Tag: Hari Santri

  • Pegawai SPBU kenakan BANSER di hari Pahlawan 10 November 2020

    Pegawai SPBU kenakan BANSER di hari Pahlawan 10 November 2020

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ada yang unik dihari pahlawan kemarin, disebuah SPBU di kota Kendal terlihat sesosok pegawai SPBU cantik yang mengenakan baju BANSER. Sembari dengan senyum ramah melayani para pembeli SPBU, tanpa canggung ia merasa percaya diri dan gagah mengenakan baju kebanggaan Banser itu .
    Dalam rangka memperingati hari pahlawan SPBU Jambe Arum yang berada di kecamatan Patebon Kendal ini mewajibkan karyawannya untuk memakai atribut pahlawan. Nelisa (22th) pegawai SPBU cantik asal Pekalongan ini lebih memilih memakai seragam kebanggaan Banser, ia menuturkan , hal ini ia lakukan karena ia bangga terhadap Banser yang dari dulu hingga sekarang tetap konsisten menjaga negeri ini.
    “saya nge-fans dengan Banser dan saya bangga dengan Banser” tuturnya sembari melayani para pembeli bahan bakar di tempat kerjanya.
    Tak dapat dipungkiri hal ini membuat para pembeli tertarik dan banyak yang mengajak Selfi denganya.
    Doc.pers (Mahfud.eS)
  • JAS HIJAU YANG HILANG DI ORDE BARU

    JAS HIJAU YANG HILANG DI ORDE BARU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – TKR pertama, Yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin.
    Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI.
    Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy’ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini.
    Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya para Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU masih punya tentara swasta namanya Banser, ya gak dibayar. Wkwkwk
    Tentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama perjuangan 45 sampai di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara.
    Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yang terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.
    Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak, setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sbg Hari Santri.
    Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang sdh selesai kok, Begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi.
    Jika resolusi jihad ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian dari resolusi jihad, baru masuk akal; “Oya, mereka marah karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”.
    Fatwa Jihad muncul karena Presiden Soekarno meminta fatwa kepada PBNU: apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui.
    Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.
    Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin.
    “Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris”, begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”.
    Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. “Pokoke wong krungu jihad.. jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim…”. Berduyun-duyun, arek2 Suroboyo sudah keluar rumah semua dan langsung tawur sambil teriak ‘Allahu Akbar’ dan itu berlangsung 27 Oktober. Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh.
    Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia yg bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh.
    Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai.
    Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya karena malu.
    Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst. tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara,” begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.
    Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.
    Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru pulang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a’in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor.
    Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek,Kediri, wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU.
    Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya menewaskan Brigadir jendral Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanipulasi.
    (bedah buku “Fatwa dan Resolusi Jihad” di Pondok Lirboyo 3 November 2017.)
    (abi sorban)
  • Ratusan kader NU Jetis sambut kedatangan panji bendera NU di acara kirab hari santri

    Ratusan kader NU Jetis sambut kedatangan panji bendera NU di acara kirab hari santri

     

    Sorbansantri.com — Sekitar seratusan orang yang terdiri dari berbagai banom dan lembaga NU berkumpul di halaman MTs MA Darul Ulum Ngabar, Jumat 05 November 2021. Mereka berkumpul guna seremonial penyerahan panji pataka dan bendera yang diestafetkan dari kecamatan Kemlagi kepada Kecamatan Jetis.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian acara yang masuk kedalam program Kirap bendera yang digagas oleh PC Ansor Kabupaten Mojokerto. Rencananya sebanyak 52 bendera yang terdiri dari bendera merah putih, lajnah, banom, dan lembaga NU akan diarak secara estafet dari kecatamatan satu ke kecamatan lain se kabupaten mojokerto.

    Serah terima yang dilangsungkan oleh kecamatan kemlagi kepada kecamatan jetis berjalan khidmat namun meriah. Antusias para peserta terlihat jelas ketika mengitu serah terima bendera tersebut. Seluruh banom dan lembaga hadir lengkap dengan menganakan seragam banom dan lembaganya masing-masing.

    Dalam sambutannya Abah Usail selaku Ketua MWC NU Kecamatan Jetis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap peserta yang hadir dengan penuh antusias menjadi pelaku sejarah akan kegiatan yang baru diadakan pertama kali di kabupaten mojokerto ini. Beliau juga berpesan untuk mengawal bendera-bendera itu sampai titik darah penghabisan sebagai wujud pengabdian dank e tawadhu’an kita kepada para kyai.

    Setali tiga uang, gus Ibnu selaku ketua Ansor PAC kecamatan jetis juga menyampaikan hal yang hamper serupa. “ Jihat yang dilakukan para pejuang di masa lalu adalah dengan mengangkat senjata memperjuangkan kemerdekaan, sekarang ketika kita melakukan syiar dengan melakukan kirab mengelilingi se antero kecamatan jetis, adalah perwujudan aksi nyata kita untuk berjihat mengisi kemerdekaan dengan hal positif yang bernilai kebaikan”

    Bendera yang sudah diterima tersebut selanjutnya diarak dengan berjalan kaki menuju gedung MWC NU Jetis untuk selanjutnya di istirahatkan selama semalam. Rencananya, besok sabtu 06 November 2021 kesemua bendera itu akan di arak berkeliling kecamatan jetis menggunakan kendaran bermotor dengan garis finishnya adalah gedung MWC NU Kecamatan Gedeg.

    Rangkaian kegiatan kirab bendera tersebut akan berakhir pada Hari minggu tanggal 21 November 2021 yang di tutup dengan apel akbar yang di ikuti oleh semua anggota ansor banser se kabupaten mojokerto. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang dilakukan oleh Kepengurusan PC Ansor Kabupaten Mojokerto sebagai penutup masa jabatan. (Any sorban)

  • BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    SORBAN SANTRI ~ Kalau pada hari pahlawan warga masyarakat banyak yang melakukan upacara untuk memperingati hari bersejarah itu, ada seorang BANSER dari madiun jawa timur untuk mengenang dan memperingati hari pahlawan dia melakukan napak tilas dengan berjalan kaki seorang diri dari kota madiun menuju srono banyuwangi tempat deklarator ANSOR pertama kali, BANSER tersebut bernama EKO HADI memulai perjalannya hari selasa(10/11/2020) sekitar jam 11, Meskipun usia sudah 54th dan sudah mempunyai dua cucu dari kedua anaknya tapi semangatnya bagaikan usia 17 tahun

    SORBANSANTRI.COM

    Sahabat EKO HADI BANSER MADIUN sambil membawa bendera BANSER saat milintas di mojokerto

    Madiun banyuwangi memang satu propinsi tapi satu di wilayah barat jawa timur dan yang satunya di wilayah timur jawa timur dengan jarak kurang lebih 420km dan bila di tempuh dengan jalan kaki bisa 4 atau 5 hari tanpa istirahat namun sahabat EKO HADI seorang BANSER ini dengan semangat yang tinggi mengerakan langkahnya untuk mengenang jasa jasa para pahlawan yang mungkin akan lebih dari satu minggu karena di perjalanannya dia juga singgah ke makam para kyai dan ulama yang di liwati jadi jarak tempuh bisa mencapai 600km

    Saat melintas di mojokerto team SORBAN sempat mewawancarainya dan bercerita bahwa BELIAU sempat mampir ziarah ke makam para kyai yang di liwati, antara lain KH WAHAB HISBULLOH , MBAH SAYIT SULAIMAN, bahkan mampir juga ke makam RIYANTO BANSER pahlawan kemanusian dengan di dampingi beberapa peesonil banser kota mojokerto, saat memasuki wilayah bangsal mojokerto kehadirannya di sambut 20 personil BANSER SATKORYON BANGSAL dan pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    SORBANSANTRI.COM

    Saat ziarah ke makam BANSER RIYANTO pahlawan kemanusiaan

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan BANSER SATKORYON BANSAL kepada sahabat EKO HADI

    BELIAU melakukan napak tilas ini selain memperingati hari pahlawan juga hari santri nasianol serta sumpah pemuda dengan harapan bisa mengugah para kader ansor dan pemuda pemuda agar lebih semangat dan termotifasi lagi dalam berorganisasi di ANSOR BANSER guna mengisi kemerdekaan yang di raih oleh para kyai dan pahlawan

    Salah satu pengurus PAC GP ANSOR BANSAL Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM yang ikut menyambut kehadiran sahabat EKO mengatakan ” Ini salah satu pelajaran yang di berikan oleh sahabat EKO HADI dari Madiun karena dengan usia 54 BELIAU tetap semangat berorganisasi dan loyalitas yang tinggi untuk organisasi, kita yang masih muda muda ini harus bisa meniru semangat beliau, dan semoga perjalanan BELIAU lancar tidak ada halangan apapun”

    SORBANSANTRI.COM

    Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    Setelah istirahat sebentar dengan minum teh hangat yang di sajikan oleh sahabat sahabat BANSER bangsal beliau langsung meneruskan perjalanan ke mojosari dan di mojosaripun sudah menunggu beberapa personil BANSER

    by: sodikin sorban

  • lirik dan lagu mars Hari Santri Nasional

    lirik dan lagu mars Hari Santri Nasional

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Peringatan Hari Santri Nasional ditetapkan sejak tahun 2015 oleh Presiden Jokowi. Sehingga pada tahun ini bertepatan dengan perayaan yang ke 5. Hari Santri Nasional 2020 kali ini mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” Dalam memperingati Hari Santri Nasional 2020 tidak jarang para santri dan pesantren menyanyikan lagu mars Hari Santri.

    Berikut ini adalah lirik dan lagu mars Hari Santri Nasional 2020:

    22 Oktober 45- Resolusi jihad panggilan jiwa
    Santri dan ulama tetap setia
    Berkorban pertahankan Indonesia

    Saat ini kita telah merdeka
    Mari teruskan perjuangan ulama
    Berperan aktif dengan dasar pancasila
    Nusantara tanggungjawab kita

    Hari santri, hari santri, hari santri
    hari santri bukti cinta pada negeri
    Ridho dan rahmat dari Ilahi
    NKRI harga mati

    Ayo santri, ayo santri, ayo santri
    Ayo ngaji dan patuh pada kyai
    Jayalah bangsa jayalah negara
    Jayalah pesantren kita

    Mari bersiap kita berangkat
    Ke pesantren dengan penuh semangat
    Raih cita-cita luruskan niat
    Mengabdi tuk kemaslahatan umat

    Hari santri, hari santri, hari santri
    hari santri bukti cinta pada negeri
    Ridho dan rahmat dari Ilahi
    NKRI harga mati

    Ayo santri, ayo santri, ayo santri
    Ayo ngaji dan patuh pada kyai
    Jayalah bangsa jayalah negara
    Jayalah pesantren kita

    Jayalah bangsa negara
    Jayalah Indonesia
    Jayalah Indonesia

    (abi sorban)

    #sorbansantrinu

  • MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ditengah maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia ini dirasakan sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi sudah banyak pemikiran yang sudah masuk dalam tubuh organisasi NU itu sendiri. Mengingat NU adalah organisasi yang besar maka, banyak pula permasahalan – permasalahan kecil yang berpotensi merusak marwah NU.

    Dalam peringatan hari santri 22 Oktober 2020, semua banom NU yang ada di Kecamatan Pacet Mojokerto seperti Fatayat, muslimat,IPNU,IPPNU,Pagar Nusa, Ansor Banser dll, berpumpul menjadi satu dengan tekat 1 komando Dalam Menjaga Ideologi Aswaja Annahdliyah. Sebagai penggerak kader, tentunya Ansor dan Banser kec.pacet mojokerto sangat bersemangat menyatukan semua kader NU sebagai perwujudan benteng yang kokoh dengan maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia khususnya kawasan Pacet Mojokerto dan sekitarnya.

    Selasa, 21 Oktober 2020, semua kader berkumpul di Gedung Ghara MWC NU Pacet untuk mengikuti acara peringatan hari santri 2020. Dimulai dari pengurus dan para kader berkumpul ± 200 kader yang menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai dari pukul 18.30 wib dan selesai dini hari pukul 00.00 wib. Semuanya kompak dan semangat dalam mengikuti setiap tahapan acara seperti Pembacaan kitab Tarqiyatul Mujarrob Bilwaliyil Muqorrob, Makhallul Qiyam, dan Pembicara yang bertemakan PERAN KADER DALAM MENJAGA IDEOLOGI ASWAJA ANNAHDLIYAH.

    Harapan dari kegiatan ini adalah, menjaga marwah NU, memperkokoh Ideologi NU khususnya warga dan kader NU dikecamatan Pacet Mojokerto agar tidak mudah diporak porandakan oleh semua yang mengancam organisasi NU. Selain itu juga, kegiatan ini bermaksud untuk meluruskan lagi saudara-saudara kader NU yang lalai dalam berjuang dan berkhidmat di NU, sehingga benar-benar di akui menjadi santri oleh mbah hasyim asy’ari selaku pendiri organisasi terbesar di Dunia, yaitu Nahdlotul Ulama’.

    Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan ke 11 kali belum genap 1 bulan, yang dilaksanakan secara bergilir dari desa ke desa se Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. dan diharapkan bisa istiqomah dalam Giat Rutin Kader Penggerak NU. (abi sorban)

  • LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tahun ini bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa, khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Sampai saat ini pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster, dan kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir.

    Dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, kami RMI PBNU sengaja mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo ayo mondok pakai masker, sebagai spirit untuk kita semua selalu menjaga kesehatan, semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan Pesantren Sehat maka Indonesia akan Kuat.

    Bersama ini RMI PBNU menghimbau kepada kalangan pesantren untuk :

    1. Senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren
    2. Semua warga pesantren terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19, supaya visi misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang.
    3. Mesnsosialisasikan logo Hari Santri 2020

    Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari fitnah covid-19, Aamiin.. (abi SORBAN)