Tag: haul

  • Haul Ke-9 Nyai Mahmudah di Mojokerto: Pentingnya Menyambung Ilmu dan Rasa kepada Wali Allah

    Haul Ke-9 Nyai Mahmudah di Mojokerto: Pentingnya Menyambung Ilmu dan Rasa kepada Wali Allah

    MOJOKERTO – Ratusan jamaah dari berbagai wilayah memadati lokasi haul tahunan Nyai Hj. Mahmudah binti Syarif Hidayatullah (almh) atau yang akrab disapa Nyai Arum Pandansari. Acara yang digelar di dekat kompleks makam almarhumah, tepatnya di Dusun Jogodayoh, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, berlangsung khidmat pada Kamis malam (14/5).

    Acara pengajian dan haul ini diselenggarakan oleh panitia setempat dengan harapan dapat terus berlangsung setiap tahun secara istiqomah. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Jabon, Khoirul Rozikin, Dandim Mojokerto beserta jajaran, serta perwakilan dari forum musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Mojoanyar.

    Selain itu, acara juga dihadiri oleh para ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Mojoanyar dan NU Desa Jabon, tokoh masyarakat, serta kaum muslimin dan muslimat dari berbagai daerah sekitar.

    Sorotan Utama: Menyambung Ilmu dan Rasa kepada Wali Allah

    Acara inti pengajian disampaikan oleh KH. Muslikhuddin Abbas, yang merupakan anggota Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Mojokerto. Dikenal dengan sapaan akrab Abah Lik, penceramah ini dinilai oleh panitia sebagai sosok yang ahli dalam hal “pernasaban” (penelusuran garis keturunan) para ulama dan kiai.

    Sebelum memulai ceramah, MC Ali Isti’adi menyampaikan bahwa pihak panitia sengaja menghadirkan Abah Lik untuk menjelaskan secara rinci nasab Nyai Mahmudah, baik dari sisi keilmuan maupun garis keturunan.

    Dalam ceramahnya, Abah Lik lebih menyoroti pentingnya menyambung ilmu kepada para ulama, terutama kepada wali Allah. Menurutnya, cara yang utama untuk bisa “nyambung” dengan para wali Allah adalah dengan menghormati fatikhah melalui ruh mutafarriqoh.

    Lebih lanjut, Abah Lik menegaskan bahwa menyambung jiwa (nyowo) dengan ruh roso (rasa batin) jauh lebih penting daripada hal-hal lainnya. Maksudnya, para jamaah diharapkan dapat menerima rasa yang sama dengan apa yang dirasakan almarhumah Nyai Mahmudah semasa hidupnya. Sepanjang ceramah, para jamaah (sami’in) terlihat antusias dan khusyuk mengikuti setiap pesan yang disampaikan.

    Apresiasi Pemerintah Desa: Wujud Hormat kepada Ulama

    Kepala Desa Jabon, Khoirul Rozikin, yang hadir sejak awal hingga akhir acara, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat keagamaan yang tinggi di wilayah yang dipimpinnya. Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga dan menjalin kerukunan antarwarga di Dusun Jogodayoh dan sekitarnya.

    “Kehadiran saya di sini adalah sebagai bentuk hormat dan takzim kepada para ulama NU, khususnya dalam rangka mengenang almarhumah Nyai Mahmudah,” ujar Khoirul Rozikin.

    Sementara itu, perwakilan panitia, Hendro, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar acara haul tahunan ini senantiasa dapat digelar dengan baik dan lancar setiap tahunnya.

    Doa Bersama dan Penutup

    Rangkaian acara haul ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Tanfidz Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Mojoanyar. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti para jamaah yang hadir, menandakan selesainya rangkaian peringatan haul ke-9 Nyai Mahmudah dengan penuh makna.

  • Peringatan Haul Ke-16 Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar: Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yya

    Peringatan Haul Ke-16 Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar: Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yya

    wp.sorbansantri.com -Cirebon, Jawa Barat – Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yyah” siap menggelar peringatan Haul Ke-16 untuk mengenang sosok Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar, tokoh yang telah memberikan banyak jasa dan pengajaran bagi para santri. Acara yang bertajuk “Temu Kangen Santri” ini akan diselenggarakan pada Minggu, 11 Agustus 2024.

    Panitia Haul, yang dipimpin oleh Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yyah”, telah menyiapkan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan haul ini. Mulai dari pembacaan Al-Qur’an, tausiyah, doa bersama, diskusi keagamaan, hingga lomba keislaman akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan meningkatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu.

    Santri dan alumni Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yyah” diundang untuk hadir dalam acara tersebut di lokasi pesantren yang terletak di Bodoelor, Plumbon, Cirebon, Jawa Barat. Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum yang berharga untuk mengenang jasa-jasa Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar serta memperkokoh solidaritas dan semangat keagamaan di kalangan santri.

    Dengan menghadiri acara sesuai dengan undangan yang diberikan, diharapkan peserta dapat turut serta dalam rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Semoga peringatan Haul Ke-16 ini menjadi momen yang bermakna bagi seluruh peserta dan dapat menginspirasi semangat keagamaan dan pengabdian bagi para santri. (AI Sorban)

  • Memperingati Keharuman Spiritual: Peringatan Haul Ke-6 KH Ahmad Ali Yunus

    Memperingati Keharuman Spiritual: Peringatan Haul Ke-6 KH Ahmad Ali Yunus

    wp.sorbansantri.com – Pondok Pesantren Darul Karomah telah mengirimkan panggilan istimewa kepada seluruh masyarakat untuk merayakan peringatan Haul Ke-6 KH Ahmad Ali Yunus Hadi Wibowo dengan semarak keberkahan dan keagungan spiritual. Acara yang dijadwalkan pada Jum’at Kliwon tanggal 03 Mei 2024 / 24 Syawal 1445 H, pukul 19.00 WIB, di Pondok Pesantren Darul Karomah, Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, akan menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan rohani komunitas tersebut.

    Rangkaian acara haul ini telah dirancang dengan teliti untuk memberikan pengalaman yang mendalam dan berkesan bagi para hadirin. Dimulai dengan Majlis Khotmil Qur’an dari pukul 05.00 hingga 14.00, acara akan mencapai puncaknya dengan pembukaan resmi haul ke-6, termasuk rangkaian qiro’ah, sambutan dari perangkat dan panitia pada pukul 19.00 hingga 19.30. Kemudian, pada pukul 19.30 hingga 20.00, akan dilakukan pembacaan manaqib KH. Ahmad Ali Yunus Hadi Wibowo, diikuti oleh Mauidhoh hasanah dan doa penutup yang akan disampaikan oleh KH. Ahmad Syamsuddin pengasuh PP. Miftahul Qulub (Tawar) dimulai pukul 20.00 hingga selesai.

    Peringatan Haul Ke-6 ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan waktu yang tepat untuk mengenang dan memperingati jasa-jasa besar KH Ahmad Ali Yunus Hadi Wibowo dalam memimpin jalan spiritual di Pondok Pesantren Darul Karomah. Kehadiran Anda dalam acara ini akan menjadi dukungan dan wujud rasa hormat serta kebersamaan dalam merayakan keharuman spiritual yang telah diwariskan.

    Pondok Pesantren Darul Karomah dan seluruh keluarga besar mengundang Anda untuk turut serta dalam momen berharga ini, menyemarakkan semangat kebersamaan dan keagungan perjalanan rohani. Ayo, bersatu dalam doa dan kehadiran pada Haul Ke-6 ini, menambahkan warna keberkahan dalam kehidupan bersama.(AI Sorban)

  • Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Seseorang yang dianggab berjasa atau orang yang di pandang sebagai sesepuh di suatu daerah pastinya jasanya akan selalu di kenang oleh masyarakat bahkan mendapatkan tempat yang mulia walau beliau sudah wafat.

    Pada hari selasa (22-03-22) malam warga kesemen mengadakan haul mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ke XVII yang bertempat area pesarean di dusun Kesemen desa Kesemen kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto.
    Peringatan haul ini diadakan warga rutin setiap setahun sekali yang di pelopori oleh KH.Ahmadun Bashori selaku tokoh agama di desa tersebut beserta tokoh pemuda Solehuddin dan juga dari pihak pemerintahan desa kususnya Anton Kurniawan selaku kepala desa setempat dan di dukung oleh tokoh agama yang lainnya.

    Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya para tokoh agama, pejabat pemerintahan dan perangkat desa Kesemen, pengurus ranting dan anak ranting NU desa Kesemen, beserta banom banom nya dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut ustad Khoiron selaku ketua panitia mengatakan “acara ini bertujuan untuk kirim doa kepada leluhur dan pelaksanaanya pun selalu di bulan ruwah atau bulan sya’ban tanggal 20 kalender jawa, atau di 10 hari sebelum datangnya bulan suci romadhon tiba”,sebelum pra acara pengajian umum dari panitia melaksanakan kegiatan pembacaan khotmil qur’an semalam suntuk di mulai ba’da sholat isya’ sampai setelah subuh dan hingga hatam, di teruskan malam ini acara puncaknya yakni peringatan pengajian umum yang menghadirkan muballigh dari Mojokerto kyai Mohammad Assa’dullah, yang sebelumnya di awali dengan pembacaan istighosah yang dimpin oleh KH.Ahmadun Bashori, tuturnya

    Menurut pak Wagi dan pak Wiyanto selaku juru kunci pesarean mengatakan bahwasanya pesarean mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ini sangat keramat sekali dan tak ayal banyak peziarah yang datang baik warga lokal maupun warga yang dari luar daerah dengan tujuan ngalab barokahnya dengan mengirimkan doa doa ada juga yang sembari membaca al qur’an ketika berada di dalam area pesarean tersebut.

    Di sekitaran pesarean ada bangunan musholla yang selalu istiqomah di buat sholad berjama’ah yang di pandegani oleh abah Sholeh Muhammad beserta kawula muda di desa kesemen.

    Harapannya semoga dengan acara haul mbah Junggo masyarakat desa kesemen dan sekitarnya semakin guyub, rukun dan mudah mudahan selalu di beri kesehatan, umur panjang serta keberkahan rizki untuk bekal hidup sehari harinya.

    (Hasan-Ngoro)

  • KEALIMAN SAYYIDATUNA AISYAH

    KEALIMAN SAYYIDATUNA AISYAH

    SORBANSANTRI.COM

    sorbansatri.com – Sejak munculnya lirik lagu tentang istri Baginda Rasulullah , Sayyidah Aisyah, banyak orang kemudian mencari sosoknya. Mereka menemukan berbagai tulisan antara yang mengkritik dan yang memuji kehidupan Sayyidah.

    Beliau memang sosok yang banyak ditulis dalam berbagai kitab. Penulis temukan misalnya, Ad-Durru al-Stamin min Sirah Sayyidah ‘Aisyah Umm al-Mu’minin Radhiallah ‘Anha, dari Markaz Buhust wa Dirasat. As-Sirah al-Mu’atharah fi Manaqib Ummi al-Mu’minin Aisyah, karya Turki bin Hasan. Qoshirah al-Waidh al-Andalusi fi Manaqib umm al-Mu’minin Al-Ashdiqah al-Aisyah, karya Abi Imran Musa. Dan banyak sekali kitab yang menceritakan beliau.

    Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku yang ditulis oleh seorang al-mustasyriq (orientalis), saya lupa judul bukunya. Ia banyak tuduhan yang kurang baik, bahkan sangat tidak pantas kepada Nabiyuna dan Ummahatul Mu’minin, terutama kepada Sayyidah Aisyah, terkait dengan umur pernikahannya, umur Nabi dan lainnya. Mengapa anggapan ini muncul, karena penulis ini, membaca dan membandingkan dengan perempuan zamannya (modern, zaman ini), tidak melihat bagaimana kondisi perempuan pada masa Sayyidah Aisyah lahir, juga perempuan sebelum kelahiran beliau, dan juga mungkin beberapa tahun setelah beliau tiada.

  • RIYANTO BANSER NU

    RIYANTO BANSER NU

    Sederhana namanya mudah di ingat. Seorang banser nu yg rela berkorban nyawa demi menyelamatkan ratusan jemaah gereja yg sedang melaksanakan misa natal. Banyak orang bertanya kenapa seorang RIANTO mau berkorban nyawa demi jemaah gereja tersebut. Tapi yg jelas RIANTO adalah sosok yg pantas di banggakan bukan karena aksi heroiknya membawa lari bom dari dalam gereja tapi demi berjalannya ibadah jemaah gereja. Memang tidak salah kalo dia diberi predikat pahlawan toleransi. Semoga pengorbananmu menjadi contoh bagi kami generasi muda.

    SORBANSANTRI.COM

    19 tahun RIANTO. Kami akan selalu mengingat jasamu. #riyanto_bansernu

    #riyanto_pahlawan_toleransi

  • 1000 LEBIH SAHABAT ISHARI NU HADIR DI PACET DAN CERITA MULYANYA SHOLAWAT

    1000 LEBIH SAHABAT ISHARI NU HADIR DI PACET DAN CERITA MULYANYA SHOLAWAT

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dalam acara Haul H. Drail, HJ, Daiyah dan Gus H. Samiun, yang diadakan pada hari kamis, 1 Oktober 2020 yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, banyak jama’ah dan sahabat ISHARI NU dari berbagai wilayah hadir dalam acara yang diadakan di Dsn Treceh Desa Sajen Kec. Pacet Mojokerto.

    Acara yang dimulai ba’da Sholat Magrib itu berakhir dinihari pukul 01.00 wib 2 Oktober 2020 yang dilanjut dengan khotmil Qur’an sampai Subuh. Mengingat padatnya acara dan banyaknya tamu yang hadir dari berbagai wilayah maka, Banser Satkoryon Pacet mengadakan koordinasi yang rapi dalam kegiatan tersebut.

    Mengingat tempat parkir yang berada di tengah perkampungan warga, banser satkoryon pacet sampai membagi 10 titik pos penjagaan dalam pengaturan lalu lintas, demi kelancaran kendaraan yang biasa keluar masuk pada daerah tersebut.

    Tampak hadir ulama’ dan kiai seperti Pengasuh Pondok Pesantren Fatchul Ulum Pacet KH. Muslikh Abbas dan Mbah Khusain Ilyas yang dalam kesempatan tersebut sempat memberikan cerita dongeng oSholawat.

    Telah dikisahkan Oleh Kiai NAWAWI yang diceritakan ini adalah seseorang yang bernama KABUL. Dan Menurut cerita Mbah Khusain Ilyas, kiai NAWAWI kalau mati ingin seperti KABUL. Apa sih yang dilakukan KABUL itu?

    Bahwa kiai NAWAWI itu suka membaca sholawat, apalagi pas acara maulud nabi, dan KABUL itu pekerjaannya gembala kambing dan kambingnya itu tidak kurang dari 5000 ekor. Setiap malam jum’at ada kegiatan sholawat dan KABUL ini bilang ke kiai NAWAWI kalau ada kegiatan sholawat dipersilahkan ambil kambingnya untuk dijadikan makanan pada acara sholawat tersebut. Jadi setiap malam jum’at selalu ada pengambilan kambing buat hormat dalam kegiatan sholawat.

    Jaman dahulu musholla / langgar itu mangkring (ada diatas) dan dibawahnya itu kolong, Jadi KABUL itu suka sholawatan pas membaca Ashroqol Badru, pasti ada di bawah langgar atau musholla dan membaca paling keras sendiri diantara jama’ah karena sangat cintanya sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Cerita ini berjalan beberapa tahun, cuma KABUL ini menderita penyakit kulit (borok sekujur tubuhnya) semua badannya itu melepuh. Ketika akan ada lagi kegiatan sholawat itu, salah seorang utusan kiai NAWAWI itu berencana mengambil kambing buat acara sholawat, KABUL ini minta ijin gak bisa ikut kegiatan sholawat dikarenakan luka borok sekujur tubuhnya dan berbau tidak sedap serta gak bisa memakai pakaian jadi tidak bisa ikut kegiatan sholawat yang rutin diadakan oleh kiai NAWAWI.

    Ketika acara sholawat dimulai, pas membaca Ashroqol Badru, dan KABUL ini sangat sayangnya dengan Nabi Muhammad SAW maka bangunlah KABUL dari rumah menuju langgar/musholla itu dalam keadaan telanjang dan merangkak menuju bawah musholla, karena sangat sayangnya pada Nabi Muhammad SAW. Setelah srokalan selesai, seperti ada bulan jatuh yang cahayanya itu terang benderang dan berjalan kearah musholla. KABUL marah dan menggerutu, ada orang yang telanjang begini kok malah di dekati.

    Cahaya itu tambah dekat dan semakin dekat dengan KABUL dan KABUL semakin marah, kok tambah didekati dalam keadaan telanjang itu. Dan akhirnya pipi kanan KABUL itu di pegang oleh cahaya tadi dan bilang ” KABUUUL, aku Rusullulloh SAW ” dan apa yang terjadi… KABUL disayang dicium dengan Nabi Muhammad SAW kemudian KABUL meninggal dunia. Makanya kiai NAWAWI berkata kalau mati ingin didoakan seperti matinya KABUL.

    Setelah kematian KABUL dibawah langgar / musholla tadi, yang didatangi Nabi Muhammad SAW itu kiai NAWAWI, kemudian Nabi Muhammad SAW menyuruh sekaligus memberitahukan kalau KABUL sekarang meninggal dan ada di bawah langgar / musholla, besok setelah selesai sholat subuh panggulen ( gendong ) dan harus kamu yang gendong, kalau sucikan harus kamu yang pangku, kalau dikubur harus kamu yang memasukkan keliang lahat (kuburan). Subhanalloh..

    Padahal TUBUH kabul banyak borok serta baunya gak sedap, setelah di cium dengan Nabi Muhammad SAW, Air yang jatuh menjadi harum. Mudah-mudahan kita semua akan di sayang oleh Nabi Muhammad SAW.( abi sorban)

  • Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar

    Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – 3 Shofar 1442 H / 21 September 2020 M. Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar diadakan di Pondok Pesantren DARUL ‘ULUMISY-SYAR’ IYYAH Bo’de Plumbon Cirebon Jawa Barat. Beliau adalah pengarang kitab Tarjamah Ajrumiyah yang banyak dipakai kalangan pesantren, madrasah, dan sekolah diniyah. Kitab ini merupakan terjemah dari kitab Matan al-Ajruymiyyah yang ditulis dalam bentuk syair berbahasa Jawa dengan menggunakan bahar Rajaz.

    SORBANSANTRI.COM
    Syeikh Mahmud Mukhtar

    Pada hari ini senin 21 September 2020 sudah sejak pagi dihadiri tamu rombongan dari berbagai wilayah, seperti Warga NU Mojokerto yang hadir sekitar 150 jamaah yang datang pada pukul 07.00 wib. Acara tersebut dimulai dengan ramah tamah yang di lanjutkan dengan khotmil quran sekaligus doa.

    Acara Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar ini akan berlangsung sampai malam nanti. Untuk mengantisipasi banyaknya tamu yang hadir, kesigapan Satkoryon Banser Weru sangat diperlukan apalagi sekarang musim pandemi covid-19 jadi pemeriksaan dan pengamanan sangat diperlukan.

    Alhamdulillah Sahabat Aroyan selaku kasatkoryon Ba ser Weru dapat melakukan koordinasi yang bagus dengan anggotanya, Mudah”an acara haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud berjalan dengan lancar Aamiin Ya Robbal’alamiin. (abi-sorban)

  • TERKENAL DEKAT DENGAN SEMUA GOLONGAN, MANAQIB K.H. ABDUL WAHHAB SIDDIQ PERLU DITELADANI

    TERKENAL DEKAT DENGAN SEMUA GOLONGAN, MANAQIB K.H. ABDUL WAHHAB SIDDIQ PERLU DITELADANI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- LBM PCNU Surakarta pada Ahad, 30 Agustus 2020 mengadakan Haul K.H. Abdul Wahab Siddiq. Acara tersebut digelar bersamaan dengan rutinan musyawarah Kubro ke-2 LBM pada bulan ini.

    Ulama Solo yang terkenal sebagai Ahli Fikih ini memiliki nama kecil Abdurrahman Ad-Dakhil. Karena sering sakit, orang tuanya menggantinya dengan nama Abdul Wahab Siddiq. Ulama kelahiran Demak inis sejak kecil hidup di tengah Kota Demak. Beliau adalah putra Kiai Muhammad Siddiq yang masyhur sebagai ulama yang sabar.

    Beberapa tetangganya menuturkan bahwa hampir tidak pernah ada pertengkaran dalam keluarga Kiai Muhamad Siddiq. Bahkan, anak-anaknya pun rukun, sabar, dan hampir tidak pernah marah. Maka dari itu, dikatakan oleh seorang kiai di Demak bahwa Kiai Muhammad Siddiq ini adalah salah satu Wali Allah Swt.

    K.H. Abdul Wahhab Siddiq menghabiskan waktu kecilnya belajar kepada K.H. R. Muhammad putra K.H. Mahfudz At Tarmasi, seorang ulama Jawa yang aktif dalam percaturan pemikiran ulama-ulama Timur Tengah pada abad ke-18 Masehi. Waktu kecilnya dihabiskan mengkaji Al-Quran dan Kitab-Kitab salaf di Pondok Pesantren Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an (BUQ) di Kota Demak.

    Tidak puas menimba ilmu, Kiai yang kondang dan dikenal sebagai Macan LBM Solo ini melanjutkan pengembaraan ilmunya ke Pondok Pesantren Krapyak di bawah asuhan K.H. Ali Maksum Krapyak. Disanalah beliau banyak mengkaji Kitab-Kitab Besar para Ulama Salaf.

    Di Krapyak, Beliau memperdalam Al-Quran dan Kitab-Kitab Kuning kepada Rais Aam PBNU ini. Mbah Kiai Wahhab selama di Krapyak dijuluki Wahhab Al Khottot karena Ahli Khot atau Kaligrafi. Yang dikemudian hari keahlian Khot ini menurun kepada putra keduanya H. Ahmad Syakir Wahhab. Adapun keahlian Arsitekturnya menurun kepada putra ke 5 nya H. Fattah Wahhab.

    Selama di Krapyak, beliau juga mendalami Ilmu Syariah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (saat itu PTAIN Yogyakarta ). Salah satu teman akrabnya di Krapyak adalah K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus). Maka tidak heran ketika Mbah Wahhab meninggal, Gus Mus mengatakan merasa sangat kehilangan teman akrab yang ahli ilmu dari Kepatihan, Solo ini.

    Masih dalam usia muda beliau menjadi Pegawai Negari di Kementerian Agama. Setelah itu, Tingginya Akhlak, mulianya budi pekerti serta kealiman belaiau, membuat banyak Kyai ingin mengambil menantu. Akhirnya hati beliau memilh Siti Aisyah sebagai pendamping hidup beliau. Ibu Nyai Siti Aisyah adalah putri KH. Abdul Jalal dan Ibu Nyai Siti Marfu’ah yang saat itu merupakan Aktifis Muslimat NU Surakarta.

    Tidak berhenti di sini. Walaupun sudah menikah, hausnya mencari ilmu tidak turun. Beliau melanjutkan mencari ilmu dengan belajar ke Timur Tengah, tepatnya di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah.

    Oleh karena itu, putra pertamanya, H. Muhammad Aminuddin, lahir di Madinah. Ketika belajar di UIM, beliau merupakan kakak kelas dari K.H. Maftuh Batsumi menteri Agama RI periode 2004-2009.

    Kegemaran beliau membaca Kitab membuat rumahnya penuh dengan Kitab-kitab besar. Rumah beliau bagaikan perpustakaan ilmu yang sangat lengkap.

    Sepulang dari Timur Tengah, beliau berkhidmat di LBM NU Surakarta bersama K.H. Mudzakir, K.H. Abdurrohim, K.H. Daimul Ihsan, dan kiai-kiai yang lain.

    Di akhir masa jabatannya beliau menjabat sebagai Syuriyah dan Mustasyar di PCNU Surakarta. Selain itu, beliau juga berkhidmat menjadi Rektor UNU Surakarta.

    Kiai yang satu ini terkenal dekat dengan berbagai golongan. Beliau akrab dengan Pengurus Muhammadiyah, Syarikat Islam, bahkan nonmuslim. Maka, tidak mengherankan ketika beliau meninggal dunia yang hadir melayat berasal dari berbagai golongan dan agama.

    Semangat beliau mengisi diberbagai Majelis Taklim dan Nahdlatul Ulama di Solo Raya ini, tidak membuatnya lupa berkarya. Beliau menulis beberapa Buku dan Kitab anatara lain Majmu’atu Ayatil Qur’an fil Aqidah ( Berisi Kumpulan Ayat-Ayat Quran tentang Aqidah dan Tauhid ), Majmu’atu Ayatil Qur’an fil Akhlak ( Berisi Kumpulan Ayat-Ayat Quran tentang Akhlak ), dan Kitab kitab lainnya.

    Kyai yang juga juga ahli dibidang Ilmu Falaq ini juga menyusun Jadwal Shalat, Syuruq dan Imsakiyyah tahunan untuk wilayah Solo dan Sekitarnya. Maha karya dalam Ilmu Falak ini masih dipakai sampai sekarang. Beliau juga membuat Kompas arah Kiblat dan uniknya hampir semua desain tempat wudlu yang beliau buat menghadap kearah kiblat.

    Kyai yang hatinya selalu tertambat kepada masjid ini mengampu beberapa masjid di Solo antara lain Masjid Jami’ Al Fatih, Masjid Jami’ Ummu Umar dan Langgar Sawunggaling.

    Kiai dengan 6 anak dan Imam Masjid AL Fatih Kepatihan Wetan Solo ini berpulang ke rahmatullah pada usia 83 tahun karena sakit Ahad, 9 April 2016 pukul 09.05 WIB. Almarhum dimakamkan di Makam Barisan Ulama bersama Ulama lainnya di Soloraya.

    Ketua LBM PCNU Surakarta, Kiai Ahmad Muhamad Mustain Nasoha yang akrab dipanggil Gus Mustain ini berharap agar para pengurus  LBM PCNU Surakarta di masa sekarang bisa meniru semangat beliau menimba ilmu dan berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Menurutnya, sikap moderat atau tawasut Shohibul Haul sangat diperlukan di zaman sekarang ini. ( LBM PCNU Surakarta )

  • ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Senin 31 Agustus 2020. SATKORYON BANSER KEC. PACET melaksanakan tugas dalam mengawal, Melayani dan mengamankan kegiatan haul ke VIII KH. Achmad Nur Ali pendiri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin Kec. Pacet Kab. Mojokerto. Pondok Pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren pertama yang ada di kawasan Pacet Mojokerto, tepatnya di Dusun Pringwulung Desa Bendungan Jati Kec. Pacet Kab. Mojokerto.

    Acara yang dimulai malam hari itu, dihadiri KH. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) putra almarhum Gus Miek Lirboyo Ploso Kediri beserta Tokoh-tokoh Kiai, masyarakat dan tamu undangan. Banyaknya Tamu Undangan serta lokasi yang terletak di Jalan kampung maka, sangat dibutuhkan pengamanan, kesigapan dan pelayanan SATKORYON BANSER KEC. PACET pada acara tersebut misal; pengawalan kiai serta menyiapkan tempat parkir motor dan mobil.

    Kegiatan Haul tersebut diawali dengan Alunan Sholawat Nabi, Pembacaan Yasiin dan Tahlil, Sambutan, Mauidhoh khasanah dan ditutup dengan Do’a. Banyak sekali Taushiyah dari Gus Sabuth yang menekankan tentang moral, saling menghormati sesama makhluk “Memberi minum kepada anjing yang kehausan, maka disitulah Alloh SWT menurunkan ridlo-NYA” salah satu yang kami kutib dalam ceramah beliau.

    Mudah-mudahan Para kiai dan Ulama’ kita, diberikan panjang umur sehingga Masyarakat pada umumnya bisa memperoleh siraman qolbu sehingga bisa membimmbing kita dengan harapan memperoleh Ridlho Ilahi.. Aamiin Ya Robba’alamiin. (abi sorban)