Kategori: Tempat Sejarah

okasi atau bangunan yang memiliki nilai historis dan memegang peran penting dalam peristiwa atau perkembangan tertentu dalam sejarah manusia

  • Tradisi Ziarah Wali di Bulan Rajab: Menguatkan Spiritualitas dan Mengenang Perjuangan Dakwah

    Tradisi Ziarah Wali di Bulan Rajab: Menguatkan Spiritualitas dan Mengenang Perjuangan Dakwah

    Pacet, Mojokerto – Bulan Rajab menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam. Selain sebagai bulan mulia dalam kalender Hijriah, banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk melakukan tradisi ziarah wali, terutama di makam para penyebar agama Islam di Nusantara.

    Ziarah wali bukan hanya sebuah ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui teladan kehidupan para wali. Misalnya, makam Wali Songo seperti Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Bonang di Tuban, hingga Sunan Gunung Jati di Cirebon, sering dipenuhi peziarah pada bulan ini.

    Makna Tradisi Ziarah

    Menurut para ulama, ziarah makam wali memiliki beberapa makna mendalam, di antaranya:

    1. Menghormati Perjuangan Dakwah Islam
      Para wali adalah tokoh yang berjasa dalam menyebarkan Islam di Nusantara dengan cara damai, penuh hikmah, dan kebijaksanaan. Dengan ziarah, masyarakat diajak mengenang perjuangan tersebut.
    2. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
      Melalui doa dan refleksi di makam para wali, peziarah diingatkan pada kehidupan akhirat dan pentingnya meneladani sifat-sifat baik para wali.
    3. Menguatkan Tradisi Keagamaan
      Ziarah wali telah menjadi bagian dari warisan budaya Islam di Indonesia yang memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas Muslim.

    Pusat Keramaian Peziarah

    Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi adalah Makam Sunan Ampel di Surabaya. Peziarah dari berbagai daerah datang untuk membaca tahlil, mendoakan para wali, dan memohon berkah. “Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu ingat pada perjuangan dakwah Islam dan tetap rendah hati,” ujar Siti Aisyah, salah satu peziarah asal Mojokerto.

    Pesan Ulama tentang Ziarah

    Gus Mahbub, seorang putra pengasuh pesantren Al Falah di Pacet, Mojokerto, mengingatkan bahwa tujuan utama ziarah adalah mendoakan para wali, bukan meminta sesuatu kepada mereka. “Jadikan ziarah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani akhlak mulia para wali,” pesannya.

    Kesimpulan

    Tradisi ziarah wali di bulan Rajab adalah wujud penghormatan terhadap sejarah dakwah Islam sekaligus momen untuk memperkuat spiritualitas. Dengan niat yang tulus, tradisi ini tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga cara menjaga warisan keislaman di Indonesia. (AI)

    @beritasorban Tradisi ziarah wali di bulan Rajab mengingatkan kita pada perjuangan para wali dalam menyebarkan Islam. Yuk, teruskan tradisi ini dengan niat yang baik! #ZiarahWali #TradisiNU #FaktaSorban #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    wp.sorbansantri.com – Kabar gembira bagi umat Islam di Bandung dan sekitarnya. Masjid Raya Al Jabar kini menghadirkan inovasi baru berupa VR Simulator 5D yang menyajikan lima kisah inspiratif tentang Rasulullah. Pengunjung bisa merasakan pengalaman mendalam melalui kisah Hijrah, Isro’ Mi’raj, Mecca, Moses, dan Maulid, yang dihadirkan secara nyata melalui teknologi VR.

    VR Simulator 5D ini terletak di lantai bawah galeri Rasulullah dan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00. Untuk setiap kisah, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp100.000. Dalam salah satu kisah yang menarik, yaitu Hijrah, pengunjung dapat merasakan perjuangan Rasulullah ketika dikepung oleh kafir Quraisy hingga harus bersembunyi di Gua Tsur. Efek visual yang realistis seperti sarang laba-laba dan burung merpati yang diperintahkan oleh Allah untuk menolong Rasulullah menambah pengalaman yang mendalam dan nyata.

    Salah satu pengunjung, Shintanae, berbagi pengalamannya yang sangat menyentuh saat menonton kisah terakhir yang membawa penonton ke Roudoh. “Seumur hidup ingin sekali melihat makam Rasulullah. Di sini, saya bisa membayangkan makam Rasulullah yang berdekatan dengan makam sahabat, dan itu terlihat sangat nyata,” ujarnya sambil menangis. Ia juga berharap Allah segera mengundangnya ke tanah suci.

    Dengan hadirnya VR Simulator 5D ini, diharapkan bisa memberikan pengalaman religius yang mendalam dan memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang luar biasa ini di Masjid Raya Al Jabar, Bandung. (AI Sorban)

    @beritasorban Vr Simulator 5D kisah Rosululloh sekarang ada di bandung tepatnya di Masjid raua al jabar, untuk tepatnya di lantai bawah galeri rosululloh bukanya jam 10.00. ada 5 kisah, yaiku Hijrah, Isro' mi'roj, mecca, moses dan maulid. #VRSimulator5D #KisahRasulullah #MasjidRayaAlJabar #Hijrah #IsroMikraj #Mecca #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri
  • Ciri-Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia

    Ciri-Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia

    wp.sorbansantri.com – Perang gerilya merupakan salah satu strategi penting yang digunakan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Strategi ini terbukti efektif dalam menguras kekuatan Belanda dan pada akhirnya membawa Indonesia menuju kemerdekaan penuh. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia:

    1. Dilakukan Secara Sembunyi-sembunyi dan Berpindah-pindah Tempat
      Pasukan gerilya tidak memiliki basis permanen dan selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari pengejaran Belanda. Mereka biasanya bersembunyi di daerah pedesaan, hutan, dan pegunungan.
    2. Melibatkan Rakyat Sipil
      Rakyat sipil memainkan peran penting dalam mendukung perang gerilya. Mereka menyediakan makanan, tempat persembunyian, dan informasi kepada pasukan gerilya. Dukungan rakyat sipil ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan perang gerilya.
    3. Menggunakan Serangan Kilat dan Sabotase
      Pasukan gerilya biasanya melakukan serangan kilat terhadap pasukan Belanda dan kemudian segera menghilang. Mereka juga melakukan sabotase terhadap infrastruktur dan logistik Belanda. Serangan-serangan ini membuat Belanda selalu waspada dan ketakutan.
    4. Dipimpin oleh Komandan yang Berpengalaman
      Perang gerilya membutuhkan komandan yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang baik tentang medan perang. Para komandan ini harus mampu menyusun strategi dan taktik yang tepat untuk mengalahkan pasukan Belanda.
    5. Memiliki Semangat Juang yang Tinggi
      Para pejuang gerilya memiliki semangat juang yang tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan tanah air mereka. Semangat juang ini yang membuat mereka pantang menyerah dan terus berjuang meskipun dengan persenjataan yang seadanya.

    Contoh Penerapan Ciri-Ciri Perang Gerilya:

    • Pasukan Gerilya Teuku Cik Di Tiro di Aceh
      Pasukan ini menggunakan taktik gerilya dengan bersembunyi di pegunungan dan hutan untuk menyerang pasukan Belanda secara tiba-tiba.
    • Pasukan Gerilya Jenderal Sudirman di Jawa
      Mereka menggunakan taktik gerilya dengan melakukan long march sejauh 2.000 kilometer untuk menghindari pengejaran Belanda.
    • Pasukan Gerilya Rakyat Istimewa Yogyakarta (RIS)
      Pasukan ini melakukan serangan terhadap pos-pos Belanda di Yogyakarta dan sekitarnya menggunakan taktik gerilya.

    Perang gerilya bangsa Indonesia merupakan contoh perjuangan yang heroik dan patut dicontoh. Dengan strategi yang tepat dan semangat juang yang tinggi, bangsa Indonesia berhasil mengalahkan penjajah Belanda dan mencapai kemerdekaan.

    Demikian beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia.

    Oleh: Tim SorbanSantri.com

  • Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Kali ini saya akan mengungkap sejarah siapa sebenarnya buyut Sanur itu yang konon makamnya ada di kawasan desa Wonosari kecamatan Ngoro Mojokerto, saya mencoba menggali informasi dari dzuriyah beliau yang masih ada, dan alhamdulillah saya bertemu dengan gus Abdun Nafi’ lebih dikenal dengan gus Nafi’ putra dari almaghfurlah Kyai Khusairi juga masih ada keturunan dari ki Sawunggaling yang makamnya ada di Wotanmas Jedong.

    Menurut sumber cerita dari gus Nafi’ buyut sanur itu adalah orang yang babat alas desa Wonosari cucu dari ki ageng penanggungan atau Sayyid Yahya kejapanan, ayahnya bernama KH. Basyariyah yang makamnya ada di Tuban, ini di perkuat keterangan dari gus Maskub Pacet dan juga gus Iwan keluarga dari sidoresmo Surabaya, beliau berkata mbah buyut Sanur ini masih ada hubungan family dengan maulana habib Lutfi bin Yahya jawa tengah dan mempunyai istri bernama buyut Sarbiyah.

  • MAKAM PUTRI CEMPO DI GUNUNG PETUKANGAN GRESIK.

    MAKAM PUTRI CEMPO DI GUNUNG PETUKANGAN GRESIK.

    SORBANSANTRI.COM

    Liputan kali ini ke sebuah perbukitan Petukangan yang masih dalam kawasan Kebomas Gresik. Di situ bersemayam seorang putri dari negeri Campa (Vietnam) yang oleh sebagian orang dianggap sebagai istri Sunan Giri. Karena kagum dan terpesona dengan watak dan keluhuran budi pekerti Sunan Giri, maka putri jelita ini pun menikah dengan sunan. Ternyata, putri cantik ini adalah seorang saudagar negeri Campa atau Vietnam.

    Versi lain tentang cerita Putri Campa ini ialah ia hanya menaruh hati kepada Sunan Giri. Namun, Sunan Giri tidak menanggapinya hingga akhir hayat putri Cempo tinggal di daerah Petukangan. Konon karena beliau sangat tertarik sama kepribadian sunan Giri yg lembut dan sangat alim maka beliau sudah masuk islam sampai akhir hayatnya.

    Bagi para penikmat ziarah religi dan budaya jika mau berziarah ke makam Sunan Giri bisa sekalian mampir ke makam Putri cempo. (M.Ha)

    Sumber : Atok Winoto

  • KITA AMBIL HIKMAHNYA DARI KISAH SUMUR USMAN

    KITA AMBIL HIKMAHNYA DARI KISAH SUMUR USMAN

    wp.sorbansantri.com – Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

    Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.

    Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata: “Kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga”.

    Seorang Sahabat Nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

    Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: “Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya”.

    Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.

    Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki.
    Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi.
    Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.

    Tentu saja Usman tidak harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.

    Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut dikenal dengan nama “Sumur Usman”,atau The Well of Usman.” Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan.

    Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua didunia atas nama Usman bin Affan.
    Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).

    Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa? Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:

    “Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan”. Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.

    Inilah cara memajukan Islam secara cerdas dan barokah dunia akherat.

    Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari).
    (ansor kebumen)

  • Masjid Cheng Hoo Pemersatu Umat, Bergaya Cina-Jawa

    Masjid Cheng Hoo Pemersatu Umat, Bergaya Cina-Jawa

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Cheng Ho lahir di tahun 1371 di Propinsi Yunan, Tiongkok dan ia beragama Islam karena ayahnya adalah keturunan suku Hui yang udah pernah melaksanakan ibadah haji di Mekah. Waktu umur 10 tahun Cheng Ho kecil ditangkap oleh tentara kerajaan Tiongkok, lalu dikebiri dan dijadikan tentara. Selanjutnya Cheng Ho mengabdi kepada Kaisar Yongle dari Dinasti Ming dan atas perintahnya Cheng Ho berlayar ke berbagai tempat di dunia sebagai utusan Kerajaan Tiongkok.

    Ekspedisi Cheng Ho dimulai pada tahun 1405 sampai 1433 dan ia telah menyambangi beberapa negara di Asia seperti Vietnam, Taiwan, Malaka, Sri Lanka, India, Arab, dan pernah juga mendarat di Pulau Sumatra dan Jawa. Sejarah mencatat Cheng Ho telah tujuh kali berlabuh di pelabuhan Nusantara, di antaranya di Banda Aceh, Cirebon, Semarang dan Jawa Timur yang saat itu masih di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

    Saat berlabuh Cheng Ho bukan hanya memberikan berbagai hadiah kepada raja, namun juga bersosialisasi dengan penduduk setempat. Saat itulah terjadi pertukaran budaya dan komunitas Tiongkok yang sudah menetap di Nusantara pun mengenal agama Islam di bawah bimbingan Laksamana Cheng Ho.

    MELEPAS LELAH DI MASJID CHENG HO PASURUAN
    Sejarah berdirinya Masjid Cheng Ho Pasuruan ini cukup unik karena ide pendiriannya berasal dari Bupati Pasuruan, Jusbakir Aldjufri, yang ingin agar Pasuruan memiliki sebuah landmark dengan banyak fungsi dan bermanfaat bagi siapapun. Di tahun 2003 Masjid Cheng Ho Pasuruan mulai dibangun dengan dukungan dan prakarsa Pembina Iman Tauhid Islam (PITI), sebuah organisasi yang mewadahi umat Muslim Tionghoa di Indonesia.

    Lokasi yang dipilih untuk pendirian Masjid Cheng Ho adalah pertigaan Jalan Raya Pasuruan-Malang-Tretes, cukup strategis dan bisa kamu lihat kalo kamu hendak pergi ke Malang dari arah Surabaya atau sebaliknya. Masjid Cheng Ho mengaplikasikan perpaduan tiga gaya arsitektur sekaligus, yaitu Jawa, Arab dan Tiongkok, dan inilah yang menjadikan Masjid Cheng Ho menarik sebagai tujuan wisata religi.

    Masjid Cheng Ho Pasuruan adalah bangunan dua lantai dengan bentuk atap bersusun seperti pagoda khas Tiongkok. Menurut para sesepuh PITI, bentuk atap bersusun ini dipilih bukan tanpa alasan. Atap bersusun Masjid Cheng Ho punya makna yang dalam banget karena melambangkan hidup manusia di dunia yang sebaiknya tak hanya mengurusi masalah duniawi namun juga mendekatkan diri kepada Yang Di Atas.

    Kamu bisa melihat sisi dalam pagoda dengan naik ke lantai dua Masjid Cheng Ho. Di sini kamu bisa melihat langit-langit Masjid Cheng Hoo menjulang tinggi ke atas sehingga udara di dalamnya terasa sejuk dan menentramkan hati. Dari jendelanya kamu akan melihat panorama sekeliling yang indah dengan kawasan Tretes mengintip di kejauhan. Tapi kamu hanya boleh mendatangi bagian Masjid Cheng Ho yang satu ini kalo kamu hendak sholat, travelers.

    Masjid Cheng Ho dicat dengan warna khas Daratan Tiongkok, yaitu merah menyala. Beberapa ornamen kaligrafi tampak menyatu dengan atap Joglo khas Jawa dan ini bisa kamu lihat di area lantai satu Masjid Cheng Ho. Bagian ini aslinya diperuntukkan sebagai ruang pertemuan yang boleh dipakai siapapun yang membutuhkan. Tapi kalo lagi kosong biasanya dipake para pengunjung Masjid Cheng Ho buat beristirahat atau tidur-tiduran.

    Sambil tiduran kamu bisa menikmati jagung rebus, kopi hangat atau kudapan khas Pasuruan lain yang banyak dijajakan di pelataran Masjid Cheng Ho. Tapi buang sampahnya jangan sembarangan ya, travelers. Sebelum kamu meninggalkan Masjid Cheng Ho, mampir dong ke Pasar Buah yang ada di sebelahnya buat membeli aneka makanan oleh-oleh, kripik atau pernak-pernik buat mengingatkanmu selalu pada Masjid Cheng Ho Pasuruan. (ABI SORBAN)
    SUMBER

  • PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ini adalah pesantren Siti Dhumillah yang terletak di kampung cijeruk tajurhalang bogor, selama ini Depok dan bogor menjadi pusat pengikut wahhabi itu efek dari menjamurnya pendatang dari timur tengah yang bermukim di bogor, salah satunya di kawasan megamendung bogor, disini sempat viral karna mencuatnya kasus kawin kontrak hingga prostitusi syariah, selama ini bogor menjadi salah satu daerah paling banyak yang berpaham wahhabi, banyak teman-teman menilai ini karna banyak masyarakat yang masih islam abangan, NU, Muhammadiyah sudah jelas memiliki amaliyah dan struktur kepengurusan, juga memiliki kepentingan bagi masyarakat dan negara, disini banyak sekali ustadz-ustadz dadakan, banyak sekali habib-habib palsu, majelis-majelis tanpa guru yang di danai para wahhabi.
    Banyak sekali pesantren NU disini, di kota maupun di pelosok daerah, dari jonggol, hingga ke pedalaman perbatasan sukabumi dan Cianjur, tetapi masih kurang menunjukkan identitas ke-NU an nya, dan tidak sengaja ternyata saya berteman dengan salah seorang kyai yang memiliki kepengurusan pesantren Siti Dhumillah ini, pesantren ini GRATIS, Pesantren ini memasang puluhan bendera NU di halaman depan, menunjukkan kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari Pejuang Pendidikan masyarakat berbasis Nahdlatul Ulama, dalam hati kami seolah berkata, “ya itulah panji kami, berwarna hijau berlambang tali jagat” kami tidak takut, kami tidak gentar, termasuk pada mereka yang kerap bertakbir tapi untuk tindakan yang brutal, bengis,
    Jayalah NU, Jayalah Nusantaraku…!
    – Haddi VJB
  • MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    SORBANSANTRI.COM

    Masih dari kiriman Gus Maimun, dua foto ini asli dan disimpan di rumah Gus Maimun.

    Foto kedua, adalah sama dengan foto yang telah saya unggah tadi.

    Foto pertama, yang sebelah kanan adalah KH. Khoiri (alumni Tambakberas), kakaknya KH. Abdulloh Abu Hasan. Lokasi juga di depan Madrasah Pantja Sila. Almarhum KH. Khoiri kira-kira mondok di Tambakberas sekitar tahun 1948 sampai lulus Muallimin, begitulah kata nyai khoiriyah, istri KH. Khoiri.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus Maimun Mutho diberitahu oleh almarhum KH. Irsyad Thohir bahwa foto itu di baratnya dalem Mbah Kiai Wahab, insyaalloh beliau juga cerita ke Gus Didik Khumaidi.

    Gus Maimun Mutho juga diberitahu Nyai khoiriyah (istri KH. Khoiri) bahwa foto itu di Tambakberas.

    Gus Maimun Mutho mendapatkan kabar juga dari Gus Syarif Hidayatullah, putranya KH. Irsyad Thohir yang pernah mondok di Tambakberas dan sekolah di SP bahwa insya Allah benar fotonya di bekas gedung SP (Sekolah persiapan ke Mu’allimin) yang sekarang sudah jadi kantor pusat Yayasan.

    Gus Didik Khumaidi alumni Tambakberas (kakak Gus Maimun Mutho) baru saja saya japri juga bilang bahwa KH. Irsyad Thohir pernah menyampaikan bahwa lokasi foto itu di sebelah barat ndalem Mbah Wahab yang saat ini menjadi gedung yayasan pondok.

    Sumber : Ainur Rofiq Al Amin

  • UMAT ISLAM INDONESIA

    UMAT ISLAM INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- ISLAM dari dulu ada di Indonesia Damai duduk berdampingan dengan agama lain tidak ada yang saling menghina, karena ulama ulamanya merangkul, banyak non muslim yang simpati dan masuk islam, itulah dakwah yang dikembangkan di indonesia.

    Kita dari dulu saling gotong royong tanpa perselisihan Banser menjaga kiyai2 menjaga guru ngaji juga kadang diminta mengamankan ibadah agama lain.

    Islam yang dikenalkan di indonesia SANTUN PENUH TATA KRAMA selaras dengan budaya serta ikut melestarikannya, yang tadinya ada faham mendekat syirik dirubah jadi tausiyah serta pengenalan sang pencipta/Allah SWT, sesembahan makanan dirubah jadi memberi makan pada saudara2 yang kekurangan, jampi-jampi dirubah menjadi Dzikir dan mengingat Allah SWT, Ulamanya berjalan seiringan dengan pemerintahan menjadi penasihat dalam mengambil keputusan dan membuat undang-undang tanpa melukai umat lain, memaafkan walau kadang ada perselisihan antara umat lain, musyawarah seperti apa yg dicontohkan Baginda Rasulullah SAW. dan para sahabat-sahabat, itulah islam di indonesia, islam yg menjadi rachmat bagi seluruh alam, yang dari dulu ada di indonesia.

    Borobudur masih berdiri tegak, Gereja dan Masjid punya tempat sendiri (bagiku agamaku, bagimu agamamu) tapi dalam satu rumah namanya NKRI, itulah yang menjadikan indonesia menjadi mayoritas muslim

    Sadar atau tidak sampai saat ini kita masih sholat dengan damai, ngaji dengan damai, anak-anak kita masih nyaman bermain diluar rumah tanpa takut ada boom meledak, tidakkah kalian syukuri itu.. Dakwah dan dakwah itu yang ditanamkan ulama-ulama jaman dulu, istighfar dan terus beristighfar, walau hidup kekurangan. kita masih damai memandang bulan dimalam hari, sembari mengingat sang pencipta, ingatkah masa kecil kita di ingatkan dengan perayaan perayaan pengenalan terhadap junjungan nabi besar muhammad SAW dimana musholla-Musholla dan Masjid Masjid sangat ramai, makanan melimpah, semua seakan akan bahagia sungguh, tidakah kita syukuri itu? (ARFIYANTO ARIFIN)