Tag: infokom

  • FUNGSI BANSER MEMBENTUK KUALIFIKASI INFOKOM

    FUNGSI BANSER MEMBENTUK KUALIFIKASI INFOKOM

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – BANSER terbentuk sebagai KEKUATAN/KOMPONEN SIPIL yang bertujuan mempersiapkan Umat/masyarakat demi mengenalkan dan melatih KEPEKAAN DIRI agar Sigap dan Tanggap atas Perubahan SOSIAL, baik yang sifatnya kemajuan maupun gangguan/merugikan 

       Salah satu Rasa KEPEKAAN yang terpenting adalah Siap dan Sigap pada KEDAULATAN yang sudah menjadi KONSENSUS sebuah Tatanan, baik yang berskala Nasional maupun Jamiyah. 

       Untuk membentuk Personal yang SIAP dan SIGAP ada 2(dua) kaedah yang sangat Penting sebagai dasar pembentukan KARAKTER untuk menjadi Personal/anggota BANSER. 

    1. DISIPLIN (membentuk KESIAPAN)
    2. DEDIKASI (membentuk KEKUATAN)

    DISIPLIN/KESIAPAN materinya menitikberatkan pada pendidikan SIKAP dan MENTAL  

    DEDIKASI/KEKUATAN materinya menitik beratkan pada KECERDASAN dan LOYALITAS.

        Untuk membentuk Personil yang SIAP dan SIGAP maka di susunlah beberapa Materi Pendidikan dan Pelatihan agar Kualifikasi Personil BANSER yang tersebar Luas berkemampuan yang sama dalam Mengenal MARWAH dan KEHORMATAN Satuan/organisasi.

       Memahami Fungsi Banser yang  berimplementasi dengan organ tubuh manusia

    FUNGSI BANSER:

    Stabilisator ( keamanan dan pengamanan) …implementasi dalam organ tubuh Manusia pada  KAKI TANGAN & MULUT demi menyiapkan Kemampuan KAKI TANGAN & MULUT dalam kesiapan menjalankan Tugas maka dipersiapkan macam2 Dedikasi dlm DIKLAT

    FINGSI INFOKOM

       Unit — Komlap

                — EvDok/jurnal

                — Intelijen

                — Cyber Team

    KATALISATOR ( menjaga kerekatan internal komponen).  Implementasi organ tubuh manusia pada TELINGA dan HIDUNG dalam langkah menjaga kerekatan internal satuan perlu adanya KEPEKAAN dengan AKTIF menerima dan menyampaikan INFORMASI dan mampu menjaga hal-hal yg sifatnya merugikan kekompakan antar personal

    FUNGSI INFOKOM

        Unit — Komlap

                 — Intelijen

                 — Cyber Team

                 — EvDok/jurnal

    DINAMISATOR ( semangat dan penggerak ) implementasi organ tubuh manusia pada OTAK dan NURANI sebagai kekuatan yang menimbulkan KREATIF serta RESPONSIF pada apa-apa  yang menjadi Tugas dan Tanggung jawab, serta Hak dan Kewajiban agar terpenuhi merupakan sesuatu yang harus dilakukan dan dievaluasi secara berkala

    FUNGSI INFOKOM:

       Unit   — Komlap

                — Cyber Team

                — Intelijen

                — EvDok / jurnal

    KADERISASI ( penyiapan keberlanjutan dari Perjuangan dan Harapan yang sudah terjalani ).  .implementasi organ tubuh manusia pada MATA demi menegakkan Cita-cita sebagai KONSENSUS/MARWAH untuk menyiapkan pelaksana estafet Regenerasi maka selalu ada kesiapan cara PANDANG pada tahapan2 kedepan baik Menjaga keberhasilan perjuangan maupun Pengembangan sesuai Perkembangan  peradaban.

    FUNGSI INFOKOM:

       Unit — Komlap

               — Cyber Team

               — EvDok/jurnal

               — Intelijen

    INFOKOM BANSER JATIM

  • MENJADI INFOKOM BANSER HARUS PUNYA KRITERIA INI

    MENJADI INFOKOM BANSER HARUS PUNYA KRITERIA INI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com  – Infokom sangat diperlukan dalam organisasi kebanseran, karena banser yang telah komitmen dengan 1 komando dan 1 komandannya. Agar tidak salah melangkah dalam instruksi, pimpinan banser membutuhkan informasi baik dari internal ataupun external organisasi.

    Untuk itu personil Infokom harus mempunyai dedikasi yang tinggi serta loyalitas tanpa pamrih pada siapapun, baik organisasi maupun tokoh. Hal ini sangat diperlukan dikarenakan untuk menjaga kemurnian niat dan perjuangan banser.

    Apalagi dizaman yang serba digital ini, perkembangan informasi sangat cepat sehingga peranan infokom dalam kebanseran sangat vital untuk menanggapai permasalahan atau fenomena yang beredar.

    Mengingat peranan infokam yang begitu vital, diharapkan tiap-tiap anggota infokom harus mempunyai sifat Aktif, kreatif, serta responsif. Disamping itu juga harus gampang mengetahui, memahami, mengenali menyampaikan serta merahasiakan. (abi sorban)

  • BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam buku ASRENDIKLATNAS telah menulis tentang PARADIGMA BARU dalam SIKAP KeBanseran untuk Mengembangkan DISIPLIN dan DEDIKASI menuju DAYA JUANG agar mampu menyikapi perkembangan MASA dan WAKTU

    Catatan:
    Awal Niat Semangat terbentuknya SATUAN BANSER adanya Perkembangan situasi Sosial baik di ranah Kesatuan Bangsa dan Negara dan juga yang membahayakan pada keberadaan Jamiyah NU beserta para Ulama dan Kyai pada masa itu.

    Dengan tekad yang kuat GP Ansor membentuk BARISAN ANSOR SERBAGUNA yg berAfiliasi dengan semua komponen para Penjaga Keamanan Perdamaian serta Keadilan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia demi menghadapi akan tercabik- cabiknya Perjuangan Kemerdekaan yang telah di capai oleh perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam kancah keikut sertaanya BANSER menjadi catatan sejarah dalam menjaga Perdamaian dalam mengisi Kemerdekaan.

    Sejarah tersebut tertulis KUAT hingga sekarang. Hingga SATUAN BANSER menetapkan Landasan perjuangannya dalam bentuk kesatuan NIAT yang tertuang pada NAWA PRASETYA BANSER

    Waktu terus berjalan berbagai Situasi dan Kondisi silih berganti dan berkembang, dalam perkembangan tersebut Banser siap mengembangkan Sikapnya dengan peningkatan PARADIGMA-PARADIGMA BARU yang komprehensif agar ADA di setiap TANTANGAN Zaman

    Disinilah bukti kecintaan GP ANSOR pada Negara,Bangsa juga kepada para Tokoh masyarakat, Ulama dan Kyai di lingkungan jamiyah NU. BANSER sebagai GARDA NKRI kan selalu siap Mengabdi. (sorban-infokom)

     

  • PERINGATI HARLAH NU 94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU

    PERINGATI HARLAH NU 94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU

    Cyberaswaja.online|Gedeg. Memperingati HARLAH NU ke-94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU – Sesuai namanya, BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) pasukan elit Nahdlatul Ulama (NU) ini dididik untuk siap siaga dalam kondisi dan situasi apapun.

    BANSER BAKSOS HARLA NU 94
    FOTO: Kepala Banser bersama jajarannya di Makam Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto.

    Satuan Koordinasi Cabang (SATKORCAB) Banser kabupaten Mojokerto. Pada hari Jumat mereka menggelar Bhakti Sosial di kawasan makam panjang Desa Losari kecamatan Gedeg Mojokerto. Sejak pagi, ratusan anggota BANSER tersebut nampak semangat membersihkan area makam KH. Zainal Alim (Rois Syuriyah pertama PCNU kabupaten Mojokerto). 31/1/2020. 
    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: Banser membersihkan Makam KH. ZAINAL ALIM, Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto

    Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Mojokerto, Ali Mohammad Nasih memang telah mengintruksikan kepada KASATKORCAB agar selain kegiatan pam keamanan, apel kebangsaan dan ngaji organisasi, BANSER juga bergerak aktif kegiatan social kemasyarakatan seperti ini. Terlebih ini adalah makam Kyai NU.
    “Kegiatan bersih makam ini dilakukan untuk menyambut HARLAH NU ke-94 dan sebagai bentuk bhakti santri pada Kyainya” Ungkap KASATKORCAB BANSER Mojokerto H. Moh. Yunus. 
    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: Baksos BANSER di MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM

    “BANSER itu juga santri. Jadi harus khurmat Kyai, lah. Apalagi ini kan HARLAH NU,” Tambah Abah Yunus, sapaan akrabnya, Jumat (31/1/2020).

    Kegiatan sosial ini dilaksanakan guna menumbuhkan serta menguatkan rasa kebersamaan dan kegotong-royongan khususnya sesama anggota BANSER, umumnya kepada masyarakat.

    “Banser jaman sekarang dituntut semangat dan kesadarannya. Selain ngalap barokah (mencari berkah) kegiatan seperti ini dilakukan juga untuk uri-uri tradisi NU. Orang NU sejak dulu kan suka gotong royong dan menjaga kebersamaan,” imbuhnya.

    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: BANSER Tabur Bunga di makam ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM

    Kegiatan Baksos di Makam ini dihadiri sekitar 110 personil BANSER dari perwakilan seluruh PAC (Pimpinan Anak Cabang) se-Kabupaten Mojokerto, yang turut serta dalam kegiatan ini. Rencananya kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan dan akan disebar ke makam para Kyai NU di kawasan Mojokerto. (wg/infokom)

    Penulis: Ki Narto
    Editor : WG-Infokom
  • RENUNGAN JELANG AKHIR TAHUN DI HAUL DUS DUR

    RENUNGAN JELANG AKHIR TAHUN DI HAUL DUS DUR

    SORBANSANTRI.COM

    FAIDAH-FAIDAH YANG BISA DIPETIK DARI HAUL KE-10 KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) DI PP. TEBUIRENG JOMBANG

    1. Sambutan Anita Wahid, putri ke-3 Gus Dur

    ✓ Gus Dur mewariskan 9 nilai utama: ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kekesatriaan, dan kearifan lokal.

    1. Sambutan Dr. KH. Sholahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang
      ✓ Islam dan Indonesia layaknya Bapak dan Ibu. Orang yg mengatakan “Saya orang Indonesia yg beragama Islam” ataupun “Saya pemeluk agama Islam yg tinggal di Indonesia” itu sama dengan anak durhaka yg ingin kedua orangtuanya bercerai.
      Maka katakanlah, “Saya 100% Islam, 100% Indonesia. Tidak lebih condong ke salah satunya”.

    2. Testimoni dr. Marsilam Simanjuntak, Sekretaris Kabinet Pemerintahan Gus Dur
      ✓ Tak ada bidang pengetahuan yg tidak dipelajari Gus Dur. Gus Dur fasih berbicara agama, sosial, ekonomi, politik, bahasa, kesenian, bahkan olahraga.
      ✓ Karena stok lelucon Gus Dur tak terbatas, maka Gus Dur seringkali tak dapat menahan diri untuk tidak melucu. Namun lelucon Gusdur memiliki level yg berbeda.

    3. Testimoni Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Menteri Eksplorasi Kelautan Kabinet Pemerintahan Gus Dur
      ✓ Gus Dur memiliki 2 keistimewaan:
      • Mampu menghubungkan satu gejala dengan gejala lainnya yang sebenarnya tampak tidak berhubungan, dgn cara jenaka.
      • Omongan Gus Dur baru bisa dimengerti beberapa bulan bahkan bertahun-tahun kemudian setelah diutarakan, krn kita ternyata menggunakan perangkat pengetahuan yg parsial untuk memahami pemikiran Gus Dur yg integral. Gus Dur punya “rezim pengetahuan” tersendiri yg tidak dimiliki orang lain.
      ✓ Ramalan Gus Dur bersifat definitif, bukan spekulatif. Dulu, dia pernah berkata pada saya, “Saya kelak akan menjadi presiden”. Saya tertawa. Dan ternyata terjadi.

    4. Testimoni Prof. Dr. KH. Nasihin Hasan, sahabat Gus Dur
      ✓ Tidak lagi sebagai individu, tapi Gus Dur adalah sebuah institusi, school of integrity. Gus Dur adalah lembaga demokrasi itu sendiri.
      ✓ Jarak kehidupan dan kematian hanya sejengkal. Tapi Gus Dur berhasil mengisi jarak sejengkal tsb dgn 3 hal secara bernas: Keagamaan, keummatan, kebangsaan.”
      ✓ 5 bulan setelah Gus Dur wafat, KH. Maimoen Zubair mendatangi saya dgn heran dan bertanya mengapa makam Gus Dur diziarahi orang-orang tanpa henti. Barangkali Gus Dur pernah punya ajian tertentu semasa hidupnya. Dengan rendah hati saya menghibur Mbah Moen dgn menjawab bahwa Gus Dur memiliki 4 ajian:
      • kesederhanaan hidup (nrimo ing pandum). Gus Dur pernah menjadi penasehat informal LP3ES. Kesana kemari naik bis. Gus Dur tidak pernah punya dompet. Saat mengetik artikel/buku, Gus Dur menggunakan kertas bekas karena tidak mau menjadi bagian dari para pelaku penggundulan hutan.
      • suka sekali silaturrahim sampai ke pelosok-pelosok, ke orang yg masih hidup maupun yg sudah meninggal.
      • Dermawan. Suka memberi sesuatu berharga pada orang yg dikenal maupun yg tidak dikenal.
      • Out of the box (khariqul ‘adah)

    Lalu Mbah Moen menjawab dalam bahasa Jawa: “Ora kuat aku niru Gus Dur. Iku lakune sufi!” Kata Mbah Moen, Gus Dur berhasil membantinkan nilai menjadi laku, intelektualitas mewujud spiritualitas, jamali sekaligus tajalli, roso jadi rosa (perasaan menjadi kekuatan).

    1. Pembicara Inti: KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha’)
      ✓ Gus Baha’ diundang datang ke Tebuireng, karena selain sanad fiqihnya tersambung ke atas sampai KH. Hasyim Asy’ari, via Mbah Moen, juga karena memiliki silsilah leluhur yg sama dgn leluhur KH. Hasyim Asy’ari.
      ✓ Gus Baha’ mengagumi Gus Dur dalam perspektif fiqih, yakni kemampuan Gus Dur mengelola konflik tanpa pertumpahan darah. Gus Baha’ menganggap Gus Dur berhasil meniru sifat visioner Nabi Muhammad saw. yg bersikeras menempuh jalan damai meskipun (seakan) dirugikan dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      ✓ Kata Gus Baha’, Cucu mewarisi Kakek. Pemikiran out of the box Gus Dur tidak muncul begitu saja, namun memiliki sanad dari kakeknya, Hadrotusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari yg perannya dalam kemerdekaan Indonesia dijelaskan secara detil dalam kitab karya Muhammad Asad Shihab berjudul

    العلامة محمد هاشم أشعري: واضع لبنة استقلال إندونيسيا

    (Gus Baha mewakafkan kitab ini untuk dikaji di Tebuireng). Maka, membicarakan Gus Dur harus melibatkan KH. Hasyim Asy’ari, karena membicarakan Nabi Muhammad saw. pasti membicarakan Nabi Ibrahim as. Itulah barokahnya moyang.
    ✓ Banyak sekali hal penting yg diutarakan Gus Baha’, tapi tidak terkait langsung dengan Gus Dur.

    Alfaqir Habiburrahman

    SORBANSANTRI.COM

  • BAB AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

    BAB AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

    wp.sorbansantri.com – Kita sering mendengar kta Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja) tp tak jarang tdk mengerti apa artinya..

    Mari kita bahas perkataan ttg Aswaja.

    1. Ahlu: keluarga, golongan atau pengikut.
    2. Sunnah: sesuatu yang bersumber dari Rasulullah baik ucapan, tindakan maupun pengakuan dari Rasulullah.

    Knp kita hrs berpegang teguh pada alquran dan AS sunnah… Inilah jawabannya:

    لقد تركت فيكم امرين لن تضلوا ما ان تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله (رواه مالك)

    ” Sesungguhnya aku telah tinggalkan 2 perkara utkmu kamu tdk akan sesat selama kamu semua berpegang teguh kepada keduanya yakni al Quran dan AS sunnah”

    1. WA: huruf athof yg py makna ma’iyah atau yg biasa disebut wawu ma’iyah yg artinya beserta atau bersama.
    2. Al jama’ah: kumpulan atau kelompok para sahabat nabi, tabi’in dan tabi’in tabi’in.

    Kenapa kita hrs berkelompok atau berjamaah.. Tentu dalil ini sbg jwbn orang2 yg koar2 g usah NU²an yg penting Islam

    Sabda Nabi:

    من اراد بحبوحة الجنة فيلزم الجماعة (رواه الترمذي)

    ” Barangsiapa yg ingin mendapatkan kehidupan yg Damai di surfa, maka hendaklah ia mengikuti al jamaah (kelompok yg menjaga kebersamaan dan menebar kasih sayang)”.

    Jadi bila digabung semuanya maka Aswaja artinya adalah orang² atau golongan yang selalu setia mengikuti & berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW sbgmn yg dipraktekkan, di laksanakan dan diajarin para sahabat, para tabi’in dan tabi’it tabi’in.

     

    Aswaja itu dalam hal aqidah, fiqih dan tasawuf mengikuti ulama salaf yakni salafussalih bukan ulama selfi apalagi ulama saleb.

     

    NU didirikan oleh para ulama atau kyai yang basicnya adalah jebolan pondok pesantren. Pondok Pesantren adalah tradisi warisan wali 9 dan tradisi wali 9 adalah tradisi ahlusSunnah waljamaah.

     

    Jadi jagan heran bila NU itu sangat menghormati tradisi/kearifan lokal negeri ini, krn NU menganggap bahwa adat/tradisi suatu negeri sbg ciri khas /pengenal sebuah negeri.

     

    Faham Aswaja yg di motori oleh NU dan Muhammadiyah pada awalnya adalah menangkal masuknya gerakan pembaharuan dalam Islam yg tak segan2 mengatakan musyrik, bid’ah sesat pd tradisi kita dan tidak segan² pl mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan golongannya..

     

    Siapa mereka…???

    Jawabnya Wahabi…

    Faham Wahabi sebelum lahirnya NU dan MD sangat mempengaruhi kehidupan bangsa ini, faham tersebut didengungkan oleh pendiri SI (syarikat Islam) yaitu HOS Cokroaminoto dg dibantu oleh leluhur salah satu gubernur di negeri ini.

     

    Kalau orang benci NU atau MD serta memiliki ciri2 anti adat budaya negeri ini serta mudah mengkafirkan orang lain maka dpt dipastikan org, golongan atau kelompok trsbt adalah Wahabi atau Wahabi KW.. Yang sedang berkamuflase…

    Org yg peduli dg NU dan mau mengurusi NU maka akan dianggap santrinya mbah Hasyim dan akn didoakan supaya bs masuk syurga..

    Klo yg doain itu waliyullah… Knp kita tdk bersemangat utk berjuang melalui panji NU…???? (abi sorban)

    Siapa kita???

    Aswaja

    Pancasila???

    Jaya

    NKRI???

    Harga mati

  • KH. AHYAT CHALIMY

    KH. AHYAT CHALIMY

    KH. Ahyat Chalimy (bagian 1)

    Jamaah sholat Isya’ di surau kecil itu baru saja usai. Beberapa anak muda masih asyik bercengkerama di teras surau. Ahyat, salah seorang dari anak muda itu, beranjak pulang ke rumahnya yang berada di sebelah surau. Beberapa saat kemudian Ahyat kembali sambil membawa cobek dan ulekan. “Ayo rujakan !” katanya pada teman-temannya. Rusman dan Thoyib yang dikenal jago memanjat, segera beraksi, memanjat pohon mangga yang berada persis didepan surau. Selain memanjat mangga, seluruh kegiatan “ngrujak” dilakukan oleh Ahyat. Bukan saja membuat rujak, waktu “liwetan” (menanak nasi untuk dimakan bersama), Ahyat juga yang mengerjakan. Diantara 12 pemuda yang suka bercengkerama di surau itu, Ahyat dikenal teman-temannya sebagai anak yang suka melayani teman-temannya.

    Sambil makan rujak, mereka berbicara mengenai banyak hal. Mulai dari masalah agama, sampai informasi terkini yang mereka dengar dari radio atau dari pembicaraan orang dewasa. Malam itu mereka membicarakan Perang Dunia ke dua, dimana Jerman dan Jepang sudah mulai menguasai beberapa negara. Kabarnya, Belanda sudah mulai diserang Jerman, dan tentara Jepang sudah menguasai Malaka. Tak penting apakah informasi itu akurat atau tidak, topik pembicaraan mereka selesai atau tidak. Yang penting mereka kumpul-kumpul, berinteraksi dan makan bersama.

    Setelah selesai makan rujak, tiba-tiba Ahyat usul untuk membuat kegiatan latihan pencak silat dan baris berbaris. Usul ini disambut dengan senang hati, dan mereka mulai mengajak pemuda yang lain untuk bergabung. Seluruh kegiatan ini dipusatkan di surau kecil, berukuran 5 X 5 m, yang terletak di ujung barat Jalan Miji No. 36 Mojokerto. Biasanya latihan silat diselenggarakan di depan surau, dan latihan baris berbaris, berangkat dari surau menuju ke Pulorejo. Disekitar jembatan Pulorejo itulah mereka latihan baris dengan lebih intensif.

    Mereka sama sekali tidak menduga, apalagi merencanakan, bahwa dari komunitas 12 orang itu kemudian berkembang menjadi puluhan orang, bahkan ratusan pemuda militan yang tergabung dalam laskar rakyat Hisbullah pada perang Kemerdekaan tahun 1945. Pasukan Hisbullah yang pertama dibentuk pada tahun 1943 dan mendapatkan fasilitasi dari Pemerintah Pendudukan Jepang, berupa latihan dasar perang gerilya, untuk mempertahankan Indonesia dibawah kepemimpinan Jepang. Dua tahun kemudian, setelah Proklamasi dikumandangkan, “Pasukan Hisbullah” yang dibentuk melalui forum “rujakan” ini telah mempunyai kekuatan dua batalyon. Batalyon pertama dipimpin oleh Mansur Sholikhi, dan Batalyon kedua dipimpin oleh Munasir.

    Bukan itu saja, surau kecil milik keluarga H. Abd. Halim di Desa Mentikan, tepatnya Jl. Miji No.36 itu menjadi pusat berbagai macam aktifitas keagamaan, sosial dan kebangsaan, yang dimotori oleh dua bersaudara yaitu K.H. Ahyat Halimy dan kakak kandungnya K.H. Aslan. Di Surau ini pula, Syarikat Tani Islam Indonesia (STII) didirikan, yaitu pada tahun 1951. Tahun 1965, surau ini menjadi pusat penumpasan G.30.S PKI dan tempat kelahiran barisan Orde Baru yang diberi nama Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Dengan fasilitasi dan dorongan dari K.H. Ahyat Halimy, tahun 1968, didirikan pula Koperasi Tani yang dimotori oleh H. Husein Abd Gani ( kakak kandung Ruslan Abdul Gani, sesepuh PNI). Bahkan sejak tahun 1958 sampai sekarang, surau ini selalu digunakan untuk kegiatan sosial berupa Khitanan Massal, yang terus berlangsung setiap bulan Dzul Hijjah sampai sekarang.

    Tanggal 29 April 1964, K.H. Ahyat mulai membangun surau itu menjadi Pondok Pesantren hanya dengan modal keyakinan dan tekad yang besar. Ketika pembangunan dimulai, dengan menggali pondasi, K.H. Ahyat tidak mempunyai modal sama sekali, satu-satunya modal yang dimiliki adalah “do’a” dari Almukarrom Kanjeng Sunan Giri, dalam mimpinya, “Kowe tak dungakno iso mbangun bangunan”, kata Kanjeng Sunan. Kemudian ketika batu pertama diletakkan, datang orang tak dikenal memberikan bantuan berupa 23.000 batu bata merah.

    Maka berdirilah Pondok Pesantren, sebagai pusat pendidikan dan pengkaderan pemuda-pemuda Islam, pusat kegiatan sosial keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta politik kebangsaan, yang semuanya didasarkan pada landasan Iman kepada Alloh SWT dan Rosul-Nya, Tasdiq, Ihlas. Yakin, Sabar dan Syukur, serta Tawakkal kepada Alloh SWT.

    Pondok Pesantren “Sabilul Muttaqin” ini telah didaftarkan sebagai Badan Hukum melalui Akte Notaris Gusti Johan Nomor 156 tertanggal 20 Desember 1972 dengan nama Yayasan “Sabilul Muttaqin”, dan berkedudukan di Jl. K.H. Wahid Hasyim (dulu Jl. Miji) Nomor 38 Mojokerto. Untuk mencapai lokasi ini, sebenarnya tidaklah terlalu sulit, sebab semua kendaraan umum di Kota Mojokerto, tahu persis tempat ini, anda cukup mengatakan “Pondoke Abah Yat” maka anda akan diantar kesana. Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin ini memang lebih dikenal oleh masyarakat awam dengan sebutan “Pondoke Abah Yat”.

    SORBANSANTRI.COM