Tag: berkah

  • Berkah Sholawat Hutang Minggat

    Berkah Sholawat Hutang Minggat

    wp.sorbansantri.com – Nama KH Abdullah Faqih, tak lagi asing bagi masyarakat Indonesia. Semasa hidupnya, tokoh kelahiran Widang, Tuban pada 2 Mei 1932 ini dikenal sebagai panutan dan rujukan para ulama dan umara di nusantara.
    Putra dari Kiai KH Rofi’i Zahid dan Nyai Khodijah ini, mengembangkan Pesantren Langitan dan berhasil mencetak kader-kader ulama andal yang mumpuni di bidang agama.
    Di mata santrinya, Mbah Faqih, begitu akrab disapa, adalah sosok yang alim, wara’, dan mempunyai intuisi batin yang sangat kuat. Kedekatannya dengan para santri yang pernah belajar dan berinteraksi langsung dengan almarhum meninggalkan kesan mendalam.
    Salah satunya, kesan yang membekas hingga kini dalam ingatan Pengasuh Pondok pesantren Al-Falahiyyah Mlangi Yogyakarta, KH Rifki Agus Maksum. Kiai Rifki menceritakan kisahnya sambil menangis tersedu-sedu.
    Santr Mbah Faqih ini menangis karena teringat pengalamannya saat sowan kepada gurunya tersebut.
    Saat itu, kiai yang akrab dipanggil Gus Rifki ini mengalami masalah besar karena usaha ternak bebeknya bangkrut dan terlilit utang ke bank.
    Akhirnya, Gus Rifki sowan kepada Mbah Faqih untuk meminta petunjuk.
    “Waktu itu saya bangkrut. Terus saya sowan sama kiai, terus saya belum bicara apa-apa beliau sudah tahu kalau saya bangkrut,” ucapnya.
    Kemudian, Gus Rifki diberikan ijazah dua amalan shalawat oleh Mbah Faqih, yaitu bacaaan,
    Shalllahu ‘ala Muhahamad dan shallahu alaika ya Muhammad.
    Mbah Faqih menyuruhnya membaca dua shalawat itu setiap malam.
    “Baru 30 hari, masya Allah saya langsung dapat uang waktu itu 2005, saya dapat Rp 200 juta sehingga utang saya lunas. semua selesai,” katanya.
    Saat itu Mbah Faqih juga mengatakan kepada Gus Rifki bahwa jika mengamalkan shalawat tersebut secara istiqamah Gus Rifki akan berangkat naik haji. Perkataan Kiai Fakih itupun menjadi kenyataan.
    “Dan benar, pada 2005 saya dapat inayah, dan pada 2007 alhamdulillah saya haji. Jadi beliau makrifat betul, saya tahu betul itu,”. (pesantren online)
  • MAKANAN YANG DIBERKAHI

    MAKANAN YANG DIBERKAHI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Dalam peristiwa Khandaq, atau Perang Aḥzab, Rasulullah Saw. dan semua kaum Muslim bekerja keras menggali parit di sekeliling Madinah. Mereka dibagi kedalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas sepuluh orang. Setiap kelompok ditugasi menggali parit sepanjang 40 hasta. Mereka semua berkerja keras tanpa kenal lelah karena pasukan musyrik Quraisy dan sekutu mereka telah bersiap-siap menyerang Madinah. Rasulullah juga berkerja keras memimpin kaum Muslim hingga lupa makan. Sudah tiga hari beliau tidak mendapatkan makanan yang laik. Jābir ibn ‘Abdullah mengetahui keadaan beliau dan merasa iba melihat kondisinya yang tampak lelah dan lapar.
    Jabir berhasrat besar untuk menjamu Rasulullah sehingga ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku mohon izin untuk pulang sebentar ke rumah.” Beliau memberinya izin. Saat tiba di rumah, Jabir berkata kepada istrinya: “Aku melihat Rasūlullāh sangat lemah dan lapar. Namun beliau tetap bersabar. Apakah kita punya sesuatu untuk dimasak?”
    Istri Jabir menjawab: “Kita punya secangkir gandum dan anak kambing yang kurus.”
    Jabir segera menyembelih kambing itu, lalu istrinya memasaknya, kemudian membuat beberapa potong roti gandum. Setelah makanan siap disajikan, Jabir bergegas pergi menemui Rasulullah Saw.
    “Wahai Rasulullah, aku punya sedikit makanan di rumah. Sudilah kiranya Tuan datang ke rumahku bersama dua atau tiga orang untuk menyantapnya,” ujar Jabir.
    “Apa yang telah kausiapkan?” tanya Rasulullah Saw.
    Jabir menuturkan apa adanya. Lalu, Rasulullah Saw. berkata: “Makanan yang banyak dan baik. Tolong katakan kepada istrimu agar jangan dulu membuka tutup panci dan menghidangkan rotinya hingga aku datang.” Maka, Jabir bergegas pulang ke rumahnya mendahului Rasulullah.
    Sementara itu, Rasulullah Saw. berseru kepada para sahabat: “Berhentilah kalian semua. Mari kita pergi ke rumah Jabir.” Jabir tiba di rumahnya dan meceritakan obrolannya dengan Rasulullah Saw. termasuk pesan beliau. Namun, beberapa saat kemudian Jabir terhenyak kaget dan panik melihat di depan rumahnya, Rasulullah datang bersama semua sahabat Anshar dan Muhajirin. Ia berpaling kepada istrinya dan berkata gugup: “Celaka, beliau datang bersama semua sahabat.”
    “Apakah beliau telah bertanya sebelumnya kepadamu?” tanya istrinya.
    “Ya, sudah.” Jawab Jabir.
    “Maka, kau tidak perlu kaget,” jawab istrinya.
    Jabir menyilahkan Rasulullah dan para sahabat di rumahnya. Kemudian Rasulullah Saw. membuka tutup panci dan mengambil sesendok masakan daging kambing itu dan mengambil sepotong roti. Lalu, para sahabat mengikutinya hingga semua orang yang datang ke rumah Jabir bisa makan dengan kenyang. Setelah semua orang makan, Rasulullāh Saw. menyuruh istri Jabir untuk makan. Ternyata, di panci itu masih tersisa masakan untuk Jabir dan istrinya, begitu pula rotinya. MasyaAllah..
    Dalam kesempatan yang berbeda, Jabir mengunjungi rumah ibunya, dan ternyata ibunya telah membuatkan makanan. Ia berkata: “Hai Jabir, pergilah kepada Rasulullah dan undang beliau makan.”
    Maka, Jabir bergegas pergi menemui Rasulullah Saw. dan berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku telah membuatkan makanan, dan beliau mengundang Tuan untuk menyantapnya bersama kami.”
    Rasulullah Saw. berpaling kepada para sahabat dan berkata: “Mari kita pergi ke sana.” Rasulullah Saw. datang diiringi 50 orang sahabat. Jabir sendiri terkejut dan bergegas pergi ke rumah ibunya untuk menyampaikan kabar kedatangan Rasulullah bersama puluhan sahabatnya.
    Tiba di tutujan, Rasulullah dan para sahabat duduk di depan pintu. Kemudian beliau berkata: “Masuklah kalian sepuluh orang-sepuluh orang!” Kemudian, mereka semua makan sampai kenyang. Ternyata, hidangan yang hanya sedikit itu masih tersisa meski semua orang telah makan. MasyaAllah…
    Suatu hari dalam sebuah ekspedisi bersama pasukan Muslim, Rasulullah Saw. dan kaum Muslim merasa lapar, sedangkan perbekalan sudah sangat menipis. Maka, beliau bertanya kepada Abu Hurairah: “Apakah kita masih punya sesuatu untuk dimakan?”
    “Ya, kita masih punya kurma di kantong perbekalan,” jawab Abu Hurairah.
    Kemudian Rasulullah Saw. mengambil kurma, menggenggamnya, dan berdoa agar diberkahi Allah. Setelah itu, beliau menyuruh semua pasukan makan dari wadah perbekalan itu hingga mereka semua merasa kenyang. Setelah mereka semua makan, Rasulullah Saw. berkata: “Ambillah kurma yang kupegang tadi!”
    Abu Hurairah lalu memasukkan tangannya ke dalam kantong, dan ia menemukan di dalamnya kurma yang sangat banyak.
    Abu Hurairah ra. menuturkan: “Aku masih bisa makan kurma dari kantong itu sampai masa Khalifah ‘Utsman ra. Ketika Khalifah ‘Utsmān terbunuh, kurma itu habis.” MasyaAllah…
    Itulah diantara banyaknya kisah mukjizat kekasih hati Rasulullah Saw, makanan yang diberkahi.
    Mudah mudahan berkat membaca cerita ini. Allah ta’ala menambahkan rasa cinta kita kepada kekasihnya Sayyidina Muhammad Saw, sehingga kita dikumpulkan kelak bersama beliau dan bertemu Allah ta’ala dengan keadaan Allah Ridho kepada kita semua. (abi sorban)
    آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
    ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
  • NGALAP BAROKAH JALAN KAKI DARI SAMPANG KE PEKALONGAN

    NGALAP BAROKAH JALAN KAKI DARI SAMPANG KE PEKALONGAN

    SORBANSANTRI.COM
    Sholat Jum’at di Masjid Al-Ihsan Taman Sepanjang dan bersilaturrakhim dengan sahabat banser taman sepanjang

    SORBAN SANTRI – Abdul hafid asal tambelangan Sampang adalah Sesosok banser dari Satkorcab Kabupaten Sampang yang sedang melaksanakan perjalanan dari Sampang Madura ke Pekalongan Jawa Tengah.

    Peristiwa ini diawali karena sahabat Abdul Hafid sebelumnya pernah bermimpi bertemu dengan Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya, dan beliau berpesan untuk sowan ke Pekalongan dengan berjalan kaki.

    Atas dasar kecintaan sahabat Abdul Hafid kepada Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya, sahabat Abdul Hafid bergegas melaksanakan perjalanannya pada hari Kamis, 24 September 2020.

    SORBANSANTRI.COM

    Info terupdate, Sahabat Abdul Hafid tadi melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Al Ihsan Taman Sidoarjo dan dilanjutkan perjalanannya ke jombang. Mudah- mudahan beliau diberikan kesehatan dan kekuatan sampai pada tujuan yaitu sowan kepada Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya.

    Mudah-mudahan dalam perjalanan dari Sampang sampai tujuan, banyak bertemu sahabat ansor banser lainnya, sebagai sarana silaturrokhim dan memperkuat persaudaraan dalam menjaga aqidah Ahlussunnah wal jama’ah. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (abi SORBAN)