
Tag: Ikhwanul Muslimin
-

KHILAFAH PROYEK GAGAL BUZZERS HTI
Oleh Ayik Heriansyahwp.sorbansantri.com – 10 tahun lalu terjadi demonstrasi besar-besaran di Kairo Mesir berhasil menurunkan Husni Mubarak dari kursi kepresidenan setelah ia menjadi presiden selama 30 tahun. Demo besar-besaran di Arab kala itu menjadi fenomena yang disebut dengan Arab Spring.Saya menonton di televisi berita-berita demonstrasi tresebut dari pesantren At-Taqwa Tanjung Pandan Belitung. Rumor yang berkembang, demonstrasi diorganisir dan diikuti oleh kelompok kiri dan Ikhwanul Muslimin. Hizbut Tahrir tidak tampak. Hanya ada foto orang sejumlah hitungan jari tangan yang membawa bendera Hizbut Tahrir di tengah lautan manusia.Awal 2011 saya masih tercatat sebagai anggota Hizbut Tahrir. Dalam benak saya, seharusnya, demo-demo besar tersebut diorganisir oleh Hizbut Tahrir Mesir dan lautan manusia di sana adalah para pendukung dan anggota Hizbut Tahrir. Karena Hizbut Tahrir masuk Mesir dibawa langsung oleh pendirinya Taqiyuddin an-Nabhani pada tahun 1950-an, sehingga massanya sudah banyak dan cukup untuk menggoyang kursi Presiden Mesir.Selama ini, kami diopinikan bahwa Hizbut Tahrir di Arab itu besar. Pendukung dan anggotanya banyak. Para pengurusnya sangat solid. Akan tetapi Hizbut Tahrir tidak dapat menunjukkan kebesarannya karena tekanan penguasa. Hizbut Tahrir tidak eksis di Arab bukan karena ajaran, doktrin, ide dan metode Hizbut Tahrir yang salah. Jadi, di Arab Hizbut Tahrir tidak ada masalah dengan pemikiran, tetapi politik penguasalah yang membuat mereka terlihat kecil.Fakta Arab Spiring membuka mata saya, bahwa sebenarnya Hizbut Tahrir di Arab memang ditolak karena pemikirannya, bukan karena tekanan penguasa. Di Arab berdiri kokoh kampus-kampus tua (yang telah melahirkan ratusan ribu ulama tersohor kelas dunia yang diakui kealiman, kejujuran dan ke-zuhud-annya. Tapi, mereka tidak menjadi pendukung dan anggota Hizbut Tahrir. Bahkan menjadi penentangnya. Sangat sulit jika mau dikatakan mereka menentang kebenaran dan penolak syariat Allah swt.Fakta yang sama juga terjadi di Indonesia. Di Indonesia, selama 23 tahun (1998 – 2021), Hizbut Tahrir leluasa menyebarkan paham di dunia maya dengan menggunakan berbagai macam nama website, blog dan akun media sosial. Aktivis HTI semuanya menjadi buzzers khilafah. Mereka aktif membagikan konten di media sosial yang merupakan ruang publik utama di era sekarang.Perilaku buzzers khilafah umumnya hanya mem-posting. Enggan menanggapi komentar, bantahan, kritik dan sanggahan netizen. Apalagi diajak adu argumen. Mereka menanggapinya dengan menyerang balik netizen, mengalihkan topik atau mem-posting konten baru, yang pada intinya mereka menghindar. Mengapa demikian? Karena konten yang disebarkan oleh buzzers khilafah bermuatan dis- dan mis-informasi.Ada tujuh dis- dan mis-informasi:1. Satire, yaitu, tidak ada niat untuk mengelabui tapi berpotensi merugikan.2. Konten yang menyesatkan, yaitu, penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu.3. Konten tiruan, yaitu, ketika sebuah sumber ditiru.4. Konten palsu, yaitu, ketika informasi 100% salah didesain untuk menipu.5. Koneksi yang salah, yaitu, ketika judul atau gambar tidak sesuai dengan konten.6. Konten yang salah, yaitu, ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.7. Konten yang dimanipulasi, yaitu, ketika gambar atau konten yang salah dimanipulasi untuk menipu. (MY. Alimi, 2018: 82).Mudah sekali bagi netizen mendeteksi dis- dan mis-informasi dari konten yang disebarkan oleh buzzers khilafah. Media sosial adalah ruang publik paling demokratis, independen dan netral saat ini. One man one voice. Setiap orang boleh menyatakan dan menyampaikan tentang dirinya ke orang lain tanpa batas selain batas moral dan hukum. Tidak ada batasan bagi nalar netizen, selain nalar netizen lain yang lebih akurat. Di media sosial nalar publik menjadi “hakim” yang imparsial.Ide khilafah yang diviralkan oleh buzzers HTI ditolak publik karena ide tersebut tidak akurat. Hujjah-nya lemah. Nalar publik sulit menerima khilafah sebagai solusi semua problematika umat manusia. Penolakan publik atas ide khilafah, bukan karena dibayar dan atas tekanan penguasa. Penolakan itu murni dari akal sehat netizen. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di Arab dan seluruh dunia. (abi sorban) -

ALASAN INGGRIS MELINDUNGI HT, IM DAN AHMADIYAH
Oleh Ayik Heriansyah
wp.sorbansantri.com – Tidak banyak yang tahu kalau pusat gerakan Hizbut Tahrir dunia ada di negara Inggris, negara yang jelas tidak memakai sistem khilafah. Selain HT, pusat pergerakan Ikhwanul Muslimin (IM) dan Ahmadiyah juga ada di London, Inggris. Mengapa?
Alasan-alasan Inggris melindungi gerakan-gerakan Islam yang di negeri asalnya ditolak habis, Inggris punya kepentingan politik global untuk membuat gerakan-gerakan Islam yang mereka lindungi sebagai kekuatan penyeimbang, oposisi, atau pengacau bagi dominasi dan kepentingan rival utamanya, yakni Amerika.
Inggris saudara tua Amerika yang pernah menjadi negara Super Power. Inggris menyimpan ambisi untuk mengembalikan supremasi Pax Britanica. Namun terhalang oleh kekuatan Amerika.
Tapi Inggris tidak menunjukkan secara terbuka rivalitasnya kepada Amerika. Karena bagaimana pun, Amerika adalah saudara se-bangsa dan sekutu yang baik.
Inggris memandang gerakan/organisasi Islam tersebut bisa dijadikan proxi untuk menghantam negara lawan di negeri-negeri muslim dengan kompensasi mengizinkan London menjadi pusat dari gerakan-gerakan tersebut. (abi sorban)
-

Siapa Presiden Ihwanul Muslimin dan PKS
SORBAN SANTRI- Sebelum kemunculan HRS, tak ada catatan mengenai “konflik” antara habaib dan nahdliyin kecuali kasus individual Habib Husein al-Habsyi yg menyerukan penggulingan Gus Dur dari kursi kepresidenan, pada 2001.
Saat itu, seruan habib yang pernah mendekam di penjara selama 10 tahun dengan dakwaan terlibat peledakan candi Borobudur itu, ditentang oleh banyak habib lainnya. Di antaranya oleh sekumpulan habib yang tergabung dalam Forum Habib Jawa Timur.
Selain dinilai menyeret kehabiban ke dalam konflik kepentingan politik, Habib Husein al-Habsyi dianggap sebagai provokator yang ingin memisahkan habaib dari para kiai.
Terpidana Bom Candi Borobudur adalah Habib Husein Al Habsyi, ia mendirikan Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI) kisaran tahun 2001. Ikhwanul Muslimin versi Habib Husein Al Habsyi bukanlah IM ‘cabang’ dari Ikhwanul Muslimin yang di Mesir itu.
Ada juga, bahkan banyak juga salah faham ketika menyebut (nama) Habib Husein Al Habsyi Presiden IMI itu. Karena namanya sama dengan pendiri YAPI Bangil (Syi’ah). Ini adalah Foto Habib Husein Al Habsyi yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI).
Ini adalah Foto Habib Husein Al Habsyi yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI) Sedangkan Habib Husein Al Habsyi Pendiri Pesantren YAPI Bangil yang beraliran Syiah. Ini fotonya. Sedangkan Habib Husein Al Habsyi Pendiri Pesantren YAPI Bangil yang beraliran Syiah. Ikhwanul Muslimin yang versi resmi di bawa oleh kelompok gerakan Tarbiyah yang kini mendirikan Parpol: PKS.
Jadi PKS (dulu PK) itu sejatinya adalah kepanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin yang berpusat di Mesir Ketika Habib Husein Al Habsyi mendeklarasikan ormas dengan nama Ikhwanul Muslimin. Di cibir oleh kalangan Tarbiyah (PKS). Menyikapi itu, tokoh utama Gerakan Tarbiyah Ust. Rahmat Abdullah berkata ” Ia (Hb Husein AlHabsyi) hanya mendapat Klaim saja.
Yusuf Supendi salah satu pendiri PK (PKS) membenarkan kalau PKS adalah Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Bahkan Yusuf Supendi mengatakan saat Pemilu ’99 Partainya 90% dana kampanye Pemilu di bantu oleh Ikhwanul Muslimin.
Yusuf Qardawi juga pernah menyebut bahwa PKS adalah kepanjangan tangan Ikhwanul Muslimin. Tapi petinggi PKS no comment. PKS tentu tutup mulut karena di negeri kita parpol di larang menerima bantuan dari asing. Apalagi kepanjangan tangan dari asing
Tidak ada memang bukti struktural bahwa PKS di bawah naungan Ikhwanul Muslimin Mesir. Tapi ideologi tidak bisa di sembunyikan. Lihatlah sikap kader PKS melihat konflik Ikhwanul Muslimin/Mursi di mesir sekarang. Karena memang PKS adalah Ikhwanul Muslimin.

Kembali ke Habib Husein Al Habsyi, saya juga heran kenapa dia mendirikan ormas bernama Ikhwanul Muslimin. Habib Husein Al Habsyi – IM Yang jelas, dia memang akrab di kalangan Islam Radikal. dengan Habib Rizieq, juga dgn Abu Bakar Ba’asyir. Karena dalam perjalanannya di Ikhwanul Muslimin ada 2 arus besar. Salah satunya adalah Ikhwan Quthbiyah. Yakni Ikhwan Garis Keras tokoh utamanya adalah Sayyid Quthub. Bahkan Yusuf Qardawi mengatakan Sayyid Quthub harus bertanggung jawab atas berkembangnya Islam Radikal di dunia

Sayyid Quthb akhirnya di hukum mati, digantung (pada 29 Agustus 1966). Karena ideologi radikalnya. Sayyid Quthub awalnya moderat, termasuk ketika menulis kitab Tafsir fi Dzilalil Qur’an. Tapi Akhirnya Radikal,Beliau memang pujangga, kitab lainnya adalah kitab Ma’alim fi at-Thariq Itulah Ikhwanul muslimin dan menjelma menjadi PKS..
Muhibbul fillah..
Salam takdziim.


