Tag: ilmu islam

  • Kalau Meminta Apa-apa Itu Jangan Banyak-Banyak

    Kalau Meminta Apa-apa Itu Jangan Banyak-Banyak

    KH Maimun Zubair berkata:

    “Cung… lek nyuwun Allah Ta’ala kui ojo akeh-akeh. ( kalau meminta apa-apa itu jangan banyak-banyak)
    Papat wae wes cukup
    (nak… jika meminta kepada Allah itu jangan banyak banyak, cukup minta empat perkara ini):

    1. Nyuwun nikmate urip. (Meminta nikmatnya hidup).
    2. Nyuwun rizqi lumintu. (Meminta Rizki yang lancar).
    3. Nyuwun keluarga tentrem. (Meminta keluarga yang tentram).
    4. Nyuwun bejo donyo akhirat. (meminta bahagia dunia akherat).

    Do’a mensyukuri nikmat | Do’a Nabi Sulaiman:

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

    ‏ Do’a untuk minta rezeki | Do’a Nabi Isa

    اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآَخِرِنَا وَآَيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقيْن

    Doa menginginkan anak yang baik | Doa Nabi Zakariyya:

    رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

    ‏Doanya hamba-hamba Allah yang beriman

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

    Doanya Nabi Ibrohim:

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ


    Doa minta keberuntungan | Doa Nabi Muhammad:

    ” اللَّهُمَّ إنَّا نَسْألُكَ مُوجِباتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزائِمَ مَغْفِرَتِكَ، والسَّلامَةَ مِنْ كُلِّ إثمٍ، والغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، والفَوْزَ بالجَنَّةِ، والنَّجاةَ مِنَ النَّارِ

    Doa minta kebaikan dunia dan akhirat:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Semoga manfaat dan barokah. Amin..🤲🤲🤲

    (red.Ansor Kebonjeruk)

  • Pentingnya Ilmu Alat Nahwu Shorof

    Pentingnya Ilmu Alat Nahwu Shorof

    Bismillahirrohmanirrohim

    contoh isim nakiroh : Aku bertemu laki-laki (laki2 tsb belum jelas siapa)
    Dalam bahasa Arab: رأيت رجلا
    contoh isim ma’rifat : aku melihat laki-laki (laki2 tsb sudah jelas, misal : Umar, zaid, dll)
    Dalam bahasa Arab: رأيت الرجل
    Memaknai lafal Allah….
    Ulama’ ahli nahwu pernah terjadi perbedaan pendapat tentang lafal Allah, sebagian besar memandah lafal Allah adalah isim nakiroh, mereka beranggapan bahwa lafal Allah bukan terbentuk dari lafal apapun melainkan dari lafal Allah itu sendiri.
    tetapi salah seorang Ulama’ IMAM SYIBAWAIHI beranggapan bahwa lafal Allah merupakan Isim makrifat, terbentuk dari ال اله (al-ilahu), bisa menjadi lafal Allah karena di’illatkan.
    lafal ilahun sendiri adalah bahasa arab yang berarti TUHAN.
    dari ungkapan tersebut Imam Syibawaihi beranggapan dari lafalnya, Lafal ALLAH itu berarti Tuhan yang jelas dan Haq…
    Karena pendapat tersebut, Imam Syibawaihi dimasukkan Allah SWT ke dalam surga-NYA…

  • GUS BAHA CENDEKIAWAN RAKYAT MELAWAN HEGEMONI

    GUS BAHA CENDEKIAWAN RAKYAT MELAWAN HEGEMONI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Fenomena Gus Baha cukup riuh. Saya sangat suka. Ada oase. Segar penuh harapan. Menerangi juga hangat. Nakal, cerdas, jenaka, solutif, berani dan jujur apa adanya. Khas cendekiawan kampung.

    Entah sejak kapan keilmuan hanya diklaim perguruan tinggi semacam collage, universitas, akademi atau institut— lalu hanya mereka yang berhak mengeluarkan ijazah. Melakukan sertifikasi. Menentukan lulus dan tidak lulus. Ilmu terpenjara dalam sebuah birokrasi dan keangkuhan buku-buku di rak perpustakaan. Yang ditumpuk untuk meraih banyak gelar dan pujian.

    Sejak kapan lembaga Pendidikan berubah menjadi yang paling absah merumuskan masa depan—menentukan benar salah, baik dan buruk. Meniadakan atau mengadakan.

    Pendidikan menjadi sangat angkuh. Kaku dan rigid. Mengira padanya terdapat segala yang dibutuhkan. Tapi Ironisnya ilmu kedokteran yang mahal dan dibanggakan itu nyatanya tak cukup mampu dan kebingungan melawan kofid-19. Ilmu ekonomi juga tak kunjung berhasil mewujudkan hidup lebih baik. Bukankah ini indikator kegagalan ? Pun dengan ilmu-ilmu yang lain. Sama. Tak mampu mengurai masalah kemanusian, bahkan menjadi beban, tulis Bertrand Russel.

    Gus Baha bukan hanya menguasai bahasa, metodologi, brrbagaj ilmu alat atau literatur berlimpah. Tapi juga punya perspektif yang luas. Karakter yang kokoh. Dan padanan lain semisal. Simbol Ilmuwan rakyat yang lahir dan besar dari rahim didikan rakyat. Ini yang membedakan Gus Baha dengan ilmuwan lain yang bergelar.

    Gus Baha tak perlu gelar. Tak perlu tunduk pada aturan baku para akademisi yang kaku berbelit dan boros kata karena ditindas footnote dan jurnal scopus. Pikiran-pikiran Gus Baha mudah dimengerti, gampang di dapat dan relevan dengan kehidupan.

    Seperti halnya para nabi. Maka cendekiawan sebagai pewaris para nabi berbicara dengan bahasa rakyatnya. Jadi Gus Baha tak perlu ‘ke-marab’ atau ‘ke-minggris’ agar terlihat pintar, terlihat ilmiah kemudian bicara dengan kata-kata yang sulit di mengerti. Gus Baha tidak bicara dengan bahasa buku atau jurnal. Ia hadir ditengah.

    Gus Baha meski NU tapi pikiran, wawasan, ide dan gagasannya sudah jauh melampaui— sebab kebenaran ilmu memang tak punya mazhab, aliran atau kelompok. Kebenaran itu universal tidak mengenal ruang dan waktu. Atau klaim para petualang ilmu.

    Ibarat kata, Gus Baha sukses menyajikan menu kampung ke hotel bintang 10– saya tidak mengatakan bahwa Gus Baha adalah ulama yang paling ‘ngalim’. Tapi Ia punya keberanian melawan hegemoni, merubah kemapanan dan manawarkan nuansa.

    Melihat Gus Baha mengaji pikiran saya melambung jauh — membayangi Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad mengajar dikitari para santrinya —yang ta’dzim menyimak, mendengar dan mengaji. Tidak kemrungsung menyalahkan yang tidak sepandangan. Kemudian sesekali riuh tertawa bersama — nyantai tapi dapat banyak . @nurbaniyusuf – Komunitas Padhang Makhsyar ( ASWAJA DEWATA)