Tag: khowarij

  • PEMBERONTAK TETAPLAH PEMBERONTAK WALAU BERTOPENG AGAMA

    PEMBERONTAK TETAPLAH PEMBERONTAK WALAU BERTOPENG AGAMA

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com – Siapa di antara kamu yang berani mendebat dan menyalahkan Sayyidina Ali dengan ayat:

    ومن يقتل مؤمنا متعمدا فجزاؤه جهنم

    “Barangsiapa membunuh orang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka Jahanam”

    Apakah kamu berani berkata “Ali telah membunuh orang mukmin, Ali pasti masuk neraka Jahanam!” ?
    Kalau kamu berani, maka kamu memiliki pola pikir khawarij.

    Kenapa Sayyidina Ali dan pasukannya tetap menggempur pasukan Khawarij meskipun mereka muslim, bersyahadat, rajin sholat, rajin puasa, bahkan hafal Al Qur’an?

    Jawabannya:
    Karena mereka adalah para pemberontak yang mengancam keamanan negara, mengancam keselamatan nyawa pasukan Sayyidina Ali, bahkan jauh dari itu, mereka adalah ancaman serius yang jika tidak dihentikan akan mengancam keamanan rakyat dan Negara

    Bagaimana pun…

    Kejahatan tetaplah kejahatan meskipun benderanya bertuliskan nama Tuhan.

    Pemberontakan tetaplah pemberontakan meskipun bertopengkan agama. (kang Mas Yus)

  • KHOWARIJ JAMAN NOW

    KHOWARIJ JAMAN NOW

    Saat Sayidina Ali bin Abi Thalib ,
    mendengar kelompok Khawarij meneriakkan slogan “Tidak ada hukum kecuali dari Allah”, beliau langsung berkata, “Kalimatnya benar, tetapi tujuannya batil (buruk).”

    Bahkan, tak lama berselang
    beliau pun dibunuh oleh kaum Khawarij
    dengan mengatasnamakan slogan tersebut.

    Dari peristiwa ini setidaknya bisa
    diambil hikmah bahwa ada orang-orang
    yang tulus menghormati kalimat suci dan ada
    pula orang-orang yg hanya mempolitisasinya.

    Politisasi agama semacam ini
    juga pernah disinggung oleh Gustave
    Le Bon dalam bukunya “The Crowd” (1895).
    Ia mengungkap bahwa massa kerumunan bisa dibentuk oleh figur agamawan, di mana mereka dipersatukan oleh ide2sederhana dan dangkal Sang agamawan menganggap dirinya dewa, sedangkan para pengikutnya tunduk dalam ketaatan buta.

    Mereka laksana zombie yg dengan mudah digiring menuju intoleransi dan kekerasan.

    Hizbut Tahrir (HTI) jelas
    bukan organisasi kemarin sore.
    Mereka tahu betul bagaimana mempolitisasi simbol-simbol agama, demi menciptakan massa dan opini publik.

    Pada peristiwa Garut misalnya,
    HTI seketika menggorengnya menjadi
    isu pembakaran bendera tauhid. Umat Islam
    di negeri ini sejenak dibuat kaget oleh stigma tersebut yang semakin dikobarkan oleh kubu oposisi.

    Massa pun dikerahkan untuk berdemonstrasi dengan tajuk “Aksi Bela Tauhid” dan sekaligus menyisipkan pesan politik “Ganti Presiden”.

    Banser NU selama ini,
    Memang dianggap penghalang besar
    bagi kelompok-kelompok radikal intoleran di negeri ini dalam mewujudkan agenda khilafah mereka.

    Karena itu, cara yang paling ampuh untuk melumpuhkan Banser adalah membunuh karakternya dan membenturkannya dengan umat Islam. Oleh sebab itu, provokasi sistematis kerap dilakukan oleh HTI di acara-acara NU, seperti acara pengajian Habib Lutfi bin Yahya sebulan yang lalu dan puncaknya di momen besar Hari Santri Nasional.

    Saya rasa, Banser adalah langkah awal,
    tujuan utamanya adalah pelumpuhan NU.

    Dengan demikian, para kader
    Banser dan NU mesti bermain cantik
    dan cerdik dalam menghadapi provokasi tersebut. Jangan sampai terjerat emosi dan masuk kedalam jebakan HTI dan kroni-kroninya

    Namun demikian,
    Terlepas dari itu semua, ada
    hikmah lain di balik peristiwa Garut tersebut.

    Para pentolan dan kader HTI
    beserta kelompok-kelompok sejawatnya,
    yang selama ini aman bersembunyi, kini menjadi terbongkar identitasnya melalui aksi-aksi mereka sendiri. Foto dan video mereka telah tersebar dalam media sosial.

    Ini tentu memudahkan pihak Kepolisian
    untuk mengawasi dan menindak mereka.

    Wallahu A’lam.

  • Pubertas atau Aqil Baligh Dalam Agama Punya Sikap Suka Menyalahkan

    Pubertas atau Aqil Baligh Dalam Agama Punya Sikap Suka Menyalahkan

    InfokomBanserNU- Semua orang pernah mengalami pubertas beragama, tapi biasanya itu gak lama, asal terus belajar dan tak berhenti membaca.

    Di pesantren, santri kelas wushto yg lagi semangat belajar Nahwu pasti sensi banget saat lihat kosakata arab yang i’robnya salah. Santri Ulya senyum-senyum saja. “Maklum belum hatam Alfiyah” katanya.

    Waktu ngajinya masih Fathul Qorib, keluar dari kamar mandi jinjit-jinjit, sarung diangkat di atas betis karena takut najis. Waktu udah hatam Fathul Jawad, baru sadar kalau semua itu lebay dan melampau batas.

    Pada ngaku gak, waktu ngaji Sulam Taufiq dikit-dikit bilang Murtad dan Syirik.
    Tapi setelah mempelajari syarahnya, Isy’adur Rofiq jadi lebih arif dan gak asal kritik.
    Mereka yang baru belajar baca Quran Terjemah, baca ayat jihad yang terbayang perang dan darah.

    Coba selami tafsirnya, pasti paham bagaimana sulitnya menahan amarah demi tersebarnya islam yang rahmah. Semakin bertambah ilmu semakin ringan menyelesaikan persoalan.
    Ibarat balon yang diisi Hellium bisa terbang melayang. Beda sama yang ditiup dengan mulut, melembung tapi nggelundung.

    Ngaji itu tak kenal berhenti, dari bayi sampai mati.
    Apakah biar menang debat? Bukan. Tapi biar tahu kalau kita ini gak tahu.

    #NUgarislucu
    wes ngunu ae

    (wali)

  • MEMBENCI NU ITU BISA KUWALAT

    MEMBENCI NU ITU BISA KUWALAT

    Infokom Banser NU-Bukan senjata musuh, tapi kebodohan umat yang ampuh digunakan alat untuk menghancurkan agama Islam.

    Mereka telah berhasil menghasut dan memprovokasi orang awam untuk membenci ulama2 NU dengan memfitnah menggunakan cara memotong dan memelintir pidato2 para kiyai NU, serta menggiring opini dari maksud awal tujuan pidato itu disampaikan. Namun sejarah telah membuktikan bahwa atas pertolongan Allah, NU hingga kini masih dilindungi dan masih dapat memberikan manfaat bagi banyak umat.

    Karena NU didirikan dengan ikhlas dan hasil tirakat para ULAMA dan HABAIB, untuk membentengi kehancuran agama Islam dari virus Wahabi. Ingat! NU berdiri tujuan utamanya adalah melawan Neo Khawarij yang berbungkus paham Wahabi. Sedangkan para pembenci NU, mereka timbul dan kemudian tenggelam. Mereka datang dan kemudian pergi terusir dari panggung kemuliaan. Sejarah kelam Neo Khawarij menghancurkan Islam dengan memelintir ajaran2 agama Islam untuk memusuhi sesama saudaranya.

    Mereka memanfaatkan kebodohan orang Awam dengan simbol2 agama dan penampilan2 Shalih. Namun faktanya, para sahabat Nabipun tidak luput dari kejahatan mereka, sehingga Umar, Ustman, dan cucu Nabi akhirnya terbunuh menggunakan dalil2 agama. Sehingga garis keturunan Nabi dari jalur laki2 musnah di muka bumi disebabkan kejahatan Neo Khawarij yang kini berbaju Wahabi. Jangan mudah tertipu simbol2 Islami dan penampilan2 keshalihan, sebab itu memang sengaja digunakan senjata mengelabui orang awam oleh Neo Khawarij untuk mengacaukan dan menghancurkan agama Islam dari dalam.

    “Akhir zaman, nantinya orang berilmu akan dibantah oleh orang yang bodoh.”
    #…………(Dawuh Gus Qoyyum)………….#

    Bedanya NU dan Salafi/Wahabi, FPI, HTI, ialah, kalau NU berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan,
    sedngkan Salafi/Wahabi, berjuang Merusak, Memberontak dan Mendemo Negara yang sudah merdeka. Terbukti Pelaku2 Terorris di Indonesia Berjenggot, Bercelana Cingkrang, Penjahat Berjubah berkedok agama sang pengasong Khilafah.

    #SantriNderekKyaiDanHabaib #SantriNU
    #RijalulAswajaNU #RijalulAnsorNU #NU
    #AswajaNU #GP_AnsorNU #PagarNusaNU
    #BanserNU #FattayatNU #IPPNU #HWMI
    #NahdlatulUlamaBersamaNKRI_Bersatu

    Rijalul Ansor ASWAJA NU