Tag: amalan

  • Nyata! Ramalan Robert T. Kiyosaki: Bitcoin, Emas, dan Perak Masa Depan Investasi

    Nyata! Ramalan Robert T. Kiyosaki: Bitcoin, Emas, dan Perak Masa Depan Investasi

    wp.sorbansantri.com – Penulis buku Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki ternyata sempat memberikan peringatan tentang potensi krisis perbankan, perang, dan mata uang digital bank sentral (CBDC).

    “Tolong hati-hati. Krisis perbankan semakin parah. Ancaman perang semakin besar. Bank sentral akan mendorong CBDC, Mata Uang Digital Bank Sentral, untuk memata-matai kita,” ujar Kiyosaki di platform media sosial X pada hari Minggu, (25/2/2024).
    Baca: Asing Terciduk Belanja Saham Energi & Tambang di RI, Ini Datanya

    “Saya membeli lebih banyak bitcoin dan koin perak. Tawaran perak terbesar. Saya akan menggunakan perak sebagai uang, bukan dolar AS palsu,” tambahnya.

    Dikutip dari bitcoin.com, setelah Silicon Valley Bank dan Signature Bank bangkrut pada bulan Maret tahun lalu, Kiyosaki memperingatkan akan memburuknya krisis keuangan global, dengan adanya “penipuan, pengkhianatan, dan kolusi” di bank, Wall Street, dan pemerintah.

  • Pelaksanaan Puasa Syawal

    Pelaksanaan Puasa Syawal

    wp.sorbansantri.com – Puasa Syawal, juga dikenal sebagai puasa enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri, adalah tradisi sunnah yang dianjurkan dalam agama Islam. Puasa ini dimulai pada hari pertama bulan Syawal, setelah selesai menjalankan puasa wajib Ramadan. Pelaksanaannya cukup sederhana, di mana umat Islam berpuasa selama enam hari berturut-turut setelah Idul Fitri.

    Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Salah satu keutamaannya adalah pahala yang besar, di mana Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa siapa pun yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka akan mendapat pahala seperti puasa setahun penuh. Ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk terus meningkatkan amal ibadah setelah bulan Ramadan.

     

  • Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Islam adalah agama terlengkap dan semua teratur, termasuk dalam bertamu. Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya adab bertamu dalam kehidupan sehari-hari. Adab tersebut telah tertulis jelas dalam hadits-hadits, lalu diajarkan pada tiap generasi muslimin.

    Berikut adab bertamu berdasar hadits Rasulullah SAW, itu artinya begitulah Rasulullah mengajarkannya kepada kita:

    1. Tidak Berdiri Tepat di Depan Pintu

    Seorang tamu hendaknya berdiri di sisi kanan pintu, bukan tepat di depannya. Mengapa demikian? Karena jika pintu telah dibuka oleh tuan rumah, maka tamu tidak dapat melihat seluruh isi rumah. Selain itu, tamu tidak akan dapat melihat hal-hal yang tidak dibenarkan untuk dilihat.

    Adab ini tertulis dalam hadits berikut:

    كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

    Artinya: Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”

  • Mengenal Asal Mula Istilah ASWAJA

    Mengenal Asal Mula Istilah ASWAJA

    SORBANSANTRI.COM

    1.Masa Rasulullah

    Pada masa itu umat Islam adalah umat yang satu dan tidak ada perselisihan dalam aqidah dan amalan. Hal ini karena masih adanya wahyu (Al-quran) dan nabi masih ada sebagai sumber hukum langsung dapat ditanyakan kepada beliau.

    2.Masa khulafaur rosyidin

    Ketika Rasulullah wafat, terjadi perselisihan diantara umat Islam untuk menentukan pemimpin baru. Calon dari golongan Anshor Sa’ad bin Ubadah, dari golongan muhajirin adalah abu bakar Ash Siddiq,dan dari golongan bani hasyim adalah Ali bin Abi Thalib. Melalui perdebatan yang panjang akhirnya Abu Bakar Ash Siddiq terpilih menjadi khalifah pertama. Inilah awal perselisihan diantara umat Islam.

    Pada zaman khalifah kedua, Umar bin Khattab,tidak nampak perselisihan dan perpecahan kecuali perselisihan dari orang-orang yang tidak diakui kebenarannya karena tidak berstandar dalil-dalil yang shohih.

    Pada zaman khalifah Usman bin Affan mulai bermunculan perbedaan pendapat karena sistem pemerintahan mengunakan sistem famili,walaupun masih tetap mempertimbangkan skill dan profesionalisme baik dalam bidang agama maupun pemerintahan. Setelah Usman meninggal terjadilah kekacauan di Madinah sehingga Abdullah bin Saba’ (pemimpin Mesir) menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah keempat.

    Pada masa Ali bin Abi Thalib, umat Islam pecah menjadi beberapa golongan. Hal ini disebabkan karena faktor semakin banyaknya umat Islam dan semakin banyaknya pemahaman di dalam mengartikan dan menafsirkan Al-quran dan Hadist Nabi.

    3.Masa Tabi’in

    Pada masa ini muncul reaksi terhadap ajaran Mu’tazilah dan Jabariyah. Pemikiran baru yang dikemukakan oleh Imam Asy’ari yang disempurnakan oleh Al Maturidi inilah yang menjadi pijakan umat islam yang disebut dengan ASWAJA. Pendapat – pendapat inilah yang menjadi rumusan kalau dalam bidang :

    a.Fiqih mengikuti salah satu madzab 4 (empat)

    b.Tauhid mengikuti salah satu Imam AL- Asy’ari dan AL Maturidi.

    c.Tasawwuf mengikuti rumusan imam Al – Junaidi.

    4. Akhir Abad ke 7 H

    Pada tahun 671 lahir seorang tokoh bernama Ibnu Taimiyyah yang mengajarkan pendapat – pendapat yang menyimpang diantaranya :

    a. Ziarah ke Makam Nabi adalah Ma’siyat.

    b. Menyatakan talak / cerai sekaligus tiga kali tidak jadi talak tiga.

    Ibnu Taimiyyah akhirnya dipenjara dan meninggal dipenjara tahun 728 M, namun ajarannya secara diamdiam diajarkan oleh para pengikutnya.

    5. Pertengahan Abad 12 H

    Pada tahun 111 M lahir seorang tokoh Wahabby yaitu Muhammad bin Abdul Wahab. Dia menganut ajaran Ibnu Taimiyah bahkan ditambah dengan pendapat-pendapatnya sendiri antara lain :

    a. Menetapkan anggota tubuh bagi Allah.

    b. Allah berada pada ruang dan gerak.

    c. Tidak boleh taqid kepada madzab 4.

    d. Mengharamkan tawasul dan mengharamkan ziarah kubur.

    6. Masa Wali Songo (Abad 14 – 16) Pada Tahun 1404 M datang seorang Ulama bernama Syekh Maulana Malik Ibrohim / Syekh Maghribi yang berasal dari Turki (riwayat lain dari Gujarat) menyebarkan Islam ditanah Jawa tepatnya di Gresik. Setelah mempunyai pengikut cukup banyak beliau mendirikan pondok pesantren dan masjid.
    Konon kabarnya beliau mendapat bantuan dari raja cermain dalam membangun dan mendirikan Pon.Pes di Gresik. S. Maulana Malik Ibrohim (S. Gresik) itu tidak hanya ahli dalam bidang agama saja, beliau juga ahli dalam bidang perekonomian. Ini terbukti peningkatan ekonomi pertanian sangat maju di Gresik.
    Pada tahun 1401 M lahir seorang putra bernama R. Rahmatullah (Sunan Ampel) dinegeri Cempa.

    (Iqlilahdini sorban)

  • Merangkai bacaan ayat-ayat  Al-Qur’an, Shalawat, Tahlil, Dll

    Merangkai bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, Shalawat, Tahlil, Dll

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Diantar amalan amalan yang sering dilakukan oleh warga Nahdhiyyin adalah amalan yang berupa membaca tahlil. Redaksi Tahlil sering digugat oleh orang orang Wahhabi, karena dianggap mencampur  bacaan ayat ayat al Qur an dengan dzikir dzikir yang lain.

    Apakah  bisa dibenarkan mencampur ayat ayat alQur an dengan dzikir yang lain ?

    Mari kita lihat keterangan dibawah ini.

    عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِ قَالَ: إِنَّ لِلهِ سَيَّارَةً مِنَ الْمَلَائِكَةِ يَطْلُبُوْنَ حِلَقَ الذِّكْرِ فَإِذَا أَتَوْا عَلَيْهِمْ وَحَفُّوْا بِهِمْ ثُمَّ بَعَثُوْا رَائِدَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ إِلَى رَبِّ الْعِزَّةِ تَبَارَكَ اللهُ تَعَالَى فَيَقُوْلُوْنَ: رَبَّنَا أَتَيْنَا عَلَى عِبَادٍ مِنْ عِبَادِكَ يُعَظِّمُوْنَ آلاَءَكَ وَيَتْلُوْنَ كِتَابَكَ وَيُصَلُّوْنَ عَلَى نَبِيِّكَ مَحَمَّدٍ وَيَسْأَلُوْنَكَ لِآخِرَتِهِمْ وَدُنْيَاهُمْ فَيَقُوْلُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: غَشُّوْهُمْ بِرَحْمَتِي فَيَقُوْلُوْنَ يَارَبِّ إِنَّ فِيْهِمْ فُلَانًا الْخَطَّاءَ إِنَّمَا اعْتَنَقَهُمْ اِعْتِنَاقًا فَيَقُوْلُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى غَشُّوْهُمْ رَحْمَتِي فَهُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُم

    (رواه البزار قال الحافظ الهيثمي في مجمع الزوائد: إسناده حسن, والحديث صحيح أو حسن عند الحافظ ابن حجر, كما ذكره في فتح الباري 11/212)

     

    Artinya : Dari Anas  Nabi  bersabda: sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang selalu mengadakan perjalanan mencari majelis-majelis dzikir. Apabila para malaikat itu mendatangi orang-orang yang sedang berdzikir dan mengelilingi mereka, maka mereka mengutus pemimpin mereka ke langit menuju Tuhan Maha Agung – Yang Maha Suci dan Maha Luhur. Para malaikat itu berkata: wahai tuhan kami, kami telah mendatangi hamba-hamba-Mu yang mengagungkan nikmat-nikmat-Mu, membaca kitab-Mu, bershalawat kepada Nabi-Mu Muhammad  dan memohon kepada-Mu akhirat dan dunia mereka. Lalu Allah menjawab:  Naungi mereka dengan rahmat-Ku, Para Malaikat berkata :  Wahai Tuhan kami, diantara mereka terdapat orang yang banyak sekali kesalahan kesalahannya,maka Allah menjawab : Naungi mereka dengan rahmatku,mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara karena orang itu ikut duduk bersama mereka.

    (HR. Al-Bazar. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma al-Zawaid [16769, juz 10, hal 77]: “Sanad hadits ini hasan”. Menurut al-Hafizh Ibn Hajar, “Hadits ini shahih dan hasan”).

    Kesimpulan.

     Hadist diatas membolehkan merangkai bacaan ayat ayat al Qur an dengan dzikir2 yang lain, sebagaimana yang ada dalam susunan Tahlil.

     

    Syekh Ibnu Taimiyyah ( ideolog pertama kaum Wahhabi ), ditanya tentang susunan dzikir semacam Tahli, beliau menjawab :

    وَسُئِلَ: عَنْ رَجُلٍ يُنْكِرُ عَلَى اَهْلِ الذِّكْرِ يَقُوْلُ لَهُمْ: هَذَا الذِّكْرُ بِدْعَةٌ وَجَهْرُكُمْ فِي الذِّكْرِ بِدْعَةٌ وَهُمْ يَفْتَتِحُوْنَ بِالْقُرْآنِ وَيَخْتَتِمُوْنَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ لِلْمُسْلِمِيْنَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ وَيَجْمَعُوْنَ التَّسْبِيْحَ وَالتَّحْمِيْدَ وَالتَّهْلِيْلَ وَالتَّكْبِيْرَ وَالْحَوْقَلَةَ وَيُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ؟ فَأَجَابَ: الاِجْتِمَاعُ لذِّكْرِ اللهِ وَاسْتِمَاعِ كِتَابِهِ وَالدُّعَاءِ عَمَلٌ صَالِحٌ وَهُوَ مِنْ أَفْضَلِ الْقُرُبَاتِ وَالْعِبَادَاتِ فِي الْاَوْقَاتِ فَفِي الصَّحِيْحِ عَن النَّبِيِّ  أَنَّهُ

    قَالَ: (إِنَّ لِلهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِيْنَ فِي الْأَرْضِ فَإِذَا مُرُّوا بِقَوْمِ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوْا إِلَى حَاجَتِكُمْ) وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ (وَجَدْنَاهُمْ يُسَبِّحُوْنَكَ وَيَحْمَدُوْنَكَ)… وَأَمَّا مُحَافَظَةُ الْإِنْسَانِ عَلَى أَوْرَادٍ لَهُ مِنَ الصَّلَاةِ أَوِ الْقِرَاءَةِ أَوْ الذِّكْرِ أَوْ الدُّعَاءِ طَرَفَي النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ وَغَيْرُ ذَلِكَ: فَهَذَا سُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ  وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِ اللهِ قَدِيْمًا وَحَدِيْثًا. (مجموع فتاوى ابن تيمية, 22/520).

     

    Artinya : Ibn Taimiyah ditanya tentang seseorang yang memprotes ahli dzikir (berjamaah) dengan berkata kepada mereka “Dzikir kalian ini bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah. Mereka memulai dan menutup dzikiirnya dengan al-Qur’an, lalu mendoakan kaum muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illa billaah) dan bershalawat kepada Nabi  ?” Lalu Ibnu Taimiyah menjawab: berjamaah dalam berdzikir, mendengarkan al-Qur’an dan berdoa adalah amal soleh, termasuk qurban dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu. Dalam Shahih al-Bukhari, Nabi  bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki banyak malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka memanggil, “Silahkan sampaikan hajat kalian”, lanjutan hadits tersebut terdapat redaksi, “Kami menemukan mereka bertashbih dan bertahmid kepada-Mu” …Adapun memelihara rutinitas aurad (bacaan wirid) seperti shalat, membaca al-Qur’an, berdzikir atau berdoa, setiap pagi dan sore serta sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan tradisi Rasulullah  dan hamba-hamba Allah yang shaleh, zaman dulu dan sekarang.” (Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, Juz 22, hal 520).

     

    Dengan demikian, maka kita kaum nahdhiyyin jangan pernah ragu, dalam mengamalkan amalan amalan yang telah diwariskan oleh para ulama ulama kita terdahulu, karena semua mempunyai dasar baik dari al Qur an,hadist Nabi,Atsar Sahabat,Maqalah Ulama,dll.

    (asnuter pacet)

  • AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB

    AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB

    InfokomBanserNU – RAJAB diambil dari kata “tarjib” yang berarti “pengagungan*”.
    Ada ulama juga mengatakan RAJAB artinya “Ashab” yang berarti “mengalir/menuang”, kenapa demikian karena di bulan RAJAB mengalirnya Rahmat Allah bagi orang-orang yang bertaubat.

    Ulama juga berkata, “Bulan rajab bulan untuk menanam, sya’ban untuk menyiram, ramadhan untuk memanen.

    InsyaAllaah 1 Rajab jatuh pada hari Selasa 25 Februari 2020, maka malam awal bulan rajab adalah hari senin malam selasa tanggal 01/Rajab/1441H.

    Diantara amalan yang baik dilakukan pada bulan Rajab (Bulan Haram/Mulia) :
    Puasa.
    Istighfar
    Do’a.
    Di anjurkan banyak do’a terutama pada malam pertama bulan rajab

    قال صلى الله عليه وسلم : خمس ليال لاترد فيه الدعاء: اول ليلة من رحب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر وليلة النحر.
    (اخرجه السيوطى رحمه الله تعالى فى الجامع)

    Di bulan rajab ini marilah kita menanam kebaikan sebanyak-banyaknya Bertaubat kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’aala dan meninggalkan maksiat agar kita mendapatkan Ridho-Nya

    1. Doa ketika masuk bulan Rajab

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ

    Artinya : “Yaa Allaah berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban, serta perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan”.

    2. Berpuasa dibulan Rajab

    Fadhilahnya:
    قال رسول الله: من صام ثلا ثة ايام
    من شهر حرام كتب له ثواب عباده تسعمائة سنة
    Artinya, “Barangsiapa berpuasa dibulan haram selama tiga hari maka dituliskan baginya pahala ibadah sebanyak 900 tahun.”

    Fadilahnya yang lain :
    Barangsiapa yang berpuasa

    1 hari dalam keadaan beriman dan semata-mata karena Allah maka wajib baginya ridho Allaah,
    2 hari para penduduk langit dan bumi tidak bisa mensifatkan keutamaan dan kemuliaannya
    3 hari dijaga dari bala’ dunia dan akherat
    7 hari akan di tutup baginya 7 pintu neraka
    8 hari akan di bukakan baginya 8 pintu syurga,
    10 hari tidak akan meminta seseorang hamba suatu permintaan kecuali Allaah akan kabulkan doanya

    15 hari Allaah ampuni dosanya yang telah lalu, dan akan Allaah ganti keburukannya dengan kebaikan, dan Allaah tambah lagi pahalanya

    Lafadz Niat puasa sunnah rajab :

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    “Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allaah Ta’aala.”

    3, Membaca Istighfar.
    Doa dibaca pagi dan sore di bulan rajab (70×)*

    ّرب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ 70×

    Fadhilahnya : *” Barangsiapa yang membaca Istighfar sebanyak 70× dibulan RAJAB maka niscaya kulitnya tidak akan disentuh oleh Api Neraka.

    Ulama berkata, “Rajab adalah bulan untuk kita memperbanyak istighfar, sya’ban bulan untuk memperbanyak shalawat, ramadhan bulan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.”

    Maka dari itu perbanyaklah Istighfar dibulan yang mulia ini mintalah ampun kepadaNya.

    4. Doa dibaca antara Dzuhur dan Ashar dibulan rajab (70×)

    اَسْـتَغْفِرُ الله َ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

    5. Dibaca pada 10 hari yang pertama bulan rajab (100×)

    سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ

    Dibaca pada 10 hari yang kedua bulan rajab (100×)

    سُـبْحَانَ الله ِ اْلأَحَدِ الصَّمَدِ

    Dibaca pada 10 hari yang ketiga bulan rajab (100×)

    سُـبْحَان الله الرَّؤُوْفِ

    6. Membaca “Sayyidul Istighfar” (3× Pagi dan Sore)

    اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت

    7. Membaca

    اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ × ٣٥

    (Dibaca 35× pada Hari Jum’at terakhir bulan Rajab saat Khotib diatas mimbar)

    (Amaliyah Ijazah Guru Mulia Al Habib Ahmad Bin Abu Bakar Bin Ali Bin Al Imamul Qutbh Ghoust Al Habib Abu Bakar Assegaf Gresik)

    Fadhilahnya
    “Barangsiapa yang mengamalkannya, maka tidak akan terputus uang di tangannya ditahun itu (diberi kejembaran rizki uang)”.
    8. Berdo’a
    قال رسول الله: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة اول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، ليلة الجمعة، ليلة الفطر، ليلة النحر

    Artinya, “Lima malam yang tidak ditolak didalamnya do’a awal malam Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri, malam Idul Adha”.

    Sumber : Kitab Mukasyifatul Qulub, Kanzun Najah & Durratun Nasihin dll

  • KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    InfokomBanserNU- Membaca Sholawat Fatih 1 kali dihadiahkan kepada ahli qubur dengan niat supaya ditebus dimerdekakan dari neraka (fida’/’ataqoh), maka dimerdekakannya seketika
    (al-Yaqutah, hal.: 61).

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) semua bacaan tasbih, zikir, do’a yang terjadi di alam
    (Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Apabila semua bacaan zikir, shighot sholawat, dan do’a satu per satu masing-masing dari semuanya bila setiap harinya dibaca 100 000 kali selama 100.000 tahun, dan pahala semuanya dikumpulkan menjadi satu, maka tidak bisa menyamai pahala Sholawat Fatih 1 kali
    (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 70).

    SORBANSANTRI.COM

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) 600.000 kali lipat sholawatnya semua malaikat, manusia, dan jin sejak alam diciptakan hingga hari membacanya ditambah 400 perang Sabilillah
    (al-Yaqutah, hal. 59, dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271, dan Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Jika diumpamakan ada 100.000 umat, pada setiap umat terdapat 100.000 kabilah (suku), setiap kabilah 100.000 orang masing-masing hidup 100.000 tahun setiap harinya membaca sholawat kepada Nabi saw. selain Sholawat Fatih, dan semua pahalanya selama 100.000 tahun itu dikumpulkan, maka tidak akan bisa menyamai Sholawat Fatih satu kali (Jawahir al- Ma’ani, jilid I, hal. 117).

    Mendapat pahalanya semua bacaan tasbih, zikir, solawat, do’a semua makhluk, manusia, malaikat, dan jin dengan dilipatkan 6000 kali (Jawahir al-Ma’ani dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271).

    Apabila ada wali al-‘arif billah berumur satu juta tahun yang tidak membaca Sholawat Fatih, maka orang awam membaca sholawat Fatih 10 kali lebih banyak pahalanya dari pada wali tersebut (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 69 dan Bughyah
    al Mustafid, hal. 270).

    Wallahu a’lamu bisshowabi…

    Demikianlah, di antara keutamaan Sholawat Fatih, dan masih lebih banyak yang tidak mampu disebutkan, yang lebih tidak mampu dijangkau angan-angan karena luasnya fadhol Allah ta’aala.

    Semoga manfaat

  • JENAZAH YANG HUTANGNYA DILUNASI JIBRIL

    JENAZAH YANG HUTANGNYA DILUNASI JIBRIL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Ketika Rasulullah SAW sedang duduk di gerbang kota Madinah, tiba-tiba ada jenazah yang hendak dishalati.

    Kemudian beliau bertanya, “Apakah dia punya tanggungan hutang?”

    “Ia mempunyai tanggungan hutang 400 dirham”, kata salah seorang Sahabat.

    “Shalatilah jenazahnya! Aku tidak akan menyalati jenazah seseorang yang mempunyai tanggungan hutang 400 dirham dan belum dilunasi”, sabda Baginda Rasul SAW.
    ….
    Selang beberapa lama kemudian, Malaikat Jibril turun dan mengatakan: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT membacakan salam kepadamu. Aku telah diutus berwujud seseorang dan melunasi hutang lelaki yang meninggal itu. Maka shalatilah jenazah lelaki itu, karena Allah telah mengampuninya!”

    “Bagaimana ia mendapat kekeramatan ini?”, tanya Nabi penasaran.

    “Karena bacaannya. Setiap hari ia tak pernah lepas membaca surah al-Ikhlas sebanyak seratus kali. Dimana kandungan surah al-Ikhlas terdiri atas penjelasan sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya”, terang Jibril AS. (yusa Abdullah syah)

    #referensi Kitâb al-‘Ushfûriyah, 16.

    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

  • Rabu Wekasan Menurut NU

    Rabu Wekasan Menurut NU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Besok adalah malam Rabu Wekasan yaitu malam Rabu terakhir (wekasan) di bulan Shafar.
    Sebagian orang ahli ma’rifat termasuk orang yang ahli mukasyafah mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala’ (bencana) yang berjumlah 320.000. Kesemuanya diturunkan pada hari Rabu yang terakhir di bulan Shafar. Maka dianjurkan hari itu shalat 4 raka’at dengan 2 salaman,” katanya,

    Kiai Jamal menjelaskan, shalat yang dilakukan tersebut diniati dengan shalat mutlak.
    Pada setiap rakaat dalam shalat tersebut membaca
    Al-Fatihah sekali,
    surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali,
    surat Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq sekali dan An-Nas sekali.
    “Kemudian setelah salam membaca doa dan shalatnya tidak berjamaah. Tapi dilakukan bersama-sama di lokasi yang sama pula,” tambahnya.

    Tradisi Rabu Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan lain-lain. Bentuk ritual Rabu Wekasan umumnya dilakukan dengan shalat , berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturrahin, dan berbuat baik kepada sesama.

    Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (W.1151 H) dalam kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut Mujarrobat Ad-Dairobi).

    Anjuran serupa juga terdapat pada kitab Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (W. 970 H), Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.

    Keputusan musyawarah NU Jawa Tengah tahun 1978 di Magelang juga menegaskan bahwa shalat khusus Rabo Wekasan hukumnya haram, kecuali jika diniati shalat sunnah muthlaqah atau niat shalat hajat. Kemudian Muktamar NU ke-25 di Surabaya (20-25 Desember 1971 M) juga melarang shalat yang tidak ada dasar hukumnya, kecuali diniati shalat mutlak.

    “Shalatnya bisa di pagi (dluha) atau habis shalat maghrib,” pungkas Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini. (abi sorban)

  • AMALAN MENEMPATI RUMAH BARU

    AMALAN MENEMPATI RUMAH BARU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kita patut bersyukur menempati rumah baru karena itu adalah nikmat Allah yg patut disyukuri. Agar rumah atau tempat yg baru dihuni mendapatkan keberkahan dan aman dari gangguan jin, sebagian ulama menganjurkan kita untuk melakukan amalan sebagai berikut.

    1. Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali

    2. Kemudian membaca Surat Al-Mu’minun ayat 28-29 sbg berikut:

    فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ * وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلاً مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ

    Artinya, “Bila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yg menyelamatkan kami dari kaum aniaya.’ Katakanlah, ‘Tuhanku, tempatkan aku di tempat yg berkah karena Engkau sebaik2 pemberi tempat.’

    3. Kemudian membaca doa sebagai berikut sebanyak 3 kali:

    اَللهم يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خاَلِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخُلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخاَفُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هَذَا خَيْراً وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

    Allâhumma yâ man falaqal bahra li Mûsâ bin ‘Imrân, wa najjâ Yûnusa min bathnil hût, wa sayyaral fulka li man syâ’a, antal ‘âlimu bi ‘adadi qathril bihâri, wa dzarrâtir rimal. Yâ Khâliqa ashnâfi ‘ajâ’ibil makhlûqât. As’alukal kifâyah, yâ kâfiya man istakfâh, yâ Mujîba man da‘âh, yâ muqîla man rajâh. Antal kâfi, lâ kâfiya illa anta. Ikfinî syarra ma akhâfu wa ahdzar. Wamla’ manzilî hâdzâ khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasûlika sayyidina Muhammadin wa âlihi wa shahbih wa sallim.

    Artinya, “Ya Allah yg membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yg menjalankan perahu kepada siapapun yg dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan2 kerikil. Wahai zat yg menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk2. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yg mencukupi hamba yg memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yg mengabulkan hamba yg berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yg mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yg kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.”

    Amalan di atas dibaca setiap pagi dan sore selama tiga hari berturut2. Amalan ini dikutip dari Kitab Al-Wasa’ilis Syafi’ah karya Syekh Al-Habib Muhammad bin Ali Khirid Al-Alawi Al-Husaini At-Tarimi, Beirut, Darul Hawi, cetakan kedua, 1999 M, halalaman 512.

    Wallahu a‘lam

    Jangan lupa doa masuk rumah lainnya, yakni mengucap salam. Dengan begitu, harapannya seseorang bisa dijauhi dari gangguan jin atau setan. Perintah mengucap salam tertulis dalam Al-Quran surat An-Nur: 61 yg berbunyi:

    فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

    Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah2 (ini) hendak lah kamu memberi salam kepada (penghuni yg berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yg ditetapkan dari sisi Allah, yg diberi berkat lagi baik. (abi SORBAN)