Tag: korban tewas

  • Kebakaran Hebat di Los Angeles Hanguskan 10.000 Bangunan, Korban Tewas Bertambah

    Kebakaran Hebat di Los Angeles Hanguskan 10.000 Bangunan, Korban Tewas Bertambah

    Sorbansantri.com, Los Angeles – Kebakaran hutan yang melanda wilayah Los Angeles, Amerika Serikat, telah menewaskan sedikitnya 10 orang dan menghancurkan sekitar 10.000 rumah serta bangunan lainnya. Kebakaran ini terus meluas dan memaksa ribuan penduduk untuk mengungsi.

    Kebakaran terbaru yang dinamai Kebakaran Kenneth terjadi di West Hills, Lembah San Fernando, pada Kamis sore. Kebakaran ini muncul di tengah upaya petugas pemadam kebakaran yang masih berjuang mengendalikan kebakaran besar lainnya, yaitu Kebakaran Palisades dan Eaton.

    Walikota Los Angeles Karen Bass menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang memburuk akibat angin kencang yang mempercepat penyebaran api. “Kami memperkirakan api ini akan menyebar dengan cepat karena angin kencang,” ujarnya.

    Korban Jiwa dan Kerusakan yang Meluas

    Hingga Kamis malam pukul 21.00 waktu setempat, jumlah korban tewas meningkat menjadi 10 orang dari sebelumnya tujuh korban. Informasi ini disampaikan oleh Departemen Pemeriksa Medis County Los Angeles. Kebakaran Palisades dan Eaton sendiri telah menghancurkan lebih dari 5.000 bangunan, termasuk rumah, mobil, dan gudang.

    Total lahan yang terbakar akibat dua kebakaran besar tersebut mencapai lebih dari 12.000 hektar. Selain itu, tiga kebakaran kecil juga dilaporkan terjadi di sekitar Los Angeles.

    “Pemandangannya seperti bom atom yang dijatuhkan di daerah-daerah ini. Saya tidak mengharapkan kabar baik,” ungkap Sheriff Los Angeles County Robert Luna dalam sebuah konferensi pers. Luna juga memperkirakan jumlah korban jiwa akan terus bertambah.

    Dampak Bencana

    Hampir 180.000 orang berada di bawah perintah evakuasi, sementara 200.000 penduduk lainnya menerima peringatan evakuasi. Pemadaman listrik juga melanda lebih dari 285.000 rumah di California Selatan, dan kerusakan infrastruktur air serta limbah semakin memperparah kondisi.

    Daerah Malibu dan Pacific Palisades menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Sejumlah selebriti, termasuk James Woods, Paris Hilton, dan Billy Crystal, kehilangan rumah mereka akibat kebakaran ini. Kepala Kamar Dagang Pacific Palisades Barbara Bruderlin menyatakan, “Ada daerah di mana semuanya hilang, bahkan tidak ada sebatang kayu yang tersisa.”

    Penyebab dan Tindakan Darurat

    Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Meskipun petir sering menjadi pemicu kebakaran hutan di AS, tidak ada laporan petir saat kebakaran ini dimulai. Para ahli menduga penyebab lainnya seperti kabel listrik atau tindakan pembakaran sengaja.

    Gubernur California Gavin Newsom mengerahkan Garda Nasional untuk membantu proses penyelamatan dan menjaga keamanan di tengah laporan adanya penjarahan. “Penjarahan tidak akan ditoleransi,” tegasnya.

    Dukungan Pemerintah Federal

    Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa pemerintah federal akan menanggung seluruh biaya upaya pemulihan selama 180 hari ke depan. “Saya memberi tahu gubernur dan pejabat lokal untuk tidak menahan biaya dalam memadamkan kebakaran ini,” katanya. Biden juga mendorong Kongres untuk memberikan bantuan tambahan guna menutupi kerugian yang terjadi.

    Sementara itu, Biden berharap pemerintahan yang akan datang di bawah Presiden terpilih Donald Trump akan melanjutkan dukungan kepada negara bagian California. “Ini bukan tentang politik,” ujarnya, seraya meminta semua pihak untuk bersatu dalam menghadapi bencana ini. (AI)

    @beritasorban Tragedi besar melanda Los Angeles, Amerika Serikat. Dua kebakaran hutan besar, yaitu Kebakaran Palisades dan Eaton, telah menewaskan setidaknya 10 orang dan menghancurkan 10.000 bangunan, termasuk rumah, gudang, dan kendaraan. Ribuan orang terpaksa mengungsi sementara 285.000 penduduk hidup tanpa listrik akibat kerusakan parah infrastruktur. Kebakaran baru bernama Kenneth di West Hills memperburuk situasi. Angin kencang mempercepat penyebaran api, membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan. Gubernur California Gavin Newsom mengerahkan Garda Nasional untuk membantu proses penyelamatan dan keamanan. Sementara itu, Presiden Joe Biden memastikan pemerintah federal akan menanggung biaya pemulihan penuh selama 180 hari ke depan. Situasi ini adalah pengingat kuat akan pentingnya persatuan dan tindakan cepat dalam menghadapi bencana alam. Tetap ikuti perkembangan terbaru hanya di SorbanSantri.com. #KebakaranLosAngeles #BencanaCalifornia #KrisisLingkungan #EvakuasiMassal #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Israel Bom Beirut, Serangan di Gaza Utara Tewaskan Sedikitnya 73 Orang

    Israel Bom Beirut, Serangan di Gaza Utara Tewaskan Sedikitnya 73 Orang

    BERITA VIDEO

    Beirut, Sorbansantri.com – Minggu (20/10/2024) – Serangan udara Israel kembali mengguncang kawasan Timur Tengah, dengan setidaknya 73 orang tewas di Beit Lahiya, Gaza Utara, menurut laporan dari Kantor Media Pemerintah Gaza. Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat karena banyak warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan akibat serangan tersebut.

    Serangan yang terjadi di tengah malam ini menambah keparahan situasi di Gaza, di mana pengepungan militer Israel yang telah berlangsung selama 16 hari telah memutus akses penduduk terhadap kebutuhan pokok seperti makanan, air, obat-obatan, dan layanan vital lainnya. Pemadaman komunikasi di utara Gaza juga menyulitkan penyelamatan dan evakuasi para korban.

    Selain itu, setidaknya dua serangan udara Israel juga dilaporkan menghantam ibu kota Lebanon, Beirut, pada Minggu dini hari. Serangan ini menambah ketegangan di kawasan tersebut yang telah lama menjadi pusat konflik antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza serta Lebanon.

    Di Jalur Gaza Selatan, serangan udara Israel juga menyebabkan kematian empat insinyur air dan pekerja yang sedang dalam perjalanan untuk memperbaiki infrastruktur air di dekat Khan Younis, kata Oxfam, sebuah organisasi kemanusiaan internasional. Pekerja-pekerja ini berusaha memperbaiki jaringan air yang rusak di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih akibat blokade militer.

    Serangan-serangan ini memperparah situasi kemanusiaan di Gaza yang kini semakin kritis, dengan ribuan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka di tengah keterbatasan suplai dan ancaman keamanan yang terus meningkat. Respon internasional terhadap krisis ini terus berkembang, dengan berbagai negara dan organisasi menyerukan penghentian kekerasan serta bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak.

    Konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok-kelompok di Gaza dan Lebanon terus menelan korban jiwa dari kalangan sipil, menimbulkan kecaman internasional, dan memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut. (AI Sorban)

    @beritasorban Israel Bom Beirut, Tewaskan Sedikitnya 73 Orang di Beit Lahiya, Gaza utara Sedikitnya 73 orang tewas dalam serangan Israel di Beit Lahiya, Gaza utara. Banyak orang tetap terjebak di bawah puing-puing dan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat, kata Kantor Media Pemerintah Gaza. #IsraelBombing #GazaUnderSiege #PrayForGaza #BeitLahiyaAttack #SaveGaza #LebanonStrikes #HumanitarianCrisis #StopTheViolence #MiddleEastConflict #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Jumlah Korban Meninggal Dunia Diperkirakan Meningkat di Shujayea saat Tim Penyelamat Gali Puing-puing

    Jumlah Korban Meninggal Dunia Diperkirakan Meningkat di Shujayea saat Tim Penyelamat Gali Puing-puing

    Berita Video

    Gaza, Sorbansantri.com – Tim penyelamat masih berupaya menggali puing-puing untuk mencari korban selamat setelah serangan pasukan Israel di lingkungan Shujayea, Kota Gaza utara. Puluhan orang dilaporkan terluka dan beberapa tewas, termasuk empat anak-anak.

    Badan pertahanan sipil Gaza menyatakan bahwa tim mereka mengalami kesulitan menjangkau beberapa korban karena tembakan Israel yang terus berlangsung. Warga sekitar melaporkan bahwa mereka terkejut dengan serangan mendadak dari tank-tank Israel dan serangan drone pada siang hari.

    “Kedengarannya seolah-olah perang dimulai kembali, serangkaian pemboman yang menghancurkan beberapa rumah di daerah kami dan mengguncang bangunan,” kata Mohammad Jamal, 25, seorang warga setempat.

    Kota Gaza telah mengalami pemboman besar-besaran sejak minggu-minggu awal perang. Israel memerintahkan evakuasi seluruh Gaza utara, tetapi ratusan ribu orang tetap tinggal di wilayah tersebut meskipun dikepung oleh pasukan Israel. (AI Sorban)

    @beritasorban Tim penyelamat masih menggali puing-puing di Shujayea, Kota Gaza utara, setelah serangan Israel yang menewaskan beberapa orang, termasuk empat anak-anak. Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan timnya kesulitan menjangkau korban karena tembakan Israel yang terus berlangsung. Warga melaporkan tank dan drone menyerang pada siang hari, menghancurkan rumah-rumah dan mengguncang bangunan. "Kedengarannya seperti perang dimulai kembali," kata seorang warga. Meski Israel memerintahkan evakuasi Gaza utara, ratusan ribu orang tetap tinggal, dikepung oleh pasukan Israel. #GazaUnderAttack #Shujayea #RescueOperations #HumanitarianCrisis #IsraelPalestineConflict #CivilianCasualties #fyp #fouryou #foryoupage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Korban Rafah Meningkat Menjadi 45, Korban Meninggal Dunia di Gaza Melebihi 36.000

    Korban Rafah Meningkat Menjadi 45, Korban Meninggal Dunia di Gaza Melebihi 36.000

    Berita Video

    Gaza, 27 Mei 2024 — Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa serangan Israel terhadap pengungsi di Rafah telah menewaskan 45 orang, termasuk 23 wanita, anak-anak, dan orang tua. Selain itu, serangan tersebut mengakibatkan 249 orang terluka. Serangan ini menambah jumlah total korban tewas sejak dimulainya perang menjadi 36.050 orang, dengan 81.026 lainnya terluka.

    Serangan udara Israel terhadap tenda-tenda yang menampung pengungsi di kota Rafah, Gaza bagian selatan, telah menimbulkan kecaman keras dari berbagai negara dan organisasi global. Sedikitnya 40 warga Palestina, termasuk banyak anak-anak, menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Warga Palestina mencari makanan di antara puing-puing yang terbakar setelah serangan Israel di daerah yang ditetapkan sebagai zona aman oleh Israel untuk orang-orang terlantar di Rafah [Mohammed Salem / Reuters]

    Kepresidenan Palestina, pada hari Senin, menuduh Israel sengaja menargetkan warga sipil. Tuduhan ini memperkuat paduan suara kecaman yang datang dari seluruh dunia setelah serangan tragis tersebut.

    Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) melalui sebuah pernyataan di platform media sosial X, mengungkapkan bahwa gambar-gambar dari Rafah adalah bukti lain bahwa Gaza kini menjadi “neraka di bumi”. UNRWA menyerukan perhatian dan tindakan dari komunitas internasional untuk menghentikan kekerasan yang terus berlanjut dan melindungi warga sipil yang tak berdosa.

    Serangan terhadap pengungsi di Rafah ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah parah di Gaza. Ribuan keluarga telah kehilangan tempat tinggal dan akses ke kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Kondisi ini semakin memperburuk penderitaan rakyat Palestina yang sudah lama berada di bawah blokade dan konflik berkepanjangan.

    Sejumlah negara dan organisasi internasional telah mengutuk tindakan Israel dan menyerukan gencatan senjata segera untuk menghentikan penderitaan warga sipil. Para pemimpin dunia mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan dan mencari solusi damai yang dapat mengakhiri konflik dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. (AI Sorban)

    @beritasorban Dalam serangan terbaru di Rafah, Gaza, 45 orang tewas, termasuk 23 wanita, anak-anak, dan orang tua. Serangan ini juga melukai 249 orang, menjadikan jumlah total korban tewas di Gaza lebih dari 36.000 sejak dimulainya perang #SaveGaza #PrayForRafah #StopTheViolence #HumanitarianCrisis #PeaceForPalestine #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri