Tag: kampus

  • Solidaritas Dunia Akademik dalam Aksi Pro-Palestina

    Solidaritas Dunia Akademik dalam Aksi Pro-Palestina

    wp.sorbansantri.com – Dalam suasana yang penuh tantangan mengenai situasi di Jalur Gaza dan perbatasan Israel, ada kabar baik yang berasal dari komunitas akademik internasional. Lebih dari 100 universitas dari berbagai penjuru dunia, termasuk institusi prestisius seperti Oxford dan Cambridge, telah menunjukkan solidaritas mereka terhadap Palestina melalui serangkaian aksi dukungan yang menggugah hati. Kegiatan ini menandai sebuah momen penting di mana dunia pendidikan bersatu untuk mendukung perdamaian dan keadilan.

    Meski dihadapkan pada dilema pengelolaan protes pro-Palestina, semangat solidaritas yang membara di berbagai kampus menandakan bahwa isu Palestina tetap menjadi pusat perhatian di lingkungan akademis.

    Tindakan ini juga memberikan pesan yang kuat kepada pemerintah di seluruh dunia bahwa mahasiswa dan akademisi yang terlibat dalam aksi ini bukan sembarang kelompok demonstran. Mereka adalah orang-orang pintar dari negara masing-masing yang berkomitmen untuk menciptakan perubahan positif dalam isu-isu global seperti konflik Israel-Palestina.

    Harapan agar dukungan dan kesadaran ini bisa memacu langkah-langkah konkret menuju perdamaian dan keadilan di Palestina sangatlah tinggi, serta semoga suara solidaritas yang kuat dari kalangan akademik ini dapat sampai ke telinga para pemimpin dunia. (AI Sorban)

  • Aksi Demo Gaji 3 Juta, Bayar UKT 8 Juta

    Aksi Demo Gaji 3 Juta, Bayar UKT 8 Juta

    wp.sorbansantri.com – Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi demo di Gedung Rektorat pada Rabu (8/5). Mereka menuntut transparansi pihak kampus dalam menggolongkan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.

    Selain itu, mahasiswa menilai kenaikan UKT USU tidak wajar. Kenaikannya nyaris 40 persen.

    “Kenaikan UKT ini bisa dibilang sangat melejit di luar perkiraan,” kata Ketua BEM FISIP USU Mahogra Yuda Muyassar saat dikonfirmasi.

    “Kami mewajarkan ada kenaikan UKT tapi dengan angka yang hampir 40 persen naiknya ini enggak masuk akallah menurut kami,” kata dia.

    Selain itu, mahasiswa mengaku heran lantaran penggolongan UKT dinilai amburadul. Tak sesuai dengan data-data pribadi yang didaftarkan calon mahasiswa baru (maba).
    “Jadi banyak keluhan hampir 80 persen maba ragu untuk daftar ulang karena mereka merasa setelah mereka isi kok dapat UKT enggak sesuai dengan isian,” kata dia.

    “Karena ada keluhan. Contoh kemarin mereka sampaikan ke kami ortu yang laki-laki gaji Rp 2 juta dan ibunya gaji sejuta. Mereka lampirkan datanya. Tapi mereka dapat golongan UKT Rp 6 hingga 8 juta,” sambungnya.

    Ogra dan mahasiswa lainnya menilai penggolongan ini tidak sesuai dan asal-asalan.

    “Dari situ secara logis, enggak masuk akal,” jelaskan.

    Dalam aksi ini, ada sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dari seluruh fakultas.

    Murka ke rektor

    Dalam aksi ini, mahasiswa juga mengaku kesal terhadap rektor USU Muryanto Amin. Pasalnya, mereka mendapat informasi bahwa rektor pergi ke luar negeri jelang aksi demo.
    “Jadi isu ini awalnya kami fokus sama tuntutan UKT (enggak tuntutan soal turunkan rektor). Nah tapi di saat kami menggaungkan ada seruan aksi, kami dapat info mendadak bahwasanya rektor mendadak ke luar negeri,” katanya.

    “Tidak di sini. Dan bener bener h-1 itu. Kemarin tuh dia pergi kabarnya berangkat jam 4 sore, itu yang kami sesalkan. Kami jadi merasa beliau menghindar,” jelasnya.

    Kata USU

    Kepala Humas USU Amalia Meutia mengatakan keberangkatan Muryanto sudah dijadwalkan sejak pertengahan April 2024 lalu.

    “Kepergian rektor (untuk) dinas keluar negeri sudah dijadwalkan di pertengahan April 2024. Surat permohonan izin perjalanan dinas luar negeri dari USU ke Kementerian ditandatangani di tanggal 22 April 2024,” kata Meutia saat dikonfirmasi terpisah.

    Untuk itu, kata Meutia, kepergian Muryanto tidak mendadak seperti apa yang disampaikan oleh mahasiswa.

    “Jadi tidak benar jika dikatakan kepergian rektor melakukan perjalanan dinas keluar negeri mendadak, apalagi dengan alasan menghindari aspirasi mahasiswa,” jelasnya. (AI Sorban)

  • UNDANG ULAMA AL-AZHAR, CAIRO, MESIR, PUSKOHIS UIN SURAKARTA ADAKAN SEMINAR NASIONAL TENTANG KONSTITUSI DAN HUKUM ISLAM

    UNDANG ULAMA AL-AZHAR, CAIRO, MESIR, PUSKOHIS UIN SURAKARTA ADAKAN SEMINAR NASIONAL TENTANG KONSTITUSI DAN HUKUM ISLAM

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sabtu, 28 Mei 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Seminar Nasional tentang Konstitusi dan Hukum Islam bertajuk “Implementasi Tafsir Ayat-Ayat Ahkam Dalam Konstitusi dan Sistem Hukum”. Seminar Nasional ini dihadiri 260 peserta secara Offline dan 716 peserta secara Online di channel Youtube PUSKOHIS UIN Surakarta. Adapun pelaksanaan secara offline dilaksanakan di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.

    Acara diawali dengan pembacaan Maulid Al Barzanji oleh Rebana Jam’iyyatul Qurro Wal Huffadz UIN Raden Mas Said Surakarta kemudian dilanjutkan pelaksanaan acara Seminar Nasional. Bertindak sebagai moderator adalah Panji Putra Ariyanto. S.Sos dan Aji Ari Wibowo mendapatkan tugas membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.

    Acara diawali dengan sambutan Adhimas Alifian Yuwono, sebagai ketua panitia, mahasiswa Semester 6 ini mengatakan bahwa “Kami menghimbau seluruh peserta untuk memperhatikan dengan baik, serta mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan karena pembicara yang diundang dalam seminar ini adalah pembicara sudah melalang buwana diseminar naisonal dan internasional. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah Swt.”

  • Foto Perempuan Pengurus BEM Diblur, Pengurus NU sebut Mirip Yahudi Orthodox

    Foto Perempuan Pengurus BEM Diblur, Pengurus NU sebut Mirip Yahudi Orthodox

    Viral Foto Perempuan Pengurus BEM UGM dan UNJ Diblur, Pengurus NU sebut Mirip Yahudi Ultra Orthodox
    di kutib dari TRIBUN-MEDAN.com –  Foto tangkapan layar yang berisi akun Instagram BEM Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta mem-blur pengurus perempuannya viral di media sosial.
    Unggahan BEM UNJ tersebut menjadi sorotan netizen di media sosial baik Twitter maupun Instagram.
    Kemunculan tangkapan layar tersebut di Twitter pertama kali diunggah oleh akun @Nadyazura pada hari ini (10/02/2019).

    Dalam cuitannya, Nadya mengaku kaget dengan tindakan yang diunggah oleh akun resmi BEM UNJ tersebut. Nadya bahkan menyebut hal ini sebagai ‘penghapusan eksistensi perempuan dari sejarah.’

    Komentar-komentar di cuitan Nadya pun banyak yang sependapat. Namun, tidak semua netizen setuju dengan ucapan @Nadyazura tersebut.

    Ada juga netizen yang meminta Nadya untuk melihat fenomena ini dari sisi yang berbeda.

    Bahkan ada juga netizen yang menyertakan tangkapan layar komentar Instagram dari seorang anggota BEMFT UNJ.
    Di dalam tulisannya, @ferdhinar mengklaim bahwa tindakan mem-blur tersebut merupakan permintaan pengurus perempuan BEMFT UNJ sendiri.

    https://www.instagram.com/p/B8WebbHBVoC/?utm_source=ig_embed

    Hingga berita ini ditulis yaitu pada pukul 15.03 WIB, cuitan @Nadyazura telah memperoleh 3.000 retweet dan 4.700 likes.

    Di kolom komentar tersebut, ada juga yang menambahkan informasi bahwa BEMFT UNJ telah melakukan blurring terhadap pengurus perempuannya setiap tahun.
    Setelah ramai blur foto pengurus BEM UNJ ini, muncul lagi sorotan pada foto BEM UGM yang juga melakukan hal serupa bagi pengurus Perempuannya.

    Seperti yang diunggah Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Antoni Raja di akun Twitetrnya.

    Dalam caption foto unggahanya dia pun meminta pendapat teman-temannya untuk memberikan tanggapan soal foto perempuan yang menjadi pengurus di BEM UGM.

    Fiqh apa yang mengajarkan foto perempuan harus diblur Gus @na_dirs @sahaL_AS @Ayang_Utriza?,” cuitnya.

    Beberapa pengikut Antoni Raja pun memberikan tanggapan yang tidak dapat menerima foto pengurus perempuan diblur.

    Almamater saya… miris sekelas mahasiswa UGM bisa2nya skr begini…intelektualitas tidak lg dikedepankan,” komentar Mingfan.

    Herannya tuh cewe2 yang harusnya “super pinter dan cerdas”, krn bisa diterima di UGM, kok gak protest!! Mengiyakan saja direndahkan #miris dgn generasi skrg,” Komentar Ciopi.

    Beberapa komentar pun ada yang menyebutkan akan lucu jika perempuan yang menjadi rektor di Kampus tersebut, karena tentu akan diblur.

    Ini kalau Rektor nya perempuan bisa LUCU ini he he he,” komentar Kang Aziz Tuban.

    Ahmad Sahal, Pengurus Cabang Istimewa NU yang dimintai Antoni Raja komentarnya untuk foto tersebut memberikan komentarnya.

    sumber