wp.sorbansantri.com – Sabtu, 28 Mei 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Seminar Nasional tentang Konstitusi dan Hukum Islam bertajuk “Implementasi Tafsir Ayat-Ayat Ahkam Dalam Konstitusi dan Sistem Hukum”. Seminar Nasional ini dihadiri 260 peserta secara Offline dan 716 peserta secara Online di channel Youtube PUSKOHIS UIN Surakarta. Adapun pelaksanaan secara offline dilaksanakan di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.
Acara diawali dengan pembacaan Maulid Al Barzanji oleh Rebana Jam’iyyatul Qurro Wal Huffadz UIN Raden Mas Said Surakarta kemudian dilanjutkan pelaksanaan acara Seminar Nasional. Bertindak sebagai moderator adalah Panji Putra Ariyanto. S.Sos dan Aji Ari Wibowo mendapatkan tugas membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.
Acara diawali dengan sambutan Adhimas Alifian Yuwono, sebagai ketua panitia, mahasiswa Semester 6 ini mengatakan bahwa “Kami menghimbau seluruh peserta untuk memperhatikan dengan baik, serta mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan karena pembicara yang diundang dalam seminar ini adalah pembicara sudah melalang buwana diseminar naisonal dan internasional. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah Swt.”
ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)
wp.sorbansantri.com– Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)
Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.
—000—
Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi- sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”. Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.
—ooo—
Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.
Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.
Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.
Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)
FASYA-Sabtu, 16/04/2022. Di pertengahan bulan Ramadhan 1443 H ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan acara Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun yang mengangkat tema “Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian Kitab Qurrotul ‘Uyun”. Acara ini merupakan kegiatan kesekian kalinya yang termasuk salah satu program kerja keilmuan dari kepengurusan HMPS HKI tahun 2022 ini. Acara Ngaji Kitab ini bisa dikatakan perdana, dikarenakan dari tahun-tahun sebelumnya memang belum pernah mengadakan kegiatan Ngaji Kitab seperti ini. Maka dari itu, antusias dari jamaah yaitu yang terdiri dari para mahasiswa HKI ini sangat luar biasa, dalam mengikuti Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini.
Sebenarnya, kitab Qurrotul ‘Uyun ini biasanya sering di konsumsi oleh kalangan pondok pesantren, yang mana pembahasannya mengenai ruang lingkup keluarga yang sesuai tuntunan agama Islam, mulai dari rukun dan syarat nikah sampai dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam hubungan pernikahan. Hal ini tentu menjadi penting sekali untuk dikuasai oleh para mahasiswa fakultas Syariah terutama mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang notabene nya menggeluti dibidang Hukum Keluarga. Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini diisi oleh Direktur Pusat Konstitusi & Hukum Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Gus A.M. Mustain Nasoha S.H., M.H.
Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi HKI dan ketua umum HMPS HKI 2022 yang di wakili oleh ketua panitia pelaksana yaitu Dilva Nahida. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh tim hadroh Jamuna Al Mubarok dari Fakultas Syariah. Selanjutnya pembacaan tahlil yang dipimpin oleh saudara Ahmad Makruf. Tepat pada pukul 09.00 WIB, penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun oleh Gus A.M. Mustain Nasoha mulai berlangsung.
Di dalam Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.: “Barang siapa mempunyai istri dua dan dia berlaku tidak adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan pecah tubuhnya dan jatuh. Riwayat lain mengatakan: pecah dan bungkuk/miring tubuhnya”. Ujar Gus A.M. Mustain Nasoha dalam penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun. Kemudian ketika ada pertanyaan, “Lebih penting ibadah atau nikah terlebih dahulu? Nah, di dalam kitab Qurrotul ‘Uyun ini dijelaskan bahwasanya keduanya harus seimbang, tetap melaksanakan ibadah dan juga melaksanakan pernikahan”. Gus A.M Mustain Nasoha juga menyampaikan kiat-kiat dalam menjalin hubungan suami istri, mulai dari status hukumnya sampai dengan tata cara melaksanakannya. Semuanya di kupas tuntas oleh beliau.
Di pengujung acara, Gus A.M Mustain Nasoha menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir, agar selalu menundukan pandangan terhadap lawan jenis dan selalu berusaha untuk senantiasa menutup aurat. Kemudian, acara diakhiri dengan pembacaan do’a oleh saudara Ahmad Makruf. Harapan dari panitia kepada acara ini adalah semoga dengan dilaksanakannya Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini dapat membawakan ilmu yang bermanfaat dan barokah bagi seluruh jamaah maupun panitia, untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupan berkeluarga kelak.
wp.sorbansantri.com – Sebagai umat Muslim yang taat dan patuh pada perintah Tuhannya, Allah SWT, menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan adalah salah satu bukti kita beriman, sanggup melakukan, dan mengamalkan perbuatan baik dengan iklash dan tawakal.
Ramadan tinggal menghitung hari, bulan penuh berkah dimana ibadah atau perbuatan baik sekecil apapun akan mendapat ganjaran pahala berkalilipat dari bulan-bulan lainnya. Begitu istimewanya bulan Ramadan dosa-dosa kita akan dihapus 10 hari terakhir berpuasa. Maka kita seharusnya berlomba mengerjakan ibadah wajib lebih khusu’, perbanyak berbuat kebaikan, beramal, membaca Al Quran, perbanyak shalat sunnah, dan perbanyak dzikir.
Ummat Muslim sejati tentu akan menyambut antusias kedatangan bulan Ramadan ini. Untuk itu saya akan bagikan tips buat kamu yang mungkin masih menghadapi kendala ketika menjalankan ibadah puasa. Tentu saja puasanya orang dewasa berbeda dengan cara berpuasanya anak-anak. Lapar, haus, sabar, dan menahan nafsu keduniawian baru dasar dalam tingkatan berpuasa yang lebih tinggi.
Jadi, mari kita mulai pemanasannya dari sekarang.
Nah, supaya puasamu bisa lancar dan tidak ‘bolong’ di tengah jalan alangkah lebih baik kita mulai membiasakan diri dari sekarang seperti melakukan ibadah shalat tepat waktu, yang tadinya shalat dilakukan diujung waktu mulai sekarang lakukanlah tepat waktu dimasjid terutama bagi kaum laki-laki.
“Sebaik-baiknya melaksanakan sholat adalah di awal waktu. Atau ketika mendengar kumandang adzan atau pun menyadari telah masuk waktu sholat”.
Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.
Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.
Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.
Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.
Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya
Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.
Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.
sorban santri.com – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal bakal menggelar Workshop Media dan Jurnalistik. Pelatihan akan digelar 19 Februari – 13 Maret 2022 di enam Koordinator Wilayah (Korwil) se Kabupaten Tegal.
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal Nurfanani melalui Wakil Ketua Bidang Media Abdul Muhni mengatakan, Workshop yang akan diikuti perwakilan dari Anak cabang dan Ranting GP Ansor yang ada di kabupaten Tegal itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas kader dalam membuat konten di media digital maupun media sosial.
“Workshop juga dimaksudkan sebagai sarana konsolidasi Media Ansor dari level Cabang, Anak Cabang hingga ranting,” katanya.
Selain itu, kata Muhni, Workshop bertujuan untuk menggugah semangat kader Ansor disemua tingkatan dalam meningkatkan kemampuan media dan literasi.
“Peran media ini sangat penting bagi organisasi. Apalagi peran Gerakan Pemuda Ansor di era teknologi informasi, era medsos,” tandasnya.
Kepala Lembaga Media dan Jurnalistik PC GP Ansor Kabupaten Tegal Nurkhasan, menambahkan, Workshop akan digelar di enam Korwil se Kabupaten Tegal. Dimana setiap Korwil akan diikuti 3 PAC dan PR diwilayah Korwil tersebut.
“Pelatihan ini menjadi ajang evaluasi dan monitoring oleh Ansor Media Tegal terhadap masing-masing Anak cabang dan ranting dalam mengelola dan memproduksi konten di media sosial maupun platform media lainnya,” kata Hasan.
Dalam Workshop ini juga akan diberikan sejumlah materi penting diantaranya Jurnalistik Dasar, Tehnik Fotografi, Desain Grafis, Pengenalan Website dan Pengelolaan Media Sosial.
“Diharapkan peserta dari lembaga media anak cabang dan ranting GP Ansor bisa memanfaatkan dengan baik pelatihan ini,” harapnya. (Team Ansor Media).
wp.sorbansantri.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak menggelar Kelas Media dan Pelatihan Jurnalistik Dasar pada Rabu (26/1/2022) malam.
Kegiatan yang digelar di lantai dua Gedung MWC NU Kecamatan Karangawen ini diikuti sejumlah 40 orang yang merupakan utusan dari tiap ranting atau kelurahan di kecamatan tersebut.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karangawen, Fahri Lathif mengatakan, kelas ini bertujuan memperlebar sayap perjuangan sampai ke dunia maya.
Kegiatan ini juga merupakan program kerja yang telah direncanakan oleh Bidang Informasi, Komunikasi dan Kajian Strategis dari PAC GP Ansor Kecamatan Karangawen Demak.
“Peserta kita bekali tentang pengetahuan jurnalistik dasar dan pengelolaan media sosial yang baik dan benar,” kata Fahri.
1. Yang mempunyai kesempitan di hatinya,was was ( ragu ragu ) dan kurang semangat dalam melakukan amal soleh, hendaknya setiap selesai solat fardlu meletakkan telapak tangan kanan tepat di dada kiri (jantung) sambil membaca :
Maka Alloh akan menambahkan ketaqwaan, dilapangkankan dadanya, dimudahkan segala urusanya, hutang hutang nya akan cepat lunas, rizkinya akan bertambah.
3. Jika ingin terjaga atau terhindar dari gangguan semua mahluk (gangguan dhohir dan batin), hendaknya membaca 4 surat setiap pagi dan sore:
wp.sorbansantri.com- Shalawat Nariyah merupakan salah satu shalawat yang mustajab. Shalawat ini juga diyakini para ahli sebagai kunci gudang yang mumpuni. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundah dan Jabir, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:“Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.”
Oleh karena itu, maka tak heran apabila shalawat Nariyah sering dilantunkan oleh umat muslim. Pasalnya bacaan shalawat ini diyakini memiliki banyak keutamaan. Lantas apa saja manfaat membaca shalawat Nariyah? Simak beberapa manfaatnya berikut ini.
Dibukakan Pintu Rezeki
Dikabulkan Hajatnya
Dimudahkan Urusannya
Dihindarkan dari Bahaya
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.
SORBAN SANTRI-Sedikitnya ± 1500 yang hadir dalam acara sosialisasi bimbingan teknis sensus NU dan Kartanu MWCNU Kecamatan Wanareja – Cilacap. Antusias dan kecintaan warga Wanareja pada NU sangat besar sehingga dapat dilaksanakan dengan sukses. Lembaga dan Banom NU seperti IPNU IPPNU Ansor Banser turut hadir dalam kegiatan tersebut karena bersamaan dengan terpilihnya KH Farid Muksin sebagai syuriyah dan ky Muhtar sebagai tanfidz MWC NU Wanareja masa bakti 2020 -2025.
Uniknya dalam kegiatan ini mempunyai slogan atau yel-yel dalam sosialisasi KARTANU, yel-tel tersebut berbunyi
Siapa kita? NU….!! Apa Buktinya? KARTANU…..!!
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tengah menyiapkan sistem pendataan secara nasional melalui integrasi sistem Kartu Tanda Anggota NU (KARTANU). Program Kartanu secara nasional resmi digulirkan mulai 27 Juni 2020. “Alhamdulillah cita-cita one identity number of NU members atau satu identitas warga NU mulai diberlakukan secara nasional,” terang Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di gedung PBNU.
Meski pada tahap awal baru mengagendakan pilot project di 43 PCNU saja, antusiasme warga NU di daerah dirasakan begitu besar. “Target dalam setahun pertama minimal 1 juta warga NU.Tahun 2026 tepat satu abad NU nanti minimal 100 juta warga NU berkartanu, sedikitnya ada sembilan fungsi dan manfaat miliki Kartanu yaitu:
Kartanu berfungsi sebagai kartu identitas warga NU.
Kartanu berfungsi sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Kartanu menjadi basis database warga NU.
Sebagai tabungan syari’ah dan difungsikan sebagai tabungan Haji dan Umroh.
Sebagai alat pembayaran melalui aplikasi e-Kartanu.
Manfaat warga NU pemegang Kartanu bisa mendapatkan fasilitas diskon di beberapa gerai belanja.
Diskon yang sama bisa juga diperoleh saat berhubungan dengan PTNU dan RSNU di semua daerah.
Kartanu berfungsi sebagai asuransi.
Kartanu juga sekanligus available untuk tabungan masa depan. Di siapkan ada Tazak (tabungan zakat), Takur (tabungan kurban), Tawaf (tabungan wakaf infaq dan sodaqoh), dan Kolam (kotak amal masjid dan musholla)
Mengingat betapa pentingnya KARTANU, dengan jumlah warga NU di Kecamatan Wanareja, menjadi tantangan tersendiri dan menjadi semangat dalam ber NU. (abi SORBAN)