bin Qais dia berkata: ketika sayyidina Umar RA menjelang wafat (karena ditikam dengan pisau oleh Abu lu’lu’ah al-Majusi) beliau menugas Suhaib untuk melaksanakan shalat dengan orang banyak tiga kali dan memerintahkan agar menyuguhkan makanan untuk mereka. (dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab al-Mathalib al-’Aliyah, Juz I, hal. 199, dengan sanad yang hasan).
Kesimpulan :
Melihat beberapa dalil diatas,bahwa tradisi memberikan hidangan kepada orang yang bertakziyah,hukumnya diperbolehkan,sebagaimana yang sudah berlaku dimasyarakat kita, bahkan hal tersebut sudah dilaksanakan sejak zaman generasi sahabat dan dicontohkan sendiri oleh Ummil Mukminin Siti Aisyah RA, dan juga anjuran salah satu Khulafatur Rasyidin yakni Umar Bin Khattab . (gus khotib – asnuter)


Pasuruan, wp.sorbansantri.com – Banjir Sungai Rejoso (kali lanang) Pasuruan, berdampak pada beberapa desa di seputar desa Rejoso Lor, Desa Patuguran. Juga desa2 lainnya.
Sudah beberapa hari ini air meluber dan menggenangi rumah warga dengan variasi ketinggian 20-100 cm. Sedikitnya sekitar 4800 Kepala Keluarga terdampak.
Atas kejadian ini, NU PEDULI bergerak. PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU, bersama Banser Ansor mendirikan Dapur Umum yang terletak di area Masjid Al Baka Rejoso Pasuruan.
Sudah beberapa hari ini DU didirikan, dan membagikan nasi bungkus sedikitnya 2000 per hari.
Rabu, 19 Januari, kondisi banjir bertambah. Sehingga Poslap NU PEDULI Kab. Pasuruan memperbanyak pasokan nasi bungkus. Tak hanya itu, kapasitas sekitar Kab pasuruan juga dikerjakan untuk membantu evakuasi warga.
Relawan LPBI NU Kab. Mojokerto pada selasa sore mencoba koordinasi dg LPBI NU Kab. Pasuruan, dan pada akhirnya LPBI NU Kab. Mojokerto memutuskan memberangkatkan relawan dan beberapa alat yang dibutuhkan.
Bekerja sama dg FPRB Kab. Mojokerto didukung oleh BPBD Kab. Mojokerto memberangkatkan 8 peraonil, dua armada, tiga perahu karet serta dua dus lauk pauk.
Sesampainya di Poslap NU PEDULI, di Rejoso, kami koordinasi dan membagi tugas. Keesokan harinya relawan dan segala alat yang dibawa, diturunkan di desa Rejoso Lor untuk membantu evakuasi warga.
“Sampai sore hari kita bantu evakuasi warga dengan perahu karet, dibantu relawan lokal, serta kawan2 dari PDSI Jatim, RPAI Mojokerto, juga TSA dan Semar. ” Kata Anam Ketua LPBI NU Kab. Mojokerto.
Banjir kali ini merupakan kejadian bencana terbesar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. ( anam LPBI NU )


wp.sorbansantri.com – BANSER terbentuk sebagai KEKUATAN/KOMPONEN SIPIL yang bertujuan mempersiapkan Umat/masyarakat demi mengenalkan dan melatih KEPEKAAN DIRI agar Sigap dan Tanggap atas Perubahan SOSIAL, baik yang sifatnya kemajuan maupun gangguan/merugikan
Salah satu Rasa KEPEKAAN yang terpenting adalah Siap dan Sigap pada KEDAULATAN yang sudah menjadi KONSENSUS sebuah Tatanan, baik yang berskala Nasional maupun Jamiyah.
Untuk membentuk Personal yang SIAP dan SIGAP ada 2(dua) kaedah yang sangat Penting sebagai dasar pembentukan KARAKTER untuk menjadi Personal/anggota BANSER.
DISIPLIN/KESIAPAN materinya menitikberatkan pada pendidikan SIKAP dan MENTAL
DEDIKASI/KEKUATAN materinya menitik beratkan pada KECERDASAN dan LOYALITAS.
Untuk membentuk Personil yang SIAP dan SIGAP maka di susunlah beberapa Materi Pendidikan dan Pelatihan agar Kualifikasi Personil BANSER yang tersebar Luas berkemampuan yang sama dalam Mengenal MARWAH dan KEHORMATAN Satuan/organisasi.
Memahami Fungsi Banser yang berimplementasi dengan organ tubuh manusia
FUNGSI BANSER:
Stabilisator ( keamanan dan pengamanan) …implementasi dalam organ tubuh Manusia pada KAKI TANGAN & MULUT demi menyiapkan Kemampuan KAKI TANGAN & MULUT dalam kesiapan menjalankan Tugas maka dipersiapkan macam2 Dedikasi dlm DIKLAT
FINGSI INFOKOM
Unit — Komlap
— EvDok/jurnal
— Intelijen
— Cyber Team
KATALISATOR ( menjaga kerekatan internal komponen). Implementasi organ tubuh manusia pada TELINGA dan HIDUNG dalam langkah menjaga kerekatan internal satuan perlu adanya KEPEKAAN dengan AKTIF menerima dan menyampaikan INFORMASI dan mampu menjaga hal-hal yg sifatnya merugikan kekompakan antar personal
FUNGSI INFOKOM
Unit — Komlap
— Intelijen
— Cyber Team
— EvDok/jurnal
DINAMISATOR ( semangat dan penggerak ) implementasi organ tubuh manusia pada OTAK dan NURANI sebagai kekuatan yang menimbulkan KREATIF serta RESPONSIF pada apa-apa yang menjadi Tugas dan Tanggung jawab, serta Hak dan Kewajiban agar terpenuhi merupakan sesuatu yang harus dilakukan dan dievaluasi secara berkala
FUNGSI INFOKOM:
Unit — Komlap
— Cyber Team
— Intelijen
— EvDok / jurnal
KADERISASI ( penyiapan keberlanjutan dari Perjuangan dan Harapan yang sudah terjalani ). .implementasi organ tubuh manusia pada MATA demi menegakkan Cita-cita sebagai KONSENSUS/MARWAH untuk menyiapkan pelaksana estafet Regenerasi maka selalu ada kesiapan cara PANDANG pada tahapan2 kedepan baik Menjaga keberhasilan perjuangan maupun Pengembangan sesuai Perkembangan peradaban.
FUNGSI INFOKOM:
Unit — Komlap
— Cyber Team
— EvDok/jurnal
— Intelijen