Deskripsi Masalah
Hampir dua tahun ini, media sosial diramaikan oleh diskursus tentang nasab para habib di Indonesia yang berasal dari Klan Baโalwi. Diskursus itu dipicu oleh sebuah โtesisโ seorang ulama asal Banten yang bernama K.H. Imaduddin Utsman al Bantani yang menyatakan bahwa nasab mereka kepada Nabi Muhammad SAW terbukti sebagai nasab yang โbatilunโ, โmauduโunโ munqatiโunโ (batal, palsu dan terputus). Majalah berita mingguan TEMPO, dalam edisi liputan khusus โ;Idul Fitri 1445 H, mengangkat isu ini dalam salah satu judul bagian kontroversi โPenelitian Imaduddin Utsman mengungkap dugaan terputusnya nasab habib di Indonesiaโ.
Klan Baโalwi sendiri berasal dari Tarim, Hadramaut, Yaman. Sebagian dari mereka bermigrasi secara masiv ke Indonesia pada sekitar tahun 1880 sampai tahun 1943 M (Jajat Burhanuddin, 2022). Dalam hubungan sosial kemasyarakatan dan keagamaan, mereka mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW dengan sebutan โhabibโ. Dalam literature kitab-kitab karya ulama mereka, hubungan kekerabatan nasab mereka dengan Nabi Muhammad SAW itu diperoleh melalui jalur Ahmad bin โIsa (w. 345 H. ?) bin Muhammad al-Naqib bin โAli al-โUraidi bin Jaโfar al-Sadiq bin Muhmmad al-Baqir bin โAli Zainal โAbidin bin Husain bin Fatimah binti Nabi Muhammad SAW. Ahmad bin Isa sendiri telah terkonfirmasi dalam kitab-kitab nasab muโtabar sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
Untuk klaimnya tersebut, setelah 550 tahun wafatnya Ahmad bin Isa, mereka menulis banyak kitab-kitab mulai dari abad sembilan sampai abad kelimabelas Hijriah tentang historiografi sejarah ketokohan dan nasab leluhur mereka. Ulama klan Baโalwi yang pertama menulis historiografi tersebut adalah Ali bin Abubakar al Sakran (w.895 H.) dalam kitabnya yang berjudul โAl Burqat al Musyiqatโ, dilanjutkan oleh Abubakar bin Abdullah al Idrus (w.914 H.) dalam kitabnya โAl Juzโ al Latifโ dan Muhammad Ali Khirid Baโalwi (w.960 H.) dalam kitabnya โAl Gurarโ. Dalam kitab-kitab (sumber internal) tersebut mereka menyatakan bahwa Ahmad bin Isa โhijrahโ (pindah) dari Bashrah ke Hadramaut tahun 317 H, sehingga ia dikenal dengan gelar โal-muhajirโ (orang yang berpindah). Ahmad bin Isa, menurut mereka, adalah seorang โimamโ yang wafat dan dimakamkan di Hadramaut. Mereka juga menyatakan bahwa leluhur mereka yang bernama โUbaidillah (w. 383 H.) adalah seorang โimamโ dan ulama yang merupakan salah satu dari anak Ahmad bin Isa.
Adapun silsilah lengkap nasab Ali bin Abubakar al Sakran sampai Ahmad bin Isa, sebagaimana yang ditulis oleh yang bersangkutan dalam โAl Burqatโ adalah: Ali (w. 895 H.) bin Abubakar al Sakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al Gayyur bin Muhammad (Faqih Muqoddam) bin Ali bin Muhammad (Sahib Mirbat) bin Ali Khaliqosam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah (w. 383 H.) โbinโ Ahmad bin Isa (w. 345 H.) (Al Burqat h. 148-149).
Menurut Kiai Imad, klaim-klaim yang dinyatakan ulama ulama Ba’alwi itu tidak berdasar referensi apapun. Ahmad bin Isa tidak terkonfirmasi dalam kitab- kitab abad empat sampai kedelapan Hijriah berhijrah ke Hadramaut; begitupula ia tidak terkonfirmasi dalam kitab-kitab abad keempat sampai delapan Hijriah bergelar “al Muhajir” dan wafat serta dimakamkan di Hadramaut; seperti juga ia tidak terkonfirmasi kitab abad keempat sampai delapan Hijriah ia mempunyai anak bernama Ubaidillah.
Menurut Kiai Imad, pengakuan itu baru muncul pada abad kesembilan Hijriah diplopori oleh Ali bin Abubakar al Sakran yang wafat tahun 895 H. Menurut Kiai Imad, pengakuan keluarga Ba’alwi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW itu tertolak karena pengakuan itu tidak terkonfirmasi sumber-sumber sejarah sebelumnya.
Diskursus itu semakin meluas ketika seorang ahli biologi yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional yang bernama DR. Sugeng Pondang Sugiharto menyatakan bahwa dari 180 orang klan Baโalwi yang telah melakukan uji tes DNA, hasil mereka menunjukan bahwa mereka tidak terkonfirmasi secara genetic sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Menurut DR Sugeng, jangankan sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, klan Baโalwi ini tidak terkonfirmasi sebagai keturunan Arab garis Nabi Ibrahim AS.
PERTANYAAN:
1. Adakah kitab abad keempat sampai delapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa berhijrah ke Hadramaut?
2. Adakah kitab abad keempat sampai abad ke delapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa bergelar Al Muhajir?
3. Adakah kitab abad keempat sampai kedelapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa wafat dan dimakamkan di Hadramaut?
4. Adakah kitab abad keempat sampai kedelapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ubaidillah adalah salah satu anak dari Ahmad bin Isa?
5. Benarkah hasil tes DNA Klan Baโalwi (habib) terbukti bukan keturunan Nabi Muhammad SAW?
6. Apa hukum penggunaan tes DNA dalam memvalidasi nasab menurut hukum Islam?
Draft Jawaban Bahtsul Masaโil Tentang Nasab Baโalwi
1. Adakah kitab abad keempat sampai delapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa berhijrah ke Hadramaut?
Tidak ada kitab-kitab nasab dan sejarah yang sezaman atau yang paling dekat masanya dengan Ahmad bin โIsa sampai abad ke delapan Hijriah yang mengkonfirmasi bahwa Ahmad bin โIsa pernah ke Hadramaut, apalagi hijrah untuk menetap di sana. โAli bin Abu Bakar al-Sakran (w.895 H.), adalah ulama dari klan Baโalwi yang pertama secara formal menulis bahwa Ahmad bin โIsa hijrah dari Basrah ke Hadramaut (Al Burqat h. 131) tanpa referensi.
Ahmad bin Isa tereportase berada di Madinah tahun 234 H di sebuah kampung bernama โSuryaโ oleh seorang ulama bernama Abu Jaโfar Muhammad bin al-Hasan al-Tusi (w. 460 H.) dalam kitabnya โAl-Gaybahโ.
165ุนูู ุนู ุงุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุงูุนููู ู ู ููุฏ ุนูู ุจู ุฌุนูุฑ ูุงู: ุฏุฎูุช ุนูู ุงุจู ุงูุญุณู ุนููู ุงูุณูุงู ุจุตุฑูุง ูุณูู ูุง ุนููู ูุฅุฐุง ูุญู ุจุฃุจู ุฌุนูุฑ ูุงุจู ู ุญู ุฏ ูุฏ ุฏุฎูุง ููู ูุง ุงูู ุงุจู ุฌุนูุฑ ููุณูู ุนููู ููุงู ุงุจู ุงูุญุณู ุนููู ุงูุณูุงู ููุณ ูุฐุง ุตุงุญุจูู ุนูููู ุจุตุงุญุจูู ูุงุดุงุฑ ุงูู ุงุจู ู ุญู ุฏ ุนููู ุงูุณูุงู
Terjemah:
โ165-Diriwayatkan darinya (Saโad bin Abdullah), dari Ahmad bin โIsa al-Alwi, dari keturunan โAli bin Jaโfar, ia berkata: โAku menemui โAli Abul Hasan, alaihissalam, di Surya, maka kami mengucapkan salam kepadanya, kemudian kami bertemu Abi Jaโfar dan Abi Muhammad, keduanya telah masuk, maka kami berdiri untuk Abi Jaโfar untuk mengucapkan salam kepadanya, kemudian Abul Hasan, alalihislam, berkata: โBukan dia sohibmu (pemimpinmu), perhatikanlah pemimpinmu, dan ia mengisaratkan kepada Abi Muhammad, alaihissalamโ.
Dari riwayat di atas, kita dapat menyimpulkan beberapa hal: pertama bahwa Ahmad bin โIsa adalah seorang โsyiโiy imamiyโ (orang Syiโah Imamiyah). Sulit sekali untuk dimengerti dan diterima logika, seorang Syiโah Imamiyah seperti Ahmad bin โIsa, kemudian ia hijrah ke Hadramaut yang ketika itu dikuasai oleh kaum Ibadiyah yang anti terhadap Syiโah. ; kedua, Ahmad bin โIsa berada di Kota Madinah pada tahun 234 H sekitar umur 20 tahun. Dari situ, historiografi ulama Baโalwi menghadapi kontradiksi dilihat dari urutan tahun yang mereka ciptakan. Misalnya, Baโalwi mencatat, bahwa tahun hijrah Ahmad bin โIsa ke Hadramaut adalah tahun 317 Hijriah (Al Gurar h. 96), dan tahun wafatnya adalah tahun 345 Hijriah (Al Masyraโ al Rawi Juz 1 h. 249). Jika Ahmad bin โIsa, pada tahun 234 H. berumur 20 tahun, maka berarti ketika hijrah itu ia telah berumur 103 tahun, dan ketika wafat ia telah berumur 131 tahun. Sangat janggal, ada seseorang yang sudah tua renta yang berumur 103 tahun berpindah dari Basrah ke Hadramaut dengan jarak lebih dari 2000 km. seperti juga sangat kecil kemungkinan ada orang yang bisa mencapai usia 131 tahun.
Kesimpulan: Tidak ada kitab-kitab abad keempat sampai kedelapan yang menyatakan Ahmad bin Isa pindah ke Hadramaut.
Kronologi narasi Baโalwi bahwa Ahmad bin Isa hijrah dari Basrah ke Yaman:
1) Mengira bahwa Ahmad bin Isa bin Muhammad al Naqib ada di Basrah. Padahal yang di Basrah itu adalah Ahmad bin Isa bin Zaid bukan Ahmad bin Isa bin Muhammad al Naqib.
2) Mendompleng sejarah Bani Ahdal yang disebut Al Janadi (w. 732 H.) dalam kitab Al Suluk bahwa leluhurnya yang bernama Muhammad bin Sulaiman berhijrah dari Irak ke Yaman (Al Suluk juz 2 h. 360). lalu Baโalwi menyatakan bahwa leluhur mereka Ahmad bin Isa ikut berhijrah ke Yaman bersama Muhammad bin Sulaiman itu.
3) Dalam kitab keluarga Baโalwi Al Gurar (h. 98) karya Muhammad Ali Khirid (w. 960 H.) dan kitab keluarga Al Ahdal yaitu Tuhfat al Zaman (juz 2 h. 238) karya Husain Al Ahdal (w.855 H.) disebut antara Muhammad bin Sulaiman dan Ahmad bin Isa adalah saudara kandung atau saudara sepupu. Berarti ayah atau kakeknya harusnya sama. Tetapi hari ini silsilah Baโalwi dan Al Ahdal berbeda beda. Baโalwi menulis Alwi bin Ubed bin Ahmad bin Isa terus sampai ke Ali Al Uraidi; sedangkan Al Ahdal menulis silsilahnya Muhammad bin Sulaiman bin Ubed bin Isa bin Alwi terus sampai ke Musa al Kadzim. Tidak ketemu satu kakek.bagaimana dua orang bersaudara garis laki tapi kakeknya tidak sama?
2. Adakah kitab abad keempat sampai abad ke delapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa bergelar Al Muhajir?
Tidak ada kitab abad ke-empat sampai kedelapan yang menyebut Ahmad bin Isa bergelar โAl Muhajirโ. Gelar yang ditulis oleh kitab-kitab nasab untuk Ahmad bin Isa adalah โAl Abahโ dan โAl Naffatโ. penyebutan pertama dari keluarga Baโalwi untuk Ahmad bin โIsa dengan sebutan โAl-muhajirโ dilakukan oleh Ahmad bin Zein al-Habsyi (w.1144 H.) ulama abad ke duabelas Hijriah dalam kitab โSyarh al โAiniyyahโ (h.129).. Jadi, gelar itu disematkan kepadanya setelah 799 tahun, dihitung mulai dari wafatnya Ahmad bin โIsa sampai wafatnya Ahmad bin Zein al-Habsy.
Perhatikan redaksi Al-Ubaidili (w.437 H.) dalam kitab โTahdzib al Ansabโ di bawah ini:
ูุงุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุงููููุจ ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุงูุนุฑูุถู ูููุจ ุงูููุงุท
Terjemah:
โDan Ahmad bin โIsa al-Naqib bin Muhammad bin โAli al-Uraidi, diberi gelar โal-Naffatโโ (Tahdzib al Ansab, h.176)
Perhatikan pula redaksi Al Umari (w.490 H.) dalam kitab โAl Majdiโ di bawah ini:
ูุฃุญู ุฏ ุงุจู ุงููุงุณู ุงูุงุจุญ ุงูู ุนุฑูู ุจุงูููุงุท ูุงูู ูุงู ูุชุฌุฑ ุงูููุท ูู ุจููุฉ ุจุจุบุฏุงุฏ ู ู ุงูุญุณู ุงุจู ู ุญู ุฏ ุงูุฏูุงู ุนูู ุงูุฏูุฑ ุจุจุบุฏุงุฏ ุฑุฃูุชู ู ุงุช ุจุฃุฎุฑู ุจุจุบุฏุงุฏ ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุฃุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุงูุนุฑูุถู .
Terjemah:
โDan Ahmad Abul Qasim al-Abh yang dikenal dengan โal-naffatโ karena ia berdagang minyak nafat (sejenis minyak tanah), ia mempunyai keturunan di bagdad dari Al-Hasan Abu Muhammad al-Dalal Aladdauri di Bagdad, aku melihatnya (Al-Hasan) wafat diakhir umurnya di Bagdad, ia (Al-Hasan) anak dari Muhammad bin โAli bin Muhammad bin Ahmad bin โIsa bin Muhammad (al-Naqib) bin (โAli) al-Uraidi.โ (Al Majdi: 337)
3. Adakah kitab abad keempat sampai kedelapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa wafat dan dimakamkan di Hadramaut?
Tidak ada kitab sejarah dan kitab nasab yang menyatakan Ahmad bin Isa wafat dan dimakamkan di Hadramaut. Al-Janadi (w.732) dalam kitab Al Suluk tidak merekam adanya makam Ahmad bin โIsa, padahal ia sejarawan yang rajin mencatat nama-nama makam yang diziarahi dan dianggap berkah. Artinya pada tahun 732 H. itu, makam Ahmad bin โIsa belum dikenal (dibaca โtidak adaโ) seperti saat ini.
berita makam Ahmad bin Isa terdapat di Hadramaut itu baru dicatat abad kesepuluh oleh Bamakhramah (w.947 H.) dalam kitabnya โQiladat al Naharโ. Bamakhramah pula menyebutkan bahwa makam itu diyakini ada di sana karena Abdurrahman Asegaf dulu berziarah di tempat itu berdasar cahaya yang terlihat memancar (Qiladat al Nahr, juz 2 h. 618). Jadi jelas makam yang sekarang dianggap makam Ahmad bin Isa itu adalah makam yang baru dibangun sekitar abad sembilan Hijriah.
ูุชููู ุงุญู ุฏ ุงูู ุฐููุฑ ุจุงูุญุณูุณุฉ ุงูู ุฐููุฑุฉ ููุจุฑู ูู ุดุนุจูุง ูุงู ุงูุฎุทูุจ ููุงู ูุฑู ุนู ุงูู ูุถุน ุงูุฐู ูุดุงุฑ ุงููู ุงู ูุจุฑู ุงูุดุฑูู ููู ุงูููุฑ ุงูุนุธูู ููุงู ุดูุฎูุง ุงูุนุงุฑู ุจุงููู ุนุจุฏ ุงูุฑุญู ู ุจู ุงูุดูุฎ ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุนููู ูุฒูุฑู ูู ุฐุงูู ุงูู ูุงู
Terjemah:
โDan Ahmad tersebut wafat di Husaisah yang telah disebut. Dan makamnya di Syiโb Husaisah. Dilihat cahaya agung dari tempat yang diisyarahkan bahwa tempat itu adalah quburnya (Ahmad bin โIsa) yang mulia. Dan guru kami, Al-Arif Billah Abdurrahman bin Syekh Muhammad bin โAli Alwi, berziarah ditempat itu.โ (Qiladat al Nahr: juz 2 h. 681)
4. Adakah kitab abad keempat sampai kedelapan Hijriah yang menyatakan bahwa Ubaidillah adalah salah satu anak dari Ahmad bin Isa?
Ahmad bin โIsa (w. 345 H.(?) dalam catatan kitab-kitab nasab yang paling dekat masanya dengannya, tidak mempunyai anak bernama Ubaidillah. Adapun kitab-kitab yang mengkonfirmasi bahwa Ahmad bin โIsa tidak mempunyai anak bernama Ubaidillah/Abdullah adalah:
Pertama, Kitab Tahdib al- Ansab wa Nihayat al-Alqab yang dikarang Al-Ubaidili (w.437 H.). Ketika ia menyebut keturunan โAli al- Uraidi, Al-Ubaidili tidak menyebut nama Ubaidillah sebagai anak Ahmad bin โIsa. Ia hanya menyebutkan satu anak dari Ahmad bin โIsa, yaitu Muhammad. Kutipan dari kitab tersebut seperti berikut ini:
ูุงุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุงููููุจ ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุงูุนุฑูุถู ูููุจ ุงูููุงุท ู ู ููุฏู ุงุจู ุฌุนูุฑ (ุงูุงุนู ู) ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุฃุญู ุฏ ุ ุนู ู ูู ุขุฎุฑ ุนู ุฑู ูุงูุญุฏุฑ ุงูู ุงูุจุตุฑุฉ ูุงูุงู ุจูุง ูู ุงุช ุจูุง ููู ุงููุงุฏ ูุฃุฎูู ุจุงูุฌุจู ูู ุงููุงุฏ.
Terjemah:
โDan Ahmad bin โIsa al-Naqib bin Muhammad bin โAli al-Uraidi, diberikan gelar Al-Naffat, sebagian dari keturunannya adalah Abu Jaโfar (al-Aโma: yang buta) Muhammad bin โAli bn Muhammad bin Ahmad, ia buta di akhir hayatnya, ia pergi ke Basrah menetap dan wafat di sana. Dan ia mempunyai anak. Saudaranya di Al-Jabal (gunung) juga mempunyai anak.โ (Tahdzib al Ansab, h. 176)
Kedua, Kitab Al-Majdi fi Ansab al-Talibiyin karya Sayyid Syarif Najmuddin โAli bin Muhammad al-Umari al-Nassabah ) (w.490 H.). dalam kitab itu ia menyebutkan, bahwa di antara keturunan Ahmad bin โIsa ada di Bagdad, yaitu dari Al-Hasan Abu Muhammad al-Dallal Aladdauri bin Muhammad bin โAli bin Muhammad bin Ahmad bin โIsa. Sama seperti Al-Ubaidili, Al-Umari hanya menyebutkan satu anak saja dari Ahmad bin โIsa. Kutipan lengkapnya seperti di bawah ini:
ูุฃุญู ุฏ ุงุจู ุงููุงุณู ุงูุงุจุญ ุงูู ุนุฑูู ุจุงูููุงุท ูุงูู ูุงู ูุชุฌุฑ ุงูููุท ูู ุจููุฉ ุจุจุบุฏุงุฏ ู ู ุงูุญุณู ุงุจู ู ุญู ุฏ ุงูุฏูุงู ุนูู ุงูุฏูุฑ ุจุจุบุฏุงุฏ ุฑุฃูุชู ู ุงุช ุจุฃุฎุฑู ุจุจุบุฏุงุฏ ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุฃุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุงูุนุฑูุถู.
Terjemah:
โDan Ahmad Abul Qasim al-Abah yang dikenal dengan โal-Naffatโ karena ia berdagang minyak nafat (sejenis minyak tanah), ia mempunyai keturunan di bagdad dari al-Hasan Abu Muhammad ad-Dalal Aladdauri di Bagdad, aku melihatnya wafat diakhir umurnya di Bagdad, ia anak dari Muhammad bin โAli bin Muhammad bin Ahmad bin โIsa bin Muhammad (an-Naqib) bin (โAli) al-Uraidi.โ (Al Majdi, h. 377)
Ketiga, Kitab Muntaqilat al- Talibiyah karya Abu Ismail Ibrahim bin Nasir ibnu Tobatoba (w.400 an H.), yaitu sebuah kitab yang menerangkan tentang daerah-daerah lokasi perpindahan para keturunan Abi Talib. Dalam kitab itu disebutkan, bahwa keturunan Abi Talib yang ada di Roy adalah Muhammad bin Ahmad al-Naffat.
(ุจุงูุฑู) ู ุญู ุฏ ุจู ุงุญู ุฏ ุงูููุงุท ุงุจู ุนูุณู ุจู ู ุญู ุฏ ุงูุงูุจุฑ ุงุจู ุนูู ุงูุนุฑูุถู ุนูุจู ู ุญู ุฏ ูุนูู ูุงูุญุณูู.
Terjemah:
โDi Kota Roy, (ada keturunan Abu Talib bernama) Muhammad bin Ahmad an-Naffat bin โIsa bin Muhammad al-Akbar bin โAli al-Uraidi. Keturunannya (Muhammad bin Ahmad) ada tiga: Muhammad, โAli dan Husain.โ (Muntaqilat al Talibiyah, h.160)
Kitab Al-Syajarah al-Mubarakah karya Imam Al-Fakhrurazi (w.606 H.), kitab itu selesai ditulis pada tahun 597 Hijriah, dalam kitab itu Imam Al-Fakhrurazi menyatakan dengan tegas bahwa Ahmad bin โIsa tidak mempunyai anak bernama Ubaidillah. Kutipan dari kitab itu sebagai berikut:
ุฃู ุง ุฃุญู ุฏ ุงูุงุจุญ ูุนูุจู ู ู ุซูุงุซุฉ ุจููู: ู ุญู ุฏ ุงุจู ุฌุนูุฑ ุจุงูุฑูุ ูุนูู ุจุงูุฑู ูุฉุ ูุญุณูู ุนูุจู ุจููุณุงุจูุฑ.
Terjemah:
โAdapun Ahmad al-Abh, maka anaknya yang berketurunan ada tiga: Muhammad Abu jaโfar yang berada di kota Roy, โAli yang berada di Ramallah, dan Husain yang keturunanya ada di NaโIsaburi.โ (Al Syajarah al Mubarakah, h. 111)
Dari kutipan di atas, Imam Al-Fakhrurazi tegas menyebutkan bahwa Ahmad al-Abh bin โIsa keturunannya hanya dari tiga anak, yaitu: Muhammad, โAli dan Husain. Tidak ada anak bernama Ubaidilah atau Abdullah, baik yang berketurunan, maupun tidak.. Ia menyebutkan jumlah anak Ahmad bin โIsa dengan menggunakan โjumlah ismiyahโ (proposisi dalam Bahasa Arab yang disusun menggunakan kalimat isim atau kata benda) yang menunjukan โhasrโ (terbatas hanya pada yang disebutkan). Para ahli nasab mempunyai kaidah-kaidah khusus dalam ilmu nasab, diantaranya, jika menulis dengan โjumlah fiโliyahโ (proposisi Bahasa Arab yang disusun dengan menggunakan kalimat fiโil atau kata kerja) misalnya dengan lafadz ุฃูุนูููุจู ู ู ุซูุงุซุฉ (ia berketurunan dari tiga anak), maka maksudnya jumlah anak yang dipunyai tidak terbatas kepada bilangan yag disebutkan, masih ada anak yang tidak disebutkan karena suatu hal. Tetapi jika menggunakan โjumlah ismiyahโ seperti kalimat kitab Al-Syajarah al-Mubarakah itu, maka maksudnya adalah jumlah anak yang berketurunan hanya terbatas kepada bilangan yang disebutkan. Syekh Mahdi al-Rajaโiy dalam kitabnya Al-Muโqibun mengatakan:
ูู ู ุฐุงูู ุงุฐุง ูุงููุง ุบูุจู ู ู ููุงู ุงู ุงูุนูุจ ู ู ููุงู ูุงูู ูุฏู ุนูู ุงู ุนูุจู ู ูุญุตุฑ ููู ูููููู ุฃุนูุจ ู ู ููุงู ูุงู ูุฏู ุนูู ุงู ุนูุจู ููุณ ุจู ูุญุตุฑ ููู
Terjemah:
โDan sebagian dari istilah para ahli nasab adalah apabila mereka berkata โโaqibuhu min fulanโ (keturunannya dari si fulan) atau โal-โal-aqbu min fulanโ (keturunan(nya) dari si fulan) maka itu menunjukan bahwa bahwa anaknya yang berketurunan terbatas kepada anak itu; dan ucapan ahli nasab โaโqoba min fulanโ maka itu menunjukan bahwa sesungguhnya anaknya yang berketurunan tidak terbatas pada anak (yang disebutkan) itu.โ (Al Muโqibun, h. 14)
Imam al-Fakhrurazi, penulis kitab Al-Syajarah al-Mubarokah tinggal di Kota Roy, Iran, di mana di sana banyak keturunan Ahmad bin โIsa dari jalur Muhammad Abu Jaโfar, tentunya informasi tentang berapa anak yang dimiliki oleh Ahmad bin โIsa, ia dapatkan secara valid dari keturunan Ahmad yang tinggal di Kota Roy. Sampai pengarang kitab ini wafat tahun 606 Hijriah, sudah 261 tahun dihitung mulai dari wafatnya Ahmad bin โIsa, tidak ada riwayat, tidak ada kisah, tidak ada kabar bahwa Ahmad bin โIsa pernah punya anak yang bernama Ubaidillah dan cucu yang bernama Alwi.
Kitab Al-Fakhri fi Ansabitalibin karya Azizuddin Abu Tolib Ismail bin Husain al-Marwazi (w.614 H.) menyebutkan yang sama seperti kitab-kitab abad kelima, yaitu hanya menyebutkan satu jalur keturunan Ahmad bin โIsa yaitu dari jalur Muhammad bin Ahmad bin โIsa. Adapun kutipan lengkapnya adalah:
ู ููู ุฃุจู ุฌุนูุฑ ุงูุงุนู ู ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุงุญู ุฏ ุงูุงุจุญ ูู ุงููุงุฏ ุจุงูุจุตุฑุฉ ูุงุฎูู ูู ุงูุฌุจู ุจูู ูู ุงููุงุฏ
Terjemah:
โSebagian dari mereka (keturunan โIsa al-Naqib) adalah Abu Jaโfar al-aโma (yang buta) Muhammad bin โAli bin Muhammad bin โAli bin Muhammad bin Ahmad al-Abh, ia punya anak di Basrah, dan saudaranya di โAl Jabalโ di Kota Qum, ia punya anak.โ (Al Fakhri, h. 30)
Kitab Al-Asili fi Ansabittholibiyin karya Shofiyuddin Muhammad ibnu al-Toqtoqi al-Hasani (w.709 H.) menyebutkan satu sampel jalur keturunan Ahmad bin โIsa yaitu melalui anaknya yang bernama Muhammad bin Ahmad bin โIsa. Kutipan lengkapnya seperti berikut ini:
ูู ู ุนูุจ ุฃุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุงููููุจ ุงูุญุณู ุจู ุงุจู ุณูู ุฃุญู ุฏ ุจู ุนูู ุจู ุงุจู ุฌุนูุฑ ู ุญู ุฏ ุจู ุฃุญู ุฏ
Terjemah:
โDan dari keturunan Ahmad bin โIsa an-Naqib adalah al-Hasan bin Abi Sahal Ahmad bin โAli bin Abi Jaโfar Muhammad bin Ahmad.โ (Al Ashili, 212)
Kitab Al-Sabat al Musan karya Ibn al- Aโraj al-Husaini (w.787 H.) ia mengatakan bahwa sebagian anak Ahmad bin โIsa adalah Muhammad. Ia tidak menyebut ada anak Ahmad bin โIsa yang bernama Ubaidillah atau Abdullah. Lihat kutipan di bawah ini:
ูุงู ุง ุงุญู ุฏ ูุฃุนูุจ ููุงู ู ู ููุฏู ุงุจู ู ุญู ุฏ ุงูุญุณู ุงูุฏูุงู ุจุจุบุฏุงุฏ ุฑุขู ุดูุฎูุง ุงูุนู ุฑู ุจุจุบุฏุงุฏ ููู ู ุงุช ุจุฃุฎุฑู ุจุจุบุฏุงุฏ ููู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุฃุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุงูุฑูู ู ููุงู ูู ุงููุงุฏ ู ููู ุงุจู ุงููุงุณู ุงุญู ุฏ ุงูุงุดุฌ ุงูู ุนุฑูู ุจุงูููุงุท…
Terjemah:
โDan adapun Ahmad, maka ia berketurunan dan dari keturunannya adalah Abu Muhammad al Hasan al-Dallal di Bagdad, guruku al-Umari melihatnya di Bagdad, dan ia meninggal di Bagdad, ia adalah putra Muhammad bin โAli bin Muhammad bin Ahmad bin โIsa al-Rumi, dan ia mempunyai beberapa anak diantaranya Abul Qasim Ahmad al-Asyaj yang dikenal dengan al-Naffathโ (Al Sabat al Mushan, h. 83-84)
Kitab Umdat al-Talib karya Ibnu Inabah (w.828 H.), Ahmad bin โIsa tidak disebut mempunyai anak bernama Ubaidillah atau Abdullah. Ibnu Inabah mengatakan:
ูู ููู ุงุญู ุฏ ุงูุงุชุฌ ุจู ุงุจู ู ุญู ุฏ ุงูุญุณู ุงูุฏูุงู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุนูู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุฃุญู ุฏ ุจู ุนูุณู ุงูุงูุจุฑ
Terjemah:
โSebagian dari keturunan Muhammad al-Naqib adalah Ahmad al-Ataj bin Abi Muhammad al-Hasan al-Dallal bin Muhammad bin โAli bin Muhammad bin Ahmad bin โIsa al-Akbar.โ (Umdat al Talib, h. 225)
Kronologis mula-mula pengakuan leluhur habib sebagai keturunan rasul:
1) Leluhur habib melihat sejarah keluarga Al Ahdal yang disebut dalam kitab โAl Sulukโ karya Al Jandi (w.732 H.).
ูุงู ุง ุงูุงูุฏู ูููููู ุจูุงุก ุณูุงูููุฉ ุจุนุฏ ุงูู ููููุงู ููุงุก ุจุนูุฏููุง ุฏูุงู ู ูููู ููุฉ ู ูููุชููุญูุฉ ุซู ูู ููุงู ุณูุงูููุฉ ููุงูู ููุจููุฑ ุงูููุฏุฑ ุดููุฑ ุงูุฐููุฑ ููููุงู ุฃูู ุฌุฏู ู ูุญูู ููุฏ ูุฏู ู ู ุจูุฏ ุงููุนุฑูุงู ุงูู ุงูููู ู ูููููู ุดุฑููู ุญุณููู ูุฏู ุนูู ูุฏู ุงูุชุตูู ููุณูู ุงุฌูุงู ุงูุณููููุฏูุงุก ู ู ููุงุฏู ุณูููุงู
Terjemahโ
โDan adapun Al-Ahdal, maka ia (dibaca) dengan โhaโ yang sukun setelah โโAlifโ, โlamโ dan โhaโ. Setelah โ haโ itu ada hurup โdalโ yang diโfatahkanโ yang tanpa titik, kemudian ada โlamโ yang sukun. Ia seorang yang berkedudukan tinggi yang popular. Disebutkan bahwa kakeknya datang dari Irak ke negeri Yaman, ia seorang โSyarif Husainiโ. Ia datang dengan tapak tasawuf, ia menempati โAjwal al-Saudaโ dari lembah Siham.โ (Al Suluk, juz 2 h.360)
2) dalam kitab tersebut leluhur keluarga Al Ahdal yang bernama Muhammad (bin Sulaiman) disebut sebagai seorang โSyarif Husainiโ yang berhijrah dari Irak. Lalu ulama Baโalwi mengaku bahwa leluhurnya Ahmad bin Isa ikut berhijrah bersama Muhammad bin Sulaiman itu sebagai seorang sepupu (satu kakek). Pengakuan itu disambut oleh keturunan Muhammad Al Ahdal yang ada di abad sembilan yang bernama Husain al-Ahdal (w.855 H.) dalam kitabnya โTuhfat al-Zamanโ ia mengatakan:
ูุญูู ููุง ุนู ุจุนุถูู ุงู ู ุญู ุฏ ุงูู ุฐููุฑ ุฎุฑุฌ ูู ูุงุฎ ูู ูุงุจู ุนู ูุนู ุฏ ุงุฎูู ูุงุจู ุนู ู ุงูู ุงูุดุฑู ูุฐุฑูุชู ุงู ุจุง ุนููู ูู ุญุถุฑู ูุช
Terjemah:
โDiceritakan kepada kami dari sebagian orang, bahwa Muhammad (bin Sulaiman) tersebut keluar (berhijrah) bersama saudara laki-laki dan saudara sepupunya. Kemudian saudara laki-laki dan saudara sepupunya itu menuju timur. Maka keturunan dari saudara sepupunya itu adalah keluarga Baโalwi di Hadramautโ (Tuhfat al Zaman, juz 2 h. 238)
3) Ketika keluarga Al Ahdal dan Baโalwi ini satu kakek, berarti silsilahnya harusnya bertemu di kakek pertama. Kita lihat silsilah keluarga Al Ahdal dalam kitab Al-Ahsab al-โAliyyah fi al-Ansab al-Ahdaliyyah karya Abu Bakar bin Abil Qasim bin Ahmad al-Ahdal (w. 1035 H.) ia mengatakan:
ูุฃู ุง ูุณุจู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููู ุนูู ุงูุฃูุฏู ุจู ุนู ุฑ ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุณููู ุงู ุจู ุนุจูุฏ ุจู ุนูุณู ุจู ุนููู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุญู ุญุงู ุจู ุนูู ุจู ู ูุณู ุงููุงุธู ุจู ุฌุนูุฑ ุงูุตุงุฏู ุจู ู ุญู ุฏ ุงูุจุงูุฑ ุจู ุนูู ุฒูู ุงูุนุงุจุฏูู ุจู ุงูุญุณูู ุจู ุนูู ุจู ุฃุจู ุทุงูุจ ุฑุถูุงู ุงููู ุนูููู ุฃุฌู ุนูู ูุฐุง ูุณุจู
Terjemah:
โDan adapun nasabnya, radiallahu โanhu, adalah: โAli al-Ahdal bin Umar bin Muhammad bin Sulaiman bin Ubaid bin โIsa bin Alwi bin Muhammad bin Himham bin โAon bin Musa al-kadim bin Jaโfar al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin โAli Zainal โAbidin bin al-Husain bin โAli bin Abi Talib, Ridwanallahu โalaihim ajmaโinโ. (Al Ahsab al Ahdaliyah, h. 4)
Silsilah keduanya mirip, tetapi susunannya berbeda. Jika keluarga Baโalwi adalah: Alwi bin Ubed bin Ahmad bin Isa, maka keluarga Al Ahdal adalah: Muhammad bin Sulaiman bin ubed bin Isa bin Alwi. jelas keduanya pada mulanya merasa satu keturunan, namun akhirnya mencari jalan sendiri-sendiri. Seharusnya, jika Baโalwi ini tidak mencari jalan lain maka silsilahnya adalah: Ahmad bin Isa bin Ubed bin Alwi bin Muhammad bin Himham dst. Ini membuktikan bahwa nasab Baโalwi ini nasab โrakitanโ yang kacau. Yang aneh lagi, dua orang yang berhijrah itu (Ahmad bin Isa dan Muhammad bin Sulaiman) ternyata hidupnya tidak satu masa. Ahmad bin Isa wafat tahun 345 H, sementara Muhammad bin Sulaiman wafat tahun 540 H. (Nail al-Hasanain, 121).
Keluraga Al Ahdal sendiri tertolak sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW karena Musa al Kadzim tidak mempunyai anak bernama Aon.
4) Setelah gagal mencantol nasab Al Ahdal, keluarga habib Baโalwi berpindah jalur ke nasab Syarif Abul Jadid yang mereka temukan juga di kitab Al Suluk. Dalam kitab Al Suluk itu disebutkan:
ูุงุญุจุจุช ุงู ุงููุญู ุจูู ุงูููุฐูู ูุฑุฏููุง ูุฏุฑุณูุง ูููููุง ููู ุฌู ูุงุนูุฉ ู ู ุงูุทููุจูููุฉ ุงูุงููู ู ูููููู ุงุจู ุงููุญุณู ุนูููู ุจู ู ูุญูู ููุฏ ุงุจูู ุฃูุญูู ุฏ ุจู ุญูุฏููุฏ ุจู ุนูููู ุจู ู ูุญูู ููุฏ ุจู ุญูุฏููุฏ ุจู ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุฃูุญูู ุฏ ุจู ุนููุณูู ุจู ู ูุญูู ููุฏ ุจู ุนูููู ุงุจูู ุฌูุนูููุฑ ุงูุตููุงุฏูู ุจู ู ูุญูู ููุฏ ุงูุจุงูุฑ ุจู ุนูููู ุจู ุฒูู ุงูุนุงุจุฏูู ุจู ุงููุญูุณูููู ุจู ุนูููู ุงุจูู ุงุจู ุทูุงูุจ ูุฑู ุงููู ููุฌูู ูููุนุฑู ุจุงูุดุฑูู ุงุจู ุงููุญูุฏููุฏ ุนูููุฏ ุฃูู ุงูููู ู ุงุตูู ู ู ุญูุถุฑู ูููุช ู ู ุงุดุฑุงู ููููุงูู ูุนูุฑููููู ุจูุงู ุงุจู ุนููู ุจููุช ุตูููุงุญ ููุนุจุงุฏูุฉ ุนูู ุทูุฑููู ุงูุชุตูู ูููููููู ู ููููููุงุก ููุฃูุชูู ุฐูุฑ ู ู ุงุชุญูู ุงู ุดูุงุกู ุงููู ุชูุนูุงููู ู ูุนู ุฃูู ุจูููุฏู
Terjemah:
โDan aku ingin memberikan susulan nama-nama orang-orang yang datang ke Taโiz dan belajar di sana. Mereka adalah jamaโah dari tingkatan pertama. sebagian dari mereka adalah Abu al-Hasan, โAli, bin Muhammad bin Ahmad bin Hadid (Jadid, dua riwayat manuskrip) bin โAli bin bin Muhammad bin Jadid bin Abdullah bin Ahmad bin โIsa bin Muhammad bin โAli bin Jaโfar al-Sadiq bin Muhammad al-Baqir bin โAli bin Zainal Abdidin bin al-Husain bin โAli bin Abi Tholib karramallahu wajhah, dan dikenal dengan nama Syarif Abul Jadid menurut penduduk Yaman. Asalnya dari Hadramaut dari para syarif di sana yang dikenal dengan Al Abi Alwi, yang merupakan rumah kesalihan dan ibadah dalam tarikat tasawwuf. Termasuk didalamnya para ahli fikih yang akan datang penyebutan mereka yang aku ketahui dengan benar, insya Allah Taโala, bersama ahli negerinya.โ (Al Suluk Juz 2 h. 135-136)
Dari redaksi itu Ali al Sakran (w. 895 H.) mengatakan bahwa Jadid itu saudara leluhurnya yang bernama Alwi dan Abdullah itu adalah Ubed. Pengakuan itu tanpa ada satu sumber sejarahpun di masa Jadid itu yang mengatakan bahwa Jadid punya saudara bernama Alwi. Ali al Sakran mengatakan:
ููุฏ ููู ุช ู ู ุง ุชูุฏู ุงููุง ู ููููุง ู ู ุชุงุฑูุฎ ุงูุฌูุฏู ูุชูุฎูุต ุงูุนูุงุฌู ูุณุจู ุจู ุงูููุงู ูู ุชุฑุฌู ุฉ ุงูุงู ุงู ุงุจู ุงูุญุณู ุนูููู ุจู ู ูุญูู ููุฏ ุงุจูู ุฃูุญูู ุฏ ุฌุฏููุฏ ุงูู ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุงุญู ุฏ ุจู ุนูุณู
Terjemah:
โDan aku memahami dari keterangan yang telah lewat, untuk pertama kali, berdasar apa yang terdapat dari Tarikh al-Janadi (kitab al-Suluk) dan kitab Talkhis al-Awaji, dan telah disebutkan pembicaraan tentangnya, dalam menerangkan biografi sosok al-Imam Abu al Hasan, โAli bin Muhammad bin Ahmad Jadid, bahwa Ubaid itu adalah Abdullah bin Ahmad bin โIsa. (Al Burqot, h. 150)
Jadi awalnya keluarga habib mengaku bersilsilah kepada Ahmad bin Isa itu adalah karena melihat silsilah Syarif abul Jadid yang ada dikitab Al Suluk lalu menyatakan bahwa leluhurnya adalah saudara dari Jadid tanpa referensi penguat apapun.
5) Sayangnya pencangkokan silsilah ke Jadid bin Abdullah itu tidak sukses, karena ternyata dalam manuskrip Al Suluk yang lebih tua nama Abdullah itu tidak ada. silsilah Baโalwi hari ini yang diambil dari silsilah Syarif Abil Jadid adalah merupakan versi kitab Al Suluk yang dicetak berdasarkan manuskrip Mesir tahun 877 H. Sedangkan dalam manuskrip Paris yang disalin 820 H. bahwa Jadid bukan anak Abdullah bin Ahmad, tetapi ia adalah anak langsung dari Ahmad. Teori โAli al-Sakran bahwa Ubaid yang tercatat dalam versi Bani Ahdal adalah nama lain dari Abdullah, tertolak mentah-mentah.
6) Para pembela Baโalwi berusaha mendatangkan sanad sanad yang katanya ditulis pada abad ke enam Hijriah, tetapi jelas sanad-sanad itu adalah sanad palsu. Nama-nama keluarga habib sampai abad kedelapan tidak tercatat sebagai ulama apalagi ulama hadits, bagaimana bisa mereka meriwayatkan hadits?
5. Benarkah hasil tes DNA Klan Baโalwi (habib) terbukti bukan keturunan Nabi Muhammad SAW?
Menurut https://www.familytreedna.com/…/j-1el-147/about/background disimpulkan bahwa:
โ Individu L859+ adalah keturunan suku Quraisy
โ Individu FGC8703+ adalah keturunan marga Banu Hashem
โ Individu FGC10500+ adalah keturunan Imam Ali AS
โ Individu FGC30416+ adalah keturunan Imam Hussein AS
Sedangkan para Habib Baโalwi yang sudah tes DNA mayoritas mereka tidak memeiliki kode-kode di atas.
Menurut DR. Sugeng Sugiharto, keturunan Nabi Muhammad SAW jalur paternal (laki-laki) harus berhaplogroup J, karena Nabi Ibrahim AS berhaplogroup J. Sedangkan dari ratusan para habib BaโAlwi yang telah melakukan tes DNA, hasilnya mayoritas mereka berhaplogroup G. Berarti mereka bukan hanya tidak terkonfirmasi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mereka tidak termasuk keturunan Nabi Ibrahim AS.
โBaโalwi itu, nasabnya ke Nabi Ibrahim itu tertolak, karena tidak bisa dikonfrontasi dan dikonfirmasi dengan keturunan Nabi Ishak. Kalau mereka mengaku sebagai keturunan Imam Ali, dengan sendirinya keturuna Nabi Ismail, maka haplotype mereka dari Nabi Ibrahim ke atas harus sama dengan para kohenโฆlogikanya, bagaimana mereka keturunan Imam Ali, wong bani Ibrahim aja bukan..โ, tegas Doktor Sugeng dalam sebuah konten di chanel youtube yang di uplod tanggal 1 Januari 2024 dengan judul โNasab G-Y32612 itu ke Ibrahim saja hil yang Mustahal, bagaimana jadi Alawiyyin ??โ.
Kita bisa ambil beberapa contoh keluarga Baโalwi yang telah melakukan tes DNA (https://www.familytreedna.com/public/baalawi…), misalnya seorang bapak dari Al-Habsyi yang yang tes DNA dengan nomor KIT: IN89146, ia tinggal di Saudi Arabia, hasilnya ia berhaplogroup G-M201. Gagal. Contoh lain, seorang bapak dari Bin Syekh Abubakar, ia tes DNA dengan nomor KIT: M9523, ia tinggal di Indonesia, hasilnya haplogroupnya G-M201. Gagal juga. Contoh lain seorang bapak dari Assegaf, ia tes DNA dengan nomor KIT: 88697, ia tinggal di Yaman, hasilnya haplogroupnya G-M201. Gagal lagi. Contoh lain, seorang bapak bernama Omar, ia tes DNA dengan nomor KIT: IN76599 , ia tinggal di Yaman, hasilnya, haplogroupnya G-M201. Gagal maning. Dan masih banyak lagi contoh-contoh hasil tes DNA dari klan Baโalwi yang dapat kita unduh dari berbagai macam situs penyedia jasa tes DNA. Hasilnya mayoritas mereka berhaplogroup G-M201.
6. Apa hukum penggunaan tes DNA dalam memvalidasi nasab menurut hukum Islam?
Menurut hasil keputusan Muktamar NU ke-31 tahun 2024 bahwa tes DNA bisa untuk menafikan ilhaq nasab, namun belum tentu bisa menentukan ilhaq nasab (Ahkamul Fuqoha, cet.2010 h. 509)
Kesimpulan Akhir: Klan Baโalwi (para habib) terbukti secara ilmiyah bukan keturunan Nabi Muhammad SAW.
Waallahu Alam









