Tag: Dzikir

  • Bacaan Zikir dan Doa setelah Shalat Fardhu (ARAB)

    Bacaan Zikir dan Doa setelah Shalat Fardhu (ARAB)

    Berikut ini adalah Wiridan / Dzikir yang biasa dipakai Warga Nahdliyin setelah melaksanakan Sholat Fardu.

    Bacaan Zikir dan Doa setelah Shalat Fardhu 
     
    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ عَلَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ×٣ 
     
    لاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ×٣ 
     
    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ 
     
    أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن 
     
    وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ 
     
    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ 
     
    شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللّٰهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللّٰهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ، إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُوْلِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ 
     
    سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ 
     
    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ×٣٣ 
     
    اَللهُ أَكْبَرُ ×٣٣ 
     
    اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِاللهِ الْعَلِـيِّ الْعَظِيْمِ 
     
    وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 
     
    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ 
     
    Doa setelah zikir atau sesudah shalat 
     
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ 
     
    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 
     
    DOWNLOAD WIRIDAN

  • MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    SORBANSANTRI.COM
    ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)

    wp.sorbansantri.com – Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)

    Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat  kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.

    —000—

    Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi-  sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”.  Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.

    —ooo—

    Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.

    Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa  desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.

    Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an  “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.

    Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)

  • Puasa Ramadanmu InsyaAllah Lancar dan Sukses! Lakukan 5 Cara Ini Sekarang

    Puasa Ramadanmu InsyaAllah Lancar dan Sukses! Lakukan 5 Cara Ini Sekarang

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comSebagai umat Muslim yang taat dan patuh pada perintah Tuhannya, Allah SWT, menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan adalah salah satu bukti kita beriman, sanggup melakukan, dan mengamalkan perbuatan baik dengan iklash dan tawakal.

    Ramadan tinggal menghitung hari, bulan penuh berkah dimana ibadah atau perbuatan baik sekecil apapun akan mendapat ganjaran pahala berkalilipat dari bulan-bulan lainnya. Begitu istimewanya bulan Ramadan dosa-dosa kita akan dihapus 10 hari terakhir berpuasa. Maka kita seharusnya berlomba mengerjakan ibadah wajib lebih khusu’, perbanyak berbuat kebaikan, beramal, membaca Al Quran, perbanyak shalat sunnah, dan perbanyak dzikir.

    Ummat Muslim sejati tentu akan menyambut antusias kedatangan bulan Ramadan ini. Untuk itu saya akan bagikan tips buat kamu yang mungkin masih menghadapi kendala ketika menjalankan ibadah puasa. Tentu saja puasanya orang dewasa berbeda dengan cara berpuasanya anak-anak. Lapar, haus, sabar, dan menahan nafsu keduniawian baru dasar dalam tingkatan berpuasa yang lebih tinggi.
    Jadi, mari kita mulai pemanasannya dari sekarang.

    Nah, supaya puasamu bisa lancar dan tidak ‘bolong’ di tengah jalan alangkah lebih baik kita mulai membiasakan diri dari sekarang seperti melakukan ibadah shalat tepat waktu, yang tadinya shalat dilakukan diujung waktu mulai sekarang lakukanlah tepat waktu dimasjid terutama bagi kaum laki-laki.

    “Sebaik-baiknya melaksanakan sholat adalah di awal waktu. Atau ketika mendengar kumandang adzan atau pun menyadari telah masuk waktu sholat”.

  • RESEP HABIB LUTHFI BIN YAHYA AGAR DAPAT MERASAKAN NIKMATNYA BERDZIKIR

    RESEP HABIB LUTHFI BIN YAHYA AGAR DAPAT MERASAKAN NIKMATNYA BERDZIKIR

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Presiden Thoriqoh sedunia, Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan, didalam sebuah pengajiannya memberikan sebuah pesan agar selalu berdzikir menyebut Asma-Nya dimanapun dan dalam keadaan apapun.
    “Hendaknya kita membangun jiwa dengan senantiasa berdzikir menyebut asmaNya. Dengan begitu secara tidak langsung, kita selalu diingatkan bahwa diri kita sedang dilihat dan didengar oleh Allah,” tutur Habib Luthfi.
    Pada tahap awal, mungkin belum bisa merasakan hasilnya. Namun ketika berdzikir terus-menerus akan merasa dilihat dan di dengar oleh Tuhan, tentu itu akan timbul perubahan dalam diri.
    Seperti halnya seorang pesilat. Karena sering berlatih maka sensor refleksnya menjadi hidup. “Ketika terpeleset, sembilan puluh persen dia akan selamat tanpa cidera. Sementara yang tak pernah latihan, akan lebih banyak cideranya ketimbang selamatnya,” kata Beliau membandingkan.
    Latihan-latihan semacam itulah yang akan melahirkan rasa syukur atas segala limpahan karunia yang telah diberikanNya. Dan salah satu aplikasi dari rasa syukur itu adalah dengan menjaga agar indera kita selalu mengerjakan hal kebaikan dan kebenaran.
    Dengan cara menjaga mata dari pandangan yang buruk, menjaga mulut dari ucapan yang kurang baik, dan seterusnya. “Mata, mulut, telinga dan seluruh anggota tubuh itu bisa dilatih. Demikian pula dengan hati.
    Cara menjaganya, adalah dengan selalu berprasangka baik terhadap orang lain,” terang Habib Luthfi memberikan resep.
    Editor: M Anas Mahfudhi
  • Majlis Dzikir & Sholawat Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Kec. Ngoro di Mushollah Asy-Syakirin

    Majlis Dzikir & Sholawat Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Kec. Ngoro di Mushollah Asy-Syakirin

    InfokomBanserNU-Awal Tahun 2020, pelantikan Pimpinan Ranting GP Ansor desa Sedati yang diadakan di Mushollah Asy-Syakirin Dsn. Ngetrep Ds. Sedati Kec. Ngoro Mojokerto berlangsung semarak ramai. Acara yang dilaksanakan Sabtu, 18 Januari 2020 tersebut dimulai pukul 18.00 WIB diramaikan dengan deretan acara Al Banjari dilanjut dengan Drum band PAC GP Ansor Kec Ngoro Mojokerto. Pembacaan dzikir dan Sholawat kemudian dilanjutkan santunan anak yatim.

    Tampak hadir juga tokoh-tokoh masyarakat yang hadir

    1. Kh. CHUSAIN ILYAS
    2. Kh. MAHFUD HAMID (ketua PP Rijalul Ansor )
    3. H. NAILUR ROHMAN (ketua PW Rijalul Ansor Jatim) 4.MWCNU Kec. NGORO beserta jajarannya
    4. Kepala Desa SEDATI 2020
    5. Ketua Ranting GP Ansor Se-kec. Ngoro
    6. Banom NU Fatayat-Muslimat-IPNU-IPPNU – Banser Kec. NGORO.

    Alhamdulillah antara kerjasama Panitia dan pengamanan Banser Mojokerto, Acara berjalan dengan aman,lancar dan terkendali,kata MOH. SHOCIB WAKIL KEPALA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM
    MOH. SHOCIB WAKIL KEPALA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO

    Acara Seperti ini diharapkan dan dijadikan budaya dalam masyarakat karena banyak keutamaan dalam acara tersebut, salah satunya yaitu dengan memperbanyak mengingat Allah melalui berdoa dan berdzikir. Karena dengan memahami keutamaan berdzikir, hati akan merasa tentram karena kita selalu mengingat Allah Ta’ala. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 152 فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  yang artinya:“ Berdzikirlah (ingatlah) kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu!” (QS Al-Baqarah [2] : 152) Allah juga berfirman dalam surat Ar-Ro’d ayat 28 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ yang artinya: “ Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tentram dengan dzikir pada Allah, ingatlah dengan dzikir pada Allah itu, maka hati pun akan merasa aman dan tentram.” (QS Ar-Ro’d : 28)

    (PAC GP. Ansor Kec. Ngoro)

  • KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    InfokomBanserNU- Membaca Sholawat Fatih 1 kali dihadiahkan kepada ahli qubur dengan niat supaya ditebus dimerdekakan dari neraka (fida’/’ataqoh), maka dimerdekakannya seketika
    (al-Yaqutah, hal.: 61).

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) semua bacaan tasbih, zikir, do’a yang terjadi di alam
    (Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Apabila semua bacaan zikir, shighot sholawat, dan do’a satu per satu masing-masing dari semuanya bila setiap harinya dibaca 100 000 kali selama 100.000 tahun, dan pahala semuanya dikumpulkan menjadi satu, maka tidak bisa menyamai pahala Sholawat Fatih 1 kali
    (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 70).

    SORBANSANTRI.COM

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) 600.000 kali lipat sholawatnya semua malaikat, manusia, dan jin sejak alam diciptakan hingga hari membacanya ditambah 400 perang Sabilillah
    (al-Yaqutah, hal. 59, dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271, dan Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Jika diumpamakan ada 100.000 umat, pada setiap umat terdapat 100.000 kabilah (suku), setiap kabilah 100.000 orang masing-masing hidup 100.000 tahun setiap harinya membaca sholawat kepada Nabi saw. selain Sholawat Fatih, dan semua pahalanya selama 100.000 tahun itu dikumpulkan, maka tidak akan bisa menyamai Sholawat Fatih satu kali (Jawahir al- Ma’ani, jilid I, hal. 117).

    Mendapat pahalanya semua bacaan tasbih, zikir, solawat, do’a semua makhluk, manusia, malaikat, dan jin dengan dilipatkan 6000 kali (Jawahir al-Ma’ani dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271).

    Apabila ada wali al-‘arif billah berumur satu juta tahun yang tidak membaca Sholawat Fatih, maka orang awam membaca sholawat Fatih 10 kali lebih banyak pahalanya dari pada wali tersebut (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 69 dan Bughyah
    al Mustafid, hal. 270).

    Wallahu a’lamu bisshowabi…

    Demikianlah, di antara keutamaan Sholawat Fatih, dan masih lebih banyak yang tidak mampu disebutkan, yang lebih tidak mampu dijangkau angan-angan karena luasnya fadhol Allah ta’aala.

    Semoga manfaat

  • Rutinan Akhir Tahun Dzikir Al Khidmah diadakan di Pacet Mojokerto

    Rutinan Akhir Tahun Dzikir Al Khidmah diadakan di Pacet Mojokerto

    Pacet, Infokom Banser NU- Acara rutinan setiap akhir tahun oleh Jamaah Dzikir Al Khidmah Kedinding Surabaya KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi (alm) sudah 3 kali ini diadakan di Pacet. Acara tersebut dimulai dari pukul 17.00 wib sore tadi.

    “Banser dan Ansor harus membantu pengamanan dan kegiatan Jama’ah yang mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah, meskipun bukan dari acara NU” kata Ketua PAC GP Ansor Ke. Pacet, Sahabat Mujibur Rohman.

    SORBANSANTRI.COM
    Mujibur Rohman, Ketua PAC GP ANSOR KEC. PACET

    Jama’ah yang berasal dari berbagai Daerah se Jawa Timur hadir dan penuh hikmad dengan pakaian serba putih. Sampai berita ini di unggah, selalu saja jama’ah ada yang hadir berdatangan. Ribuan orang menangis harus, tersedu-sedu, meraung tangis dalam muhasabah dirinya masing-masing. Bahkan, ada yang sampai kehilangan kesadaran dalam dzikirnya (ekstase).

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CNfHHVkWh5E[/embedyt]

     

    Hal seperti itulah sesungguhnya potret makna kemusliman dan kemukminan kita. Muslim satu dengan lainnya adalah saudara. Mukmin satu dengan yang lain adalah saudara. Ya, Innamal mu’minuna ikhwah. Sesama muslim tidak boleh saling membenci, tidak boleh saling menggunjing, tidak boleh saling menjatuhkan, tidak boleh saling memfitnah dan sebagainya. Demikian pula antar muslim sudah seharusnya saling mencinta, saling berprasangka baik, saling mendoakan, saling membantu kala sulit dan senang, salaing berbagi, dan sebagainya. Namun sayang, kerap ditemui contoh kurang baik di lapangan kehidupan, bila seorang yang mengaku muslim berprilaku negatif pada muslim lainnya. Naudzubillah.

    Puluhan BANSER dan PAC GP ANSOR Pacet mengawal acara tersebut dengan rapi, dari pengamanan jalan sampai jalannya acara tersebut. Dimulai turunnya hujan sore sampai selesai acara Banser dan PAC GP Ansor Pacet tetap semangat dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
    (red. Infokom Banser NU)

  • BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Doc.PC GP Ansor Sidoarjo

    SIDOARJO — Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sedang berkumpul di Sidoarjo. Tepatnya, dengan titel acara Banser Bersholawat Bersama TNI-Polri untuk Kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di GOR Sidoarjo, Sabtu 14 Desember 2019, malam ini.

    “Mencintai Indonesia lahir batin, menyejukkan dengan Sholawat Nabi,” tulis akun resmi Banser Jawa Timur.

    Banser sebagai elemen penting dalam Gerakan Pemuda Ansor belakangan cukup banyak mendapat tantangan. Namun, dinamika eksistensi Banser di tengah masyarakat selalu mendapat perhatian.

    Bahkan, Habib Ali Al Jufri berpesan khsusu kepada Banser NU: “Kalian Sekarang Sedang Jihad di Jalan Allah”.

    Habib Ali Al-Jufri dalam ceramahnya pada acara Ramah Tamah dan Bedah Buku “‘Al-Insaniyyah Qabla Tadayun’ karya Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri, di UIN Walisongo Semarang, menyampaiakan rasa terima kasih kepada Banser NU yang telah menjaga keamamanan.

    Habib Ali Al Jufri, ulama asal Uni Emirat Arab ini, menyampaikan:

    “Terima kasih yang menjaga keamanan, yang berdiri di sini (Banser NU). Ini bukan cuma basa-basi saja. Apa yang niatnya jujur dari hati, yang kalian niatkan di dalam hati kalian, dan Allah mengetahui apa yang di hati. Di dalam pekerjaan yang kalian lagi lakukan sekarang ini, (yaitu) mengamankan manusia, menjaga bangsa dan negara, mencari ridhonya Allah, maka kalau niat seperti itu kamu sekarang sedang jihad di jalan Allah”.

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Maka semakin tinggi ketaqwaan, maka Allah akan mendidik kalian untuk menjaga yang lain. (Red) Sumber: https://pwnujatim.or.id/banser-bersholawat-di-gor-sidoarjo-bersama-tni-polri-untuk-kedamaian-nkri/

  • “HIDUPKAN HATIMU DENGAN DZIKIR,, BASAHI BIBIRMU DENGAN SHOLAWAT”

    “HIDUPKAN HATIMU DENGAN DZIKIR,, BASAHI BIBIRMU DENGAN SHOLAWAT”

    SORBANSANTRI.COM

    “Dzikir dan sholawat tak akan terpisahkan, Dzikir mengingat Allah dan bacaan sholawat akan membantu dzikir kita agar lebih khidmat dan berkah.

    Siapa saja yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir dan bersholawat, Maka lidahnya lebih terjaga (selamat) dari kebathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun, Siapa yang lidahnya tidak pernah mengenal dzikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari lidahnya.

    Sudah selayaknya bagi seorang hamba ketika berbicara atau berkata hendaknya berkata yang baik atau diam. Ia harus menjauhkan ghibah (membicarakan aib orang lain), Dusta (bohong), Menghasut, Berkata-kata yang keji, Memfitnah dan hal-hal yang diharamkan allah. Oleh karena itu dia harus membersihkan lisannya dengan banyak berdzikir dan membaca sholawat.

    Dengan berdzikir kepada Allah, Maka pelakunya akan merasa bahagia, Begitu pula dengan orang yang dekat dengannya. Dialah orang yang senantiasa mendapatkan keberkahan. Tetapi orang yang lalai, Dia akan senantiasa gundah karena kelalaiannya, Begitu pula orang yang dekat dengannya.

    Dan dengan sholawat akan menenangkan batin kita, Semakin memperbanyak bacaannya akan menambah kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka Hati akan mati tanpa dzikir dan bibir akan kotor bila tanpa bersholawat atas Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam!”.

    Wallahu’alam Bishawwabb.

    “sepi ing pamrih rame ing gawe”

  • MAJLIS DZIKIR DAN SHOLAWAT RIJALUL ANSOR TAMANSARI

    MAJLIS DZIKIR DAN SHOLAWAT RIJALUL ANSOR TAMANSARI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Jumpa kembali di Rutinan Malam Selasa Wage “Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor” Pimpinan Ranting GP. Ansor Desa Tamansari – Karanglewas. Merupakan acara yang di nanti – nanti para pemuda pemudi pecinta Dzikir dan Sholawat di Desa Tamansari.

    Senin (14/09/2020) tadi malam di cuaca langit yang gelap namun bukan mendung,dengan dihiasi cahaya – cahaya bintang yang gemerlap,menjadikan semangat para jama’ah untuk hadir di Majelis yang Insya Alloh penuh akan Barokah. Dibawah langit yang indah para jama’ah dengan khusu’ menundukan kepala dan mengangkat kedua tangan untuk bermunajat,mengharapkan Bumi tercinta Indonesia kembali Normal seperti dahulu kala.

    Lantunan sholawat dengan semangat dialunkan para jama’ah dengan kompak,sampai akhir acara yang di tutup dengan do’a Maulid Simthuduror acara berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.

    Kebersamaan tetap terjalin sampai titik penghabisan Nasi yang kita bikin Lengseran atau makan bersama dengan memakai nampan / tampah dan dimakan bareng – bareng dengan 4/5 orang dalam 1 wadah.

    Semoga acara Rutinan ini tetap Istiqomah sebagai salah satu Syi’ar menjaga amaliyah Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah..Amiin.(SORBAN TAMANSARI)

    #RijalulAnsor
    #AnsorBanser
    #BanserBanyumas
    #Aswaja
    #IpnuIppnu
    #Sholawat