Tag: ilmu

  • Ngaji dan Menyebarkan Ilmu Tidak Harus Disatu Waktu

    Ngaji dan Menyebarkan Ilmu Tidak Harus Disatu Waktu

     

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sejak ngaji online bisa dilakukan oleh setiap Ustadz dan caranya juga gampang, cukup pakai hp, tripod dan headset, langsung bisa ngaji. Tidak perlu tim dakwah, tidak usah pakai jasa profesional dan sebagainya. Di satu sisi ada nilai positifnya.

    Di sisi lain ada semangat yang berlebih sehingga ingin ngaji terus di akun Medsosnya. Ngaji dan menyebarkan ilmu memang baik. Tapi kita lihat dulu bagaimana dahulu para Sahabat yang ngaji kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

    ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺒْﺪُ اﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺬَﻛِّﺮُ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺧَﻤِﻴﺲٍ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺟُﻞٌ: ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻋَﺒْﺪِ اﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻟَﻮَﺩِﺩْﺕُ ﺃَﻧَّﻚَ ﺫَﻛَّﺮْﺗَﻨَﺎ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ؟

    Abdullah bin Mas’ud mengajarkan ilmu setiap hari Kamis (seminggu sekali). Ada yang bertanya: “Wahai Abu Abdirrahman, saya senang jika kamu mengajar kami tiap hari”

    ﻗَﺎﻝَ: ﺃَﻣَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻳَﻤْﻨَﻌُﻨِﻲ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﻧِّﻲ ﺃَﻛْﺮَﻩُ ﺃَﻥْ ﺃُﻣِﻠَّﻜُﻢْ، ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺗَﺨَﻮَّﻟُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ، ﻛَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺘَﺨَﻮَّﻟُﻨَﺎ ﺑِﻬَﺎ، ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ اﻟﺴﺂﻣﺔ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ”

    Ibnu Mas’ud menjawab: “Bukan aku tak mau. Tapi aku takut kalian jadi bosan. Saya carikan waktu ceramah untuk kalian seperti yang dilakukan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam kepada kami, karena takut kami jadi bosan” (HR Bukhari)

    ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ، ﻗَﺎﻝَ: «ﺣَﺪِّﺙِ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﻛﻞ ﺟﻤﻌﺔ ﻣَﺮَّﺓً، ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﺑَﻴْﺖَ ﻓَﻤَﺮَّﺗَﻴْﻦِ، ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﻛْﺜَﺮْﺕَ ﻓَﺜَﻼَﺙَ ﻣِﺮَاﺭٍ، ﻭَﻻَ ﺗُﻤِﻞَّ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﻫَﺬَا اﻟﻘُﺮْﺁﻥَ … »

    Ibnu Abbas berkata: “Ajari ilmu kepada umat setiap Jum’at sekali. Jika tidak, boleh 2 kali. Jika ingin menambah maka 3 kali (dalam sepekan). Jangan jadikan umat Islam bosan terhadap Al-Qur’an” (Sahih Bukhari)

    Alam Medsos tidak sama dengan Santri yang menetap di pondok. Tiap hari ngaji kitab, bahas ilmu dan seterusnya, karena memang dunianya bergelut dengan ilmu. Di alam Medsos terlalu banyak jenis manusia.

    Jangan-jangan saya yang menulis tiap hari di FB ini juga cepat membosankan netizen? ” kata KH. Ma’ruf Khozin di beranda FB”

    (red)

  • MUKIDI DAN PARDI, BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU

    MUKIDI DAN PARDI, BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU

    SORBANSANTRI.COM

    Assalamualaikum, cyberaswaja.online

    بِـسْــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِـيْـــــــــــــــــمِ
    BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU
    monggo disimak,sambil sarapan

    ☝️mukidi :kang.. di fesbuk, sekarang banyak orang bicara agama kayak sudah ahlinya aja..
    pardi :ya bagus dong

    ☝️mukidi :tapi pemahamannya itu menurut pikirannya sendiri,
    apa boleh kayak gitu kang?
    pardi :ya nggak boleh, ngawur itu.. termasuk bohong tentang ilmu Alloh

    ☝️mukidi:ancaman-nya apa kang
    pardi. : Berat.. siksa neraka di, Perhatikan ayat ini :
    وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ
    janganlah kamu mengatakan tentang apa² dg lidahmu secara dusta
    هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ
    “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-ada kebohongan terhadap Alloh.
    إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ
    ” Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Alloh tiada beruntung”

    ☝️mukidi :
    Berarti Berbicara agama tanpa ilmu itu dosa ya kang ?
    pardi : ya iya.., nih ayatnya
    وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
    jangan kamu mengikuti apa² yg kamu tdk mempunyai ilmu-nya
    إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ
    Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
    كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً
    semuanya akan dimintai tanggung jawab”

    ☝️mukidi :ada hadits nabi kang?
    Pardi. :ada.. nih denger ya..
    Rosululloh ﷺ bersabda : ”Barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (Tirmidzi).

    Ngerri ini di… Gak main² Emangnya ngomong tentang apaan sih di ?

    ☝️mukidi :tentang virus corona, yg dihubung²kan dg surat al-ahzab 33
    pardi : lhoo… al ahzab 33 itu kan tentang perintah kpd istri² nabi supaya berdiam dirumah dan tidak berhias seperti wanita² jahiliyah, bukannya tentang wabah corona.., memang ada lafadz “qorn” tapi maknanya bukan wabah qorona, ngawur itu…
    Lafadz “qorn” di ayat 33 itu asalnya dari ” القرار ” atau ” اقررن ” atau ” قررت ” ( 👉yang artinya tetap di tempat tinggal bagi istri² nabi )
    Sama sekali tidak ada hubungan dg corona virus, coba cek di tafsir jalalain.
    Apalagi yg rame di fesbuk di?

    ☝️mukidi: penutupan masjid² kang.. Orang² pada bantah²an
    pardi : lho..wong itu perintah Rosululloh ketika ada wabah, hadits-nya shohih itu,
    orang² yg membantah itu sama saja membantah Rosul.
    👉Kita ini ummat nabi, harus taat pada beliau,
    Di perintah kemasjid, berangkaat
    Di perintah dirumah ya taat

    Sahabat umar saja ketika ada wabah, beliau menghindar,
    bukanya malah menantang wabah kayak status orang² di fesbuk : “aku hanya takut kpd Alloh, aku tidak takut corona”

    inilah contoh orang² bodoh bicara agama tanpa ilmu, sampe²
    hadis nabi-pun dibantah-nya
    ayat qur’an di plesetkan maknanya… Hadeeeehh..

    👉 ingat
    و هل يقب الناس فى النار على وجوههم الا حصءد السنات هم
    Kebanyakan manusia terjungkal kedalam neraka ,karna hasil dari lisan-nya

    Jangan bicara agama tanpa ilmu
    ▶️bicara-lah sesuai bidang yg kau kuasai

    Naudzu billahi min dzalik
    Wallohu a’lam bisshowab

    (abi sorban)