Tag: atasnama

  • PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan sebagai upaya untuk mengantisipasi eskalasi politik yang makin meningkat jelang tahun politik 2024. Surat instruksi tersebut, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas dan Sekretaris Jenderal Abdul Rochman, tertanggal 8 September 2023, menekankan pentingnya memegang teguh Khittah dan pedoman berpolitik warga NU.

    @beritasorban

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024 Baca selengkapnya https://wp.sorbansantri.com/pp-gp-ansor-keluarkan-instruksi-jelang-tahun-politik-2024/ #gpansor #politiktiktok

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

    Dalam surat instruksi tersebut, PP GP Ansor mengingatkan seluruh kader dan pengurus untuk mematuhi sembilan pedoman berpolitik warga NU. Pedoman tersebut bertujuan agar kader Ansor menjadi teladan dalam menjalankan politik, dengan norma dan etika selalu dikedepankan.

    Berikut adalah empat poin instruksi yang dikeluarkan PP GP Ansor untuk seluruh kadernya:

    1. Dilarang Penggunaan Aset GP Ansor untuk Keperluan Politik:
      • Kader Ansor dilarang menggunakan lambang, lagu, seragam, dan atribut lainnya, serta aset dan kantor GP Ansor untuk kepentingan politik praktis atau kampanye calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun.
    2. Dilarang Mengatasnamakan GP Ansor dalam Pernyataan Dukungan Politik:
      • Kader Ansor dilarang membuat pernyataan dan/atau surat dukungan kepada calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun dengan mengatasnamakan GP Ansor.
    3. Memegang Teguh Khittah NU dan Pedoman Berpolitik:
      • Kader Ansor diinstruksikan untuk tetap memegang teguh Khittah NU 1926 dan 9 Pedoman Berpolitik Bagi Warga NU sesuai Keputusan Muktamar NU Ke-28 tahun 1989 di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.
    4. Menjaga Kondusivitas, Ketertiban, dan Keamanan di Wilayah Masing-Masing:
      • Kader Ansor diminta untuk menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawabnya.

    Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya situasi politik menjelang tahun politik 2024. PP GP Ansor berharap dengan mengikuti instruksi ini, kader Ansor dapat berperan sebagai agen perubahan yang menjunjung tinggi norma dan etika dalam berpolitik, serta menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. (AI Sorban)

  • TAHUN BARU TANPA FPI KEMENANGAN UMAT BERAGAMA

    TAHUN BARU TANPA FPI KEMENANGAN UMAT BERAGAMA

    Oleh : Ayik Heriansyah
    wp.sorbansantri.com – Keputusan pemerintah melarang organisasi, kegiatan dan simbol-simbol Front Pembela Islam (FPI) hadiah tahun baru bagi umat beragama di Indonesia. Sudah lama FPI dirasakan mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyaman masyarakat. Masyarakat risih, namun sungkan dan masih menghormati simbol-simbol agama yang digunakan FPI.
    FPI organisasi yang tidak jelas apa maunya. Mau Khilafah, tapi model khilafahnya tidak jelas. Ketemu ISIS, menyatakan mendukung ISIS, ketemu PKS menyatakan mendukung PKS, ketemu HTI menyatakan mendukung HTI. Sedangkan kesemuanya itu mempunyai model khilafah yang berbeda-beda.
    Ketika ditanya soal NKRI Bersyariah, konsepnya pun tidak jelas. Hanya jargon, karena kadung menolak ke-syar’i-an pemerintah NKRI, di sisi lain mau menyebut khilafah lebih tidak jelas lagi konsepnya. FPI sebenarnya terjebak dalam kejahilan mereka sendiri.
    Pelarangan FPI merupakan kemenangan bagi umat beragama di Indonesia, bukan hanya Islam. Narasi dan opini politik identitas yang mereka mainkan sangat berbahaya bagi kohesi sosial dan integrasi bangsa. Misalnya Habib versus non habib. Islam versus kafir. Pembela Islam versus komunis. Khilafah versus NKRI.
    Disengaja atau tidak, propaganda FPI telah membentuk habitus, membangun persepsi di alam bawah sadar dan menciptakan suasan batin anti pemerintah yang sah. FPI melakukan radikalisasi massa yang berujung pada aksi teror. Dibuktikan oleh tiga puluhan pelaku teror berlatar belakang FPI.
    Pelarangan FPI dalam rangka menghentikan radikalisasi masyarakat. Mengutip materi Direktur Pencegahan BNPT Brigjen. Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM pada Sarasehan dan Muhasabah Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT, 28-30 Desember 2020 di Hotel Millenium Jakarta, bahwa, semua negara di dunia menghadapi ancaman terorisme yang lahir dari radikalisme berbasis suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).
    Sejatinya, radikalisme dan terorisme tidak ada hubungannya dengan ajaran agama dan tidak ada kaitannya dengan kedalaman iman, ketaqwaan dan kedekatannya umat beragama kepada Tuhan. Karena kedalaman iman, ketaqwaan dan kedekatan dengan Tuhan adalah masalah hati. Bukan masalah politik, pemerintahan dan negara. Iman dan taqwa bersifat imanen (ada di dalam diri).
    Oleh karena itu, radikalisme dan terorisme atas nama agama menjadi “fitnah” bagi agama dan umatnya. Sedangkan hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan substansi dan tujuan agama itu sendiri. Tentu saja merugikan dan akan memecah belah umat beragama, serta merusak citra agama-agama. Radikalisme dan terorisme menjadi masalah bagi semua agama.
    Pembubaran FPI tidak melanggar prinsip kebebasan berkumpul/berserikat di era demokrasi. Pelarangan FPI, bukan pelarangan Islam. Apalagi kebencian kepada Islam. Saya islam sejak lahir. Saya bukan FPI. Saya bebas menjalankan agama saya.
    Bukan saja bebas menjalankan ibadah mahdlah (ritual), saya juga bebas menjalankan ibadah muamalah dan siyasah. Saya beribadah siyasah sebagai warga negara dengan mentaati pemerintah sepanjang bukan maksiat. Saya berbeda pendapat fiqih dengan FPI, saya mengikuti pendapat jumhur ulama bahwa NKRI dan pemerintahannya absah secara syar’i, ulil amri yang wajib ditaati.
    Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal FPI.
    Selamat datang tahun 2021. Selamat datang kemenangan umat beragama.
    #sorbansantri
  • PEMBERONTAK TETAPLAH PEMBERONTAK WALAU BERTOPENG AGAMA

    PEMBERONTAK TETAPLAH PEMBERONTAK WALAU BERTOPENG AGAMA

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com – Siapa di antara kamu yang berani mendebat dan menyalahkan Sayyidina Ali dengan ayat:

    ومن يقتل مؤمنا متعمدا فجزاؤه جهنم

    “Barangsiapa membunuh orang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka Jahanam”

    Apakah kamu berani berkata “Ali telah membunuh orang mukmin, Ali pasti masuk neraka Jahanam!” ?
    Kalau kamu berani, maka kamu memiliki pola pikir khawarij.

    Kenapa Sayyidina Ali dan pasukannya tetap menggempur pasukan Khawarij meskipun mereka muslim, bersyahadat, rajin sholat, rajin puasa, bahkan hafal Al Qur’an?

    Jawabannya:
    Karena mereka adalah para pemberontak yang mengancam keamanan negara, mengancam keselamatan nyawa pasukan Sayyidina Ali, bahkan jauh dari itu, mereka adalah ancaman serius yang jika tidak dihentikan akan mengancam keamanan rakyat dan Negara

    Bagaimana pun…

    Kejahatan tetaplah kejahatan meskipun benderanya bertuliskan nama Tuhan.

    Pemberontakan tetaplah pemberontakan meskipun bertopengkan agama. (kang Mas Yus)

  • CUCU RASULULLAH MUHAMMAD SAW ADALAH SALAH SATU KORBAN RADIKALISASI ATAS NAMA AGAMA

    CUCU RASULULLAH MUHAMMAD SAW ADALAH SALAH SATU KORBAN RADIKALISASI ATAS NAMA AGAMA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Setelah peristiwa berdarah di Karbala, ‘Ubaidillah bin Ziyad mengirim kepala Imam Husain ke Syam bersama para tawanan perempuan dan anak-anak dari Ahlul Bait as. Mereka ditempatkan di atas pelana-pelana, dengan wajah dan rambut mereka tersingkap.

    Singkat cerita, perjalanan kepala suci itu berhenti di suatu daerah yang terdapat biara milik seorang pendeta.Setiap kali berhenti untuk istirahat, para pengawal mengeluarkan kepala Imam Husain as dari peti dan menancapkannya di ujung tombak.
    Tombak itu lalu disandarkan pada biara.

    Lanjutan peristiwa pilu tersebut dicatat ulama hadits, Ibnu Hibban (w. 354 H)di kitab as-Sirah an-Nabawiyyah wa Akhbar al-Khulafa’, halaman 560-561 (bagian kitab ats-Tsiqat) berikut:

    فرأى الديراني بالليل نورا ساطعا من ديره إلى السماء، فأشرف على القوم وقال لهم: من أنتم؟ قالوا: نحن أهل الشام، قال:
    هذا رأس من هو؟ قالوا: رأس الحسين بن علي، قال: بئس القوم أنتم! والله لو كان لعيسى ولد لأدخلناه أحداقنا!

    Pendeta Nasrani itu menyaksikan cahaya terang di malam hari memancar ke langit dari biaranya. Ia lalu mendekati para pengawal seraya bertanya,
    “Siapakah kalian?” Jawab mereka, “Kami penduduk Syam”.
    Tanya pendeta, “Kepala ini, siapakah dia?” Jawab mereka, “Kepala Husain bin ‘Ali”.

    “Seburuk-buruk kaum adalah kalian”, kata sang pendeta. “Demi Allah, andai Isa mempunyai putra pasti kami masukkan ke laman-laman kami”.

    ثم قال: يا قوم! عندي عشرة آلاف دينار ورثتها من أبي وأبي من أبيه، فهل لكم أن تعطوني هذا الرأس ليكون عندي الليلة وأعطيكم هذه العشرة آلاف دينار؟ قالوا: بلى

    Kemudian ia berkata, “Wahai kaum, aku mempunyai 10.000 dinar yang aku warisi dari ayahku. Ayahku juga mewarisinya dari ayahnya.
    Maukah kalian berikan kepala ini kepadaku untuk satu malam ia bersamaku, dan untuk itu aku berikan pada kalian 10.000 dinar?
    ” Mereka jawab, “Iya”.

    فأحدر إليهم الدنانير، فجاءوا بالنقاد، ووزنت الدنانير ونقدت، ثم جعلت في جراب وختم عليه، ثم أدخل الصندوق

    Sang pendeta memberikan mereka dinar-dinar itu.Mereka mengupah tukang emas,maka dinar-dinar itu ditimbang dan diperiksa kemurnian/keasliannya.Kemudian dinar-dinar itu dimasukkan ke dalam kantong,diberi materai,dan dimasukkan ke dalam peti.

    وشالوا إليه الرأس، فغسله الديراني ووضعه على فخذه وجعل يبكي الليل كله عليه، فلما أن أسفر عليه الصبح قال: يا رأس! لا أملك إلا نفسي، وأنا أشهد أن لا إله إلا الله وأن جدك رسول الله، فأسلم النصراني وصار مولى للحسين

    Kemudian,mereka mengangkat kepala itu dan menyerahkannya kepada sang pendeta. Pendeta itu membersihkan kepala itu dan kemudian meletakkannya di atas ribaannya.Ia lebur dalam tangisan sepanjang malam.

    Menjelang Subuh, pendeta itu berkata,
    “Duhai kepala,tidak ada yang kumiliki melainkan diriku. Aku (dengan ini) bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa datukmu adalah utusan Allah”.
    Maka, pendeta Nasrani itu telah memeluk Islam dan menjadi pembantu Imam Husain as.

    Sesuai janji sang pendeta hanya satu malam, kepala penuh berkah itu lalu kembali diserahkan kepada para pengawal Yazid. Mereka menempatkan kepala Imam Husian as semula ke dalam peti. Setelah istirahat mereka beranjak pergi dari biara.
    Ibnu Hibban di halaman 561 melanjutkan:

    فلما قربوا من دمشق قالوا: نحب أن نقسم تلك الدنانير، لأن يزيد إن رآها أخذها منا،

    Saat mereka sudah dekat dari Damaskus, mereka berkata, “Kami ingin membagi-bagi dinar-dinar itu. Karena andai Yazid melihatnya, ia pasti mengambilnya dari kita”.

    ففتحوا الصندوق وأخرجوا الجراب بختمه وفتحوه، فإذا الدنانير كلها قد تحولت خزفا، وإذا على جانب من الجانبين من السكة مكتوب وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ وعلى الجانب الآخر سَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

    Mereka membuka peti dan mengeluarkan kantong yang masih bermaterai itu lalu membukanya. Mereka mendapati seluruh kepingan dinar berubah menjadi serpihan keramik. Di salah satu sisi lorong yang mereka jejaki tertulis:

    وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّـهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ

    “Dan janganlah sekali-kali kamu mengira Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim” (QS. Ibrahim [14]:awal ayat 42)

    Di sisi lain lorong tertulis:

    سَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

    “Orang-orang yang zalim itu kelak mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali” (QS. Asy-Syu‘ara’[26]:akhir ayat 227)

    قالوا: قد افتضحنا والله! ثم رموها في بردى نهر لهم، فمنهم من تاب من ذلك الفعل لما رأى، ومنهم من بقي على إصراره، وكان رئيس من بقي على ذلك الإصرار سنان بن أنس النخعي.

    Mereka berkata, “Demi Allah, kita sudah ketahuan”. Kemudian mereka melemparkan serpihan-serpihan keramik ke sungai Barada. Melihat keajaiban itu, sebagian mereka bertaubat dari apa yang mereka lakukan. Sebagian yang lain tetap mendesak. Kelompok ini dikepalai oleh Sinan bin Anas an-Nakha‘i.

    ثم أركب الأسارى من أهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم من النساء والصبيان أقتابا يابسة مكشفات الشعور، وأدخلوا دمشق كذلك، فلما وضع الرأس بين يدي يزيد بن معاوية جعل ينقر ثنيته بقضيب كان في يده ويقول: ما أحسن ثناياه

    Para tawanan dari Ahlul Bait Rasulullah Saww yang terdiri dari perempuan dan anak-anak itu ditempatkan di atas pelana-pelana yang keras, rambut-rambut mereka tersingkap.
    Seperti itulah mereka digiring masuk ke Damaskus.
    Saat dipersembahkan kepala Imam Husain as di hadapan Yazid, ia mematuk gigi depan Imam Husain as dengan tongkat di tangannya seraya berkata, “Bagus nih gigi-giginya”.

    Referensi kitab:

    📕Muhammad bin Hibban bin Ahmad Abi Hatim al-Tamimi al-Basti, al-Tsiqat, juz 2 hal. 312-313, tahqiq: Muhammad ‘Abd al-Mu‘id Khan, cet. 1 (penerbit Dairah al-Ma‘arif al-‘Utsmaniyyah, 1393 H/1973 M)

    📕Abi Hatim Muhammad bin Ahmad at-Tamimi al-Basti, al-Sirah al-Nabawiyyah wa Akhbar al-Khulafa’, hal. 560-561, tashhih: Sayyid ’Aziz Bik dan kelompok ulama’, cet. 1 (Beirut: Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah, 1407 H/1987 M)~ Rahib/Pendeta Nasrani nan mulia… 🥺😢

    Seorang Pendeta Nasrani Syria yang shalih tertegun dan shock di depan gerejanya saat menyaksikan Kepala Imam Hussayn as diantara puluhan Kepala para Syuhaddah Karbala yang tertancap diujung-ujung tombaknya para pasukan terkutuk Yazid La yang baru datang dari padang Karbala-Iraq paska pertempuran yang sangat tak seimbang itu menuju Damaskus…

    Hamba Allah budiman tsb mengambil perbendaharaan gereja demi membayar dan menebus sejenak Kepala Imam Hussayn as agar bisa membersihkan Kepala Suci Imam Hussayn as berlumuran darah yang telah mengering bercampur dengan debu dan pasir di dalam gerejanya.
    Sambil tenggelam dalam isak tangisnya, Pendeta alim tsb memandikan dan membersihkan semua bagian dari Kepala Suci Al Hussayn as serta memberikan wangi-wangian diatas kepala nan Agung tsb sambil mengucapkan puji-pujian beserta syair duka mendalam atas musibah yang menimpa pelanjut estapet Pengorbanannya Ruhullah Isal as (Lord Jesus Christ) as…

    Setelah menyelesaikan pekerjaan mulianya yang menguras seluruh perasaan dan pikirannya, beliau telah menaruh Kepala Sucinya Imam Hussein as di dalam semacam box/kotak Indah yang berbau wangi dan menyerahkan kembali kepada komandan pasukan terkutuk tsb sambil berucap…

    “Demi Tuhan Penguasa semesta… Sekiranya kami kaum Nasrani mengetauhi adanya keledai keturunan dari seekor kedelai yang biasa ditunggangi oleh Ruhullah Isa/Lord Jesus saat menyiarkan Injil, maka kami akan menjaga dan mengasuh ya keturunan keledai tsb dengan sebaik-baiknya pemeliharaan dari kami dengan penuh Cinta Kasih!!!…” (Abi SORBAN) 

    Karena keadilan dan proses pertimbangan juga menjadi hal utama dalam berbagai sistem, platform seperti www.casinoscdn.com mengulas mekanisme transparan pada penawaran kasino berlisensi.

  • 212 BUKAN AGAMA NAMUN HARAKAH KEPENTINGAN POLITIK

    212 BUKAN AGAMA NAMUN HARAKAH KEPENTINGAN POLITIK

     

    SORBANSANTRI.COM212

    Oleh: Abdulloh Faizin

    cyberaswaja.online- Menisbatkan 212 sebagai agama dengan bahasa lain Islam 212 adalah tak ubahnya membuat pepesan bothok kosong yang tak ada isi baik parutan kelapa atau ikannya. Menyatakan Islam 212 sama halnya membuat distorsi baru dalam aliran pemahamaman Islam. Karena tidak ada tuntutan dan tuntunan membangun distorsi ditubuh tubuh Islam itu. Sehingga nampak janggal ketika seorang musikus yang mohon maaf saya tidak tahu kredibilitas keilmuan Agamanya menggaungkan menggemborkan Islam 212 layaknya ada Islam baru berarti ia mencoba membuat aliran baru membangun perpecahan serta permusuhan baru dalam Islam itu sendiri.

    Ada dua pernyataan yang ingin dihubungkan sebelum ia menyebutkan Islam 212 yakni Islam Nusantara dan itu perlu digaris-bawahi sebagai hal prinsip yang perlu diskripsikan. Begini kalau bernafsu ingin mengeneralisai 212 dengan Islam Nusantara itu berbeda jauh hakekat maqam dan fungsi serta eksistensinya bagaikan bumi dan langit. Islam Nusantara jelas secara definitif dan fungtif serta implementasinya. Islam Nusantara sejak awal gagasan narasinya jelas yakni bukan Agama baru bukan keyakinan baru tapi ciri khas Islami yang damai dan berada di Nusantara. Yang punya perbedaan karakteristik dengan Islam timur tengah yang cenderung tekstual dan keras.

    Mari kita mencoba melihat dasar gagasan dan pemahaman para kiyai tentang narasi Islam Nusantara menurut para kiyai khususnya Romo Yai Said Aqil Siradj PBNU “Islam Nusantara sama sekali bukan madzhab baru, bukan firqoh baru bukan aliran baru, dia adalah khosois dan mumayyizat. Islam Nusantara Islam yang melebur dengan budaya nusantara yang sesuai dengan syara’.

    ciri dari Islam Nusantara adalah Islam yang beradab, santun yang itu adalah Islam warisan ahlussunnah wal jamaah dari para Wali Songo. “Inilah nikmat yang diberikan kepada kita yang belum tentu diwariskan ke bagian negara Islam lain,” Islam Nusantara dilandasi empat semangat yang saling menyatu yakni, semangat religius, semangat kebangsaan, semangat kebinekaan dan semangat kemanusiaan.

    Analisa diskripsi serta narasi Islam Nusantara di atas jelas tanpa dikurangi dan ditambah. Yang pasti Islam Nusantara bukan Agama baru bukan paham baru namun karakter Agama sesuai kearifan dan budaya Nusantara. Tapi tidak semua orang memahami apalagi tentang ga sebelah yang tak paham tentang Islam Nusantara sendiri didefinisikan sendiri diolok-olok sendiri. Fix sampai di sini lalu bagaimana dengan Islami 212. Sekali lagi 212 adalah gerakan yang lahir dari konspirasi sebagai alat atau media politik kelompok tertentu yang mempunyai nafsu dan kepentingan kekuasaan. Yang dibalut dengan semangat atas nama dan berkedok bela Islam bela Al-Qur’an dan bela Ulama.

    Entah Islam yang mana ? Al-Qur’an yang mana ?Ulama yang mana ? Namun lepas dari itu ternyata tujuan utama seorang Gubernur yang diunggulkan. Jadi jelas 212 bukan Agama mereka ada harakah tapi berbalut Agama. Saya harap dalam kondisi semacam ini kita semua haruslah faham tentang subhat subhat gerakan yang mengarah politik yang berbalut Agama bahkan menjual ayat serta sakralitas Agama. Alhasil menyatakan Islam pada 212 adalah keberaniansembrono yang tak terukur yang harus diluruskan karena didalamnya ada cacat istilah dan kerusakan makna serta kejanggalan pemahamaman yang perlu dihindari bagi orang cerdas dan beragama.

    Takutlah dengan makar mereka yang menggunakan Agama sebagai tameng ” Saya jadi ingat pesan Ibnu Rusyid, yang saya kutip (serambi mata)seorang cendikia & ilmuwan muslim yang lahir di Andalusia Spanyol tahun 1128 M, yang mengatakan begini :

    “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkus yang batil dengan agama”

    Semoga Allah menyelamatkan Negeri ini.. (RED)