Tag: hukuman

  • Donald Trump Dinyatakan Bersalah Dalam Kasus Uang Tutup Mulut Pada Bintang Film Dewasa

    Donald Trump Dinyatakan Bersalah Dalam Kasus Uang Tutup Mulut Pada Bintang Film Dewasa

    Berita Video

    wp.sorbansantri.com – – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah dinyatakan bersalah oleh juri New York dalam persidangan terkait uang tutup mulut. Trump dinyatakan bersalah atas semua 34 tuduhan kejahatan memalsukan catatan bisnis yang berkaitan dengan pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa.

    Kasus ini menjadi tonggak sejarah baru, karena Trump adalah mantan presiden pertama yang dihukum atas tuduhan kriminal dalam sejarah Amerika Serikat. Putusan ini diperkirakan akan berdampak besar pada kampanye pemilihan presiden AS 2024.

    Dengan putusan ini, kampanye Trump untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden akan terguncang. Trump diperkirakan akan berhadapan dengan petahana Demokrat, Joe Biden, pada pemilihan umum November mendatang. Dampak dari putusan ini terhadap dinamika politik dan pemilihan presiden AS masih harus dilihat, tetapi jelas bahwa hal ini akan menjadi salah satu isu utama dalam kampanye mendatang.

    Kasus ini muncul dari tuduhan bahwa Trump memalsukan catatan bisnis untuk menutupi pembayaran yang dilakukan kepada bintang film dewasa sebagai uang tutup mulut, yang kemudian memicu penyelidikan dan persidangan yang akhirnya berujung pada putusan bersalah ini.

    Pengadilan ini telah menarik perhatian luas, baik dari media nasional maupun internasional, dan putusan ini akan terus menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan politik dan masyarakat umum dalam beberapa bulan mendatang. (AI Sorban)

    @beritasorban Berita besar datang dari New York hari ini. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah dinyatakan bersalah oleh juri New York atas semua 34 tuduhan kejahatan memalsukan catatan bisnis terkait pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa. Putusan ini menjadikan Trump mantan presiden pertama dalam sejarah Amerika yang dihukum atas tuduhan kriminal. #TrumpGuilty #SejarahAS #Pemilu2024 #DonaldTrump #Keadilan #BeritaTerkini #fypp #fypシ゚ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U-23

    Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U-23

    wp.sorbansantri.com – Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi tantangan besar saat bertemu dengan Uzbekistan di babak semifinal Piala Asia U-23. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi kedua tim untuk memperebutkan tempat di final turnamen bergengsi ini.

    Uzbekistan mencapai babak semifinal setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 2-0 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, pada Jumat (26/4) malam WIB. Mereka menunjukkan dominasi yang impresif selama turnamen ini dengan mencatatkan rekor tanpa kebobolan dan menjadi tim paling produktif dengan 12 gol.

    Sementara itu, Timnas Indonesia U-23 berhasil memastikan tempat di babak semifinal setelah melalui pertarungan dramatis melawan Korea Selatan dalam adu penalti dengan skor akhir 11-10. Mereka finis sebagai runner-up Grup A setelah mengalahkan Australia 1-0 dan Yordania 4-1, menunjukkan performa yang menjanjikan di turnamen ini.

    Timnas Indonesia U-23, yang debut di Piala Asia U-23, berhasil menonjol berkat bimbingan Shin Tae-yong. Mereka akan menjadi satu-satunya wakil ASEAN setelah Vietnam kalah dari Irak di perempat final.

    Pemain Indonesia seperti Rizky Ridho, Justin Hubner, Komang Teguh, Jeam Kelly Sroyer, dan Ivar Jenner telah mendapatkan pemutihan kartu kuning sehingga dapat tampil tanpa hukuman kartu di semifinal ini.

    Prediksi dari Hard Gumay mengenai pertandingan ini memberikan optimisme bagi Timnas Indonesia, dengan harapan bahwa mereka akan melaju ke final Piala Asia U-23 2024. Antusiasme dan dukungan dari masyarakat Indonesia juga menjadi faktor penting dalam menginspirasi para pemain untuk meraih kemenangan di lapangan.

    Pertandingan antara Timnas Indonesia U-23 dan Uzbekistan U-23 di babak semifinal akan menjadi sorotan utama bagi pecinta sepak bola Indonesia. Semoga Timnas Indonesia dapat memberikan performa terbaik dan meraih hasil positif untuk mencapai final yang membanggakan. (AI Sorban)

  • Nasib Seorang Ayah: Kisah Pilu di Balik Tindakan Kejahatan

    Nasib Seorang Ayah: Kisah Pilu di Balik Tindakan Kejahatan

    wp.sorbansantri.com – Di tengah kecamuk hukum yang tak kunjung menemukan titik terang, sebuah kisah menyayat hati terungkap di jalanan kota. Seorang ayah, dalam keputusasaannya mencari nafkah, tertangkap tangan oleh warga karena mencuri. Ironisnya, ketika supremasi hukum seharusnya ditegakkan, main hakim sendiri menjadi jawaban bagi sebagian orang. Pria malang itu dianiaya hingga tak bernyawa, sementara di tempat lain, koruptor besar dengan bebasnya meninggalkan negeri tanpa rasa takut akan hukuman.

    Tragedi ini semakin memilukan ketika sebuah ponsel tua berdering, mengungkapkan suara lugu seorang anak yang tak tahu apa-apa. “Halo, Ayah… Apakah Ayah sudah dapat uang untuk membeli beras? Kami sudah lapar sekali… dari pagi belum makan.” Kalimat itu seakan menjadi tamparan bagi mereka yang mendengarnya, menyadarkan bahwa di balik setiap kesalahan, ada kisah yang tidak diketahui.

    Kisah ini adalah pengingat pahit bahwa terkadang, keadilan yang kita cari terkubur dalam tumpukan prasangka dan kemarahan. Nasib seorang ayah, yang hanya ingin memberi makan keluarganya, berakhir tragis di tangan mereka yang kehilangan belas kasih. (AI Sorban)

  • Kontroversi Wasit Nasrullo Kabirov dalam Laga Timnas U-23 Indonesia Vs Qatar Memunculkan Gelombang Meme

    Kontroversi Wasit Nasrullo Kabirov dalam Laga Timnas U-23 Indonesia Vs Qatar Memunculkan Gelombang Meme

    wp.sorbansantri.com – Pertandingan sengit antara Timnas U-23 Indonesia dan Qatar di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, pada Senin (15/4/2024), telah berakhir dengan skor 0-2 untuk Qatar. Namun, keputusan wasit Nasrullo Kabirov menjadi sorotan utama setelah banyak yang menganggapnya bermain tidak adil, memengaruhi hasil akhir pertandingan.

  • PNS Pria Afghanistan Tak Boleh Masuk Kantor, karena Tak Berjanggut

    PNS Pria Afghanistan Tak Boleh Masuk Kantor, karena Tak Berjanggut

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Taliban telah menginstruksikan semua pegawai pemerintah laki-laki untuk memelihara janggut dan mematuhi aturan berpakaian atau akan menanggung risiko hukuman. Pada hari Selasa, pejabat dari Kementerian Taliban untuk Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan terlihat memeriksa pria yang memasuki kantor pemerintah pada hari pertama pedoman kode pakaian baru diterapkan. Karyawan diberitahu bahwa mereka tidak akan diizinkan memasuki kantor dan pada akhirnya dapat dipecat jika mereka melanggar aturan tersebut. Selain tidak mencukur janggut mereka, para pekerja telah diberitahu untuk tidak mengenakan pakaian ala Barat. Mereka malah harus mengenakan atasan dan celana panjang longgar tradisional, dengan topi atau sorban untuk menutupi kepala mereka, menurut orang-orang yang mengetahui hal tersebut.
    Para pria juga diarahkan untuk mendirikan shalat tepat waktu antara fajar dan senja seperti yang dipraktikkan di bawah hukum Islam.

    Dalam kurun waktu 10 hari, Taliban telah kembali memberlakukan sejumlah kebijakan yang diberlakukan saat kelompok itu berkuasa pada akhir 1990-an. Ini berbeda dengan klaimnya yang dibuat segera setelah menggulingkan rezim Ashraf Ghani Agustus lalu, bahwa mereka akan lebih progresif. Pekan lalu Taliban melanggar janjinya untuk mengizinkan anak perempuan bersekolah di sekolah menengah, hanya beberapa saat sebelum para siswa ditetapkan untuk melanjutkan kelas setelah hampir sembilan bulan tidak bersekolah, dalam sebuah langkah regresif yang memicu reaksi dari komunitas internasional.

    Kelompok itu juga melarang perempuan bepergian sendirian menggunakan pesawat tanpa adanya kerabat laki-laki, lebih baik lagi jika itu adalah anggota keluarga.

    Dalam pembatasan lebih lanjut, Taliban mengatakan para pengunjung taman akan dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, yang secara efektif menghentikan pasangan dan keluarga pergi ke tempat-tempat ini bersama-sama. Kaum perempuan dapat memasuki taman hanya tiga hari seminggu, sementara pria dapat pergi ke sana pada empat hari lainnya, termasuk akhir pekan.

    Kelompok ini juga telah melarang siaran media internasional – termasuk layanan BBC Pashto dan Persia – dan pertunjukan drama asing. Kemunduran dari Taliban, di mana kelompok ini telah memperkenalkan langkah-langkah yang mengingatkan pada aturan garis keras sebelumnya, telah memicu reaksi kemarahan secara global. “Sungguh minggu yang mengerikan dari kebijakan barbar yang diberlakukan di Afghanistan oleh Taliban,” kata Shabnam Nasimi, penasihat kebijakan menteri pengungsi Inggris seperti dilansir dari Independent, Kamis (31/3/2022). “Namun minggu ini, lebih dari apa pun sejak pengambilalihan, mengungkapkan bahwa dogmatis keras Taliban memiliki keputusan akhir tentang kebijakan. Taliban memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada perempuan setelah memperpanjang larangan sekolah anak perempuan; meluasnya tindakan keras terhadap media; mulai memelihara jenggot. Mengambil sikap yang jelas: menggandakan,” kata Andrew Watkins dari Institut Perdamaian AS.

    Dalam aturan mereka sebelumnya, dari tahun 1996 hingga 2001, Taliban melarang perempuan meninggalkan rumah mereka tanpa anggota keluarga laki-laki, lebih baik lagi ditemani suami atau ayah mereka. Kelompok itu juga meminta pria untuk menumbuhkan janggut. (sumber)

  • FPI MATI MATIAN BELA BAHAR SMITH

    FPI MATI MATIAN BELA BAHAR SMITH

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI–Kasus dan masalah yang menimpa Bahar Smith masih saja terus dipolitisasi oleh kelompok sebelah.

    Padahal akar masalahnya ada di Bahar Smith itu sendiri. Tampil menggebrak dengan menyerang pemerintah, menghina presiden, hingga menganiaya dua bocah karena namanya dicatut. Yang lebih hebat lagi adalah, orang ini dianggap sebagai habib. Habib atau ulama, yang harusnya memberikan contoh yang baik, malah melakukan tindakan tidak berperikemanusiaan terhadap dua bocah.

    Dibebaskan dari penjara karena program asimilasi, Bahar malah membuat kerumunan massa hingga kepolisian memutuskan untuk menahan Bahar kembali. Seolah masih belum kapok juga, simpatisan Bahar bahkan membuat kekacauan dan gangguan keamanan hingga merusak pagar lapas, sehingga Bahar kembali diungsikan ke lapas di Nusakambangan. Ini adalah hadiah beruntun untuk Bahar dan pendukungnya yang arogan dan banyak tingkah.

    Akan tetapi, Bahar yang merupakan tokoh FPI, pastilah akan mendapatkan dukungan dari kelompoknya. Meski salah, tetap saja akan dibenarkan dan dianggap sebagai korban. Kelompok ini memanh pintar melontarkan narasi dizalimi. Berbuat salah tapi merasa tidak bersalah.

    Para ulama dari organisasi musyarakat seperti FPI, GNPF, PA 212 hingga MUI DKI mengecam pencabutan asimilasi yang didapat oleh Bagar Smith serta penangkapan yang dinilai berlebihan.

    Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan, pencabutan asimilasi tersebut adalah merupakan bentuk arogansi kekuasaan terjadi terhadap umat Islam dan tokoh yang kritis terhadap negara. “Kami melihat bahwa alasan sesungguhnya pencabutan status asimilasi tersebut bukan semata pelanggaran PSBB, tapi dikarenakan Habib Bahar bin Smith menyatakan akan tetap melakukan perlawanan terhadap rezim zalim,” kata Slamet Maarif.

    Menurut dia, pelanggaran PSBB sebenarnya juga dilakukan oleh para pejabat negara dengan melempar bantuan sosial di pinggir jalan, mengadakan konser, membuka jalur transportasi, membiarkan mal beroperasi dan membuka pintu bagi tenaga kerja asing, khususnya China.

    “Justru semua pembiaran ini yang jelas-jelas 100 persen melanggar PSBB,” katanya.

    Yah, dasar pakar cocoklogi murahan. Bahar kan masih dalam program asimilasi. Tanpa asimilasi ini, Bahar wajib jalani hukuman di penjara. Dibebaskan malah langgar PSBB dan pendukungnya bikin onar. Jadi wajar dong, Bahar dipindahkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pendukungnya yang bodoh dan arogan itu.

    Kemudian, mereka menilai kondisi makin parah saat penangkapan Bahar Smith pada dini hari dan pemindahan ke Lapas Batu Nusakambangan tanpa diberitahukan kepada pihak keluarga dan kuasa hukumnya, serta akses keluarga dan kuasa hukum yang dibatasi untuk menjenguk.

    “Kami mendesak agar pihak-pihak dan pejabat yang sedang menjalankan agenda anti Islam segera mengembalikan status Habib Bahar bin Smith dalam kondisi semula yaitu status asimilasi,” ucap Slamet.

    Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mereka mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan pembangkangan sipil terhadap seluruh kebijakan pemerintah.

    Seruan ini dilayangkan oleh berbagai pimpinan ormas Islam seperti PA 212 Slamet Ma’arif, An Nashr Institute Munarman, DPP FPI Shabri Lubis, GNPF-Ulama Yusuf M Martak, HRS Center Abdul Chai Ramadan, dan sejumlah pimpinan lainnya.

    Perlu diklarifikasi dulu. Pemerintah tidak anti Islam. Pemerintah tidak anti ulama. Hanya mereka yang sakit hati, yang ngaku-ngaku ulama, yang dipaksakan jadi ulama serta yang mengaku mewakili umat, itulah yang sering bikin ribut dan memperkeruh suasana.

    Apa maksud mereka mengajak dan menghasut orang lain untuk membangkang? Bukankah ini termasuk upaya untuk mengganggu keamanan dan ketertiban nasional? Dengan keinginan dan upaya tersebut, bukankah kelompok ini sudah memenuhi syarat untuk ditindak tegas karena, bukan cuma satu kali, tapi sudah berkali-kali berusaha untuk mengganggu pemerintah dengan narasi, provokasi dan hasutan yang sifatnya mengganggu? Mau sampai kapan kelompok ini dibiarkan? Sampai berkembang biak di luar kendali hingga tak mampu lagi dikendalikan?

    Saya selalu percaya dengan prinsip ini. Selagi masalah masih kecil, atasi sesegera mungkin. Karena kalau masalah sudah membesar dan tak terkendali, kita seperti kalah jadi abu menang jadi arang. Masalah tetap dibiarkan, kita game over. Mau atasi pun, kita tetap setengah mati dan berdarah-darah. Dua-duanya bukan kondisi yang bagus. Inilah yang akan terjadi kalau kelompok penjual surga macam FPI dan PA 212 dibiarkan membangun panggung politik.

    Bagaimana menurut Anda?

    (Sumber seword.com)