Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • Gelombang Demo Soroti Ketimpangan Sosial, Harmoni Pemimpin dan Rakyat Harus Bertumpu pada Kepentingan Bersama

    Gelombang Demo Soroti Ketimpangan Sosial, Harmoni Pemimpin dan Rakyat Harus Bertumpu pada Kepentingan Bersama

    

    Gelombang demonstrasi mahasiswa yang mencuat pada Jumat, 12 Juni 2026, menjadi penanda bahwa kegelisahan publik atas kondisi sosial-ekonomi belum juga reda. Aksi yang berlangsung di Jakarta dan sejumlah daerah membawa pesan yang sama: rakyat ingin kebijakan yang lebih adil, lebih peka, dan lebih berpihak pada kepentingan bersama.

    Di Jakarta, mahasiswa dari BEM UI dan KM IPB turun ke kawasan Bundaran HI dengan membawa tuntutan yang menyoroti pemborosan anggaran, kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta berbagai kebijakan yang dinilai makin menjauh dari kebutuhan riil masyarakat. Di daerah lain, suara serupa juga mengemuka, memperlihatkan bahwa keresahan ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri.

    Rangkaian aksi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang dipersoalkan publik bukan semata satu program atau satu keputusan, melainkan akumulasi ketimpangan sosial yang kian terasa. Ketika biaya hidup naik, kesempatan ekonomi menyempit, dan beban masyarakat kecil makin berat, maka jarak antara pusat kekuasaan dan kenyataan hidup rakyat menjadi semakin terlihat.

    Dalam situasi seperti ini, hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat tidak akan lahir dari pencitraan atau dari laporan yang hanya menyenangkan telinga. Harmoni hanya bisa tumbuh jika kepentingan bersama ditempatkan di atas kepentingan pribadi dan golongan. Pemimpin semestinya mendengarkan suara kebenaran yang lahir dari realitas masyarakat, bukan hanya mendengar segelintir orang di lingkaran kekuasaan.

    Demonstrasi damai harus dibaca sebagai alarm sosial, bukan semata gangguan ketertiban. Aspirasi yang datang dari jalanan, kampus, dan masyarakat sipil adalah bagian dari koreksi publik yang sah dalam demokrasi. Menjawabnya memerlukan kebijakan yang adil, komunikasi yang jujur, dan keberanian untuk mengakui bila ada langkah pemerintah yang belum berpihak sepenuhnya pada rakyat.

    Selama aspirasi disampaikan secara tertib dan konstitusional, negara seharusnya hadir untuk mendengar, bukan sekadar membatasi. Sebab stabilitas yang sejati tidak lahir dari pembungkaman, melainkan dari keadilan yang benar-benar dirasakan bersama. Dari situlah kepercayaan publik dapat dipulihkan, dan hubungan pemimpin dengan rakyat kembali berdiri di atas dasar yang sehat dan bermartabat.

  • Al Mudzakaroh MUI Kabupaten Mojokerto Digelar di RS Mawaddah, Hadirkan Nuansa Berbeda

    Al Mudzakaroh MUI Kabupaten Mojokerto Digelar di RS Mawaddah, Hadirkan Nuansa Berbeda

    Mojokerto – Kegiatan Al Mudzakaroh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto kali ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya rutin dilaksanakan di masjid, Al Mudzakaroh kali ini digelar di Aula RS Mawaddah, Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (awal Januari 2026).

    RS Mawaddah sendiri dikenal sebagai salah satu rumah sakit terbesar di Kabupaten Mojokerto. Lokasi ini bukanlah hal baru bagi MUI, mengingat sebelumnya aula RS Mawaddah juga pernah digunakan sebagai tempat pelantikan pengurus MUI Kecamatan Ngoro, dengan restu pimpinan rumah sakit setempat.

    Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MUI. Selanjutnya, sambutan tuan rumah disampaikan oleh Direktur RS Mawaddah, dr. Sihwati Wilujeng. Sambutan tersebut disambut antusias oleh para hadirin, terlebih saat beliau menyampaikan kekhawatirannya terkait jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan sehingga hidangan yang disiapkan dikhawatirkan tidak mencukupi.

    Lebih jauh, dr. Sihwati juga menyoroti laporan Pemerintah Arab Saudi terkait meningkatnya jumlah jamaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia setiap tahunnya. Menurutnya, faktor kesehatan jamaah perlu mendapat perhatian yang lebih serius sejak sebelum keberangkatan. Dalam konteks ini, MUI dinilai memiliki peran strategis sebagai institusi keagamaan resmi negara dalam memberikan edukasi dan perhatian terhadap kesiapan kesehatan jamaah haji.

    Hal tersebut ditanggapi dengan gaya ringan oleh Ketua MUI Kabupaten Mojokerto, KH Cholil Arphaphy, MM. Dalam sambutannya, beliau berseloroh agar RS Mawaddah bisa memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para pengurus MUI Kabupaten Mojokerto. Candaan tersebut sontak mencairkan suasana dan disambut gelak tawa serta tepuk tangan para jamaah yang memenuhi aula.

    Kegiatan Al Mudzakaroh ini dihadiri lengkap oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bupati Mojokerto diwakili oleh Wakil Bupati Bapak Reza, Kapolres Mojokerto AKBP Irham beserta jajaran, Camat Ngoro, serta Kepala KUA Kecamatan Ngoro.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Reza menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh hadirin. Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2026 kemungkinan akan membawa tantangan yang berbeda dibandingkan tahun 2025, sehingga diperlukan kesiapan, kebersamaan, dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

    Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Irham mengenang masa kecilnya di rumah kelahirannya di Muntilan, Magelang. Ia menuturkan bahwa suasana Al Mudzakaroh tersebut mengingatkannya pada tradisi pengajian yang dahulu sering diikuti bersama kakeknya. Dalam kesempatan itu, beliau juga menyampaikan bahwa masa tugasnya sebagai Kapolres Mojokerto merupakan amanah yang berat namun dijalani dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. Menjelang kepindahan tugasnya ke Tulungagung, AKBP Irham pun berpamitan serta memohon doa restu dan maaf kepada seluruh hadirin.

    Sebagai puncak acara, pengajian disampaikan oleh KH Masrihan Asy’ari. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya pengendalian hawa nafsu. Ia menyampaikan bahwa orang alim yang menuruti hawa nafsunya justru lebih buruk, sementara orang awam yang mampu menahan hawa nafsunya lebih baik dibandingkan orang alim yang kalah oleh nafsu. KH Masrihan juga mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih pergaulan, khususnya dengan orang-orang yang selalu menuruti hawa nafsu.

    Tausiyah tersebut disampaikan dengan gaya komunikatif, penuh sindiran halus dan humor segar, sehingga suasana pengajian berlangsung hidup dan disambut riuh tepuk tangan para jamaah.

  • Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil, KH. Abdurrahman Wahid, dan Marsinah

    Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil, KH. Abdurrahman Wahid, dan Marsinah

    Mojokerto, 14 November 2025 – Kabupaten Mojokerto menggelar dua rangkaian tasyakuran untuk merayakan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh besar bangsa: Syaikhona Muhammad Kholil, KH. Abdurrahman Wahid, dan Marsinah. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan pengabdian mereka bagi kemajuan bangsa.

    Tasyakuran di DPC PKB Kabupaten Mojokerto

    Rangkaian pertama berlangsung pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Mojokerto, pengurus DPAC PKB, lembaga dan banom PKB, serta tokoh masyarakat setempat.

    Dalam kesempatan ini, Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Ibu Hj. Ayni Zuroh, S.E., M.M., menyampaikan sambutan penuh makna, menekankan pentingnya meneladani perjuangan para pahlawan nasional dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan KH. Mubayyin Syafi’i, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Mojokerto, memberikan tausiyah yang mengingatkan nilai-nilai kepahlawanan, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Tasyakuran di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto

    Rangkaian kedua digelar Jumat, 14 November 2025, di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto. Acara dihadiri oleh seluruh fraksi PKB di DPRD, pengurus DPC PKB, seluruh pegawai DPRD, serta tokoh-tokoh masyarakat Mojokerto.

    Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Hj. Ayni Zuroh, mengapresiasi jasa para pahlawan nasional dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat perjuangan mereka. Acara ditutup dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Mahrus Ali, yang memberikan penguatan spiritual dan motivasi bagi seluruh hadirin.

    Rangkaian tasyakuran ini menjadi bukti nyata penghormatan Kabupaten Mojokerto terhadap para pahlawan nasional dan sebagai pengingat bagi generasi muda akan nilai-nilai keberanian, pengabdian, dan kepedulian sosial.

  • Haul Mbah Surgi dan Peresmian Musholla Nur Hasan, Warga Bacem Antusias Sambut Kehadiran Gus Barra

    Haul Mbah Surgi dan Peresmian Musholla Nur Hasan, Warga Bacem Antusias Sambut Kehadiran Gus Barra

    Mojokerto, SorbanSantri.com – Haul Mbah Surgi atau yang dikenal dengan nama asli Mbah Nur Hasan Tamtojani di Dusun Tepas Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang, Mojokerto, tahun ini berlangsung meriah dan penuh makna. Selain menjadi momentum spiritual, acara juga dirangkaikan dengan peresmian Musholla “Nur Hasan” oleh Bupati Mojokerto, Gus Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum.

    Acara Haul yang digelar selama dua hari ini dimulai pada Jumat, 17 Oktober 2025 dengan kegiatan Sholawat Ishari. Panitia mencatat sekitar 500 jamaah Ishari hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto, dari total undangan 1.000 jamaah. Lantunan sholawat bergema silih berganti, menambah khidmat suasana malam pertama haul.

    Puncak acara digelar keesokan harinya, Sabtu, 18 Oktober 2025, dengan pengajian umum yang menghadirkan dua penceramah utama. Ceramah pertama disampaikan oleh KH. Abd Mughni Wahab, kemudian dilanjutkan oleh BP KH. Muslikhuddin Abbas, Suriyah PCNU Kabupaten Mojokerto yang baru saja dilantik bulan lalu.

    Menariknya, di sela pengajian tersebut, Gus Barra hadir secara langsung untuk meresmikan bangunan rehabilitasi Musholla Nur Hasan yang baru rampung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa musholla tersebut telah dibangun melalui dana pemerintah sebesar Rp 250 juta.

    “Orang yang sudah meninggal itu sebenarnya tidak mati. Mereka hidup di sisi Tuhannya,” ujar Gus Barra, sambil mengutip salah satu ayat Al-Qur’an sebagai dalil, disambut takbir oleh para jamaah.

    Usai sambutan, Bupati termuda di Indonesia itu melakukan penandatanganan prasasti peresmian di atas papan keramik hitam berukuran sekitar 60 cm, dilanjutkan foto bersama para tokoh masyarakat dan pengurus NU setempat.


    Tanpa Pengamanan Banser, Ceramah Berlangsung Tenang Namun Disayangkan

    Meski acara berjalan lancar dan penuh khidmat, terdapat beberapa catatan penting dari warga dan tokoh NU di lapangan. Di antaranya adalah tidak adanya pengamanan dari Banser pada kedua hari kegiatan, baik saat Sholawat Ishari maupun pengajian puncak.

    Hal ini dibenarkan oleh M. Kholil, mantan Ketua Ansor Ranting Bening, yang menyampaikan bahwa pihak Banser tidak pernah menerima konfirmasi dari panitia.

    “Saya sempat menanyakan langsung ke pihak Banser Ranting. Jawabannya, tidak ada permintaan pengamanan dari panitia,” ungkapnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Ceramah KH MUSLIKHUDDIN ABBAS tanpa pendampingan Banser

    Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya sambutan resmi dari Panitia serta konfirmasi mendadak terhadap Ranting NU Bening tanpa koordinasi jauh hari.
    Beberapa tokoh NU berharap ke depan, kegiatan masyarakat yang mengatasnamakan NU dapat dikoordinasikan dengan struktur organisasi, mulai dari Ranting, MWC, hingga PCNU, agar sinergi keorganisasian tetap terjaga.

    “Kalau kegiatan masyarakat membawa nama NU, sebaiknya konfirmasi ke pengurus resmi NU. Biar rapi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar salah seorang tokoh yang enggan disebut namanya.


    Momentum Perbaikan dan Pembelajaran

    Kendati demikian, acara Haul Mbah Surgi tahun ini tetap dianggap lebih baik dan berkembang dibanding tahun sebelumnya. Selain meningkatnya partisipasi masyarakat, terbangunnya Musholla Nur Hasan yang megah menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Dusun Tepas Bacem.

    Ketua Ranting NU Desa Bening, Gus Muhammad Nur Habibi, saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan apresiasi dan harapan agar kekurangan kecil di tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi.

    “Alhamdulillah, secara umum acara berjalan baik dan lancar. Kekurangan itu wajar, yang penting kita belajar dan berbenah untuk tahun berikutnya,” tutur Gus Habibi.

    Dengan rampungnya Musholla Nur Hasan dan semangat warga yang tetap terjaga, Haul Mbah Surgi 2025 menjadi bukti nyata bagaimana tradisi keagamaan dan gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat Nahdliyyin Mojokerto.

  • NU Ranting Desa Bening Siap Semarakkan Hari Santri Nasional 2025

    NU Ranting Desa Bening Siap Semarakkan Hari Santri Nasional 2025

    MOJOKERTO — wp.sorbansantri.com

    Pada 12 Oktober 2025, NU Ranting Desa Bening, Kecamatan Gondang, Mojokerto, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan penuh semangat. Di bawah kepemimpinan Ustadz Much. Nur Habibi, geliat keagamaan di desa ini semakin terasa kuat dan menyatu dengan kehidupan masyarakat.

    Setelah sukses menyiapkan pembangunan kantor NU Ranting Bening yang kini memiliki fasilitas lengkap — mulai dari ruang kantor IPNU dan IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, hingga kantor NU dan hall serbaguna berkapasitas 1.000 orang — kini semangat baru kembali menyala menjelang peringatan Hari Santri Nasional.

    Dalam rapat yang digelar di rumah sekaligus ruang ngaji milik Gus Much. Nur Habibi, seluruh pengurus NU beserta badan otonomnya membahas berbagai rencana kegiatan. Meski sempat berlangsung alot, akhirnya rapat menghasilkan kesepakatan bersama: Hari Santri tahun ini akan dimeriahkan dengan Lomba Menyanyi Mars NU yang diikuti oleh seluruh anak ranting se-Desa Bening.

    Antusiasme langsung terasa, delapan anak ranting dari berbagai dusun se-Desa Bening langsung mendaftar sebagai peserta saat pendaftaran dibuka. Selain lomba Mars NU, panitia juga menyiapkan lomba Adzan dan Iqomah yang akan diikuti oleh generasi muda NU di wilayah tersebut.

    Ketua panitia, Bapak Sulthon dari Ranting NU Dusun Urung-Urung, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang lomba semata, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran dan estafet semangat bagi generasi penerus NU.

    “Acara ini diadakan karena semangat masyarakat, khususnya seluruh anak ranting NU se-Desa Bening. Di samping itu, untuk menyambung estafet kepemimpinan dan pembelajaran bagi generasi NU selanjutnya,” ungkapnya.

    Rangkaian lomba Hari Santri Nasional ini rencananya akan digelar pada 30 Oktober 2025, terpusat di Balai Dusun Mbacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang. Semangat kebersamaan dan cinta terhadap NU pun kembali bergema di pelosok Mojokerto, membawa harapan baru bagi tumbuhnya kader-kader santri masa depan.

  • Sorotan Publik ke LBH GP Ansor: Seharusnya Jadi Penengah, Bukan Pemantik Ketegangan

    Sorotan Publik ke LBH GP Ansor: Seharusnya Jadi Penengah, Bukan Pemantik Ketegangan

    LBH GP Ansor Dampingi Sahara

    wp.sorbansantri.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Malang menyatakan resmi mendampingi Sahara sejak pertengahan September 2025. Pendampingan itu dilakukan setelah Sahara melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan pelecehan verbal yang disebut melibatkan Yai Mim.

    Dalam pernyataannya, LBH GP Ansor menegaskan pendampingan dilakukan murni dari aspek hukum, tanpa intervensi sosial atau politik, serta bersifat pro bono (gratis). Mereka menyebut bahwa setiap warga, termasuk perempuan, berhak mendapat perlindungan hukum tanpa memandang latar belakang pihak lain.

    “Kami berdiri pada asas keadilan hukum. Pendampingan ini bukan bentuk permusuhan, tapi bentuk perlindungan terhadap hak warga yang merasa terzalimi,” kata salah satu pengurus LBH GP Ansor dikutip dari Malang Times (7/10/2025).


    Sorotan Publik Muncul

    Namun, langkah ini justru memicu sorotan tajam dari publik dan kader muda Nahdlatul Ulama. Banyak yang menilai, GP Ansor semestinya tampil sebagai penengah dan penjaga kesejukan sosial, bukan langsung berpihak pada salah satu pihak dalam konflik yang sebenarnya bisa dimediasi secara kekeluargaan.

    Kasus ini bermula dari sengketa lahan parkir di kawasan perumahan yang dulunya merupakan tanah wakaf akses jalan milik Yai Mim. Konflik berkembang menjadi perdebatan terbuka dan viral di media sosial, hingga memunculkan narasi saling tuding dan pelaporan ke pihak kepolisian.

    “Seharusnya Ansor hadir untuk menenangkan, bukan menajamkan. Kalau ada masalah antarwarga, lebih baik jadi jembatan perdamaian, bukan corong hukum yang memperkeruh,” ujar salah satu tokoh muda NU di Mojokerto saat dimintai tanggapan oleh Sorban Santri.


    Kritik Internal dan Seruan Refleksi

    Kritik juga datang dari kalangan internal sendiri. Sejumlah kader Ansor di Jawa Timur menilai bahwa langkah LBH GP Ansor ini berpotensi menimbulkan salah tafsir publik tentang arah gerakan pemuda NU.

    “Ansor itu organisasi besar dengan akar sosial yang kuat. Jangan sampai tindakan segelintir orang di LBH membuat marwah organisasi ikut tercoreng,” ungkap anggota GP Ansor Pacet yang dimintai tanggapan.

    Ia menambahkan, seharusnya Ansor lebih fokus memperhatikan kadernya sendiri, termasuk membina moral, ekonomi, dan pendidikan hukum bagi anggota muda, daripada terseret pada konflik antarindividu yang sifatnya pribadi.


    Peran Penyejuk Diharapkan

    Banyak pihak berharap GP Ansor bisa mengambil langkah islah (perdamaian) dengan mengumpulkan kedua belah pihak untuk dialog terbuka. Pendekatan sosial, spiritual, dan kultural dianggap lebih sesuai dengan karakter Nahdliyyin ketimbang pendekatan hukum formal yang cenderung kaku.

    “Lebih baik Ansor turun tangan sebagai penengah yang menyejukkan, bukan sekadar lembaga advokasi yang membawa perkara ke ranah hukum. Sebab masyarakat menunggu peran Ansor sebagai penjaga ketenangan umat,” ujar salah satu pengamat sosial dari Malang Raya.


    Kesimpulan

    Kasus Yai Mim dan Sahara telah membuka refleksi besar bagi organisasi kepemudaan di bawah NU. Keadilan hukum memang penting, namun kesejukan sosial jauh lebih bernilai di tengah masyarakat yang mudah tersulut oleh isu media.

    GP Ansor diharapkan dapat kembali pada peran utamanya:

    • Melindungi kader dan umat dari konflik horizontal,
    • Menjadi penengah yang adil dan berempati, serta
    • Menjaga nama baik Nahdliyyin dengan sikap yang sejuk, santun, dan mendidik.

  • Doa Bersama untuk Keselamatan NKRI, Wujud Kepedulian DPC PKB Kab. Mojokerto dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

    Doa Bersama untuk Keselamatan NKRI, Wujud Kepedulian DPC PKB Kab. Mojokerto dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

    Mojokerto, 30 Agustus 2025 – Di tengah situasi yang penuh dinamika dan berbagai isu yang berkembang, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan doa bersama ini digelar sebagai upaya mempererat rasa persatuan dan kesatuan, serta menyejukkan situasi di tengah banyaknya unjuk rasa yang belakangan ini terjadi.

    Acara doa bersama yang digagas oleh DPC PKB Kabupaten Mojokerto ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, pukul 18.00 WIB bertempat di Kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, baik anggota partai, simpatisan, maupun warga sekitar.

    Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Hj. Ayni Zuroh, S.E., M.M., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa doa bersama ini menjadi momen penting untuk memperkuat tekad bersama dalam menjaga keutuhan NKRI, sekaligus sebagai langkah untuk menciptakan kedamaian di Kabupaten Mojokerto.

    “Doa bersama ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap keselamatan bangsa dan negara. Kami ingin masyarakat merasakan kedamaian, dan kita semua sebagai warga negara harus mendukung terwujudnya kehidupan yang harmonis, baik antara pemerintah maupun rakyat,” ujar Hj. Ayni Zuroh.

    Senada dengan itu, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Masduqi Hasan, S.T., juga menambahkan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan langkah untuk menyejukkan hati rakyat, sekaligus mempererat silaturahmi antar warga dan pihak pemerintah.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa dalam setiap perbedaan, yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kedamaian dan saling mendukung satu sama lain. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan berdoa bersama demi kebaikan dan keselamatan bangsa ini,” ungkap Masduqi Hasan.

    Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk dialog yang damai, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. Di tengah ketegangan yang mungkin timbul, penting bagi setiap pihak untuk mengingat bahwa hanya dengan bersama-sama, baik melalui doa maupun tindakan nyata, kita dapat mengatasi segala permasalahan yang ada.

    Tertib dan Damai Menjadi Harapan Bersama

    Dalam situasi apapun, DPC PKB Kabupaten Mojokerto mengajak semua pihak untuk tetap mengedepankan dialog yang konstruktif dan penuh rasa hormat. Tidak ada yang lebih penting daripada menjaga kedamaian, keamanan, dan keutuhan NKRI.

    Acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah kecil namun penuh makna untuk menyejukkan hati masyarakat Mojokerto, serta menunjukkan bahwa dalam kebersamaan kita bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada. Semoga melalui doa bersama ini, kedamaian dan keharmonisan di Mojokerto tetap terjaga.

    Mari Bersama-sama Berdoa untuk NKRI!
    (Red SorBan)

  • Jalur Pacet Cangar Dibuka Bertahap, Tergantung Kondisi Cuaca

    Jalur Pacet Cangar Dibuka Bertahap, Tergantung Kondisi Cuaca

    Pacet, Sorbansantri.com — Setelah hampir dua bulan penuh upaya, penanganan longsor di jalur Pacet–Cangar, Mojokerto, mendekati 100% rampung. Hari ini, Selasa (22/4/2025), para pemangku kepentingan terkait menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi hasil penanganan bencana yang sebelumnya menelan sepuluh korban jiwa tersebut.

    Bertempat di Rest Area Sendi, rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto. Sebelum rapat dimulai, seluruh peserta yang terdiri dari unsur BPBD, Dinas PU Bina Marga, TNI-Polri, serta pemerintah daerah setempat, melakukan kunjungan lapangan ke titik longsor untuk melihat langsung progres penanganan.

    Berdasarkan hasil tinjauan dan evaluasi bersama, diputuskan bahwa jalur Pacet–Cangar akan mulai dibuka secara bertahap pada Rabu, 23 April 2025, dengan jam operasional pukul 05.00–18.00 WIB. Namun, pembukaan jalur ini dilakukan dengan sejumlah catatan penting.

    “Jika terjadi hujan atau kondisi di lapangan dinilai membahayakan pengguna jalan, maka jalur akan segera ditutup kembali demi keselamatan,” tegas Gatot Soebroto dalam berita acara rapat.

    Kebijakan pembukaan bertahap ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan wisata yang sangat terdampak oleh penutupan jalur strategis tersebut. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.

    Dalam kesempatan itu, Gatot juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan yang telah berjibaku dalam proses evakuasi, pembersihan material longsor, hingga upaya penguatan lereng untuk mengurangi risiko bencana susulan.

    Pihak BPBD Jatim menghimbau masyarakat untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan dan memperhatikan informasi cuaca sebelum melintasi jalur Pacet–Cangar. Stakeholder berjanji akan terus melakukan pemantauan ketat demi memastikan keamanan para pengguna jalan.

    Dengan dibukanya jalur ini secara bertahap, diharapkan roda perekonomian kawasan Pacet dan Batu mulai bergerak kembali, meski tetap dibayangi kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

  • Seperti Neraka, Ribuan Mobil Terbakar Habis di Kebakaran Los Angeles

    Seperti Neraka, Ribuan Mobil Terbakar Habis di Kebakaran Los Angeles


    Sorbansantri.com, Los Angeles, California – Kebakaran dahsyat melanda Los Angeles selama dua hari terakhir, meninggalkan pemandangan menyerupai neraka di tengah kota. Ribuan mobil terbakar habis, menjadi tumpukan besi hangus yang tersebar di jalanan, garasi, dan area parkir.

    Kebakaran ini dipicu oleh kobaran api hutan di sekitar Los Angeles yang meluas dengan cepat akibat badai angin. Api menyebar dalam hitungan jam, melahap sebagian wilayah kota hingga memaksa lebih dari 30 ribu jiwa mengungsi demi menyelamatkan diri.

    Mereka meninggalkan kendaraan dan properti, termasuk para selebriti Hollywood seperti Jennifer Aniston, Bradley Cooper, Tom Hanks, dan Reese Witherspoon. Selain mobil-mobil mewah, rumah serta aset berharga milik para selebriti tersebut ikut dilalap api.

    Galeri Foto Kebakaran Los Angeles

    Kengerian di Jalan Raya
    Badai angin yang membawa hawa panas membuat api menjalar cepat di jalan raya. Para pengemudi dipaksa meninggalkan mobil mereka untuk menyelamatkan nyawa.

    “Api langsung membakar mobil-mobil. Situasinya benar-benar seperti adegan dalam film horor,” ujar Marsha Horowitz, seorang warga Los Angeles, seperti dilaporkan oleh BBC.

    Bahkan mobil-mobil yang menghalangi jalan harus dihancurkan menggunakan bulldozer agar petugas pemadam kebakaran dapat melintas. Aktor Steve Guttenberg, yang berada di lokasi saat kebakaran, menggambarkan kekacauan itu sebagai sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya.

    Kerugian Tak Terkira
    Selain kendaraan, banyak rumah dan properti lainnya habis terbakar, termasuk milik warga biasa hingga selebriti papan atas.

    Petugas pemadam kebakaran terus berjuang untuk memadamkan api, meski badai angin menjadi tantangan besar. Hingga kini, kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran dolar AS, dan penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih berlangsung.

    Kebakaran dan Dampak Lingkungan
    Kebakaran ini juga membawa dampak lingkungan yang signifikan. Asap tebal menyelimuti Los Angeles, mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

    Foto-foto yang beredar menunjukkan pemandangan mengerikan—mobil-mobil hangus, jalanan penuh puing, dan langit oranye yang dipenuhi asap. Los Angeles, yang dikenal sebagai Kota Hollywood, kini berubah menjadi lokasi penuh kehancuran.

    Upaya pemulihan masih terus dilakukan, sementara warga yang kehilangan tempat tinggal kini bergantung pada bantuan darurat dari pemerintah dan organisasi kemanusiaan.

    Los Angeles kini berjuang untuk bangkit dari bencana ini, membawa pelajaran besar tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim dan kebakaran hutan.

    @beritasorban

    Kebakaran hebat melanda Los Angeles, California, meninggalkan pemandangan seperti neraka di tengah kota. Ribuan mobil terbakar habis, menjadi tumpukan besi hangus akibat kobaran api yang menyebar cepat dari kawasan hutan ke wilayah perkotaan. Lebih dari 30 ribu warga, termasuk selebriti Hollywood, terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan kendaraan mereka. Badai angin kencang memperparah situasi, membuat api sulit dikendalikan. Petugas pemadam bahkan harus menggunakan bulldozer untuk membersihkan jalan dari mobil-mobil yang ditinggalkan. Kerugian tak terhitung—rumah-rumah mewah dan mobil-mobil mewah hangus dilalap si jago merah. Ini adalah peringatan nyata dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem. Los Angeles kini menghadapi krisis besar, berjuang memadamkan api dan memulihkan kehancuran yang ditinggalkan. Sorbansantri.com Melaporkan! Suara santri, Suara Hati #KebakaranLosAngeles #RibuanMobilTerbakar #DampakPerubahanIklim #BencanaCalifornia #ApiMengganas #KrisisLingkungan #HollywoodBurning #PemanasanGlobal #foryoupage

    ♬ suara asli – Sorban Santri

  • Kebakaran Hebat di Los Angeles Hanguskan 10.000 Bangunan, Korban Tewas Bertambah

    Kebakaran Hebat di Los Angeles Hanguskan 10.000 Bangunan, Korban Tewas Bertambah

    Sorbansantri.com, Los Angeles – Kebakaran hutan yang melanda wilayah Los Angeles, Amerika Serikat, telah menewaskan sedikitnya 10 orang dan menghancurkan sekitar 10.000 rumah serta bangunan lainnya. Kebakaran ini terus meluas dan memaksa ribuan penduduk untuk mengungsi.

    Kebakaran terbaru yang dinamai Kebakaran Kenneth terjadi di West Hills, Lembah San Fernando, pada Kamis sore. Kebakaran ini muncul di tengah upaya petugas pemadam kebakaran yang masih berjuang mengendalikan kebakaran besar lainnya, yaitu Kebakaran Palisades dan Eaton.

    Walikota Los Angeles Karen Bass menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang memburuk akibat angin kencang yang mempercepat penyebaran api. “Kami memperkirakan api ini akan menyebar dengan cepat karena angin kencang,” ujarnya.

    Korban Jiwa dan Kerusakan yang Meluas

    Hingga Kamis malam pukul 21.00 waktu setempat, jumlah korban tewas meningkat menjadi 10 orang dari sebelumnya tujuh korban. Informasi ini disampaikan oleh Departemen Pemeriksa Medis County Los Angeles. Kebakaran Palisades dan Eaton sendiri telah menghancurkan lebih dari 5.000 bangunan, termasuk rumah, mobil, dan gudang.

    Total lahan yang terbakar akibat dua kebakaran besar tersebut mencapai lebih dari 12.000 hektar. Selain itu, tiga kebakaran kecil juga dilaporkan terjadi di sekitar Los Angeles.

    “Pemandangannya seperti bom atom yang dijatuhkan di daerah-daerah ini. Saya tidak mengharapkan kabar baik,” ungkap Sheriff Los Angeles County Robert Luna dalam sebuah konferensi pers. Luna juga memperkirakan jumlah korban jiwa akan terus bertambah.

    Dampak Bencana

    Hampir 180.000 orang berada di bawah perintah evakuasi, sementara 200.000 penduduk lainnya menerima peringatan evakuasi. Pemadaman listrik juga melanda lebih dari 285.000 rumah di California Selatan, dan kerusakan infrastruktur air serta limbah semakin memperparah kondisi.

    Daerah Malibu dan Pacific Palisades menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Sejumlah selebriti, termasuk James Woods, Paris Hilton, dan Billy Crystal, kehilangan rumah mereka akibat kebakaran ini. Kepala Kamar Dagang Pacific Palisades Barbara Bruderlin menyatakan, “Ada daerah di mana semuanya hilang, bahkan tidak ada sebatang kayu yang tersisa.”

    Penyebab dan Tindakan Darurat

    Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Meskipun petir sering menjadi pemicu kebakaran hutan di AS, tidak ada laporan petir saat kebakaran ini dimulai. Para ahli menduga penyebab lainnya seperti kabel listrik atau tindakan pembakaran sengaja.

    Gubernur California Gavin Newsom mengerahkan Garda Nasional untuk membantu proses penyelamatan dan menjaga keamanan di tengah laporan adanya penjarahan. “Penjarahan tidak akan ditoleransi,” tegasnya.

    Dukungan Pemerintah Federal

    Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa pemerintah federal akan menanggung seluruh biaya upaya pemulihan selama 180 hari ke depan. “Saya memberi tahu gubernur dan pejabat lokal untuk tidak menahan biaya dalam memadamkan kebakaran ini,” katanya. Biden juga mendorong Kongres untuk memberikan bantuan tambahan guna menutupi kerugian yang terjadi.

    Sementara itu, Biden berharap pemerintahan yang akan datang di bawah Presiden terpilih Donald Trump akan melanjutkan dukungan kepada negara bagian California. “Ini bukan tentang politik,” ujarnya, seraya meminta semua pihak untuk bersatu dalam menghadapi bencana ini. (AI)

    @beritasorban Tragedi besar melanda Los Angeles, Amerika Serikat. Dua kebakaran hutan besar, yaitu Kebakaran Palisades dan Eaton, telah menewaskan setidaknya 10 orang dan menghancurkan 10.000 bangunan, termasuk rumah, gudang, dan kendaraan. Ribuan orang terpaksa mengungsi sementara 285.000 penduduk hidup tanpa listrik akibat kerusakan parah infrastruktur. Kebakaran baru bernama Kenneth di West Hills memperburuk situasi. Angin kencang mempercepat penyebaran api, membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan. Gubernur California Gavin Newsom mengerahkan Garda Nasional untuk membantu proses penyelamatan dan keamanan. Sementara itu, Presiden Joe Biden memastikan pemerintah federal akan menanggung biaya pemulihan penuh selama 180 hari ke depan. Situasi ini adalah pengingat kuat akan pentingnya persatuan dan tindakan cepat dalam menghadapi bencana alam. Tetap ikuti perkembangan terbaru hanya di SorbanSantri.com. #KebakaranLosAngeles #BencanaCalifornia #KrisisLingkungan #EvakuasiMassal #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri