Tag: kader nu

  • TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    SORBANSANTRI.COM
    Tokoh NU lintas waktu dalam talkshow sejarah NU pada Harlah NU ke 99

    wp.sorbansantri.com – Pengurus Wakil Cabang NU kecamatan Pacet menggelar acara Doa berjamaah dalam rangka Harlah NU ke-99 (versi Hijriah atau ke-96 (versi Masehi) di gedung Graha NU Pacet yang dilaksanakan Rabu (16/2).

    Acara tersebut mengambil tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, yang disertai dengan talkshow sejarah perkembangan NU di lereng welirang dari awal adanya NU sampai sekarang. Menurut tokoh muda NU kecamatan Pacet yang biasa disapa Pak Agus (ketua MWCNU Pacet) menjelaskan, bahwa sejarah keberadaan NU di pacet seyogyanya diabadikan karena sejarah tidak boleh dilupakan. “Gedung ini (Graha NU Pacet) merupakan cagar budaya dan memiliki nilai historis tinggi bagi organisasi NU di Pacet”. terang Pak Agus.

    Dengan menghadirkan Tokoh-tokoh pelaku sejarah NU di Pacet yaitu Bapak Kusnan Kesiman, Bapak Hartono Cembor dan Abah Mud beliau-beliau bercerita perjalanan organisasi dari masa ke masa, mulai dari kepemimpinan, cara dakwah, kaderisasi, serta suka-duka dalam berorganisasi di NU kecamatan Pacet.

  • CIRI UTAMA KADER NU: Tidak Kenal Musim, Tidak Bergantung SK

    CIRI UTAMA KADER NU: Tidak Kenal Musim, Tidak Bergantung SK

    Jateng, wp.sorbansantri.com – Orang NU yang punya kapasitas mengurus NU sebaiknya jadi pengurus NU. Menjadi pengurus di pusat , di wilayah , di cabang, MWC atau di ranting. Bisa di NU nya di lembaga atau banom NU. NU punya banyak lembaga dan Banom. Artinya banyak ruang pengabdian. InsyaAllah berkah. Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari dawuh:
    “Siapa yang mau ngurus NU saya anggap jadi santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khatimah sekeluarganya.”
    Pengurus NU itu yang benar-benar ngurus NU, bukan sekadar numpang nama. Dulu di masa orang-orang tua, termasuk orang tua saya, ngurus NU itu ya bikin undangan sendiri, diantarkan sendiri (pakai sepeda jengki), nyiapin ‘ubo rampe’ sendiri kalau ada kegiatan. Juga menginisiasi pengajian, ngontel, tanpa harapan bisyarah. Paling banter pulang dibawain berkat. Era sekarang organisasi sudah lebih maju, tetapi polanya hampir sama.
    NU itu organisasi (jam’iyah), bukan sekadar komunitas (jama’ah). Tugas pengurus itu men-jam’iyah-kan jama’ah. Ber-NU itu bukan sekadar beribadah cara NU, tetapi juga berpikir dan bergerak cara NU. Yang beribadah cara NU bukan hanya NU. Banyak organisasi lain yang ubudiyah-nya sama dengan NU, tetapi bukan NU.
    Men-jamiyah-kan jama’ah NU artinya menyatukan amaliah, fikrah, dan harakah dalam satu tarikan nafas. Dan itu hanya bisa melalui kaderisasi. Ada lima jenis kaderisasi di lingkungan NU: kaderisasi struktural (MKNU), kaderisasi penggerak (PKPNU), kaderisasi calon syuriah (PPWK), kaderisasi fungsional, dan kaderisasi profesional. Sebelum ada jenjang kaderisasi resmi ini, kaderisasi telah dilakukan oleh banom-banom NU dengan banyak nama. Intinya kaderisasi.
    Cara berpikir kader adalah cara berpikir jam’iyah, bukan sekadar jama’ah. Cara berpikir jam’iyah itu terprogram, terstruktur, institusional, sistematis. Ini jadi basis harakah. Semua pengurus NU dan banomnya harus mengikuti kaderisasi. Ini berlaku efektif tiga tahun sejak diputuskan di Muktamar ke-33 di Jombang 2015. Artinya, sejak tahun lalu (2018), hanya kader yang boleh menjadi pengurus NU, lembaga, dan banomnya. Sebelumnya, pengurus NU boleh diisi oleh ‘orang NU’, bukan kader NU.
    Sekarang PR NU masih banyak. Banyak orang merasa ber-kultur NU, tetapi tidak pernah mengikuti kaderisasi di lingkungan NU. Belum pernah ikut kaderisasi atau ikut kaderisasinya di tempat lain. NU-nya sekadar amaliah.
    Biasanya yang begini sulit diajak ber-fikrah dan ber-harakah NU. NU-nya fakultatif. Pas butuh mengaku NU.
    Selebihnya, tidak ikut NU. Jumlahnya lumayan banyak. Mereka sibuk mengaku dan minta rekom NU untuk suatu urusan. Setelah urusan selesai, tidak mau urus NU. Ada juga yang bahkan ikut ‘nimpukin’ pengurus NU ketika NU-nya kesandung masalah. Sedikitnya netral. Inilah penyakitnya orang NU: mengaku NU ketika mau menjabat dan diaku-aku NU ketika sedang menjabat. Umumnya mereka tidak punya loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan. Loyalnya terhadap kepentingan.
    Kalau kader mestinya lain. Ada atau tidak ada jabatan loyal kepada organisasi dan pimpinan. Bukan NU kambuhan atau musiman. Mau jadi pengurus yang mengurus, bukan malah jadi urusan. NU tidak butuh orang yang mengaku-aku NU atau diaku-aku NU. NU butuh kader. Dalam kondisi apa pun tetap kader, loyal kepada organisasi dan pimpinan.
    Ber-jam’iyah adalah menjadikan semua orang NU sebagai kader NU. Ini yang sedang intensif dilakukan. Saya berharap, dalam seabad usia NU di tahun 2026, paling tidak separo orang NU sudah jadi kader NU, yang siap mengurus NU dalam kondisi lapang dan sempit, tidak kenal musim, tidak bergantung SK. (Soleh M. Khalid Saerozy)
  • Kader NU se-Kab. Mojokerto Gelar Tiryaqul Mujarrob Secara Akbar 

    Kader NU se-Kab. Mojokerto Gelar Tiryaqul Mujarrob Secara Akbar 

    wp.sorbansantri.com- Minggu, 03 Januari 2021, Semua kader NU se Kab. Mojokerto mulai dari Kiai, Ulama’, ansor,banser, fatayat, muslimat, IPNU IPPNU, dan lembaga-lembaga dibawah naungan NU melakukan pembacaan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob. Acara Besar ini dimulai dari pukul 19.00 wib – selesai di Pondok Pesantren Jolotundo (mbah kyai Mansyur) trawas.

    Persiapan sudah dilakukan 2 Minggu sebelum pelaksanaan kegiatan oleh pengurus LSS ( Laskar Semut Sulaiman) untuk acara pembacaan Tiryaqul Mujarob skala Kabupaten. Dalam acara tersebut diawali dari pembacaan Sholawat Nabi, Yasin, Tahlil dilanjut dengan acara inti pembacaan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob, Mahalul Qiyam, Tausiyah dan Doa.

    Pembacaan Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorob yang diadakan secara masal se-kab. Mojokerto ini bertujuan sebagai ajang silaturrakhim antar kader NU serta penguatan ideologi yang dirasa sangat penting untuk semua kader yang ada di bawah naungan NU. Apalagi waktu dimulainya rutinitas pembacaan Tiryaqul Mujarrob ini bersamaan dengan masa menjelang PILKADA serentak 2020 kemarin, tentunya masih banyak kader-kader NU yang menganggap bahwa rutinitas tiryaq ini adalah Timses salah satu calon dalam pilkada kemarin.

    Dan harapan besar bagi kiai Mansyur sendiri adalah sebagai gerakan untuk menasionalkan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob ini yang dikarang oleh syeikh Mahmud Mukhtar dari cirebon (penulis tarjamah jurumiyah). Agar diamalkan secara jama’ah oleh semua kader di berbagai daerah yang ada di Jama’ah Annnahdliyah. (abi sorban)

  • Menag Baru yang Punya Riwayat Berseteru dengan FPI

    Menag Baru yang Punya Riwayat Berseteru dengan FPI

    Jakarta, wp.sorbansantri.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama RI. Saat menjadi Ketum GP Anshor, Gus Yaqut pernah dikaitkan FPI dengan insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dikutip dari situs DPR, Gus Yaqut dilahirkan di Rembang, 4 Januari 1975. Dia merupakan Ketum GP Anshor–organisasi sayap Nahdlatul Ulama–Periode 2015-2020. Dia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Kutoharjo dan Rembang. Dia sendiri merupakan adik dari Gus Yahya Staquf yang tadinya sempat diisukan menjadi Menag. Dia pernah menjadi Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010 melalui PKB. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC PKB Bandung dan PMII Depok. Namun dia lebih dikenal sebagai Ketum GP Anshor. Gus Yaqut dilantik menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari PKB sebagai pergantian antarwaktu (PAW) Hanif Dhakiri yang saat itu menjadi Menaker. Lalu, dia kembali menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Kontroversi dengan FPI Gus Yaqut juga pernah dikait-kaitkan dengan insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut. Wakil Ketua Umum DPP FPI Jafar Shodiq dalam audiensi dengan pihak Kemenko Polhukam dalam Aksi Bela Tauhid. Pihaknya meminta Ketum GP Ansor Yahya Cholil Qoumas diadili. “Yang pasti, apa yang kita sampaikan, pertama, Yaqut harus diadili pimpinan Banser; yang kedua, pimpinan Ansor,” kata Jafar di mobil komando, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018). Terkait kasus pembakaran bendera ini, Yaqut telah menyatakan yang dibakar oleh oknum anggotanya di Garut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan pemerintah. Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan hal serupa dengan acuan pengakuan Uus Sukmana si pembawa bendera, yang menyatakan memang membawa bendera HTI. Gus Yaqut juga mempersilakan FPI untuk melaporkannya. Tak sampai di situ saja, Gus Yaqut juga sempat mengomentari kepulangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang hendak pulang ke Indonesia. Dia menilai Habib Rizieq tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan revolusi. “Sama sekali nggak percaya. Dia tidak memiliki kekuatan dan prasyarat yang cukup untuk melakukan revolusi itu,” kata Ketua DPP PKB Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan, Rabu (14/10). Saat pengumuman pergantian posisi menteri, Jokowi membuat kejutan. Dia memilih Gus Yaqut. Padahal tadinya yang diisukan menjadi Menag ialah kakaknya, Gus Staquf. “Yang keempat, Yaqut Cholil Qoumas,” kata Presiden Jokowi dalam pengumuman menteri baru di Istana Merdeka, Selasa (22/12/2020). “Akan kita berikan tanggung jawab sebagai Menteri Agama,” imbuh Jokowi. Yaqut Cholil Qoumas saat ini berstatus anggota DPR RI. Dia menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR. (red)
  • Baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI

    Baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI

    wp.sorbansantri.com –  Kegiatan baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI yg diadakan setiap selasa ini bertujuan untuk menyehatkan warga sekitar, agar masyarakat bisa ibadah dgn istighomah dlm baksos ada beberapa pengobatan dan antusias masyarakat sangat tinggi

    “Alhamdulillah, melihat antusiasme peserta dan kebahagiaan para kiai muda dan sepuh tadi. Inii bisa dikatakan sukses besar,” ungkap Ketua kader Gus mad seusai acara. Dan malamnya dilanjut rutinan ngaji

    Kegiatan baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI yg diadakan setiap selasa ini bertujuan untuk menyehatkan warga sekitar, agar masyarakat bisa ibadah dgn istighomah dlm baksos ada beberapa pengobatan dan antusias masyarakat sangat tinggi

    Yang menarik di balik kesuksesan agenda tersebut, ada satu eksponen yang biasanya jarang terkespos, yaitu Barisan Ansor Serbaguna Husada atau Banser Husada (BASADA).

    “Alhamdulillah, melihat antusiasme peserta dan kebahagiaan para kiai muda dan sepuh tadi. Inii bisa dikatakan sukses besar,” ungkap Ketua kader Gus mad seusai acara. Dan malamnya dilanjut rutinan ngaji

    “Basada adalah Satuan Khusus dalam Banser yang membidangi tentang kesehatan dan pengobatan alternatif,” ujar Sahabat Taufiqurohman abg ketua PAC MOJOSARI

    Sahabat Taufiqurohman menuturkan, Basada akan selalu hadir di setiap kegiatan-kegiatan NU. Termasuk di kegiatan ngaji bareng kader NU yang diselenggarakan Oleh kader2 NU Mojosari

    “Kami anggota Basada berkomitmen memegang amanah dari pimpinan agar selalu siap sedia untuk hadir berbakti sosial di setiap kegiatan-kegiatan warga nahdliyyindan masyarakat secara umum,” imbuhnya.

    Keberadaan Basada sangat bisa dirasakan kebermanfaatannya di tengah kegiatan tersebut Ansor Mojosari . Sebagaimana pengakuan bunda Linda dan bunda erma basada dr gresik yg jauh2 datang padahal baksosnya cima 2 jam. Dan dr pengakuan pasien pak slamet jotangan Mojosari yang sempat merasakan terapi di Pos Basada.

    “Saya kurang enak badan hari ini kemudian saya periksakan ke pos Basada. Selain diberi masker, saya juga diterapi, dan alhamdulilah badan sehat kembali,” tutur pak Slamet

    Sahabat Qarib Muchsan, Waka Satsus Basada Satkorcab Banser Trenggalek, saat memeriksa salah seorang Banser yang bertugas mengamankan pelaksanaan PKL GP Ansor Trenggalek.Selain Sahabat Samsudin, juga terlihat banyak sahabat baik dari GP Ansor maupun Banser yang mendatangi Pos Basada PKL GP Ansor Trenggalek kemarin untuk mendapatkan layanan kesehatan atau terapi.

    “Awalnya saya mengeluh pusing dan meminta pijat di kepala kepada seorang Basada, tapi malah dipijat terapi seluruh tubuh. Pijatannya sangat enak. Dan dlm baksos juga ada becam yg sangat diminati masyarakat

    BASADA adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor, dan masyarakat. BASADA dibentuk di tingkat pusat hingga Anak Cabang. Di setiap kegiatan GP Ansor dan Banser, juga kegiatan ke-NU-an, BASADA hadir sebagai tim kesehatan. (paryanto sorban)

  • MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ditengah maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia ini dirasakan sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi sudah banyak pemikiran yang sudah masuk dalam tubuh organisasi NU itu sendiri. Mengingat NU adalah organisasi yang besar maka, banyak pula permasahalan – permasalahan kecil yang berpotensi merusak marwah NU.

    Dalam peringatan hari santri 22 Oktober 2020, semua banom NU yang ada di Kecamatan Pacet Mojokerto seperti Fatayat, muslimat,IPNU,IPPNU,Pagar Nusa, Ansor Banser dll, berpumpul menjadi satu dengan tekat 1 komando Dalam Menjaga Ideologi Aswaja Annahdliyah. Sebagai penggerak kader, tentunya Ansor dan Banser kec.pacet mojokerto sangat bersemangat menyatukan semua kader NU sebagai perwujudan benteng yang kokoh dengan maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia khususnya kawasan Pacet Mojokerto dan sekitarnya.

    Selasa, 21 Oktober 2020, semua kader berkumpul di Gedung Ghara MWC NU Pacet untuk mengikuti acara peringatan hari santri 2020. Dimulai dari pengurus dan para kader berkumpul ± 200 kader yang menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai dari pukul 18.30 wib dan selesai dini hari pukul 00.00 wib. Semuanya kompak dan semangat dalam mengikuti setiap tahapan acara seperti Pembacaan kitab Tarqiyatul Mujarrob Bilwaliyil Muqorrob, Makhallul Qiyam, dan Pembicara yang bertemakan PERAN KADER DALAM MENJAGA IDEOLOGI ASWAJA ANNAHDLIYAH.

    Harapan dari kegiatan ini adalah, menjaga marwah NU, memperkokoh Ideologi NU khususnya warga dan kader NU dikecamatan Pacet Mojokerto agar tidak mudah diporak porandakan oleh semua yang mengancam organisasi NU. Selain itu juga, kegiatan ini bermaksud untuk meluruskan lagi saudara-saudara kader NU yang lalai dalam berjuang dan berkhidmat di NU, sehingga benar-benar di akui menjadi santri oleh mbah hasyim asy’ari selaku pendiri organisasi terbesar di Dunia, yaitu Nahdlotul Ulama’.

    Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan ke 11 kali belum genap 1 bulan, yang dilaksanakan secara bergilir dari desa ke desa se Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. dan diharapkan bisa istiqomah dalam Giat Rutin Kader Penggerak NU. (abi sorban)

  • PENGUATAN KADER NU MELALUI WIRID

    PENGUATAN KADER NU MELALUI WIRID

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 16 Oktober 2020. Sudah ke-8 kali giat rutin kader NU di Kecamatan Pacet Mojokerto melalui Wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB sebagai sarana benteng pertahanan semua kader NU yang berguna untuk pemantapan kader dalam mejaga ideologi ASWAJA Annahdliyah. Kitab yang ditulis oleh Syeikh Mahmud Muhtar Plambon Cirebon ini, berisi semua nama-nama waliyulloh dan harus dibaca secara jama’ah.

    Untuk mewujudkan dalam menasionalkan kitab tersebut maka, Semua BANOM dan LEMBAGA NU sekecamatan Pacet Mojokerto seperti Ansor Banser Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dll berkumpul menjadi satu untuk membaca Kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Yang tersusun mulai dari Sambutan, Tawassul, Pembacaan Kitab, Mahallul Qiyam, Penjelasan Materi dalam penguatan kader dan yang terakhir ngobrol santai silaturrokhim antar kader.

    Alhamdulillah., di Kecamatan Pacet Mojokerto ini sudah 8 kali diadakan belum genap satu bulan ini. Dan diharapkan bisa istiqomah dalam mengamalkan kitab tersebut dengan cara bergilir merata dari desa ke desa sekecamatan. Gerakan Giat Rutin TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini alhamdulilah sudah ada ranting yang melakukan giat tersebut.

    Adapun tujuan dari wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini adalah sebagai sarana silaturrakhim antar kader NU biar tidak kocar kacir, tercerai berai dengan keadaan yang saat ini dirasa banyak yang masuk baik secara halus atau terang-terangan menyerang aqidah annahdliyah. Bahkan sudah banyak yang tersusupi secara tidak terasa walaupun itu didepan mata, entah itu karena kepentingan,ragu-ragu,balas budi, rayuan atau yang lain.

    Semua kader NU dalam berkhidmat harus satu sanad, satu arah, dan satu komando dari pusat sampai tingkat ranting. Jangan menjadi kader NU yang punya kepentingan untuk dirinya atau golongan. Jangan menjadi kader NU yang ragu-ragu dalam berkhidmat, Jadilah kader NU yang kokoh menjaga ideologi dengan gerakan satu komando dari pusat sampai bawah. Apalagi dalam setiap pengkaderan sudah dibaiat.

    NU itu organisasi besar, atas dasar isyaroh para wali begitu juga kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Mbah KH. Hasyim Asy’ari dalam mendirikan NU itu baru direstui oleh Mbah Kholil Bangkalan dan baru dapat jawaban setelah 1 Tahun, jadi NU itu bukan sembarang organisasi dan siapa yang merusak  NU akan kualat. (abi SORBAN)