Tag: gus miek

  • HAUL AKBAR PP AL FALAH PLOSO KEDIRI | IMAP MOJOKERTO, DI ADAKAN DI PACET

    HAUL AKBAR PP AL FALAH PLOSO KEDIRI | IMAP MOJOKERTO, DI ADAKAN DI PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada Peringatan Haul Gus Miek ke-28 itu melibatkan IMAP MOJOKERTO ITTIHADUL MUTAKHORRIJIN AL FALAH PLOSO MOJOKERTO (Ikatan Alumni Al Falah Ploso Kediri). diadakan di Pondok Pesantren Al Falah Pacet Mojokerto dengan pelayanan serta perlindungan Satkoryon BANSER Pacet, menambah tertibnya kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 wib.

    Kamis, 27 Agustus 2020, Lantunan sholawat dan doa mewarnai Haul ke – 28, sosok ulama kekasih Alloh dikenal santun dan memilih merakyat melakukan syiar agama, KH. Chamim Jazuli yang akrab disebut Gus Miek. Semasa hidupnya, Gus Miek dikenal dengan Kiai yang nyleneh dan penuh karomah dalam berdakwah. Seperti berdakwah di tempat-tempat pelacuran, kesarang penyamun dan bajingan.

    Acara Haul tersebut di perintahkan untuk diadakan di tiap-tiap kabupaten dikarenakan sekarang lagi musim pandemi covid-19 sehingga dalam pelaksanaannya tidak bisa diadakan seperti biasanya.

    Koordinasi dan silaturrahmi antar alumni Al Falah Ploso Kediri yang berlangsung dengan sangat baik, menghasilkan kesuksesan kegiatan tersebut meskipun dilaksanakan di Tiap-tiap Kabupaten. (abi sorban)

  • NU Banyak Difitnah Setelah Gus Dur

    NU Banyak Difitnah Setelah Gus Dur

    cyberaswaja.online- Menurut Gus Miek, Gus Dur itu adalah paku buminya NU. Saat Gus Dur masih hidup, tidak ada yang berani ngotak-ngatik NU, kalaupun ada paling cuma satu, yakni penguasa Orde Baru. Bila Gus Dur menunjuk batang hidung seseorang dengan sebutan pengacau, maka orang itu nggak bakal berani melanjutkan aksinya,
    .
    Di masa kepemimpinan Gus Dur, NU berhasil menempatkan dakwah Islam Yang Murni Rahmatan Lil’Alamin, tanpa tindakan destruktif apalagi anarkis. Tahun 1992, ketika Gus Dur melakukan show of power NU menghadapi tekanan rezim orba saat itu, semua wajah dunia tertuju pada Gus Dur. 1 juta lebih manusia berkumpul menggetarkan Jakarta dan dunia.
    .
    Jutaan manusia yang menggetarkan Jakarta itu, dalam barisan ulama terlihat ada KH Kolil Bisri, KH Ilyas Ruhiyat, KH Muslim Rifai Imam Puro, KH Abdullah Faqih Langitan, KH Abdullah Abbas Buntet dan lainnya. Bahkan dari Pesantren Buntet Cirebon konon ikut mengirim ribuan jin ke acara itu, makanya di tengah-tengah lapangan itu terlihat dikosongkan. Di situlah jama’ah jin dari Buntet itu bersimpuh.
    .
    Setelah Gus Dur wafat, para pembenci NU makin mendapat angin segar untuk menghantam NU. Banyak ormas dan aliran yang tidak sejalan dengan khittah NU, menghembuskan fitnah kalau PBNU itu sudah melenceng dari khittah NU. Mereka menghembuskan isu dan fitnah yang memecah-belah.
    .
    Menghadapi ini semua, kita jadi kembali teringat pertemuan antara Gus Dur dan Gus Miek.
    .
    “Gus, sampean itu paku buminya NU. Kelak sepeninggal sampean NU bakal kena fitnah,” kata Gus Miek yang sedang di beranda Langgar makam wali Tambak.
    .
    “Kenapa bisa begitu Gus. Apakah sudah tidak ada lagi para masyayikh yang menjaga NU?” tanya Gus Dur.
    .
    “Bukan karena itu Gus, tapi itu disebabkan dunia sudah di atas kepala warga NU dan banyak orang bodoh yang mencabik NU,” jawab Gus Miek.
    .
    Kemudian kedua tokoh besar NU itu berdo’a dengan khusyu sambil sesekali sesegukan menahan tangis.
    .
    Selesai berdo’a wajah Gus Miek sumeringah sambil mengatakan, “Fitnah yang ditujukan pada NU hanyalah seumur jagung.” Mendengar itu Gus Dur tertawa lepas.

    Gus miek dan Gus Dur
    Al fatehah… (infokom ansor banser nu)