Beirut, SorbanSantri.com – Sebuah serangan terjadi pagi ini di distrik Bashoura, sekitar 1 kilometer dari parlemen Lebanon, di tengah ibu kota Beirut. Daerah ini, yang berada di jantung kota, menjadi saksi atas kekacauan dan kehancuran akibat serangan yang diduga dilakukan oleh pasukan Israel.
Menurut pernyataan dari pihak militer Israel, serangan ini menargetkan fasilitas medis yang berafiliasi dengan kelompok Hizbullah. Akibatnya, setidaknya sembilan paramedis dilaporkan tewas, sementara 14 lainnya terluka. Tim kami berada di lokasi beberapa saat setelah serangan dan melihat langsung kondisi yang porak poranda.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi Israel yang menyasar fasilitas dan infrastruktur yang berhubungan dengan Hizbullah. Kini, mereka tidak lagi hanya menargetkan fasilitas militer Hizbullah, tetapi juga segala sesuatu yang dianggap berafiliasi dengan organisasi tersebut, termasuk layanan kesehatan.
Selain serangan di Bashoura, dilaporkan pula serangan udara lainnya yang terjadi di desa Kayfoun, wilayah Aley di Gunung Lebanon, sekitar 20 kilometer tenggara Beirut. Sasaran kali ini adalah menara transmisi TV al-Manar milik Hizbullah.
Langkah Israel ini menunjukkan eskalasi serangan yang tidak hanya difokuskan pada aset dan senjata militer Hizbullah, tetapi juga infrastruktur lainnya, termasuk paramedis dan media. Serangkaian serangan ini diperkirakan bertujuan untuk melemahkan Hizbullah dari berbagai aspek, bukan hanya dari sisi kekuatan militer.
Sampai saat ini, ketegangan di wilayah tersebut terus meningkat, dan serangan-serangan ini menjadi bagian dari upaya Israel untuk mengurangi pengaruh Hizbullah di Lebanon. (AI Sorban)
SorbanSantri.com akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dari situasi ini.
@beritasorban Pagi ini, serangan besar menghantam distrik Bashoura di Beirut, hanya 1 kilometer dari parlemen Lebanon. Serangan ini menargetkan fasilitas medis yang berafiliasi dengan Hizbullah, menyebabkan sembilan paramedis tewas dan 14 terluka. Israel mengklaim serangan ini merupakan bagian dari operasi mereka untuk menumpas jaringan Hizbullah, yang kini tak hanya berfokus pada target militer, tetapi juga fasilitas medis dan infrastruktur lain yang terkait organisasi tersebut. Serangan serupa juga terjadi di desa Kayfoun, Gunung Lebanon, yang menghancurkan menara transmisi TV al-Manar milik Hizbullah. Ketegangan meningkat, dan serangan ini menunjukkan upaya Israel untuk melemahkan Hizbullah dari berbagai sisi. #SeranganBashoura#Hizbullah#KonflikLebanon#SeranganIsrael#KrisisBeirut#ParamedisTewas#MediaHizbullah#EskalasiKonflik#fyp#fypage♬ suara asli – Sorban Santri
Lebanon Selatan, SorbanSantri.com – Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon meningkat tajam saat pertempuran antara Israel dan Hizbullah terus berlanjut. Dalam beberapa jam terakhir, jet tempur Israel memecahkan penghalang suara di atas Lebanon selatan, menyebabkan kepanikan di kalangan penduduk setempat.
Kronologi Kejadian
Pada Rabu malam sekitar pukul 23:15 waktu setempat (20:15 GMT), jet tempur Israel terbang rendah di atas Lebanon selatan, memecahkan penghalang suara. Insiden ini dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) dan menyebabkan kepanikan serta ketegangan di antara warga Lebanon yang tinggal di daerah tersebut.
Serangan Udara Israel
Menurut laporan dari wartaperang, jet tempur Israel meluncurkan serangkaian serangan yang menghancurkan bangunan dan infrastruktur milik Hizbullah di Lebanon. Militer Israel, melalui sebuah posting di platform media sosial X, mengkonfirmasi serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan untuk melemahkan kekuatan Hizbullah di wilayah tersebut.
Tembakan Mesin Berat
Selama serangan udara ini, tembakan mesin berat terdengar di pinggiran desa Al-Wazzani, yang terletak dekat perbatasan Lebanon-Israel. NNA melaporkan bahwa serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan dan meningkatkan ketegangan di daerah tersebut.
Respons Hizbullah
Di sisi lain, Hizbullah mengklaim bahwa mereka berhasil meluncurkan serangan balasan dengan rudal yang menghantam posisi militer Israel di perbukitan Kfarchouba, Lebanon selatan. Laporan NNA mengindikasikan bahwa serangan ini merupakan upaya Hizbullah untuk merespons serangan udara Israel dan mempertahankan posisinya di wilayah perbatasan.
Dampak Terhadap Penduduk Sipil
Ketegangan yang meningkat dan serangan yang terus berlanjut telah menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk sipil di kedua sisi perbatasan. Insiden ini memperparah situasi keamanan di wilayah yang sudah tegang, dengan risiko eskalasi konflik yang semakin besar.
SorbanSantri.com akan terus memberikan update terkini mengenai situasi di perbatasan Israel-Lebanon dan dampaknya terhadap keamanan regional. Tetap bersama kami untuk berita-berita terbaru dan analisis mendalam. (AI sorban)
@beritasorban Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon semakin memanas. Pada Rabu malam, jet tempur Israel memecahkan penghalang suara di atas Lebanon selatan, menyebabkan kepanikan di kalangan warga. Serangan udara Israel menghancurkan bangunan dan infrastruktur Hizbullah di wilayah tersebut. Tembakan mesin berat terdengar di pinggiran desa Al-Wazzani, meningkatkan ketegangan. Sebagai balasan, Hizbullah meluncurkan rudal yang menghantam posisi militer Israel di perbukitan Kfarchouba. Situasi ini memperparah kondisi keamanan di kedua sisi perbatasan. Tetaplah bersama kami di SorbanSantri.com untuk update terkini mengenai konflik ini. #Israel #Lebanon #Hizbullah #JetTempur #KonflikPerbatasan #KeamananRegional #PerangLintasPerbatasan #fypシ゚viral#breakup#breakingnews#fyp♬ suara asli – Sorban Santri
SorbanSantri.com – Mayor Jenderal Herzi Halevi, Panglima Militer Israel, menyatakan bahwa Israel mendekati titik di mana keputusan penting harus diambil terkait situasi di perbatasan Lebanon. Pernyataan ini menandakan eskalasi ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, militer Israel telah melakukan serangan terhadap apa yang digambarkan sebagai infrastruktur yang digunakan oleh kelompok Hizbullah Lebanon di wilayah Lebanon selatan. Hal ini terjadi sejak dimulainya perang Gaza, dengan Hizbullah juga meluncurkan serangan lintas perbatasan ke wilayah utara Israel.
Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, Hizbullah telah mengeluarkan peringatan keras bahwa perluasan perang ke Lebanon selatan akan membawa konsekuensi besar berupa “kehancuran, kehancuran, dan pemindahan di Israel”.
Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan melalui Telegram, Mayor Jenderal Halevi menyampaikan bahwa Hizbullah telah membayar “harga yang sangat, sangat tinggi” selama beberapa bulan terakhir. Militer Israel kini berada di ambang “titik keputusan” mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil.
“Kami siap, setelah pelatihan ekstensif, untuk serangan di utara,” kata Halevi. “Kami mendekati titik keputusan.”
Pernyataan ini mempertegas kesiapan militer Israel dalam menghadapi segala kemungkinan di perbatasan Lebanon, menambah ketidakpastian di kawasan yang telah lama dilanda konflik. Para pengamat internasional akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat, mengingat dampak signifikan yang dapat timbul dari setiap keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak.
SorbanSantri.com akan terus memberikan update terbaru mengenai situasi ini. (AI Sorban)
@beritasorban Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon semakin memanas. Panglima Militer Israel, Mayor Jenderal Herzi Halevi, baru saja menyatakan bahwa Israel mendekati 'titik keputusan' untuk melakukan serangan besar di wilayah utara. Ini terjadi setelah beberapa bulan terakhir militer Israel membombardir infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan, sementara Hizbullah melancarkan serangan balik ke Israel utara. Hizbullah sendiri telah memperingatkan bahwa perluasan perang akan membawa kehancuran bagi Israel. Halevi menegaskan bahwa militer Israel telah menjalani pelatihan ekstensif dan siap untuk serangan lebih lanjut. Bagaimana kelanjutan situasi ini? Terus ikuti update terbaru hanya di SorbanSantri.com. #IsraelLebanon #HerziHalevi #Hizbullah #PerangGaza #KeteganganPerbatasan #KeputusanMiliter #SeranganUtara #LebanonSelatan #fypシ゚viral#breakingnews♬ suara asli Sorban Santri
SorbanSantri.com – Israel diduga melakukan kejahatan perang dengan memperluas serangan terhadap petugas medis dari Gaza ke Lebanon selatan, menurut sejumlah kelompok hak asasi manusia. Serangan udara Israel pada 27 Maret di al-Habbariyeh, sebuah kota kecil di Lebanon selatan, menewaskan tujuh pemuda dan melukai empat lainnya. Para korban adalah sukarelawan dari pusat Korps Darurat dan Bantuan Lebanon yang sedang berkumpul untuk bermain kartu dan berbagi argileh.
Serangan Israel ini menargetkan bangunan dua lantai tempat para pemuda tersebut berkumpul, menghancurkannya hingga rata dengan tanah. Ali Noureddine, seorang jurnalis dan aktivis setempat, menyatakan bahwa warga desa segera berlari untuk melihat apa yang terjadi, menggambarkan desa tersebut sebagai satu keluarga besar. Selain itu, serangan juga terjadi di Ras al-Naqoura dan Tayr Harfa, menewaskan pekerja medis dan anggota kelompok Amal dan Hizbullah.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch, mendesak agar serangan di al-Habbariyeh diselidiki sebagai kejahatan perang. Mereka menegaskan tidak ditemukan bukti aktivitas militer atau kehadiran pejuang di lokasi tersebut. Human Rights Watch menyebutkan, sepanjang Mei, setidaknya ada 18 serangan Israel terhadap personel dan fasilitas medis di Lebanon selatan, menyebabkan kematian 20 petugas kesehatan.
Ketegangan antara Hizbullah dan Israel meningkat sejak serangan balasan Israel terhadap Gaza pada 8 Oktober. Konflik ini mengakibatkan lebih dari 92.600 orang mengungsi dari Lebanon selatan. Situasi semakin diperparah dengan krisis ekonomi yang telah berlangsung selama lima tahun di Lebanon, membuat 80 persen populasi hidup di bawah garis kemiskinan. Layanan medis di Lebanon yang sebagian besar diprivatisasi semakin tertekan dengan serangan yang menargetkan petugas dan fasilitas medis. (Oleh Justin Salhani)
@beritasorban Human Rights Watch dan kelompok hak asasi manusia lainnya menyerukan penyelidikan atas serangan ini, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional. Konflik ini telah menyebabkan lebih dari 92.600 orang mengungsi dan memperburuk krisis ekonomi Lebanon yang sudah parah. Tetaplah bersama kami untuk informasi lebih lanjut mengenai konflik dan dampaknya. #Israel #LebanonSelatan #KejahatanPerang #PetugasMedis #HumanRightsWatch #SeranganUdara #KonflikTimurTengah #Hizbullah #Amal #PBB #fyp #fypage#foryou♬ suara asli Sorban Santri
wp.sorbansantri.com – Dalam serangkaian peristiwa baru-baru ini, kelompok Hezbollah di Lebanon telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap situs militer Israel yang berlokasi di dekat perbatasan. Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Hezbollah, mereka berhasil menghancurkan salah satu “sistem teknis” yang baru-baru ini didirikan di situs militer Ramia Israel.
Keadaan tambah seru nih, Hezbollah juga ikut-ikutan nembakin roket ke pos militer al-Samaqa milik Israel yang ada di bukit Lebanon yang lagi diduduki di Kfarchouba. Serangan ini kayaknya buat bales dendam atas serangan drone Israel yang konon katanya telah bikin empat anggota Hezbollah di Lebanon selatan ketemu ajalnya.
Laporan yang dipublikasikan oleh rekan-rekan kami di Al Jazeera Arabic memperkuat klaim Hezbollah ini, dengan mengutip sumber keamanan Lebanon yang menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan bentuk balasan atas tindakan agresif Israel.
Siapa yang berjuang menumpas penjajah Jepang?
Jawabannya: NU, melalui barisan Hizbullah dan lainnya.
2. Siapa yang membumikan nama Indonesia dan mengusulkan Ir. Soekarno sebagai pemimpin?
Jawabannya: NU, melalui muktamar Banjarmasi sebelum kemerdekaan.
3. Siapa yang berijtihad bahwa Indonesia adalah negara Darussalam yang harus diperjuangkan?
Jawabannya: NU, melalui Bahtsul Masail dipenghujung tahun 1930-an.
4. Siapa yang mengeluarkan resolusi Jihad?
Jawabannya: NU, melalui fatwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari tanggal 22 Oktober. Memicu kejadian bersejarah tanggal 10 November.
5. Siapa yang menengahi perseteruan Nasionalis dan Islamis saat membuat dasar negara?
Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Wahid Hasyim yang saat itu mengambil lima intisari Piagam Madinah.
6. Siapa yang meminta negara tetap mengayomi umat Islam pasca penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila?
Jawabannya: NU, tatkala KH. Wahid Hasyim meminta dibentuk Departemen Agama.
7. Siapa yang dulu menetralisir kebijakan berbau komunisnya Bung Karno?
Jawabannya: NU, saat Kyai Wahab secara gesit masuk dalam barisan Nasakom untuk menghadang PKI mempengaruhi Soekarno.
8. Siapa yang menjaga keutuhan negara dan ikut bertempur saat Komunis melajalela?
Jawabannya: NU, melalui santri pondok dan barisan Pagar Nusa. Sebab waktu itu sasarannya adalah Kyai pondok.
9. Siapa yang berijtihad saat asas tunggal diberlakukan negara?
Jawabannya: NU, dimasa Kyai Ahmad Siddiq secara gesit menerima asas tunggal Pancasila dengan dalil-dalil sharih.
10. Siapa yang meminta pemerintah mengayomi seluruh ormas Islam di Indonesia?
Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Ibrahim Hosen (ayahnya Gus Nadirsyah Hosen yang dituduh syiah, liberal, anti-Islam, wa akhawatuha itu) melalui usulan dibentuknya MUI. Beliau juga yang meletakkan dasar-dasar ijtihad ijtima’i ala NU dalam tubuh MUI.
Sekelompok orang yang organisasinya dibubarkan berteriak lantang, “negara jangan semena-mena membubarkan kami, ingat, umat Islamlah yang memperjuangkan negara ini dari masa ke masa!!”
Jangan hanya like, kopi langsung kirim ke yang lain… Biar ngerti tentang perjuangan (syarif hidayatulloh)
SORBAN SANTRI –Beberapa hari ini media sosial Facebook dibuat heboh dengan sebuah video viral yang menyebutkan jika ada sebuah toko retail di Palembang yang menjual sebuah stiker berlambang Palu Arit (kumparan.com), dan siapa sangka jika pada 23/5/2020 kemarin merupakan 100 tahun PKI berdiri di negeri ini (republika.co.id). Hal ini pun mengundang keprihatinan kami, dimana cerita-cerita soal PKI dulu sering saya dengar dari orang-orang tua di kampung saya yang menyebut bahwa PKI ini Partai yang menghalalkan segala cara dan kerap membuat resah masyarakat pada jamannya. Dan karena nya PKI kemudian diburu oleh masyarakat banyak hingga akhirnya partai ini pun dibubarkan pemerintah, dan faham komunisme dilarang di negeri kita tercinta ini.
Namun sayang, adanya toko yang menjual stiker bergambar logo PKI baru-baru ini cukup membuat banyak orang miris, dan disini kami ingin menyampaikan cerita soal PKI versi NU (Nahdhatul Ulama). Karena saat kita bicara PKI, dewasa ini saya banyak melihat beragam versi yang muncul di blog-blog pribadi hingga di media sosial, yang konteksnya saya rasa sudah berbumbu politik, dimana pembahasan PKI acapkali menyerempet tokoh Soekarno (Orde Lama) dan Soeharto (Orde Baru). Maka dari itu, saya ingin menyajikan cerita PKI ini dari Versi NU. Dan Bostingan ini akan saya buat beberapa bagian, tulisan ini semata-mata kami sajikan untuk memperbanyak tulisan mengenai sejarah PKI di dunia digital, selamat membaca.
PROPAGANDA PKI DI PEKALONGAN YANG GAGAL
Dalam melakukan kegiatannya, Partai Komunis Indonesia (PKI) dibantu oleh beberapa Ormas Undergrow mereka untuk bisa memuluskan beragam agenda yang mereka buat. dan ormas-ormas undergrow dari beberapa partai yang ada di Indonesia kala itu (tahun: 1940-1960an) bisa sahabat lihat dibawah ini.
sumber: Buku Berjudul Benturan NU – PKI
Pada tahun 1945 diawal kemerdekaan, Walaupun posisinya masih lemah dan masih ilegal tetapi PKI mulai beringas berani menyerang pejabat pemerintah dan tempat ibadah, sebagaimana dilaporkan oleh KH Muhammad Ilyas selaku Konsul NU Kawasan Utara Jawa kepada PBNU:
“Revolusi Pekalongan gara-gara (orang) dari negeri Porworejo bernama Sarjoyo, Ia datang ke Pekalongan memproklamasikan dirinya sebagai residen Pekalongan. Lalu memproklamasikan Pekalongan menjadi Soviet, komunis. Dikobarkan di tiga kabupaten yaitu Tegal, Pemalang dan Pekalonmgan. Bukan main perilaku orang komunis yang di luar batas itu, baik ucapannya maupun perbuatannya, serambi masjid dikencingi, haji-haji diteriaki agen Arab, kiai-kiai dikatakan penipu. Pekik Merdeka diganti dengan pekik .. Soviet.
Untung Alhamadulillah Pekalongan yang terkenal fanatik Islam, kalau martabat agamanya dinodai, rakyat berbondong-bodong menjadi barisan manusia yang menyerbu rumah bupati dan pejabat komunis sambil mengarahkan bambu runcing mereka ke sasaran dan menyerukan yel yel Merdeka…Merdeka.. ya Merdeka.” Tulis laporan KH. Muhammad Ilyas kepada PBNU saat itu.
PKI selalu memanfaatkan peluang apapun untuk merebut kekuasaan, dan sarana agama baik masjid, pesantren atau langgar (Musholla) selalu menjadi sasaran serangan mereka. Karena mereka menganggap tempat ibadah itu sebagai pusat simpul gerakan Islam. Meskipun provokasi mereka di daerah Pekalongan gagal tetapi mereka masih terus melakukan konsolidasi dan propaganda di bawah tanah di seluruh tanah air.
Kampanye PKI Saat itu. (sumber: tirto.id)
Saat itu partai yang berdiri berkelompok menurut aliran ideologi masing-masing, kelompok yang berideologi nasionalis berkelompok di Partai Nasional Indonesia (PNI), partai berideologi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Sarekat Islam, Washliyah, dan lain sebagainya bergabung di Partai Masyumi. Semantara kelompok yang berhaluan Marxis seperti kelompok komunis, kelompok sosialis dan Murba serta kelompok buruh, berdiri sendiri-sendiri dan ada tiga partai Marxis saat itu yaitu Partai Komunis Indoneisa (PKI) ada Partai Sosialis Indonesia (PSI) ada Partai Buruh Indonesia (PBI) dan ada Partai Murba.
Melihat hal itu tokoh PKI terutama Muso prihatin lalu berusaha menyatukan kelomopk Marxis yang ada. Maka pada 24 Agustus 1948 Polit Biro Central Comite PKI mengeluarkan kebijakan satu partai kelas buruh (Marxis). Dari situ kemudian PKI, Partai Sosialis dan Partai Buruh Indonesia digabung menjadi satu barisan kedalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang diketuai Muso dan Amir Syarifuddin, sekretarisnya adalah DN Aidit yang kesemuanya adalah tokoh PKI. Sementara Partai Murba pimpinan Tan Malaka tidak masuk dalam aliansi Marxis tersebut. Dengan terbentuknya Fron itu maka PKI semakin agresif. Karena front itu dipimpin PKI maka masyarakat tidak ikut menyebut sebagai FDR, Pesindo atau PBI, melainkan secara gampang menyebutnya sebagai PKI.
PROPAGANDA PKI SETELAH MENJADI PARPOL LEGAL
Setelah menjadi partai yang legal, maka PKI mulai melakukan propaganda dan konsolidasi partai secara terbuka berkompetisi dengan patai-partai besar yang lain, terutama PNI, NU/ Masyumi. Sebagai partai yang berideologi proletariat yang peduli pada rakyat tertindas maka propaganda PKI banyak diarahkan daerah yang kondisi ekonominya sangat minus. Ternyata strategi PKI ini berhasil sangat baik, terbukti PKI mendapat dukungan kuat di berbagai daerah yang secaraa ekonomi dan geografis dan secara teologis atau keagamaan saat itu masih terbelakang. Sesuai dengan kriteria itu dan pertimbangan strategis lainnya Madiun dijadikan sebagai pusat gerakan PKI. Daerah Madiun dan sekitarnya seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungangung, Ngawi, Boyolali, Porwodadi, Bojonegoro hingga Pati, terus melingkar sampai Magelang, Klaten, Solo, dan Wonogiri merupakan tempat basis pengembangan PKI.
Logo Partai Komunis Indonesia (Tribunnews.com)
Madiun menjadi titik pusat dari daerah itu, karena itulah aktivitas PKI dipusatkan di Madiun dan disangga oleh daerah sekitarnya yang telah kuat kader PKI nya. Ibukota RI yang saat itu di Yogyakarta pun sebenarnya menjadi daerah yang telah terkepung oleh PKI karena begitu dekatnya basis PKI dengan ibukota negara saat itu. Dengan kerja keras dan sistematis, maka memasuki tahun 1947 konsolidasi PKI sudah nyaris merata, kepengurusan partai sudah menjangkau daerah pedalaman, sehingga berbagai manuver sudah mulai mereka lakukan.
Dengan semangat progresif & revolusioner, PKI berhasil merekrut banyak kalangan, baik buruh, petani yang dijanjikan tanah garapan, para birokrat, termasuk kalangan aparat. Para guru juga sudah mulai banyak dipengaruhi termasuk PGRI di kawasan itu mulai didominasi PKI. Kalangan jagoan, baik kalangan warok, para pendekar, termasuk kelompok bajingan segera menjadi bagian penting dari PKI. Bahkan kelompok terakhir itulah yang dijadikan kelompok pemukul lawan.
Untuk membuat kecemasan dan disintegrasi sosial, PKI melakukan teror seperti dengan perampokan & pembunuhan. Jika kriminalitas sebelumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi di malam hari. Perampokan yang dilakukan saat ini dilakukan pada siang hari secara terangterangan. Mereka berani melakukan aksi di siang bolong karena merasa ada yang melindungi bahkan ada yang memerintahkan yaitu PKI.
Perampokan ilustrasi (detik.com)
Sasaran utama perampokan ini adalah para kiai, ulama atau ustadz, termasuk aparat desa yang belum mau ikut PKI. Di luar hal itu terlihat seperti kriminalitas biasa, tetapi setelah diselidiki oleh para pimpinan GP-Ansor jelas terlihat jika para bajingan yang melakukan perampokan tersebut adalah anggota PKI yang mendapatkan restu dari pimpinan partai setempat untuk melakukan teror. Umumya masyarakat sekitar mengenal siapa warga desanya yang PKI dan bukan, sehingga sangat mudah mengidentifikasi.
“Situasi makin kacau & menakutkan. Tiap malam terjadi perampokan & pencurian, disertai penganiayaan & pembunuhan. Sasarannya tokoh agama, tokoh Masjumi atau tokoh NU dan orang kaya yang sudah naik haji. Dan kalau kebetulan punya anak gadis atau perawan, tidak segan-segan diperkosa. Orang-rang sudah tahu bahwa pelakunya adalah orang-orang komunis PKI..
Bagi orang yang ingin selamat dari perampokan, pencurian dan penganiayaan, maka jauhilah tokoh agama, Masyumi dan NU dan bergabunglah pada PKI… PKI dan orang-orang komunis telah menjadi monster yang menakutkan. Orang awam atau rakyat jelata atau yang rumahnya terpencil di pelosok pedesaan merasa tidak aman dan tak terlindungi oleh pemerintah. Mereka (dipaksa) bergabung dengan orang-orang PKI untuk mendapatkan perlindungan. Sementara bagi Warga NU mulai meninggalkan tempat ke daerah yang diangap aman.” Ujar salah satu saksi sejarah di Madiun kala itu.
NU SENGAJA GELAR MUHTAMAR DI MADIUN
Namun ada hal cukup menarik saat itu, saat di Madiun PKI sedang melakukan Propaganda dengan beragam aksi kriminalitas yang terjadi, NU justru menggelar Muhtamar Ke-17 nya pada 24 Mei 1947 di Madiun. Hal itu dilakukan Untuk memberikan ketenangan pada umat dan mencegah perluasan manuver PKI, NU menggelar Muhtamar ke-17 di Madiun juga Untuk melindungi warga dan ulama dari tekanan PKI saat itu.
logo NU (cyberaswaja.online)
Madiun menjadi pusat Kegiatan Nasional PKI kala itu, maka NU pun bersiasat mengadakan acara tandingan berskala Nasional juga di Madiun dengan tajuk Muhtamar NU ke-17. Madiun pun kemudian didatangi oleh gelombang jamaah NU yang memasuki Madiun, dan datangnya ribuan Pendekar NU dari berbagai daerah untuk menjaga jalannya Muhtamar. Dalam Muhtamar itu hadir Ulama dan juga para pengurus NU se-Indonesia, Muhtamar itu juga di hadiri KH. Hasyim Asyari sebagai Rais Akbar NU saat itu, dalam ceramahnya Hadrotus syech KH. Hasyim Asyari menyampaikan:
“Ada beberapa hal lagi yang sangat berbahaya dan tercela melebihi hal yang sudah saya sampaikan, yaitu tersebarnya berbagai ajaran yang mengarah pada kekufuran dan penyimpangan, baik di kalangan anak-anak, pemuda Islam baik di desa maupun di berbagai kota. Saat ini telah tersebar ajaran historis materialisme yaitu suatu prinsip yang berpandangan bahwa tiada realitas di dunia ini kecuali benda, tidak ada roh dan tidak ada alam ghaib. Tidak percaya adanya kehidupan sesudah mati.
Bahaya besar ini tidak akan terelakkan bila sudah tertanam dalam hati serta jiwa pemuda kita dan yang demikian itu akan mengubah keyakinan dasar mereka terhadap agama Islam yang kita anut. Bergerak dan bangkitlah wahai saudaraku para ulama, kuatkan barisanmu, satukan sluruh kekuatanmu, tetaplah tegar & percayalah bahwa tidak sedikit golongan yang kecil mampu mengalahkan golongan besar hanya karena kehendak Allah, krena Allah selalu bersama orang yang sabar.” Kutipan ceramah KH. Hasyim Asyari
Acara Muhtamar NU di Madiun itu pun seperti memberikan angin segar untuk menguatkan masyarakat non PKI disana, menguatkan aparat, para pemuda dan peajar, hingga para birokrasi. Dalam acara itu, KH. Hasyim Asyari menginstruksikan seluruh Potensi yang ada di Pesantren NU di daerah Madiun dan sekitarnya termasuk pasukan Hizbullah dan Sabilillah yang baru saja turun dari medan tempur melawan penjajah di Ambarawa dan Surabaya untuk ikut menjaga keamanan daerahnya.
Kalangan aparat keamanan yang selama ini tercekam, terutama dari Kepolisian mulai berani menindak kelompok yang melakukan pencurian dan perampokan. Kawanan perampok di Desa Bendungan Kabupaten Trenggalek yang dianggap sebagai pusatnya PKI di Kabupeten itu digerebek oleh Polisi. Tapi tak lama kemudian segerombolan Warok dari Ponorogo dan para pendekar PKI setempat yang berjumalh 150 orang mengepung Kantor Dinas Kepolisian dan kantor Kejaksaan Trenggelek menuntut dibebaskannya teman mereka yang ditahan. Tetapi Komandan Polisi Letnan R. Rustamadji menolak tuntutan mererka dan berujung perdebatan yang sengit.
Sebenarnya para warok itu telah dikepung oleh aparat TNI dan pasukan Hizbullah dan Sabilillah. Seandainya PKI menyerbu kantor Polisi, mereka akan dipukul oleh Hizbullah dan TNI dari belakang. Mengetahui hal itu akhirnya mereka pergi dengan melontarkan ancaman akan menyerbu dengan bala pasukan lebih banyak lagi. Tapi itu tak pernah terjadi. Bersambung,,
[irp posts=”4759″ name=”Sejarah Propaganda PKI Versi NU (Bagian 1)”]
[irp posts=”4772″ name=”Sejarah Propaganda PKI Versi NU (Bagian 2)”]
[irp posts=”4788″ name=”Sejarah Kekejaman PKI Versi NU (Bagian 3)”]
[irp posts=”4826″ name=”Sejarah Propaganda dan Kekejaman PKI Versi NU [Part 4]”]
Abdul Mun’im & Tim PBNU. 2013. Benturan NU-PKI 1948-1965 (Hal 35-42). Jakarta: PBNU & Langgar Swadaya