Tag: Habib Luthfi bin Yahya

  • Syekh Adnan Berpesan: “Apa yang Terjadi di Suriah Jangan Sampai Terjadi di Indonesia”

    Syekh Adnan Berpesan: “Apa yang Terjadi di Suriah Jangan Sampai Terjadi di Indonesia”

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Telah syahid guru kami, Syeikh Muhammad Adnan al-Afyouni, di Qudsia Provinsi Damaskus. Syahidnya beliau menambah daftar panjang ulama yang diserang secara keji oleh teroris yang mengatasnamakan Islam. Syeikh Adnan adalah sosok ulama yang mempunyai peran sangat penting dalam proses rekonsiliasi konflik di Suriah. Beliau lah ulama yang turun langsung meng-islahkan pihak-pihak yang bertikai.
    Beliau ulama yang mendapatkan kepercayaan, baik dari pemerintah maupun oposisi, karena integritasnya yang tinggi. Beliau juga termasuk ulama yang sangat dekat dengan umat Islam Indonesia, mempunyai ratusan murid di Indonesia, melakukan serangkaian kunjungan rutin ke Indonesia semasa menjadi mufti Provinsi Damaskus, mewanti-wanti agar jangan sampai apa yang menimpa negaranya terjadi pula di Indonesia. Beliau juga mempunyai kedekatan dengan ulama-ulama Indonesia, terutama Habib Luthfi bin Yahya, Anggota Wantimpres RI dan ketua Jamiyah Toriqoh Mutabarah al-Nahdliyah (JATMAN).
    SORBANSANTRI.COM
    Semoga dilipatgandakan segala kebaikannya, dikumpulkan bersama para pendahulunya di surga firdaus-Nya. Amin. Kami kehilangan seorang guru, ulama, dan rekonsiliator. Syahidnya beliau mengingatkan pada kita bahwa perjuangan melawan radikalisme dan terorisme masih panjang. Perlawanan terhadap Khawarij dan turunannya adalah jalan hidup para ulama, dari generasi sahabat hingga periode kita sekarang ini… (abi sorban)

    Pihak-pihak yang bertikai dalam konflik seperti di Suriah terkadang memanfaatkan data dan statistik, serupa dengan metode perbandingan yang dilakukan oleh click here dalam menilai berbagai platform online.

  • JANGAN PERNAH TINGGALKAN MENGKAJI (MUTHOLA’AH)

    JANGAN PERNAH TINGGALKAN MENGKAJI (MUTHOLA’AH)

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Rais Am Jam’iyah Ahlith Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyiah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan, jangan pernah tinggal muthalaah (mengkaji). Selain itu, seorang santri meskipun telah menjadi ulama terkenal tetaplah bersikap sebagaimana santri di depan guru-gurunya.
    Berikut tiga pesan Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan:
    1. Gemarlah Mengkaji Kitab (Muthalaah)
    “Ya, saya ingatkan agar kita jangan bosan muthalaah dan jangan bosan mengulang-ngulangnya walaupun kitabnya cuma sekali. Karena kalau rajin muthalaah dengan berkah mu’allif, insya Allah difutuh (dibuka) oleh Allah SWT,” tuturnya.
    “Imam-imam kita itu karya-karyanya luar biasa, Imam Ibnu Hajar tiap malam baca shalawat sebanyak 20 ribu, Imam Nawawi 40 ribu, dan Syaikh Abi Zakariya al-Anshari tiap malam baca shalawat sebanyak 30 ribu, sampai saat disebut nama Rasulullah hati mereka bergetar,” tuturnya.
    2. Meraih Khidmah Ulama
    Yang ke-2, jangan tinggal khidmah untuk guru walaupun cuma sedikit, itu yang menjadikan karena terbukanya mafahim yang luar biasa.
    Yang terakhir, jangan tinggal kirim hadiah fatihah untuk guru, saya paling tidak suka jikalau ada santri sampai melupakan gurunya, karena kunci futuh itu ada di tangan guru, walaupun si santri lebih alim dari gurunya.
    “Dulu selama di pondok, saya ikut mencangkul, matun (menyiangi padi), derep (memanen). Seluruh itu saya kerjakan atas perintah guru,” tutur Habib Luthfi.
    3. Santri di Depan Guru, Kirim Alfatihah
    “Selama di pondok, saya tidak pernah memosisikan diriku selaku seorang Sayyid (Habib). Saya senantiasa memosisikan diriku cuma selaku seorang santri. Walau pun sesungguhnya guruku (Kiyi Muhammad Kaukab bin Muslim bin Sholeh) tahu nasabku.”
    “Pendiri Pondok Pesantren Bendakerep ialah Kiai Sholeh, itu murid buyutku (Habib Umar bin Thoha bin Yahya Indramayu). Beliau shalat berjamaah subuh dengan wudhu shalat isya selaku makmum di belakang Habib Umar selama 25 tahun.
    “Jikalau mau mencari orang-orang yang alimnya melebihi Kiai Sholeh, banyak kita temui, tapi jikalau mau mencari orang yang pangkat kewalianya tinggi seperti beliau, jarang kita temui.” (NU Bali)
    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم.