Kategori: Sosial

berita yang mengulas tentang aspek-aspek sosial dalam masyarakat, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, keadilan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pekerjaan, lingkungan hidup, dan permasalahan sosial lainnya

  • Gelombang Demo Soroti Ketimpangan Sosial, Harmoni Pemimpin dan Rakyat Harus Bertumpu pada Kepentingan Bersama

    Gelombang Demo Soroti Ketimpangan Sosial, Harmoni Pemimpin dan Rakyat Harus Bertumpu pada Kepentingan Bersama

    

    Gelombang demonstrasi mahasiswa yang mencuat pada Jumat, 12 Juni 2026, menjadi penanda bahwa kegelisahan publik atas kondisi sosial-ekonomi belum juga reda. Aksi yang berlangsung di Jakarta dan sejumlah daerah membawa pesan yang sama: rakyat ingin kebijakan yang lebih adil, lebih peka, dan lebih berpihak pada kepentingan bersama.

    Di Jakarta, mahasiswa dari BEM UI dan KM IPB turun ke kawasan Bundaran HI dengan membawa tuntutan yang menyoroti pemborosan anggaran, kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta berbagai kebijakan yang dinilai makin menjauh dari kebutuhan riil masyarakat. Di daerah lain, suara serupa juga mengemuka, memperlihatkan bahwa keresahan ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri.

    Rangkaian aksi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang dipersoalkan publik bukan semata satu program atau satu keputusan, melainkan akumulasi ketimpangan sosial yang kian terasa. Ketika biaya hidup naik, kesempatan ekonomi menyempit, dan beban masyarakat kecil makin berat, maka jarak antara pusat kekuasaan dan kenyataan hidup rakyat menjadi semakin terlihat.

    Dalam situasi seperti ini, hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat tidak akan lahir dari pencitraan atau dari laporan yang hanya menyenangkan telinga. Harmoni hanya bisa tumbuh jika kepentingan bersama ditempatkan di atas kepentingan pribadi dan golongan. Pemimpin semestinya mendengarkan suara kebenaran yang lahir dari realitas masyarakat, bukan hanya mendengar segelintir orang di lingkaran kekuasaan.

    Demonstrasi damai harus dibaca sebagai alarm sosial, bukan semata gangguan ketertiban. Aspirasi yang datang dari jalanan, kampus, dan masyarakat sipil adalah bagian dari koreksi publik yang sah dalam demokrasi. Menjawabnya memerlukan kebijakan yang adil, komunikasi yang jujur, dan keberanian untuk mengakui bila ada langkah pemerintah yang belum berpihak sepenuhnya pada rakyat.

    Selama aspirasi disampaikan secara tertib dan konstitusional, negara seharusnya hadir untuk mendengar, bukan sekadar membatasi. Sebab stabilitas yang sejati tidak lahir dari pembungkaman, melainkan dari keadilan yang benar-benar dirasakan bersama. Dari situlah kepercayaan publik dapat dipulihkan, dan hubungan pemimpin dengan rakyat kembali berdiri di atas dasar yang sehat dan bermartabat.

  • O-JEK.COM Segera Hadir, Aplikasi Transportasi Karya Generasi Lokal untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

    O-JEK.COM Segera Hadir, Aplikasi Transportasi Karya Generasi Lokal untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

    Pacet Mojokerto – Sebuah inovasi baru di sektor transportasi digital akan segera hadir untuk masyarakat Indonesia. Aplikasi O-JEK.COM diperkenalkan sebagai platform transportasi online yang tidak hanya menyediakan layanan perjalanan, tetapi juga membawa misi sosial untuk memperkuat ekonomi masyarakat bawah.

    Dengan tagline “Perkuat Ekonomi Masyarakat Bawah, Karya Generasi Lokal”, O-JEK.COM hadir sebagai solusi transportasi modern yang dikembangkan oleh generasi lokal Indonesia. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan mobilitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pengemudi lokal di berbagai daerah.

    Transportasi Digital dengan Misi Sosial

    Berbeda dari aplikasi transportasi pada umumnya, O-JEK.COM tidak hanya fokus pada layanan perjalanan. Platform ini juga membawa semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sistem yang mendukung pengemudi lokal.

    Setiap perjalanan yang dilakukan melalui aplikasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para pengemudi serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

    Menggabungkan Teknologi dan Kearifan Lokal

    O-JEK.COM dikembangkan dengan menggabungkan teknologi digital modern dan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia. Konsep ini diharapkan dapat menghadirkan layanan transportasi yang lebih dekat dengan masyarakat serta membangun ekosistem ekonomi yang berbasis gotong royong.

    Selain memberikan kemudahan dalam mobilitas sehari-hari, aplikasi ini juga menjadi simbol kemandirian inovasi teknologi yang lahir dari ide dan kerja keras generasi lokal.

    Buka Dunia Kemudahan Bersama SorBan Naga O-JEK.COM

    Melalui O-JEK.COM, masyarakat dapat terhubung dengan pengemudi terpercaya dan menikmati perjalanan yang aman, cepat, serta nyaman.

    Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi langkah baru dalam memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat bawah.

    Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, SorBan Naga O-JEK.COM siap menjadi bagian dari masa depan transportasi digital Indonesia.

  • PKB Mojokerto Laksanakan Penghijauan Ekologi di Jatirejo dan Jabung

    PKB Mojokerto Laksanakan Penghijauan Ekologi di Jatirejo dan Jabung

    Mojokerto – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto bersama Fraksi PKB dan Badan Otonom (Banom) PKB melaksanakan kegiatan penghijauan berwawasan ekologi dengan menanam bibit pohon di sejumlah wilayah, Minggu (21/12/2025).

    Kegiatan penghijauan tersebut dipusatkan di wilayah Kecamatan Jatirejo, tepatnya di Desa Gebangsari, serta kawasan Jabung. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak PKB se-Jawa Timur dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.

    Mengusung tema “Green Party Penanaman Bibit Pohon untuk Pelestarian Lingkungan Hidup”, kegiatan ini menjadi wujud komitmen PKB sebagai partai yang peduli terhadap keberlanjutan alam dan ekosistem.

    Perwakilan DPC PKB Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa penghijauan ekologi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta mengurangi risiko bencana akibat degradasi lingkungan.

    “Penanaman pohon ini merupakan bagian dari ikhtiar PKB untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperbaiki kondisi ekologi, khususnya di wilayah Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, para kader PKB, anggota fraksi, serta Banom PKB secara bersama-sama melakukan penanaman bibit pohon di area yang dinilai membutuhkan penghijauan. Jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kondisi lahan agar dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang.

    Aksi penghijauan ini juga menegaskan identitas PKB sebagai Green Party, yang secara konsisten mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui gerakan nyata di tengah masyarakat.

    DPC PKB Kabupaten Mojokerto berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam demi generasi mendatang.

  • Doa Bersama untuk Keselamatan NKRI, Wujud Kepedulian DPC PKB Kab. Mojokerto dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

    Doa Bersama untuk Keselamatan NKRI, Wujud Kepedulian DPC PKB Kab. Mojokerto dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

    Mojokerto, 30 Agustus 2025 – Di tengah situasi yang penuh dinamika dan berbagai isu yang berkembang, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan doa bersama ini digelar sebagai upaya mempererat rasa persatuan dan kesatuan, serta menyejukkan situasi di tengah banyaknya unjuk rasa yang belakangan ini terjadi.

    Acara doa bersama yang digagas oleh DPC PKB Kabupaten Mojokerto ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, pukul 18.00 WIB bertempat di Kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, baik anggota partai, simpatisan, maupun warga sekitar.

    Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Hj. Ayni Zuroh, S.E., M.M., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa doa bersama ini menjadi momen penting untuk memperkuat tekad bersama dalam menjaga keutuhan NKRI, sekaligus sebagai langkah untuk menciptakan kedamaian di Kabupaten Mojokerto.

    “Doa bersama ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap keselamatan bangsa dan negara. Kami ingin masyarakat merasakan kedamaian, dan kita semua sebagai warga negara harus mendukung terwujudnya kehidupan yang harmonis, baik antara pemerintah maupun rakyat,” ujar Hj. Ayni Zuroh.

    Senada dengan itu, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Masduqi Hasan, S.T., juga menambahkan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan langkah untuk menyejukkan hati rakyat, sekaligus mempererat silaturahmi antar warga dan pihak pemerintah.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa dalam setiap perbedaan, yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kedamaian dan saling mendukung satu sama lain. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan berdoa bersama demi kebaikan dan keselamatan bangsa ini,” ungkap Masduqi Hasan.

    Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk dialog yang damai, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. Di tengah ketegangan yang mungkin timbul, penting bagi setiap pihak untuk mengingat bahwa hanya dengan bersama-sama, baik melalui doa maupun tindakan nyata, kita dapat mengatasi segala permasalahan yang ada.

    Tertib dan Damai Menjadi Harapan Bersama

    Dalam situasi apapun, DPC PKB Kabupaten Mojokerto mengajak semua pihak untuk tetap mengedepankan dialog yang konstruktif dan penuh rasa hormat. Tidak ada yang lebih penting daripada menjaga kedamaian, keamanan, dan keutuhan NKRI.

    Acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah kecil namun penuh makna untuk menyejukkan hati masyarakat Mojokerto, serta menunjukkan bahwa dalam kebersamaan kita bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada. Semoga melalui doa bersama ini, kedamaian dan keharmonisan di Mojokerto tetap terjaga.

    Mari Bersama-sama Berdoa untuk NKRI!
    (Red SorBan)

  • Bupati Mojokerto Kukuhkan Pengurus FPRB 2025-2030, Perkuat Sinergi Pengurangan Risiko Bencana

    Bupati Mojokerto Kukuhkan Pengurus FPRB 2025-2030, Perkuat Sinergi Pengurangan Risiko Bencana

    Mojokerto , wp.sorbansantri.com – Komitmen dalam mengurangi risiko bencana di Kabupaten Mojokerto semakin diperkuat dengan dikukuhkannya pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto periode 2025-2030. Acara pengukuhan ini akan digelar pada Selasa, 18 Maret 2025, bertempat di Royal Hotel Trawas, Jalan Welirang Ketapanrame, Kecamatan Trawas, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

    Pengukuhan ini akan disahkan langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, serta ditandatangani oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum.. Momentum ini menandai babak baru dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan memperkuat koordinasi antar organisasi terkait di Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam, dalam undangan resminya, menekankan pentingnya kehadiran seluruh pengurus dalam acara ini. “Salam tangguh! Pengukuhan ini adalah langkah awal kita dalam memperkuat organisasi. Kami mengundang seluruh pengurus untuk hadir dan bersama-sama membangun sinergi dalam mitigasi bencana di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

    Meningkatkan Kesiapsiagaan Kabupaten Mojokerto

    Sebagai wilayah yang memiliki potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan erupsi Gunung Welirang, Kabupaten Mojokerto membutuhkan strategi mitigasi yang solid. Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan program-program pengurangan risiko bencana dapat berjalan lebih optimal dan langsung menyentuh masyarakat.

    Selain pengukuhan, acara ini juga menjadi ajang konsolidasi berbagai organisasi yang terlibat dalam penanganan bencana. Sejumlah organisasi yang turut serta dalam FPRB Kabupaten Mojokerto meliputi:

    SORBANSANTRI.COM

    LPBI-NU
    SEMAR
    PDSI
    ORARI
    WILWATIKTA
    RUMMAT
    PMI Kabupaten Mojokerto
    TAGANA
    STIKES Dian Husada
    Brigade Penolong
    Welirang MTB
    ISM
    SESE
    Wartawan Update Mojokerto
    Baznas Tanggap Bencana (BTB)
    RPAI

    Pengukuhan ini disahkan berdasarkan Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/70/HK/416-012/2025 tentang Forum Pengurangan Risiko Bencana.

    Harapan untuk Masa Depan

    Dengan dikukuhkannya pengurus baru FPRB, diharapkan langkah-langkah mitigasi bencana di Mojokerto semakin terorganisir, responsif, dan efektif. Selain sebagai wadah koordinasi, FPRB diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana.

    Masyarakat Mojokerto, mari bersama-sama menjadi lebih tangguh menghadapi bencana! 💪🔥

    (AI Sorban)

    @beritasorban 🎙️ "Kabupaten Mojokerto semakin siap menghadapi bencana! Pada 18 Maret 2025, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto resmi dikukuhkan di Royal Hotel Trawas. Acara ini disahkan oleh Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian dan ditandatangani oleh Bupati Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. 💪 Dengan kepengurusan baru periode 2025-2030, sinergi antar organisasi kemanusiaan semakin kuat! Dari LPBI-NU, SEMAR, PMI, TAGANA, hingga Baznas Tanggap Bencana (BTB), semua siap bahu-membahu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Mojokerto! 🌍 Bersama, kita wujudkan Mojokerto yang lebih tangguh, lebih siap, dan lebih peduli terhadap risiko bencana! 🚨🔥 📢 Tetap waspada, tetap siaga! Ikuti terus perkembangan di #FPRBMojokerto!" #FPRBMojokerto #MojokertoTangguh #SiagaBencana #PenguranganRisikoBencana #Kesiapsiagaan #MojokertoPeduli #MitigasiBencana #TanggapDarurat #SinergiUntukNegeri #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Iman Ngapuk Pacet: Santunan Yatim dan Dhuafa Perkuat Kebersamaan

    Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Iman Ngapuk Pacet: Santunan Yatim dan Dhuafa Perkuat Kebersamaan

    Mojokerto, Sorbansantri.com  16 Maret 2025 – Suasana penuh kebersamaan dan kepedulian begitu terasa di Masjid Nurul Iman, Ngapuk, Pacet, Mojokerto, saat digelar Peringatan Malam Nuzulul Qur’an yang dikemas dengan santunan yatim dan dhuafa serta buka bersama. Acara ini menjadi momentum bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian terhadap sesama.

    Ketua Panitia, Ustaz Wildan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. “Peringatan Nuzulul Qur’an ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

    Ketua Ta’mir Masjid Nurul Iman, H. Tarmudji, turut mengapresiasi kekompakan warga dalam menyukseskan acara ini. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan menunjukkan kuatnya semangat gotong royong di lingkungan Ngapuk. “Alhamdulillah, berkat dukungan warga, acara ini bisa berjalan lancar dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

    Rangkaian acara diawali dengan tausiyah keagamaan yang membahas makna Nuzulul Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Setelah itu, dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

    Suasana haru dan syukur pun terasa saat santunan diberikan. Salah satu penerima santunan mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya santunan ini. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dan panitia,” ujar seorang warga penerima manfaat.

    Acara ditutup dengan buka puasa bersama, di mana seluruh warga menikmati hidangan yang telah disiapkan dalam suasana penuh kekeluargaan. Dengan adanya kegiatan ini, warga Ngapuk Pacet semakin menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial tetap terjaga, menjadikan Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Iman sebagai momen penuh berkah dan kebersamaan. (AI SorBan)

  • Ustad Abdul Somad Sorot Program Makan Gratis, Kritisi Tugas Negara dalam Pemberdayaan Rakyat

    Ustad Abdul Somad Sorot Program Makan Gratis, Kritisi Tugas Negara dalam Pemberdayaan Rakyat

    Sorbansantri.com – Penceramah kondang Ustad Abdul Somad (UAS) kembali menjadi sorotan publik usai pernyataannya yang diduga mengkritik program makan gratis bergizi viral di media sosial X.

    Dalam sebuah video yang diunggah akun @kegblgnun****, UAS terlihat menyampaikan ceramah di sebuah majelis. Ia menekankan bahwa tugas negara bukanlah memberi makan anak-anak, melainkan memastikan orang tua mereka memiliki pekerjaan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

    “Negara itu menyediakan lapangan kerja, bapaknya punya gaji ngasih makan anaknya bergizi, begitu konsepnya,” ujar UAS dalam ceramahnya.

    Ia juga mempertanyakan bagaimana anak-anak diberi makan menggunakan anggaran APBN, sementara para orang tua justru masih banyak yang menganggur.

    “Tugas negara itu bukan kasih makan anak, tugas negara itu ngasih kerja kepada bapaknya, anaknya ya diurusin bapaknya,” tegasnya lagi.

    Pernyataan UAS ini kemudian menuai berbagai respons dari warganet. Banyak yang sepakat dengan kritik tersebut, menilai bahwa kebijakan negara seharusnya lebih berfokus pada penyediaan lapangan pekerjaan ketimbang sekadar program bantuan makanan.

    “Kasih kerjaan bapaknya, cerdas kan anak-anaknya, itu lebih penting dari sekadar kasih makan gratis,” tulis akun @mdns***.

    “Pak ustad ini gimana, kalau bapaknya dikasih kerjaan nanti keluarganya bisa kaya, anak-anaknya bisa sekolah tinggi sampai pinter. Kalau udah pinter nanti kerjaannya kritik penguasa terus. Penguasa itu nggak suka dikritik, Pak Ustad,” cuit @masterjamet dengan nada satire.

    “Masa sekelas pemerintah gitu aja nggak ngerti dan mesti dikasih tahu dulu caranya sama rakyatnya?” ujar akun @FadhliAshif.

    Hingga kini, video ceramah UAS tersebut terus menjadi perbincangan dan memicu diskusi publik terkait kebijakan sosial pemerintah. (AI SorBan)

    @beritasorban Ustad Abdul Somad kembali jadi sorotan publik usai pernyataannya yang diduga mengkritik program makan gratis bergizi viral di media sosial. Dalam sebuah ceramah, UAS menegaskan bahwa tugas negara seharusnya adalah menyediakan lapangan kerja, bukan memberi makan anak-anak. Menurutnya, jika orang tua punya pekerjaan dan penghasilan, mereka bisa mencukupi kebutuhan gizi anak dengan baik. Pernyataan ini langsung menuai beragam respons dari warganet. Ada yang setuju, ada juga yang menyindir kebijakan pemerintah yang dianggap kurang tepat sasaran. Gimana menurut kalian? Setuju dengan UAS? #UstadAbdulSomad #KritikPemerintah #ProgramMakanGratis #LapanganKerja #SorbanSantri #BeritaViral #KebijakanPublik #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri

  • Makna Tradisi Yasinan dan Tahlilan dalam Budaya Islam Nusantara

    Makna Tradisi Yasinan dan Tahlilan dalam Budaya Islam Nusantara

    Sorbansantri.com, Mojokerto — Tradisi Yasinan dan Tahlilan merupakan bagian dari budaya Islam Nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun. Meskipun sering menjadi perdebatan, praktik ini memiliki nilai-nilai spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Muslim Indonesia. Apa sebenarnya makna dari tradisi ini, dan bagaimana ia memperkuat hubungan antarsesama Muslim?

    Asal-Usul Tradisi Yasinan dan Tahlilan

    Yasinan adalah tradisi membaca Surah Yasin, salah satu surah dalam Al-Qur’an yang dikenal memiliki banyak keutamaan. Sementara itu, Tahlilan adalah serangkaian doa dan zikir yang biasanya diadakan untuk mendoakan seseorang yang telah wafat, terutama pada hari ke-3, ke-7, ke-40, dan seterusnya setelah kematian. Kedua tradisi ini lahir dari perpaduan ajaran Islam dengan budaya lokal, mencerminkan keberagaman praktik keagamaan di Nusantara.

    Nilai-Nilai Spiritual dalam Yasinan dan Tahlilan

    1. Mengingat Kematian dan Akhirat Tradisi ini mengingatkan umat Muslim akan kematian sebagai bagian dari kehidupan. Membaca Surah Yasin dan berdoa bersama memberikan kesempatan untuk merenungkan makna hidup dan mempersiapkan diri menghadapi akhirat.
    2. Doa untuk Orang yang Telah Wafat Dalam Islam, mendoakan orang yang telah meninggal adalah amal yang dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: “Doa seorang anak untuk orang tuanya termasuk amal yang tidak terputus.” Tradisi ini menjadi sarana untuk memohonkan ampunan bagi almarhum.
    3. Meningkatkan Ketakwaan Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, zikir, dan doa dalam Yasinan dan Tahlilan memperkuat keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT.

    Nilai-Nilai Sosial dalam Tradisi Ini

    1. Mempererat Silaturahmi Yasinan dan Tahlilan biasanya dilakukan secara berjamaah, baik di masjid, surau, maupun rumah warga. Hal ini menjadi momen untuk mempererat hubungan sosial antaranggota masyarakat.
    2. Gotong Royong dan Solidaritas Tradisi ini mengajarkan nilai gotong royong, di mana warga saling membantu dalam mempersiapkan acara, mulai dari makanan hingga pelaksanaan doa bersama. Solidaritas ini menjadi bukti kuatnya budaya kolektif di Indonesia.
    3. Pendidikan Keagamaan Melalui tradisi ini, generasi muda diajak untuk mengenal ajaran Islam dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam doa dan zikir. Proses ini menjadi salah satu cara melestarikan ajaran agama dan budaya.

    Perdebatan dan Pemahaman

    Meski kaya makna, tradisi ini tidak lepas dari perdebatan. Sebagian kalangan menganggap Yasinan dan Tahlilan sebagai bentuk bid’ah, sementara lainnya melihatnya sebagai amal kebaikan selama tidak bertentangan dengan syariat. Pendekatan yang bijaksana adalah memahami esensi tradisi ini sebagai bentuk ibadah sekaligus budaya yang bertujuan untuk memperkuat iman dan ukhuwah Islamiyah.

    Kesimpulan

    Yasinan dan Tahlilan adalah tradisi Islam Nusantara yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial. Lebih dari sekadar ritual, tradisi ini mencerminkan bagaimana ajaran Islam mampu beradaptasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan esensinya. Sebagai umat Muslim, mari kita jaga dan lestarikan tradisi ini dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang baik, sehingga ia menjadi ladang amal dan sarana memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

    Reporter: Tim Sorban Santri
    Editor: Sorban Santri Media

    @beritasorban Yasinan dan Tahlilan adalah tradisi Islam Nusantara yang sarat dengan makna. Selain sebagai sarana mendoakan orang yang telah wafat, tradisi ini juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan solidaritas di tengah masyarakat. Membaca Surah Yasin, berzikir, dan berdoa bersama tidak hanya memperkuat ketakwaan kepada Allah, tetapi juga melestarikan nilai gotong royong khas budaya Indonesia. Meskipun ada perdebatan, esensi tradisi ini adalah kebaikan dan ukhuwah Islamiyah. Mari kita jaga tradisi ini dengan bijak, sebagai cerminan Islam yang rahmatan lil alamin. #TradisiIslamNusantara #Yasinan #Tahlilan #BudayaIslam #NilaiSpiritual #GotongRoyong #IslamRahmatanLilAlamin #SorbanSantri #f ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Ajakan Donasi “Kasian Los Angeles” Menyala Los Angeles, Aku Donasi 1 Liter Solar!

    Ajakan Donasi “Kasian Los Angeles” Menyala Los Angeles, Aku Donasi 1 Liter Solar!

    Sorbansantri.com – Sebuah unggahan video dari akun TikTok @alfatihaswad_18 baru-baru ini bikin geger dunia maya. Dalam video itu, terlihat kebakaran hutan besar yang disertai teks ajakan unik, “Ayo donasi ke LOS ANGELES. Kasian mereka…” Sekilas terlihat serius, tapi warganet malah menjadikannya bahan guyonan yang tak ada habisnya.

    Dengan gaya humor yang khas, kolom komentar video itu langsung penuh dengan tanggapan-tanggapan kocak. Salah satu komentar yang sukses mencuri perhatian berbunyi, “Aku donasi 1 liter solar,” sambil disambut gelak tawa pengguna lain. Ada juga yang makin kreatif dengan berkata, “Aku cuma bisa bantu doa, Bang. Semoga tu api nyampe ke seluruh Amerika sampai penjuru-penjurunya.”

    SORBANSANTRI.COM
    Komentar di tiktok

    Ajakan donasi ini awalnya mungkin bertujuan mulia, tapi cara penyampaiannya justru menjadi komedi segar di jagat maya. Bahkan, ada yang berseloroh kalau unggahan ini lebih cocok masuk kategori stand-up comedy daripada kampanye kemanusiaan.

    Hingga kini, video tersebut telah meraup ribuan likes dan ratusan komentar. Meski isinya didominasi guyonan, ada juga warganet yang mencoba tetap serius dan menunjukkan rasa empati terhadap bencana tersebut. Namun, siapa yang bisa menahan tawa membaca komentar “Semoga apinya bisa dipakai buat barbeque komunitas”?

    TikTok memang tempatnya kreativitas tanpa batas, dan video ini membuktikan bagaimana humor bisa melebur dengan pesan kemanusiaan. Tapi tentu saja, jika ingin berdonasi, pastikan Anda memilih lembaga yang benar-benar terpercaya untuk menyalurkan bantuan. Jangan sampai niat baik malah terjebak di kolom komentar penuh canda.

    Buat para kreator konten, ini jadi pelajaran penting: kalau mau serius, jangan setengah-setengah. Kalau mau lucu, ya seperti ini—kena di hati, tapi tetap bikin ketawa ngakak! Semoga ajakan “unik” ini bisa jadi pengingat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama, meskipun sambil senyum-senyum sendiri. (AI)

    @beritasorban Baru-baru ini, sebuah unggahan dari akun TikTok @alfatihaswad_18 bikin geger warganet. Dalam video tersebut, terlihat kebakaran hutan besar yang disertai teks ajakan, 'Ayo donasi ke LOS ANGELES. Kasian mereka…'. Eh, bukannya prihatin, kolom komentar malah penuh tanggapan kocak! Ada yang bilang, 'Aku donasi 1 liter solar,' bahkan ada yang doa, 'Semoga apinya sampai ke penjuru Amerika.' Guyonan seperti ini bikin video kampanye ini viral, dengan ribuan likes dan komentar. Tapi jangan lupa, di balik humor ini ada pesan serius untuk membantu sesama. Kalau mau donasi, pastikan ke lembaga yang terpercaya, ya! Humor boleh, peduli harus! Apa pendapatmu soal video ini? Yuk komen di bawah! #DonasiLosAngeles #KomentarKocak #TikTokHumor #BencanaAtauKomedi #fypシ゚ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Fiqih Digital: Etika Muslim dalam Dunia Maya

    Fiqih Digital: Etika Muslim dalam Dunia Maya

    Sorbansantri.com, Mojokerto — Perkembangan teknologi yang pesat membawa umat Muslim ke era baru, di mana interaksi tak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Media sosial menjadi salah satu sarana utama untuk berkomunikasi, berbagi informasi, hingga berdakwah. Namun, di tengah manfaat besar yang ditawarkan, tantangan etika dalam dunia maya juga menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Bagaimana seorang Muslim dapat menjaga akhlaknya dalam menggunakan media sosial? Berikut panduan Islami yang dapat dijadikan pedoman.

    1. Niat yang Lurus dalam Bermedia Sosial

    Sebagai Muslim, segala aktivitas, termasuk menggunakan media sosial, sebaiknya diawali dengan niat yang baik. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Gunakan media sosial untuk hal-hal bermanfaat, seperti menyebarkan kebaikan, berdakwah, atau menjalin silaturahmi.

    2. Hindari Ujaran Kebencian dan Fitnah

    Allah SWT melarang umat-Nya menyebarkan kebencian atau fitnah, baik di dunia nyata maupun maya. Firman-Nya dalam QS. Al-Hujurat: 12: “Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.” Hindari komentar negatif, hoaks, atau postingan yang dapat merugikan orang lain.

    3. Verifikasi Informasi Sebelum Membagikan

    Dalam era digital, hoaks dapat menyebar dengan cepat. Islam mengajarkan kita untuk tabayyun atau memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.” (QS. Al-Hujurat: 6).

    4. Jaga Privasi dan Hormati Orang Lain

    Etika di dunia maya mencakup menjaga privasi diri dan orang lain. Jangan mempublikasikan informasi pribadi atau konten yang dapat melukai perasaan orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim).

    5. Gunakan Kata-Kata yang Santun

    Berinteraksi di media sosial tidak berbeda dengan berbicara langsung. Gunakan bahasa yang sopan dan santun, karena setiap kata yang ditulis akan dimintai pertanggungjawaban. Allah berfirman: “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.’” (QS. Al-Isra’: 53).

    6. Bijak dalam Menggunakan Waktu

    Media sosial sering kali membuat penggunanya lupa waktu. Sebagai Muslim, penting untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Rasulullah SAW bersabda: “Dua nikmat yang sering dilupakan oleh manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Batasi waktu bermain media sosial agar tidak mengganggu ibadah dan aktivitas sehari-hari.

    7. Berdakwah dengan Hikmah dan Bijaksana

    Media sosial adalah platform yang efektif untuk berdakwah, tetapi harus dilakukan dengan hikmah. Hindari debat yang tidak produktif atau menyinggung pihak lain. Allah berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (QS. An-Nahl: 125).

    Kesimpulan

    Media sosial adalah ladang amal yang luas jika digunakan dengan cara yang benar. Sebaliknya, ia juga bisa menjadi sumber dosa jika tidak bijak dalam menggunakannya. Sebagai Muslim, mari jadikan fiqih digital sebagai pedoman untuk menjaga akhlak di dunia maya, sehingga kehadiran kita membawa manfaat dan keberkahan bagi semua.

    Reporter: Tim Sorban Santri
    Editor: Sorban Santri Media

    @beritasorban Dunia digital membuka peluang besar bagi umat Muslim untuk berdakwah dan berbagi kebaikan. Namun, media sosial juga memiliki tantangan tersendiri. Sebagai Muslim, penting untuk menjaga niat lurus, menghindari ujaran kebencian, dan selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Jangan lupa menjaga privasi, menggunakan kata-kata yang santun, dan memanfaatkan waktu dengan bijak. Media sosial bisa menjadi ladang amal jika digunakan dengan benar. Jadikan fiqih digital pedoman kita untuk menciptakan interaksi yang penuh keberkahan di dunia maya. Yuk, mari bersama kita jaga akhlak dalam bermedia sosial. #FiqihDigital #EtikaMuslim #MediaSosialBijak #AkhlakMulia #Tabayyun #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – Sorban Santri