Tag: madura

  • Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    wp.sorbansantri.com – Sebuah kejadian unik dan mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu, 18 Mei 2024. Empat bule wanita dengan mengenakan rok mini secara tidak sengaja masuk ke pondok pesantren tersebut, mengira bahwa tempat itu adalah sebuah hotel. Insiden ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan segera menjadi viral di media sosial setelah santri yang berjaga merekam video kedatangan mereka.

    Kyai Nasih Aschal, pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terkejut dengan kedatangan para turis tersebut. “Saya meminta semua orang, dimulai dengan pemerintah Israel, tetapi juga pemerintah Eropa tertentu, untuk tidak mengintimidasi para hakim, tidak mengancam mereka,” katanya.

    Dalam video yang beredar, salah satu wanita bule terlihat mengenakan rok mini dan topi, mengira bangunan pondok pesantren sebagai hotel. Kyai Nasih menjelaskan bahwa para turis tersebut tampak kebingungan dan keliru dengan tujuan mereka. Setelah komunikasi yang cukup panjang dan sulit karena perbedaan bahasa, akhirnya para bule tersebut memahami bahwa mereka salah tempat.

    “Benne (bukan) hotel, bukan hotel, mau ke mana? Biar saya antar,” tanya seorang santri.

    “The hotel is there (hotelnya di sana)?” tanya seorang bule perempuan sambil menunjuk ke arah utara.

    Kyai Nasih menyambut kehadiran para turis dengan sikap yang bijak dan menganggapnya sebagai pengalaman baru. Dia juga menjelaskan bahwa di kawasan Bangkalan memang jarang sekali ada turis yang berkunjung, apalagi mengetahui keberadaan ponpes tersebut. Menurutnya, para bule tersebut sedang mencari hotel namun karena melihat bangunan tinggi di area itu, mereka langsung menganggap bangunan tersebut adalah hotel.

    Kejadian ini menjadi fenomena menarik dan jarang terjadi, mengingatkan pentingnya menjaga dan menjelaskan identitas pondok pesantren kepada pengunjung dari luar. Pondok pesantren adalah tempat yang didedikasikan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam, bukan penginapan atau hotel.

    Kyai Nasih berpendapat bahwa kejadian ini juga membuka peluang untuk menjadikan pondok pesantren sebagai destinasi religi bagi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar negeri. Hal ini akan membantu memperkenalkan pondok pesantren dan tradisi lokal kepada lebih banyak orang.

    Kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi masyarakat umum agar lebih memahami perbedaan antara pondok pesantren dan hotel. Keberadaan bule wanita yang nyasar ke pondok pesantren ini mengundang perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Ini juga menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk saling menghormati dan memahami perbedaan budaya serta tradisi masyarakat setempat, guna mencegah kesalahpahaman dan insiden yang tidak diinginkan. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman. (AI Sorban)

    @beritasorban Empat bule wanita dengan rok mini tanpa sengaja memasuki Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, mengira tempat tersebut adalah hotel. Kejadian ini terjadi Sabtu malam dan menjadi viral di media sosial. Kyai Nasih Aschal, pengasuh ponpes, menyambut mereka dengan bijak meski ada kesalahpahaman. Para santri berhasil menjelaskan bahwa pondok tersebut bukan hotel. Insiden ini menarik perhatian publik dan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pemahaman budaya dan identitas tempat. #BuleNyasar #PonpesBangkalan #KyaiNasihAschal #ViralMadura #BudayaIndonesia #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung sebagai Pusat Kehidupan Komunitas

    Warung Madura bukan hanya tempat untuk membeli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial di komunitas-komunitas tempat mereka berada. Masyarakat sering kali berkumpul di warung, bertukar cerita, berdiskusi tentang berita terbaru, atau sekadar menikmati kebersamaan. Inilah yang membuat warung Madura begitu penting bagi kehidupan sosial di Indonesia.

    Tradisi Tak Pernah Tutup

    Salah satu hal yang membedakan warung Madura dari warung lainnya adalah kebiasaan mereka untuk tetap buka sepanjang hari dan malam. Meskipun warung lain mungkin tutup pada larut malam atau saat hari libur, warung Madura tetap setia melayani pelanggan mereka. Ini menjadi fenomena yang menarik dan unik dalam budaya kuliner Indonesia.

    Faktor-faktor Penentu

    Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa warung Madura memiliki kebiasaan untuk tidak pernah tutup. Pertama, ini mungkin karena kebutuhan ekonomi. Banyak pemilik warung Madura bergantung pada pendapatan harian dari penjualan makanan dan minuman mereka. Menutup warung untuk sehari saja bisa berarti kehilangan penghasilan yang signifikan.

    Selain itu, ada juga faktor budaya dan tradisi. Di beberapa daerah, warung Madura telah menjadi bagian dari warisan budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Keterbukaan mereka sepanjang waktu dapat dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional yang dijunjung tinggi.

    Tantangan dan Keunggulan

    Tentu saja, menjaga warung tetap buka sepanjang waktu juga memiliki tantangan tersendiri. Pemilik warung harus siap untuk bekerja secara terus-menerus, kadang-kadang tanpa istirahat yang cukup. Namun, hal ini juga memberikan keunggulan kompetitif bagi warung Madura. Mereka menjadi pilihan utama bagi pelanggan yang mencari tempat untuk makan atau minum di tengah malam atau pada jam-jam sibuk lainnya.

    Kesimpulan

    Warung Madura adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadiran mereka yang konstan, baik siang maupun malam, tidak hanya memberikan akses kepada makanan lezat, tetapi juga menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan dalam komunitas. Fenomena warung Madura yang tidak pernah tutup adalah contoh nyata dari keuletan, ketahanan, dan nilai-nilai budaya yang kental dalam masyarakat Indonesia. (AI Sorban)

  • Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    SORBANSANTRI.COM
    Kiai tampar anggota Banser (Foto: tangkapan layar Youtube NU Garis Lurus)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com– Video kiai kelahiran Madura, KH Syukron Ma’mun yang tampak menampar salah satu Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) viral di media sosial (medsos).

    Dalam video itu, tampak tamparan kiai tersebut hanya untuk mengingatkan agar anggota Banser kembali kepada tugas utamanya untuk menjaga keamanan ulama atau kiai.

    Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman ini menyindir salah satu Banser yang diduga melakukan penjagaan di sebuah gereja. Kiai yang menggunakan baju serba putih ini meminta agar oknum anggota Banser itu kembali menjaga keamanan ulama.

    “Menjaga kiai mestinya kamu di rumah saya Banser ini. Tapi akhirnya Banser, kiainya enggak dijaga gereja yang dijaga,” kata Syukron dikutip dalam video berjudul ‘KH. Syukron Makmun Tampar Seorang Banser Agar Jangan Jaga Gereja,’ yang diunggah akun YouTube NU Garis Lurus, Sabtu (23/04/2022).

    Setelah itu, Kiai Syukron Makmun juga terlihat menampar seorang pemuda dan mengingatkan hal yang sama.

    “Akhirnya kiainya enggak dijaga gereja dijaga. Bagaimana benar kan saya ngomong? Lah iya suruh jaga kiai,” ujarnya.

    Video viral kiai menampar anggota Banser ini mengundang beragam reaksi warganet di medsos.

    “Kembalilah kejalan yang benar wahai saudara ku,jangan mau diperalat oleh pemimpin mu yang haus kekuasaan itu,”kata akun @Win**

    “Semoga dengan tamparan mbah kyai, Banser NU bisa kembali ke fungsinya semula menjaga para Ulama, menjaga agama Islam,”tulis akun @Sibawa***

    (sumber)

  • HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN KENCANG MEROBOHKAN BANYAK BANGUNAN DI DESA KETAWANG LAOK  SUMENEP

    HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN KENCANG MEROBOHKAN BANYAK BANGUNAN DI DESA KETAWANG LAOK SUMENEP

    انا لله وانا اليه راجعون

    (Kamis, 19/12/19). Kejadian belangsung sekitar jam 12.00 WIB. Dari saking kencangnya angin bertiup hingga robobhkan beberapa rumah, warung kopi, kandang ayam, dan dapur warga.

    Tidak hanya itu saja tiang listrik juga tak karuan. Masih belum diketahui jumlah kerusakan di Desa Ketawang Laok ini, akan tetapi dari hasil pantauan, ada sekitar 6 unit rumah, 1 unit warung kopi yang berposisi disebelah selatan pertigaan Togur Mateh, dan beberapa kandang ayam petelur milik warga.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    M. Sabri salah seorang warga pemilik warung kopi mengatakan ia beserta istrinya sedang tidak di rumah, dan kejadian malang menimpa warung kopi yang ia rintis kurang lebih enam bulan terahir.

    “saya dan istri sedang pergi kondangan mas, tau-tau ada angin kencang dan merobohkan warung saya dan rumah warga yang lain,” Tegasnya.

    Tidak hanya itu, Azizah selaku purti dari M. Sabri terpental jauh dari depan warungnya hingga ke seberang jalan. Sementara kerugian yang ditanggung olehnya berkisar 40 sampai 50 juta rupiah.

    “Yang kasian anak saya mas dia dibawa angin hingga ketimur jalan ini, agak jauh.”

    “kira-kira kerugian saya untuk sekitar 40 jutaan lah mas, itu belum isi dagangan saya, kalau ditotal berkisar 50 jutaan lah.”

    Disisi lain, Sanin seorang peternak ayam telur memiliki nasib yang sama. Dua unit kandang ayamnya rubuh.

    “kandang ayam saya rubuh, teras rumah pula hancur, dan ini milik pak gani juga terasnya habis,” Jelasnya.

    Tiang listrik dan pohon besarpun tidak mau kalah saing berjatuhan ketanah, sekitar ada tiga dan satu buah pohon besar rubub sampai menutup jalan tanjakan sebelah utara Rumah Kepala Desa terpilih Ketawang Laok yang menjadi jalan utama masyarakat.

    Sementara disisi lain salah seorang warga yang bernama Hasi mengatakan kejadian ini adalah peringatan kepada masyarakat.

    “Hancur semuanya, inilah suatu peringatan untuk kita semua khusnya warga Desa ketawang laok, kecamatan guluk-guluk, kabupaten sumenep,” Katanya.

    Sementara pria 45 tahun ini menegaskan adalah sebuah pertanda karena menurutnya masyarakat Desa Ketawang Laok banyak yang kurang baik.

    “Ini pertanda sudah bahwa manusianya sudah banyak yang kuranganjar, kurang dzikir kepada Allah,” Tegasnya sebari membeltulkan genting diatas rumahnya.
    “dapur ambruk dan kandang ayam saya,” imbuh Hasi (RED SANTRI)

  • PEMASANGAN LAMPU PENERANG JALAN OLEH KADER ANSOR PAOPALE LAOK

    PEMASANGAN LAMPU PENERANG JALAN OLEH KADER ANSOR PAOPALE LAOK

    wp.sorbansantri.com – Puluhan kader Ansor Desa Paopale Laok Ketapang Sampang Madura melakukan pemasangan lampu penerangan jalan. Yang mana giat tersebut merupakan salahsatu program Pengurus Ranting GP Ansor Desa Paopale Laok Ketapang Sampang Madura. yang selama ini dikeluhkan oleh Masyarakat setempat karena sampai saat ini masih belum adanya penerangan jalan di daerah tersebut. Jum’at (18/12/2020)

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Muslim Ketua Ranting Ansor Paopale Laok

    Kegiatan untuk memberikan pemasangan lampu jalan adalah meneruskan instruksi dari ketua PAC Ansor Kec. Ketapang kab. Sampang sahabat R. Agus Salim Hasan kepada Sahabat Muslim sebagai Ketua Ranting Ansor Paopale Laok. Dan alhamdulillah sudah 2 (dua) Dusun yang sudah terpasang lampu penerang jalan yaitu Dusun gunung kesan Timur Desa Paopale Laok dan Dusun Gunung Konyik Desa Paopale Laok.

    SORBANSANTRI.COM
    ketua Tanfidziyah PC NU Sampang dan Sahabat R. Agus Salim Hasan ketua PAC Ansor Kec. Ketapang kab. Sampang

    Dalam pemasangan lampu penerang jalan kali ini, dana yang dipakai dari berbagai macam sumber seperti iuran anggota ansor dan warga. Dengan harapan agar apa yang sudah dilakukan oleh pengurus ranting Ansor Desa Paopale Laok Ketapang Sampang Madura bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat.

    Untuk kedepannya diharapkan peranan pemerintah juga sangat dibutuhkan agar tiang listrik masuk secara menyeluruh ke desa Paopale Laok dikarenakan dalam pemasangan lampu jalan, aliran listrik masih menyalur dengan warga sekitar.” kata Sahabat Muslim Ketua Ranting Ansor Paopale Laok. (Wadi Achmad)

  • Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

    Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

     

    SORBANSANTRI.COM

    Pamekasan, NU Online Jatim

    wp.sorbansantri.com- Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video sekelompok massa yang menggeruduk kediaman ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa siang (01/12/2020).

    Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, nampak massa yang berbusana muslim berteriak memanggil nama Mahfud MD.Nampak juga di antara mereka ada yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Sedangkan narasi suara dalam video yang beredar, terdengar “Rumahnya Mahfud MD yang di Madura Pamekasan, dikepung Massa”.

    Massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan itu telah mempersekusi rumah nenek tua berusia hampir 100 tahun, Siti Khotijah. Persekusi itu dilakukan pasca aksi massa menyatakan sikap tidak terima di Mapolres Pamekasan. Mereka mengaku tidak terima atas diperiksanya Rizieq Sihab oleh Polda Metro Jaya.

    Meski aksi tidak berlangsung lama, ratusan massa yang mengendarai kendaraan bak terbuka dan kendaraan pribadi seperti dilansir kompas.com tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin.

    Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat islam Pamekasan tersebut. Kekecawaan tersebut karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh.

    “Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ungkapnya.

    Pria yang biasa dipanggil Syafi’ ini menganggap massa aksi tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.

    Lebih lanjut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. “Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” ujarnya.

    Syafi’ juga mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi. “Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” pungkasnya.

    Sementara itu, Jamaluddin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan seperti yang dilansir dari website pcnu pamekasan, menyatakan kesiapannya melakukan pengamanan di kediaman orang tua Mahfud MD. “Karena itu instruksi pimpinan, dan juga sebagai bentuk solidaritas, serta keprihatinan kami, maka kami siap mengerahkan pasukan Banser untuk berjaga di sana,” ucap Jamal, sapaan akrabnya.

  • NGALAP BAROKAH JALAN KAKI DARI SAMPANG KE PEKALONGAN

    NGALAP BAROKAH JALAN KAKI DARI SAMPANG KE PEKALONGAN

    SORBANSANTRI.COM
    Sholat Jum’at di Masjid Al-Ihsan Taman Sepanjang dan bersilaturrakhim dengan sahabat banser taman sepanjang

    SORBAN SANTRI – Abdul hafid asal tambelangan Sampang adalah Sesosok banser dari Satkorcab Kabupaten Sampang yang sedang melaksanakan perjalanan dari Sampang Madura ke Pekalongan Jawa Tengah.

    Peristiwa ini diawali karena sahabat Abdul Hafid sebelumnya pernah bermimpi bertemu dengan Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya, dan beliau berpesan untuk sowan ke Pekalongan dengan berjalan kaki.

    Atas dasar kecintaan sahabat Abdul Hafid kepada Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya, sahabat Abdul Hafid bergegas melaksanakan perjalanannya pada hari Kamis, 24 September 2020.

    SORBANSANTRI.COM

    Info terupdate, Sahabat Abdul Hafid tadi melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Al Ihsan Taman Sidoarjo dan dilanjutkan perjalanannya ke jombang. Mudah- mudahan beliau diberikan kesehatan dan kekuatan sampai pada tujuan yaitu sowan kepada Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya.

    Mudah-mudahan dalam perjalanan dari Sampang sampai tujuan, banyak bertemu sahabat ansor banser lainnya, sebagai sarana silaturrokhim dan memperkuat persaudaraan dalam menjaga aqidah Ahlussunnah wal jama’ah. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (abi SORBAN)

  • HANYA NU YANG LEBIH INDAH DI MADURA

    HANYA NU YANG LEBIH INDAH DI MADURA

    Infokom Banser NU-

    Oleh : Abdul Kholik
    Ketua Umum PIN

    Siapa yang tidak kenal dengan Madura daerah penghasil garam terbesar di Indonesia yang menyimpan sejuta pesona dengan sejarah-sejarahnya yang melegenda yang akan selalu dikenang sepanjang masa. Masyarakatnya hidup damai saling berdampingan dalam bingkai kasih sayang yang dikenal religius taat beragama, cintanya kepada ulama melebihi cintanya kepada dirinya sendiri. Apapun perintah ulama pasti akan langsung ditaati sebab orang madura sangat terkenal dengan balas budinya, jika ada orang yang baik kepadanya pasti akan dibalas dengan lebih baik maka tak heran jika penghormatannya kepada ulama begitu besar sebab berkat ulama mereka bisa merasakan manisnya nikmat Iman, mengenal Tuhannya Allah Swt dan Nabinya Muhammad Saw suatu kenikmatan yang tiada tara.

    Banyak ulama besar yang berasal dari tanah Madura, diantaranya ada satu nama besar yang sudah sangat familier di telinga orang Indonesia bahkan sampai di luar negeri sana yaitu KH. Muhammad Kholil atau yang lebih dikenal dengan nama Syaikhona Kholil atau Mbah Kholil Icon ulama kebanggaan Madura, bahkan ketika orang mengucapkan Madura maka pikiran akan terlintas kepada nama besar Syikhona Kholil. Beliau adalah seorang ulama yang kharismatik dengan keilmuannya yang sangat dalam. Hidupnya yang sederhana serta sifatnya yang santun, arif dan bijaksana menjadikannya panutan bagi masyarakat Madura dan siapapun yang berguru kepadanya.

    Melalui didikannya lahir tokoh-tokoh besar yang telah mengharumkan nama baik Indonesia hingga level dunia seperti KH. Hasyim Asyari dan KH. Wahhab Hasbullah yang merupakan pendiri ormas Islam terbesar di dunia yaitu NU maka sangatlah tepat jika Syaikhona Kholil dijuluki sebagai guru besar NU. Tanpanya NU tidak akan ada, karenanya NU bisa berdiri tegak hingga saat ini dan kemanfaataannya telah banyak dirasakan oleh umat.

    Maka sangat disayangkan jika ada orang Madura yang tidak cinta kepada NU itu berarti menandakan bahwa dirinya tidaklah bangga dengan Syaikhona Kholil dan karakter Maduranya yang dikenal cinta dan taat kepada ulama telah luntur. Namun penulis yakin tidak ada orang Madura yang seperti itu, semuanya adalah NU dan tidak akan pernah menyisahkan ruang untuk yang lainnya kecuali NU karena hanya NU lah yang mempunyai kenangan indah dengan Madura melalui karomah Syaikhona Kholil.

    #PIN_PejuangIslamNusantara

    (post uwais alqorni aljawi)