Tag: ijazah

  • Ijazah Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar (DOA QUNUT NAZILAH) untuk mendoakan warga Palestina

    Ijazah Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar (DOA QUNUT NAZILAH) untuk mendoakan warga Palestina

    اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ. اَللّٰهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruka wa nastahdîka wa nu’minu bika wa natawakkalu ‘alayka wa nutsnî ‘alaykal khayra kullahu, nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla‘u wa natruku may yafjuruka. Allâhumma iyyaka na‘budu wa laka nushallî wa nasjudu wa ilayka nas‘â wa naḫfidu, narjû raḫmataka wa nakhsyâ ‘adzâbaka, inna ‘adzâbakal jidda bil kuffâri mulḫiqun. Allâhumma tsabbit ikhwânanal mujâhidîna fi Filistin, khusushan fi Ghazzah, waḫqin dimâ’ahum. Allâhumma ‘alayka bil Yahûd, ash-shuhyûniyyîna, al-mal‘ûnîna, wa anzil ghadhabaka ‘alayhim. Allâhumma-nshur dînaka wa kitâbaka wa sunnata nabiyyika Muḫammadin shallallûhu ‘alayhi wa sallam.

    Artinya, “Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, kami memohon ampunan-Mu, kami memohon petunjuk-Mu, kami beriman kepada-Mu, kami bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, kami bersyukur kepada-Mu dan tidak kufur kepada-Mu. Kami berlepas diri dan meninggalkan orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, kepada-Mu kami menghamba, kepada-Mu kami berdoa dan bersujud, kepada-Mu kami berusaha dan bergegas. Kami mengharap rahmat-Mu, dan kami takut akan siksa-Mu. Sesungguhnya azab-Mu yang berat melekat pada orang-orang kafir. Ya Allah, kuatkanlah saudara-saudara mujahidin kami di Palestina, khususnya di Gaza, dan jagalah darah mereka. Ya Tuhan, hukumlah orang-orang Yahudi Zionis yang terkutuk, dan turunkan murka-Mu kepada mereka. Ya Tuhan, dukunglah agamamu, kitabmu, dan sunnah Nabi-Mu, Muhammad—semoga Allah melimpahkan rahmat pengagungan dan memberi kedamaian kepada beliau.”

    اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

    Allâhummanshuril muslimînal mustadl‘afîna fî kulli makân(i). Allâhumma-rḫamil mustadh‘afîna min ‘ibâdik(a). Allâhummaksyifil ghummah ‘an ummatina. Allâhumma innâ nas’aluka an tarfa‘al balâ-a ‘an Ghazzah wa ahliha, wa an tanshurahum ‘alâ ‘aduwwihim, wa an tarḫamal mustadl‘afîna min ‘ibâdika, wa an taksyifal ghummah ‘an ummatinâ. Allâhumma ‘âfina walthuf binâ waḫfadhnâ wanshurnâ wa farrij ‘annâ wal muslimîn(a). Allâhummakfinâ wa iyyâhum jamî‘an syarra mashâ-ibid dun-yâ wad dîn(i)

    Artinya, “Ya Allah, bantulah umat Islam yang tertindas di mana pun. Ya Allah, kasihanilah orang-orang yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu. Ya Tuhan, hilangkan duka dari umat kami. Ya Allah, kami mohon agar Engkau mengangkat bencana dari Gaza dan rakyatnya, memberi mereka kemenangan atas musuh mereka, mengampuni mereka yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu, dan semoga duka disingkirkan dari bangsa kami. Ya Allah, berilah kami kesehatan, berbaik hatilah kepada kami, lindungi kami, dukung kami, dan bebaskan kami begitu juga kaum muslimin. Ya Allah, lindungilah kami dan mereka semua dari kejahatan musibah dunia dan agama.”

    اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ مَنْ فِيْ صَلَاحِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لاَ تُهْلِكْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ فِيْ هَلَاكِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَالْبَرَكَةِ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعْ وَاصْرِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الْأَذَى وَالْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْحُمَّى وَالْجَدْبَ وَالْجَوْرَ وَالظُّلْمَ وَجَمِيْعَ أَنْوَاعِ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ وَالشَّدَائِدِ وَالزَّيْغِ وَالضَّلَالِ وَالزَّلَازِلِ وَالرِّيْحِ وَالْجَهْلِ وَالْبَلَاءِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وأَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَالْمَنْكُوْبِيْنَ وَالْمَكْرُوْبِيْنَ وَالْمَظْلُوْمِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاكْلَأْهُمْ وَصُنْهُمْ وَتَوَلَّهُمْ وَارْعَهُمْ وَأَلْهِمْهُمْ رُشْدَهُمْ، وَوَفِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَالْطُفْ بِنَا وَبِهِمْ فِيْ مَا يَجْرِيْ بِهِ الْقَضَاءُ، وَاصْرِفْ وَادْفَعْ وَأَبْعِدْ وَأَزِلْ عَنَّا وَعَنْهُمْ شَرَّ الطَّاغِيْنَ وَالْبَاغِيْنَ وَالظَّالِمِيْنَ وَالْمُعْتَدِيْنَ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَالْمُؤْذِيْنَ وَالْعَائِنِيْنَ وَالسَّاحِرِيْنَ بِمَا شِئْتَ عَاجِلاً غَيْرَ اٰجِلٍ فِيْ عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allâhumma ashliḫnâ wa ashliḫ man fî shalâḫihi shalâḫul muslimîn(a). Allâhumma lâ tuhliknâ wa ahlik man fî halâkihi shalaḫul muslimîn(a). Allâhumma-sqinal ghaytsa war raḫmata ma‘al luthfi wal ‘âfiyati wal barakati wa lâ taj‘alnâ minal maḫrumin. Allâhummarfa’ washrif ‘annâ wa ‘anil muslimînal adzâ wal ghalâ-a wal balâ-a wal qaḫtha wal ḫumma wal jadba wal jawra wadh dhulma wa jamî‘a anwâ‘il fitani wal miḫani wal amrâdhi wal asqâmi wasy-syadâ-idi wazzayghi wadl dlalâli waz zalâzili war rîḫi wal jahli wal balâ-i mâ dhahara minhâ wa mâ bathana. Wa anjil mustadh‘afîna wal mankûbîna wal makrûbîna wal madhlûmîna minal muslimîna wakla’hum washunhum wa tawallahum war‘ahum wa alhimhum rusydahum wa waffiqnâ wa iyyahum limâ tuḫibbu wa tardlâ, wal-thuf binâ wa bihim fî mâ yajrî bihil qadhâ-u, washrif wadfa’ wa ab‘id wa azil ‘annâ wa ‘anhum syarrath thâghîna wal bâghîna wadh dhâlimîna wal mu‘tadîna wal mufsidîna wal mu’dzîna wal ‘â-inîna was sâḫirîna bimâ syi’ta ‘âjilan ghayra âjilin fî ‘âfiyatin wa salâmatin biraḫmatika yâ arḫamarrâḫimîna.

    Artinya, “Ya Allah perbaikilah kami dan perbaiki orang-orang yang dalam kebaikannya ada kebaikan kaum muslimin. Ya Allah, jangan hancurkan kami dan hancurkan siapa pun yang pada kehancurannya ada kebaikan kaum muslimin. Ya Allah, limpahkanlah kami hujan dan rahmat, kebaikan, kesehatan, dan keberkahan, jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang terhalang. Ya Allah, angkatlah dan jauhkan dari kami dan kaum muslimin mara bahaya, bala, kesengsaraan, kekeringan, demam, kemandulan, kezaliman, kejahatan, dan segala macam bencana dan kesengsaraan, penyakit, kesakitan, kemalangan, penyimpangan, kesesatan, gempa bumi, angin yang merusak, kebodohan, dan kesengsaraan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Tolonglah umat Islam yang tertindas, dijahati, dipersulit, dan dizalimi. Lindungilah mereka, jagalah mereka, dukung mereka, peliharalah mereka, dan ilhamilah mereka petunjuk. Tuntunlah kami dan mereka kepada apa yang Engkau sukai dan ridhai, lembutlah kepada kami dan mereka pada apa yang Engkau putuskan. Jauhkan, hindarkan serta hilangkan kami dari keburukan orang-orang zalim yang suka melanggar dan menindas, juga orang-orang yang menyerang, merusak, menyakiti, beserta para penolong mereka dan tukang sihirnya sesuai apa saja yang Engkau kehendaki, secepatnya tanpa penundaan, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    Editor: Patoni

    Penulis: Muhammad Syakir NF

  • IJAZAH “UMUM ” SURAT AL-FATIHAH DARI SIMBAH KH. ABDUL HAMID PASURUAN.

    IJAZAH “UMUM ” SURAT AL-FATIHAH DARI SIMBAH KH. ABDUL HAMID PASURUAN.

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh : yai Abi Husna
    wp.sorbansantri.com – Beberapa kali saya membuat status tentang ijazah ini, selalu dibagikan ratusan kali, begitu juga denga akun2 lainnya yg Copas selalu dibagikan banyak sekali, bahkan ada yg menggunggah di Youtube. Oleh karena itu saya berusaha mencari file aslinya yg ditanda tangani pengurus Ahli Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdhiyah (JATMAN) dgn setempel asli.
    Akhirnya bisa menemukan file aslinya setelah berbulan2 mencari diantara ribuan arsip Simbah KH. Mudhoffar Fatkhurrohman Kriyan Kalinyamatan Jepara yg pada waktu itu menjadi sekertaris JATMAN.
    Amalan ini saya terima dari Simbah KH. Mudhoffar dan beliau menerima dari Simbah KH. Abdul Hamid Pasuruan. Menurut buku biografi beliau “Percik-percik keteladan Kiai Hamid Pasuruan.” diterangkan beliau “mendapatkan langsung ” dari Syeh Abdul Qodir Al-Jailani. Lalu amalan ini kami jadikan wirid di acara Rutin Kenduri Syafa’at di PP. Nailun Najah Kriyan Kalinyamatan Jepara setiap malam Senin Kliwon.
    Menurut Simbah KH. Abdul Hamid, siapa orangnya yg membaca amalan tersebut secara istiqomah maka dia akan melihat keajaiban2 yang belum pernah terlihat”tersembunyi”.
    Simbah KH. Mudhoffar, menambahkan, siapa yg mengamalkan secara istiqomah maka ia akan diberi ilmu langsung dari Allah dan “tidak akan kehabisan”uang.
    Cara mengamalkan ijazah surat Al-Fatihah dari Simbah KH. Abdul Hamid, sebagai berikut:
    sesudah shalat Subuh 30x, sesudah Dluhur 25x, sesudah Asyar 20x, sesudah Maghrib 15x dan sesudah Isya, 10x, sehingga dalam satu hari berjumlah 100x dan jika ada kebutuhan yg sangat penting dan mendesak dibaca 100x setiap selesai shalat. Sebelum membaca Surat Al-Fatikah diawali dgn membaca ” Ala niyyatissyeh abdul qadir al-jailani radhiaallahu anhu”..lalu membaca Fatikhah sesuai hitungan.
    Alangkah lebih baiknya sebelum mengamalkan, membacakan Surat Al-Fatikhah dikhususkan kepada :
    1. Nabi Muhammad,
    2. Syah Abdul Qadir Jailani,
    3. KH. Abdul Hamid Pasuruan
    4. KH. Mudhoffar Fatkhurrohman.
     ( abi sorban)
  • KH. SYA’RONI KUDUS MINTA IJAZAH AGAR NAIK HAJI KEPADA KH. BISRI MUSTOFA

    KH. SYA’RONI KUDUS MINTA IJAZAH AGAR NAIK HAJI KEPADA KH. BISRI MUSTOFA

    wp.sorbansantri.com – Suatu hari di tahun 1960-an, KH M Sya’roni Ahmadi mengadu kepada gurunya, KH Bisri Musthofa, ayahanda Gus Mus, tentang keinginan berangkat ke tanah suci yang belum juga terpenuhi. Singkat cerita, KH Bisri Musthofa memberikan trik khusus kepada murid kesayangannya itu supaya keinginan untuk beribadah ke tanah suci segera terwujud .
    KH. Sya’roni pun segera mengamalkan apa yang dipesankan oleh sang guru. Singkat kata, setelah istiqamah menjalankan ijazah dari sang guru. Tak terduga, atas karunia Allah, datanglah rezeki min haitsu laa yahtasib. Lantaran itulah KH. Sya’roni akhirnya bisa menunaikan ibadah haji. KH. Sya’roni lantas mengajak kita, masyarakat muslim secara umum turut juga melaksanakan ijazah tersebut .
    Ijazahnya antara lain :
    1. Sholat Tahajud setiap malam, cukup 2 rakaat saja membaca surat Al-kaafirun dan Al-Ikhlas
    2. Setelah salam membaca wirid istighfar 70X, sholawat Nabi 100X serta lafal “Ya Syakuur” 1000X .
  • IJAZAH AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR

    IJAZAH AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Ambil segelas air hujan yang bersih, kalau tidak ada, maka ambillah segelas air susu, atau segelas air putih.

    1. Bacalah Ummul Kitab Surah Al-Fatihah 3×

    2. Kemudian Bacalah surah Al-‘Alaq
      Ayat 1-5 dibaca 11×

    INI BACAAN SURAH AL-ALAQ 👇👇

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1)
    خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2)
    اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3)
    الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4)
    عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

    1. Setelah itu tiupkan ke air didalam gelas itu.
      Dibaca setiap hari setelah shalat shubuh sebelum waktu isyroq.

    2. Orang tua atau pembaca meminum sedikit, lalu berikan kepada anak, Dengan izin Allah, In Syaa Allah, anak yang nakal menjadi sholeh.

    Anak yang lambat faham akan ilmu agama, cepat faham.

    Anak yang durhaka sama orang tuanya, akan bakti kepada kedua orang tuanya.

    Dan anak itu cepat hafal serta mudah mengingat pelajaran.

    Dan juga wanita hamil yang mengamal kannya kelak akan mendapatkan anak yang sholeh.

    SAYA IZAJAHKAN KEPADA ANDA SEMUANYA SILAHKAN UCAPKAN QOBILTU BAGI YG MAU

    SEMOGA BERMANFAAT AMIIN…

    آميــــــــــــــن يـــــــــــــارب العالميــــــــــــــــــن

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

  • IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Dalam suatu kesempatan KH. Kholil Bisri (kakak kandung KH. Musthofa Bisri (Gus Mus))
    Memberikan ijazah ‘aam kepada para santri muda berupa “vitamin” anti Kanker.

    Ijazah ini beliau dapatkan langsung dari ibunda beliau sendiri, Nyai Ma’rufah.

    KANKER yang dimaksud bukanlah penyakit yang sudah kita mafhum selama ini, melainkan KANTONG KERING.

    Kaifiyatnya sederhana:

    1. Sholat sunnah Dhuha
      (terserah mau minimalis 2 rakaar atau maksimalis 8 rakaat);

    2️. Baca doa shalat dhuha sebagaimana biasanya.

    3️. Wirid surat Al Kautsar yang pendek itu
    (cuma) 14 kali.

    4️. Selesai.

    Kata beliau, yang mengamalkan ini insya ALLAH, tidak akan punya Kantong Kering, dan selalu dicukupi ALLAH kebutuhannya.
    Tentu saja, INSYA ALLAH.

    Saya bagikan kembali ijazah ini karena beliau dulu mempersilahkan pula untuk diamalkan oleh masyarakat umum. (abi-sorban)

    #alanumedia

  • Akhirnya ditemukan Sanad Syair Li khomsatun

    Akhirnya ditemukan Sanad Syair Li khomsatun

    SORBAN Infokom – Setelah pandemi Covid-19, banyak sahabat FB, terutama dari kalangan santri NU, yang menuliskan semacam doa berbentuk syair yang dilantunkan berulang-ulang. Konon syair singkat di bawah ini adalah ijazah dari Hadlratus-Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, salah seorang pendiri organisasi Nahdlatul Ulama.

    لي خمسة أطفي بها حر الوباء الحاطمة
    المصطفى والمرتضى وابناهما وفاطمة

    Saat saya membacanya berulangkali, hati saya terus menerus bertanya, dari manakah asal usul doa itu?

    Alhamdulillah, saat saya menelaah sebuah kitab setebal 440 halaman berjudul الملاحق في فقه دعوة النور, karya al-Syaikh Sa’id al-Nursi, secara tak sengaja saya mendapatkan jawabannya.

    SORBANSANTRI.COM

    Pada halaman 81 dalam kitab tersebut antara lain tertulis kalimat sebagai berikut:

    وقد قال أحد الفاضلين للإستشفاء والإستشفاع:

    لي خمسة أطفي بها نار الوباء الحاطمة
    المصطفى والمرتضى وابناهما وفاطمة

    Selanjutnya setelah kalimat di atas di bawah footnote tertulis kalimat yang menunjukkan referensi syair di atas, yaitu sebagai berikut:

    ورد في مجموعة الأحزاب للكمشخانوي جزء ٢ ص ٥٠٥ في دعاء دفع الطاعون. وفيه : لي خمسة أطفي بها حر الوباء ٠٠٠. الخ.

    Kitab di atas lengkapnya berjudul مجموعة الأحزاب الشاذلية adalah sekumpulan hizb yang disusun oleh al-Quthb Abi al-Hasan al-Syadzili yang dikumpulkan oleh al-Syaikh Dliya’ al-Din Ahmad bin Musthafa bin Abdurrahman al-Kamsyakhanawi al-Naqsabandi al-Mujaddidi al-Khalidi (wafat: 1311 H.)

    Oleh: KH. Ishomuddin

  • Ijazah dari Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan

    Ijazah dari Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan

    InfokomBanserNU- Abah, sejak saya menikah saya belum memiliki pekerjaan tetap, umpama berdagang maka hanya laku diawal awal, umpama melamar kerja di pt tidak pernah dipanggil, umpama ikut orang ada saja sebabnya tidak bisa lama, tapi tidak pernah karena ada konflik itu tidak pernah.
    Saya masih ngontrak berpindah-pindah terus, penghasilan belum bisa mencukupi, apalagi putra saya banyak..
    Mohon petunjuk Abah..

    “Kamu amalkan surat Annas 100x dibuka dengan sholawat 100x lalu ditutup dengan sholawat 100x juga.”
    Baik Abah..

    Ijazah tersebut didapatkan oleh saudara Ahmad Fajari Ash-Shadhili ketika sowan bertemu dengan Habib Luthfi bin Yahya.


    Ijazah diatas bersifat umum Walaupun saya belum pernah bertatap muka dengan beliau, tetapi saya amalkan amalan dari Abah Luthfi diatas dengan hati yg yakin & juga mencintai beliau dgn tulus, & apa yg terjadi banyak sekali keberkahan dalam hidup saya & sangat dimudahkan Allah SWT dalam urusan rejeki, hal ini semua berkat barokah & doa dari Abah Habib Luthfi bin Yahya

    #GMNUCyberTeam

    #InfokomBanserNU