Tag: MAKESTA

  • Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com pada hari sabtu tepat pukul 15.00 sore (6-2-2021) pac ipnu ippnu Kec. Ngoro Kab. Mojokerto mengadakan acara MAKESTA (Masa kesetiaan Anggota) yang bertempat di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Sabilillah Watusari Wotanmas Jedong Kec. Ngoro Kab. mojokerto.

    Acara pembukaan ini dihadiri oleh para delegasi perwakilan dari pimpinan ranting ipnu – ippnu se kecamatan Ngoro juga delegasi perwakilan dari santri pondok pesantren dan siswa madrasah aliyah, tampak hadir juga para tamu undangan dari Rois Syuriah mwc nu kecamatan Ngoro KH. Marzuki Nur dan juga Kyai Soleh selaku dewan Pembina mwc nu Kecamatan Ngoro, ketua Pac Gp Ansor Kec. Ngoro sahabat saufi, S.Kom juga beserta jajaran pengurus Pon-pes Sabilillah dan para tamu undangan lainnya.

    Menurut ketua pac ipnu Kecamatan Ngoro
    rekan Ainurrofiq dalam sambutannya mengatakan bahwa sebenarnya acara ini sudah diagendakan sejak lama tapi berhubung ada pandemi covid 19 semua kegiatan ditiadakan oleh pemerintah pusat sehingga acara makesta ini sempat tertunda Beberapa bulan, akan tetapi alhamdulillah untuk kali ini acara bisa dilaksanakan tapi dengan jumlah peserta yang dibatasi kisaran antara 25-30 orang saja dan harus mengikuti sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, masih menurut Ainur beliau berpesan kepada para peserta agar dalam mengikuti acara ini bisa semaksimal mungkin dan secara sungguh-sungguh sampai selesai agar ilmu yang disampaikan oleh setiap para pemateri bisa merasuk di dalam hati, dan ketika berjuang di masyarakat sudah mempunyai bekal ilmu yang diperoleh selama mengikuti makesta ini.
    Hal Senada disampaikan oleh ketua pac ippnu Ngoro rekanita Fauzia Intan mengatakan dengan diadakannya acara makesta ini bertujuan agar para rekan dan rekanita sebelum bergabung di organisasi bisa mengetahui tentang dasar-dasar apa saja yang harus dipelajari di organisasi ke ipnu-ippnu an dan bisa tertanam jiwa loyalitas yang penuh sebelum berjuang di masyarakat, pada kali ini acara MAKESTA bertemakan cinta Agama dan Negeri, artinya bagi para anggota selain diwajibkan cinta kepada agama juga wajib mencintai negeri tercinta ini sesuai amanat bangsa NKRI Harga Mati, rencana acara ini diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 6 sampai 7 Januari 2021, materi yang akan diberikan kepada para peserta meliputi ke ipnu-ippnu, ke Aswaja an, Amaliah NU, ke organisasian, kepemimpinan dan lain-lain.

    harapan dari para panitia agar para peserta setelah mengikuti acara ini tidak berhenti sampai di sini saja tetapi mereka harus tetap belajar di jenjang-jenjang selanjutnya juga harus melaksanakan kegiatan di ranting masing-masing.

    semoga acara pada hari ini bisa berjalan dengan lancar dan mendapat ilmu yang bermanfaat, tetap belajar berjuang dan bertaqwa. (Hasan_sorban)

  • MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan  remaja atau pelajar

    MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan remaja atau pelajar

    SORBAN JETIS ~ Kenakalan remaja atau pelajar saat ini sangat mengkwatirkan kita semuanya, tawuran pelajar, siswa menantang guru, anak berani melawan orang tua sudah banyak viral di media sosial, oleh karena itu IPNU & IPPNU salah satu BANOM NAHDLATUL ULAMA berupaya untuk bisa membantu mengatasi permasalahan ini dengan cara memberikan wawasan melalui kegiatan MAKESTA

    Pengurus PAC IPNU IPPNU Jetis Mojokerto di MTS AL HIKMAH dusun sidoduwe Sidorejo mengadakan MAKESTA(31/10/20) yang di ikuti oleh 250 pelajar dari seluruh desa sekecamatan Jetis bahkan ada peserta yang dari luar kecamatan jetis, kegiatan di mulai jam 07:00wib dan selesai pada jam 01:00wib dini hari

    SORBANSANTRI.COM

    Peserta MAKESTA saat menerima materi

    Pada acara pembukaan acara kali ini di hadiri oleh ketua tanfidziyah MWCNU Jetis, ketua ketua BANOM NU seMWCNU jetis, ketua ranting NU Sidorejo bahkan nampak hadir kepala desa Sidorejo, kehadiran beliau beliau membuat suasana acara semakin menambah semangat para peserta, semangat peserta begitu luar biasa dan tak menggoyahkan semangat mereka meskipun pada saat acara di guyur hujan mulai siang hari sampai malam, mereka tetap antusias mengikuti jalannya acara dengan di pandu 4 narasumber, Gus Sofian J. Anom Stafsus Wantimpres RI 2018-2019, Gus Ahmad Saifulloh Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto, Gus Kamal Rifqi, Lc Pengasuh PonPes Darul Falah, Gus Sunarto, S. Pd., M. Si.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat memberikan sambutan

    Ketua PAC IPNU Jetis Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat di konfirmasi team SORBAN menginformasikan MAKESTA yang kedua kalinya di adakan IPNU IPPNU Jetis saat ini luar biasa, karena pesertanya yang mencapai 250 pelajar, beliau meminta pada team SORBAN untuk mencantumkan maksud dan tujuan MAKESTA kali ini yang sudah beliau tulis

    “Dari tema yg saya angkat pada kegiatan makesta ini Green Seed for Humanitarian Islam. Saya sangat ingin setelah ini dalam diri kalian tumbuh rasa empati dan tumbuh niat atau keinginan untuk saling berperan diberbagai lini dan dalam konteks pendidikan, remaja, pelajar dan kepemudaan. Dan ditinjau dari peran ipnu ippnu di masa kini. Saya harap ipnu ippnu bisa benar benar berperan ditengah masyarakat, eksistensinya betul betul diakui.
    Saya benar benar ingin ipnu ippnu ini menjadi tawaran solusi yang masuk akal ditengah masalah kenakalan remaja, yaa paling tidak kita menjadi sebuah representasi bagaimana idealnya pelajar, remaja, atau pemuda pada konteks waktu saat ini. Seperti contoh permasalahan saat ini yang melanda dunia pendidikan di indonesia pada umumnya, murid berani atau tidak sopan kepada guru itu adalah hal yg sering kita lihat, dan lantas apakah kita menganggap hal itu sebagai hal yg lazim? Atau biasa biasa saja? Bagaimana murid dan guru bisa saling menaruh kepercayaan satu sama lain kalau gurunya tidak memberi rasa nyaman kepada murid dan murid masih tidak sopan kepada guru? Ini adalah hal yang serius dan harus kita akui sebagai sebuah masalah agar kita semua bisa saling rembug atau urun untuk solusi. Nah disini peran ipnu ippnu dibutuhkan, kita ini sedang dibutuhkan saat ini, masak kita diam diam saja? Terlalu egois untuk masa bodo akan masalah masalah seperti ini. Dan logikanya sederhana, apakah kita rela anak cucu kita kelak masuk ke dalam dunia pendidikan jika standar pendidikannya seperti itu?
    Tidak ada hambatan untuk bercita cita tinggi, tapi bagaimana kita berupaya meraih cita cita tersebut.”

    By: Sodikin sorban

  • GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 02 Oktober 2020. Pertama kalinya kegiatan rutin kader penggerak NU di adakan di Kecamatan Pacet Mojokerto, tepatnya di Masjid Nurul Iman Pacet Nggapuk Pacet Mojokerto. yang bertujuan untuk membentengi serta menjaga IDEOLOGI bagi semua kader-kader NU dengan mengamalkan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB yang oleh KH. Adnan Anwar diperintah unuk di NASIONALKAN.

    SORBANSANTRI.COM
    pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROBTIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB di Masjid Nurul Iman Pacet Mojokerto

    Kegiatan yang dimulai ba’da isya’ tersebut, dihadiri oleh kader-kader yang pernah mengikuti pelatihan dan bimbingan dalam lembaga dan banom NU seperti PKPNU – MKNU – DTD – DIKLATSAR – PKD – DIKLATAMA – MAKESTA – LKD Fatayat- DLL. Uniknya dalam acara tersebut adalah banyaknya silaturrakhim antar kader dengan sedikit acara ceremonial karena kegiatan ini hanya ada 3 acara inti yaitu Tawassul, pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB dan Makhallul Qiyam selebihnya itu adalah acara silaturrokhin dan santai ngobrol sesama kader.

    Dan dalam tema serta pokok bahasan dalam kegiatan tersebut adalah NKRI Harga Mati… Nderek NU sak lawase (ikut NU selamanya). Tema ini sangat dikedepankan dalam kegiatan ini sebagai wadah dan pemantapan IDEOLOGI kader Agar mandiri dalam menjalani Berbangsa dan Bernegara, tetap berpegang teguh dalam IDEOLOGI ASWAJA NU.

    Semoga kita tetap kompak, semangat dalam ber NU, tidak goyah dalam menjalani cerita berbangsa dan bernegara. Bukan Kader NU dalam Kepentingan, Bukan Kader NU dalam Balas Budi, Bukan Kader NU yang Ragu-ragu, tetapi Sebagai Kader NU yang KOKOH. (abi sorban)

    BACAAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB