Kategori: Pendidikan

Informasi seputar dunia pendidikan, kebijakan pendidikan, perkembangan teknologi pendidikan, dan tips belajar.

  • SorBan Cendekia Global Kini Punya Demo Publik dan Dokumentasi Instalasi Lengkap

    SorBan Cendekia Global Kini Punya Demo Publik dan Dokumentasi Instalasi Lengkap

    Sorban Santri menghadirkan pembaruan untuk SorBan Cendekia Global, platform LMS berbasis Laravel yang ditujukan untuk lembaga pendidikan, kursus, sekolah, pesantren, komunitas belajar, dan pengelola program pembelajaran digital.

    Melalui versi demo yang sudah dapat diakses publik, pengguna bisa mencoba langsung alur kerja aplikasi dari sisi admin, manager, hingga siswa. Demo ini disiapkan agar calon pengguna dapat melihat bagaimana proses pengelolaan kursus, materi, tugas, kelas live, sertifikat, pembayaran, hingga dashboard siswa berjalan dalam satu sistem.

    Demo SorBan Cendekia Global Sudah Tersedia

    Demo website SorBan Cendekia Global dapat dibuka melalui tautan berikut:

    Akun demo yang tersedia:

    • Super Admin: admin@test.local / test12345
    • Manager: manager@test.local / test12345
    • Siswa: siswa@test.local / test12345

    Fitur untuk Admin dan Pengelola Lembaga

    Di panel admin, pengelola dapat mengatur berbagai kebutuhan operasional pembelajaran, mulai dari pembuatan kursus, pengaturan materi, pendaftaran siswa, kelas live, tugas, pengumuman, role pengguna, hingga sertifikat. Panel ini juga menyediakan pengaturan branding, halaman depan, bisnis, pembayaran, dan log aktivitas.

    Dengan fitur tersebut, lembaga dapat menjalankan sistem pembelajaran online secara lebih terpusat. Admin dapat mengelola konten pembelajaran, memantau progres siswa, menyiapkan template sertifikat, dan mengatur akses tim sesuai peran masing-masing.

    Kurikulum SorBan Cendekia Global
    Fitur Kurikulum membantu admin menyusun pelajaran dalam kursus, mengatur jenis konten video, teks, file, kuis, dan tugas, serta menentukan urutan, durasi, preview gratis, dan provider video.
    Verifikasi Sertifikat SorBan Cendekia Global
    Halaman Verifikasi Sertifikat digunakan untuk mengecek keaslian sertifikat berdasarkan kode unik, lengkap dengan data siswa, kursus selesai, tanggal terbit, dan ID sertifikat.

    Fitur untuk Siswa

    Dari sisi siswa, SorBan Cendekia Global menyediakan dashboard belajar, halaman jelajah materi, riwayat pembelian, dan akses sertifikat. Siswa dapat masuk ke akun masing-masing, mengikuti kursus, membuka materi, mengerjakan tugas, memantau progres, serta melihat sertifikat yang sudah diterbitkan.

    Alur ini dirancang agar siswa memiliki pengalaman belajar yang rapi dan mudah dipahami, sementara pengelola lembaga tetap memiliki kontrol penuh terhadap konten, akses, dan laporan pembelajaran.

    Dokumentasi dan Panduan Instalasi

    VirtualServer juga sudah menyediakan dokumentasi lengkap untuk SorBan Cendekia Global. Di dalam dokumentasi tersebut terdapat daftar fitur, gambar setiap halaman, keterangan penggunaan, URL demo, akun demo, serta panduan instalasi project installer berlisensi.

    Panduan instalasi mencakup kebutuhan server, proses download paket installer, pembuatan lisensi BCS, konfigurasi database MySQL atau TiDB, proses installer web, langkah setelah instalasi, dan troubleshooting dasar.

    Cocok untuk Pendidikan dan Pesantren Digital

    SorBan Cendekia Global dapat digunakan sebagai pondasi LMS untuk lembaga yang ingin memulai pembelajaran digital tanpa membangun sistem dari nol. Platform ini relevan untuk pesantren, sekolah, kampus, kursus online, lembaga pelatihan, dan komunitas yang membutuhkan sistem belajar online dengan panel admin dan siswa yang terpisah.

    Dengan adanya demo publik dan dokumentasi instalasi, calon pengguna dapat meninjau fitur terlebih dahulu sebelum melakukan implementasi di domain atau server masing-masing.

    Informasi selengkapnya: kunjungi halaman produk SorBan Cendekia Global atau coba langsung melalui demo website.

  • Sorban Santri Luncurkan SorBan Cendikia LMS Akses Belajar Tanpa Batas untuk Lembaga Pendidikan

    Sorban Santri Luncurkan SorBan Cendikia LMS Akses Belajar Tanpa Batas untuk Lembaga Pendidikan

    wp.sorbansantri.com – Dalam upaya mendigitalisasi proses belajar mengajar, Sorban Santri resmi meluncurkan aplikasi SorBan Cendikia, sebuah platform Learning Management System (LMS) yang dirancang untuk digunakan oleh lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, atau kursus. Platform ini mengusung tagline “Akses Belajar Tanpa Batas” dan menawarkan kemudahan akses bagi siswa, guru, serta administrator.

    Demo Akses Segera Tersedia
    Melalui laman resmi produk di cendikia.wp.sorbansantri.com, Sorban Santri menyediakan halaman demo terbuka yang memungkinkan calon pengguna untuk mencoba tiga peran utama:

    Siswa

    Akun: siswa@test.local

    Sandi: test12345

    Super Admin

    Akun: admin@test.local

    Sandi: test12345

    Manager

    Akun: manager@test.local

    Sandi: test12345

    Dengan akun demo tersebut, lembaga pendidikan dapat menjelajahi fitur-fitur inti SorBan Cendikia, termasuk pengelolaan kelas, materi belajar, penilaian, serta laporan kemajuan siswa.

    Tawaran Instalasi Khusus
    Sorban Santri tidak hanya menyediakan layanan berlangganan, tetapi juga layanan instalasi project untuk pihak yang ingin memiliki platform ini secara mandiri. Melalui fitur “Order Sekarang” di halaman dashboard, lembaga dapat mengirimkan tiket order, dan tim teknis akan membantu proses instalasi serta penyesuaian sesuai kebutuhan lembaga.

    “Tertarik memakai platform LMS ini untuk sekolah atau lembaga Anda? Kirim tiket order, nanti tim akan bantu instalasi dan penyesuaian demo,” demikian tertulis dalam penawaran layanan mereka.

    Keunggulan SorBan Cendikia
    Meskipun belum dirinci secara gamblang, dari struktur demo dapat disimpulkan bahwa SorBan Cendikia mengusung pendekatan multi-pengguna (siswa, manajer, admin super) dan fleksibel untuk diintegrasikan dengan sistem yang sudah berjalan di lembaga pendidikan. Dengan slogan “Akses Belajar Tanpa Batas”, platform ini mengutamakan kemudahan akses kapan saja dan di mana saja.

    Rencana Pengembangan ke Depan
    Sorban Santri mengisyaratkan bahwa SorBan Cendikia akan terus dikembangkan. Saat ini, fokus utama adalah menyediakan demo yang stabil dan layanan instalasi yang cepat. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ditambahkan fitur-fitur seperti ujian daring terintegrasi, sertifikat digital, dan analitik pembelajaran berbasis AI.

    Cara Memesan
    Lembaga pendidikan yang tertarik dapat langsung mengunjungi cendikia.wp.sorbansantri.com, mencoba demo dengan akun di atas, lalu menekan tombol “Order Sekarang” untuk memulai proses pemesanan instalasi.

    Tentang Sorban Santri
    Sorban Santri adalah inisiatif teknologi pendidikan yang fokus pada pengembangan solusi digital untuk pesantren dan sekolah di Indonesia. Dengan SorBan Cendikia, mereka berkomitmen menghadirkan akses belajar modern tanpa batas ruang dan waktu.

  • Cara Menghubungkan Android Studio dengan BlueStacks untuk Testing Aplikasi (Lengkap & Mudah)

    Cara Menghubungkan Android Studio dengan BlueStacks untuk Testing Aplikasi (Lengkap & Mudah)

    Bagi developer Android, proses testing aplikasi adalah tahap penting sebelum aplikasi dirilis. Biasanya kita menggunakan emulator bawaan Android Studio atau perangkat fisik. Namun, tidak sedikit yang memilih menggunakan BlueStacks sebagai alternatif emulator karena terasa lebih ringan dan familiar.

    Pada tutorial ini, Anda akan belajar cara menghubungkan BlueStacks dengan Android Studio agar bisa digunakan sebagai perangkat testing aplikasi.


    Apa Itu BlueStacks?

    BlueStacks adalah emulator Android yang memungkinkan Anda menjalankan aplikasi Android di PC atau laptop. Walaupun awalnya populer untuk bermain game Android, BlueStacks juga bisa dimanfaatkan untuk testing aplikasi.

    Sedangkan Android Studio adalah IDE resmi dari Google untuk mengembangkan aplikasi Android.


    Kenapa Menggunakan BlueStacks untuk Testing?

    Beberapa alasan developer menggunakan BlueStacks:

    • Emulator bawaan terasa berat
    • Ingin alternatif yang lebih ringan
    • Spesifikasi laptop terbatas
    • Sudah terbiasa menggunakan BlueStacks

    Namun perlu diingat, BlueStacks bukan emulator resmi untuk development, jadi mungkin ada beberapa keterbatasan saat debugging.


    Persiapan Sebelum Menghubungkan

    Sebelum mulai, pastikan:

    ✔ BlueStacks sudah terinstall dan bisa dibuka
    ✔ Android Studio sudah terinstall
    ✔ Android SDK sudah terpasang
    ✔ ADB tersedia di folder platform-tools

    Lokasi ADB biasanya ada di:

    C:\Users\NAMA_USER\AppData\Local\Android\Sdk\platform-tools

    Di dalam folder tersebut harus ada file:

    adb.exe

    Langkah-Langkah Menghubungkan Android Studio ke BlueStacks

    1. Jalankan BlueStacks Terlebih Dahulu

    Pastikan BlueStacks sudah terbuka dan masuk ke tampilan Home Android. Jangan lanjut ke langkah berikutnya jika belum aktif.


    2. Buka Command Prompt

    Tekan:

    Windows + R

    Lalu ketik:

    cmd

    Tekan Enter.


    3. Masuk ke Folder Platform Tools

    Di Command Prompt, ketik:

    cd C:\Users\NAMA_USER\AppData\Local\Android\Sdk\platform-tools

    Sesuaikan dengan lokasi SDK Anda.


    4. Hubungkan BlueStacks Menggunakan ADB

    Ketik perintah berikut:

    adb connect 127.0.0.1:5555

    Jika berhasil, akan muncul pesan seperti:

    connected to 127.0.0.1:5555

    5. Cek Apakah Device Sudah Terdeteksi

    Masukkan perintah:

    adb devices

    Jika berhasil, hasilnya seperti ini:

    List of devices attached
    127.0.0.1:5555 device

    Artinya BlueStacks sudah berhasil terhubung.


    6. Cek di Android Studio

    Buka Android Studio.

    Lihat di bagian dropdown device (atas) atau buka Device Manager.
    Jika berhasil, BlueStacks akan muncul sebagai perangkat yang bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi.

    Sekarang Anda bisa klik tombol ▶ Run untuk menginstal aplikasi langsung ke BlueStacks.


    Cara Menggunakan dengan Flutter

    Jika Anda menggunakan Flutter, jalankan:

    flutter devices

    Untuk melihat apakah BlueStacks terdeteksi.

    Kemudian jalankan aplikasi dengan:

    flutter run

    Aplikasi akan otomatis terinstall di BlueStacks.


    Jika BlueStacks Tidak Terdeteksi

    Coba langkah berikut:

    1. Restart ADB

    adb kill-server
    adb start-server
    adb connect 127.0.0.1:5555

    2. Coba Port Lain

    Kadang BlueStacks menggunakan port berbeda seperti:

    5556
    5557

    Coba hubungkan dengan:

    adb connect 127.0.0.1:5556
    adb connect 127.0.0.1:5557

    Kelebihan & Kekurangan Menggunakan BlueStacks

    Kelebihan

    • Alternatif emulator ringan
    • Mudah digunakan
    • Cocok untuk testing sederhana

    Kekurangan

    • Tidak se-stabil emulator resmi
    • Beberapa fitur debug mungkin tidak berjalan optimal
    • Kurang direkomendasikan untuk testing produksi

    Kesimpulan

    Menghubungkan Android Studio dengan BlueStacks sebenarnya cukup mudah. Kuncinya adalah memastikan koneksi ADB berhasil dan port yang digunakan benar.

    Dengan tutorial ini, Anda sudah bisa menjalankan dan menguji aplikasi langsung dari Android Studio ke BlueStacks tanpa perlu menggunakan emulator bawaan.

    Semoga tutorial ini membantu dan mempermudah proses development Anda. Jika masih mengalami kendala, silakan cek kembali konfigurasi ADB atau port yang digunakan.

  • Bagaimana AI Menilai Otoritas dan Kepercayaan, Kajian Sorban Santri: Dari Popularitas Menuju Integritas

    Bagaimana AI Menilai Otoritas dan Kepercayaan, Kajian Sorban Santri: Dari Popularitas Menuju Integritas

    SORBANSANTRI.COM – Di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ukuran otoritas dan kepercayaan tidak lagi semata ditentukan oleh popularitas atau banyaknya pengikut. Dalam Kajian Sorban Santri, AI dipahami sebagai teknologi yang sedang menggeser penilaian dari “siapa yang paling ramai” menjadi “siapa yang paling dapat dipercaya”.

    Perubahan ini membawa konsekuensi besar bagi penulis, media, dan institusi keilmuan di ruang digital.

    Otoritas Tidak Lagi Sekadar Nama Besar

    Pada masa lalu, mesin pencari kerap memprioritaskan situs yang besar dan sering dikutip, meski isinya tidak selalu mendalam. AI kini bergerak lebih jauh dengan menilai konsistensi, ketepatan, dan relevansi.

    Kajian Sorban Santri mencatat bahwa AI mulai membaca pola:

    • Apakah suatu sumber konsisten pada satu bidang
    • Apakah isinya saling menguatkan, bukan saling bertentangan
    • Apakah tulisan menjawab kebutuhan nyata pencari informasi

    Dengan kata lain, otoritas tidak dibangun secara instan, melainkan melalui rekam jejak.

    Kepercayaan Dibangun dari Kebenaran yang Berulang

    AI tidak menilai kepercayaan dari satu artikel, tetapi dari akumulasi perilaku konten. Sumber yang berulang kali menyajikan informasi akurat, bernalar, dan tidak manipulatif akan lebih cepat dikenali sebagai rujukan.

    Dalam tradisi santri, ini sejalan dengan prinsip istiqamah. Kebenaran yang terus dijaga akan melahirkan kepercayaan, meski tidak selalu viral.

    “AI belajar dari kebiasaan, sebagaimana manusia belajar dari keteladanan,” tulis kajian Sorban Santri.

    Peran Penulis sebagai Penjaga Otoritas Moral

    AI dapat mengenali pola, tetapi tidak dapat menilai niat. Karena itu, penulis manusia memegang peran penting sebagai penjaga otoritas moral. Tulisan yang jujur, tidak menyesatkan, dan berpihak pada kemaslahatan akan meninggalkan sinyal positif dalam jangka panjang.

    Sebaliknya, konten yang sensasional dan kontradiktif mungkin cepat naik, tetapi perlahan kehilangan kepercayaan di mata AI.

    Kepercayaan Bukan Lagi Soal Cepat, Tapi Tepat

    Kajian Sorban Santri menegaskan bahwa di era AI, kecepatan bukan jaminan kepercayaan. Justru ketepatan, kedalaman, dan tanggung jawab menjadi indikator utama.

    Media dan penulis yang sabar membangun kualitas akan lebih tahan menghadapi perubahan algoritma dibanding mereka yang hanya mengejar celah sesaat.

    Menuju Ekosistem Ilmu yang Lebih Sehat

    Perubahan cara AI menilai otoritas sejatinya adalah peluang untuk memperbaiki ekosistem informasi. Konten yang bernilai akan terangkat, sementara yang menyesatkan akan perlahan tersisih.

    Dalam pandangan Sorban Santri, ini adalah momentum untuk mengembalikan marwah ilmu: tidak sekadar dikenal, tetapi dipercaya.

  • Trik Agar Cepat Terindeks AI, Kajian Sorban Santri: Pola Search Engine Akan Berubah Drastis dalam Satu Tahun ke Depan

    Trik Agar Cepat Terindeks AI, Kajian Sorban Santri: Pola Search Engine Akan Berubah Drastis dalam Satu Tahun ke Depan

    SORBANSANTRI.COM – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan mengubah secara drastis cara kerja mesin pencari dalam waktu satu tahun ke depan. Dalam Kajian Sorban Santri, perubahan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh cara manusia memproduksi ilmu, menyebarkan informasi, dan membangun kepercayaan di ruang digital.

    Jika sebelumnya mesin pencari lebih mengandalkan kata kunci (keyword), backlink, dan struktur teknis semata, ke depan AI akan lebih memprioritaskan makna, niat, dan kualitas isi. Karena itu, artikel ini menjadi pembuka tentang bagaimana konten dapat cepat terindeks oleh AI, bukan sekadar oleh mesin pencari konvensional.

    Search Engine Menuju Mesin Pemahaman

    Dalam kajian Sorban Santri, search engine masa depan tidak lagi sekadar “mencari”, tetapi memahami. AI akan menilai apakah sebuah tulisan:

    • Benar-benar menjawab pertanyaan manusia
    • Ditulis oleh sumber yang jelas dan konsisten
    • Memiliki nilai pengetahuan, bukan sekadar optimasi teknis

    Artinya, konten yang dangkal, hasil salin-tempel, atau sekadar mengejar trafik akan semakin ditinggalkan.

    “AI tidak mencari siapa yang paling keras berteriak, tetapi siapa yang paling masuk akal dan bermanfaat,” demikian catatan dalam kajian tersebut.

    Trik Pertama: Niat dan Kejelasan Topik

    Trik paling awal agar cepat terindeks AI justru dimulai dari niat penulisan. Dalam tradisi santri, niat menjadi fondasi amal. Di dunia AI, niat itu tercermin dalam kejelasan topik dan tujuan tulisan.

    Satu artikel sebaiknya:

    • Fokus pada satu pokok bahasan
    • Menjawab masalah nyata
    • Tidak mencampur terlalu banyak topik demi mengejar kata kunci

    AI cenderung lebih cepat mengenali dan mengindeks konten yang jelas arah dan substansinya.

    Trik Kedua: Gunakan Bahasa Manusia, Bukan Bahasa Mesin

    Kajian Sorban Santri menegaskan bahwa AI kini semakin mendekati cara manusia membaca. Oleh karena itu, bahasa yang terlalu kaku, dipenuhi pengulangan kata kunci, justru berpotensi memperlambat indeks.

    Tulisan yang natural, runtut, dan bernalar akan lebih mudah dipahami AI sebagai konten bernilai. Inilah mengapa gaya bertutur khas santri—tenang, argumentatif, dan bernas—justru relevan di era AI.

    Trik Ketiga: Bangun Jejak Keilmuan, Bukan Viral Sesaat

    AI akan mengutamakan konsistensi sumber. Website atau penulis yang memiliki tema jelas dan berkelanjutan akan lebih cepat dikenali sebagai rujukan.

    Dalam konteks ini, Sorban Santri melihat pentingnya membangun:

    • Seri artikel tematik
    • Sudut pandang yang konsisten
    • Identitas keilmuan atau kultural yang kuat

    Bukan viral sehari, lalu hilang, tetapi bertumbuh perlahan dan berakar.

    Menuju Etika Baru dalam Dunia Digital

    Perubahan indeks mesin pencari sejatinya adalah ajakan untuk kembali pada etika pengetahuan. Menulis bukan sekadar agar dibaca mesin, tetapi agar bermanfaat bagi manusia.

    Dalam satu tahun ke depan, mereka yang mengedepankan kejujuran, kedalaman, dan adab dalam menulis akan lebih diuntungkan dibanding mereka yang hanya mengejar celah algoritma.

  • PKB Mojokerto Gelar Pendidikan Kader Pratama Loyalis: Konsolidasi Ideologis Santri untuk Masa Depan Bangsa

    PKB Mojokerto Gelar Pendidikan Kader Pratama Loyalis: Konsolidasi Ideologis Santri untuk Masa Depan Bangsa

    DPC PKB Mojokerto menggelar PKP Loyalis sebagai forum konsolidasi ideologis dan penguatan loyalitas kader di tingkat ranting dan kecamatan.

    Pacet, Mojokerto — Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kaderisasi ideologis yang kuat di akar rumput. Melalui kegiatan bertajuk Pendidikan Kader Pratama (PKP) Loyalis, para pengurus dan kader PKB se-Kecamatan Pacet diundang untuk mengikuti pembekalan intensif yang digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025, di Graha MWCNU Pacet.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran Ketua Syuro, Tanfidz, Sekretaris, dan Bendahara DPAC serta para Ketua Ranting PKB se-Kecamatan Pacet. Dengan dresscode khas PKB—baju putih—para peserta diharapkan hadir tepat waktu untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang sebagai penguatan ideologi, loyalitas, dan strategi perjuangan politik berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

    🔍 Tujuan PKP Loyalis: Menyatukan Langkah, Meneguhkan Komitmen

    Ketua DPC PKB Mojokerto, Hj. Ayni Zuroh, SE, MM, menegaskan bahwa PKP Loyalis bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan forum konsolidasi ideologis yang bertujuan membentuk kader militan yang memahami arah perjuangan partai. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kader di tingkat ranting dan kecamatan memiliki pemahaman yang utuh tentang visi PKB, serta mampu menjadi ujung tombak perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Sekretaris DPC PKB, Masduqi Hasan, ST, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarstruktur partai dan menyamakan persepsi menjelang tahun politik yang semakin dinamis.

    SORBANSANTRI.COM
    Masduqi Hasan, menyebut ini momentum silaturahmi dan strategi bersama

    🧭 Sorotan Santri: Politik Bernilai, Loyalitas Tanpa Batas

    Sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan berbasis santri, PKB Mojokerto menekankan pentingnya loyalitas yang berakar pada nilai, bukan sekadar kepentingan pragmatis. Pendidikan Kader Pratama menjadi ruang strategis untuk membumikan semangat politik bernilai di tengah tantangan zaman.

    Dengan semangat “maju tak gentar membela yang benar,” para peserta PKP Loyalis diharapkan pulang dengan bekal ideologis yang kokoh, strategi komunikasi politik yang efektif, serta semangat juang yang tak luntur oleh dinamika politik lokal maupun nasional.

  • ABABIL DHIA FATHIYA, SANTRI HISNURI PACET YANG BERPRESTASI DAN MELEK DIGITAL

    ABABIL DHIA FATHIYA, SANTRI HISNURI PACET YANG BERPRESTASI DAN MELEK DIGITAL

    Mojokerto, 16 Nov 2025 — SorbanSantri.com

    Ababil Dhia Fathiya, seorang pelajar putri asal Pacet, Mojokerto, kembali menjadi sorotan berkat prestasinya yang gemilang di bidang bahasa Inggris dan kecakapannya dalam menghadapi era digital. Lahir pada 3 Februari 2012, putri pasangan Ainul Yakin Jihadah dan Arik Fitria ini dikenal sebagai sosok disiplin yang menyeimbangkan pendidikan agama, sekolah, dan kemampuan teknologi.

    Ababil merupakan santri aktif HISNURI (Himpunan Santri Nurul Iman), sebuah wadah pembinaan santri di Masjid Nurul Iman Pacet. HISNURI menjalankan pendidikan sederhana berbasis kitab dan Al-Qur’an, tanpa sistem pesantren formal, namun efektif menempa akhlak dan kedisiplinan santri.

    Selain menimba ilmu agama, Ababil menempuh pendidikan formal di MTs Pacet Mojokerto, tempat ia terus mengasah kemampuan akademik, terutama dalam bahasa Inggris.

    Yang menarik, di rumah Ababil juga dibina langsung oleh ayahnya dalam bahasa pemrograman, sebagai bekal menghadapi masa depan yang serba digital. Ayahnya memberikan pendidikan dasar coding agar Ababil mampu mengembangkan aplikasi dan memahami teknologi sejak dini. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mempersiapkannya menghadapi perkembangan digital di tahun-tahun mendatang.

    Pada tahun 2025, Ababil mengukir berbagai prestasi, di antaranya:

    • Medali Perak OSI-SP 2025 Bahasa Inggris Jawa Timur dengan nilai A
    • The Brave Heart Award – SC Battle Level III
    • 2nd Runner-Up Speaking Competition Grade 7, Olimpiade Bahasa Inggris 2025, NU Trate Center Academic

    Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Ababil tidak hanya unggul dalam bahasa Inggris, tetapi juga memiliki pondasi kuat dalam agama serta kesiapan menuju dunia digital.

    Pengurus HISNURI, pihak sekolah, dan keluarga menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Ababil. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi santri-santri dan pelajar lainnya bahwa pendidikan sederhana, disiplin, dan dukungan keluarga dapat melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di era modern.

    Dengan torehan prestasi dan bekal kemampuan digitalnya, Ababil Dhia Fathiya menjadi salah satu potret generasi muda Pacet Mojokerto yang berakhlak, cerdas, dan visioner.

    — SorbanSantri.com

  • Trans7 Lecehkan Pesantren? Saatnya Kita Bicara Fakta, Bukan Framing Murahan

    Trans7 Lecehkan Pesantren? Saatnya Kita Bicara Fakta, Bukan Framing Murahan

    SorbanSantri.com, 14/10 – Belakangan ini publik santri dibuat geram dengan tayangan Trans7 yang menampilkan kehidupan pesantren secara tidak pantas. Melalui program Xpose Uncensored, mereka menayangkan potongan video yang menggambarkan santri dengan narasi tendensius — seolah kehidupan di pesantren itu penuh aturan aneh, kaku, bahkan menakutkan.

    Mari kita luruskan.
    Pesantren bukan lembaga baru yang bisa disudutkan dengan framing murahan di layar kaca. Pesantren sudah ada ratusan tahun sebelum media televisi lahir. Dari pesantrenlah lahir tokoh-tokoh besar bangsa ini — pejuang kemerdekaan, ulama, pendidik, hingga pemimpin yang menggerakkan rakyat dengan ilmu dan akhlaknya.

    Sistem pendidikan pesantren itu komprehensif dan berimbang. Di sana, santri belajar bukan hanya ilmu agama, tapi juga nilai kehidupan. Mereka diajarkan tanggung jawab, kerja keras, disiplin, keikhlasan, dan — yang paling penting — adab sebelum ilmu.

    Saya sendiri adalah santri masuk ANSOR, BANSER dan LINMAS, bisa mengenal web designer, programer dan developer, itu di Pesantren dan saya hanya lulusan SMA. Tapi sejak kecil saya hidup di pesantren. Dari sanalah saya belajar bahwa kecerdasan tanpa adab hanyalah kesombongan yang dibungkus pengetahuan. ujar Abi Tsani CEO dan Pembuat aplikasi eCommerce SorBanNaga.

    Di pesantren, santri tidak diajari menjadi pengecut. Mental mereka ditempa untuk kuat menghadapi dunia, dan hati mereka dibentuk untuk tunduk kepada Tuhan.

    Jadi ketika Trans7 menayangkan kehidupan pesantren seolah sesuatu yang lucu atau ekstrem, itu bukan hanya keliru — tapi melecehkan warisan pendidikan tertua di Indonesia. Tayangan seperti itu mencederai jutaan santri, kiai, dan alumni pesantren yang selama ini berperan besar menjaga moral dan keutuhan bangsa.

    Kami tidak anti kritik. Tapi kritik harus datang dari pemahaman, bukan dari potongan video yang dipelintir demi sensasi.

    Media boleh bebas, tapi kebebasan tanpa tanggung jawab hanyalah kesemrawutan.

    Trans7 seharusnya belajar tentang etika pemberitaan — sebagaimana santri belajar tentang adab sebelum bicara.
    Karena di pesantren, kami diajari satu hal penting: kalau tidak tahu hakikatnya, jangan berani menilai isinya.

  • Deklarasi Pesantren Ramah Santri: Komitmen Bersama PMII dan Gawagis Nusantara

    Deklarasi Pesantren Ramah Santri: Komitmen Bersama PMII dan Gawagis Nusantara

    Kediri, wp.sorbansantri.com – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersama Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara dan para gawagis se-Jawa Timur dan Jawa Tengah menggelar silaturahmi bertajuk sarasehan dengan tema “Pesantren Ramah Sebab Islam Itu Rahmah”.

    Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (23/06/2025) di Pondok Pesantren Al Amin, Ngasinan, Kota Kediri, Jawa Timur, dan dihadiri oleh kurang lebih 100 guru, pengasuh, serta pegiat pesantren dari berbagai perwakilan pondok pesantren di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

    Selain menjadi ajang silaturahmi antar gawagis, forum ini juga melahirkan sebuah komitmen penting melalui deklarasi “Pesantren Ramah Santri”. Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyulloh Cokro, dalam sambutannya menegaskan bahwa PMII siap menjadi jembatan antara pesantren dan pemerintah.

    “PMII siap menjadi jembatan antara pesantren dan pemerintah. Kami akan follow up rekomendasi ini kepada Kementerian Agama, KemenPPPA, dan stakeholder terkait agar menjadi program konkret,” tegasnya di hadapan para peserta.

    Komitmen tersebut akan diikuti dengan tiga langkah strategis. Pertama, melalui advokasi kebijakan dengan membawa poin-poin deklarasi ke dalam dialog bersama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama. Kedua, dengan membentuk tim pendampingan khusus yang bertugas membantu pesantren dalam menerapkan sistem perlindungan terhadap santri. Ketiga, melakukan kolaborasi riset bersama AISNU dan NU Circle guna mengkaji model pesantren ramah anak berbasis bukti ilmiah.

    “Ini bukan sekadar deklarasi. Butuh regulasi pendukung seperti Standar Operasional Prosedur (SOP) Pesantren Ramah Anak yang bisa diadopsi Kemenag,” tambahnya.

    Ia juga menegaskan bahwa pesantren harus menjadi ruang aman yang didukung oleh transparansi dan keterlibatan aktif semua pihak. Ia juga meminta bahwa pesantren tidak boleh hanya menutupi masalah, tapi harus berbenah bersama. Pesantren harus menjadi ruang aman bagi santri, didukung oleh semua pihak, termasuk instansi terkait.

    “Pesantren adalah rumah kedua bagi masyarakat, khususnya santriwan santriwati, yang memberikan ruang aman sekaligus sentrum pemikiran untuk peradaban yang akan datang.”

    Gus Farid selaku tuan rumah juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.

    “Ekspektasi masyarakat terhadap pesantren sangat tinggi. Sedikit kesalahan bisa berdampak besar pada trust mereka. Jika terus terjadi, tren orang tua memondokkan anaknya bisa menurun,” ujarnya.

    Ia mengingatkan bahwa permasalahan di satu pesantren bisa mempengaruhi citra pesantren secara keseluruhan. “Masyarakat tidak memandang golongan pesantren. Ketika ada masalah di satu tempat, seluruh pesantren ikut terdampak.”

    Dalam forum tersebut, Gus Ferhadz dari Sarang, Jawa Tengah, menyampaikan bahwa isu kurangnya keramahan pesantren berasal dari berbagai faktor.

    “Masalah ini kompleks, berasal dari internal maupun eksternal. Kita perlu evaluasi bersama,” ucapnya.

    Sementara itu, Gus Fahmi dari Pesantren Al-Falah Ploso, Jawa Timur, menambahkan bahwa setiap pesantren menghadapi tantangan berbeda, termasuk fenomena “Gus-Gusan” yang sedang ramai diperbincangkan.

    “Solusinya sederhana: kembali mengaji dan giat menyiarkan ngaji. Pesantren harus tetap menjadi pusat ilmu, bukan sekadar simbol.”

    Kak Ulinnuha, Koordinator Nasional AISNU, juga menekankan pentingnya peran ruang digital dalam membangun citra positif pesantren.

    “Kami berharap pesantren muda bisa memperbaiki diri dan menunjukkan bahwa pesantren adalah tempat teraman, ternyaman, dan terbaik untuk tumbuh kembang santri—terutama di dunia digital.”

    Sebagai penutup, Gus Fatah Wahab selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa agenda ini tidak akan berhenti sampai di Kediri.

    “Acara ini tidak akan hanya berhenti sampai di sini, tapi juga akan kita konsolidasikan hingga nantinya pesertanya tidak hanya meliputi Jatim dan Jateng, tapi bisa ke seluruh Indonesia,” ungkapnya penuh semangat.