Tag: dunia arab

  • Arab Saudi Tangkap Warga yang Kritik Normalisasi dengan Israel

    Arab Saudi Tangkap Warga yang Kritik Normalisasi dengan Israel

    wp.sorbansantri.com – Isu normalisasi hubungan dengan Israel terus menjadi perbincangan hangat di dunia Arab, dengan beberapa negara yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sikap keras Arab Saudi terhadap kritik terhadap normalisasi dengan Israel baru-baru ini mencuat ke permukaan.

    Arab Saudi, sebagai salah satu kekuatan besar di dunia Arab, telah menangkap sejumlah warganya yang dianggap mendukung atau mengkritik normalisasi dengan Israel. Langkah ini menunjukkan sensitivitas yang mendalam terhadap isu tersebut di negara-negara Arab, di mana kritik terhadap normalisasi dengan Israel masih dianggap sebagai hal yang tabu.

    Pemerintah Arab Saudi telah menjalankan tindakan keras terhadap warga yang dianggap melanggar sikap resmi negara terhadap Israel. Meskipun langkah ini diambil dalam konteks menjaga stabilitas politik dan keamanan negara, hal ini juga menimbulkan kontroversi terkait kebebasan berbicara dan berpendapat.

    Banyak pihak di dalam dan luar Arab Saudi mengkritik tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, terutama hak untuk menyuarakan pendapat secara bebas. Diskusi terbuka tentang isu-isu sensitif seperti normalisasi dengan Israel dianggap penting dalam konteks pembangunan demokrasi yang lebih inklusif.

    Kritik terhadap normalisasi dengan Israel sendiri sering kali berkisar pada isu-isu hak asasi manusia dan kebijakan politik Israel terhadap Palestina. Salah satu poin kritis adalah terkait dengan pendudukan Israel di Tepi Barat dan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza, yang dianggap oleh sebagian besar masyarakat Arab sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.

    Perkembangan terkait tindakan Arab Saudi dalam menangkap warga yang kritis terhadap normalisasi dengan Israel akan terus dipantau oleh masyarakat internasional, sambil menjaga fokus terhadap isu-isu hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat di dunia Arab. (AI Sorban)

  • NU BANGKIT MELUAS KE DUNIA ARAB DAN SEDUNIA ISLAM LAINNYA

    NU BANGKIT MELUAS KE DUNIA ARAB DAN SEDUNIA ISLAM LAINNYA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Rektor Universitas Az-Zaituna Tunisia,
    Prof Hichem Grissa, mengatakan jika dahulu para ulama membawa Islam dari Arab menuju Indonesia, kini saatnya Indonesia bangkit dan menyebarkan ke-Islam-annya ke dunia Arab dan seluruh dunia Islam.

    Hal tersebut dikatakannya saat memberi sambutan pada diskusi dan pelantikan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia periode 2019-2020.

    Acara yang digelar di Auditorium Ibnu Khaldun, Universitas Az-Zaituna, Kamis (15/8), bertepatan dengan 14 Dzulhijjah 1440 H ini mengusung tema NU, Kiprah dan Tantangan dalam Menapak Masa Depan.

    Hichem mengungkapkan rasa senang dan sepakat dengan pemilihan kata jam’iyyah dalam penyebutan organisasi Islam ini.

    Pemilihan kata jam’iyyah untuk Nahdlatul Ulama ini sangat tepat. “Jadi, bukan hizb (partai).
    Karena, jam’iyyah menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki tujuan gerakan sosial, yakni mengumpulkan orang kepada kebajikan. Sedangkan, kata hizb berarah pada siyasah (politik),” tuturnya dalam rilis PCINU Tunisia yang diterima NU Online, Sabtu (17/8) .

    Hichem Grissa yang juga salah
    satu Dewan Mustasyar PCINU Tunisia turut prihatin dengan konflik yang terus bergejolak di kawasan negara-negara Arab.

    Ia berharap wajah Islam Indonesia yang
    damai dapat diperkenalkan dan ditransfer
    ke dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya. “Jika dahulu para ulama membawa Islam dari Arab menuju Indonesia,
    Maka sekarang saatnya Indonesia bangkit
    dan membawa ke-Islam-annya ke dunia Arab dan (seluruh) dunia Islam,” tegas Hichem Grissa.

    Dalam kesempatan yang sama,
    Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti, mengungkapkan betapa Nahdlatul Ulama secara historis telah membuktikan kiprahnya sebagai organisasi yang berasas keagamaan dan kebangsaan yang kuat.
    “Mars Yalal Wathan tadi saya benar-benar merasakan bahwa NU dari dulu selalu menanamkan jiwa religius sekaligus nasionalis kebangsaan,” kata Ikrar saat memberi sambutan. (abi sorban)

    Sumber : NU Online
    Foto : Espacemanager.com