sorbansantri.com – Masjid Kagunan Dalem Pajimatan Imogiri dibangun pada tahun 1632 M pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, Raja Mataram ke III.
Masjid Pajimatan terletak di kompleks Astana Imogiri tetapi letaknya dibawah bukit dan jarak dengan Kompleks Pemakaman sekitar 500 meter dan dari masjid harus menaiki sekitar 415 anak tangga.
Awalnya bangunan ini dibangun dari bahan-bahan kayu jati dan tembok yang dibuat atas susunan batu bata dengan spesi atau lepa yang terbuat dari komposisi (adonan) berupa pasir, gamping (kapur), dan batu bata yang dihancurkan (digiling). Sebagai penutup atap bangunan dulunya digunakan genteng sirap. Dalam perkembangannya atap sirap digantikan dengan seng gelombang.
Bangunan Masjid Pajimatan Imogiri dapat dikatakan tidak begitu luas. Hal ini disebabkan karena Masjid Pajimatan Imogiri berdiri di atas tanah yang hanya memiliki luas + 600 meter2. Adapun ruang utamanya memiliki luas + 10 x 6 meter2, sedangkan serambinya memiliki luas + 6 x 3 meter2. Pada bagian depan masjid terdapat halaman seluas + 80 meter2 dan kolam yang dahulu berfungsi sebagai tempat bersuci di sisi selatan.
Cyberaswaja.online|Gedeg. Memperingati HARLAH NU ke-94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU – Sesuai namanya, BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) pasukan elit Nahdlatul Ulama (NU) ini dididik untuk siap siaga dalam kondisi dan situasi apapun. FOTO: Kepala Banser bersama jajarannya di Makam Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto.
Satuan Koordinasi Cabang (SATKORCAB) Banser kabupaten Mojokerto. Pada hari Jumat mereka menggelar Bhakti Sosial di kawasan makam panjang Desa Losari kecamatan Gedeg Mojokerto. Sejak pagi, ratusan anggota BANSER tersebut nampak semangat membersihkan area makam KH. Zainal Alim (Rois Syuriyah pertama PCNU kabupaten Mojokerto). 31/1/2020. FOTO: Banser membersihkan Makam KH. ZAINAL ALIM, Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Mojokerto, Ali Mohammad Nasih memang telah mengintruksikan kepada KASATKORCAB agar selain kegiatan pam keamanan, apel kebangsaan dan ngaji organisasi, BANSER juga bergerak aktif kegiatan social kemasyarakatan seperti ini. Terlebih ini adalah makam Kyai NU. “Kegiatan bersih makam ini dilakukan untuk menyambut HARLAH NU ke-94 dan sebagai bentuk bhakti santri pada Kyainya”Ungkap KASATKORCAB BANSER Mojokerto H. Moh. Yunus. FOTO: Baksos BANSER di MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM “BANSER itu juga santri. Jadi harus khurmat Kyai, lah. Apalagi ini kan HARLAH NU,”Tambah Abah Yunus, sapaan akrabnya, Jumat (31/1/2020).
Kegiatan sosial ini dilaksanakan guna menumbuhkan serta menguatkan rasa kebersamaan dan kegotong-royongan khususnya sesama anggota BANSER, umumnya kepada masyarakat.
“Banser jaman sekarang dituntut semangat dan kesadarannya. Selain ngalap barokah (mencari berkah) kegiatan seperti ini dilakukan juga untuk uri-uri tradisi NU. Orang NU sejak dulu kan suka gotong royong dan menjaga kebersamaan,”imbuhnya. FOTO: BANSER Tabur Bunga di makam ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
Kegiatan Baksos di Makam ini dihadiri sekitar 110 personil BANSER dari perwakilan seluruh PAC (Pimpinan Anak Cabang) se-Kabupaten Mojokerto, yang turut serta dalam kegiatan ini. Rencananya kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan dan akan disebar ke makam para Kyai NU di kawasan Mojokerto. (wg/infokom)
Cyberaswaja.online|Pungging. Sungguh semangat yang luar biasa kita acungkan 4 jempol kepada para jama’ah dan penggemar Dzikir dan Sholawat pada hari Sabtu malam pukul 20.30wib sampai selesai. Meskipun hujan terus melanda mulai dari sore tadi tapi tetap semangat dan pantang menyerah para Jama’ah untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat.(01/02/2020).
Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
Kegiatan Dzikir dan Sholawat ini di adakan oleh LMDS-RA GP.Ansor PAC Kec.Pungging bersama MBS (Majelis Bronto Sholawat) dihadiri oleh para Ulama’ dan Umaro’ diwilayah Kec.Pungging serta dihadiri jamaah sekitar 1.500 orang.
Foto: Seni Sholawatan
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, terlihat BANSER sebagai Garda Terdepan Bangsa ini, juga menjaga untuk memastikannya kegiatan berjalan dengan baik. (Irul/infokom)
Cyberaswaja.online|Ngoro — Pimpinan Pusat Rijalul Ansor (PP RA) Gus Abdul Latif nampak bahagia dan terharu dengan semangat para kyai muda NU dan Ustadz-ustadz Muda di Mojokerto. Saat memberikan sambutan pada penutupan Dirosah Kader Ula II (DKU-II) yang digelar Pengurus Anak Cabang Rijalul Ansor Kec. Ngoro Kab. Mojokerto tersebut beliau menyatakan syukur dan kekagumannya atas antusias ratusan peserta dari Jumat (24/1) siang hingga Ahad (26/1) sore ini. Beliau juga mengingatkan tugas berat Rijalul Ansor. 26/01/2020
Foto: Kanan: PW Rijalul Ansor (Shbt.Anjab), Tengah (Gus Abdul latif), kiri Ketua RA PC (Gus Lutfi Hakim)
Selain Gus Latif, hadir juga Ketua PW Rijalul Ansor Jatim dan jajaran pimpinan PC GP ANSOR dan MWC NU Kec. Ngoro berserta badan-badan otonom, termasuk pengasuh Pondok Pesantren Sabilillah, KH. Muallimin.
Foto: Pengurus RA Cabang dan Wilayah
“Saya sangat terharu, kegiatan DKU ini diikuti ratusan kader Kyai Muda. Bahkan ada Peserta yang datang dari luar PC Mojokerto. Naik bus dari Lamongan kemari. Ada juga dari PC Gresik dan Sidoarjo. Menempuh berjam- jam perjalanan hanya untuk bisa mengikuti DKU-II ini. Sungguh semangat yang luar biasa untuk berkhidmad di Ansor. Apalagi kegiatan seperti ini tidak gratis. sahabat-sahabat harus membayar sendiri untuk bisa ikut Dirosah ini. Subhanallah, semoga ini menjadi bukti agar dipantaskan dan diakui menjadi santri Mbah Hasyim Asy’ari dan para Muassis NU,” kata Gus Latif memberikan sambutan pada hari Ahad (26/1/2020), disambut tepuk tangan para hadirin.
Dihadapan ratusan peserta DKU-II Gus Latif juga mengatakan bahwa masa depan NU dan Indonesia ada di tangan kader-kader Ansor. Merekalah yang akan menjadi para pemimpin NU dan generasi masa depan.
Foto: Gus Abdul Latif Penutupan Dirosah Kader Ula II
“Pengkaderan seperti ini sangat penting, karena akan membuka pikiran dan menambah wawasan generasi muda NU agar lebih fokus dalam pergerakan, menyebarkan ideologi Islam Nusantara yang rahmatan lil alamin demi membendung laju ideologi yang membahayakan NKRI. Ini tugas berat tapi harus kita lakukan demi meneruskan perjuangan para masyayikh” tambahnya.
Gus Latif mengatakan, kader muda NU di semua lini harus bergerak demi menjaga warisan yang agung ini. Terlebih lagi Rijalul Ansor yang memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk membentengi aqidah warga NU dari rongrongan ideologi yang memecah belah negeri ini.
Foto: Pimpinan Pusat Rijalul Ansor Gus Abdul Latif
” NU dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Ini adalah warisan perjuangkan para muassis NU. Tanggung jawab kita untuk menjaganya. Di tangan ANSOR hal ini dipertaruhkan. Kita harus siap melawan segala bentuk gerakan yang membahayakan aqidah Aswaja An Nahdliyyah dan keutuhan NKRI”,pungkasnya.
Foto: Pengurus Rijalul Ansor Cabang Mojokerto
Upacara penutupan DKU-II yang dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Sabilillah, Watusari Ngoro ini ditutup dengan doa dari para Kyai NU dilanjutkan dengan pembacaan baiat kader. Keharuan pun terasa saat dimulainya prosesi siraman sebagai tanda kelulusan kader.
Foto: Panitia Dirosah Beserta Pengurus MWCNU Ngoro dan Banser
Banyak peserta yang tak mampu lagi membendung air matanya saat lantunan sholawat mengiringi proses hormat dan mencium bendera merah putih, bendera NU dan Ansor. Banyak tamu undangan mengalami hal yang sama. Seolah turut merasakan betapa beratnya ingin menjadi santri yang diakui oleh Mbah Hasyim Asy’ari.
Foto: proses Penutupan Dirosah Kader ula
Menjelang Maghrib prosesi baiat selesai dan acara ditutup dengan sungkeman kepada para Kyai. (Ki Narto/Ketua Panitia/Pengurus Rijalul Ansor Cabang)
Cyberaswaja.online|Ngoro.Pengkaderan LMDS Rijalul Ansor yang terkemas dalam agenda Dirosah Kader Ulayang dimulai tanggal 24 Januari 2020 hingga saat ini berjalan lancar.
Kondisi peserta nampak sehat dan antusias ketika mengikuti materi yang diberikan oleh semua intruktur.
Sejauh ini hanya ada 3 orang peserta yang terserang flu karena menyesuaikan dengan cuaca dingin Pondok Pesantren Sabilillah yang berada di kaki Gunung Penanggungan ini.
Foto: kanan kepala Biro Infokom (Choirul) ketua panitia (putih: Ki Narto), bersama biro, biro balantas (biru) dan biro bagana (orange)
Hampir seluruh peserta Dirosah mengatakan bahwa baru kali ini mendapatkan materi-materi istimewa terkait pengetahuan aswaja an Nahdliyyah, tujuan organisasi, dan langkah kongkrit Rijalul Ansor ke depan. Pengetahuan dan pengalaman baru yang dirasakan oleh peserta ini memang masuk akal. Karena para intruktur Dirosah ini diambilkan langsung dari intruktur Nasional dan wilayah yang tentu mempunyai segudang pengalaman dalam menyampaikan materi pengkaderan, Di antaranya KH. Ma’ruf Khozin (Ketua ASNUTER Jawa Timur), Gus Mahfudz Hamid (Ketua PP Rijalul Ansor), Moh. Nailur Rohman (Ketua PW Rijalul Ansor Jawa Timur) dan Gus Muwafi (Kader Ansor Jatim dan DPRD Kabupaten Pasuruan).
Foto; PENGURUS RIJALUL ANSOR Cabang Mojokerto Bersama Wilayah Jawatimur
Selain itu, pembekalan rohani juga diisi langsung oleh jajaran Kyai sepuh tingkat Nasional dan wilayah.
KH. Ali Mas’adi (Wakil JATMAN pusat) dan KH. Azizi Hasbullah (Dewan Pakar LBMNU Pusat).
Sore ini (Ahad, 26 Januari 2020) proses penutupan sekaligus baiat kader akan dilaksanakan oleh Pengurus Rijalul Ansor PW Jawa Timur.
Foto; Pengurus Ponpes Sabilillah bersama Pengurus Rijalul Ansor Cabang Mojokero pengurus Wilayah Jawa Timur
Ke depan diharapkan seluruh alumni Dirosah Kader Ula II mampu menjadi kader Ansor yang tangguh dalam keilmuan dan pergerakan demi menjaga tegaknya akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah an Nahdliyyah dan menjadi pelopor dalam perdamaian dan peradaban dunia. (Ki NartoPanitia Dirosah Kader Ula II)