Tag: membela

  • Pancasila Selaras dengan Syari’at

    Pancasila Selaras dengan Syari’at

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Jika ada yang membenturkan Pancasila dengan Islam maka jelas ia tidak paham Pancasila dan Islam. Jika ada yang mempermasalahkan agama dan nasionalisme bahkan menganggap nasionalisme tidak ada dalilnya maka jelas ia tidak memahami inti sari ajaran agamanya walau berkedok ahli agama. Yang teriak NKRI kafir, thaghut, mengatakan Pancasila simbol berhala maka perlu ngaji lagi.

    Pancasila itu sangat selaras dengan syari’at bahkan Pancasila itu perwujudan dari syari’at. Pancasila itu ajaran langit yang sudah membumi. Perwujudan dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin ‘ala Nusantara. Dengan Pancasila, syari’at Islam bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tak sebatas hanya pesan yang menggantung dilangit.

    Coba, mana butirnya yang bertentangan dengan Islam? Sila keberapa yang bermasalah dan menabrak syari’at Islam? Dari sisi mananya sehingga mengatakan Pancasila itu simbol kekufuran? Pancasila itu bukan agama tapi menyatukan antar pemeluk agama. Jika setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila bukan berarti menandingi ajaran agama. Tidak tepat jika membandingkan norma Pancasila dengan norma agama. Tidak tepat jika memberikan pilihan untuk memilih Pancasila ataukah Islam. Ini pilihan yang jungkir balik sebab Pancasila itu berisi poin-poin ajaran Islam.

  • KISAH KH ABDURRAHMAN WAHID  GUS DUR  MEMBELA PARA HABAIB

    KISAH KH ABDURRAHMAN WAHID GUS DUR MEMBELA PARA HABAIB

    Infokom Ansor Banser NU- Bismillahirahmanirahim………. Tahun 1993, ada peristiwa terdasyat atas fitnah yang ditujukan kepada para Habib, yaitu sebuah statemen yang diucapkan oleh ketua MUI saat itu KH.Hasan Basri. Statemen itu di muat di surat kabar yg berbunyi

    “Tidak ada anak keturunan Rosululloh Saw di Indonesia bahkan di dunia, karena sudah dinyatakan terputus dikarenakan tidak adanya lagi keturunan Hasan dan Husen.”

    Mendengar itu Alhabib Muhammad al Habsy Kwitang (saat itu beliau sedang sakit) memerintahkan Alhabib Nauval bin Jindan untuk membela kehormatan anak cucu Rosululloh SAW.

    Apa daya Alhabib Nauval bin Jindan meski dari panggung ke panggung berceramah tidak meredakan kegaduhan. Akhirnya Gus Dur mendengar kegaduhan ini, pada saat Alhabib Nauval bin Jindan mengadakan ceramah di satu tempat, Gus Dur datang dan berinisiatif untuk bicara. Gus Dur dengan tegas mengatakan;

    “Hanya orang bodoh yang mengatakan batu permata di bilang batu koral dan yang paling bodoh batu permata kok dihargakan batu kerikil, mereka para cucunya Rosululloh SAW datang ke negeri ini merupakan karunia Tuhan yang terbesar dan hanya orang yang Kufur nikmat kalau tidak mau mensyukurinya.”

    Sejak pembelaan Gus Dur diucapkan dan diviralkan.seketika kegaduhan hilang dan Para Habib diindonesia merasa bersyukur kehormatannya dibela Gus Dur. Oleh sebab itu jangan pernah sakiti Gus Dur dan para Ulama NU yang menjaga keutuhan NKRI.

    Tapi kenapa sekarang banyak kalangan para Habaib dan ulama ulama yg lain mencaci Gus Dur dan menghujat NU
    Bahkan walaupun beliau sudah tiada masih aja yg menghujat beliau

    Kenapa NU difitnah kalau orang NU tidak menghormati para keturunan nabi

    Itu salah besar

    Allahumma Sholli a’la Sayyidina Muhammad wa ala alihi washobihi wasalim

    Jazzaakallaahu Khairan “Semoga Allah memberi kebaikan buat kalian semua.

    Salam Kopi Ireng

    Lahul Fatihah