Tag: IPNU

ikatan pelajar nahdlatul ulama’ , untuk pelajar dan santri laki-laki nu

  • Konferancab pertama dalam menyongsong kembali ke-Profesionalitas-an langkah Organisasi PAC IPNU IPPNU Tayu

    Konferancab pertama dalam menyongsong kembali ke-Profesionalitas-an langkah Organisasi PAC IPNU IPPNU Tayu

    PAC IPNU IPPNU TAYUBismillahirrahmanirrahim.
    Ikhtiar kita, dalam menyongsong kembali ke-Profesionalitas-an langkah Organisasi PAC IPNU IPPNU Tayu, Konferancab pertama.

    Tentu banyak sekali harapan dari terselenggaranya Konferancab pertama ini, langkah kedepan organisasi bisa dikatakan berada diujung tombak acara ini. Kesuksesan acara ini bisa dikatakan pula, menjadi indikator pergerakan Pelajar NU kecamatan Tayu selama dua tahun kedepan.

    Dengan tema Menumbuhkan kesadaran Berorganisasi dikalangan pelajar NU tayu, ini merupakan penegasan bagi kita Pelajar Nahdlatul Ulama se Kecamatan Tayu untuk Bergerak!!, Hidup dari dan di lingkungan NU, Selayaknya kita harus sadar perlunya pergerakan Pelajar dan Pemuda di ranah Nahdlatul Ulama, sebagai pelajar selain tujuan kita untuk menggapai prestasi, kita jangan sampai lupa bahwa tujuan akhir dari sekolah adalah agar kita menjadi manusia yang berguna ketika kembali lagi dari lingkungan sekolah menuju lingkungan bermasyarakat, dan inilah bentuk wadah dari Nahdlatul Ulama, IPNU IPPNU sebagai wadah kita untuk Belajar Berjuang dan Bertaqwa di lingkungan Masyarakat, dengan tujuan sekali lagi agar kelak kita menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, agama dan bangsa, bukan pemuda sampah masyarakat!

    Maka kembali lagi inilah pentingnya kita untuk Bergerak!, Untuk Belajar Berjuang dan Bertaqwa. pada akhirnya seperti ungkapan presiden pertama kita Pak karno “Aku lebih menyukai pemuda yang berdiskusi untuk bangsa ini dari pada kutu buku yang memikirkan dirinya sendiri”. Jelas!! Mari kita Pelajar NU kec. Tayu bersama-sama belajar bermasyarakat, berjuang menjadi pemuda Aktif yang Berguna, dan yang terpenting dari ini adalah doa dan ikhtiar kita semoga semua ini dapat menjadikan kita sebagai manusia yang senantiasa Bertaqwa kepada Allah SWT, Amin

    (Insyaallah, Semua ikhtiar itu Ialah dengan niat baik Ber-IPNU IPPNU) (F/LPJ)

    #Pelajarnutayu #Pelajarnupati #Ipnuippnunusantara #alasantri #aisjateng #santrikece #aisnusantara #aisjawatengah #santrizamannow #beripnuippnuasyik #salamberjuta #berkhidmah #santriuntuknegeri #santri #santrikeren #santrinusantara #ipnuippnu #ipnuippnuhits #ipnuippnujamannow #ipnuippnukeren #rekandanrekanita

  • EMPIRISME SOSIAL KURIPANSARI: KAJIAN “STUDENT NAHDLIYYIN”

    EMPIRISME SOSIAL KURIPANSARI: KAJIAN “STUDENT NAHDLIYYIN”

     

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM- Kearifan lokal dan kebeneran kontekstual dalam tataran kehidupan manusia mulai merambah dewasa, tak ada yang menolak keabsahan momentum itu sekalipun antar individu banyak yang bersinggungan rasa, contoh saja pada ranting yang selama ini dipandang kebaikannya dimata konsumen ghibah, disitu banyak mengandung unsur anion dan kation molekul arif dan naïf, hal ini dibuktikan pada saat ranting baru terbentuk dua tahun lalu, tepatnya 18 Maret 2018 banyak yang men-support kehadiran para Pelajar Ranting dan bahkan masyarakat setempat menampakkan tangannya saat berteplok-teplok (tidak ada yang bersinggungan secara Nampak).

    Namun kian kedua mulailah Nampak perubahan hasil tangan bersama ini, banyak masyarakat yang meras risih jika mendengar kata pelajar NU saja, mulai dari yang beralasan pelajar NU didikannya kurang matang, dan hanya membahas perkumpulan antara lelaki dan wanita di usia pelajar. Banyak para pelajar yang kerjaannya membuang-buang waktu sampai lupa tugas pokok di rumah masing-masing, proposal yang bertebaran dimana-mana saat menjelang PHBI, dan bahkan tak segan-segan bersikap sentimen kepada kawan-kawan sejawatnya dikampung yang tidak ikut organisasi hanya karena sungkan, seolah para pelajar itu memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada yang lainnya. Sementara itu etika yang tumbuh dari gerak dan lisan, baik secara implisit maupun eksplisit para pelajar menggiring kawan sejawat yang ikut andil didalamnya semakin terperosok dalam gelamor fanatis.

    Sifat fanatis disini tidak saya imbuhi –tif sebab tak semuanya ternodai sifat, boleh jadi prosentasenya dibawah saparuh dari jumlah total. Maka dari itu terkadang sebutan rekan rekanita pula yang menjatuhkan pamor mereka dalam tataran usia pelajar, namun perlu kita garisbawahi bahwa ini hanya wacana masyhur yang tumbuh di tembok sosial Kuripansari.

    ENIGMA WACANA
    Cobalah merenung sejenak, seorang pelajar yang notabenenya masih meminta-minta uang saku pada orang tuanya masih angkuh berbagi kebaikan dalam berorganisasi, padahal dalam Islam sudah jelas dalih sosial seperti;
    Tafsir Al-Muyassar
    اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ،  لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ ، وَمَنْ كَانَ فِـيْ حَاجَةِ أَخِيْهِ ، كَانَ اللهُ فِيْ حَاجَتِهِ ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ ، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًـا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَة.
    Artinya; “Seorang Muslim adalah saudara orang Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh membiarkannya diganggu orang lain (bahkan ia wajib menolong dan membelanya).”

    Dari hadis tersebut menjelaskan bahwa orang Islam antara satu dengan yang lain itu dipandang sebagai saudara. Sehingga satu sama lain tidak boleh saling menganiaya. Dan jika kita mendapati seseorang dalam penderitaan ataupun mendapat musibah, hendaknya kita membantunya untuk meringankan penderitaan yang sedang ia alami. Sebagai mu’min sejati, hendaklah merasa bahwa dirinya tidak hidup sendiri,karena teman-teman sesama muslim akan membantu dan mendukungnya baik sedang dalam keadaan senang maupun susah.

    Afirmasi otentik dari Q.S Al-Hujurat ayat 10
    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون
    Artinya; “(Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

    Sudah jelas bahwa dalam suatu ekosistem maupun populasi makhluk memiliki etika dalam memanusiakan manusia. Sepertihalnya studi kasus empiris yang pernah dialami oleh rekan-rekanita kuripansari (sebut saja Rizkillah, Yusril, Nanang, Alpindang, Hendra, Hasan, Lelly, Dian, Jihan, Intan, Nopret, dsb). Mereka merupakan salah satu kader yang pernah merasakan dinamika naik turunnya tangga, mulai dari cibiran konyol, motifatif, menjatuhkan, dan lebihparahnya khianat dari teman sejawat. Hal tersebut bukan malah menurunkan muru’ah mereka, melainkan sebaliknya derajat mereka mulai dapat sorotan. Saya yakin itu masih permulaan.

    PERADABAN SINGKAT
    Sentiment pun disikapi dalam memandang orang yang takpunya bakat lebih atas dirinya, padahal segala bentuk bakat organisingnya timbul dari belajar bersama kawan sejawat organisasi. Kemudian pertentangan keluarga, hal fatal ini timbul boleh jadi setelah ataupun sebelum dua hal sebelumnya muncul, sejatinya organisasi memang sangat penting untuk belajar bersosial dan beradaptasi hablu minan nash, namun realitanya keluarga sendiri mangkrak tak terpedulikan kemakmurannya, tidak mungkinah suatu pelajar akan belajar secara intens dan absolute, pada akhirnya nanti akan jelas bahwa segalanya akan kembali kepada keluarga.

    Sudah kian 31 bulan telah mereka lalui sebagai pelajar Nahdliyyin, terhitung semenjak dideklarasikannya IPNU-IPPNU tahun 2018, kini sudah waktunya melahirkan generasi neo. Neo disini dimaksud bahwa pembaharu zaman-zaman adalah kader baru, yang dimana kader terbentuk ini nantinya akan membina rumah tangga baru di dalam masyarakat majemuk. Kita tahu pula bahwa masyarakat majemuk Kuripansari yang notabenenya terdiri dari 6 dusun yang tiap dusunnya punya karakteristik istimewa.

    Katakanlah dusun Sumbergayam yang sebenarnya semangat mengadakan kegiatan, hanya saja terkendala dengan gesekan wacana tetanggan. Keduanya ialah Kandangan, amat semangat kader putrinya jika dibandingkan dengan pelajar puteranya, kita tahu juga bahwa di Kandangan pula hari inilah yang memiliki top global kader terbanyak se Kuripansari, wajar saja secara kuantitas jumlah KK di sana memang paling banyak di Kelurahan. Hanya saja terkendala transport dan geografi yang kurang mendukung di pelbagai kegiatan. Kedungpeluk adalah ketiganya, yang merupakan dusun tersering mendapatkan sorotan struktural, sebut saja IYA. Memang kebiasaan santri selalu melakat di dusun ini, sehingga sejarah mencatat kampung ini sebagai kampong yang nyantrik dan fanatic agama, (dulu).

    Barangkali sekarang beda, walaupun beberapa sumber suara burung menerangkan bahwa muharrik NU mayoritas lahir di dusun tersebut. Lanjut ke Kahuripan atau biasa dipanggil Kuripan, dusun yang menjadi pusat kajian dan kegiatan ini ternyata masih belum masuk kategori kader tanak, jika dibandingkan dengan dusun yang lain, dusun ini hanya memiliki 3 kader militan dan receh. Hebatnya di dusun Kuripanlah yang mengalami gerakan besar dalam pengelolaan event ranting.

    Untuk panjunan dan binatur, sengaja tak memberikan kesan, karna bagian ini kami rasa kurang dari pelbagai macam aspek. Untuk memangkas fenomena antropologi ini perlu berjilid-jilid memerhatikan esensinya. Esensi ialah suatu hakikat hal yang pokok dalam disiplin ilmu filsafat. Esensi yang dimaksud yakni segala bentuk kejadian manusia ataupun kausa manusia dalam menjalani hidup selalu memiliki motif, disitulah motif akan terbentuk dengan komoditas masing-masing individu pelajar Nahdliyyin, baik horizontal maupun vertikal.

    EFEKTIFITAS TEORI
    Banyak masyarakat yang tahu bahwa 2020 ini merupakan catatan besar revolusi sejarah dari modern menuju post modern. Sehingga mengusung pula perubahan pola gerakan organisasi di pelbagai klaster masyarakat. Sebagai contoh IPNU IPPNU di massa berdirinya tahun 1954 dan 1955, kala itu organisasi yang pro kontra dengan kader lanjutan masyumi dan beberapa ormas lainnya mengalami dilematis akut. Antara memposisikan sebagai santri pengabdi ataupun santri pembela, lambat laun mengalami perubahan mulai nama dan ditambah lagi sisi administrasinya (lihat sejarah perkembangan IPNU-IPPNU), pun diperkukuh demi kesatuan ideologi “nderek kiyahi”. Sehingga sampai detik ini saya yakin bahwa kelemahan organisasi santri kolektif dan kompetitif ini dapat ditutupi dengan teori Clifford Greetz.

    Dalam bukunya Daniel L. Pals, Greetz menceritakan bahwa kebutuhan organisasi religi abad 20 kemarin terlalu fokus pada peletakkan posisi organisasi diantara teoritikus yang dibahas dalam karangan budaya spiritual, sehingga menurut pandangan masyarakat majemuk, organisasi ini terlalu kolot dan tak bermartabat dihadapan bangsa pemeluk Pancasila. Sebagai solusinya pemuka ataupun pegiat ormas ini harus menawarkan konsepsi sebagai tokoh antropologi interpretative di abad 21.

    Sedang menurut Emil Durkheim, jika berbicara soal religi basis masa lebih tepat mensubordinasikan religi hanya sebatas “implikasi logis” dari terciptanya struktur masyarakat. Senada dengan hal itu Karl Marx menjastifikasi madzab atau kepercayaan hari ini menjadi kaca mata kuda bagi para pecandu pengikutnya.
    Titik tolak aksipoma (pernyataan yang diterima tanpa bukti) seseorang yang memposisikan teori organisasi adalah dengan menempatkan karya-karyanya dibarengi dengan aktualisasi logis. Karena adanya pemikiran primitif menimbulkan rangsangan ekstase pada kebutuhannya akan candu organisasi. Sedang kebutuhan teori haruslah tetap konsisten dengan instruksi hierarkis masing-masing organisasi, sepertihalnya efektifitas PR Kuripansari menahan problematika atasnya (PAC dst). Lain daripada hal itu, dilihat dari argumentasi alumni tak selalu dapat dianggap sebagai kegagalan, hanya saja dari sudut pandang ini akan menimbulkan paradigma pembanding untuk kekayaan dinamika organisasi.

    KONKLUSI
    Sebagai seorang pengamat organisasi Nahdliyyin yang baik, seharusnya seorang kader lebih mendahulukan toleransi, dan meninggalkan obyektifitas lingkup keluarga. Seperti ujar Abdur Rahman Wahid dalam skripsi Wahyu Setiawan (mhs. UIN Lampung/pengamat pemikiran Gus Dur), yakni segi-segi toleransi meliputi; 1) mengakui hak setiap orang, 2) saling menghormati keyakinan setiap orang, 3) agree in disagreement “setuju dalam perbedaan”, 4) saling mengerti dalam pelbagai kondisi sosial. Hal ini dapat diterapkan di ormas basis religi “IPNU-IPPNU”, sebab nilai tasammuh (toleransi) yang dibawa dapat mendorong potensi basis massa dan mensublim cibiran akut sosial.(rizkillah ipnu pacet)

  • Bumikan Jiwa Nasionalisme dan Hadirkan Islam Sejuk, IPNU IPPNU Bersama IPM & PII Gelar Deklarasi Pelajar Islam Surakarta

    Bumikan Jiwa Nasionalisme dan Hadirkan Islam Sejuk, IPNU IPPNU Bersama IPM & PII Gelar Deklarasi Pelajar Islam Surakarta

    SORBANSANTRI.COM

     

    SORBAN SANTRI- RABU 29 Oktober 2020 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Surakarta (IPNU & IPPNU) bersama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM ) Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar Deklarasi Pelajar Islam Surakarta.
    Deklarasi diikuti sebanyak 200 kader penggerak IPNU, IPPNU, IPM dan PII bertempat di Hotel Syahid Jaya dengan mengangkat tema ‘Mengobarkan semangat Nasionalis Pelajar Islam Surakarta”, sekaligus memperingati hari  Sumpah Pemuda.

    Dalam sambutanya Ruzain, selaku ketua panitia menyampaikan, diadakannya deklarasi untuk menjaga dan mempererat ukhwah islamiyah antar pelajar islam di Kota Surakarta.
    Dari berbagai latar belakang Pelajar Islam Surakarta mamph bersatu dan berkomitmen untuk merawat persatuan kesatuan, memperkuat jiwa nasionalisme, serta menjaga prinsip dalam beragama, berbangsa dan bernegara.
    Hadir pada acara deklarasi Walikota Kota Surakarta, anggota DPRD Kota Surakarta, jajaran TNI – POLRI, perwakilan dari  PCNU Kota Surakarta dan PDM.

    SORBANSANTRI.COM
    Dalam sambutannya KH. Sugeng Nur Cholis mewakili PCNU Kota Surakarta menyampaikan,  penting membangun persatuan dan kesatuan untuk memupuk kebersamaan di ranah pemuda Islam.
    Kecerdasan pemuda  bukan hanya dari segi intelektual tetapi juga spiritualnya.
    Deklarasi Pelajar Islam Surakarta bertujuan.

    1. Merawat dan mempererat Ukhwah islamiyah dikalangan Pelajar Islam Surakarta serta memperkuat jiwa Nasionalisme.
    2. Menguatkan Falsafah Pancasila yang di Jiwai Ketuhanan yang Maha Esa serta melindungi ideologi yang bertentangan dengan Ideologi NKRI.
    3. Merawat dan memperkuat prinsip-prinsip Agama dalam Berbangsa dan Bernegara.
    4. Mencegah segala penyalahgunaan Narkoba dan perilaku pergaulan bebas serta Bullying dikalangan pelajar
    5. Mencegah penyebaran HOAX dan penggunaan isu SARA untuk kepentingan pilkada dan berbagai bentuk pemilihan lainnya demi kenyamanan, keamanan dan ketentraman di Masyarakat.

    Acara ditutup oleh Tausyiah  Gus Mustain Nasoha Al Hafidz dari Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyu dan Surakarta. Dalam tausyiahnya Gus Mustain menerangkan, Pemuda sekarang adalah pemuda pemimpin masa depan, sebagai pemuda harus berbangga diri dan bersyukur karena diciptakan mulia dimata Allah SWT. Ditangan pemudalah masa depan bangsa Indonesia, ditangan pemuda juga perintah kejayaan dari umat, dan dikakinya pemudalah kemajuan suatu bangsa dititipkan oleh Allah SWT.

    Sebagai generasi penerus, pemuda Harus bersemangat dalam belajar dan harus berilmu dalam suatu kondisi apapun. Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme tertinggi hendaknya tertanam dalam didalam hati para pemuda. Karena Mencintai Tanah Air adalah kewajiban setiap warga negara sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muahmmad SAW dimana beliau sangat mencintai Negaranya dan rela berkorban untuk bangsanya sebagaimana dikatakan Syekh Ismail Haqqi Al Hanafi Al Kholwati dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan dan beberapa tafsir yang lain. Kemudian Gus Mustain juga memesankan bahwa Syekh Abdul Qodir Audah menekankan dalam Kitabnya Tasyriul Jina’i Al Islam menekankan tentang pentingnya setiap warga negara khususnya pemuda untuk memastikan Tegaknya Hukum dan keadilan dinegaranya. (abi sorban)

  • MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan  remaja atau pelajar

    MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan remaja atau pelajar

    SORBAN JETIS ~ Kenakalan remaja atau pelajar saat ini sangat mengkwatirkan kita semuanya, tawuran pelajar, siswa menantang guru, anak berani melawan orang tua sudah banyak viral di media sosial, oleh karena itu IPNU & IPPNU salah satu BANOM NAHDLATUL ULAMA berupaya untuk bisa membantu mengatasi permasalahan ini dengan cara memberikan wawasan melalui kegiatan MAKESTA

    Pengurus PAC IPNU IPPNU Jetis Mojokerto di MTS AL HIKMAH dusun sidoduwe Sidorejo mengadakan MAKESTA(31/10/20) yang di ikuti oleh 250 pelajar dari seluruh desa sekecamatan Jetis bahkan ada peserta yang dari luar kecamatan jetis, kegiatan di mulai jam 07:00wib dan selesai pada jam 01:00wib dini hari

    SORBANSANTRI.COM

    Peserta MAKESTA saat menerima materi

    Pada acara pembukaan acara kali ini di hadiri oleh ketua tanfidziyah MWCNU Jetis, ketua ketua BANOM NU seMWCNU jetis, ketua ranting NU Sidorejo bahkan nampak hadir kepala desa Sidorejo, kehadiran beliau beliau membuat suasana acara semakin menambah semangat para peserta, semangat peserta begitu luar biasa dan tak menggoyahkan semangat mereka meskipun pada saat acara di guyur hujan mulai siang hari sampai malam, mereka tetap antusias mengikuti jalannya acara dengan di pandu 4 narasumber, Gus Sofian J. Anom Stafsus Wantimpres RI 2018-2019, Gus Ahmad Saifulloh Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto, Gus Kamal Rifqi, Lc Pengasuh PonPes Darul Falah, Gus Sunarto, S. Pd., M. Si.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat memberikan sambutan

    Ketua PAC IPNU Jetis Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat di konfirmasi team SORBAN menginformasikan MAKESTA yang kedua kalinya di adakan IPNU IPPNU Jetis saat ini luar biasa, karena pesertanya yang mencapai 250 pelajar, beliau meminta pada team SORBAN untuk mencantumkan maksud dan tujuan MAKESTA kali ini yang sudah beliau tulis

    “Dari tema yg saya angkat pada kegiatan makesta ini Green Seed for Humanitarian Islam. Saya sangat ingin setelah ini dalam diri kalian tumbuh rasa empati dan tumbuh niat atau keinginan untuk saling berperan diberbagai lini dan dalam konteks pendidikan, remaja, pelajar dan kepemudaan. Dan ditinjau dari peran ipnu ippnu di masa kini. Saya harap ipnu ippnu bisa benar benar berperan ditengah masyarakat, eksistensinya betul betul diakui.
    Saya benar benar ingin ipnu ippnu ini menjadi tawaran solusi yang masuk akal ditengah masalah kenakalan remaja, yaa paling tidak kita menjadi sebuah representasi bagaimana idealnya pelajar, remaja, atau pemuda pada konteks waktu saat ini. Seperti contoh permasalahan saat ini yang melanda dunia pendidikan di indonesia pada umumnya, murid berani atau tidak sopan kepada guru itu adalah hal yg sering kita lihat, dan lantas apakah kita menganggap hal itu sebagai hal yg lazim? Atau biasa biasa saja? Bagaimana murid dan guru bisa saling menaruh kepercayaan satu sama lain kalau gurunya tidak memberi rasa nyaman kepada murid dan murid masih tidak sopan kepada guru? Ini adalah hal yang serius dan harus kita akui sebagai sebuah masalah agar kita semua bisa saling rembug atau urun untuk solusi. Nah disini peran ipnu ippnu dibutuhkan, kita ini sedang dibutuhkan saat ini, masak kita diam diam saja? Terlalu egois untuk masa bodo akan masalah masalah seperti ini. Dan logikanya sederhana, apakah kita rela anak cucu kita kelak masuk ke dalam dunia pendidikan jika standar pendidikannya seperti itu?
    Tidak ada hambatan untuk bercita cita tinggi, tapi bagaimana kita berupaya meraih cita cita tersebut.”

    By: Sodikin sorban

  • MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ditengah maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia ini dirasakan sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi sudah banyak pemikiran yang sudah masuk dalam tubuh organisasi NU itu sendiri. Mengingat NU adalah organisasi yang besar maka, banyak pula permasahalan – permasalahan kecil yang berpotensi merusak marwah NU.

    Dalam peringatan hari santri 22 Oktober 2020, semua banom NU yang ada di Kecamatan Pacet Mojokerto seperti Fatayat, muslimat,IPNU,IPPNU,Pagar Nusa, Ansor Banser dll, berpumpul menjadi satu dengan tekat 1 komando Dalam Menjaga Ideologi Aswaja Annahdliyah. Sebagai penggerak kader, tentunya Ansor dan Banser kec.pacet mojokerto sangat bersemangat menyatukan semua kader NU sebagai perwujudan benteng yang kokoh dengan maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia khususnya kawasan Pacet Mojokerto dan sekitarnya.

    Selasa, 21 Oktober 2020, semua kader berkumpul di Gedung Ghara MWC NU Pacet untuk mengikuti acara peringatan hari santri 2020. Dimulai dari pengurus dan para kader berkumpul ± 200 kader yang menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai dari pukul 18.30 wib dan selesai dini hari pukul 00.00 wib. Semuanya kompak dan semangat dalam mengikuti setiap tahapan acara seperti Pembacaan kitab Tarqiyatul Mujarrob Bilwaliyil Muqorrob, Makhallul Qiyam, dan Pembicara yang bertemakan PERAN KADER DALAM MENJAGA IDEOLOGI ASWAJA ANNAHDLIYAH.

    Harapan dari kegiatan ini adalah, menjaga marwah NU, memperkokoh Ideologi NU khususnya warga dan kader NU dikecamatan Pacet Mojokerto agar tidak mudah diporak porandakan oleh semua yang mengancam organisasi NU. Selain itu juga, kegiatan ini bermaksud untuk meluruskan lagi saudara-saudara kader NU yang lalai dalam berjuang dan berkhidmat di NU, sehingga benar-benar di akui menjadi santri oleh mbah hasyim asy’ari selaku pendiri organisasi terbesar di Dunia, yaitu Nahdlotul Ulama’.

    Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan ke 11 kali belum genap 1 bulan, yang dilaksanakan secara bergilir dari desa ke desa se Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. dan diharapkan bisa istiqomah dalam Giat Rutin Kader Penggerak NU. (abi sorban)

  • IPNU-IPPNU PACET  MELAKSANAKAN MAKESTA SEBAGAI BENTUK PENGKADERAN

    IPNU-IPPNU PACET MELAKSANAKAN MAKESTA SEBAGAI BENTUK PENGKADERAN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Guna mewujudkan kader yang berwawasan dan Cinta akan IPNU IPPNU. PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto gelar kaderisasi formal tingkat dasar IPNU-IPPNU yakni Makesta anak cabang pacet(MACAPAT).

    Kegiatan berlangsung di Graha NU Pacet, pada hari Sabtu-Minggu tanggal 26-27 September 2020. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 51 peserta dari Ranting IPNU-IPPNU dan juga Diniyah se kecamatan Pacet.

    Rekan Yusril sebagai ketua PAC IPNU Pacet mengatakan bahwa terlaksana nya MACAPAT ini adalah untuk menambah wawasan dan rasa cinta anggota IPNU-IPPNU Kecamatan Pacet pada NU dan IPNU-IPPNU,terlebih di masa pandemi seperti ini. Dirinya juga sangat mengapresiasi peserta, karena mereka adalah anggota anggota pilihan. “Peserta Makesta kali ini adalah anggota pilihan, karena mereka mau mengikuti Makesta ini, walaupun di tengah masa pandemi” Jelasnya.

    Ketua PAC IPPNU Pacet Rekanita Diyah menambahkan bahwa lewat Makesta ini, anggota IPNU IPPNU Pacet harus bisa menjadi anggota yang tahan banting. “Dalam berproses di IPNU-IPPNU tidaklah terus berjalan mulus, pasti akan ada masalah yang menghinggapi,tetapi jangan sampai kalian berhenti hanya karena ada masalah yang terjadi” Ujarnya.

    Sedangkan Ketua Majelis Wakil Cabang NU Pacet Bapak H. Yusuf mengatakan bahwa dalam IPNU-IPPNU bahkan NU, Makesta adalah kaderisasi Formal yang paling dasar. Bapak H. Yusuf berharap anggota Makesta ini dapat terus Istiqomah dan tidak hanya berhenti di IPNU IPPNU tetapi juga terus berproses sampai masuk kejajaran NU dan Muslimat NU. (yus SORBAN)

  • GIAT SOSIAL BANOM NU TAMANSARI DI HARI SEJARAH 10 MUHARRAM 1442 H

    GIAT SOSIAL BANOM NU TAMANSARI DI HARI SEJARAH 10 MUHARRAM 1442 H

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Bertepatan dengan Hari yang mulia,Hari yang banyak sejarah dalam Umat Islam (Sabtu,29/08/2020 atau 10 Muharom 1442 H),kami Ansor Banser beserta IPNU-IPPNU,Fatayat Ranting Desa Tamansari melakukan kegiatan sosial untuk Berbagi dan Menyantuni Anak Yatim Piatu yang ada di Desa Tamansari.

    Sekitar Pukul 08.00 pagi hari,Perwakilan dari Banser bergegas mengirimkan bantuan Semen guna untuk pembangunan Gedung MWCNU Kecamatan Karanglewas.

    Dilanjut pemberian bantuan untuk pembangunan Masjid dan dilanjutkan dengan Santunan Anak Yatim Piatu yang diberikan oleh perwakilan dari Sahabat Ansor-Banser,Rekan IPNU-IPPNU,dan Fatayat Ranting Desa Tamansari langsung kerumah – rumah dan di salah satu TPQ yang ada di Desa Tamansari.

    Senyum bahagia dari Anak Yatim Piatu membuat bahagia kita semua. Tak ada rasa lelah untuk selalu berbuat kebaikan dan berbagi kepada yang membutuhkan.

    Terimakasih yang sebesar – besarnya kepada semua Donatur KOIN NU Desa Tamansari dan semua Pihak terutama Banom NU Tamansari yang telah ikut serta mensukseskan kegiatan hari ini.

    Semoga kita semua selalu mendapat Rahmat,Hidayah,dan keberkahan dan apa yang kita lakukan,apa yang kita berikan bisa bermanfaat untuk Masyarakat serta bisa mberkaih untuk semuanya. (SORBAN TAMANSARI)

    #NU
    #KOINNU
    #Ansormajusatubarisan
    #Banserbanyumas
    #Kitainisama
    #Ipnuippnu
    #Fatayatnu
    #Berbagi
    #Santunananakyatim
    #Muharram

  • SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Support dan kasih semangat luar biasa untuk adik-adik IPNU / IPPNU Pacet yang diberikan oleh Keluarga Besar Ansor Banser Pacet Mojokerto di acara ngamen online yang ditayangkan di Youtube SorBan Santri dan Jejaring sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram. Kehadiran sahabat-sahabat Ansor Banser memberikan nuansa yang beda dalam pagelaran acara tersebut bahkan ada yang ikut berpartisipasi memainkan alat musik dikegiatan amal tersebut, yang diadakan di Halaman Gedung GrahaNU Pacet Mojokerto. Sabtu, 21 Juni 2020.

    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan Ngamen Online Dalam Rangka Penggalangan Dana Sahabat Rio

    Tampak hadir adik-adik dari IPNU / IPPNU dan memanfaatkan momen Malam minggu dengan kegiatan yang positif, yaitu penggalangan dana untuk sahabat RIO yang saat ini lagi berjuang melawan penyakit LUPUS dan Kebocoran Ginjal. Dan hasil dari kegiatan tersebut, semuanya akan diserahkan ke sahabat RIO.

    Acara penggalangan dana dengan jalan ngamen online ini, rencananya bertahap dan kegiatan berikutnya insyaAlloh akan diadakan di Pada Tanggal 30 Juni 2020 di Kedai Nglaras Pacet Mojokerto, kata ketua IPNU/IPPNU Pacet sahabat Yusril. Dengan harapan dengan semua yang dihasilkan bisa meringankan beban sahabat RIO dan tentunya diharapkan lekas sembuh dan  bisa aktif lagi dalam kegiatan berbaur dengan sahabat-sahabat IPNU / IPPNU lainnya. (abi sorban)

  • GURU MULIA SIMBAH KH MAKSUM LASEM

    GURU MULIA SIMBAH KH MAKSUM LASEM

    SORBANSANTRI.COMSORBAN SANTRI – Berjalan Tanpa Henti, Menyeru Perlawanan Terhadap PKI

    Salah satu pendiri utama Nadhlatul Ulama 1926 adalah Guru Mulia Simbah Kyai Haji Maksum Bin Ahmad Lasem, atau biasa kita sebut sebagai Mbah Maksum Lasem.

    Beliau lahir pada
    tahun 1870 dan wafat pada tahun 1972.

    Berdasarkan nasab dari
    ayahandanya, beliau merupakan
    dzuriyah Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
    Dikenal sebagai pribadi yang jujur,
    mengayomi dan senantiasa menjalin silaturahim, serta selalu menghormati tamu.

    Ketika meletus pemberontakan PKI t
    ahun 1965, ada salah satu anggota angkatan bersenjata yang berpihak pada pemberontak. Sehingga waktu itu menyebabkan pemerintahan Kota Lasem lumpuh total.
    Mbah Maksum segera bergerak.
    Beliau menyediakan pondok yang beliau asuh, Pondok Pesantren Al Hidayah menjadi pusat pemerintahan Kota Lasem.

    Disulaplah kamar-kamar pondok
    dengan pintu tertutup dan jendela terbuka dengan senjata otomatis menghadap keluar, sebagai kewaspadaan jika setiap saat mendapat serangan dari pemberontak. Sehingga dengan demikian, beliau adalah orang yang paling ditarget untuk dibunuh oleh PKI.

    Pada waktu itu,
    beliau sudah mencapai usia 97 tahun.
    Ketika kondisi semakin tidak menentu,
    beliau memaksa untuk ‘turun tangan’ langsung mengobarkan perang melawan PKI yang telah membunuh Ulama, Santri dan warga NU.

    Dikisahkan, banyak santri yang berusaha mencegah beliau, mengingat usia beliau yang sudah mendekati satu abad, dan kondisinya tentu sudah tidak muda lagi.
    Namun, beliau bersikeras, sehingga akhirnya beliau keluar dari Lasem dikawal oleh beberapa santri pilihan sebagai pengayuh becak secara bergantian.

    Tak tanggung-tanggung, perjalanan
    Ini beliau tempuh dalam waktu dua bulan.
    Terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain tanpa berhenti hingga menembus beberapa wilayah di Jawa Timur.
    Alhamdulillah, beliau selalu dalam
    lindungan Gusti Allah SWT. Hingga akhirnya pemberontakan ini berhasil dipadamkan, dan kondisi bisa dipulihkan seperti sedia KALA.

  • KADO BANSER LALU LINTAS AKHIR TAHUN 2019

    KADO BANSER LALU LINTAS AKHIR TAHUN 2019

    Mojokerto, Cyberaswaja.online – Kebangaan DTD Banser di PAC GP Ansor Jatirejo ini, mempunyai arti sendiri, Pada Sesi Materi Lalu Lintas, di isi sendiri Biro Balantas Kabupaten Mojokerto. Hal ini menjadi moment yang membanggakan.

    Kaderisasi dengan pembentukan di masing masing Biro sudah mulai terbentuk, salah satunya Biro BALANTAS. Berkaitan dengan Lalu Lintas mereka di didik untuk memahami dan mematuhi Rambu-Rambu lalu lintas. 21/12/19

    Sebagai Garda terdepan, Banser dalam memberikan Keamanan ketika ada agenda-agenda dari NU, untuk senantiasa mengatur lalu lintas agar acara berjalan dengan aman dan tertib. Hal ini yang mejadikan di Biro BALANTAS, selalu berproses belajar untuk memberikan yang terbaik, Bagi Organisasi, bangsa dan Negara. (WakGenk/Infokom).

    Doc.Biro Balantas Memberikan Materi Lalu lintas