Tag: kepala desa

  • Dana Desa dan Harapan Baru: Transparansi atau Transaksi?

    Dana Desa dan Harapan Baru: Transparansi atau Transaksi?

    BERITA VIDEO

    Sorbansantri.com – Pengelolaan dana desa di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan peraturan turunannya. Kewenangan utama dalam pengelolaan dana desa berada di tangan pemerintah desa. Berikut adalah pihak-pihak yang memiliki peran dalam pengelolaan dana desa:

    1. Pemerintah Desa

    • Kepala Desa:
      Sebagai penanggung jawab utama dalam penggunaan dana desa, kepala desa berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan penggunaan dana desa.
    • Sekretaris Desa:
      Bertugas membantu kepala desa dalam administrasi, termasuk menyusun laporan keuangan.
    • Kaur Keuangan Desa:
      Bertugas mengelola pembukuan dana desa dan memastikan penggunaannya sesuai dengan aturan.

    2. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

    BPD berperan sebagai lembaga pengawas dan pemberi masukan. Mereka memastikan bahwa dana desa digunakan sesuai dengan aspirasi masyarakat desa dan peraturan yang berlaku.

    3. Masyarakat Desa

    Masyarakat desa memiliki hak untuk dilibatkan dalam:

    • Musyawarah Desa: Membahas rencana penggunaan dana desa (APBDes).
    • Pengawasan: Melaporkan jika terjadi dugaan penyalahgunaan dana desa.

    4. Pemerintah Supradesa

    • Kecamatan: Membantu pengawasan dan pembinaan teknis.
    • Pemerintah Kabupaten/Kota: Memantau dan mengevaluasi pengelolaan dana desa serta memberikan bimbingan teknis.

    Proses Pengelolaan Dana Desa

    1. Perencanaan: Melalui musyawarah desa (Musdes) untuk menyusun RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa) dan APBDes.
    2. Pelaksanaan: Dikelola oleh pemerintah desa dengan melibatkan masyarakat.
    3. Pengawasan: Dilakukan oleh BPD, masyarakat, dan pemerintah supradesa.
    4. Pelaporan: Pemerintah desa wajib membuat laporan penggunaan dana desa untuk disampaikan kepada pemerintah kabupaten/kota.

    Prinsip Pengelolaan

    Dana desa harus digunakan secara transparan, akuntabel, partisipatif, dan mengutamakan kepentingan masyarakat desa.

    Jika terjadi penyalahgunaan, masyarakat dapat melaporkannya ke pihak berwenang, seperti inspektorat daerah atau aparat penegak hukum.

    @beritasorban Dana desa adalah peluang emas bagi pembangunan di tingkat lokal, tapi juga menjadi tantangan besar jika dikelola tanpa transparansi. Faktanya, masih ada kasus penyimpangan dan proyek fiktif di beberapa desa yang merugikan masyarakat. Namun, kita juga melihat harapan. Banyak desa telah berhasil menggunakan dana ini untuk membangun infrastruktur, memberdayakan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Rahasianya? Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif masyarakat. Ingat, dana desa adalah hak kita bersama! Mari awasi pengelolaannya dan pastikan digunakan sesuai kebutuhan masyarakat. Jangan biarkan segelintir pihak menyalahgunakan kesempatan ini. Desa yang kuat adalah fondasi masa depan Indonesia! #DANADESA #alokasidanadesa #f ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Seseorang yang dianggab berjasa atau orang yang di pandang sebagai sesepuh di suatu daerah pastinya jasanya akan selalu di kenang oleh masyarakat bahkan mendapatkan tempat yang mulia walau beliau sudah wafat.

    Pada hari selasa (22-03-22) malam warga kesemen mengadakan haul mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ke XVII yang bertempat area pesarean di dusun Kesemen desa Kesemen kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto.
    Peringatan haul ini diadakan warga rutin setiap setahun sekali yang di pelopori oleh KH.Ahmadun Bashori selaku tokoh agama di desa tersebut beserta tokoh pemuda Solehuddin dan juga dari pihak pemerintahan desa kususnya Anton Kurniawan selaku kepala desa setempat dan di dukung oleh tokoh agama yang lainnya.

    Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya para tokoh agama, pejabat pemerintahan dan perangkat desa Kesemen, pengurus ranting dan anak ranting NU desa Kesemen, beserta banom banom nya dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut ustad Khoiron selaku ketua panitia mengatakan “acara ini bertujuan untuk kirim doa kepada leluhur dan pelaksanaanya pun selalu di bulan ruwah atau bulan sya’ban tanggal 20 kalender jawa, atau di 10 hari sebelum datangnya bulan suci romadhon tiba”,sebelum pra acara pengajian umum dari panitia melaksanakan kegiatan pembacaan khotmil qur’an semalam suntuk di mulai ba’da sholat isya’ sampai setelah subuh dan hingga hatam, di teruskan malam ini acara puncaknya yakni peringatan pengajian umum yang menghadirkan muballigh dari Mojokerto kyai Mohammad Assa’dullah, yang sebelumnya di awali dengan pembacaan istighosah yang dimpin oleh KH.Ahmadun Bashori, tuturnya

    Menurut pak Wagi dan pak Wiyanto selaku juru kunci pesarean mengatakan bahwasanya pesarean mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ini sangat keramat sekali dan tak ayal banyak peziarah yang datang baik warga lokal maupun warga yang dari luar daerah dengan tujuan ngalab barokahnya dengan mengirimkan doa doa ada juga yang sembari membaca al qur’an ketika berada di dalam area pesarean tersebut.

    Di sekitaran pesarean ada bangunan musholla yang selalu istiqomah di buat sholad berjama’ah yang di pandegani oleh abah Sholeh Muhammad beserta kawula muda di desa kesemen.

    Harapannya semoga dengan acara haul mbah Junggo masyarakat desa kesemen dan sekitarnya semakin guyub, rukun dan mudah mudahan selalu di beri kesehatan, umur panjang serta keberkahan rizki untuk bekal hidup sehari harinya.

    (Hasan-Ngoro)

  • Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.

    Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.

    Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.

    Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.

    Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya

    Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.

    Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • PENGAJIAN UMUM DAN PERESMIAN MUSHOLLA AS SHOHEH DESA SEDATI KEC NGORO KAB MOJOKERTO

    PENGAJIAN UMUM DAN PERESMIAN MUSHOLLA AS SHOHEH DESA SEDATI KEC NGORO KAB MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Demi meningkatkan keimanan dalam hal ibadah warga desa sedati RT 04 Rw 05 merenofasi tempat ibadah kususnya musholla as shoheh direhap total sehingga tampak menjadi bangunan yang mewah, dengan tujuan agar para jama’ah bisa menjadi nyaman dan semangat dalam beribadah apalagi sebentar lagi menjelang datangnya bulan suci romadhon biasa para warga pada antusias berbondong2 untuk melaksanakan ibadah sholat taroweh.

    Tepat hari Rabu malam (31/3) mushollah as shoheh di resmikan dan Di wakafkan kepada warga lingkungan sekitar musholla, yang awalnya milik perseorangan kini sudah menjadi milik warga umum.

    Tampak hadir dalam acara pengajian ini pihak panitia mengundang para kyai kyai, banom2 NU, jajaran pemerintahan desa sedati kususnya pak lurah, Kyai nur Wahid pimpinan yayasan pondok masyitoh juga kyai Nurul Huda dari bangil Pasuruan sebagai pembicara atau mauidhotul Hasanah.

    Menurut panitia pelaksana kyai Abdul Manaf mengatakan sengaja musholla ini di rehab secara total agar para jama’ah bisa melaksanakan ibadah sholat bisa lebih khusu’ lagi karena tempatnya sudah tampak mewah dan memadai tidak seperti bangunan yang sebelumnya, masih menurut kyai Manaf beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada para semua pihak yang ikut mensukseskan acara ini.

    Sambutan yang kedua disampaikan oleh kepala desa Sedati bapak Alwi mengatakan kita wajib merasa bersyukur sudah mempunyai bangunan musholla yang bagus mudah2an dengan adanya musholah ini kita bisa semakin tekun untuk beribadah kepada Allah apalagi musholla ini sudah di wakafkan kepada warga jadi mari kita pergunakan untuk beribadah secara khusu’, sebelum acara pengajian di mulai kepala desa Sedati membuka acara meresmikan musholla tersebut.

    Memasuki acara inti pengajian umum yang disampaikan oleh almukarrom kyai Nurul Huda dari Pasuruan dalam mauidhohnya menerangkan tetang pentingnya kita bersyukur kepada Allah dalam keadaan apapun dan di manapun terutama bisa melaksanakan ibadah secara aman dan nyaman tidak seperti di negara lain yang sedang di Landa konflik.

    Tepat pukul 22.00 acara selesai dan di tutup dengan doa yang di pimpin oleh kyai Abdul Wahid Rozak. (Hasan)