Tag: Felix siauw

  • MEMBELA TANAH AIR TIDAK ADA DALILNYA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seumur-umur tidak ada yang berani menantang Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari. Jangankan menantang, menentangpun tidak ada yang berani. Bahkan mendongakkan kepala dihadapan beliau saja tidak ada yang berani. Hanya HTI yang berani “berlawanan” dengan Hadratussyeikh. Hanya satu kata yang patut disematkan kepada Felix Siauw, belajar lagi.

    Gelar “Hadratussyeikh” bukan gelar sembarangan. Hadratussyeikh itu gelar di atasnya syeikh. Di Arab bahkan Timur Tengahpun paling tinggi gelarnya hanya “syeikh”. Artinya di tanah Hijaz, beliau sangat dihormati. Bahkan ketika Mbah Wahab (KH Wahab Hasbullah) yang ditunjuk untuk menggagalkan pembongkaran makam Nabi, yang dilakukan pemerintah Arab Saudi ketika itu, beliau “disepelekan” ulama Sunni dan Syiah Arab. Namun begitu beliau bilang muridnya Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari, langsung ulama Sunni dan Syiah hormat ke beliau (Mbah Wahab) karena ta’dzim kepada Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari.

    Lha kok sekarang, ada orang HTI si Felix yang muallaf (baru masuk Islam) berani-beraninya berkata nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana berlawanan statemen dengan Hadratussyeikh. Dengan “ijtihad” beliau Hadratussyeikh yang meletakkan posisi Islam dan Indonesia, keislaman dengan kebangsaan dalam satu nafas sehingga didapatkan jargon HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air sebagian dari iman.

    Eeehhhh…..si Felix justru bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana bertentangan dengan apa yang di-“fatwa”-kan KH Hasyim Asyari. Beliau Hadratussyeikh itu paham sekali Alquran Hadits. Hadratussyeikh mendapat ijazah dan sanad langsung hadits Shahih Bukhari Muslim. Beliau juga hafal dan paham kutubussittah beserta rijalul haditsnya.

    Lha kok……. si Felix bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang.menentang Hadratussyeikh, beliau telah menelorkan jargon hubbul wathon minal iman. Apakah si Felix lebih alim dari Hadratussyeik KH Hasyim Asyari. Padahal ketika itu beliau adalah satu-satunya ulama rujukan, baik ulama Timur Tengah maupun Indonesia. Bung Karno pun saat mau memutuskan perjalanan bangsa Indonesia selalu mohon arahan dan doa restu Hadratussyeikh.

    HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air (nasionalisme) sebagian dari iman. Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari berkata:

    “Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan”

    Doa Nabi ﷺ :
    “Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah” (HR Bukhari).

    Doa kami bangsa Indonesia:
    “Ya Allah, jadikan kami mencintai Indonesia seperti cinta kami kepada Makkah dan Madinah, kota yang dicintai Rasul-Mu”

    Lha kok ada anak kemarin sore, dedengkot HTI berani menegasikan beliau Hadratussyeik. Ya, hanya satu kata untuk si Felix, belajar lagi.(abi-sorban)

  • MUDAH BAGI ALLAH MEMBUKA TOPENG ORANG YANG TAK PUNYA ADAB DI NEGERI INI.

    MUDAH BAGI ALLAH MEMBUKA TOPENG ORANG YANG TAK PUNYA ADAB DI NEGERI INI.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Terlihat spektakuler, Alhamdulillah menemukan video Panjangnya, tidak sepotong-sepotong, ini Felix sedang membahas Pancasila, dia seakan akan paham betul dan menjelaskan ngalor dan ngidul dengan sangat baik, para pendengarnya juga sangat Khidmat dalam mendengarkannya.

    Sepintas terlihat sangat ‘Alim melebihi ‘Alimnya Hadrotu Syaikh K.H Hasyim Asy’ari yang merestui Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Ya saya pun terpana mendengarnya, dengan bahasa yang ringan dia mencoba menelaah Pancasila.

    Kebodohannya dibuka oleh Allah saat ia berkata : “Nggak mungkin khidmah bisa diartikan kalau orang tidak membaca Al-Qur’an”

    Lalu membaca Surat Al Jum’at ayat 1, bukan hanya membaca tetapi ia juga mencoba tuk menafsirkannya sendiri, menurut seleranya.

    https://youtu.be/AwlmR6e8uDc

    Saran aja buat Felix: “Lain kali kalau ingin terlihat pintar di depan orang jangan membaca Al Qur’an, cukup terjemahan aja, Oke! Soalnya kalau kamu baca Al Qur’an seketika terlihat sangat bodoh sekali, dari segi apapun, Makhrojnya, Tajwidnya, dan Nahwunya. Membedakan Harokat nggak bisa, bahkan membedakan Ma’rifat dan Nakiroh saja kau tak bisa, tapi seakan sudah merasa lebih hueeebat dari Guru kami Hadrotusysyaikh K.H Hasyim Asy’ari yang menanamkan Cinta Pancasila & Tanah Air.

    Bila ayat Al Qur’an saja kau berani permainkan dengan santainya (tidak takut dosa merubah-rubah ayat) bagaimana dengan orang awam yang tidak tau apa-apa? Dan mereka tahunya kau panutan? Sedang kau sangat berantakan membaca ayat Al Qur’an, betapa beratnya bebanmu di akhirat, belum ngaji tapi sudah semangat menggurui.

    Mengapa Felix Siauw Berani Sembarangan Membaca Qur’an?

    Wallahu A’lamu.

    Penulis: Gus Abdul Haris, Ketua Rijalul Ansor Ranting Ansor NU Wonokromo Pleret Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengasuh Pesantren Nurul Istadz Wonokromo Pleret Bantul