Tag: konfercab

  • Verifikasi Persyaratan Calon Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Dilakukan By Phone

    Verifikasi Persyaratan Calon Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Dilakukan By Phone

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Seperti lempar koin di pertandingan futsal yang diadakan di PC GP Ansor kab. Mojokerto. Pada konferensi pemilihan pimpinan ketua GP Ansor kab. Mojokerto kembali lagi melakukan spekulasi dalam kegiatan tersebut dengan melakukan by phone untuk melengkapi verifikasi dokumen persyaratan calon pimpinan Ansor di kab. Mojokerto.

    Hal ini dilakukan dikarenakan salah satu calon tidak bisa menunjukkan surat atau dokumentasi syarat-syarat maju dalam bursa calon ketua GP Ansor kab. Mojokerto pada waktu itu. Dan anehnya pimpinan sidang dari PW GP. Ansor Jawa Timur mengesahkan cara tersebut setelah melakukan negosiasi musyawarah dengan peserta sidang konfercab PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto.(12/12/21)

    Banyak peserta belum memahami materi yang akan dibahas dalam konfercab PC GP Ansor kab. Mojokerto yang diadakan di Gedung PCNU kab. Mojokerto. ” Saya harapkan materi itu sudah tersebar ke tangan saya sebagai bahan untuk dipelajari”. kata sahabat Ngateno salah satu peserta sidang konfercab PC GP Ansor tersebut.

    Minimnya pengetahuan tentang tatib khususnya kader Ansor dikhawatirkan sebagai salah satu kelemahan organisasi. Mengingat Ansor adalah BANOM NU yaitu organisasi besar dan selalu ada dalam garda terdepan mengawal NKRI dan Ulama’. Dan Ansor bukan organisasi yang abal-abal. (abi sorban)

  • KALAH MENANG SAHABAT SELAMANYA

    KALAH MENANG SAHABAT SELAMANYA

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Konferensi cabang  gerakan pemuda ansor kabupaten mojokerto  yang dilaksanakan pada hari minggu (12/12/2021) di wisnu PCNU Mojokerto dengan diikuti oleh ranting ansor dan pac ansor se kabupaten mojokerto, sempat tertunda saat menjelang sidang tatib dan demisioner pengurus.

    Ketua panitia Gus ANSOR IBNU RIDHO saat menyampaikan himbauan kepada para peserta konferensi mengharap semua untuk bersabar menunggu sidang tatip, karena ada yang menginginkan untuk aklamasi dan ada yang menginginkan pemungutan suara, panitia sudah mempersiapkan apapun yang akan di putus dari pimpinan, baik aklamasi maupun pemilihan suara.

    Beliau juga menyampaikan dari beberapa calon yang sudah mendaftar sudah siap menang dan siap kalah bila nanti diadakan pemungutan suara, juga mengharapkan kepada semua peserta bila nanti ada perbedaan pilihan harus tetap mempunyai perasaan dulu sahabat sekarang sahabat dan selamanya sahabat, serta semuanya harus bersama sama menyukseskan agenda saat ini, bila gagal bukan kesalahan dari panitia tapi kegagalan kita semua, bila sukses maka ini adalah kesuksesan kita semuanya.

    Setelah mendapatkan himbauan dari ketua panitia para peserta menunggu dengan sabar dan bersama sama melantunkan sholawat sehingga suasana yang mulai memanas menjadi damai dan semangat para peserta kembali meningkat untuk menyukseskan acara konferensi tersebut.(Dikin sorban)

  • KALAH JADI HEBAT MENANG JADI HEBAT

    KALAH JADI HEBAT MENANG JADI HEBAT

    SORBANSANTRI.COM

    (Catatan untuk konfercab GP Ansor Mojokerto) – oleh H. Imron Rosyadi (abah Im).

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Konfercab yang akan berlangsung pagi ini terasa istimewa, yang tidak tertemukan pada era-era sebelumnya. dinamikanya begitu terasa, beberapa sosok istimewa tertantang untuk turun, menjadi yg terdepan dalam estafet kepemimpinan GP. Ansor Mojokerto. Suasana seperti ini layak kita syukuri, kita ambil sisi positifnya, kita ambil hikmah nya.

    Ada 5 sosok kader terbaik yg akan bersaing menduduki tampuk tertinggi di kepemimpinan GP Ansor Mojokerto akan datang, bahkan salah satunya adalah sosok no 2 di Mojokerto. Ada Gus Barra, ada Gus Fahmi, ada Gus Ali, ada Gus Mahbub serta Gus Syamsul. Semua adalah sosok calon yg potensial dan luar biasa, dengan latar kecakapan yang berbeda, semua salin melengkapi.

    Hadirnya 5 sosok tersebut menjadi asumsi2 yg menarik,

    1. Keberhasilan kaderisasi di GP Ansor
    2. Berhasilnya transformasi GP Ansor.
    3. NU tidak akan paceklik kader.
    4. Mojokerto tidak susah menemukan pemimpin nya
    5. Kesiapan NU untuk “merebut” kepemimpinan lembaga potensial di Mojokerto
    6. “Pertarungan” lebih dini lebih menggairahkan dan lebih mendewasakan

    1. keberhasilan kaderisasi GP. Ansor.

    Muncul nya 5 kader terbaik sebagai calon pemimpin nya adalah fakta tak terbantahkan suksesnya kaderisasi, keseimbangan “olah raga dan olah fikir”
    Suksesnya olah raga terindikasikan dengan sukses nya kirab panji2 NU pada HSN Tempo hari yang massif di berbagai kecamatan yang semua diinisiasi oleh Banser. Suksesnya olah fikir terukur dari pelaksanaan PKD di Ancab2, yang ditutup dengan pelaksanaan PKL beberapa yg lalu. Semua adalah proses yg membanggakan.

    2. Berhasilnya transformasi GP Ansor

    Adanya 5 calon pemimpin mengikuti bursa ketua GP ANSOR dengan latar belakang calon yang mumpuni, menjadi bukti ANSOR sangat menarik. Beberapa pemberitaan di media online maupun offline menunjukkan Ansor sebagai media darling, dan organisasi yg cukup diperhitungkan, ini sebuah proses yg tidak mudah.

    3. NU tidak akan paceklik kader

    Akhir2 sepanjang pantauan kami, tidak pernah menemukan ada kader2 minded, mantan2 ketua GP ANSOR menjadi ketua NU, sebagai bukti kesinambungan kader, fakta ini kedepan bisa jadi akan berubah, bila melihat peta kader di GP Ansor yg banyak tokoh2 potensial nya. Kesinambungan kaderisasi di NU akan menemukan jawabannya.

    4. Mojokerto tidak kesulitan menemukan pemimpin nya.

    Ketika ada perhelatan pemilihan pemimpin no 1 di Mojokerto, warga NU tidak susah menemukan dan menentukan pemimpin nya yg kadar ke NU annya 24 karat. Pemaksaan kader2 diluar NU, menjadi NU situasional, akan menjadi catatan masa lalu. Kita tidak sulit mencari calon-calon yang benar NU, optimis ini sangat rasional dengan hadirnya calon-calon ketua GP ANSOR ini.

    5. Kesiapan NU untuk mewarnai kepemimpinan lembaga potensial di Mojokerto

    Tidak lama lagi pemilu legislatif akan hadir.
    Kesiapan NU untuk mewarnai semua lembaga strategis (partai) akan mudah. Tradisi ke NU an akan tertemukan di lembaga luar NU, bukan sebaliknya, membawa tradisi luar NU ke NU. Terjadinya senergi meski beda kendaraan tapi mereka berasal dari induk yg sama. Apapun makanannya minumannya tetap tetap ……, apapun partainya asalnya tetap NU

    6. “Pertarungan” lebih dini lebih menggairahkan dan lebih mendewasakan

    Konfercab kali ini mgkin ada tarikan2 yg bernuansa politik praktis, ini tidak masalah, proses ini akan mendewasakan NU muda untuk biasa berbeda, menjadikan perbedaan sebagai kekayaan, menjadikan perbedaan sebagai kewajaran. Bila ajang pertarungan seperti ini terjadi lebih dini seperti saat ini, maka kedepan di perhelatan di induknya kelak NU, bisa lebih diminimalkan, bila memang harus terjadi kita semua lebih siap lewat pembelajaran dini ini

    Akhir nya selamat berkonfrensi, semoga terpilih best of the best, yg mampu membawa GP Ansor membumbung lebih tinggi.

    Wallahu a’lam bisshawab. (redaksi sorban)

  • PRA KONFERANCAB IPNU-IPPNU KECAMATAN NGORO GELAR FESBAN SE KABUPATEN MOJOKERTO

    PRA KONFERANCAB IPNU-IPPNU KECAMATAN NGORO GELAR FESBAN SE KABUPATEN MOJOKERTO

    Ngoro, wp.sorbansantri.com – Jelang konferancab IPNU-IPPNU PAC NGORO mengadakan Gebyar Festifal Banjari pada sabtu (13-11) yang bertempat di halaman gedung terpadu MWCNU kecamatan ngoro, acara konferancab yang rencananya akan di gelar pada tanggal 28 November mendatang.

    Para peserta yang didominasi oleh kalangan pelajar yang ada di kabupaten mojokerto, mereka rata rata sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti acara fesban ini karena mereka sudah merasakan rindu dan kangen akan bersholawat bersama sama semenjak adanya pembatasan pemberlakuan PPKM yang di berlakukan oleh pemerintah kemarin, akan tetapi penerapan protokol kesehatan pun tetap di berlakukan kepada setiap peserta, walau suasana yang mendung di selimuti rintik rintik hujan tak menyurutkan niat mereka untuk bersholawat.

    Menurut rekan Ahmad Novian Ardiansyah yang selaku ketua pelaksana mengatakan bahwasanya acara fesban ini kita selenggarakan dengan maksud dan tujuan untuk mencetak generasi pecinta sholawat kususnya di PAC NGORO ini yang baru saja terbentuk jadi sangat penting sekali dalam taraf pengkaderan, tujuan yang selanjudnya ialah ini kegiatan dalam rangka pra acara konferancab untuk meregenerasi kepemimpinan kedepannya supaya lebih maju lagi.

    Mengenai jumlah peserta masih kata fian sapaan akrabnya beliau mengatakan ada 20 peserta yang ikut dalam acara ini terdiri dari para pelajar se kabupaten mojokerto, ketua pelaksana berharap mudah mudahan kedepannya para generasi muda agar bisa ikut bergabung di organisasi IPNU-IPPNU terutama di kecamatan ngoro ini, mari kita bersama sama melangkah untuk mengembangkan bakat kususnya di bidang sholawat al banjari, tandasnya.

    Hal senada yang di sampaikan oleh ketua IPNU PAC NGORO rekan Mohamad Ainur Rohim yang kami temui di lokasi fesban, beliau mengatakan bahwasanya sangat mendukung dan mensuport sekali acara fesban ini karena selain bisa menjalin silaturrahmi antar pelajar se kabupaten mojokerto juga bisa mencetak generasi pecinta aholawat terutama di lingkungan pelajar kususnya yang ada di kecamatan ngoro ini.

    Rekan Ainur juga berpesan kepada para peserta yang mengikuti acara fesban ini, beliau berpesan agar kita jangan di niati menjadi sang juara atau pemenang akan tetapi mari kita niati untuk berhidmad melantunkan sholawat kepada baginda nabi muhammad agar kelak kita mendapatkan syafa’at beliau kelak di ahirat imbuhnya.

    Semoga generasi mendatang agar bisa menjadi generasi yang gemar bersholawat baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan pendidikan formal. (Hasan-Ngoro)

  • H. Erwin SE Dipilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung

    H. Erwin SE Dipilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung

    InfokomBanserNU- Para pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung melakukan Konfercab di gedung PAC Jalan Sancang nomor 8 Bandung, Minggu, 23/2/2020.

    Suatu kehormatan dalam Konfercab tersebut dihadiri Ketua DPP Pagar Nusa Pusat, H. Edy Junaedi, DPW Pagar Nusa Jawa Barat, Haji Asep Saeful Millah, para pengurus dan PAC Pagar serta para pendekar Nusa se-Kota Bandung serta memenuhi kourum dimana 22 pengurus PAC yang hadir dari 30 PAC yang ada di Kota Bandung.

    Konfercab ini diadakan untuk menentukan ketua PC dan pengurus baru PC Pagar Nusa Kota Bandung.

    Seperti biasa Konfercab dengan susunan round down acara yang dimulai dengan pembukaan, doa, lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pemilihan ketua baru PC Pagar Nusa Kota Bandung, pidato ketua PC terpilih, Kepengurusan dan ditutup doa.

    “Alhamdulillah yang hadir sudah memenuhi kourum terlaksananya Konfercab dari 30 PAC se-Kota Bandung yang hadir melebihi 50 persen yaitu 22 PAC yang hadir” ungkap H. Edy Junaedi.

    “Siapapun yang jadi ketua dan pengurus baru yang terpilih adalah kesepakatan bersama dan harus didukung bersama dan tetap solid dan kompak, semoga Pagar Nusa Kota Bandung lebih baik dan maju lagi dalam memperjuangkan para ulama serta budaya kita yaitu pencak silat” tambah H. Edy.

    Apresiasi terpilihnya H. Erwin SE datang dari ketua PW Pagar Nusa Jawa Barat, H. Asep Saeful Millah mengatakan bahwa harapan besar terpilihnya H. Erwin SE secara aklamasi menunjukan adanya kekompakan yang luar biasa mempercayakan satu yang semuanya pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung memilih H. Erwin SE.

    “Semoga kerja dan kinerja antara ketua PC dan pengurus serta seluruh ranting dan para pendekar dibawahnya semakin kompak, bersinergi, solid secara internal dan semakin sinergiritas bekerja sama dengan pihak terkait lainnya di Kota Bandung” tukas H. Asep Saeful Millah.

    H. Erwin SE memaparkan bahwa pada Desember 1985, dibentuklah tim persiapan pendirian pencak silat NU dan tepat pada 3 januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo, lahirlah Ikatan Pencak Silat NU PAGAR NUSA. PAGAR NUSA bukan nama sembarangan, tapi diciptakan oleh Kyai besar NU yaitu KH Mujib Ridwan, beliau adalah putra KH Ridwan Abdullah yang menciptakan lambang NAHDLATUL Ulama.
    Kita sebagai para pendekar Pagar Nusa, harus mempunyai jati diri Pagar Nusa. Memperkuat ukhuwwah pagar nusa, dengan tidak membedakan aliran dan perguruan silat di Pagar Nusa, tidak membedakan latar belakang sosial dan politik, yang mana kesemuanya itu harus tetap kita jaga keharmonisannya. Ketika kita masuk dan bergabung d pagar nusa baik sebagai pengurus, santri, warga pagar nusa, maka saat itu pula kita tekadkan niat kita untuk mengabdi di Nahdlatul Ulama, mengabdi pada kyai, menjaga NKRI, dan terutama dengan berharap kita diakui menjadi santrinya hadrotusyeh KH Hasyim Asyarie. Resiko yang akan kita hadapi tentu akan sangat besar, kesiapan lahir dan bathin kita harus kita latih mulai sekarang, karena pagar nusa merupakan bentengnya NU dan Bangsa, benteng nya para kyai, penjaga NKRI.

    “Saya, selaku ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung terpilih tentunya bukan yang terbaik dari kalian, tapi saya akan bersama – sama dengan kalian para pengurus PAC, pengurus ranting, dan seluruh pendekar pagar nusa Kota Bandung untuk merapatkan barisan dalam memperkokoh ukhuwwah wathoniyyah, basyariah, islamiyyah, memperkuat faham ahlisunnah waljamaah annahdiyyah, dan mengembangkan pencak silat NU pagar nusa d Kota Bandung ini” pungkas H Erwin SE pada konferensi pers.(iwnaruna)

    sumber

  • Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    Meneguhkan Khidmah organisasi, JQH NU Kab. Mojokerto Menggelar Konferensi

     

    Wisma NU – Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) adalah organisasi yang special, demikian kata Ustad Fatkhur Rahman, dalam sambutan Konferensi ke IV JQH NU Kab. Mojokerto di aula NU pada sabtu (8/02/20). Spesialnya, kata ketua JQH NU Kab. Mojokerto itu, dikarenakan organisasi ini dibentuk oleh ulama-ulama sepuh yang ahli di bidang al-Quran.

    “Pendiri JQH adalah ulama ulama sepuh. Para ulama pendiri JQH saat ini sudah banyak meninggal dunia. Tinggal satu yang masih hidup yakni KH. Basori Alwi. Semoga beliau dipanjangkan hidupnya sehingga bisa tetap membimbing kita semua” tukas Ustad Fatkhur Rahman.

    Ulama-ulama pendiri JQH dulu, tutur Laki-Laki alumnus Pesantren Ilmu Al-Quran Malang ini, pada tahun 1949 berkumpul di Masjid Ampel. Sebelum subuh mereka melantunkan Qiroah secara bergantian. Perkumpulan itu lambat laun menjadi banyak. Dan kemudian terdengar oleh KH. Wahid Hasyim yang kala itu sudah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Dan atas restu KH. Wahid Hasyim maka perkumpulan ulama ahli Quro’ itu kemudian menjadi Jamiyyatul Qurro wal Huffazh. Dan pada tahun 1959, Jammiyatul Qurro wal Huffazh secara resmi menjadi Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

    Hanya saja dalam perjalan selanjutnya, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Lembaga. Dan pada tahun 1999, melalui Muktamar NU di Lirboyo Kediri, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Badan Otonom lagi hingga sekarang.

    Perjalanan panjang itu, dengan jasa para muassis JQH, Ustad Fatkhur Rahman berharap agar kelak, pengurus selanjutnya di JQH NU Kab. Mojokerto, mampu mengemban tugas secara serius untuk memajukan organisasi.

    Senada dengan Ustad Fatkhur Rahman, KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kab. Mojokerto berharap agar kepengurusan JQH NU Kab. Mojokerto terus menata diri dan ikut bergeliat bersama dengan Banom-Banom lainnya. Kata alumnus Pondok Pesantren Al Falah Kediri itu, sesuai dengan AD/ART, Badan Otonom harus memiliki kepengurusan dari tingkat PC hingga Ranting.

    “Para penghafal Al-Quran di Jawa Timur itu, paling banyak ada di Mojokerto. Karenanya pengurus JQH harus memaksimalkan penghafal al-Quran yang banyak itu untuk membuat kepengurusan dari PC hingga Ranting” tukas KH. Abdul Adzim.

    Menanggapi seruan dari KH. Abdul Adzim agar JQH terus berbenah dalam struktur kepengurusannya, KH. M. Zainul Arifin, Ketua JQH Jawa Timur, mengapresiasi seruan itu. Dan JQH Propinsi juga akan membuat JQH Award agar struktur keorganisasian JQH di daerah daerah bisa berlomba memperbaiki diri. Hanya saja, kata KH. M. Zainul Arifin, JQH memerlukan dukungan dari elemen khususnya pemerintah, dalam hal ini pemerintah kabupaten Mojokerto. Ketua JQH Jawa Timur itu menyatakan selama ini, dibeberapa daerah dukungan pemerintah kurang maksimal terhadap para Quro’ dan Huffazh.

    Menanggapi tuntutan dari Ketua JQH NU Jawa Timur tersebut, Didik Khusnul Yaqin yang mewakili Bupati Mojokerto yang berhalangan hadir menyampaikan bahwa selama ini pemerintah Kabupaten Mojokerto telah melakukan perhatian yang khusus kepada para penghafal al-Quran. Seperti mengundang waktu pergantian tahun baru baik tahun baru Masehi maupun tahun baru Hijriah. Juga pada saat haul Syekh Jumadil Kubro selalu melibatkan para penghafal al-Quran. Hanya saja, ia mengakui, bahwa perhatian untuk para Quro’ belum maksimal. Karenanya ini akan menjadi bahan musyawarah ke depannya, agar para Quro memperoleh perhatian yang semestinya.

    “Intinya kita mensuport pada JQH ini. Dan kita berharap JQH selain membaca dan menghafal al-Quran juga membantu masyarakat untuk mampu mengamalkan nilai nilai al-Quran” tukas mantan Camat Dawar Blandong itu. (Isno)