Tag: ansor

  • PAC GP ANSOR JETIS : GELAR DOA BERSAMA JELANG PELANTIKAN

    PAC GP ANSOR JETIS : GELAR DOA BERSAMA JELANG PELANTIKAN

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com — Panitia pelantikan dan calon pengurus PAC GP ANSOR Jetis pada hari jum’at malam (11/06/2021) melaksanakan doa bersama dan gladi bersih untuk persiapan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jetis Mojokerto yang rencananya akan di laksanakan hari Sabtu ba’da Sholat Isya’ (12/06/2021) di gedung MWCNU Jetis lantai dua.

    Acara doa bersama ini dilaksanakan dengan tujuan memohon pada Alloh SWT agar acara pelantikan bisa berjalan lancar dan semua pengurus bisa melaksanakan amanahnya dengan baik dan semua progam yang di rencanakan bisa membawa kemanfaatan bagi semuanya di dunia sampai di akhirat.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara pelantikan kali ini sangat sepesial karena selain pelantikan pengurus baru akan ada launching mobil operasianal PAC GP ANSOR Jetis yaitu satu mobil ANSOR dan dua mobil patroli BANSER, dengan 3 mobil oprasional ini di harapkan bisa menambah semangat para kader ANSOR yang ada di Jetis untuk berkhidmat pada organisasi Nahdlatul Ulama dan NKRI.

    Saat team sorban mewawancarai Gus Supriyanto selaku bendahara PAC GP Ansor Jetis yang sudah mengemban amanah tiga kali periode membenarkan bahwa panitia, calon pengurus yang akan di lantik berdoa bersama dan bekerja keras agar acara pelantikan berjalan lancar dan aman karena sekalian akan di adakan lounching tiga mobil operasional.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    “…malam hari ini kita berkumpul disini dalam rangka doa bersama dan berupaya keras agar acara besok (sabtu, 12/06/2021) bisa lancar dan aman, karena rencananya besok itu juga ada lauching tiga mobil operasional sekaligus, satu mobil operasional Ansor dan dua mobil operasional Banser “, tuturnya

    Selain itu, Gus Ibnu Qohar, Ketua PAC GP Ansor Jetis terpilih juga meminta doa dan dukungan kepada semua warga Nahdliyin Jetis supaya seluruh pengurus tetap kompak dalam berkhidmat dan semoga semua membawa keberkahan dan kemanfaatan.

    “… ya..kita mohon doa dan dukungan dari semuanya agar acara pelantikan dan launching mobil bisa berjalan lancar dan memberikan keberkahan dan kemanfaatan buat kita semua, dan memohon ya biar mobil PAC GP ANSOR Jetis bisa tambah lagi “, unjarnya sambil tersenyum. (Dikin Sorban)

  • GP Ansor Payungrejo Gelar Giat Rutinan Ansor dan Sosialisasi Koin NU

    GP Ansor Payungrejo Gelar Giat Rutinan Ansor dan Sosialisasi Koin NU

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto– Rabu (09/06/2021) GP Ansor Payungrejo Kutorejo mengadakan kegiatan rutinan Ansor sekaligus sosialisasi Koin NU, hadir dalam kegiatan tersebut Abah Khoiruddin perwakilan MWC Kutorejo, H. Munadi Ketua Lazis NU Care MWC NU Kutorejo, Gus Ahmad Syaifuddin Ketua PAC GP Ansor Kutorejo, Sudarto Ketua Ansor Ranting Payungrejo dan seluruh anggota Ansor Payungrejo di kediaman sahabat Sudarto Desa Payungrejo Kecamatan Kutorejo.

    Kegiatan Rutinan Ansor ini diawali dengan pembacaan tahlil dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, sosialisasi Koin NU dan penguatan Ansor.

    Sambutan awal disampaikan oleh Abah Khoiruddin mewakili MWC, dalam sambutannya abah Din menyatakan bahwa Koin NU ini merupakan kegiatan gotong royong yang dihimpun dari infaq para donator kemudian hasil donasinya di sampaikan kepada mustahik.

    “Koin NU yang sudah berjalan di Kecamatan Kutorejo ini, dibeberapa desa sudah berjalan, dan ini dampaknya untuk masyarakat bagus sekali. Koin NU ini adalah kegiatan gotong royong untuk menghimpun dana, infaq, shodaqoh dari donator dan kemudian setelah terkumpul akan ditasorrufkan/ didistribusikan kepada mustahik “, tutur Abah Din memberikan arahan dan motivasi.

    Di sambutan selanjutnya H. Munadi, Ketua Lazis NU Care Kecamatan Kutorejo, juga menuturkan mengenai teknis dan manfaat serta dampak adanya Koin NU.

    “…jadi untuk lebih optimalnya Koin NU, memang harus dibentuk pengurus, nanti pengurus mensosialisasikan program Koin NU ini kepada masyarakat sekitar, bisa melalui pengajian, jamaah tahlil atau yang lainnya. setelah program ini tersosialisasikan langkah selanjutnya memberikan omplong (red. toples) kepada masyarakat yang mau, dan nanti setiap bulannya pengurus keliling untuk mengambil hasil koin dan dihimpun kemudian didistribusikan “, ujarnya.

    “…manfaat Koin NU ini luar biasa untuk membantu masyarakat, banyak yang bisa dilakukan dengan hasil Koin NU, membantu yatim piatu, dhuafa, pembangun masjid/musholla dan lainnya, ini alhamdulillah sudah berjalan di beberapa desa di Kecamatan Kutorejo, diantaranya NU Ranting Pesanggrahan, NU Ranting Singowangi, NU Ranting Sawo dan seterusnya, yang semuanya berjalan baik, dan terus harus ditingkatkan “, imbuhnya.

    “…saya berharap di Ranting NU Payungrejo Koin NU yang sudah berjalan ini bisa dioptimalkan kembali, alhamdulillah, untuk lebih mengoptimalkan gerakan dari Lazis NU Care Kutorejo, bekerjasama dengan PAC GP Ansor Kutorejo untuk lebih menggerakkan program Koin-isasi di setiap ranting NU di wilayah Kutorejo… “, tuturnya memberikan arahan serta menginformasikan telah terjalinnya kerja sama antara Lazis NU Care dengan PAC GP Ansor Kutorejo.

    Ahmad Saifuddin, Ketua PAC GP Ansor Kutorejo juga menuturkan telah terjalinnya sinergi dan kolaborasi antara Lazis NU Care Kutorejo dengan Ansor.

    “…. ketika saya (Ansor) diminta untuk sinergi dan kolaborasi dengan Lazis NU Care Kutorejo, saya langsung iyakan, saya berharap seluruh sahabat-sahabat Ansor untuk mendukung program ini, dan ikut berkontribusi untuk optimalnya program, ini adalah program bagus untuk bisa membantu masyarakat…”, katanya.

    Selain itu, Ahmad Saifuddin berharap disetiap rutinan bulanan di GP Ansor selain kegiatan seperti biasa, juga mengadakan santunan.

    “…Ansor juga harus memiliki peran kepada masyarakat secara nyata, kegiatan rutinan sudah dilakukan, kalau bisa ditambah, disetiap rutinan GP Ansor ada kegiatan santunan, ini sangat baik dan semoga bisa terlaksana…”, tuturnya menambahkan dan menguatkan anggota Ansor yang hadir.

     

    (HR/99)

  • GP ANSOR RANTING SEDATI  GELAR HALAL BI HALAL

    GP ANSOR RANTING SEDATI GELAR HALAL BI HALAL

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto_GP ANSOR RANTING SEDATI kecamatan ngoro kabupaten mojokerto Sabtu malam (29/5/2021) gelar Halal Bi Halal dan pembukaan kegiatan bulanan rutin yang dihadiri seluruh anggota dan pengurus GP Ansor Ranting Sedati, hadir pula dalam kesempatan itu Gus Habib selaku pengasuh dan pengisi kajian kitab Lubbul Hadist.

    Acara halal bi halal dibuka dengan pembacaan ROTIBBUL HADDAD, solawat mahallul qiyam dilanjutkan dg menyanyikan lagu MARS GP ANSOR, MARS BANSER dan JUGA MARS YAHLAL WATHON.

    Acara rutinan GP ANSOR ini bertujuan untuk ajang menjalin Silaturrahmi antar anggota dan pengurus, serta menambah ilmu dan wawasan keagamaan dengan dihadirkannya ustadz untuk mengkaji kitab dengan sistem ngaji singkat secara episode.

    Pada pembukaan ngaji kitab yang disampaikan Gus Habib kali ini membahas tentang hadist anjuran keutamaan memulyakan seorang ulama’, bahwa pentinganya kita memulyakan seorang ulama’ ini diriwayatkan dalam hadist nabi Muhammad SAW,

    “ Barang siapa seseorang yang memulyakan dan menghormati seorang ulama’, maka orang tersebut sama halnya dengan memulyakan aku (Nabi Muhammad), dan barang siapa seseorang yang duduk di dalam majlis ilmu dengan ulama’ maka mereka sama halnya duduk bersama di sampingku ” ujar Gus Habib menukil hadist dalam kitab Lubbabul Hadist.

    Acara di tutup dengan doa dan di lanjut dengan acara musafahah (berjabat tangan) simbol dari acara inti halal bi halal.

    kontributor (HASAN NGORO)

  • PESAN KADER DAN MoU ANSOR IPNU IPPNU DIPERINGATAN HARLAH GP ANSOR KE 87

    PESAN KADER DAN MoU ANSOR IPNU IPPNU DIPERINGATAN HARLAH GP ANSOR KE 87

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comAnsor selalu mengikuti perkembangan teknologi dengan berbagai terobosan khususnya digitalisasi organisasi. Pada peringatan HARLAH GP ANSOR ke-87 yang digelar di Gedung MWC-NU Pacet Mojokerto. PAC GP ANSOR kec. Pacet Mojokerto melaksanakan acara tersebut dengan mengundang adik-adik dalam BANOM NU khususnya IPNU dan IPPNU. Sabtu, 24 April 2021 / 12 Ramadhan 1442 H. 

    Dalam peringatan tersebut, GP Ansor kec. Pacet Mojokerto mengundang H. Imron Rosyadi yang merupakan mantan kader tulen mulai IPNU, Ansor dan sekarang berada di jajaran pengurus MWC-NU kec. Pacet. Dengan harapan agar kader yang sekarang baik IPNU-IPPNU dan Ansor, mendapatkan terobosan dan pengalaman dari beliau yang pernah berada dalam organisasi tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Nuril Huda dan H. Imrod Rosyadi dalam acara HARLAH GP ANSOR ke 87 Pacet Mojokerto

    Acara yang dikemas dengan tema ” PESAN KADER “ yang disampaikan oleh H. Imron Rosyadi adalah tampilkan ide-ide kreatif yang bisa mewarnai kecamatan Pacet. ” Perlu diadakan study banding dengan kawasan atau wilayah yang ada di lereng Gunung Welirang, seperti kota Batu, Prigen dan lainnya” kata H. Imron Rosyadi dalam penyampaian acara HARLAH GP Ansor yang ke-87.

    Karena masih dalam suasana bulan suci Ramadhan maka, kegiatan yang diawali pada pukul 16.00 wib ini dilanjutkan dengan sholat Magrib berjamaah dan dilanjut Buka puasa bersama. Acara semakin marak dengan adanya hiburan akustik dari IPNU dan IPPNU.

    Dalam memanfaatkan momen HARLAH GP ANSOR ke-87, ketua Ansor kec. Pacet Mojokerto mengadakan MoU dengan IPNU dan IPPNU untuk selalu bersinergi sebagai satu kesatuan banom NU seperti Kakak dan Adik. Dengan tujuan agar dalam berorganisasi harus solid dan terarah sebagai satu kesatuan. (abi Sorban)

     

  • Semangat BANSER Ngingasrembyong mengawal kegiatan NU Lailatul Ijtima’

    Sorbansantri.com –Sooko– Lailatul ijtima’ merupakan salah satu kegiatan dakwah NU setiap satu bulan sekali. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan sunnah yang dirangkum dalam satu acara dan dikerjakan secara berjamaah. Diantara kegiatan dalam Lailatul ijtima’ NU antara lain, Sholat sunnah hajat, sholat tasbih, sholat taubat, sholat witir, istighosah, tahlil, maqom, santunan yatim piatu, dan pengajian kitab kuning.

    SORBANSANTRI.COM
    Lailatul ijtima’ di Masjid Al Kautsar Pendowo, Ngingasrembyong

    Jum’at malam ba’da isya’ (2/4) kegiatan Lailatul ijtima’ NU MWCNU Sooko bertempat di Masjid Al Kautsar Dusun Pendowo Desa Ngingasrembyong. Masjid dipenuhi jamaah kurang lebih 200 orang warga Nahdliyyin dari berbagai desa di wilayah kecamatan Sooko. Tak ketinggalan juga Banser NU yang memang sudah dapat instruksi dari Satkoryon untuk mengawal setiap agenda Nahdlatul Ulama’ di wilayah Kecamatan Sooko.

    Ada hal menarik dari kegiatan ini, yaitu keikut sertaan anggota Banser baru yang kemarin baru saja lulus Diklatsar Banser II di Desa Karang Kedawang. Pantauan kami saat meliput berita ini, ada Banser sekitar 40 personil, 20 personil merupakan anggota Banser Baru.

    SORBANSANTRI.COM
    Ada sekitar 40 personil Banser mengamankan acara

    Kasatkoryon Sooko, Ndan Kholik mengaku senang anggotanya bisa bertambah banyak setelah Diklatsar II kemarin, juga dengan banyaknya anggota baru yang mau ikut PAM. Yang menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh saat diklat kemarin ilmunya betul2 bisa bermanfaat bagi anggota.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Kholik, Kasatkoryon Sooko

    “Bergabung dengan Banser NU harus disertai dengan niat ikhlas lillahi ta’ala, niat karna Khidmah berjuang untuk agama, untuk kejayaan islam ahlussunnah waljamaa’ah an nahdliyah. Harus betul2 ikhlas sahabat2 ya, karna PAM Banser itu tidak dapat bayaran, bayarannya nanti di akhirat”. tambahnya.

    Sahabat Memed (salah satu Banser baru ranting Ngingasrembyong) mengatakan sangat senang bisa bergabung dengan Banser NU, ikut PAM. “Sebelum ikut diklat saya memang sudah sering ikut mengamankan kegiatan2 NU, saya biasanya diajak ndan qomar, makanya saat ada diklat saya langsung ikut”, kata ndan Memed. Alhamdulillah, di ranting Ngingasrembyong kemarin yang ikut diklat ada 11 orang, 8 dari Pendowo, 3 dari Sidonganti. Dan malam ini, alhamdulillah semuanya bisa ikut keluar ikut Pam Lailatul ijtima’. Imbuhnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Banser membantu kelancaran lalu lintas sekitar lokasi kegiatan Lailatul ijtima’
    SORBANSANTRI.COM
    Anggota Banser baru, belum memiliki seragam, tapi semangatnya luar biasa

    Meskipun, belum memiliki seragam Banser (Baju PDL Banser), ada yang masih memakai sarung dan celana bawahan biasa, hanya memakai kaos diklatsar. Namun, semangat sahabat2 Banser yang baru itu patut di apresiasi. Mereka ikut mengamankan dan membantu proses kegiatan dari awal hingga akhir acara, mengatur arus lalu lintas, membantu menyeberangkan jamaah, membantu merapikan parkir mobil dan motor jamaah, dll. Semua dilandasi niat karna khidmah mengabdi dalam organisasi NU, lillahi ta’ala. (red.Slamet)

  • PENUTUPAN DIKLATSAR II BANSER PAC SOOKO BERLANGSUNG KHIDMAT DAN HARU

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com–Sooko – Siang (28/3) pukul 11.00 WIB sebanyak 115 peserta Diklatsar II Banser PAC Sooko melaksanakan upacara apel penutupan sekaligus dibaiat langsung oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di lapangan Desa Karangkedawang kecamatan Sooko. Seluruh personil petugas upacara adalah dari peserta diklat itu sendiri.


    Upacara dipimpin langsung oleh Kasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto H.Moh. Yunus. Nampak hadir pula para tamu kehormatan, diantaranya dari jajaran pemerintah (wakil camat, koramil dan kepolisian), Kepala desa Karangkedawang beserta perangkatnya, para kiai dari MWCNU Sooko, perwakilan dari banom2 NU (Muslimat, Fatayat, IPNU,IPPNU, Pagar Nusa, Ishari).


    Ada momen berbeda dalam prosesi penutupan Diklatsar kali ini, yaitu didatangkannya orangtua/wali para peserta diklat. Memang panitia diklat sengaja membuat gebrakan baru dengan momen acara sungkeman peserta diklat kepada orangtuanya. Sebagaimana perintah dalam agama islam, anak wajib hormat dan berbakti kepada kedua orangtuanya, dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun.


    Dalam sambutannya, Kasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto menekankan agar peserta diklat nanti di ranting masing2 bisa berperan aktif dan harus selalu siap dalam menjaga dan mengamalkan ajaran islam ahlussunnah waljamaah an nahdliyah, selalu berkomitmen dalam menjaga keutuhan NKRI yang bhineka tunggal ika, dan selalu siap satu komando, mentaati perintah2 pimpinan sebagaimana ilmu yang telah dipelajarinya selama diklat.


    Perwakilan pimpinan dari Pengurus Cabang Sahabat Ahnu Afandi ikut menambahkan, pentingnya bergabung dengan organisasi Gerakan Pemuda Ansor adalah pilihan yang sangat tepat untuk membentengi islam dari pengaruh ajaran2 radikalisme dan intoleran yang saat ini sudah marak di Indonesia, beliau juga berpesan agar sepenuhnya anggota berkhidmah kepada NU dengan niat ikhlas setulus hati agar mendapat keberkahan dari para muassis NU, juga pentingnya menjaga sholat 5 waktu.


    Upacara ditutup dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Kiai dari MWCNU Sooko yaitu Kiai Nashiruddin, S.Ag. dan setelah itu pembaiatan peserta dipimpin langsung oleh Gus Sa’dulloh Syarofie bin KH.Khusaini Ilyas dari Mojokerto berlangsung penuh tangis bahagia penuh haru, peserta satu persatu bersalaman dengan Gus dulloh dan para masyayikh, kemudian disiram dengan kembang setaman sebagai tanda telah lulus dari diklat oleh perwakilan dari Pengurus Cabang GP Ansor, kemudian satu persatu peserta berjabatan tangan/berpelukan dengan Tim Instruktur Diklat PC dan Pengurus PAC.


    Momen paling mengharukan adalah saat para peserta selesai dibaiat, lalu para peserta diberi aba-aba oleh protokol agar sungkem kepada orangtuanya masing2, peserta harus datang menuju orangtuanya masing2 secara merangkak untuk mendapatkan restu dan do’a orangtua agar saat menjadi Banser NU diridloi oleh Alloh SWT. Karna ridlonya Alloh SWT berada pada keridloan kedua orangtua. Deraian air mata tertumpah ruah, isak tangis membahana memenuhi seluruh arena. Doa doa pun mengalir tiada henti dari bibir orangtua yang penuh haru dan bangga anak2 mereka dapat lulus dan bergabung dengan Banser NU.

    SORBANSANTRI.COM


    Di akhir sesi, sahabat Najib Tantowi salah satu pimpinan GP Ansor PC Kabupaten Mojokerto menginstruksikan agar para peserta jangan terlalu larut dalam kesedihan dan meyuruh merayakan kesuksesan acara Diklatsar II PAC Sooko dengan menyanyikan lagu Mars Banser. Sontak seluruh peserta kembali ke lapangan dan nyanyian pun bergemuruh sambil mengangkat Kasatkoryon Sooko sahabat Kholik dan Ketua PAC GP Ansor Sooko sahabat Tatlutfiari, tak lupa juga sahabat ketua panitia Diklatsar II Sahabat Irawan. Setelah itu acara ditutup dengan foto bersama di depan Banner. (red.slamet)

  • KURSUS PELATIH BANSER 1 (SUSPELAT) KAB. MOJOKERTO PENUH MOTIVASI DAN KEJUTAN

    KURSUS PELATIH BANSER 1 (SUSPELAT) KAB. MOJOKERTO PENUH MOTIVASI DAN KEJUTAN

    SORBANSANTRI.COM
    Peserta SUSPELAT 1 Satkorwil Jawa Timur

    wp.sorbansantri.comPimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Mojokerto akhirnya resmi melaksanakan  Kegiatan SUSPELAT (Kursus Pelatih) Banser tingkat wilayah Jawa Timur untuk pertama kalinya.  Kegiatan yang dilgelar di Wisma PCNU Kabupaten Mojokerto ini direncakanan tiga hari yaitu dari tanggal 12 hingga 14 Maret 2021. Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor kabupaten Mojokerto, Ali Mohammad Nasih, SE. M.Pd., di sela persiapan pembukaan Suspelat mengatakan bahwa kegiatan ini memang harus segera dilakukan karena kebutuhan Banser Pelatih yang kompeten sudah sangat mendesak.

    “Pengkaderan di tubuh Ansor terutama Banser semakin masif. Maka kebutuhan pelatih-pelatih yang berkualitas tak bisa dihindari.

    SORBANSANTRI.COM
    Jajaran Tokoh, Ansor dan Banser dalam SUSPELAT 1 kab. Mojokerto

    Selain untuk meningkatkan SDM pelatih, ini juga merupakan amanat organisasi. Tentu di tengah kondisi seperti ini kita sangat ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan mulai screening calon peserta hingga persyaratan wajib menyerahkan surat keterangan dari dokter bahwa calon peserta itu benar-benar bebas dari Covid”, ujar pria yang akrab disapa Gus Ali tersebut.

    “Alhamdulilah, doakan kegiatan ini nanti sukses dan menghasilkan sesuai yang kita cita-citakan. Karena  ini Suspelat pertama yang dilaksanakan di Jawa Timur. Dan diikuti 150 peserta baik dari Mojokerto, luar Mojokerto bahkan dari luar Jawa ada yajng ikut. Sumatera Barat, Bali dan lainnya turut mengirim peserta. Sekitar ada empat puluhan peserta dari luar Jawa”, imbuhnya.

    Hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut Ketua PCNU kabupaten Mojokerto (KH. Abdul Adhim Alwy) didampingi Sekretaris Tanfidliyah (Gus Taufiq)  dan Bendahara PCNU (H. Reza Pahlevi), Wakil Bupati Mojokerto ( Gus H. Muhammad Al Barra, LC.), Kasatkorwil Banser yang diwakili oleh H. Budi, seluruh perwakilan ketua banom PCNU kabupaten Mojokerto, jajaran Instruktur wilayah dari Satkorwil  Banser Jawa Timur, dan Kasatkorcab Banser kabupaten Mojokerto (H. Moh. Yunus) beserta jajaran Satsus Banser.

    Dalam sambutannya, KH. Abdul Adhim mengatakan bahwa Banser adalah benteng NU dan NKRI. Sejak era  perjuangan Banser selalu ada di garis terdepan dalam mengawal ulama’ dan menjaga NKRI.

    Hal senada juga disampaikan oleh wakil bupati Mojokerto. Pria yang akrab dipanggil Gus Barra tersebut  mengatakan bahwa sangat bangga dan mendukung perkembangan Ansor Banser di Mojokerto. 

    “Karena kecintaan Banser pada negara ini sudah terbukti. Kita masih ingat (Almarhum) Banser Rianto sudah membuktikan bahwa Banser itu rela mati demi menjaga perdamaian dan persatuan Indonesia. Inilah kehebatan Banser NU”, imbuhnya.

    Perwakilan Kasatkorwil, H. Budi dalam sambutannya mengatakan bahwa Suspelat adalah upaya untuk menata organisasi dan membentuk kader-kader Banser Pelatih yang militan. Karena semangat para pemuda di Mojokerto bahkan di seluruh Indonesia begitu tinggi untuk mengikuti pendidikan Ansor dan Banser. “Kita lihat betapa saat ini Ansor Banser adalah salah satu organisasi kepemudaan yang paling aktif baik di Mojokerto, Jawa Timur bahkan di seluruh Indonesia dalam hal pengkaderan. Semua untuk kemajuan NU dan Indonesia,” tuturnya.

    Dalam apel pembukaan Suspelat tersebut, Gus Ali selaku ketua PC GP Ansor  juga menyerahkan bantuan secara simbolik kepada masing-masing satuan khusus Banser dan biro. Bantuan tersebut dimaksudkan agar bisa dimanfaatkan untuk tiap-tiap satsus, mulai dari satsus BAGANA, BASADA, BALANTAS, MDS Rijalul Ansor, dan lainnya. Dan ada satu kesan haru dan unik saat ada kejutan dari salah satu anggota DPRD kabupaten Mojokerto Fraksi PKB ( H. Pitung) yang memberikan imbalan khusus kepada peserta Suspelat yang hadir dan mendaftar paling awal. Ternyata peserta tersebut berasal dari Sumatera Barat ( Sahabat  John). Iringan tepuk tangan meriah memenuhi aula wisma NU siang itu. Setelah acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Satkorwil Banser Jawa timur kemudian ditutup dengan doa bersama secara khidmat. (kinarto sorban)
    Live Kegiatan => fb sorbansantri

  • BERDIRINYA ANSOR MOJOKERTO

    BERDIRINYA ANSOR MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    Tangan dingin Kyai Achyat Chalimy

    Kyai Achyat Chalimy, biasa dikenal dengan panggilan Abah Yat. Beliau adalah sosok yang selalu ada dalam denyut organisasi NU di Mojokerto. Sebagai santri Tebu Ireng, Achyat Chalimy langsung terlibat dalam kepengurusan Jam’iyah yang didirikan oleh gurunya, Mbah Hasyim Asy’ari. Abah Yat sangat disegani karena rendah hati.

    Lahir di Mojokerto pada tanggal 23 Maret 1918, Achyat sudah ditinggalkan ayahnya sejak dalam kandungan. H. Chalimy meninggalkan janin dalam kandungan Hj Marfuah ketika usia 6 bulan. Karena sudah tidak miliki ayah maka Achyat berdua dengan kakaknya, Aslan diasuh oleh ibunya.

    Pendidikan formal diterima di Volkschool Miji atau Sekolah Rakyat. Sekolah yang hanya diperuntukkan bagi orang pribumi itu dilaluinya hingga lulus tahun 1926. Meskipun berasal dari keluarga yang cukup mampu, seorang anak seperti Achyat tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Beliau tidak memiliki darah priyayi sebagai syarat meneruskan sekolahnya. Selanjutnya pendidikan pesantren menjadi pilihannya dengan mondok di Tebu Ireng Jombang. Tahun 1933, tujuh tahun kemudian pemuda Achyat meninggalkan pesantren Tebu Ireng.

    Jiwa sosial sudah tampak ketika ada di Tebu Ireng. Meskipun dikenal sebagai anak Yatim, Achyat senang memberi sedekah. Tidak jarang beliau mengundang kawan-kawannya untuk makan nasi liwet yang dimasaknya sendiri. Sikap semacam itu yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Kyai Achyat tidak pernah menonjolkan diri untuk tampil di depan. Peran sebagai “tukang masak” itu yang terus diperankan hingga akhir hayatnya.

    Jenjang organisasi pertama yang ditapaki Achyat adalah sebagai ketua Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) Mojokerto. Pada tahun 1934 secara resmi ANO berdiri atas prakarsa Achyat bersama beberapa pemuda sekitar Mojokerto. Dengan memanfaatkan jaringan santri ANO Mojokerto cepat menyebar ke daerah lainnya di wilayah Mojokerto.

    Pada saat itu, daerah Mojokerto secara administratif terdiri dari empat wilayah kawedanan. ANO juga mengikuti pola tersebut saat membentuk kepengurusannya. Para pimpinan ANO kawedanan tercatat nama Moenasir, Munadi dan Mustaqim dari kawedanan Mojosari. Wilayah kawedanan Jabung dipimpin oleh Sofwan dan Abdul Halim. Mansyur Solikhi bersama Imam Mahdi memimpin ANO Mojokasri. Sementara dari Kawedanan Mojokerto dibawah kendali Achyat Chalimy, Ahmad Rifai dan Samsumadyan.

    Pada suatu hari para pemuda itu berkumpul di langgar panggung Kradenan. Mereka datang atas undangan Mahfudz sebagai tuan rumahnya. Pertemuan yang diawali dengan rujakan itu pada akhirnya menunjuk Achyat Chalimy selaku nahkoda organisasi pemuda yang baru berdiri tersebut.

    Perkembangan ANO Mojokerto dalam waktu relatif singkat dapat diterima kalangan pemuda. Kemampuan manajerial Achyat Chalimy mulai tampak dan diperhitungkan orang. Selain sikap kepemimpinan, beliau juga memiliki ketrampilan mengetik dengan menggunakan sepuluh jari. Kemampuan yang langka saat itu, karena kecepatannya menggunakan perangkat tulis itu Achyat sempat ditunjuk sebagai sekretaris Majelis Diskusi Pesantren Tebu Ireng yang dipimpin oleh Wahid Hasyim.

    Berawal dari keberhasilan membangun ANO tersebut, Achyat selanjutnya diminta menjadi sekretris di NU Mojokerto. Tahun 1938 terbentuk kepengurusan NU yang dipimpin oleh Kyai Zainal Alim dan Kyai Nawawi sebagai Rois dan wakil Rois Syuriah. Pada jajaran Tandfidziyah, Ketua :Kyai Achmad Dimyati, Sekretaris : Achyat Chalimy dan Kamad sebagai Bendahara.

    Sebelumnya, jajaran pimpinan NU Mojokerto yang terbentuk tahun 1928 dipimpin oleh Kyai Zainal Alim dan Kyai Nawawi selaku Syuriah. Tandfidziyah diketuai oleh Maslam, Sekretaris : Den Hafi, Bendahara : Kamad.

    Dengan ditunjuk sebagai sekretris NU maka praktis Achyat memimpin dua organisasi di NU tersebut. Posisi yang dipegang hingga Jepang datang.

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • Ansor Retail Diharapkan Bisa Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kendal

    Ansor Retail Diharapkan Bisa Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kendal

    wp.sorbansantri.com – Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kendal, Misbachul Munir atau yang akrab disapa Gus Misbach berencana kembali memberdayakan program perekonomian di PC GP Ansor Kendal, yang selama ini secara organisasi belum terstruktur dengan baik.

    Rencana ini disampaikan Gus Misbach, saat diskusi santai di sebuah kedai kopi Jalan Tembus Kendal, bersama Dirut Retail Ansor, Gus Hasan Taufik, Ketua Bidang Perekonomian PC GP Ansor Kendal, Mashuri dan Ketua PAC GP Ansor Boja, Kasan As’ari.

    Gus Misbach mengatakan, beberapa bisnis retail yang telah berjalan dan memiliki peluang pasar besar akan segera ditata kembali. Seperti pertanian jagung di Kaliwungu Selatan, Ansormart di Rowosari, koperasi di Boja, budi daya udang panami di Kendal, dan budi daya kambing etawa di Cepiring.

    “Rencananya itu semua nanti akan kami tata, kemudian kami kelola melalui manajemen retail Ansor agar lebih tertata rapi,” ucapnya.

    Penataan dan pemberdayaan usaha yang dimaksud, agar Ansor Kendal memiliki kemandirian ekonomi. Menurutnya, kemandirian ekonomi organisasi sangatlah penting untuk menggerakkan roda organisasi.

    “Pemberdayaan ini sengaja kami lakukan melihat adanya sebuah peluang. Informasi dari teman di wilayah, Kementerian Perekonomian memberikan 10 kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha yang usahanya sudah berjalan,” terangnya.

    Gus Misbach berharap, dengan adanya KUR tersebut dapat meningkatkan usaha yang digeluti para kader Ansor dan bisa merangkul pelaku UMKM di Kabupaten Kendal.

    Ditegaskan, orientasi pengurus periode 2020-2024 sesuai dengan amanah dari ketua yang lama adalah pemberdayaan ekonomi kader. Pasalnya, pada periode yang lalu orientasinya banyak bergerak dalam bidang ideologi.

    “Untuk sosialisasi penataan perekonomian PC GP Ansor Kendal akan dilakukan setelah pelantikan pengurus PC GP Ansor Kendal, yang rencananya akan digelar Minggu (26/7/2020) besok,” jelas Gus Misbach.

    Sementara itu, Ketua Bidang Perekonomian PC GP Ansor Kendal, Mashuri mengatakan, untuk mensukseskan upaya pemberdayaan perekonomian, dirinya akan segera berkoordinasi dengan beberapa pengurus kecamatan.

    “Kami berharap progam ini dapat berjalan sukses dan didukung semua pihak termasuk pelaku UMKM, demi peningkatan kesejahteran kader dan masyarakat umum,” ucapnya.

    Upaya pemberdayaan perekonomian ini mendapat support langsung dari Direktur Utama Ansor Retail, Hasan Taufik. Dikatakan, support yang diberikan lebih ke arah pembenahan sistem manajemen.

    “Jadi ada tiga hal yang kita berikan, yakni penataan sistem manajemen, pelatihan dan pengembangan SDM dan pembangunan struktur modal,” ujarnya.

    Dalam hal teknis, menurut Gus Hasan, ke depan akan dibuatkan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk mencari berbagai bahan kebutuhan yang ditawarkan oleh Ansor Retail.

    “Kami berharap usaha ini berjalan dengan baik, sehingga roda perekonomian khususnya pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Kendal bisa terbantukan oleh kader GP Ansor,” pungkasnya.(HS)

  • Cinta NU Cinta Indonesia

    Cinta NU Cinta Indonesia

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com –Mendengar NU tentu orang akan langsung teringat pada sebuah organisasi keagamaan terbesar di negeri ini, bahkan terbesar di dunia. Tentu tak mengherankan ketika NU diusik maka para Nahdliyyin akan langsung bereaksi untuk membelanya. Pembelaan warga Nahdliyin bentuknya juga bermacam-macam, tergantung dari kapasitas keilmuan, pengalaman berorganisasi maupun faktor usia. Faktor keilmuan, pengalaman dan usia inilah yang menyebabkan keluarnya tanggapan berbeda dalam menilai atau menyikapi suatu masalah.

    Warga NU sepuh yang ada di jajaran struktural maupun kultural tentu lebih dewasa dalam menanggapi suatu masalah. Langkah yang ditempuh pun lebih solutif, mengarah pada manfaat dan menghindari madlarat yang lebih besar. Para sesepuh NU lebih memilih jalan tabayyun (klarifikasi), membuka ruang dialog, diskusi mencari solsui, bahkan jika harus debat pun pasti dengan cara yang santun.

    Kedewasaan sikap di atas juga bisa kita lihat pada badan otonom (banom) NU seperti GP ANSORdan banom lainnya. Sering kita melihat bagaimana Gerakan Pemuda Ansor diuji dengan beragam masalah di negeri ini. Hujatan, cacian bahkan hinaan yang mengarah pada Ansor sebagai garda terdepan NU, mampu diselesaikan tanpa adanya pertumpahan darah. Tidak seperti di Timur Tengah, dimana setiap perbedaan berpotensi pada kerusuhan yang akhirnya menimbulkan pertumpahan darah berlarut-larut. Hal ini menunjukkan bahwa Ansor sudah dewasa dalam bersikap dan memahami perbedaaan tapi tetap tegas dalam menjaga perdamaian.

    Memang ada sebagian kecil generasi muda NU yang terkesan keras dalam menanggapi sikap permusuhan, ujaran kebencian, dan hal-hal yang berpotensi menyebabkan perpecahan. Tentu sikap keras dan kaku ini tidak mewakili sikap warga NU. Hal itu bisa saja disebabkan oleh kurangnya pengetahuan agama, terbatasnya pemahaman ke-NU-an dan minimnya pengalaman dalam berorganisasi. Sikap generasi muda (yang baru tahu) NU seperti ini bisa jadi muncul karena dorongan kecintaan yang besar pada NU tapi tanpa dibekali keilmuan yang mumpuni. Hal ini bisa diatasi dengan cara mengenalkan generasi muda pada tujuan gerakan NU, meningkatkan kajian-kajian ke-NU-an, menyebarluaskan konten-konten Aswaja An Nahdliyyah dan secara langsung memberikan contoh sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan.

    Kita layak bersyukur bahwa sebagai organisai terbesar di negeri ini, NU masih setia mengajarkan jargon “cinta tanah air adalah sebagian dari iman” dan senantiasa memberikan uswah cara beragama Islam yang rahmah bagi semesta alam. Tentu tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa selama NU masih kokoh di negeri ini, maka insyaallah Indonesia akan tetap aman dan damai.(Ki Narto)