Tag: Indonesia

  • Cinta NU Cinta Indonesia

    Cinta NU Cinta Indonesia

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com –Mendengar NU tentu orang akan langsung teringat pada sebuah organisasi keagamaan terbesar di negeri ini, bahkan terbesar di dunia. Tentu tak mengherankan ketika NU diusik maka para Nahdliyyin akan langsung bereaksi untuk membelanya. Pembelaan warga Nahdliyin bentuknya juga bermacam-macam, tergantung dari kapasitas keilmuan, pengalaman berorganisasi maupun faktor usia. Faktor keilmuan, pengalaman dan usia inilah yang menyebabkan keluarnya tanggapan berbeda dalam menilai atau menyikapi suatu masalah.

    Warga NU sepuh yang ada di jajaran struktural maupun kultural tentu lebih dewasa dalam menanggapi suatu masalah. Langkah yang ditempuh pun lebih solutif, mengarah pada manfaat dan menghindari madlarat yang lebih besar. Para sesepuh NU lebih memilih jalan tabayyun (klarifikasi), membuka ruang dialog, diskusi mencari solsui, bahkan jika harus debat pun pasti dengan cara yang santun.

    Kedewasaan sikap di atas juga bisa kita lihat pada badan otonom (banom) NU seperti GP ANSORdan banom lainnya. Sering kita melihat bagaimana Gerakan Pemuda Ansor diuji dengan beragam masalah di negeri ini. Hujatan, cacian bahkan hinaan yang mengarah pada Ansor sebagai garda terdepan NU, mampu diselesaikan tanpa adanya pertumpahan darah. Tidak seperti di Timur Tengah, dimana setiap perbedaan berpotensi pada kerusuhan yang akhirnya menimbulkan pertumpahan darah berlarut-larut. Hal ini menunjukkan bahwa Ansor sudah dewasa dalam bersikap dan memahami perbedaaan tapi tetap tegas dalam menjaga perdamaian.

    Memang ada sebagian kecil generasi muda NU yang terkesan keras dalam menanggapi sikap permusuhan, ujaran kebencian, dan hal-hal yang berpotensi menyebabkan perpecahan. Tentu sikap keras dan kaku ini tidak mewakili sikap warga NU. Hal itu bisa saja disebabkan oleh kurangnya pengetahuan agama, terbatasnya pemahaman ke-NU-an dan minimnya pengalaman dalam berorganisasi. Sikap generasi muda (yang baru tahu) NU seperti ini bisa jadi muncul karena dorongan kecintaan yang besar pada NU tapi tanpa dibekali keilmuan yang mumpuni. Hal ini bisa diatasi dengan cara mengenalkan generasi muda pada tujuan gerakan NU, meningkatkan kajian-kajian ke-NU-an, menyebarluaskan konten-konten Aswaja An Nahdliyyah dan secara langsung memberikan contoh sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan.

    Kita layak bersyukur bahwa sebagai organisai terbesar di negeri ini, NU masih setia mengajarkan jargon “cinta tanah air adalah sebagian dari iman” dan senantiasa memberikan uswah cara beragama Islam yang rahmah bagi semesta alam. Tentu tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa selama NU masih kokoh di negeri ini, maka insyaallah Indonesia akan tetap aman dan damai.(Ki Narto)

  • HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    InfokomBanserNU- Pasca jatuhnya ISIS di Suriah, gelombang pengungsi semakin banyak yang memasuki wilayah sekitar Suriah, seperti Turki. Perlahan keluarga yang dulunya hidup dalam naungan khilafah ISIS mencari tempat perlindungan baru.

    Tak terkecuali warga negara Indonesia yang sempat berdatangan ke Suriah dengan dalih jihad. Berdasarkan data ICSR sejak kejayaan hingga kejatuhan ISIS, mengungkapkan dari total 700-an sampai 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah, sekitar 113 orang adalah perempuan dan 100 orang adalah anak-anak.

    Dari angka itu, sekitar 54 perempuan dan 60 anak terdeteksi telah kembali ke Indonesia. Total yang kembali pulang ke Indonesia (returnee) antara 183 hingga 300 orang. Hampir di setiap kamp pengungsian, terdapat warga negara Indoensia, seperti wilayah pengungsian al-Hol. Di sana, sebanyak 50 WNI mengungsi menunggu nasib yang belum jelas.

    Namun keberadaan para WNI di ISIS tidak jarang membuat mereka menyesal. Ternyata system khilafah tidak seindah jualannya. Kata syair lagu dangdut, “Surga yang engkau Janjikan, Neraka yang kau berikan”.
    Betapa tidak, hidup di wilayah perang tidak ada enaknya. Tiap hari yang terdengar hanya desingan peluru dan bom. Hidup pun tidak menentu, apakah hari ini nyawa melayang atau masih bertahan.

    Makanya, penyesalan WNI yang ada di Suriah tidak terbendung lagi. Pilihan satu satunya mereka saat ini adalah bagaimana bisa kembali ke Indonesia. Tapi nampaknya Pemerintah Indoensia tidak semudah itu akan mengembalikan dan menerima eks kombatan ISIS beserta keluarga.

    Beragam suara penolakan dari masyarakat tanah air. Bagi yang menolak, kombatan ISIS yang balik ke Indonesia akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.
    Tidak ada jaminan mereka akan menyebarkan faham khilafah ISIS yang akan membahayakan masyarakat Indonesia. Katanya, Mereka telah memilih untuk hengkang dari NKRI artinya sudah siap untuk melepas warga negaranya dan bergabung ke ISIS sebagai system hidupnya.
    Kelompok afiliasi ISIS di Indonesia saja sudah cukup meresahkan, apatah lagi jika kombatan tersebut kembali.

    Sementara Pemerintah sendiri masih pikir-pikir untuk memulangkan mereka. Kendati ada semacam lampu hijau dari para pengambil kebijakan. Kepala BNPT, Suhardi Alius berpendapat bahwa tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua kepada anak-anak simpatisan ISIS yang ingin kembali ke Indonesia.

    Demikian juga Mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa negara siap mengembalikan mereka asal berjanji untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Salah satu alasan atau pembenaran negara dalam menerima kembali WNI yang terlunta-lunta di Suriah adalah adanya pergeseran pola pikir dari mereka. Pengalaman derita yang telah mereka dapatkan selama di Suriah cukup menjadi pembelajaran untuk sadar bahwa hidup di Indonesia sangat damai dan nyaman.

    Namun apa pun itu, kita berharap agar Pemerintah Indoensia cermat dalam mengambil keputusan. Sebab dua hal yang harus dipastikan oleh negara jika memutuskan untuk memulangkan WNI dari Suriah.
    Pertama, bagaimana memastikan ideology mereka untuk bisa kembali ke pangkuan Pancasila dan NKRI.
    Kedua, memberikan skema penerimaan dari masyarakat. Sebab, masyarakat tentu akan sulit menerima mereka. Stigma sebagai teroris akan selalu melekat.
    Yang kasihan adalah keluarga para kombatan, anak dan istri mereka yang masih punya masa depan dan cita-cita.

    KESIMPULAN

    1. ISIS adalah pecahan dari kelompok al-Qaeda, yang jauh lebih ekstrim dan sadis dalam melakukan  pembunuhan dari kelompok al-Qaeda lainnya.
    2. Mereka lebih tepat untuk disebut sebagai Khawarij kontemporer yang harus dicegah dan diantipasi perkembangannya.
    3. ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara doktrin maupun prilaku.
    4. Segala sikap dan prilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.
    5. Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh doktrin dan gerakan ISIS. Wallahu mustaan

    (SANTRI NU INDONESIA)

    #GMNUCyberTeam

  • Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Cyberaswaja.online | Sooko. Halaman parkir penuh dan Aula PCNU Kab Mojokerto ramai, dilangsungkan Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gusdur dengan tema “KEBUDAYAAN MELESTARIKAN KEMANUSIAAN”. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 wib tersebut, dihadiri Tokoh lintas Agama, diantaranya Walikota Mojokerto, BUPATI Mojokerto, KAPOLRES Kabupaten Mojokerto, DANDIM dan Seluruh ORMAS serta Lintas Komunitas. 25/01/2020.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade oleh Ning Alisa Wahid

    Acara tersebut sangat penting bagi bangsa dan negara mengingat dari pribadi GUS Dur yang selalu dirindukan dan menjadi marwah NU sebagai satu-satunya ormas yang sudah tidak diragukan lagi dengan Politik Kebangsaannya, sebagai pemersatu bangsa yang berbeda-beda dan merupakan elemen penting dalam berdirinya suatu bangsa.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Pengurus PC NU bersama jajaran Forkopimda Mojokerto pada Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Peserta Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade

    Dengan pemateri semua tokoh lintas agama se Kabupaten Mojokerto, keistimewaan acara ini turut juga dihadiri Neng Alisa Wahid, beliau menyampaikan pesan dan kesan, serta bercerita tentang kisah kehidupan almarhum Gus Dur perihal Kebangsaan dan Bernegara. (red-fio)

  • PA 212 Ingatkan Potensi Kemarahan Kelompok Syiah Indonesia jika Amerika dan Iran Perang

    PA 212 Ingatkan Potensi Kemarahan Kelompok Syiah Indonesia jika Amerika dan Iran Perang

    InfokomBanserNU- Jubir Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin memprediksi, Indonesia bisa terdampak jika terjadi perang antara Amerika Serikat dengan Iran pasca terbunuhnya Kepala Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran Qods Mayor Jenderal Qassem Soleimani.

    Menurut Novel, mayoritas warga Iran adalah kelompok Syiah yang notabene banyak bertentangan dengan ajaran Islam di Indonesia yang kebanyakan menganut Khashaish Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah” atau Aswaja.

    “Jadi kalau kita lihat dampak itu pasti ada. Karena iran beraliran syiah. Syiah ini ada di Indonesia sangat militan dan banyak,” kata Novel kepada merahputih.com di Jakarta, Senin (6/1).

    Novel melanjutkan, meski ada dampak, namun jumlahnya tak besar mengingat banyak ormas di Indonesia yang bertentangan dengan syiah.

    “Islam di Indonesia mayoritas tak berpihak kepada Amerika dan Iran. Karena kita korban pembantaian Iran dan amerika. Sulit bagi Indonesia memihak keduanya. Sebab semua ormas itu aswaja. Kalau aswaja saja tak terpengaruh;” jelas Novel.
    “Pengaruhnya kelompok syiah Indonesia pasti berpengaruh. Cuman mereka jangan mengatasnamakan Indonesia,” ungkap Novel.
    Novel berharap agar permasalahan antara Iran dengan Amerika tak berujung pada peperangan. Jalan damai pun harus dikedepankan mengingat akan banyak korban jiwa jika terjadi perang.
    “Karena perang itu harus dihindari. Karena ada dampak pada dunia seperti sistem politik dan ekonomi. Kan ada mahkamah internasional yang diselesaikan di PBB,” sebut Novel.
    Indonesia pun dimintanya tak mencampuri masaah kedua negara.
    “Warga Indonesia juga tak perlu ikut campur jika terjadi perang. Dunia ini harus damai dan kondusif,” harap Novel.

    Seperti diketahui, serangan ini diduga sebagai bentuk balasan atas penyerbuan Kedutaan Besar AS di Baghdad pada 31 Desember, yang dipimpin oleh Kata’ib Hezbollah dan para pejuang milisi yang didukung Iran. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak untuk membunuh Soleimani dilakukan atas arahan Presiden sebagai tindakan defensif untuk melindungi personel AS di luar negeri.

    Qaseem Soleimani selama ini mempunyai peran penting dalam memerangi teroris di Suriah dan Irak. Soleimani mampu mengorganisir perlawanan terhadap ISIS dan Al Qaeda sebelum adanya koalisi internasional bentukan AS. Kematian Soleimani ini membawa angin segar bagi ISIS dan Al Qaeda sekaligus menjadi alarm bahaya bagi keamanan global.

    (sumber. merahputih.com)

  • SOAL KEMELUT DI NATUNA, PBNU SIAP JIHAD DEMI NKRI

    SOAL KEMELUT DI NATUNA, PBNU SIAP JIHAD DEMI NKRI

    Infokom BanserNU- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan siap berjihad demi mempertahankan setiap jengkal kedaulatan NKRI.

    Hal ini disampaikan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj saat memberikan keterangan resmi organisasi keislaman tersebut terkait aksi Tiongkok yang memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Perairan Natuna.

    “Dalam pandangan Nahdlatul Ulama sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari, hukum membela keutuhan tanah air adalah fardu ain atau wajib bagi setiap orang Islam. Dan barang siapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid,” kata Kiai Said dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (6/1).

    Menurut Said, kedudukan laut amat strategis sebagai basis pertahanan. Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut China Selatan, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan.

    “Ketidaksungguhan pemerintah dalam melaksanakan konsep pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers,” katanya.

    Oleh karena itu, Kiai Said juga mengingatkan kepada pemerintah, jangan negara lembek, meski Tiongkok merupakan salah satu investor di Indonesia.

    “Meskipun Tiongkok merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia, Nahdlatul Ulama meminta Pemerintah RI tidak lembek dan tidak menegosiasikan perihal kedaulatan teritorial dengan kepentingan ekonomi. Keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, di darat dan di laut, dan juga di udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apa pun. Dalam jangka panjang, Nahdlatul Ulama meminta Pemerintah RI untuk mengarusutamakan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi dan geopolitik,” kata Kiai Said.

    #HubbulWathonMinalIman

  • APA SIH HIZBUT TAHRIR INDONESIA ( HTI )

    APA SIH HIZBUT TAHRIR INDONESIA ( HTI )

    🔥Hizbut tahrir (HT)🔥= sebuah partai politik yg berideologi Islam, bukan organisasi kerohanian, bukan pula lembaga ilmiah ataupun akademis.

    🥊👉HT didirikan 1952 M, di lebanon oleh syekh Taqiyyuddin an-Nabhani, dan masuk ke Indonesia tahun 1972. Pendiri hizbut tahrir berpindah2 dari Yordania, Syiria, dan lebanon. Namun wafatnya Sang Pendiri itu di Bairut.🤹‍♂
    Sumber
    (الموسوعة الميسرة, ج 1 ص 341)
    حِزب التحرير حزب سياسي إسلامي يدعو إلى تبني مفاهيم الإسلام وأنظمته وتثقيف الناس به والدعوة إليه والسعي جديا لإقامة دولة الخلافة الإسلامية معتمدا الفكر أداة رئيسة في التغيير.
    مدن فلسطين.
    👆👆

    HTI beranggapan bhw umat Islam jaman now hidup dalam Darul kufur yg serupa dgn kehidupan di mekkah (sebelum hijrah ke madinah)

    ⏯🤜Tahapan dakwah, HTI🤛⏪
    1.Tahap pembinaan & pengkaderan
    2.Tahapan berinteraksi dgn umat agar ikut memikul kegiatan dakwahnya
    3.Tahap pengambilan kekuasaan untuk menerapkan Islam kaffah katanya HT sih.. Pdhl Islam kaffah itupun sendiri mereka g mudeng blass😂😂🐍🐍

    ⏭Vonis: HT itu stlh agenda mereka gagal kemerdekaan Palestina, mereka mirip Bunglon yg loncat kesana kemari dg menyamar agar umat islam di dunia simpati dan mendukung mereka… 🦎🦎

    Lek.. Sakwelase lek..
    Cacingan deh lu bro wkwkwk

    🌠IDEOLOGI HT Mengadopsi Ideologi Mu’tazilah, Pada masa Bani Umayyah, lahir gerakan revivalis yg dipelopori oleh Ma’bad bin Kholid al-Juhani, penggagas ideologi Qodariyah yg berpijak pd pengingkaran qadha’ dan qadar Allah Swt. 🌠
    Ideologi ini menjadi embrio lahirnya sekte mu’tazilah. Ideologi ini lalu diikuti oleh Taqiyuddin an-Nabhani, Dalam bukunya, ia berkata:
    وهذه الأفعال أي أفعال الإنسان لا دخل لها بالقضاء ولا دخل للقضاء بها لان الإنسان هو الذي قام بها بإرادته واختياره وعلى ذلك فإن الأفعال الإختيارية لا تدخل تحت القضاء( الشخصية الأسلامية 1 ص 71-72)
    “semua perbuatan manusia ini, tdk ada kaitannya dg ketentuan / qadha’, dan qadha’ jg tdk ada kaitannya dgnya, krn manusialah yg melakukannya dgn kemauan & ikhtiyarnya, oleh karena itu perbuatan ikhtiyari manusia tdk masuk dalam lingkup qadha’ Allah”.( al-Syakhshiyyat al-islamiyyah juz 1 hal. 71-72)

    🥊NB: HT rukun imannya HTI itu cuma 5 berbeda dg umumnya umat islam yg jumlahnya 6
    Catet tuh🥊

    Ini jelas bertentangan dgn al-Quran, sunnah dan akal sehat.
    وخلق كل شيء فقدره تقديرا [الفرقان/2]
    “dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukurannya dgn serapi²nya”. (Qs, al-Furqon, 2)

    إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ [القمر/49]
    “sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”.(QS, al-Qomar, 49)

    ⚡Mudahnya⚡… HT ingkar dg lafadz
    لا حول ولا قوة الا بالله

    Yg lbh parah..Taqiyuddin jg mengatakan
    فتعليق المثوبة او العقوبة بالهدى والضلال يدل على أن الهداية والضلال هما من فعل الإنسان وليسا من الله
    “mengkaitkan pahala & siksa dg petunjuk dan kesesatan menjadi dalil bhw hidayah dan kesesatan itu sebenarnya termasuk perbuatan manusia dan bkn datang dari Allah”. (al-Syakhshiyyat al-islamiyyah juz 1 hal 74)

    pernyataan an-Nabhani diatas merupakan penolokan terhadap teks-teks al-Quran dan Hadits.
    Dalam ayat lain
    { فمن يهدي من أضل الله} [الروم: 29]
    “maka siapakah yg akan menunjuki orang yg telah disesatkan Allah ?”.

    { إن هي إِلا فتنتك تضل بها من تشاء وتهدي من تشاء} [الأعراف: 155]
    “Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dg cobaan itu siapa yg Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kpd siapa yg Engkau kehendaki”. (QS. Al-A’rof: 155)

    Soal Ta’wil
    terhadap ayat² mutasyabihat Hizbut Tahrir anti TA’WIL, krn mereka beralasan bhw pendekatan ta’wil tidak dikenal dikalangan ulama salaf. Dalam hal ini an-Nabhani mengatakan
    كان التأويل أول مظاهر المتكلمين …. وكان التأويل عنصرا من عناصر المتكلمين وأكبر مُمَيّزٍ لهم عن السلف (الشخصية الأسلامية 1 ص 53 )
    “Ta’wil merupakan fenomena yg pertama kala dimunculkan oleh para teolog. Jadi ta’wil itu merupakan salah satu unsur dan yg paling membedakan antara mereka dg salaf”. (al-Syakhshiyyat al-islamiyyah juz 1 hal 53)

    Pernyataan an-Nabhani itu bisa mengesankan bhw dikalangan ulama salaf tidak ada ulama yg ahli dalam bidang teolog (ilmu kalam). Pdhl pakar teolog itu sdh byk dikalangan ulama misal Al-Imam Abu Manshur Abdul Qohir bin Thohir al-Tamimi al-Baghdadi menegaskan bahwa teolog pertama dari generasi sahabat adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Umar, sedangkan teolog pertama kali dari generasi tabi’in adalah Umar bin Abdul ‘Aziz, Zaid bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Hasan al-Bashri, kemudian al-Sya’bi, Ibnu Syihab al-Zuhri, ja’far bin Muhammad al-Shadiq dll

    Mikiiiiiir… Jangkrik bos… 😁😁🙈🙈

    Tentang masalah ta’wil HT persis seperti wahabi…yaitu anti TA’WIL sehingga mereka mudah terjerumus ke dalam faham tajsim (berkeyakinan Allah itu memiliki anggota tubuh seperti tangan, mata, kaki dll serta butuh tempat). 🐊🐊

    Mudahnya HT itu 11 12 dg Wahabi soal Ta’wil yakni kaum tekstual.
    Ibaratnya ada susu tp memakai kaleng yg bergambar beruang..
    Maka haram hukumnya minum susu tersebut….
    Lucu dan culun g tuh.. 😆😆

    والله اعلم بالصواب
    Semoga Bermanfaat
    Amiin..

  • NU MILIK BANGSA INDONESIA

    NU MILIK BANGSA INDONESIA

    LazisNU Tuban-Jika kita membaca sejarah kiprah NU di era Pra Kemerdekaan maka akan banyak kita temukan sejarah pertempuran laskar rakyat dan laskar santri Hizbullah / Sabilillah melawan penjajah Belanda. Di era pasca kemerdekaan pun peran Santri dan Ulama bersama tokoh-tokoh nasionalis sangat penting dalam membangun pondasi Negara, merumuskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Begitu juga sejarah yang tak kalah penting dalam mempertahankan kemerdekaan adalah perlawanan rakyat Jawa Timur atas kehadiran penjajah Belanda yg membonceng tentara Sekutu untuk kembali menguasai Indonesia. Sejarah itu dikenal dengan Resolusi Jihad NU yang pada puncaknya terjadi lah Pertempuran Sepuluh (10) Nopember 1947. Pertempuran itu mampu mengalahkan Sekutu dan kemudian mengantarkan Bangsa Indonesia makin kokoh dengan kemerdekaannya.

    Setelah Indonesia sepenuhnya merdeka dari penjajahan fisik, Ulama dan Santri kembali ke Pesantren mendidik dan membangun peradaban masyarakat di mana antara Negara dan Agama tidak lagi dipertentangkan, sekalipun pada era 32 tahun Orde Baru berkuasa NU termarjinalkan, Ulama dan Santri NU tidak pernah melakukan upaya pemberontakan. Tidak ada provokasi terhadap ummat untuk membenci Pemerintah yang sah. Itulah sumbangsih NU untuk Bangsa ini.

    Selanjutnya pasca Reformasi, NU secara kongkrit ikut andil mengawal perubahan yang dimotori oleh KH. Abdurrahman Wahid, cucu Hadlrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari yang kita kenal dengan sebutan GusDur, dan GusDur pun terpilih sebagai Presiden RI ke 4 yang dihasilkan dari produk Demokrasi setelah 32 tahun era otoriter Soeharto. GusDur semasa sebelum dan sesudah menjadi Presiden peran utama yang nampak sebagai hasil perjuangan beliau adalah mempersatukan Bangsa Indonesia di tengah ancaman separatisme. GusDur sang Guru Bangsa, jasamu tak kan pernah terlupa oleh segenap anak Bangsa.

    Selanjutnya, Negara dan Ulama NU terus bersinergi dalam menjaga kedamaian dan ketentraman di tengah masyarakat. Ulama NU tdk alergi dengan penguasa karena pada prinsipnya keberadaan Negara adalah dalam rangka mewujudkan tujuan beragama yaitu kedamaian, keadilan, dan kemajuan Bangsa dan Negara.

    Maka dari itu Presiden setelah pasca GusDur pun selalu menggandeng tokoh dan Ulama NU dalam memberikan masukan dan nasehat, ada yang secara formal masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden dan banyak juga yang secara informal menjadi rujukan Presiden dalam mengambil suatu keputusan.

    Tokoh dan Ulama NU yang menjadi penasehat Presiden secara informal terlalu banyak untuk kami tulis satu persatu. Adapun tokoh atau Ulama struktural NU yang secara formal berada di Dewan Pertimbangan Presiden yang secara formal sejak pertama kali dibentuk oleh Presiden SBY adalah sebagai berikut:
    1. KH. Ma’ruf Amin Periode 2007-2014
    2. KH. Hasyim Muzadi Periode 2015-2017
    3. KH. Yahya C. Staquf Periode 2018
    4. Habib Luthfi bin Yahya Periode 2019-2024

    Kami segenap keluarga besar Hubbul Wathon Minal Iman mengajak warga Nahdliyin untuk terus mendukung Pemerintah dan Ulama bersatu memajukan Indonesia, menjaga Indonesia tetap rukun, tentram, dan damai.

    Follow IG HWMI :
    https://www.instagram.com/hubbul_wathon_

    #HubbulWathonMinalIman

  • Gak usah NU-NUan yang penting ahli sunnah wal jamaah

    Gak usah NU-NUan yang penting ahli sunnah wal jamaah

    SORBANSANTRI.COM

    Tausiyah KH. Marzuqi Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur)

    Terserah Anda tidak ikut NU, tapi tolong jangan menjelek-jelekkan NU, apalagi sampai bilang, Gak usah NU-NUan yang penting ahli sunnah wal jamaah.”

    Ketahuilah…!!

    wp.sorbansantri.com – Kalau Anda kebetulan seorang Habib atau pecinta Habaib, di Kota Malang itu ada Habaib top, Al-Marhum Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih Ulama yang Alim ahli hadits, ada juga Habib Alwi Al-Aiydrus, beliau-beliau Habib yang sangat Alim sampai wafat ikut NU.

    Kalau Anda kebetulan seorang Ustadz atau Kiai, atau orang yang mempunyai keistimewaan, punya doa mustajab, atau dapat mengobati orang sakit.

    Ketahuilah…! Mbah Hamid Pasuruan itu Ulama Alim yang banyak mempunyai Karomah, sampai wafat beliau ikut NU.

    Kalau Anda hapal beberapa hadits.

    Ketahuilah…!! Mbah Yai Hasyim Asy’ari hafal Kutubus Sittah, Shahih Muslim, Shahih Bukhori, Sunan Abi Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan An-Nasai, Sunan Ibnu Majah, beliau Pendiri NU sampai meninggal tetap NU.

    Habib Umar bin Hafidz Tarim adalah Ulama Alim yang mempunyai ribuan murid, beliau menyarankan santri-santrinya yang dari Indonesia agar bila pulang ke Indonesia berjuang di NU.

    Lebih Alim mana Anda dengan beliau-beliau, kok sampai menjelek-jelekkan NU ? (abi sorban)

    #BarokahSunni

    #SORBANSANTRI

    #ansorbanser

    #infokombanser

     

     

  • SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Apalagi Sama Mereka Yang Punya Niat Aneh-Aneh Sama Negara…  Yah masih ingatkan? dengan Muktamar NU ke-29 tahun 1994 lalu di Cipasung, Tasikmalaya.
    Ketika itu Orde Baru berusaha mengkudeta NU dari tangan Gus Dur dengan membuat sosok tandingan bernama Abu Hasan.
    Namun Gus Dur secara heroik tetap berhasil memenangkan pemilihan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun berikutnya. Para ulama-pun “tetangisan” karena Gus Dur mampu melewati tekanan rezim Soeharto yang datang bertubi-tubi sejak bertahun sebelumnya.
    Beberapa surat kabar mengandaikan pertarungan ini seperti oplet melawan panser, dan oplet memenangkannya.
    Mohamad Sobary menangkap peristiwa dramatis itu dengan tulisan yang tak kalah sarkastisnya “Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu Hasan.”
    NU sejak dulu jadi sasaran untuk direbut, dipecah, jika perlu dihancurkan. Ini terjadi karena NU adalah tipikal “benda hidup yang mudah bergaul, tapi tidak mudah untuk digauli”, meminjam penerjemahan HB. Jassin dalam Zarathustra.
    NU adalah ganjalan bagi siapapun yang punya niat “aneh-aneh” terhadap bangsa ini. Banyak yang terkecoh – seolah gampangan, tapi ketika diajak berkhianat kepada Pancasila, NU tak mau kompromi.
    Karenanya sudah dengan berbagai cara NU berusaha dikebiri, sejak era PKI, HTI hingga era FPI.
    NU oleh kaum komunis bahkan disebut “Para Penyembah Tahayul”, oleh kaum Wahabi disebut “Para Penyembah Kuburan” dan berkali-kali Rizieq Shihab menyerang Ketua Umum NU sembari menghina dengan “membuta-butakan” Gus Dur.
    Tapi dasar NU, ia tak pernah bergeser. “Maqomnya” sebagai pengawal kemajemukan bangsa tetap terjaga istiqomah.
    Rumus paling sederhana adalah siapapun yang punya niat jahat dengan bangsa ini, pasti ingin melumpuhkan NU sebagai jurus awal.
    Dan itu dilakukan oleh siapapun, termasuk oleh warga yang mengaku aqidah-nya sama. Janganlah mengira bahwa FPI amaliyah-nya berbeda dengan NU, termasuk mereka yang mengepung kediaman ibunda Mahfud MD kemarin – mereka sama, hanya niatan kepada bangsa ini berbeda.
    Kesetiaan Nahdlatul Ulama kepada negara ini tidak akan pernah berubah. Dan tidak akan pernah mengendur hanya karena stigma “receh” yang seringkali diarahkan pada NU.
    NU mungkin saja oplet, tapi pernah mengalahkan panser – mereka yang sekedar gerobak, harap berpikir ulang untuk bisa menghancurkan NU.
    Dan akhirnya, ternyata karomah para masyayih NU adalah salah satu senjata ampuh masih kuat & tegaknya NU.
    Alhamdulillaah… (PC NU BREBES)
  • MANUSIA MACAM INI TAK LAYAK BERADA DI NKRI

    MANUSIA MACAM INI TAK LAYAK BERADA DI NKRI

    SORBANSANTRI.COM


    Pasal 106 KUHP
    Makar (aanslag) yang dilakukan dengan niat hendak menaklukkan daerah negara sama sekali atau sebahagiannya ke bawah pemerintahan asing atau dengan maksud hendak memisahkan sebagian dari daerah itu, dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

    Pasal 110. (1) Permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan menurut pasal 104, 106, 107, dan 108 diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut. … berusaha mencegah, merintangi atau menggagalkan tindakan yang diadakan pemerintah untuk mencegah atau menindas pelaksanaan kejahatan.
    Indonesia melarang penistaan agama dalam KUHP-nya. Pasal 156(a) menyasar setiap orang yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia atau dengan maksud supaya orang tidak menganut agama apapun. Pelanggaran Pasal 156(a) dipidana penjara selama-lamanya lima tahun.[1][2]
    Pasal 207 KUHP berbunyi: barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. 6 Apr 2020
    Ini baru satu Video.
    Penistaan agama apakah hanya berlaku buat non muslim..??
    Kami semua merasa geram dan merasa tak tentram atas kelakuan Riziq Syihab Kita sebagai warga Indonesia berhak Hidup dengan kententraman kami NKRI yang selalu RUKUN dan DAMAI.
    Semenjak Riziq Syihab Kembali kita semua merasa tergannggu COVID _19 kini wilayah lainnya kembali Menjadi Zone merah. Termasuk daerah Pelosok yang lainnya gara-gara kecerobohannya bikin kerumunan yang seharusnya ditiadakan.
    Mohon pemerintah dan aparat secepatnya bisa bertindak tegas.
    (sumber)