Tag: infokom banser nu

  • Salah Satu Karomah KH. Maksum Jauhari

    Salah Satu Karomah KH. Maksum Jauhari

    SORBANSANTRI.COM

     

    Almaghfurlah KH. Maksum Jauhari merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Dahulu, Sebelum mendirikan persatuan pendekar muda pencak silat pagar nusa dibawah naungan Nahdlatul Ulama beliau terkenal sebagai sosok yang banyak karomah, ahli tirakat (puasa) dan ahli dzikir, ilmu kebatinan atau karomah-nya sangat diluar nalar manusia biasa, salah satunya yaitu hampir semua hewan buas di hutan belantara hanya sekali panggil datang menghampirinya dan langsung takluk atau patuh pada beliau. Hampir semua hewan buas seperti harimau, ular besar hingga serigala langsung menundukkan kepalanya jika KH. Maksum Jauhari melewati hutan.


    Peristiwa tersebut sudah banyak dan biasa disaksikan sahabat-sahabat KH. Maksum Jauhari. Konon karomah seperti itu diapat dari para Sunan atau Wali Allah untuk menjaga diri dalam mendakwahkan Islam di tanah Nusantara dahulu. Meskipun karomahnya sangat disegani, beliau tetap ramah mudah bersahabat dengan semua orang, juga sangat sederhana dikesehariannya dalam mendakwahkan Islam pada santri-santrinya juga masyarakat. (Red. M.Ha)

  • ALHAMDULILLAH KIAI NAHDHATUL ULAMA’ BIKIN ULAH LAGI

    ALHAMDULILLAH KIAI NAHDHATUL ULAMA’ BIKIN ULAH LAGI

    SORBANSANTRI.COM

    Alhamdulillah! Kiai NU Meluruskan Khalid Basalamah yang Tidak Paham Dalil Tabarruk

    Beredarnya video bikinan tim “da’wah” Ustadz Khalid Basalamah benar-benar sangat berhasil membuat saya -wong ndeso ini- merangkai tulisan-tulisan yang saya dedikasikan buat tim beliau agar dibaca.

    Bukan karena saya lebih bisa, karena ternyata Ustadz Khalid lebih terkenal daripada saya.

    Bukan karena saya banyak tahu, tapi karena saya ingin meluruskan orang-orang yang sok tahu.

    Terlebih dalam video itu ada sosok Kiai yang kami -para santri- sangat kagumi dan sangat hormati. KH. Maimun Zubair. Juga sosok santri dan situasi pesantren.

    Baik Tim Ustadz Khalid,

    Ketika santri berebut mencium tangan Kiai, mereka berharap berkah dari beliau. Apakah itu salah? Sama sekali tidak. At-Tabarruk atau berharap berkah artinya : berharap tambah dan berlipatnya nilai ibadah. Bertabarruk bukan menyembah. Tolong Pahami itu.

    Dalam Al Qur’an, konsep tabarruk telah ada, seperti tertuang dalam Surat Al Baqoroh ayat 125 :

    وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

    “Kenapa sholat di Maqam Ibrahim?” Ini ada unsur tabarruk.

    Begitu juga dalam Surat Yusuf ayat 93 dan 96:

    اذْهَبُواْ بِقَمِيصِي هَذَا فَأَلْقُوهُ عَلَى وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا
    فَلَمَّا أَن جَاء الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَى وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا

    “Kenapa baju Nabi Yusuf yang dijadikan sebagai pelantara kesembuhan Mata Nabi Ya’qub?” Ini juga Tabarruk.

    Dalam Hadits Rasulullah Riwayat Muslim (1305) konsep tabarruk tertuang ketika Rasulullah membiarkan rambut mulianya dimiliki oleh para sahabat.

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَتَى مِنًى فَأَتَى الْجَمْرَةَ فَرَمَاهَا ثُمَّ أَتَى مَنْزِلَهُ بِمِنًى وَنَحَرَ ثُمَّ قَالَ لِلْحَلاَّقِ « خُذْ ». وَأَشَارَ إِلَى جَانِبِهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ الأَيْسَرِ ثُمَّ جَعَلَ يُعْطِيهِ النَّاسَ.

    “Kenapa Rasulullah membiarkan rambut beliau dibagi-bagikan kepada para sahabat?” Karena Beliau meridloi tabarruk.

    Kenapa ketika perang Yarmuk, Kholid bingung mencari pecinya padahal bisa saja ia memakai peci yang lain atau peci apa saja? Karena dalam pecinya ada rambut Rasulullah yang beliau cukur saat berumroh, dan tidak ada satupun peperangan yang ia hadiri dengan memakai peci itu kecuali Allah memberikan kemenangan kepada umat islam. Inilah tabarruk.

    Ada sebuah sumur di Madinah yang bernama sumur Bidla’ah. Nabi pernah meludahi air dalam sumur ini, sehingga setiap melewati sumur ini, Muslimin hampir pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan meminum airnya. Tabarruk juga ini namanya.

    (Majma’ Az Zawa’id Wa Manba’ Al Fawa’id, Nuruddin Ali bin Abi Bakar Al Haitsamy)

    Belum lagi riwayat Imam Bukhari tentang bagaimana para sahabat ketika tangannya berhasil menangkap dahak Rasulullah, ia mengusapkan keseluruh tubuhnya. Ketika Rasulullah berwudlu, para sahabat hampir seperti akan berperang hanya karena berebut sisa air wudlu Beliau. Semua itu dalam konsep Tabarruk bukan?

    Mungkin kalian akan berkata : “Ah, itukan kepada Rasulullah. Kalau selain Rasulullah beda dong? gak boleh dong?

    Oke, coba perhatikan yang berikut :

    Seorang Abdurrahman bin Razin (Tabi’in) bergegas mencium tangan Sahabat Salamah bin Akwa’ berharap keberkahan dari tangan yang pernah bersentuhan dengan Rasulullah.

    Begitu pula alasan Tsabit Al-Bunani (Tabi’in), ketika ia mencium tangan Sahabat Anas bin Malik setelah bertanya : “Apakah engkau menyentuh Rasulullah dengan tangan ini?” dan Sahabat Anas menjawab : “Ya”.

    Abu Aliyah, seorang ulama Salaf, mencium dan mengusap-usapkan apel pemberian sahabat Anas karena menganggap apel itu telah dipegang oleh tangan yang pernah menyentuh Rasulullah. Semua dengan alasan tabarruk lho.

    Kalian akan membantah lagi : “Loh, itu kan masih ada hubungannya dengan Rasulullah. Pasti beda dong kalau tanpa ada hubungannya dengan beliau”

    Eits, jangan ambil kesimpulan terburu-buru dong, emang terbiasa begitu kalian ya…. Perhatikan yang berikut ini dulu : Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah pernah mencium tangan dan kedua kaki pamannya Sahabat Abbas. Ketika bertemu, Imam Muslim mencium wajah gurunya -Imam Bukhari- diantara kedua mata beliau, lalu meminta restu agar beliau dapat mencium kedua kaki gurunya itu.

    Apa alasannya? tabarruk.

    Bahkan, Rasulullah pernah bertabarruk kepada kaum muslimin. Dalam sebuah kitab yang bernama Al Jami’ As Shoghir Wa Ziyadatih (Al Fath Al Kabir) yang ditulis oleh Muhammad Nashiruddin Al Albani (pasti kalian kenal dong beliau itu siapa) tertulis sebagai berikut :

    “كان يبعث إلى المطاهر فيؤتى بالماء فيشربه , يرجو بركة أيدي المسلمين”

    Bahwa Rasulullah meminum air dari tempat bersucinya para muslimin seraya berharap keberkahan mereka.

    Disebuah kesempatan Rasulullah jelas tidak suka para sahabat mengambil air dari sumur Kaum Tsamud lalu memerintahkan mereka mengambil air dari sumur yang pernah diminum airnya oleh unta Nabi Sholeh. Hal ini tertuang dalam Hadits berikut :

    عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى الْحِجْرِ أَرْضِ ثَمُودَ فَاسْتَقَوْا مِنْ آبَارِهَا وَعَجَنُوا بِهِ الْعَجِينَ فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُهَرِيقُوا مَا اسْتَقَوْا وَيَعْلِفُوا الإِبِلَ الْعَجِينَ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَسْتَقُوا مِنَ الْبِئْرِ الَّتِى كَانَتْ تَرِدُهَا النَّاقَةُ.

    Jadi, saudaraku sesama muslim, khusus teruntuk “tim da’wah Ustadz Khalid yang terhormat”.

    Bertabarruk itu boleh kok, bertabarruk itu dianjurkan kok. Jadi kalau kalian tidak menemukan referensi tentang itu, please deh, jangan terus kalian anggap amaliah kami salah, syirik dan lain sebagainya. Kami lo memaklumi kalau kalian begitu dibatasi dengan literasi dan pemahaman yang mudah dan instan tanpa penggalian lebih dalam ala santri, karena kalian tidak akan mampu seperti santri yang mau mengenyam pendidikan lebih lama guna bertafaqquh fid diin.

    Oh iya, ada ya kopi sampai bernilai jual tinggi karena ada unsur tabarruk? Kalau ada, emang kalian gak setuju ya?

    Lalu, Kenapa ya, di Negeri Wahabi ada sebuah gedung mewah dan megah yang didedikasikan untuk Syekh Utsaimin dan bahkan menganggap “keramat” pena yang terakhir beliau pakai sebelum beliau meninggal lalu menyimpannya dengan sistem keamanan tinggi bak menyimpan berlian bernilai triliunan rupiah?

    Hm, sudahlah, emang kalian begitu sih.

    Ada satu lagi, pesan Ustadz Khalid Basalamah agar tidak meminum air sisa minumannya dan tidak mencium tangannya ketika bertemu, dengan senang hati akan kami jalankan. Karena, kriteria orang-orang yang pantas dicium tangannya dan diminum air sisa minumannya -sangat kebetulan- tidak terdapat pada diri beliau. Jadi jangan khawatir, tanpa dimintapun, kami tak akan melakukannya.

    Wallahu A’lamu Bis Showab.

    H. Abdul Aziz. AR, Anggota Team Kiswah Aswaja NU Center PCNU Bangil

    Sumber: https://bangkitmedia.com/kiai-nu-meluruskan-khalid-basalamah-yang-tidak-paham-dalil-tabarruk/

    (InfokomBanserNu)

  • Menjadi NU itu Berat

    Menjadi NU itu Berat

    SORBANSANTRI.COM

    Berat karena harus bisa meredam fitnah, hujatan dan caci maki.

    Dari zaman Mbah Hasyim Asy’ari sampai Zaman Mbah Yai Said Aqil, terpaan anginnya setap semakin sencang dan pohonnyapun tetap semakin tinggi.

    Apa yang aneh di NU ?
    Ya..Banyak, termasuk para Kiyainya yang stylenya suka guyon dan aneh bin nyeleneh.
    Dan bagi warga Nahdliyyin tulen itu hal yang biasa saja. Tapi tidak untuk warga yang bukan NU apalagi mengaku-ngaku NU.

    Jadi, jangan heran kalau ada orang mengaku NU tetapi membenci para Kiyai NU, apalagi tidak mengakui institusi NU. Bisa dipastikan orang ini tak memahami NU. Kalaupun ada segolongan yang menggariskan NU dengan mistarnya, bisa dipastikan mereka adalah kelompok barisan sakit hati.

    Bagi warga Nahdliyyin ikut apa kata Kiyai adalah prinsip dan melanggar prinsip adalah kuwalat.

    Orang yang tak faham bisa bicara fanatik buta. Tapi kebutaan adalah fakta dan senjata ditengah gempuran faham-faham baru yang datang bermunculan merongrong kedamaian Negara. Diantaranya adalah faham radikal dan intoleran.

    Disini penulis bicara ngawur.
    Tetapi mencoba bicara jujur atas apa yang diucapkan Mbah Gus Dur, tahun 2005.

    Dawuh Mbah Gus Dur : Anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi. Kita akan panen. Mereka akan kalah dengan anak muda kita”

    Maka kejujuran adalah milik Mbah Gus Dur.
    Dan hati yang jujur adalah yang mau menerima keberadaan Mbah Gus Dur

    Salam Pecinta Mbah Gus Dur, Sakinah

  • 4 SIFAT PILAR YANG HARUS DIJAGA ANSOR

    4 SIFAT PILAR YANG HARUS DIJAGA ANSOR

    InfokomBanserNU- Kegiatan TURBA yang diadakan di TPQ ANNUR Pacet Utara pada 14 Februari 2020, kali ini Ketua PC GP Ansor Mojokerto Gus Ali M Nasih memberikan penjelasan lengkap yang

    pertama mengenai pentingnya menjaga Amaliyah-amaliyah Annahdliyah dan Menjaga IDEOLOGI. Dan dalam ideologi itu ada Tawassuth, tidak liberal dan radikal. Hal ini didasari Firman Alloh SWT :

    وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً

    Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143).

    Ada Tawazun Seimbang dalam menghadapi kehidupan termasuk dalam penggunaan Ijma’ dan Qiyas, dalam Firman Alloh SWT :

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

    Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS al-Hadid: 25)

    I’tidal, Tegak dan lurus tidak mudah terprovokasi dan sifat Tasamuh, toleransi tidak individu dalam ideologi, menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama, Firman Alloh SWT :

    فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

    Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS) kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut. (QS. Thaha: 44)

    Yang kedua ansor banser harus mempunyai sifat Mu’adalah adil dan terbuka
    yang ketiga ansor banser harus mempunyai sifat Harakah gerakan selaras bersama sama dari hulu sampai hilir.
    dan yang terakhir ansor banser harus mempunyai sifat Ghiroh, semangat perjuangan dari hati dan jangan luntur.

    Hal ini penting dilakukan dan dijaga oleh ansor banser karena yang demikian itu sifat dari Ansor Banser. Kegiatan TURBA di PAC GP Ansor pacet berakhir pukul 00.00 wib.

    #infokombansernu #pcgpansormojokerto #pacgpansorpacet #turba2020 #ideologi
    (red.infokom)

  • NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    Cyberaswaja.online|Jetis. Pengkaderan dan  Regenerasi ditindak lanjuti GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat (Majlis Dzikir dan Sholawat) MDS tingkat ranting yang dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Perum Canggu Permai pada Rabu Malam berjalan dengan hikmat , meriah dan sukses yang di hadiri oleh kurang lebih 200 (dua ratus) jamaah termasuk 4 group banjari dari Canggu. 5/02/2020.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Rutin Bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat

    Pelaksanaan Kegiatan MDS kali ini juga untuk menunjukkan bahwa masjid Al Muttaqin masjidnya warga NU bukan yang selama ini di tengarai banyak pihak bahwa masjid Al Muttaqin tempat paham paham tertentu yang tidak sesuai dengan Pancasila .

    kita harus memagari/membentengi anak anak kita generasi muda dari paham paham yang radikal. Dan menjadikan Masjid Al Muttaqin sebagai tempat atau basisnya paham ahlisunnah wal jamaah. Ucapnya Alim selaku ketua RW 04 ini.

    Kegiatan rutinan ini disambut baik dan didukung oleh Tamir masjid, “pentingnya ajaran ahlussunnah wal jamaah khususnya ajaran Mbah Hasim dan siap menjadikan masjid Al Muttaqin menjadi sentral siar Islam Aswaja”. Ucapnya Ketua Tamir Masjid Al-Muttaqin .

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat

    Rutinan yang dilaksanakan Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor mengembangkan ke gerenasi selanjutnya, agar amaliyah-amaliyah NU tetap terjaga dan diamalkan.

    “Kita bertekad terus memperjuangkan serta memperkenalkan Amaliyah NU kepada Generasi Muda baik di wilayah Canggu dan juga Perumahan Permai Canggu melalui kegiatan GP ANSOR”. Tegas Gus Darto selaku Ketua Ranting GP Ansor Canggu.

     

    Kegiatan Rutinan GP ANSOR melalui lembaga Majlis Dzikir dan Solawat ini, tidak hanya pembacaan sholawat, namun dilaksankan Program dengan memberikan Santunan Kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, pada kesempataan kali ini, diberikan 17 (tujuh belas) anak Yatim Piatu serta 9 (sembilan) Kaum Dhuafa dengan bentuk pembagian  sembako.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO : GP Ansor Ranting Canggu Santuni Anak Yatim

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto: Ketua Ranting NU Santuni Anak Yatim

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Ta’mir Masjid Al-Muttaqin berbagi bersama anak yatim

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Rijalul Ansor Canggu berbagi bersama anak yatim 

    Bersholawat dan saling berbagi bersama ini kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa mendapatkan dukungan oleh ketua Ranting NU Canggu, kegiatan rutin bulanan GP ANSOR ini melalui Lembaga Majlis Dzikir Dan Sholawat mari kita laksanakan, sebagai Wujud menjaga amaliyah NU serta berdo’a demi kedamaian NKRI.

    “kita selaku bapaknya Ansor, mendukung penuh kegiatan ini, ada santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini, kita tanamkan kepada generasi selanjutnya agar tetap dipertahankan melalui program GP ANSOR ini, insya Allah pada kegiatan selanjutnya kita tambah dengan menambah wawasan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang diisi oleh kyai”. Ucapnya Abah Alim, selaku Ketua Ranting NU Canggu.

    Rutinan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor ini, juga berjalan tertib dan aman dengan kawalan dan keamanan BANSER Canggu dalam pelaksanaan tugasnya, sebagai Garda Terdepan ketika dilapangan. (wg/Infokom).

    nb: mohon maaf apabila ada penulisan nama dan gelar.

  • BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY

    BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY

    Mlirip Jetis,InfokomBanserNU- Pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 kegiatan sholawatan yang diadakan di Masjid Sabilul Huda bumi mlirip jetis mojokerto dengan tema BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY (SOLO), acara yang diadakan di Masjid Sabilul Huda Dsn Clangap Mlirip RowoJd Dsn Clangap Mlirip Jetis tersebut berlangsung hidmat dan semarak.

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Y2HXTt4Wudw[/embedyt]

    Dengan pengamanan banser mojokerto dalam acara Sholawat tersebut sukses dilaksanakan dengan hadirnya warga dari berbagai penjuru Jawa Timur. Suasana malam minggu disaat itu jadi mempunyai warna tersendiri di Bumi Mlirip Jetis Mojokerto. Meriah dengan gema sholawat yang merdu yang merupakan Seni Islam dan harus dipertahankan.

    Warga sekitar juga berperan aktif sebelum diadakannya acara tersebut, mulai dari persiapan, pembuatan kue, tempat, dan lain-lain. Aktivitas warga dengan harapan suksesnya acara tersebut mulai terlihat sejak hari Rabu sebelum acara  BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY di laksanakan.

    Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan sukses semoga mendapat safaat NABI MUHAMMAD SAW dengan lantunan SHOLAWAT, kata, salah satu pengunjung acara BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY.
     (mochamad nurul huda DTD Jatirejo )

  • PERTEMUAN INFOKOM BANSER NU DENGAN KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

    PERTEMUAN INFOKOM BANSER NU DENGAN KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

    Infokom Banser NU- 

    Pertemuan saat ini itu penting..
    Komunikasi itu penting…
    apa lagi yang kita komunikasikan adalah hal hal yang positif maka hasilnya akan positif juga maka, jangan sepelekan undangan rapat sekecil apapun. Karena dari rapat itu kita bisa berkomunikasi dengan baik. Jangan sampai kita memendam unek unek tanpa dikomunikasikan supaya tidak ada keburukan ditubuh NU terutama di tubuh pemuda NU. Mari berinovasi, berkreasi, karena… Allah sudah memberi kita kebebasan berfikir dan berkarya. Itu yang dikatakan ” KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO, GUS ALI MOHAMAD NASIH ” pada pertemuan infokom Banser Mojokerto yang diadakan Minggu, 12 Januari 2020.

    Beliau menyayangkan kegiatan banser jarang termuat media dan diketahui masyarakat luas. misalnya jika ada kegiatan-kegiatan pengajian atau acara yang diadakan NU, itu yang terexpost Acaranya, alangkah baiknya jika berita kegiatan tersebut ada nama peranan banser disitu. Jadi pentingnya Infokom sebagai ujung tombak informasi untuk disebarkan dimasyarakat.

    Gus Ali Mohamad Nasih juga menyinggung Perlengkapan masing-masing biro itu harus tersedia peralatan sbg sarana kegiatan seperti HT buat komunikasi, Ambulance untuk Banser Tanggap Bencana ( BAGANA ), dan lain-lain.

    SORBANSANTRI.COM
    KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO, GUS ALI MOHAMAD NASIH

    Ada empat (4) point penting dari pertemuan yang diadakan di Pondok Pesantren Al Istiqomah Mojo karang Dlanggu Mojokerto.

    1. Pentingnya Komunikasi itu memecah kebuntuan masalah.
    2. Inovasi. Masing-masing biro itu harus melakukan inovasi, misal ambulans. Helm buat BALANTAS, meskipun itu tidak ada PO dalam kebanseran.
    3. Kreativitas, misal perlengkapan tas khusus buat pengobatan. misal penulisan berita terutama judul dalam berita.
    4. Satu Komando. disesegerakan ada pertemuan rapat kasatkoryon kabiro Kasatkorcab untuk mengkoordinasikan jadwal dan tugas. Dan rapinya dalam organisasi menuju Satu Komando..

    Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan Biro dan Satsus Banser Mojokerto. Tampak hadir juga KASATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO H. MOH YUNUS DAN MOH. SHOCIB WAKIL KEPALA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO. Beliau juga menginstruksikan Jika ada undangan atau kegiatan bersamaan antara PC dan PAC, yang harus didahulukan adalah kegiatan PC dan ijin ke KASATKORYON kalau ada kegiatan di PC. beliau yakin bahwa yang hadir disini adalah militan dan siap membantu Diklatsus di Mojokerto yang InsyaAlloh dilaksanakan Tanggal 9 10 11 12 april 2020 . Dan pertemuan masing-masing BIRO ingin dilaksanakan Minimal 1 bulan sekali untuk membahas kegiatan dan dilaporkan ke Infokom Banser Mojokerto.

  • LEBIH DEKAT DENGAN BANSER  DIACARA “AYO WADUL” WIKA FM

    LEBIH DEKAT DENGAN BANSER DIACARA “AYO WADUL” WIKA FM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Istilah dan sebutan Banser di akhir tahun 2020 ini lebih sering didengar oleh masyarakat. Hal tersebut memang bukanlah suatu yang fenomenal, akan tetapi apa yang dilakukan banser memang benar-benar rasa keikhlasan hati dalam menjaga Aqidah ASWAJA An Nahdliyah (NU) serta paling getol mempertahankan Negara Kesatuan Republik indonesia dari peristiwa dan kejadian yang berseberangan dengan ideologi banser, yaitu NKRI Harga Mati. Terlebih lagi Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut, baru 2 hari diangkat jadi Menteri Agama oleh presiden Joko Widodo. Dan menjadikan semakin terangkat pula istilah Banser.

    Melalui program “AYO WADUL” di radio Wika FM 95,7 Mojokerto, yang dibawakan oleh rekan tata pradita, Biro Infokom Satkorcab kab. Mojokerto diundang dalam acara tersebut. Yang diwakili oleh Sahabat Choirul Anwar dan sahabat Ainul Yakin.  Dengan harapan pertanyaan pertanyaan yang ada di Masyarakat perihal kebanseran bisa terjawab dalam rangkaian yang diadakan oleh Radio WIKA FM Mojokerto.

    [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=jJmEibu3irA&feature=youtu.be”]

    Dalam acara wawancara eksklusif perihal kebanseran, ternyata banyak juga masyarakat yang belum mengetahui banser. Seperti dapat gaji berapa? Bagaimana cara jadi banser?, cara mendapat bantuan pengamanan banser itu bagaimana? dll.

    Acara yang mengambil tema “Lebih Akrab Dengan Banser” dalam acara AYO WADUL ini berlangsung selama 1 jam dan dimulai pukul 11.00 wib. Diharapkan dengan adanya dialog antara Wika FM dan dengan sahabat Banser dari biro Infokom Banser NU, bisa menjawab penasaran masyarakat dengan Banser. (abi sorban)

     

  • INI 9 KOMANDAN PERANG YANG PERNAH DIMILIKI NU

    INI 9 KOMANDAN PERANG YANG PERNAH DIMILIKI NU

    SORBAN SANTRI- Kontribusi Nahdlatul Ulama dalam membebaskan bumi pertiwi dari penjajahan, tidak dapat ditanggalkan begitu saja dari alur sejarah kemerdekaan Indonesia. Hizbullah menjadi salah satu motor penggerak para pejuang kala itu. Dari pergolakan perjuangan inilah muncul nama-nama besar para komandan perang NU yang patut kita teladani bersama.

    1. KH. ZAINUL ARIFIN
    Postur tubuhnya yang tegap, gagah dan berparas tampan menguatkan profil dirinya sebagai seorang pejuang sejati. Pria kelahiran Barus, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada tahun 1909 ini memang identik dengan Hizbullah. Tampuk kepemimpinan organisasi ini juga pernah dijabatnya sejak awal Januari 1945. Sebagai seorang komandan dirinya selalu memberikan contoh yang baik kepada para bawahannya.Geliat perjuangannya memang tidak terekam jelas dalam sejarah. Namun, dengan diangkatnya Kiai Zainul sebagai Komandan Hizbullah menandakan dirinya berperan besar dalam pergulatan perjuangan NU melawan penjajah. Pria yang masih keturunan dari Raja Barus (Sutan Ramali Pohan bin Sutan Sahi Alain) ini juga telah banyak terkontribusi baik bagi NU maupun negara. Jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Kerja III (1962-1963) menjadi satu komitmen khusus kesetiaannya kepada negara. Di akhir hayatnya (2 Maret 1963) ia tercatat sebagai Pahlawan Nasional dan penyandang penghargaan Mahaputera dari pemerintah.

    2. KH. MASJKUR
    Lahir di Singosari, Malang, 1315 H/30 Desember 1900 M. Masa mudanya banyak ia habiskan untuk merantau dari pesantren ke pesantren. Pengembaraannya dimulai dari Pesantren Bungkuk di Singosari, berlanjut ke Pondok Sono, Siwalanpanji, Tebuireng hingga berguru kepada Syaikhona Cholil Bangkalan.

    Di masa-masa perjuangan revolusi pembebasan atas penjajahan, Kiai Masjkur aktif turut berjuang sebagai seorang pejuang. Tak ayal jabatan sebagai Ketua Markas Tertinggi Sabilillah (1945-1947) diamanahkan kepada dirinya. Dan di masa Mr. Amir Syarifuddin ia ditunjuk secara resmi untuk menjadi anggota Badan Pembela Pertahanan Negara.

    Banyak perjuangan lain yang ia tunjukkan demi mengabdi pada negara. Bahkan dirinya juga tercatat pernah menjabat sebagai seorang Menteri Agama hingga 4 kabinet. Pada 19 Desember 1992 dirinya harus berpulang ke Rahmatullah. Dan di waktu pemakaman itulah dirinya mendapat penghormatan secara militer, berkat jasa-jasanya yang besar terhadap negara.

    3. KH. MUNASIR ALI
    Dilahirkan di daerah Modopuro, Mojasari, Mojokerto pada 2 Maret 1919 dari seorang ayah bernama H. Ali yang merupakan seorang kepala desa yang dihormati di daerahnya. Selama perang kemerdekaan meletus Kiai Munasir aktif sebagai seorang pejuang dan berkarir di dunia kemiliteran.

    Karirnya dimulai dengan mengikuti latihan kemiliteran prajurit Jepang dengan masuk sebagai anggota penerangan Heiho. Aktif sebagai pasukan Hizbullah dengan menjadi Komandan Batalyon Condromowo dan turut andil dalam mendirikan Hizbullah Cabang Mojokerto. Dan ketika Hizbullah melebur ke dalam barisan TNI, Kiai Munasir juga terdaftar sebagai anggota aktif, hingga dirinya diangkat menjadi Komandan Batalyon 39 TNI AD.

    Di akhir hayatnya pada 1 Januari 2002 pelbagai penghargaan pernah diberikan kepadanya mulai dari Satya Lentjana peristiwa Perang Kemerdekaan I dan II, Bintang Gerilya dan lain sebagainya.

    4. KH. SULLAM SYAMSUN
    Dia adalah satu-satunya penyandang pangkat tertinggi kemiliteran dari para tokoh NU yang pernah aktif di sana. KH. Sullam Syamsun begitulah nama lengkapnya dilahirkan di Malang 29 April 1922.

    Pada masa karir keaktifannya di dunia kemiliteran pelbagai jabatan telah ia rengkuh mulai dari Komandan Kompi I merangkap Wakil Batalyon I Brigade IV Brawijaya, Komandan Keamanan Malang Kota, Komandan Batalyon 523, 514, Pa Teritorium V/Brawijaya dan pada tahun 1977 pensiun penuh dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI.

    5. KH. ISKANDAR SULAIMAN
    Terlahir dari nasab keturunan bangsawan yang kaya raya. Iskandar Sulaiman tak menampakkan sedikitpun raut kepongahan. Justru ia dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan.

    Selepas perjalanannya menimba ilmu di Pesantren Tebuireng, dengan kekayaannya digunakannya untuk memakmurkan masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan NU kepada masyarakat. Beberapa unit pendidikan seperti madrasah dan kegiatan penunjang lain turut didirikannya.

    Namun, karirnya tidak hanya berhenti sebagai seorang pengajar saja. Di masa menjelang dan setelah masa kemerdekaan ia aktif di dunia kemiliteran. Semangat nasionalisme selalu terpancar dari sosoknya. Perjuangan itu terus ia lakukan hingga pangkat terakhir yang pernah ia raih sebagai seorang kolonel.

    6. KH. HASYIM LATIEF
    Dilahirkan di daerah Sumobito, Jombang pada 17 Mei 1928. Nama lengkapnya ialah Hasyim Latief, ia dikenal sebagai seorang tokoh Hizbullah. Awal karirnya di Hizbullah ia mulai di kala ia berstatus sebagai peserta pada pelatihan opsir Hizbullah di Cibarusa, Bogor (1945) Se-Jawa dan Madura.

    Di saat Hizbullah Jombang didirikan, Kiai Hasyim Latief lansung menjabat sebagai seorang komandan latihan. Dan ketika kisaran tahun 1947 terjadi peleburan antara TNI dengan Hizbullah, ia masuk ke dalam resimen 293 dengan komandan Letkol KH. A. Wahib Wehab. Pangkat terakhimya yang ia panggul adalah Komandan Kompi I Yon Munasir. Sayang, perjuangannya harus terhenti pada Mei 2005, pada usia 77 tahun dirinya dipanggil Sang Khalik.

    7. KH. ZAINAL MUSTOFA
    Nama kecilnya adalah Hudaeni. Lahir dari keluarga petani berkecukupan, putra pasangan Nawapi dan Nyonya Ratmah, di kampung Bageur, Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna. Dikenal sebagai salah satu tokoh NU yang memiliki banyak pengikut (baik dari kalangan santri dan masyarakat) sekaligus getol dalam menyemangatkan gerakan perlawanan terhadap penjajahan.

    Ia selalu menyerang kebijakan politik kolonial Belanda yang kerap disampaikannya dalam ceramah dan khutbah-khutbahnya. Di masa penjajahan Jepang dirinya juga mengatur strategi perlawanan terhadap Jepang. Dengan semangat jihad membela kebenaran agama dan memperjuangkan bangsa, KH. Zaenal Mustafa merencanakan akan mengadakan perlawanan terhadap Jepang pada tanggal 25 Pebruari 1944 (1 Maulud 1363 H).

    Ia juga turut serta mengomandoi perlawanan terhadap Jepang di Sukamanah Tasikmalaya. Namun sayang perjuangannya harus berakhir di balik jeruji besi. Pesantren yang didirikannya harus ditutup oleh Jepang. Dan atas jasa-jasa itulah kini KH. Zainal Mustofa diangkat sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 064/TK/Tahun 1972.

    8. H. ABDUL MANAN WIJAYA
    Namanya cukup melegenda di wilayah Kotatif Batu. Itu karena namanya telah dijadikan sebagai nama jalan, tepatnya Jl. Manan Wijaya, yang membentang di sepanjang daerah Pujon. Nama aslinya Rumpoko, lahir di Pujon pada 1910. Ayahnya seorang mandor jalan. Manan Wijaya adalah alumni Pesantren Tebuireng Jombang.

    Ketika PETA dibentuk, ia langsung bergabung dengan kesatuan militer Jepang tersebut meski sebagai tentara aktif, namun sosok santri selalu tampak. Ia juga rutin berlangganan Suara NU dan Suara Ansor dari Surabaya.

    Setelah menjadi pembicara dalam rapat akbar di Tebuireng (1967) dan menyebut “Hamid Roesdi itu Ketua Ansor” ia diMabeskan hingga pensiun.
    Pensiun dengan pangkat terakhir Brigjen. Jenazah dimakamkan di Desa Sisir Kecamatan Batu, atas permintaan sendiri, karena tidak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

    9. HAMID ROESDI
    Nama Hamid Roesdi telah menjadi legenda pahlawan masyarakat Kota Malang, sama halnya nama Bung Tomo untuk masyarakat Surabaya. Bahkan nama Hamid Roesdi tidak hanya dijadikan sebagai nama jalan di pusat kota, tapi juga nama terminal di Kedungkandang. Patungnya juga dapat dilihat di Malang.

    Lahir di Sumbermanjing Kulon (Pagak) Malang Selatan pada 1917. Ia putera ke empat H. Umar Roesdi.

    Di masa penjajahan Jepang ia masuk pendidikan perwira Bo Ei Gyugun Kanku Kyokutai di Bogor, kemudian menjadi Cudancho PETA di Malang Syu Dai I Daidan (Dai I Cudan) yang berkedudukan di Glagah Aren Sumbermanjing.

    Awal 1947 diangkat sebagai komandan Resimen Infantri 38 Divisi VII Untung Suropati dan sebagai Komandan Pertahanan Daerah Malang berkedudukan di Pandaan Pasuruan. Pada waktu penumpasan PKI Muso (Madiun Affair) ia menjabat Komandan Komando Penumpasan PKI Muso di daerah Malang Selatan (Turen-Donomulyo).

    Menghadapi Clash II Belanda menjabat Komandan Sub Wherkreise I dan memimpin gerilya di daerah pendudukan Malang Timur dengan pangkat mayor. Pada 8 Maret 1949 ia gugur bersama pasukannya di daerah Wonokoyo, Kedungkandang pukul 03.00 dinihari. (abi sorban)

  • KYAI ABDUL HAQ, TOKOH ASWAJA IDOLA ZAMAN

    KYAI ABDUL HAQ, TOKOH ASWAJA IDOLA ZAMAN

    SORBANSANTRI.COM
    (Oleh ; Maemun Abdul Ghofur)
    SORBAN SANTRI- Pertama Saya mengaji pada beliau adalah tahun 2003 di Lirboyo. Saya ngaji ushul fiqh saat itu. Dan sekarang, alhamdulillah walaupun melalui medsos, Saya masih dapat melanjutkan belajar pada beliau.

    Tulisan ini dipersembahkan untuk mereka yang mencari sosok panutan dalam bertauhid. Di sini Saya sekaligus ingin berbagi pengalaman mengaji kepada beliau.

    Sepanjang mengikuti pengajian beliau yang disiarkan di Facèbook secara live, ada 3 kelebihan beliau yang selalu membuat saya ketagihan mengikutinya.

    1. Kekayaan Bahasa

    Bahasa Arab adalah bahasa yang kaya akan makna. Bahkan dari sekian banyaknya bahasa, Allah memilihnya sebagai ‘penerjemah’ untuk menyampaikan pesan kepada umat manusia. Sebagai santri tulen, Kang Abdul Haq memiliki segudang wawasan tentang ilmu bahasa Arab, keunggulan balaghoh dan kekayaan mufrodat. Kita bisa melihatnya ketika beliau menyampaikan sebuah dalil ataupun mengenalkan istilah. Terkadang dalam satu istilah beliau menerjemahkannya dengan beberapa pilihan bahasa sehingga penyimak seperti disuguhi ‘makanan’ mana yang ia mau.
    Beliau selalu menempatkan bahasa sesuai pada muqtadho-nya. Dengan keluasan wawasan, kekayaan bahasa dan pengetahuan riwayat yang valid, beliau selalu tepat dalam memilih kata untuk menerjemahkan uniknya bahasa Arab dengan tetap menyediakan kata yang murodif yang mungkin bisa lebih difahami.

    2. Kekayaan Maqolah

    Dalam menjelaskan kitab, beliau bukan hanya sekedar membantu menerjemahkan, namun juga memberi ta’liqot dan tidak jarang mengutip maqolah-maqolah dari luar kitab sehingga kitab yang kecil-pun terasa sekali kekayaan faidahnya. Cara beliau menjabarkan seperti sedang ‘menyuapi’ kita dengan tambahan ‘lauk-pauk’ yang gurih, sehingga kita disadarkan dari berbagai hal yang dulu mungkin pernah terlintas namun sudah terlupa. Metode seperti inilah yang membuat pengajian beliau tidak membosankan seperti yang umumnya kita temui dari pengajian-pengajian kitab kuning. Seakan-akan beliau mengajari kita cara yang benar dalam ber-turats.
    Beliau juga tidak pelit untuk menceritakan khilafiyah-khilafiyah secara detil berikut referensinya. Contohnya ketika beliau berbicara tentang ayat yang terakhir diturunkan, secara gamblang beliau terangkan berikut riwayat-riwayat valid yang dinukil. Lagi-lagi ini menyadarkan kita bahwa mengaji tidak cukup dengan membaca dan mengiyakan, namun juga harus kritis, rewel menyelidiki validitas riwayat dan terbuka dengan khilafiyah.

    3. Pengayom Aqidah

    Dalam ber-teologi, beliau tergolong guru yang bijak namun tegas. Tidak jarang beliau mengingatkan kesalahan-kesalahan kita dalam mengucapkan kata yang berkaitan dengan tauhid. Contohnya dalam menjelaskan kata “Al Qoyyum”, beliau menjelaskan makna Qoyyum sekaligus mengingatkan kita bahwa “Qayyum” itu nama/ sifat Allah yang tidak semestinya kita gunakan untuk memanggil seseorang bernama Abdul Qoyyum.

    Sebagai pentolan Aswaja, beliau juga tergolong kyai yang sangat mengayomi aqidah umatnya, terutama dari pemikiran-pemikiran yang bathil. Dalam pengajian-pengajiannya, Saya sering menyaksikan kelihaian beliau dalam mendemonstrasikan argumen burhani ketika membahas isu-isu khilafiyah dengan madzhab-madzhab yang dianggap keluar dari jalur Aswaja. Beliau tidak perlu ngotot, mengejek atau nyinyir dalam menelanjangi kebathilan maupun menunjukkan lemahnya argumentasi lawan. Kemahiran dan akhlak yang terkawinkan dalam diri beliau, menjadikannya sosok yang amat patut menjadi idola kaum Aswaja masa-kini.

    Semoga Allah panjangkan umurnya, berkahi halaqahnya dan juga murid-muridnya.
    (PCNU BREBES)