Tag: diklatsar

  • Cerminan Pahlawan NU dalam Membangun Peradaban Indonesia

    Cerminan Pahlawan NU dalam Membangun Peradaban Indonesia

    wp.sorbansantri.com – Sebagai bagian dari Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, para anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) memiliki alasan tersendiri untuk merasa bangga dan berbeda dari yang lain. Mereka bukan hanya mengenakan seragam Banser sebagai atribut semata, melainkan melalui proses panjang dan berjenjang untuk mendapatkan pengakuan sebagai anggota Banser yang sesungguhnya.

    Salah satu hal yang membuat Banser begitu istimewa adalah proses pengenalan dan pendidikan yang dikenal dengan Diklatsar/DTD (Diklat Kader Banser/Didik Latihan Dasa Serbaguna). Hanya melalui Diklatsar inilah seseorang dapat meraih gelar Banser. Namun, perjalanan tidak berhenti di situ, karena bagi yang ingin meniti jenjang kepemimpinan di dalam Banser, mereka harus mengikuti Susbalan (Susunan Balai Latihan) dan mencapai pendidikan tertinggi, Susbanpim (Susunan Balai Pimpinan).

    Tidak hanya itu, Banser juga memiliki unit-unit khusus seperti Corps Provost Banser, Balantas, Bagana, Balakar, Protokoler Banser, Basada, Baritim, yang hanya dapat diakses setelah melewati proses seleksi dan Diklatsus (Diklat Khusus). Semua ini dirancang untuk mencetak generasi Banser yang berani, tangguh, dan siap menjaga serta membela NU (Nahdlatul Ulama) dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

    Kekuatan Banser tidak hanya berasal dari pelatihan fisik dan teknis, melainkan juga dari do’a dan barokah yang diberikan oleh para Kyai dan Alim Ulama NU. Kegiatan Banser sendiri mencakup aspek keagamaan, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, pembangunan, serta bela negara, yang selaras dengan program kegiatan Gerakan Pemuda Ansor dan Banser.

    Banser bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah pesantren kedisiplinan, bela negara, dan penjaga Pancasila dalam kerangka Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah. Mereka adalah cerminan terbaik yang bisa diceritakan kepada generasi penerus, sebagai pahlawan Nahdlatul Ulama yang digdaya dalam membangun peradaban Indonesia, memperjuangkan agama, bangsa, dan negara. (AI Sorban)

  • DARI JALAN JONGKOK DAN MERAYAP, ERICK THOHIR IKUTI SELURUH RANGKAIAN PENDIDIKAN DI BANSER

    DARI JALAN JONGKOK DAN MERAYAP, ERICK THOHIR IKUTI SELURUH RANGKAIAN PENDIDIKAN DI BANSER

    SORBANSANTRI.COM
    Erick Thohir melakukan jalan jongkok dalam diklatsar di Sekolah Citra Alam, Jakarta

    wp.sorbansantri.com – “Ini suatu penghormatan luar biasa yang tidak terhingga buat saya karena bisa menjadi keluarga besar Banser,” kata Erick saat Penyegaran dan Pembaretan Banser Provinsi DKI Jakarta seperti dikutip dari rilis.

    Erick menyatakan kerap berdiskusi dengan keluarga besar Banser dalam meningkatkan dan menjaga Indonesia. Upaya itu merupakan tujuan mulia dan berguna bagi generasi mendatang. 

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Minggu (28/11). Erick mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar di Sekolah Citra Alam, Jakarta. 

    SORBANSANTRI.COM
    Menteri BUMN rela merayap untuk mengikuti pelatihan banser

    Banser, menurutnya,  selama ini telah berkomitmen untuk Indonesia dengan menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan. “Dengan keberagaman kita, perbedaan kita, itulah kekuatan kita. Bahkan itu masuk ke darah kita. Kita harus pastikan NKRI adalah harga mati,” kata Erick.

    Erick mengatakan, Indonesia masih menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19, baik sektor kesehatan maupun ekonomi. Erick menyebut kolaborasi menjadi kekuatan dalam keluar dari krisis ini dan mampu menjadi pemenang.

    Oleh karena itu, Banser dinilai terus menggarap bagaimana masyarakat pada umumnya mendapatkan kesempatan untuk naik kelas. “Tidak hanya secara ekonomi, tapi naik kelas sebagai kebangsaan yang bersatu,” kata Erick. 

    Dalam acara tersebut, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser Hasan Basri Sagala bertindak sebagai pembina upacara saat melantik Erick. Tak berbeda dengan calon anggota lain, Erick pun menjalani sejumlah ujian seperti jalan jongkok, merayap, mencari baret, dan meneriakan yel-yel.(katadata sorban)

  • PEMBAIATAN DAN PEMBARETAN KADER BANSER.

    PEMBAIATAN DAN PEMBARETAN KADER BANSER.

    SORBANSANTRI.COM

    Prosesi Pembaiatan dan Pembaretan peserta Diklatsar Banser Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan. Ahad, 12 Januari 2020, Sebagai kegiatan Kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor Pacitan di awal tahun ini.

    SORBANSANTRI.COMAda moment menarik sekaligus mengharukan, peserta yang berstatus suami – istri Pembaretan secara simbolis oleh putra kecilnya sendiri. Sebagai wujud ikrar siap mengabdikan atas nama diri dan keluarganya untuk Ansor – Banser – NU dan NKRI.

    Dengan diiringi dawuh yang sangat mendalam dari pembina apel “Mugo-mugo klambi regetmu kui iso dadi saksi awakmu sesuk iso husnul khotimah”…

    Aamiin.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

  • Semangat 2 sahabat ikuti Diklatsar Banser Ngoro di Akhir Tahun 2020, patut diacungi jempol

    Semangat 2 sahabat ikuti Diklatsar Banser Ngoro di Akhir Tahun 2020, patut diacungi jempol

    wp.sorbansantri.com- Ada yang lain dalam Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Angkatan 4 di PAC Ngoro Kabupaten Mojokerto pada penghujung Tahun 2020. Yang dilaksanakan pada hari Jum’at – Sabtu – Minggu Tanggal 25,26,27 Desember.

    Ini adalah DIKLAT pertama dalan kepemimpinan sahabat Moh. Saufi S.kom sebagai ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ngoro (2020-2023) menggantikan Sahabat Ahmad Surotin,yang diikuti oleh 125 calon anggota Banser.

    Yang paling menarik dan Luar biasa dalam Diklatsar ini adalah dengan adanya 2 sahabat yang kurang Fisiknya yaitu sahabat Mattino (yang harus memakai tongkat karena habis kecelakaan) dan sahabat Dwi Purnomo (memakai tongkat karena cacat bawaan waktu dia lahir). Semangat juang dan mengabdi pada NU serta NKRI inilah yang membuat bangga serta haru pada anggota yang lain,panitia,tim instruktur bahkan masyarakat serta tokoh di sekitar.

    Moh. Saufi S.kom (ketua PAC) dalam sambutannya menyampaikan “Ini adalah semangat juang dan dedikasi luar biasa untuk Agama Islam dan NKRI yg diberikan oleh sahabat Mattino dan Dwi Purnomo dalam Diklatsar ini” lalu dia melanjutkan sambutannya ” jadi…. Sahabat sahabat Yang lain jangan sampai kalah sama sahabat Mattino dan Dwi Purnomo dalam mempertahankan keutuhan NU dan NKRI”. //Choirul biro Infokom

  • Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    SORBANSANTRI.COM
    Sumber : Muhammad aun
    Dirosatul Ula di Sulang – Rembang
    Sabtu, 16/02/2019
    wp.sorbansantri.com- Pada suatu ketika diadakannya Diklatsar Banser di suatu daerah luar Jawa
    Ada ratusan yg mengikuti kegiatan Diklatsar yg di laksanakan oleh GP Ansor yg selalu di awali di hari Jumat setelah sholat Jumatan sampai pembaiatan di Ahad malam.
    Namun yg menarik disini adalah ada salah satu calon peserta Diklatsar tsb yg datangnya telat yaitu pada sabtu paginya dia naik sepedah motor butut miliknya, dia berangkat dari rumah pada hari Jumat setelah jumatan karena jarak dari rumah kelokasi Diklatsar sangat jauh harus melintasi hutan belantara yg luas dan perjalanan yg panjang
    Waktu sudah sore setelah melaksanakan sholat ashar sebelum perjalanan memasuki hutan. Diapun melanjutkan perjalanannya dgn sepedah motor bututnya, Ditengah2 hutan belantara sepedah motornya masuk tergelincir di selokan pinggir jalan.
    Dia seorang diri tidak bisa mengangkat sepedah motornya yg masuk selokan tadi. Akhirnya diapun menunggu pengguna jalan yg lewat. Sampai fajar tiba dia menunggu orang yg lewat melintasi jalanan tersebut untuk dimintai tolong membantu mengangkat sepedah motornya.
    Namun yg aneh tiba2 ada seorang laki2 sepuh berjalan kaki dgn tongkat ditangannya datang menghampirinya
    Laki2 sepuh tadi bertanya :
    Kakek : Kamu mau pergi kemana Nak?
    Pemuda : Saya mau pergi mengikuti kegiatan Diklatsar Kek…
    Kakek : Diklatsar itu apa?
    Pemuda : Diklatsar itu pelatihan prajurit NU kek…
    Kakek : Sepedah kamu kenapa?
    Pemuda : Terperosok ke selokan kek…
    Kakek : Baik saya bantu
    Tiba2 kakek tersebut membantu mengangkat dan menarik sepedah motor pemuda itu dan akhirnya sepedah motornya sudah berada dijalanan. Lalu Kakek itu berpesan :
    Kakek : Nak, silahkan lanjutkan perjalananmu menjadi Banser NU. Dengan begitu kamu akan menjadi Santri para Ulama’ pendiri NU. Jadilah Santri yg patuh dan taat pada kyai2mu
    Pemuda : Insyallah Kek, Terima kasih sudah dibantu
    Setelah kejadian fajar itu, sampailah pemuda itu ditempat Diklatsar Banser. Dia mengikuti disetiap semua Materi yg di berikan oleh para Instruktur dan Senior2nya
    Tibalah materi Rihlah (Silaturrohmi ke rumah Kyai daerah tsb), Pemuda itu dan ratusan peserta lainnya masuk ke dalam Rumah sang kyai
    Pemuda itu melihat Photo berukuran besar di dinding ruang tamu sang kyai itu. Dia bertanya kepada salah satu Instruktur.
    Pemuda : Wajah laki2 sepuh di photo itu siapa?
    Instruktur : Dia adalah KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU)
    Pemuda : Masyallah…!!!
    Seketika pemuda itu bercucuran meneteskan air mata karena Haru, Bangga dan Heran
    Pemuda : Masyallah, Laki2 sepuh itulah yg menolong saya ketika Sepedah motor saya tergelincir di selokan jalanan tengah hutan belantara saat perjalanan saya mengikuti Diklatsar ini
    Instruktur : Masyallah, benarkah
    Pemuda : Benar, ternyata beliau adalah Mbah Hasyim yg menolong saya Masyaallah
    Instruktur : Alhamdulillah, kamu ternyata salah satu dari kami yg mendapatkan Karomah Beliau
    Akhirnya pemuda tersebut semakin mantab dalam mengikuti Diklatsar dan menjadi Banser yg tangguh militansinya
    Semoga kita semua tetap tangguh untuk menjadi Santri NU dan kian MANTAB menjadi BANSER .
    Kepada Beliau para Pendiri dan Ulama’ NU Alfatihah … Aamiin
  • GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 02 Oktober 2020. Pertama kalinya kegiatan rutin kader penggerak NU di adakan di Kecamatan Pacet Mojokerto, tepatnya di Masjid Nurul Iman Pacet Nggapuk Pacet Mojokerto. yang bertujuan untuk membentengi serta menjaga IDEOLOGI bagi semua kader-kader NU dengan mengamalkan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB yang oleh KH. Adnan Anwar diperintah unuk di NASIONALKAN.

    SORBANSANTRI.COM
    pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROBTIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB di Masjid Nurul Iman Pacet Mojokerto

    Kegiatan yang dimulai ba’da isya’ tersebut, dihadiri oleh kader-kader yang pernah mengikuti pelatihan dan bimbingan dalam lembaga dan banom NU seperti PKPNU – MKNU – DTD – DIKLATSAR – PKD – DIKLATAMA – MAKESTA – LKD Fatayat- DLL. Uniknya dalam acara tersebut adalah banyaknya silaturrakhim antar kader dengan sedikit acara ceremonial karena kegiatan ini hanya ada 3 acara inti yaitu Tawassul, pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB dan Makhallul Qiyam selebihnya itu adalah acara silaturrokhin dan santai ngobrol sesama kader.

    Dan dalam tema serta pokok bahasan dalam kegiatan tersebut adalah NKRI Harga Mati… Nderek NU sak lawase (ikut NU selamanya). Tema ini sangat dikedepankan dalam kegiatan ini sebagai wadah dan pemantapan IDEOLOGI kader Agar mandiri dalam menjalani Berbangsa dan Bernegara, tetap berpegang teguh dalam IDEOLOGI ASWAJA NU.

    Semoga kita tetap kompak, semangat dalam ber NU, tidak goyah dalam menjalani cerita berbangsa dan bernegara. Bukan Kader NU dalam Kepentingan, Bukan Kader NU dalam Balas Budi, Bukan Kader NU yang Ragu-ragu, tetapi Sebagai Kader NU yang KOKOH. (abi sorban)

    BACAAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

  • CARAKA MALAM DTD BANSER DI GONDANG MOJOKERTO

    CARAKA MALAM DTD BANSER DI GONDANG MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Kali ini PC GP Ansor Kab. Mojokerto mengadakan DTD ( DIKLATSAR + PKD) yang pertamakali diadakan dimasa Pademi covid-19. tepatnya di Dusun Pamotan Desa Bening Kecamatan Gondang Kab. Mojokerto. Sebanyak 77 peserta dan 8 perwakilan banser mojokerto kota yang ikut dalam DTD ( DIKLATSAR + PKD) yang berasal dari berbagai daerah.

    Diklat Ansor Banser yang di mulai Hari Jum’at – Minggu, Tanggal 4 – 6 September 2020 itu menanamkan materi-materi dasar yang ada di kegiatan Ansor dan Banser seperti Keaswajaan, Keansoran, kebanseran, baris berbaris, lalulintas, dan penanganan bencana yang diharapkan jadi bekal awal sebagai Ansor dan Banser.

    Caraka malam yang diadakan di Hari Minggu dini hari itu dimulai pukul 00.00 wib sampai 06.00 wib dengan rute jalan dari Dusun Sukomangu Dusun Wewe Dusun Bening Dusun Urung-urung, dusun Bacem, Dusun Pamotan dan terakhir Balai Desa Bening. Dalam kegiatan caraka malam, fokus berfikir, mental dan kekuatan peserta benar-benar diuji setelah mendapatkan materi dan pelatihan yang dimulai sejak pertamakali dimulai.

    perwakilan satsus BASADA ( banser husada ), BALANTAS (banser lalulintas),BAGANA (banser tanggap bencana) hadir dan siap mengawal dalam acara caraka malam yang diadakan saat DTD gondang. Dengan permulaan Apel dan Intruksi dari Kasatkorcab Banser Mojokerto H. Moh Yunus dan Ketua GP Ansor Kab. Mojokerto Gus Ali Muhammad Nasih, semua personil mendengarkan dengan seksama agar acara caraka malam tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. (abi sorban)

  • PRA DIKLATSAR DTD ANSOR BANSER, PERSIAPAN 1000 KADER DARI SIDOARJO

    PRA DIKLATSAR DTD ANSOR BANSER, PERSIAPAN 1000 KADER DARI SIDOARJO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Persiapan dan pembekalan DTD (Diklat Terpadu Dasar) dalam upaya kaderisasi GP ANSOR oleh PAC TAMAN SIDOARJO. Kegiatan ini penting dilakukan agar dalam pelaksanaan 1000 kader DTD nantinya akan lebih mantap dalam menjalankan kegiatan Diklatsar.

    Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Sosial dan Keagamaan ” Al-Faatih Jazuli Mudhowilah Al-Mukhdhor” yang berada di Desa Cempokolimo Kecamatan Pacet Mojokerto. Dilaksanakan sabtu 8 agustus 2020 sampai 9 agustus 2020 yang melibatkan beberapa element penting dalam kegiatan tersebut.

    PAC TAMAN SIDOARJO saat ini mengeluarkan 3 ranting yang mengikuti acara Pra DTD tersebut, yaitu Ranting Ngelom, Ranting Ketegan dan Ranting Bebekan yang berjumlah sekitar 50 calon kader DTD Ansor Banser.

    Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PAC GP ANSOR TAMAN SIDOARJO sahabat Erwin Dasa , Satkoryon Banser Taman Sidoarjo dan Ketua Rijalul Ansor Taman Sidoarjo. Tidak luput juga Sahabat Banser dari PAC GP ANSOR PACET MOJOKERTO ikut kontribusi dalam kegiatan tersebut untuk mengamankan dan memberikan petuntuk serta arahan dalam pelaksanaan acara Caraka Malam yang akan di adakan dalam kegiatan itu.

    Sebelum acara dimulai Ketua PAC GP ANSOR PACET sahabat Mujiburrohman memberikan sambutan kepada peserta pra DTD persiapan 1000 kader yang akan diselenggarakan di Sidoarjo. Dalam kesempatan itu beliau memberikan wawasan APA SIH ANSOR BANSER ITU? agar kedepannya lebih mantab lahir dan batin.

    Semangat terus menjaga IDEOLIGI dan Ajaran ASWAJA NU, tetap dalam satu komando. Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad…

    (ABI SORBAN)

  • Kaderisasi GP Ansor telah dimulai di Wonosobo Jawa Tengah

    Kaderisasi GP Ansor telah dimulai di Wonosobo Jawa Tengah

    SORBANSANTRI.COMSORBAN SANTRI – Sabtu Minggu, 27-28 Juni 2020, berlokasi di SMA Ma’arif Wadaslintang
    Wonosobo Jawa Tengah dilangsungkan Simulasi Diklat Banser Masa Pandemi. Meski disebut simulasi, Diklat ini dilaksanakan dengan materi pengkaderan yang standar dengan beberapa penyesuaian, terutama terkait protokol Covid-19.Sebelum tiba di lokasi, 25 peserta calon kader GP Ansor dipersyaratkan dalam : kondisi sehat, membawa masker, membawa peralatan makan, minum, sholat dan mandi sendiri, serta membawa hand sanitizer.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Panitia sendiri tentu saja menyiapkan juga sabun cuci tangan, hand sanitizer, face shield dan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi kegiatan. Selama mengikuti Diklat, peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang diatur di Tata Tertib Pelatihan.Setelah dilakukan evaluasi, format kaderisasi kebiasaan baru ini akan diberlakukan dalam kegiatan pengkaderan GP Ansor di seluruh dunia, tentu saja dengan mengikuti aturan dari otoritas pemerintah setempat. Simulasi Diklat ini sendiri sejak awal telah melibatkan pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat, serta unit Banser BASADA (Banser Husada) dan BAGANA (Banser Tanggap Bencana).Semoga Allah SWT meridloi semua ikhtiar ini.(abi SORBAN)