Tag: bencana

  • Waspada Bencana, Ini Tips Agar Terhindar dari Bahaya Alam di Kawasan Pacet Mojokerto

    Waspada Bencana, Ini Tips Agar Terhindar dari Bahaya Alam di Kawasan Pacet Mojokerto

    Pacet, Sorbansantri.com — Kawasan Pacet, Mojokerto, dikenal dengan keindahan alamnya, namun juga memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana seperti longsor, banjir, dan tanah bergerak, terutama saat musim penghujan. Menyusul kejadian longsor besar di jalur Pacet–Cangar, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

    FPRB menyampaikan bahwa bencana tidak dapat sepenuhnya dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan melalui edukasi, kesiapsiagaan, dan tindakan preventif sejak dini.

    Dalam berbagai kesempatan, FPRB terus menekankan pentingnya memahami tanda-tanda alam sebagai langkah awal penyelamatan diri.

    “Seringkali tanda-tanda seperti suara gemuruh, retakan tanah, atau air sungai yang berubah keruh diabaikan. Padahal itu pertanda harus segera evakuasi,” terang FPRB dalam keterangan resminya.

    FPRB juga mencatat bahwa lebih dari 70% korban bencana di kawasan Pacet berhasil selamat berkat kesiapsiagaan dan evakuasi mandiri sebelum tim penyelamat tiba, membuktikan pentingnya edukasi masyarakat.

    Berikut beberapa langkah penting yang disarankan oleh FPRB agar masyarakat dan pengunjung di kawasan Pacet tetap aman:

    1. Kenali Daerah Rawan

    Pelajari peta wilayah rawan longsor dan banjir. FPRB rutin melakukan sosialisasi dan pemasangan papan peringatan di area-area berisiko.

    2. Perhatikan Tanda Alam

    Waspadai gejala seperti retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh. Segera evakuasi ke tempat aman jika tanda-tanda tersebut muncul.

    3. Pantau Informasi Cuaca

    Selalu cek prakiraan cuaca, terutama sebelum bepergian melalui jalur rawan bencana. Hindari perjalanan saat hujan deras atau cuaca ekstrem.

    4. Siapkan Tas Siaga Bencana

    Persiapkan tas darurat yang berisi air minum, makanan instan, obat-obatan, senter, power bank, dokumen penting, dan peluit.

    5. Ikuti Arahan Petugas

    Patuhi semua instruksi dari petugas atau relawan FPRB dalam situasi darurat. Jangan memaksa melewati jalur yang sudah dinyatakan berbahaya.

    6. Lestarikan Lingkungan

    Berpartisipasilah dalam menjaga lingkungan, seperti menanam pohon dan menjaga kebersihan sungai, untuk mengurangi risiko bencana.


    Dengan langkah-langkah ini, FPRB Mojokerto berharap masyarakat Pacet dan sekitarnya dapat lebih siap menghadapi bencana alam, serta membangun budaya sadar bencana di tengah-tengah kehidupan sehari-hari.

    Mari kita tingkatkan kewaspadaan, jaga alam, dan saling menjaga keselamatan bersama.

  • Tragedi Banjir dan Lahar di Sumatra Barat: 28 Meninggal Dunia

    Tragedi Banjir dan Lahar di Sumatra Barat: 28 Meninggal Dunia

    wp.sorbansantri.com – Sabtu malam (11/5) menjadi malam yang penuh dengan tragedi di Sumatra Barat ketika hujan lebat memicu banjir bandang dan lahar, menewaskan sedikitnya 28 orang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa korban jiwa kemungkinan akan terus bertambah karena empat orang masih belum ditemukan.

    @beritasorban

    Tragedi Banjir dan Lahar di Sumatra Barat: 28 Meninggal Dunia sorbansantri sumbar banjir tragedi #fypシ゚viral

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri
    TikTok Sorban Santri

    Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang adalah wilayah yang paling parah terkena dampak banjir tersebut. Di Kabupaten Agam, hujan deras melampaui batas sehingga air sungai dari Gunung Marapi meluap, membawa batu-batu besar dan menciptakan aliran baru yang menghantam pemukiman di sekitarnya, kata Budi Perwira Negara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam.

    “Karena intensitas hujan yang sangat tinggi, jalur baru terbentuk dengan sendirinya,” ungkap Budi kepada wartawan Halbert Caniago yang melaporkan untuk BBC News Indonesia. “Banjir ini juga disertai dengan material batu besar dari Gunung Marapi.”

    Tidak hanya korban jiwa, namun ada juga 16 orang yang mengalami luka-luka dari beberapa kecamatan di Kabupaten Agam. Sedikitnya 110 rumah warga, tempat usaha, dan satu sekolah tergenang air, sementara tiga rumah lainnya dilaporkan terbawa arus banjir. Budi menyebut bencana ini sebagai yang “paling parah” dalam beberapa dekade terakhir di Kabupaten Agam.

    Laman: 1 2

  • Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.

    Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.

    Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.

    Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.

    Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya

    Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.

    Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Khutbah Jum’at: Kabar Gembira Bagi Orang yang Sabar dalam Menerima Musibah

    Khutbah Jum’at: Kabar Gembira Bagi Orang yang Sabar dalam Menerima Musibah

    SORBANSANTRI.COM

    اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah.

    Alhamdulillah. Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah azza wajalla dzul Jalali wal ikram yang telah memberikan kita nikmat yang tiada batas. Nikmat hidup, nikmat sehat dan utamanya nikmat Iman dan Islam. Dengan nikmat iman dan Islam, kita kuat dalam melaksanakan ketaatan pada Allah SWT. Marilah kita gunakan nikmat ini dengan melaksanakan ketaatan dan ketakwaan sampai akhir hayat kita.

    Jama’ah yang dikasihi Allah

    Ujian, musibah atau bencana tak henti-hentinya kita saksikan. Baik itu penyakit, kematian, kelaparan, virus pandemi, banjir, gempa atau aktivitas gunung berapi. Bencana alam melanda diberbagai wilayah. Hal ini adalah bagian dari sunnatullah atau hukum-hukum Allah sebagai ujian bagi kaum yang beriman sehingga Allah memberikan mereka rahmat dan ampunan.

    Allah berfirman:

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

    Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S Al-Baqarah 155-157)

    Allah memberikan musibah dalam rangka untuk menebus dosa bagi kaum yang beriman.

    وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (الشورى: ٣٠)

    “Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan dosa kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian)” (QS asy-syura: 30)

    Musibah bagi kaum beriman adalah ujian atau teguran. Bukanlah adzab apalagi laknat. Musibah yang melanda kaum beriman adalah tanda kasih sayang Allah. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan memberikannya musibah untuk mengangkat derajat mereka pada derajat yang lebih tinggi.

    إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ)

    “Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui musibah yang besar pula. Apabila Allah ta’ala mencintai suatu kaum maka Allah akan menimpakan musibah kepada mereka. Barangsiapa yang ridha maka Allah meridhainya. Dan barangsiapa yang tidak ridha maka Allah murka kepadanya (HR at-Tirmidzi).

    مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)

    “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya” (HR al-Bukhari).

    Karenanya, semakin tinggi derajat seseorang maka semakin berat musibah yang Allah kenakan kepadanya.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَحْمَدُ وَابْنُ حِبَّانَ)

    “Orang yang paling berat bala’ dan musibahnya adalah para nabi, lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka, seseorang diuji dengan bala’ sesuai dengan kadar kekuatannya memegangteguh agama” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban).

    Sebagai sesama muslim, tugas kita bersama adalah memberikan hal yang positif bagi saudara kita yang terkena musibah. Memberikan bantuan dalam bentuk doa atau materi. Yang wafat agar mendapat ampunan dari Allah sehingga Husnul Khatimah mendapat tempat yang mulia disisi Allah. Yang terkena musibah agar diberikan kesabaran dan keteguhan iman. Kondisi pulih sedia kala dan dalam senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Yang tidak terkena bencana hendaknya selalu waspada bahwa musibah akan menemuinya kapan saja.

    Tidak ada hamba yang luput dari musibah. Semua akan diuji oleh Allah sesuai dengan kadar kesanggupannya. Musibah atau ujian atau cobaan beragam bentuknya tak sebatas hanya bencana alam atau kematian saja. Kemiskinan, ekonomi yang sulit, maraknya pencurian, anak-anak yang sulit dinasihati hingga keretakan rumah tangga adalah bagian dari ujian yang Allah berikan untuk menguji hamba-Nya yang bertakwa.

    Sebagai sesama muslim, tidak sepatutnya berprasangka buruk pada Allah dan manusia sehingga mengkaitkan musibah sebagai adzab dan laknat. Tugas kita untuk selalu berprasangka baik kepada Allah dan manusia. Bukan untuk menghakimi. Adzab dan laknat hanya Allah berikan kepada hamba-Nya yang kufur, yang ingkar atau tidak melaksanakan syariat Islam.

    Perintah untuk selalu berprasangka baik dan larangan berprasangka buruk terhadap manusia diantaranya:

    إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ۚ
    ”Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apa pun.” (Yunus: 36)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ

    ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.” (Al-Hujurat: 12)

    إياكم والظنَّ فإنَّ الظن أكذَبُ الحديثِ

    ”Takutlah kalian berprasangka, karena ia merupakan sedusta-dusta perkataan.” (HR. Tirmidzi).

    أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

    Khutbah 2

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

    (abi sorban)

  • GEBRAKAN AWAL SORBAN PEDULI DI HARLAH NU KE-95

    GEBRAKAN AWAL SORBAN PEDULI DI HARLAH NU KE-95

    wp.sorbansantri.com – Minggu, 31 Januari 2021. Santunan yang dikemas dalam Sorban Peduli adalah bentuk sosial kemanusiaan yang dirasa sudah waktunya dilakukan, apalagi setelah mengkaji beberapa kasus kemanusiaan (khususnya Janda), mereka hampir tidak tersentuh dalam giat sosial yang apalagi janda-janda yang akan memperoleh santunan adalah mereka yang terdampak bencana banjir di Mojokerto.

    Mengingat gerakan sosial kemanusiaan tersebut masih dalam wacana tapi harus dilakukan maka, sorban santri membuat Komunitas Sorban Peduli yang kedepannya akan secara rutin dilakukan di wilayah kecamatan di kabupaten Mojokerto. Dan pertama kali difokuskan di daerah sooko mojokerto dan sekitarnya dan dipilih untuk janda yang memperjuangkan dalam organisasi NU sekaligus memeriahkan HARLAH NU ke 95.

    salah satu contoh Bu Sumiati yang mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Sorban Peduli atas bantuan yang sudah diperoleh. Bu Sumiati adalah istri dari pak darno yang merupakan salah satu penggerak ISHARI yang ada di mengelo sooko-Mojokerto.

    Data janda pejuang NU yang terkumpul dihasilkan dari PAC GP Ansor Sooko yang diserahkan pada Sorban Peduli Kamis (28/1). Dan nilai tambah dalam pelaksanaan penyalurannya yaitu diadakan Do’a bersama yang dipimpin oleh Ustad H M Rofiudin sebelum diserahkan. Dengan harapan agar para Donatur, Relawan dan Janda Pejuang NU, diberi kelancaran rejeki yang dipenuhi keberkahan.

    Banyak yang mendukung dan mensupport dari gerakan ini, ada yang dari kalangan media Online dan Cetak seperti sekilasmedia.com dan RepublikNews. Ada juga komunitas, Organisasi serta masyarakat umum. Pembina Sorban Peduli Gus Ali M Nasih berharap, apa yang telah dilakukan dalam Sorban Peduli ini bisa meluas gerakannya dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat bisa amanah dan  bermanfaat bagi yang berhak untuk kita perjuangkan ” Pungkasnya. (abi sorban)

    Data Donasi masuk dan zona amal Sorban Peduli bisa di lihat di SINI

  • STORY SEMANGAT BANSER TAMANSARI BERIKAN DUKUNGAN MORAL PADA KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN

    STORY SEMANGAT BANSER TAMANSARI BERIKAN DUKUNGAN MORAL PADA KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN

    BANSER TAMANSARI, InfokomBanserNU- Di suasana pagi yang sejuk (Selasa,14/01/2020) mengiringi langkah kaki kami (ANSOR-BANSER TAMANSARI) untuk menuju ke sebuah lokasi yang pada hari Sabtu kemarin (11/01/2020) terjadi “musibah kebakaran rumah” salah seorang warga Tamansari Grumbul Gebangsari RT 03/05 Atas Nama Pemilik Rumah Bpk. Tasam. Alhamdulillah pagi tadi Ketua Ansor dan Wakasatkorkel Banser Tamansari serta beberapa sahabat Banser yang lainnya sudah bertemu dengan Bpk. Tasam,dan Beliau menyambut kita dengan baik.

    Kunjungan kami tidak lain untuk memberikan semangat kepada shohibul Musibah agar tetap bersabar dan terus tawakal kepada Yang Maha Kuasa,karna musibah apapun yang terjadi itu semua sudah menjadi kehendak Alloh SWT. Dan kami juga memberikan sejumlah uang dari sahabat – sahabat Ansor-Banser yang mungkin tak seberapa,namun semoga bisa bermanfaat untuk keluarga Bpk. Tasam,itu semua karna kita ingin belajar untuk menjadi Organisasi yang peduli dan bermanfaat untuk seluruh Ummat,karna KITA INI SAMA, sama – sama Saudara di tanah Indonesia yang kita Cinta.

    #NU
    #Ansormajusatubarisan
    #BanserBanyumas
    #ACMBanyumas
    #CBTCIKALPURBA

    (Ansor Banser Tamansari)
  • HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN KENCANG MEROBOHKAN BANYAK BANGUNAN DI DESA KETAWANG LAOK  SUMENEP

    HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN KENCANG MEROBOHKAN BANYAK BANGUNAN DI DESA KETAWANG LAOK SUMENEP

    انا لله وانا اليه راجعون

    (Kamis, 19/12/19). Kejadian belangsung sekitar jam 12.00 WIB. Dari saking kencangnya angin bertiup hingga robobhkan beberapa rumah, warung kopi, kandang ayam, dan dapur warga.

    Tidak hanya itu saja tiang listrik juga tak karuan. Masih belum diketahui jumlah kerusakan di Desa Ketawang Laok ini, akan tetapi dari hasil pantauan, ada sekitar 6 unit rumah, 1 unit warung kopi yang berposisi disebelah selatan pertigaan Togur Mateh, dan beberapa kandang ayam petelur milik warga.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    M. Sabri salah seorang warga pemilik warung kopi mengatakan ia beserta istrinya sedang tidak di rumah, dan kejadian malang menimpa warung kopi yang ia rintis kurang lebih enam bulan terahir.

    “saya dan istri sedang pergi kondangan mas, tau-tau ada angin kencang dan merobohkan warung saya dan rumah warga yang lain,” Tegasnya.

    Tidak hanya itu, Azizah selaku purti dari M. Sabri terpental jauh dari depan warungnya hingga ke seberang jalan. Sementara kerugian yang ditanggung olehnya berkisar 40 sampai 50 juta rupiah.

    “Yang kasian anak saya mas dia dibawa angin hingga ketimur jalan ini, agak jauh.”

    “kira-kira kerugian saya untuk sekitar 40 jutaan lah mas, itu belum isi dagangan saya, kalau ditotal berkisar 50 jutaan lah.”

    Disisi lain, Sanin seorang peternak ayam telur memiliki nasib yang sama. Dua unit kandang ayamnya rubuh.

    “kandang ayam saya rubuh, teras rumah pula hancur, dan ini milik pak gani juga terasnya habis,” Jelasnya.

    Tiang listrik dan pohon besarpun tidak mau kalah saing berjatuhan ketanah, sekitar ada tiga dan satu buah pohon besar rubub sampai menutup jalan tanjakan sebelah utara Rumah Kepala Desa terpilih Ketawang Laok yang menjadi jalan utama masyarakat.

    Sementara disisi lain salah seorang warga yang bernama Hasi mengatakan kejadian ini adalah peringatan kepada masyarakat.

    “Hancur semuanya, inilah suatu peringatan untuk kita semua khusnya warga Desa ketawang laok, kecamatan guluk-guluk, kabupaten sumenep,” Katanya.

    Sementara pria 45 tahun ini menegaskan adalah sebuah pertanda karena menurutnya masyarakat Desa Ketawang Laok banyak yang kurang baik.

    “Ini pertanda sudah bahwa manusianya sudah banyak yang kuranganjar, kurang dzikir kepada Allah,” Tegasnya sebari membeltulkan genting diatas rumahnya.
    “dapur ambruk dan kandang ayam saya,” imbuh Hasi (RED SANTRI)

  • Hujan deras di kawasan pacet mojokerto

    Hujan deras di kawasan pacet mojokerto

    Infokom Banser- Diawal bulan Desember 2019, kawasan pacet Mojokerto dan sekitarnya diguyur hujan deras. Mengingat pacet dikenal dengan tempat pariwisata yang sering dikunjungi turis lokal dan internasional.

    Kasatkoryon Moch. Hasan Arsyari kecamatan pacet, mengimbau pada ansor dan banser kec pacet khususnya BAGANA untuk selalu SIAGA jika terjadi bencana.

    SORBANSANTRI.COM
    Kasatkoryon Pacet Moch. Hasan Asy’ari

    Saat ini tim BAGANA telah diskusi mewacanakan yang telah disampaikan kasatkoryon banser kec pacet. Anggota ansor dan banser telah di bentuk dan di tempatkan dibeberapa titik yang memungkinkan bencana longsor terjadi.

    SORBANSANTRI.COM

    Menghadapi musim hujan dibulan november ini diperkirakan akan sering terjadinya hujan deras yang katanya orang jawa bulan desember ini gede gede e sumber. Kasatkoryon banser kec. Pacet juga mengimbau warga sekitar untuk siaga jika hal tersebut terjadi.

    Mudah-mudahan huja. Ditahun ini di penuhi keberkahan dan bermanfaat badi warga sekitar. Kata salah satu anggota ansor banser pacet. Infokom Banser mjk

  • BANTAHAN TERHADAP PENDAKWAH PERAMAL BENCANA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : KH Ma’ruf Khozin
    (Penasehat GMNU Jatim)

    Misteri Pertengahan Ramadhan Di Hari Jum’at (8 Mei 2020)

    Telah beredar sebuah hadis yang menyebutkan terjadinya hal-hal yang menakutkan di pertengahan Ramadhan ini. Umat Islam yang dalam keadaan susah menghadapi musibah Corona masih ditakut-takuti lagi dengan tanda-tanda kiamat.

    ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋُﻤَﺮَ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻟَﻬِﻴﻌَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ اﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﺣُﺴَﻴْﻦٍ، ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺛَﺎﺑِﺖٍ اﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻋَﻦِ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙِ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲِّ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ:

    Abu Umar bercerita kepada kami dari Ibnu lahi’ah, Abdul Wahhab bercerita kepada saya, dari Muhammad bin Tsabit dari ayahnya, dari Harits Al-Hamdani dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shalallahu alaihi wasallam

    «ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺻَﻴْﺤَﺔٌ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻣَﻌْﻤَﻌَﺔٌ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّاﻝٍ، ﻭَﺗَﻤْﻴِﻴﺰُ اﻟْﻘَﺒَﺎﺋِﻞِ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﻘَﻌْﺪَﺓِ، ﻭَﺗُﺴْﻔَﻚُ اﻟﺪِّﻣَﺎءُ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﺤِﺠَّﺔِ ﻭَاﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡِ، ﻭَﻣَﺎ اﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡُ» ، ﻳَﻘُﻮﻟُﻬَﺎ ﺛَﻼَﺛًﺎ، «ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ، ﻳُﻘْﺘَﻞُ اﻟﻨَّﺎﺱُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ» ﻗَﺎﻝَ:

    “Jika terjadi TERIAKAN di bulan Ramadhan maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, perpecahan bangsa di bulan Dzulqa’dah, pembunuhan di bulan Dzulhijjah dan Muharram. Nabi mengulang 3x. “Jauh sekali. Jauh sekali. Manusia akan dibunuh di bulan itu secara berbondong-bondong”

    ﻗُﻠْﻨَﺎ: ﻭَﻣَﺎ اﻟﺼَّﻴْﺤَﺔُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻫَﺪَّﺓٌ ﻓِﻲ اﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻫَﺪَّﺓٌ ﺗُﻮﻗِﻆُ اﻟﻨَّﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﻘْﻌِﺪُ اﻟْﻘَﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﺨْﺮِﺝُ اﻟْﻌَﻮَاﺗِﻖَ ﻣِﻦْ ﺧُﺪُﻭﺭِﻫِﻦَّ، ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓِﻲ ﺳَﻨَﺔٍ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓِ اﻟﺰَّﻻَﺯِﻝِ

    Kami bertanya: Apa teriakan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Gemuruh di separuh Ramadhan di malam Jum’at. Gemuruh ini akan membangunkan orang tidur, mendudukkan orang berdiri, mengeluarkan wanita-wanita muda dari peraduannya. Di malam Jum’at. Di tahun yang banyak terjadi gempa”

    ﻓَﺈِﺫَا ﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢُ اﻟْﻔَﺠْﺮَ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡِ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺎﺩْﺧُﻠُﻮا ﺑُﻴُﻮﺗَﻜُﻢْ، ﻭَاﻏْﻠِﻘُﻮا ﺃَﺑْﻮَاﺑَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﻛُﻮَاﻛُﻢْ، ﻭَﺩِﺛِّﺮُﻭا ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﺁﺫَاﻧَﻜُﻢْ، ﻓَﺈِﺫَا ﺣَﺴَﺴْﺘُﻢْ ﺑﺎﻟﺼﻴﺤﺔ ﻓَﺨِﺮُّﻭا ﻟِﻠَّﻪِ ﺳُﺠَّﺪًا، ﻭَﻗُﻮﻟُﻮا: ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺭَﺑُّﻨَﺎ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱُ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻦْ ﻓَﻌَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﺠَﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻫَﻠَﻚَ ”

    “Jika kalian shalat subuh di hari Jum’at maka masuklah ke rumah kalian, tutup pintu, rapatkan jendela, pakailah selimut, tutup telinga kalian. Jika kalian merasa ada teriakan maka sujudlah kepada Allah dan ucapkan “Subhanal Quddus 2x. Rabbuna Al-Quddus”. Barang siapa melakukan hal itu akan selamat. Jika tidak maka akan binasa”

    Hadis ini terdapat dalam kitab Al-Fitan karya Syekh Nuaim bin Hammad. Berikut penilaian Perawi Hadis menurut para Huffadz di bidang ilmu hadis:

    1. Ibnu Lahi’ah

    Para ulama menilainya dhaif karena ia memiliki kitab yang terbakar sehingga daya ingatnya berubah.

    2. Abdul Wahhab bin Husain

    Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata:

    “ﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ” ﺑﻦ ﺣﺴﻴﻦ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻭﻋﻨﻪ اﺑﻦ ﻟﻬﻴﻌﺔ ﺃﺧﺮﺝ ﻟﻪ اﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻷﻫﻮاﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﺘﺪﺭﻙ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺧﺮﺟﺘﻪ ﺗﻌﺠﺒﺎ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻗﺎﻝ اﻟﺬﻫﺒﻲ ﻓﻲ ﺗﻠﺨﻴﺼﻪ ﻗﻠﺖ ﺫا اﻟﺨﺒﺮ ﻣﻮﺿﻮﻉ اﻧﺘﻬﻰ

    Abdul Wahhab bin Husain, ia meriwayatkan dari Muhammad bin Tsabit, ia dari Ibnu Lahi’ah. Al-Hakim meriwayatkan 1 hadis dalam Al-Mustadrak bab Al-Ahwal. Ia meriwayatkan karena takjub saja. Abdul Wahhab ini tidak diketahui. Adz-Dzahabi berkata: “Hadis ini palsu” (Lisan Al-Mizan 2/139)

    3. Harits Al-A’war

    Terkait perawi yang 1 ini langsung dikomentari oleh Imam Muslim dalam Mukadimah Sahihnya:

    ﻋَﻦِ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲُّ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻛﺬاﺑﺎ. ﻋَﻦْ ﻣُﻐِﻴﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲَّ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ، ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺃَﺣَﺪُ اﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ

    “Sya’bi berkata bahwa Harits al-A’war Al-Hamdani ini adalah sangat pembohong”

    Al-Hafidz Adz-Dzahabi memberi penilaian tengah-tengah soal perawi ini dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ 4/152. Beliau berkata:

    ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻗَﻮْﻝُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ اﻟﺤَﺎﺭِﺙُ ﻛَﺬَّاﺏٌ, ﻓَﻤَﺤْﻤُﻮْﻝٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻋَﻨَﻰ ﺑِﺎﻟﻜَﺬِﺏِ اﻟﺨَﻄَﺄَ ﻻَ اﻟﺘَّﻌَﻤُّﺪَ

    “Maksud perkataan Sya’bi bahwa Haris ini pembohong diarahkan sebagai kesalahan, bukan bohong secara sengaja”

    ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ ﻋَﻠِﻲُّ ﺑﻦُ اﻟﻤَﺪِﻳْﻨِﻲِّ، ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺧَﻴْﺜَﻤَﺔَ: ﻫُﻮَ ﻛَﺬَّاﺏٌ

    “Demikian pula perkataan Ali bin Madini dan Abu Khaitsamah bahwa Harits adalah sangat pendusta”

    ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑﻦُ ﻣَﻌِﻴْﻦٍ، ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻫُﻮَ ﺛِﻘَﺔٌ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻣَﺮَّﺓً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ. ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ اﻹِﻣَﺎﻡُ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲُّ: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ, ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﻳْﻀﺎً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻟﻘَﻮِﻱِّ

    Yahya bin Ma’in berkata: “Ia terpercaya”. Dalam kesempatan lain: “Dia tidak apa-apa”. Demikian pula Imam Nasa’i. Pada kesempatan lain Nasa’i berkata: “Harits bukan perawi yang kuat”

    ﺛُﻢَّ ﺇِﻥَّ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲَّ ﻭَﺃَﺭْﺑَﺎﺏَ اﻟﺴُّﻨَﻦِ اﺣْﺘَﺠُّﻮا ﺑِﺎﻟﺤَﺎﺭِﺙِ

    Kemudian Nasa’i dan para ulama pengarang kitab hadis As-Sunan berhujjah dengan Harits

    ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﺗِﻢٍ: ﻻَ ﻳُﺤْﺘَﺞُّ ﺑِﻪِ.

    Abu Hatim berkata: “Harits tidak bisa dijadikan Hujjah”

    ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻤَّﻦْ ﻋِﻨْﺪِﻱ ﻭﻗﻔﺔ ﻓِﻲ اﻻﺣْﺘِﺠَﺎﺝِ ﺑِﻪِ

    “Harits ini menurut saya (Adz-Dzahabi) termasuk orang yang tidak boleh dijadikan Hujjah”

    Disamping hadis ini ada yang menilai hadis palsu, juga ada yang menilai dhaif, maka tidak bisa dijadikan Hujjah. Ternyata Syekh Nuaim bin Hammad yang mencantumkan hadis tersebut di dalam kitab Al-Fitan telah membuat judul khusus:

    ﻣَﺎ ﻳُﺬْﻛَﺮُ ﻣِﻦْ ﻋَﻼَﻣَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ اﻟﺴَّﻤَﺎءِ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓِﻲ اﻧْﻘِﻄَﺎﻉِ ﻣُﻠْﻚِ ﺑَﻨِﻲ اﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ

    “Beberapa riwayat tentang tanda-tanda dari langit soal terputusnya kerajaan Bani Abbas”.

    Dengan demikian riwayat ini sangat multi tafsir, hampir setiap Ramadhan yang pertengahan Ramadhan jatuh pada Hari Jum’at maka hadis ini selalu ditampilkan. Wallahu A’lam.

    •] Tetap hadapi Ramadhan dengan bahagia dan buka puasa dengan penuh nikmat

    #GenerasiMudaNU 

    (abi sorban)

  • Angin puting beliung menerjang Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

    Angin puting beliung menerjang Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

    Infokom Banser-Mr Angin puting beliung menerjang Dua Desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya puluhan rumah, warung dan kandang milik warga rusak.

    Pantau di lokasi, puluhan atap rumah di dua Desa yakni Desa Mojogebang dan Mojowiryo berterbangan. Sejumlah pohon tumbang, kandang sapi milik warga rubuh serta warung milik warga rusak akibat diterjang angin puting beliung.

    Tak hanya itu, atap kantor balai desa Mojogebang juga nampak mengalai kerusaka lumayan parah.

    https://www.youtube.com/watch?v=KJd2zOZaHXk
    Detik-detik Angin puting beliung menerjang Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

    Menurut keterangan warga, kejadian angin puting beliung terjadi pada Rabu (27/11/19) sekitar pukul 13.00 WIB.
    Saat itu, dirinya bersama sang suami sedang berada didalam rumah. Dengan tiba tiba angin kencang datang dengan cepat disertai hujan.
    .
    . ” Anginnya tadi dari Selatan ke Utara. Tiba-tiba terdengar angin kencang, kejadiannya begitu cepat. Kami kaget dan langsung lari berhamburan keluar rumah, atap rumah sudah beterbangan,” ungkaya.

    Hingga sampai saat ini warga sekitar di Dua Desa di Kecamatan Kemelagi masih berupaya membersihkan puing puing atap dan saling bergotong royong membantu rumah warga yang rusak akibat di terjang angin. (infokom banser mr)