Tag: konflik

  • PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    Surabaya, Sorbansantri.com – Keharmonisan internal Nahdlatul Ulama (NU) kembali diuji. Kali ini, Jami’yah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) menolak undangan silaturahmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diambil setelah JATMAN mencurigai adanya upaya pengambilalihan kepengurusan.


    Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Rois Aam JATMAN, Dr Habib Muhammad Luthfiy Ali Bin Yahya, JATMAN secara tegas melarang seluruh anggotanya untuk menghadiri acara silaturahmi yang dijadwalkan pada tanggal 19 September 2024 di Hotel Bumi Kota Surabaya. JATMAN menilai bahwa acara tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah upaya untuk mengkudeta kepengurusan yang sah.


    “Kami telah memantau bahwa materi silaturahmi yang akan diselenggarakan PBNU tersebut substansinya adalah menindaklanjuti hasil perbincangan kehadiran sekelompok orang yang mengatasnamakan mursyid JATMAN ke PBNU dan diterima oleh Ketua Umum PBNU,” tulis Rois Aam JATMAN dalam suratnya.


    JATMAN juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi seluruh anggota yang nekat menghadiri acara tersebut. Sanksi tersebut akan berupa sanksi keanggotaan dan kemungkinan sanksi lainnya yang akan ditentukan kemudian.


    Menanggapi penolakan JATMAN, pihak PBNU belum memberikan pernyataan resmi. Namun, surat undangan yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Drs H Lukman Khakim, menunjukkan bahwa PBNU sangat mengharapkan terjalinnya silaturahmi yang baik dengan JATMAN.


    Konflik antara PBNU dan JATMAN ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di kalangan Nahdliyin. Banyak yang berharap agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara musyawarah dan mufakat demi menjaga keutuhan NU.

  • Pasukan Israel Menghancurkan Sumber Air di Shujayea dan Sabra: Kotamadya Gaza

    Pasukan Israel Menghancurkan Sumber Air di Shujayea dan Sabra: Kotamadya Gaza

    Berita Video

    Gaza, 13 Juli 2024 – Kotamadya Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan sumber air dan jaringan air di lingkungan Shujayea dan Sabra di Kota Gaza. Pemboman Israel tersebut telah menghancurkan dua sumur di Shujayea dan Sabra serta merusak dua sumur lainnya di Shujayea.

    Dalam pernyataan yang dirilis melalui platform media sosial X, pemerintah kota menegaskan bahwa kehancuran ini memperparah krisis air dan keadaan haus yang dialami oleh penduduk kota, terutama selama dua minggu terakhir.

    Sejak dimulainya konflik pada bulan Oktober, pasukan Israel telah menghancurkan 42 sumur, merusak sebagian 16 sumur, dan menghancurkan sekitar 70.000 meter linier jaringan air. Kotamadya Gaza menambahkan bahwa kerusakan infrastruktur ini semakin memperburuk kondisi kehidupan warga Gaza, yang sudah menghadapi kesulitan besar akibat blokade dan serangan berkelanjutan.

    Pemerintah kota mengimbau masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan penghancuran infrastruktur vital di Gaza dan memastikan pasokan air bersih bagi warga yang terdampak. (AI Sorban)

    @beritasorban Selamat datang di berita hari ini. Kami mendapatkan laporan dari Kotamadya Gaza bahwa pasukan Israel telah menghancurkan sumber air dan jaringan di lingkungan Shujayea dan Sabra di Kota Gaza. Dalam serangan terbaru, dua sumur dihancurkan total dan dua sumur lainnya rusak berat, memperparah krisis air yang sudah melanda kota ini selama dua minggu terakhir. Sejak dimulainya konflik pada bulan Oktober, total 42 sumur telah hancur, 16 sumur rusak sebagian, dan 70.000 meter linier jaringan air telah hancur. Situasi ini semakin memperburuk kondisi kehidupan di Gaza, yang sudah terhimpit oleh blokade dan serangan berkelanjutan. Pemerintah kota Gaza menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak segera, menghentikan penghancuran infrastruktur vital, dan memastikan pasokan air bersih bagi warga Gaza. Mari kita bersama-sama menggunakan suara kita untuk mendesak dihentikannya kekerasan dan menyelamatkan Gaza. Ikuti terus perkembangan selanjutnya dengan hashtag #GazaUnderAttack, #SaveGazaWater #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri
  • Serangan Udara Israel Menargetkan Aitaroun di Lebanon Selatan

    Serangan Udara Israel Menargetkan Aitaroun di Lebanon Selatan

    Berita Video

    Sorbansantri.com , Lebanon – Israel dilaporkan telah melakukan serangan udara di desa Aitaroun, yang terletak di provinsi Nabatieh di Lebanon selatan. Menurut laporan dari media setempat, serangan ini menambah ketegangan di wilayah yang sudah lama menjadi pusat konflik antara kedua negara.

    Sebuah foto yang dibagikan oleh surat kabar online Bint Jbeil menunjukkan asap tebal membubung di latar belakang daerah perumahan yang terletak di antara dua bukit. Foto lainnya mendokumentasikan tumpukan puing-puing besar, yang diduga merupakan sisa-sisa sebuah rumah yang hancur akibat serangan tersebut.

    Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat serangan ini. Pihak berwenang di Lebanon masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dampak penuh dari serangan udara ini dan langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.

    Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan Israel-Lebanon, yang sering menjadi tempat bentrokan dan aksi militer. Masyarakat internasional terus mengamati perkembangan situasi ini dengan penuh perhatian, berharap untuk solusi damai bagi konflik yang berkepanjangan. (AI Sorban)

    @beritasorban Israel kembali melakukan serangan udara, kali ini menargetkan desa Aitaroun di provinsi Nabatieh, Lebanon selatan. Media setempat melaporkan bahwa serangan ini menyebabkan kepulan asap tebal membubung di atas daerah perumahan di antara dua bukit. Foto yang dibagikan surat kabar Bint Jbeil menunjukkan tumpukan puing-puing besar, diduga sisa rumah yang rata dengan tanah akibat serangan tersebut. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka. Pihak berwenang di Lebanon masih menyelidiki dampak serangan ini. Serangan ini menambah ketegangan di wilayah perbatasan Israel-Lebanon, yang sering menjadi titik konflik. Masyarakat internasional terus mengamati situasi ini dengan harapan adanya solusi damai. #SeranganUdaraIsrael #AitarounLebanon #Nabatieh #KonflikIsraelLebanon #BeritaTerkini #fyp #foryoupage❤️❤️ ♬ suara asli Sorban Santri
  • Dewan Gereja Dunia Mengutuk Perilaku Israel di Gaza

    Dewan Gereja Dunia Mengutuk Perilaku Israel di Gaza

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Dewan Gereja Dunia (WCC) mengeluarkan pernyataan tegas mengutuk tindakan Israel di Gaza. Pernyataan ini disampaikan oleh Pendeta Jerry Pillay, sekretaris jenderal kelompok yang mewakili 352 gereja di seluruh dunia.

    Dalam pernyataannya, Pillay menyatakan, “Kami mengutuk semua pelanggaran hukum humaniter internasional dan norma-norma yang terkait dengan perlindungan warga sipil oleh pasukan Israel.” Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam WCC terhadap eskalasi kekerasan yang terjadi di Gaza, yang telah mengakibatkan banyak korban sipil.

    Pillay juga menyerukan “penghentian segera kekerasan mematikan ini” di Gaza dan meminta diakhirinya “serangan terhadap warga sipil dan untuk segera menghentikan eskalasi konflik.” Pernyataan tersebut menekankan perlunya langkah-langkah segera untuk menghentikan pertumpahan darah dan melindungi warga sipil yang tidak bersalah.

    “Serangan yang membunuh warga sipil – terutama anak-anak yang tidak bersalah – tidak akan pernah bisa memberikan jalan menuju perdamaian atau keadilan yang berkelanjutan, melainkan melanggengkan siklus kekerasan,” tambah Pillay. Ia juga mendesak adanya gencatan senjata segera untuk menghentikan konflik yang terus berkobar di wilayah tersebut.

    Pernyataan dari WCC ini muncul di tengah meningkatnya kekerasan dan konflik di Gaza, yang telah memicu perhatian internasional dan seruan dari berbagai pihak untuk segera diakhiri. Dengan adanya kecaman dari Dewan Gereja Dunia, diharapkan komunitas internasional dapat lebih aktif dalam mencari solusi damai dan menghentikan kekerasan yang terus berlanjut di Gaza. (AI Sorban)

    @beritasorban Dewan Gereja Dunia, yang mewakili 352 gereja di seluruh dunia, mengutuk keras perilaku Israel di Gaza. Sekretaris Jenderal WCC, Pendeta Jerry Pillay, menegaskan bahwa semua pelanggaran hukum humaniter internasional oleh pasukan Israel harus dihentikan. Pillay menyerukan penghentian segera kekerasan dan eskalasi konflik yang telah menyebabkan banyak korban sipil, termasuk anak-anak yang tidak bersalah. "Serangan ini tidak akan membawa perdamaian atau keadilan yang berkelanjutan, tetapi malah melanggengkan siklus kekerasan," ujar Pillay. Dengan pernyataan ini, WCC mendesak adanya gencatan senjata segera dan perlindungan bagi warga sipil di Gaza. Seruan ini menambah tekanan internasional untuk mencari solusi damai bagi konflik yang terus berlanjut di wilayah tersebut. #KeadilanUntukGaza #HentikanKekerasan #PerdamaianDunia #GencatanSenjataSekarang #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri
  • Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    wp.sorbansantri.com – Ketegangan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis telah memunculkan sorotan baru dalam ranah hiburan Indonesia, menyoroti isu sensitif tentang penggunaan anak dalam konten media sosial. Konflik ini, yang awalnya terjadi karena perbedaan pandangan tentang batasan penggunaan anak dalam konten, akhirnya mengakibatkan retaknya rumah tangga mereka. Namun, di balik drama perceraian ini, terselip hikmah yang mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan anak di era digital.

    Perdebatan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis mencerminkan dilema yang lebih besar dalam industri konten digital, di mana penggunaan anak dalam konten media sosial seringkali menjadi kontroversi. Ryan, yang dikenal sebagai advokat anak, menegaskan pentingnya menghormati hak anak untuk privasi dan perlindungan dari eksploitasi. Sementara itu, Ricis cenderung melihat anak sebagai alat untuk popularitas dan pendapatan.

    Laman: 1 2

  • Amerika Syaratkan Normalisasi Hubungan Israel-Arab Saudi untuk Perjanjian Pertahanan

    Amerika Syaratkan Normalisasi Hubungan Israel-Arab Saudi untuk Perjanjian Pertahanan

    wp.sorbansantri.com – Amerika Serikat (AS) telah menetapkan syarat yang tegas bagi Arab Saudi dalam upaya untuk mendapatkan perjanjian pertahanan dengan AS. Instruksi ini datang dari Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, yang menegaskan bahwa Arab Saudi harus melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sebagai syarat wajib.

    Sullivan menegaskan bahwa AS tidak akan menandatangani perjanjian pertahanan apapun dengan Arab Saudi jika normalisasi hubungan dengan Israel tidak terjadi. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari visi terpadu AS untuk menciptakan kawasan yang lebih aman dan damai.

    Dalam pernyataannya, Sullivan menekankan bahwa normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel serta kemerdekaan Palestina merupakan prasyarat utama untuk mencapai perjanjian pertahanan antara Arab Saudi dan AS.

    Keputusan ini merupakan hasil dari berbulan-bulan upaya diplomasi AS dalam mendorong dialog antara Arab Saudi dan Israel. Namun, dalam konteks yang sama, konflik di Jalur Gaza terus berlanjut, menimbulkan korban jiwa yang terus bertambah di kedua belah pihak.

    Upaya normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel menjadi fokus perhatian internasional, sementara korban konflik di wilayah tersebut terus meningkat, menciptakan tekanan tambahan bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang berkelanjutan. (AI Sorban)

  • Contoh penulisan KODE ETIK dalam website

    Contoh penulisan KODE ETIK dalam website

    Berikut contoh pembuatan Kode Etik dalam website

    Kode Etik Website-Anda.com

    Selamat datang di Website-Anda.com. Sebagai platform yang berkomitmen untuk menyajikan konten yang bermanfaat dan berintegritas kepada pengguna kami, kami memiliki Kode Etik yang kami pegang teguh. Kode Etik ini membimbing perilaku dan praktik kami dalam menyediakan layanan kepada pengguna kami. Berikut adalah prinsip-prinsip utama dari Kode Etik kami:

    1. Kualitas Konten:

    • Kami berkomitmen untuk menyajikan konten yang akurat, informatif, dan bermanfaat kepada pengguna kami.
    • Setiap konten yang kami publikasikan melalui website kami akan melalui proses editorial yang cermat dan teliti.

    2. Keberagaman dan Inklusivitas:

    • Kami menghargai keberagaman pendapat dan perspektif. Kami akan menciptakan lingkungan yang inklusif di mana semua orang merasa didengar dan dihormati.
    • Kami akan berupaya untuk merefleksikan keragaman masyarakat dalam konten kami dan mempromosikan pengertian yang lebih baik antara berbagai kelompok.

    3. Keterbukaan dan Transparansi:

    • Kami akan beroperasi dengan keterbukaan dan transparansi yang tinggi. Informasi tentang proses editorial, sumber informasi, dan kepentingan apa pun yang mempengaruhi konten kami akan diberikan dengan jelas kepada pengguna kami.
    • Kami akan merespons dengan cepat atas masukan, saran, dan keluhan dari pengguna kami.

    4. Keamanan Data:

    • Kami akan melindungi informasi pribadi pengguna kami dengan menggunakan praktik keamanan data terbaik.
    • Kami akan menghormati privasi pengguna kami dan tidak akan menyebarkan informasi pribadi tanpa izin mereka.

    5. Ketertanggungjawaban:

    • Kami akan bertanggung jawab atas setiap konten yang kami publikasikan dan akan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki setiap kesalahan yang kami buat.
    • Kami akan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku serta menjunjung tinggi etika jurnalisme dalam setiap kegiatan kami.

    6. Netralitas dan Keterlepasan:

    • Kami akan tetap netral dan independen dalam melaporkan berita dan menyajikan opini. Kami tidak akan memihak kepada pihak manapun dan akan berusaha untuk menghindari konflik kepentingan.

    7. Komunitas dan Partisipasi:

    • Kami akan membangun dan memelihara komunitas yang sehat di sekitar website kami, mendorong diskusi yang beradab dan konstruktif.
    • Kami akan memberikan kesempatan bagi pengguna kami untuk berpartisipasi aktif dalam konten kami melalui fitur komentar, forum, atau platform interaktif lainnya.

    Dengan mematuhi Kode Etik ini, kami berharap dapat menjaga kepercayaan pengguna kami dan terus menyediakan layanan yang bernilai bagi komunitas kami. Terima kasih atas dukungan Anda dan kesediaan untuk menjadi bagian dari website-anda.com.

  • Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

    Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

    wp.sorbansantri.com –Negara maju dalam dunia modern saat ini terkesan tidak religius, namun sebaliknya negara yang religius masih banyak yang statusnya masih negara berkembang atau tidak maju.

    Tentu menimbulkan banyak pertanyaan kenapa Amerika, Jepang, Korea, Swiss, Norwegia dan negara-negara maju yang lainnya itu seperti tidak peduli dengan religi?

    Negara maju yang dimaksud bukan hanya maju ipteknya dan finansial, tapi juga maju secara moral. Tapi, negara yang religius malah mendapati kemunduran moral, contoh India sebagai negara religius tapi kasus pemerkosaannya cukup tinggi, KDRT, bunuh diri, intimidasi, bullying dan sebagainya sering terjadi.

    Atau contoh lain adalah Amerika Latin, dimana negaranya cukup religius tapi kasus pembunuhannya paling tinggi. Bahkan negara timur tengah, negara yang cukup religius sering kali membuka sarana untuk perang. Kita tahu perang itu seperti apa, siapa yang mati dan menjadi korban? Wanita dan anak-anak sering menjadi korban perang.

    Nah, kenapa bisa seperti itu?

  • KONFLIK PALESTINA DAN PENGALAMAN NU MENGELOLA PLURALITAS

    KONFLIK PALESTINA DAN PENGALAMAN NU MENGELOLA PLURALITAS

    Sorbansantri.com – Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah secara khusus meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu menggagalkan rencana Israel menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat. Permintaan itu disampaikan pemimpin Hamas itu melalui surat dikirim ke Jokowi selasa lalu (2/6) sebagaimana yang dilansir albalad.id. https://albalad.co/palestina/2020A9968/surati-jokowi-pemimpin-hamas-minta-indonesia-gagalkan-rencana-aneksasi-israel-di-tepi-barat/.

    Belum ada kabar tentang bagaimana respon Pak Jokowi. Dari surat itu, tersirat sikap Hamas yang sudah putus asa dengan sikap negara-negara Arab dan Turki dalam penyelesaian konflik di Palestina. Hamas pun memilih bekerjasama dengan Iran karena Iran bersedia memberi bantuan pelatihan militer dan persenjataan. Pada akhirnya, perbedaan madzhab harus dikesampingkan, demi mewujudkan perdamaian.

    Tidak lama berselang, pemerintah Palestina melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjadi pembicara Diskusi Virtual pada Senin (29/6) mendatang. https://www.nu.or.id/post/read/121020/palestina-undang-ketum-pbnu-jadi-pembicara-soal-perdamaian.

    Kepercayaan pemerintah Palestina ini menunjukkan kepercayaan mereka bahwa pembelaan NU kepada Palestina lebih bersih, murni, orisinal dan proporsional ketimbang kelompok-kelompok radikal yang sejatinya cuma mempolitisir isu Palestina untuk kepentingan politik kelompok mereka.

    Hamas dan pemerintah Palestina yang dipegang faksi Fatah, sulit bersatu. Di sana juga ada Hizbut Tahrir dan partai Komunis. Mereka saling berseteru, menjadikan Palestina bumi konflik sepanjang masa. Membuat mereka sulit bersatu melawan penjajahan Israel.

    NU dinilai mampu, berpengalaman dan berhasil menjaga perdamaian di Nusantara, yang jauh lebih kompleks perbedaannya dibandingkan Palestina. Nusantara sangat plural. Namun, oleh NU pluralitas dipandang sebagai realitas yang tidak perlu dipermasalahkan.

    Karena pluralitas adalah sunnatullah yang mesti dikelola dengan benar agar membawa kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia. Bukan malah dijadikan alasan untuk membuat kerusakan dimuka bumi. Pluralitas tidak sepatutnya menjadi kambing hitam konflik antarumat beragama dan kelompok.

    Dari sejak awal agama ini mewujud dalam sebuah Daulah Nabawiyah di Madinah, Rasulullah Muhammad Saw telah membuat perjanjian untuk mengelola pluralitas agar tercipta kerukunan dan keharmonisan kehidupan di Madinah. Perjanjian ini yang dikenal dengan nama Piagam / Konstitusi Madinah. Secara sosiologis saat itu di Madinah terdiri komunitas Muslim, komunitas Yahudi dan orang-orang musyrik.

    Salah satu isi perjanjian itu berbunyi: “Bahwa bangsa yahudi dari bani ‘Auf merupakan sebuah umat bersama orang-orang yang beriman (muslim), bagi bangsa Yahudi agama mereka dan bagi umat Islam agama mereka….” Piagam Madinah ini merupakan pengakuan secara de jure Islam atas eksisitensi komunitas Yahudi dan otonomi keagamaannya.

    Robert N Bella Sosiolog Amerika dalam buku Beyond Belief mengatakan, konstitusi Madinah ini “terlalu modern untuk ukuran zamannya.” Ketika wilayah daulah Islam meluas sampai ke Najran yang dihuni umat Kristen, negara Islam menjadi lebih pluralistik. Umat Kristen Najran tetap memeluk agamanya lalu Muhammad Saw memperlakukan mereka sama seperti Yahudi yaitu diberikan kebebasan beragama dan status otonomi untuk mengatur urusan keagamaan mereka.

    Sikap politik Muhammad Saw ini termaktub dalam perjanjian dia dengan suku Najran yang berbunyi: “Suku Najran dan sekitarnya mendapat perlindungan Allah dan tanggungan Nabi Muhammad Rasulullah, atas diri mereka, agama, tanah, harta, yang hadir dan tidak hadir, rumah-rumah peribadatan dan salat-salat mereka. Mereka tidak berhak mengubah seorang uskup dari keuskupannya dan seorang pewakaf dari wakafannya, juga segala sesuatu yang ada di bawah kekuasaan mereka, sedikit maupun banyak….

    Apabila diantara mereka menuntut suatu hak, maka diantara mereka berlaku keadilan tidak ada yang menzalimi dan dizalimi…Tidak seorangpun dituntut atas kesalahan pihak lain. Perjanjian ini menjadi tanggungan Allah dan Rasul-Nya selamanya hingga Allah memutuskan ketentuan-Nya dengan syarat jika mereka tulus dan setia terhadap kewajiban mereka…”

    Perjanjian-perjanjian sejenis juga dibuat Rasulullah Muhammad Saw kepada komunitas non Islam lainnya seperti dengan Bani Junbah di teluk Aqaba, Bani Ghadiya, Yahudi Bani Uraid, penduduk Jarba dlll. Sikap toleran Islam terhadap non Islam pasca Rasulullah Muhammad Saw dilanjutkan oleh para Khalifah setelah Beliau saw.

    Jika akhir-akhir ini pluralitas antar umat beragama dan madzhab di dalam satu agama menjadi masalah maka bisa dipastikan bahwa itu bukan berasal dari ajaran agama. Pasti ada kepentingan-kepentingan politik di baliknya. Guna tercipta perdamaian, persoalannya tinggal, apakah ajaran agama tentang toleransi mau ditegakkan atau tidak?! Termasuk di Palestina. (Ayik Heriansyah)

  • Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    SORBANSANTRI.COM
    Photo sebagian Sahabat Banser Gringsing Batang yang dulu pernah diberangkatkan ke Tolikara Papua. #BanserNU

    SORBAN SANTRI- Kisah ini kami angkat kembali, meskipun pernah kami post beberapa tahun yang lalu tentang pemberangkatan anggota Banser ke Tolikara Papua, agar Banser muda tahu bahwa saat konflik dengan isue agama di Tolikara Papua, Banser lah yang datang ke sana dan ikut memulihkan kondisi sehingga Umat Muslim Tolikara bisa dengan aman melaksanakan Ibadah seperti sebelumnya. Kali ini, akan kami angkat kisah lain di balik keberhasilan tersebut.

    Cerita ini saya dengar langsung dari Kyai Faizin GZ Plelen Gringsing yang meminpin missi perdamaian ke Tolikara Papua.

    Berawal dari tawaran Satkornas Banser kepada beberapa Satkorcab yang siap diberangkatkan ke Tolikara untuk misi perdamaian terhadap konflik Sara yang berujung pembakaran masjid.

    Dari sekian satkorcab, ternyata Satkorcab Batang yang bersedia diberangkatkan. Meskipun dengan syarat yang berat, di antranya semua personel harus kebal senjata apapun dan ahli bela diri.

    Perjalanan diawali dari Batang menuju Jakarta untuk mendapat pembekalan dan breffing. Selanjutnya setelah dua kali penerbangan, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat yang sangat panjang.

    Begitu mendekati lokasi konflik, tiba-tiba pasukan Banser Batang yang berjumlah 15 orang itu dikepung oleh pasukan penduduk asli yang dibekingi pemberontak Papua. Dengan bersenjatakan panah, tombak dan golok, mereka siap menyerang rombongan banser yang berpakaian lengkap yang didampingi juru bicara atau pemandu dri orang asli Papua. Negosiasi panjang dilakukan dalam suasana sangat tegang dan mencekam.

    Tiba² naluri Banser muncul dari Kyai Faizin, dengan lantang beliau berteriak,
    “Kami pasukan Gus Dur.
    Datang kesini utk berdamai dengan saudara² Papua.”

    Begitu mendengar teriakan
    “Pasukan Gus Dur maka sang pimpinan pasukan suku asli itu bangkit dan berteriak,
    “Stop. Kita kedatangan saudara,
    Gus Dur saudara, Gus Dur saudara.”

    Maka, seketika semua pasukan pengepung itu meletakkan senjata dan maju merangkul dengan sangat akrab.”

    Banser begitu diterima oleh semua komponen di Tolikara. Hingga missi perdamaian berhasil dengan kesepakatan² kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik.

    Ketika pasukan Banser Batang hendak pulang, pakaian seragamnya dilucuti dan diminta oleh penduduk asli. Mereka ingin memakainya dan berminat menjadi anggota Banser.

    Demikianlah. Menurut Kyai Faizin, kita benar² meyakini kewalian *Gus Dur*. Sebab, meskipun telah tiada, nama besarnya masih bgitu berpengaruh dan ditakuti banyak pihak. Sehingga, wirid dan hizib yg telah diamalkan, kanuragan dan kesaktian yang telah disiapkan, tak jadi digunakan. Cukup dengan menyebut nama “Gus Dur”, semua bisa teratasi dan misi berjalan kancar.

    (Kisah saya dengar dari Kyai Faizin dan saya kembangkan dengan redaksi saya. Kurang lebihnya bisa dikonfirmasi langsung kepada Beliau)

    Sumber tulisan: Sodikin Rusydi, M. Ag. (Sahabat Ansor Reban Batang) tulisan asli dengan edit tanda baca seperlunya. (M. Wicaksono)